Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak

Satu Malam, Dua Anak

8.8 / 10.0
Lima tahun lalu, kebangkrutan memaksa Melita memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggalkan bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai figur internet sukses, namun masa lalu kembali menghantuinya. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan sikap dingin dan provokatif. Saat menyadari anak di rumah pria itu sangat mirip putranya, Melita menerima teguran ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.
Ringkasan Satu Malam, Dua Anak
Lima tahun lalu, kebangkrutan memaksa Melita memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggalkan bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai figur internet sukses, namun masa lalu kembali menghantuinya. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan sikap dingin dan provokatif. Saat menyadari anak di rumah pria itu sangat mirip putranya, Melita menerima teguran ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.
Baca Selengkapnya

Satu Malam, Dua Anak Bab 1

"Apa kamu sudah dewasa?"

Di bawah pengaruh obat, Melita Parasian menjawab dengan akal sehat terakhir yang dimilikinya, "Tentu saja! Aku sudah berusia delapan belas tahun hari ini!"

"Lalu kamu memutuskan untuk menjual tubuhmu begitu kamu dewasa, ya? Apa kamu sebegitu kekurangan uang? Atau kamu hanya tidak sabar untuk bisa tidur dengan pria?"

Pria itu menyentuh dagu Melita dengan jari-jarinya yang panjang dan mengangkatnya seolah memeriksa kondisi sebuah barang yang baru diperoleh.

Jari-jarinya yang kasar membelai wajah Melita dengan lembut sampai dia tiba-tiba mencubit dagunya dengan keras dan memaksanya untuk menatap matanya. Pipinya sedikit memerah karena efek obat, yang menjadi undangan tanpa suara untuk sang pria. Wangi tubuhnya yang samar memasuki hidung pria itu, membuat bagian bawah tubuhnya mengeras dan berdenyut di antara kedua kakinya.

Namun, predator tingkat tinggi dikenal lebih sabar daripada bertindak terburu-buru. Itu sebabnya, jari-jari pria itu justru bergerak menembus gaun selipnya untuk menemui kewanitaannya yang sudah basah.

Melita berseru karena ada sesuatu yang memasuki tubuhnya dengan tiba-tiba. Sebelum dia bisa bergerak mundur, bibir pria itu sudah turun ke bibirnya, membuatnya tanpa sadar menjepit kedua pahanya.

"Santai saja." Pria itu melepaskannya sejenak.

"Cepat ...," desak Melita yang sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. Air liur pria itu masih berkilau di sudut mulutnya.

Sang pria membungkuk dan menyeringai.

"Kamu hanya seorang gadis muda ...."

Dia berhenti sejenak sambil menatap Melita untuk sementara waktu. Tiba-tiba, dia melonggarkan cengkeramannya dan melangkah mundur dengan dingin.

"Kamu tidak memiliki apa yang kuinginkan dari seorang wanita. Keluar dari sini." Perkataan itu membuat pria itu terlihat kejam dan menjaga jarak.

Sekujur tubuh Melita gemetar. Akan tetapi, dia sudah datang ke tempat ini dan rela mempertaruhkan segalanya, jadi dia tidak akan menerima jawaban tidak. Sambil mencondongkan tubuh ke depan, dia menggodanya lagi.

"Bagaimana kamu bisa tahu kalau kamu bahkan belum mencobanya?" Melita mulai melepas gaun terusan merahnya, lalu bra rendanya, memperlihatkan tubuh indahnya di bawah cahaya yang redup. Dia meraih segelas anggur merah di sampingnya dan menuangkan cairan itu ke tubuhnya. Rasa dingin membuatnya gemetar tak terkendali. Meskipun saat ini dia merasa sangat malu, tindakannya menunjukkan kesungguhannya.

"Aku basah kuyup sekarang. Aku tidak bisa pergi dalam keadaan seperti ini." Anggur merah itu mengalir dari leher ke tulang selangkanya, kemudian turun ke dadanya. Tubuh gadis muda itu terlihat sangat memikat saat ini dan membuat saraf kewarasan sang pria putus.

"Hmm ... dingin ...." Melita mendekatkan diri dengan erat padanya seperti seekor kucing jinak sambil sedikit memutar pinggangnya.

"Kamu yang meminta ini."

Pria itu tertegun selama beberapa detik, tetapi begitu akal sehatnya kembali, dia menarik Melita lagi.

Dia meraih gaun terusan berwarna merah yang masih menutupi paha Melita dan menariknya sampai kain tipisnya menutupi wajah wanita itu.

Dari awal, Melita sudah tidak bisa melihat wajah sang pria dengan jelas karena kamar itu hanya diterangi oleh lampu dinding. Sekarang, dia hanya bisa melihat garis samar sosok pria itu di atas tubuhnya.

Namun, sebaliknya, tubuh Melita benar-benar terlihat jelas bagi pria itu. Ketegangan di tubuhnya menunjukkan betapa gugupnya Melita ketika tangan besar sang pria perlahan meluncur ke tulang selangkanya, berhenti tepat di ujung dadanya yang berwarna merah muda.

Pada saat ini, karena efek obat dan gerakan tangan pria itu yang selang-seling, tubuh Melita pun mulai bergetar tak terkendali. Gairah yang muncul membuatnya menginginkan pria itu untuk masuk ke dalam tubuhnya sekarang juga.

Ketika pria itu menyaksikan betapa kuat reaksi Melita terhadap sentuhannya, tatapannya berubah dingin. Semua kelembutan yang hadir sebelumnya menghilang. Bagaimana dia bisa bersimpati dengan seorang wanita yang menggunakan obat sebelum menawarkan dirinya padanya?

Akhirnya, dia membentangkan kedua kaki Melita tanpa ragu dan segera menenggelamkan dirinya ke dalam wanita itu.

"Aduh ... sakit!"

Tangan lembut Melita menekan dada sang pria, berusaha mendorongnya menjauh, tetapi dia tidak memiliki cukup kekuatan untuk membuatnya bergerak.

Rasa sakit membuat tubuhnya menjadi sangat tegang, yang semakin menggairahkan pria itu.

Setiap kali sang pria mendorong dengan agresif ke dalam dirinya, dia mencapai tempat yang lebih dalam. Tubuh Melita pun mengikuti irama gerakan tubuhnya. Alisnya yang berkerut dengan erat tidak mampu membangkitkan belas kasihan pria itu.

Melita tidak tahu apakah dia akhirnya bisa beradaptasi dengan keganasannya atau apakah efek obat itu sudah sepenuhnya bekerja, tetapi begitu dia mengerang, wajahnya memerah seperti apel matang. Dia buru-buru menggigit lidahnya dengan keras, berusaha menahan erangan lain yang hendak keluar dari bibirnya.

Ekspresi wajahnya ini hanya semakin merangsang sang pria. Ketika gerakannya menjadi lebih cepat, dia mencium bibir halus Melita dengan kasar.

Suara bagian tubuhnya yang masuk dan keluar dari tubuh Melita serta benturan antar kulit membuat suhu seluruh kamar naik.

Keesokan paginya, Melita bangun dan mendapati dirinya sendirian di kamar itu. Pakaian dan tisu-tisu berserakan di lantai, menunjukkan betapa liarnya aksi tadi malam.

Setiap kali Melita bergerak, dia merasa tubuhnya seolah-olah terkoyak. Setelah berjuang dengan susah payah untuk bangun dari tempat tidur, dia mengambil pakaiannya dan mengenakannya.

Saat dia melihat sebuah notifikasi transfer uang di ponselnya, dia bergegas menuju rumah sakit kota dan bahkan tidak berpikir untuk mencari keberadaan pria itu.

Selama dia punya uang, ibunya bisa mendapatkan perawatan.

Tidak ada hal lain yang lebih penting baginya, bahkan kesuciannya sendiri.

Setelah membayar biaya pengobatan, Melita memegang tangan ibunya untuk terakhir kali sebelum para perawat membawanya ke ruang operasi.

Melita menunggu selama empat jam sampai dokter keluar dan mengabarkan bahwa kondisi ibunya stabil untuk saat ini. Ketika mendengar ini, dia bersandar ke dinding dan menghela napas lega.

Hanya saja, dia tidak pernah membayangkan bahwa akibat dari tindakannya tadi malam tidak berakhir begitu saja.

Setelah beberapa minggu, Melita menemukan bahwa dirinya hamil.

Meskipun dia hanya tidur dengan pria itu malam itu, dia sudah mengandung bayinya.

Untungnya, yang harus dia lakukan selama beberapa bulan ke depan hanyalah mengurus dirinya sendiri.

Orang yang mempekerjakannya sangat baik. Dia akan menerima uang setiap bulan, yang cukup untuk menutupi biaya pemulihan ibunya.

Seiring berjalannya waktu, perutnya mulai membesar dan kondisi ibunya terus stabil.

Tepat ketika Melita berpikir bahwa dia akhirnya bisa menjalani kehidupan yang damai, dia mendapat kabar dari rumah sakit bahwa kondisi ibunya memburuk.

Saat ini, kehamilannya sudah mencapai usia delapan bulan. Meskipun dia sudah bergegas sekuat tenaga ke rumah sakit, dia tidak bisa melihat ibunya untuk yang terakhir kali sebelum beliau meninggal.

Efek syok dari kematian ibunya memengaruhi kondisi fisiknya sehingga dia melahirkan secara prematur.

"Apa yang kalian lakukan? Tunggu sebentar! Biarkan aku melihat bayiku!"

Belum sempat Melita bangkit dari kesedihan karena kehilangan ibunya, sekelompok orang mendobrak masuk dan membawa pergi anaknya.

Dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menyentuh bayi itu.

"Oh! Masih ada satu lagi!"

Dalam keadaan linglung, Melita mendengar kata-kata perawat itu.

Dengan kekuatan terakhir yang dimilikinya, Melita memaksakan diri untuk membuka mata dan menyaksikan sang perawat menggendong bayi lain yang berlumuran darah.

"Kumohon ...."

Dia mengulurkan tangannya yang gemetar ke perawat itu, menghentikannya pergi dengan bayinya yang baru lahir.

"Biarkan aku melihatnya."

Hati perawat itu melunak ketika melihat air mata mengalir di wajah lelah Melita. Setelah membungkus bayi itu dengan selimut, dia menyerahkannya pada ibu yang malang itu.

Ketika perawat keluar, Melita turun dari tempat tidur dengan susah payah dan terhuyung-huyung keluar dari rumah sakit membawa anaknya dalam pelukannya. Dia tidak peduli dengan kondisinya yang masih terlalu lelah karena baru melahirkan sang kembar.

Bayi ini adalah keluarga terakhir yang dimilikinya.

Dia tidak bisa membiarkan orang-orang itu mengambil anak ini darinya juga.

Mereka tidak akan bisa menyentuhnya. Tidak akan!

Satu jam kemudian, ketika orang-orang itu mendapat kabar bahwa ada bayi kedua, mereka kembali ke rumah sakit. Seprai di ranjang rumah sakit masih berantakan, tetapi sudah tidak ada tanda-tanda keberadaan Melita.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Satu Malam, Dua Anak

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas desakan sang ayah. Remaja berusia 18 tahun ini pun berniat mengungkap rahasia kelam di Kafe Nirwana, bisnis milik suaminya. Namun, penyelidikan tersebut justru menyeret Dara ke dalam misteri yang lebih rumit bersama Raka yang dikenal buas. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menghancurkan usaha sang suami atau justru melindungi pria tersebut dari bahaya yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED