Sampul Novel SABDA CINTA

SABDA CINTA

9.0 / 10.0
Kehidupan Cinta berubah drastis setelah ayahnya menikah lagi. Ia tumbuh menjadi sosok dingin yang sulit didekati dan terjerumus dalam pergaulan bebas. Sang ayah telah mencoba berbagai cara untuk memperbaiki sikap putrinya, namun semua sia-sia. Sebagai upaya terakhir, Sabda, sahabat masa kecil Cinta, dipanggil kembali untuk menolongnya. Akankah kehadiran Sabda mampu menyentuh kerasnya hati Cinta dan membimbing gadis itu kembali ke jalan yang benar?

SABDA CINTA Bab 1

Brumm ... Brumm ... Brumm ...

Suara motor saling bersahut-sahutan. Beberapa motor itu telah berjejer rapi di depan sang wasit.

"Ayo, Cinta. Kamu pasti menang, Sayang!"

Cinta menoleh ke arah suara, dia tersenyum tipis di balik helmnya. Farel, kekasihnya selalu memberikan support untuknya.

"Tiga ... dua ... satu, go!"

Semua motor pun saling melaju, mencari posisi agar menjadi yang terdepan. Cinta salah satunya. Wanita itu sangat lihai mengendarai motornya, menyalip beberapa motor, dan kini posisinya berada yang paling terdepan.

Cinta berteriak senang. Tidak ada yang bisa menandinginya, selama ini dialah yang selalu menjadi nomor satu, walaupun hanya dia sendiri sebagai wanita.

Ponsel Cinta terus berdering membuat Cinta menggeram kesal. Sedikit lagi dia akan mencapai finish, tapi ponselnya terus saja berdering, membuat Cinta mengumpat keras.

Cinta menoleh ke belakang, motor yang lainnya masih jauh, bahkan tak terlihat. Dengan buru-buru Cinta mengeluarkan ponselnya yang berada disaku celananya. Cinta mendengkus keras ketika ayahnya yang meneleponnya.

"Halo," jawab Cinta dengan malas.

"Kamu di mana? Ini sudah malam. Pulang cepat!" bentak Ricko dari seberang sana.

Cinta memutar bola matanya malas.

"Aku sibuk!" jawab Cinta ketus.

"Pokoknya Ayah bilang pulang ya pulang. Kamu itu perempuan, nggak baik keluyuran malam-malam! Ayah tunggu kamu di rumah, setengah jam belum pulang, siap-siap saja uang sakumu Ayah tahan."

"Yah, jangan gitu dong-- ah, sial!" decak Cinta ketika sambungan telepon itu terputus.

Cinta melihat sudah banyak motor yang berlalu lalang, rasanya juga percuma jika dia akan melanjutkan, karena Cinta yakin pasti dia akan kalah. Daripada dia menanggung malu, lebih baik dia berputar arah, mencari jalan pintas agar tak ada yang melihatnya.

Sepanjang perjalanan, Cinta selalu mengumpat keras, bagaimana tidak, ayahnya menggagalkan rencananya yang sudah dia rencanakan secara matang-matang. Rasanya sia-sia karena dia sudah bekerja dengan keras, dan sialnya perjuangannya seketika lenyap karena telepon dari ayahnya.

Harusnya tadi Cinta mematikan ponselnya agar tak ada yang mengganggu konsentrasinya, nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi, apa boleh buat.

Kini Cinta sudah berada di depan rumahnya, berkali-kali wanita itu menghela napas panjang, entah kenapa ketika ingin memasuki rumah itu membuat hatinya sedih.

Sedih karena tak ada lagi omelan bundanya yang setiap hari dia dengar. Sedih karena tak ada lagi senyuman hangat dari sang ayah, dan juga sedih karena saat ini ada orang asing yang tengah berbahagia di atas penderitaannya.

Cinta menundukkan kepalanya, berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri bahwa dia adalah wanita yang kuat. Masuk ke rumah ini berarti dia harus kuat mental, siap mendapat tatapan sinis dari ayahnya, siap mendapat cemoohan dari mama sambungnya, dan juga siap difitnah oleh saudara tirinya.

Cinta kembali menatap lurus ke depan, berjalan mendekat menuju ke arah pintu, kemudian membuka pintu itu secara perlahan.

Sudah dia duga, ayahnya sedang berdiri tak jauh dari hadapannya dengan melipatkan kedua tangannya, akan tetapi saat ini ayahnya tidak sendiri, ada seorang pria yang Cinta tidak kenal.

Tatapan Cinta dan pria itu pun bertemu, pria itu tersenyum lebar pada Cinta, sedangkan Cinta melengos.

"Aku sudah pulang," ujar Cinta pelan.

"Kamu terlambat 45 menit, sesuai perjanjian, uang saku akan Ayah potong!" tandas Ricko.

Cinta menatap Ricko dengan tajam seraya tersenyum kecut. Wanita itu menganggukkan kepalanya berkali-kali.

"Ya, potong saja sepuas hati Ayah, lebih baik Ayah tidak usah lagi memberikanku uang saku. Owh, kenapa tidak sekalian Ayah usir saja aku, biar Ayah puas dengan keluarga baru Ayah," cerca Cinta sambil tersenyum pongah.

"Cinta!" hardik Ricko.

Cinta melihat pria itu tengah menenangkan ayahnya, tanpa berlama-lama wanita itupun langsung pergi meninggalkan mereka berdua, mengabaikan teriakan ayahnya yang terus saja memanggil namanya.

Saat ini tujuannya hanya satu, yaitu kamar. Di mana tempat wanita itu untuk berkeluh kesah, menjerit, tertawa, menangis, maupun bahagia. Hanya kamarnya yang menjadi saksi bisu tentang bagaimana suasana hatinya.

Cinta membuka pintu kamar itu dengan tergesa, lalu menutupnya dengan sekencang mungkin, biarlah jika terdengar oleh Ricko, biar Ricko tahu bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.

"Ya Tuhan, anak itu," gumam Ricko sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.

"Om tidak apa-apa? Sebaiknya kita duduk saja," tawar pria itu.

Ricko mengangguk pelan, mereka berdua pun berjalan menuju sofa.

"Om bingung harus bagaimana lagi agar Cinta nurut dengan kata-kata Om. Jujur saja Om takut jika Cinta terjebak terlalu jauh dalam dunia malamnya," keluh Ricko.

Pria itu diam saja, tak berani mengucapkan satu kata pun. Walau bagaimanapun juga dia tak berhak mencampuri perdebatan antara ayah dan anak itu. Biarlah dia menjadi pendengar yang baik.

"Aku yakin kalau Cinta tak akan seperti itu, Om," jawab pria itu setelah terdiam cukup lama.

Ricko menatap pria itu dengan pandangan tak terbaca.

Sabda Pramudya, pria itu adalah teman masa kecil Cinta, ketika Cinta masih kecil, tak henti-hentinya putrinya berceloteh mempunyai teman baik seperti Sabda.

Namun, seiring berjalannya waktu mereka akhirnya berpisah. Orang tua Cinta memutuskan untuk pindah agar ekonomi mereka semakin maju.

Dan kini mereka berdua dipertemukan kembali, Sabda melihat tatapan Cinta yang begitu terluka ketika mata mereka saling bertemu. Entahlah, Sabda hanya menduga saja, dan Sabda yakin bahwa Cinta saat ini tidak mengenalnya. Terlihat sangat jelas ketika cara Cinta menatapnya. Dulu Cinta menatapnya dengan senyum lebarnya, sekarang wanita itu menatapnya dengan dingin.

Cinta yang dia kenal periang kini sangat jauh berbeda.

"Om juga berpikir seperti itu, tapi ...."

Ricko menggeleng pelan sambil menunduk, bagaimana bisa dia akan berpikir positif, sedangkan pergaulan Cinta yang cukup bebas.

"Aku kenal Cinta dari kecil, jadi aku tahu seperti apa sifat Cinta, meskipun wanita itu keras kepala, akan tetapi dia pasti akan menurut apa kata orang tuanya," imbuh Sabda.

Ricko tertawa pelan ketika mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Sabda.

"Ya, kau benar, Sabda. Cinta itu keras kepala, meskipun demikian dia akan menuruti semua perintahku. Jika aku bilang iya maka dia akan melakukannya, dan jika aku bilang tidak pasti tidak akan dia kerjakan. Hanya saja itu dulu, sekarang telah berbeda," jelas Ricko dengan suara lirih.

Ya, Sabda melupakan satu fakta bahwa yang dia ingat ketika Cinta masih kecil, jelas sangat berbeda dengan Cinta yang sudah dewasa. Benar yang dikatakan oleh Ricko, semuanya tampak berbeda.

"Jadi, kamu sudah tahu, kan, kenapa Om panggil kamu sini?" tanya Ricko sambil menatap Sabda.

Sabda menggeleng. "Tidak, Om," jawab Sabda kalem.

Ricko menghela napas panjang. "Sabda," panggil Ricko.

"Ya, Om?"

"Tujuanku memanggilmu ke sini untuk menjaga Cinta, mengikuti ke mana Cinta pergi, dengan siapa dia pergi, dan apa saja yang Cinta lakukan selama berada di luar rumah. Kamu mau, kan, Sabda? Membantu Om agar Cinta tidak salah arah?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SABDA CINTA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Demi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, Ken nekat memakai cara licik. Kebahagiaan keponakan raja itu sirna setelah pernikahan terwujud, karena Ken justru mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya. Hal ini memicu kebencian mendalam dan mengubah sikap Ken menjadi sangat drastis. Meski hatinya hancur disakiti oleh sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED