Sampul Novel School and Love

School and Love

9.2 / 10.0
Laisa, siswi pintar dari kalangan biasa, berjuang menghadapi sistem kasta sosial di sebuah SMA elite. Kehidupannya berubah setelah berurusan dengan Dema, pewaris takhta kaya raya sekaligus ketua kelompok F3 yang disegani. Hubungan mereka memicu ketegangan besar di sekolah. Keadaan kian pelik saat Anan dan Candra ternyata juga menyukai Laisa. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan dan meruntuhkan tembok perbedaan kelas yang begitu tebal?

School and Love Bab 1

Laisa melangkahkan kaki ke sekolah dengan ekspresi sedih. Dia berjalan sendiri tanpa ditemani siapapun. Biasanya di hari pertama sekolah, anak-anak yang lain ditemani orang tuanya. Namun tidak untuk Laisa. Ibunya sedang sibuk di pasar untuk jualan. Sementara, usia 8 tahun ia sudah ditinggal oleh Ayahnya sehingga hanya hidup berdua dengan ibunya.

Setiap hendak berangkat sekolah, Laisa selalu berjalan kaki. Dahulu ketika masih duudk di bangku SMP, dia berjalan kaki sejauh 1 km, sekarang ia harus berjalan kaki sejauh 2 km. Di jalan menuju sekolah, banyak mobil dan kendaraan yang lewat menabrak genangan air hingga membasahi baju dan sepatu kusamnya.

"Huft, hari pertama kenapa begitu melelahkan"

Gerutunya di dalam hati. Ia harus segera sampai ke sekolah dan membersihkan bajunya yang kotor, karena sebentar lagi bel tanda masuk berbunyi.

SMA Semesta merupakan sekolah elit yang berdiri megah di pusat kota. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk Laisa menuju sekolah. Ia tidak punya kendaraan atau sepeda yang mengantarkannya ke sekolah. Sesekali mungkin bersama teman atau sopir truk yang lewat di sekitar rumahnya. Tetapi itu tidak menentu, sehingga ia harus jalan kaki jika tidak ingin terlambat.

Butuh perjuangan yang keras untuk Laisa diterima di sekolah ini. Ia harus belajar siang dan malam agar lolos tes masuk dan mendapatkan beasiswa. Laisa bisa di bilang gadis yang pintar. Ia banyak mendapat juara ketika dulu sekolah SD dan SMP. Ia bersyukur jika sekarang mendapat sekolah dan pembiayaan gratis selama 3 tahun. Oleh karena itu juga, Laisa harus belajar lebih keras agar prestasinya tidak turun ketika kenaikan kelas nanti. Dari latar belakang keluarganya sendiri, Laisa merupakan gadis sederhana dari kalangan menengah kebawah. Baginya, diterima di SMA Semesta menjadi anugerah sekaligus musibah. Ia banyak memperoleh informasi jika di sekolah ini siswa banyak yang memilih keluar karena terpelanting adanya sistem kasta. Kasta orang elit atau orang kaya lah yang mendominasi, sehingga banyak siswa dari kalangan menengah ke bawah tereliminasi satu persatu.

***

Sampai gerbang sekolah, Laisa bertemu dengan satpam sekolah. Ia mengucap salam pertamanya dan langsung masuk. Ketika masuk gerbang, tidak sengaja seorang pria bertubuh tinggi putih bernama Dema menabraknya.

BUKK!

Laisa terjatuh. Ia tersungkur ke sisi lantai sekolah hingga membuat lututnya berdarah. Pria itu diam saja. Tidak membantu tetapi malah memaki Laisa.

"He lo, kalau jalan lihat-lihat dong! Dipakai kaki dan matanya!"

Pria itu tanpa perasaan bersalah meninggalkan Laisa yang masih berada di bawah sembari memegang lututnya yang berdarah.

Laisa hanya bisa diam melihat pria arogan yang menabraknya. Karakternya membuat ia serba salah. Antara ingin membela diri namun takut jika ia sendiri yang sebetulnya salah, karena ia benar-benar menjaga diri dari orang asing apalagi belum ia kenal sama sekali. Walhasil dengan kaki yang lecet dan baju kotor, ia menuju kamar mandi untuk membersihkan bajunya. Lantas menuju UKS untuk mengobati luka itu.

***

Sudah pukul 07.30 WIB. Laisa terlambat masuk kelas. Luka kakinya cukup lebar sehingga butuh penanganan lebih. Wali kelasnya langsung meminta Laisa masuk dan duduk disamping pria menyebalkan yang arogan itu.

"Ibu, saya duduk dengan pria ini?"

"Iya Nak, karena tinggal tempat duduk itu yang tersisa"

"Saya boleh minta izin di tukar dengan yang lain bu?"

Ucap Laisa memohon dan tidak ingin duduk di samping pria arogan itu. Laisa tidak ingin mengambil resiko jika nanti akan muncul kesialan yang lain apabila berdekatan dengan pria itu.

"Baiklah Laisa. Anak anak, apakah ada yang ingin bertukar tempat duduk dengan Laisa?"

"Saya bu! Saya Bu, Ssayaa Buu!

Teriak beberapa siswa meramaikan kelas.

Terhitung sekitar 15 siswa putri yang ingin duduk di samping Dema, si pria arogan. Maklum, dia tajir dan tampan serta memiliki postur tubuh yang tinggi. Banyak gadis yang mengidamkan duduk di samping pria keturunan konglomerat ini. Namun pria itu malah tidak ingin duduk di samping para gadis kecuali Laisa. Menyebalkan memang. Laisa hanya bisa menerima hal tersebut tanpa berkata apa apa. Ia tidak ingin menimbulkan masalah di kelas barunya itu.

Melihat Laisa berjalan menuju bangku, si pria arogan tetap bersikap sombong. Dia masih tidak merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa Laisa.

Selama kelas berlangsung, Laisa diam. Tidak bicara apapun dengan pria di sampingnya. Ia kesal dan marah.

Dema juga diam. Sampai akhirnya ketika kelas berakhir, ia memberi Laisa secarik kertas permohonan maafnya.

"Gue minta maaf atas kejadian tadi. Kaga ada maksud buat nabrak lo. Sebagai gantinya, nanti mau ga ke kantin sekolah? Gue tunggu di kantin yaa. Maafin gue"

Seperti itu cuplikan isi surat dari Dema untuk Laisa.

Laisa tidak lantas membalas atau meng-iyakan ajakan Dema. Ia memutuskan pulang ke rumah. Seperti biasa dengan jalan kaki. Karena kakinya pincang sebelah, ia harus ekstra keras untuk berjalan sejauh 2 km.

Dema yang menunggunya di kantin sudah tidak sabar. Setengah jam lamanya ia menunggu. Tetapi yang ditunggu tak kunjung datang. Si tuan muda tajir ini menuju ke kelas, tetapi Laisa tidak ada. Putar ke ruang UKS, tetap tidak ada. Akhirnya ia memutuskan pergi ke area parkir untuk menemui sopirnya. Mau tidak mau ia harus pulang karena hari kian sore.

"Tuan darimana saja. Saya menunggu Tuan dari tadi. Anak - anak yang lain sudah pada pulang setengah jam yang lalu"

Tanya Komang, sopir pribadinya Dema.

"Sudah ya pak, jangan ditanya dulu. Saya masih capek seharian di kasih tugas sekolah"

Dema menggerutu, padahal bukan itu masalah utamanya. Dia hanya kecewa dengan penolakan Laisa. Padahal niatnya baik dan tidak aneh -aneh.

Sudah hampir sejam Laisa berjalan, tetapi tak kunjung sampai ke rumah. Ia sesekali istirahat di tepian jalan, berharap ada truk lewat yang memberinya tumpangan. Tetapi nihil. Laisa, gadis 16 tahun ini harus tetap berjalan supaya bisa segera istirahat. Dema yang baru sekitar 15 menit perjalanan seperti melihat gadis angkuh yang tidak datang menemuinya.

"Bapak, coba berhenti dulu pak. Sepertinya itu teman saya"

Sopir menepi. Dema yang melihat Laisa lantas turun dari mobil. Ia merasa iba dengan keadaan kaki Laisa yang pincang sebelah.

"Hey, gadis aneh. Ayo aku antar pulang. Kasihan kakimu nanti"

Laisa hanya diam seperti tidak mendengar apapun. Ia lanjut berjalan.

"Hey, lo dengerin gue ngga sih!"

Dema berteriak lebih keras. Dia mengalah turun dari mobil. Mendekati dan berniat menggendong Laisa yang sangat keras kepala.

"Ada apa dengan kamu sebenarnya?"

Balas Laisa singkat dan berhenti berjalan.

Dema mendekatinya, memegang pundak agar Laisa berbalik.

"Gue minta maaf atas kejadian tadi pagi. Gue sudah ingin minta maaf sama lo, tapi...”

Laisa menunduk. Dia meneteskan air mata dan duduk ditepian jalan. Dema dibuat bingung dengan apa yang dilakukan Laisa.

"Lo kenapa, maafin gue ya. Gue merasa bersalah sama lo. Jadi jangan marah sama gue"

Dema akhirnya mengakui kesalahannya dan mengajak Laisa untuk pulang bersama.

Kali ini Laisa menurut. Dia pucat sekali dan sudah tidak bisa menahan diri.

"Pak, tolong gendong temenku ke mobil pak. Kakinya berdarah"

"Baik Tuan"

Ia masuk ke dalam mobil dengan keadaan masih menangis. Kali ini dia merasa sangat kedinginan karena kehujanan dan tidak memakai jaket.

"Lo pakai jaket gue dulu ya. Kali ini lo harus nurut. Jangan nolak".

Ucap Dema spontan saat Laisa menggeleng ketika Dema ingin mengenakkan jaketnya. Laisa lantas tertidur di mobil itu. Cukup lama. Dema berada di sampingnya.

“Anak ini kalau lagi tidur aja kelihatan kalem, kalau udah bangun baru kayak singa.”

Ucap Dema sambil tersenyum kepada Laisa.

***

"Saya dimana ini? Sudah jam berapa? "

Laisa terbangun. Ia masih berada di mobil bersama Dema dan Sopirnya. Mereka berhenti di warung tepi sawah. Sebetulnya Dema ingin bertanya rumah Laisa, tetapi dia tidak tega melihatnya masih tertidur pulas. Akhirnya mereka menunggu hingga Laisa terbangun.

"Lo tidur lama banget. Sudah dua jam gue nungguin lo bangun. Masih mau tetep di dalem situ? "

Dema bicara dari arah luar. Di depannya terlihat secangkir kopi dan snack yang ia pesan beberapa menit lalu. Laisa masih sayup-sayup mendengar suara Dema sambil mengernyitkan dahi.

"Kenapa saya ada di mobil ini?" Tanya Laisa memastikan.

Dema tersenyum simpul agak miring. Seperti mengejek sikap Laisa yang pelupa.

"Katanya lo pinter, tapi kok pelupa banget ya?" (tertawa)

"Maksud kamu?"

Tanya Laisa dengan polosnya.

“Makanya, jangan banyak makan buntut ayam. Bisa cepat tua nanti lo!”

“Bisanya kamu masih bersikap nggak jelas gini, hmm..”

"Udah udah. Sekarang dimana rumah lo. Gue anterin. Tadi gue nanya warga, katanya daerah deket sini. Tapi gue ga hapal jalanan sini"

"Saya turun saja. Terimakasih sudah mengantarkan"

"Eh eh, sini gue bantu"

Dema ingin membantu Laisa berjalan. Namun dihalangi olehnya.

"Saya bisa berjalan sendiri. Silahkan anda pulang saja jika ingin pulang"

Laisa segera berjalan menuju rumahnya. Pasti sudah ditunggu oleh ibu untuk membantu jualan kue keliling.

Sementara itu, Dema menggerutu.

"Belagu banget ni anak. Udah dibantuin, tapi malah ngusir. Tidurnya lama juga. Bikin gue ngga cepet balik ke rumah dah. Tugas sekolah juga ada deadline besok lagi, hmm.."

Dema kesal, namun juga nampak tersenyum simpul melihat punggung Laisa yang makin menghilang dari pandangan. Hari ini hari pertamanya di sekolah. Awal yang cukup menyebalkan. Dia bertemu dengan gadis itu untuk pertamanya. Tapi dia melupakan sesuatu.

"Pak Sopir, siapa nama gadis itu tadi? Kok gue mendadak amnesia.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi School and Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED