Sampul Novel Scent of Love

Scent of Love

9.3 / 10.0
Kebahagiaan Shane Johnson sirna setelah Gerald Davis, kekasih yang melamarnya setelah setahun berpacaran, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Hyena Anderson. Saat Shane terpuruk akibat pengkhianatan sang tunangan, takdir justru mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya yang pernah sangat ia cintai. Pertemuan tak terduga ini pun memicu tanya, apakah perasaan yang dahulu sempat padam di antara mereka kini bisa bersemi kembali?

Scent of Love Bab 1

Bab 1. Lane County Fair

“Upss … maaf,” ujar Shane saat kardus kue yang dibawanya menyenggol botol air milik stan sebelah.

“It’s oke,” jawab seorang lelaki muda sambil membenarkan botol air yang terguling akibat senggolan kardus gadis berambut pirang yang dicempol ke atas.

“Hai … kenalkan, aku Shane. Shane Johnson. Dan kau?”

“Hi Shane, boleh aku memanggilmu begitu? Aku Andy Smith,” jawab lelaki muda itu dengan senyuman ramah.

“Tentu saja boleh, Andy. Maaf, aku agak grogi. Karena ini pengalaman baruku. Aku baru pertama kali ikut acara ini. Kau sendiri bagaimana?”

“Yeah … sama, aku juga baru pertama ikutan. Belum tahu antusias pengunjung tahun ini seperti apa.” Andy menjawab sambil mengatur dan menyusun gelas-gelas minuman di stan-nya.

“Wah … kita sama-sama baru di sini. Baiklah, And. Eh boleh kupanggil seperti itu? Terdengar lebih akrab” Shane tertawa kecil.

“Ayo kita lakukan yang terbaik, semoga pengunjung suka dengan dagangan kita!” seru Shane bersemangat sambil mengacungkan lengannya membentuk hurup L.

Andy tertawa melihat tingkah Shane yang seperti anak sekolah.

Shane, gadis muda berusia dua puluh tiga tahun itu menyelesaikan kursus baking dan pastry- beberapa bulan yang lalu. Bazar kali ini merupakan debut pertamanya, dan dia sangat berharap bisa meraup banyak pelanggan. Dia sangat menyukai aroma kue yang baru saja diangkat dari panggangan.

Andy Smith, lelaki muda berusia dua puluh satu tahun, menyukai kopi dan minuman. Keluarganya mengelola sebuah kedai kopi di pinggiran California. Semasa kuliah dia menjadi barista di sebuah kedai kopi dekat kampus. Ini juga kali pertama dia memberanikan diri ikut bazar.

Suasana pagi itu masih sepi, yang ada hanya para pemilik stan yang mulai merapikan dagangan mereka. Lane County Fair, bazar tahunan yang selalu diadakan di pertengahan musim panas.

Semua ada di sini. Makanan, minuman, permainan, musik, pakaian, hingga hasil kebun.

Menjelang siang, pengunjung mulai berdatangan dan musik juga mulai dimainkan hingga membuat suasana semakin meriah. Satu dua orang pengunjung mendatangi stan Shane, membeli sepotong dua potong untuk di makan sambil melihat-lihat stan yang ada di sana. Juga sekalian mampir di stan Andy untuk membeli minuman yang dijual lelaki muda itu.

***

= Dua tahun kemudian =

Pagi ini, Shane Johnson mengendarai mobil Ford Focus berwarna beige kesayangannya yang sudah menemani beberapa tahun belakangan ini, melintasi jalan tol luar kota dari Portland menuju Eugene, kota di mana neneknya tinggal selama ini. Dia harus sampai sebelum pukul sebelas. Upacara pemakaman Diane Swan, nenek dari ibunya, akan di lakukan pada pukul satu siang ini. Josephine sudah mengingatkan untuk datang sebelum waktu pemakaman.

Ayah dan Ibu Shane, Edward dan Josephine Johnson sudah berada di Eugene lebih dari satu minggu,

karena Granny masuk rumah sakit sebelum akhirnya meninggal. Usia Granny hampir menginjak delapan puluh tahun, sudah cukup tua walau sangat sehat sebelumnya. Dia mandiri, selama ini hidup sendiri di Eugene, kota yang tenang dekat samudra Pasifik Utara dan jauh dari keramaian dengan orang-orang yang ramah dan saling peduli.

Sedangkan orang tua Shane sendiri tinggal di Seattle, tidak terlalu jauh dari Eugene, perjalanan berkendara hanya memakan waktu sekitar lima jam saja. Dua orang saudara Shane yang lain juga tinggal di dekat Seattle dan Washington, dan mereka sudah berkumpul di Eugene. Hanya tinggal Shane saja yang belum hadir. Cukup memalukan, mengingat gadis itu yang tinggal di Portland, berada paling dekat dengan Eugene, hanya dua jam berkendara.

Matahari mulai memancarkan kehangatan di akhir musim dingin. Shane merapatkan sweater putih gading kesayangannya. Menyalakan penghangat mobil dan musik untuk menemani selama perjalanan. Untung Jessica sebulan yang lalu sempat mengunjungi Granny di awal dia masuk rumah sakit. Saat itu mereka sempat bercerita dan bercanda walau neneknya sudah telihat melemah.

Pekerjaan Shane sebagai seorang baker, membuatnya tidak begitu leluasa untuk cuti. Walau ‘Morning Breakfast’ adalah usaha milik bersama, tapi dalam pekerjaan Shane sangat profesional. Dia bersama rekannya, Andy Smith - seorang barista muda, membuat peraturan kerja yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan dan pimpinan. Andy sendiri, selain sebagai barista juga memegang pembukuan kafe.

Dari awal perkenalan di Lane County Fair itu kemudian berlanjut dengan ide mendirikan kafe bersama. Dari semula hanya tiga orang karyawan, sekarang berkembang menjadi lebih dari sepuluh karyawan.

Morning Breakfast, cukup terkenal di lingkungan pekerja kantoran yang biasanya di pagi hari sibuk memikirkan sarapan dan suka sekali duduk bersantai sepulang kerja, sekadar menikmati sepotong kue dan secangkir kopi bersama rekan dan teman. Untuk itulah Shane dan Andy memilih lingkungan perkantoran untuk kafe pertama mereka.

Shane berkonsentrasi dengan kendaraannya, rasa sedih menggelayut di hati. Dia sangat menyayangi Granny, begitupun sebaliknya. Pernah satu kali dia mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Granny pindah ke apartemen di dekat sungai Willamette, tapi Granny bersikeras untuk tetap di Eugene, karena semua temannya ada di sana dan dia mengenal hampir semua penduduk Eugene.

Tiba-tiba, ponsel yang diletakkannya di dashboard mobil bergetar, segera meraih sambungan bluetooth dan di pasangkannya di telinga kanan.

“Yes, Mom?”

“Halo, Honey. Sudah sampai di mana dirimu? Masih jauhkah?”

“Sekitar dua puluh menit lagi aku sampai, Mom”

“Baiklah, hati-hati di jalan.”

Setelah mengucapkan bye, Shane memutuskan sambungan ponsel. Dia tahu, ibunya sudah cemas memikirkan di yang belum juga sampai. Pagi-pagi sekali gadis bermata coklat itu mampir ke kafe untuk membuat adonan donut. Kemudian menunggu karyawan datang dan memberikan instruksi untuk melanjutkan pembuatan donut yang sudah hampir mengembang. Setelah selesai, dia sarapan dan bergegas berangkat.

Mobil yang di kendarai Shane memasuki halaman rumah duka Heaven, satu-satunya yang ada di Eugene, kota dengan penduduk yang hanya seratus ribu lebih itu. Setelah memarkirkan kendaraan di dekat pohon cemara hutan yang sudah setinggi atap rumah duka, dia turun lalu merapikan sweater dan celana kainnya yang sedikit kusut. Mengambil tas dan mengenakan selendang hitam untuk menutupi kepala sambil memperbaiki kuncir rambut yang melorot.

Begitu memasuki rumah duka, suasana sedih semakin terasa. Selain orang tua dan kerabat Shane, nampak beberapa orang tetangga Granny, datang untuk mengucapkan doa perpisahaan. Melihat kedatangan Shane, Josephine segera bangkit dari duduk menghampiri gadis itu. Raut wajahnya menunjukkan kesedihan, mata dan hidung yang memerah kebanyakan diusap.

Josephine langsung memeluk putri bungsunya itu, ketika mereka bertemu di tengah ruangan, lalu menggandeng Shane ke arah peti jenazah. Granny berbaring dengan pakaian putih dan rosario di genggaman tangan, senyum damai terukir di wajahnya. Shane menitikkan air mata saat dia mulai berdoa di samping peti jenazah Granny. Mencium kening dan mengusap wajah pucat dan berkeriput perlahan. Granny masih sangat cantik di usianya. Air mata Jessica luruh saat teringat pertemuan terakhirnya bersama Granny.

Pastor tiba satu jam kemudian, acara prosesi pemakaman pun dimulai. Selama satu jam lebih acara misa berlangsung dengan khidmat. Hingga akhirnya peti jenazah Granny diangkut ke dalam mobil dan dibawa ke pemakaman umum yang ada di Eugene. Tepat pukul satu mereka tiba di areal pemakaman. Acara penguburan pun berlangsung dengan khidmat dan lancar. Shena yakin, Granny pasti sudah di surga tersenyum melihatnya. I Love You, Granny, semoga kau dan Grandad bahagia bersama Bapa di Surga, bisik Jessica saat menabur bunga di atas gundukan tanah yang masih basah.

Semerbak bunga mawar yang di tabur menyeruak ke udara. Semasa hidupnya Granny begitu menyukai bunga. Tak heran jika banyak tetangga juga teman dan orang-orang yang mengenalnya membawa sebuket bunga dan di taruh di atas makam Granny. Dia yang ramah dan supel membuat semua orang menyukainya.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Scent of Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Setelah sekian lama menyendiri, sebuah kesalahan fatal terjadi dalam hidup Mira akibat pengaruh alkohol di malam ulang tahunnya. Ia melewati malam yang intim bersama Rendi, lalu pergi tanpa sempat mengenali wajah pria itu. Saat mencoba melupakan kejadian tersebut, Mira justru dikejutkan oleh kenyataan pahit saat bertemu calon besannya. Rendi ternyata adalah ayah dari calon menantunya. Kini, keduanya terjebak dilema antara melupakan malam itu atau berselingkuh di belakang anak-anak mereka.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju mengerahkan segalanya demi membawa She's Mine bersaing di industri fesyen. Namun, di puncak kesuksesan, ia terjebak dilema asmara masa lalu yang rumit. Justin, sang mantan pacar, datang kembali untuk mengejarnya. Di sisi lain, ada Mars yang selalu setia menyokong bisnisnya. Demi meredam rumor miring yang mengancam reputasi perusahaannya, Salju kini dituntut segera memilih satu di antara mereka untuk menyelamatkan karier dan masa depannya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED