Bab 1

Bab.1🇷🇺

Berulang kali kuucapkan bismillah hirohman nirohim di dalam hatiku. Malam makin larut , sendirian berjalan menelusuri kota khimki ini. Dinginnya angin yang berhembus serasa sampai menembus ke tulang-tulang, aku benar-benar menggigil kedinginan. Kurapatkan jaket ini. Langkahku mulai gontai, kedua kakiku terasa gemetaran. Aku berhenti di ujung jalan bersandar di dinding rumah kosong . Kupejamkan kedua mata ini, tak kuperdulikan menetes darah dari hidungku. Denting lonceng jam di tengah jalan kota menunjukkan jam sembilan malam . Yaa ALLOH, jika aku di ijinkan bertanya pasti mulutku bertanya... Kenapa harus aku ?. Bagaimana caranya agar bisa kuhindari semua ini ?. Pertanyaan bodoh macam apa ini, yaa Alloh ?. Sayup-sayup dari jauh terdengar suara teriakan memanggil namaku ....

" Adibaaaaa.... Adibaaa.... ".

Makin lama suara teriakan itu makin mendekat dan keras. Rowena perempuan cantik Russia sahabatku ini terengah-engah....

"Masya ALLOH, Adiba.. aku mencarimu kemana-mana ternyata kamu berdiri di sini ."

Semua kata tersekat di tenggorokanku, aku hanya bisa diam memandang Rowena sahabatku..

" Adiba apa yang kamu lakukan di sini ?. Hidungmu berdarah, kamu tidak tahan dinginnya udara. Ayo kita ke kafe minum kopi agar badanmu hangat tidak kedinginan, Adiba ".

Rowena membantu merapatkan jaketku dan menggandeng tanganku berjalan menuju ke kafe kopi. Kami masuk ke dalam kafe yang tidak begitu banyak pengunjungnya. Alhamdulillah, kami memilih duduk di dekat jendela. Seorang pelayan menyambut kami , setelah memesan kopi kreamer dan chicken sandwich. Kami memilih tempat duduk di dekat jendela. Rowena mengambil tissue dan melap bekas darah di bawah hidungku.

"Adiba, kamu tidak tahan dingin tapi bersikeras berdiri di luar. Kami orang Russia tidak senekad dirimu. Ada masalah apa, Adiba ?".

Aku diam menunduk. Rowena berbisik..

" Adiba, aku Rowena sahabatmu sekaligus partner kerjamu di Russia, aku berhak tahu apa masalahmu. Adiba, bukankah kamu selalu mau kita saling jujur. Mana kejujuran Adiba sahabatku " ?.

Kutatap wajah Rowena dan mulutku perlahan-lahan menjawab ..

" Bismillah hirohman nirohim, Rowena ada seorang laki Indonesia yang tinggal di Indonesia menjanjikan kejujuran dan kesetiaan padaku selama aku di Russia ini, ternyata dibuangnya kejujuran dan kesetiaan ke sampah ".

Pelayan mengantar pesanan kami, kulirik pelayan tersebut meletakkan dua piring berisi chicken sandwich dan dua cangkir kopi kreamer hangat di atas meja. Pelayan tersenyum ramah dan berjalan meninggalkan meja kami. Rowena meminum kopinya, menatap mataku..

"Apa maksudmu, Adiba ?."

"Rowena, kami saling berjanji menjaga kesetiaan dan kejujuran di manapun kami berada, nyatanya dia sendiri yang mengingkari semua janjinya, padahal selama aku di Russia selalu menjaga kesetiaanku dan kejujuranku ". "Apa kamu punya bukti kuat , Adiba " ?.

Kupejamkan mata dan pelan pelan menjawab ...

"Semua perempuan selingkuhannya menunjukkan bukti-bukti .. semua screenshot mesengger juga chatting WhatsApp mereka bahkan menunjukkan rekaman phone sex juga sex video call mereka padaku, Rowena. Aku selalu berusaha tanya baik-baik tapi dia berkelit gak mau mengaku malah memojokkan aku sebagai perempuan posesif pencemburu. Aku coba mengalah dan menahan emosi tapi sikapnya semakin makin liar. Yaa Alloh,Rowena.... "Aku benar-benar gak kuat dengan semua perlakuannya ini terhadapku".

Rowena memelukku dan berbisik ..

" menangislah, adiba sahabatku.. jika kamu ingin menangis agar lega hatimu, Adiba".

Mulutku pelan pelan menjawab ...

" kalo aja aku bisa menangis pasti aku sudah menangis dari kemarin, Rowena. Inilah kebodohanku ini menyayangi dan mencintai laki yang gak pernah sudi menyayangi dan mencintaiku, Rowena".

Aku memandang ke luar jendela, tampak beberapa orang berlalu lalang. Rowena menyentuh tanganku dan bertanya..

"Siapa nama laki itu, Adiba ?". "Adit. Namanya Adit, Rowena ".

Rowena menyodorkan sandwich dan segelas kopi kopi kreamer..

"Adiba, makanlah dulu sandwich dan minumlah kopi kreamer. Setelah ini aku antar kamu pulang ".

Yaa Alloh, baru kusadari belum makan sama sekali setelah mengikuti rapat dari kantor tadi siang. Alhamdulillah, kopi kreamer dan chicken sandwich ini mengisi perutku. Seorang pelayan membersihkan beberapa meja, jam dinding menunjukkan jam sebelas malam sepertinya kafe kopi ini mau tutup..

" Rowena, kafe ini mau tutup. Kita pulang yuk ".

" yuppp ... kita pulang. Pakai jaketmu, Adiba. Menginaplah di rumahku , besok kita berangkat bersama ke kantor ".

" Ehmmmm... Terima kasih, Rowena. Aku harus pulang ke tempatku, besok pagi saja aku jemput kamu ".

Kami berjalan keluar, pemilik kafe tersenyum dan berteriak ...

" Be smile , ladies ".

Kami tersenyum sambil melambaikan tangan. Gak bisa kubohongi diriku sendiri, Russia memang menyenangkan meski dingin sekali angin berhembus. Rowena memandangku ..

"Adiba , jangan memaksa dirimu mempertahankan suatu hubungan jika hatimu dan pikiranmu tidak merasa nyaman karena itu pasti merugikan dirimu sendiri. Be yourself, Adiba ".

"Aku benar-benar gak tau harus bagaimana, Rowena. Adit sepertinya menganggap hal yang lumrah jika berganti - ganti perempuan sedangkan Adit selalu menolak jika aku ingin memutuskan hubungan kami, Rowena".

"Adiba, tidak ada solusi lain kecuali sholat. Alloh pasti menolongmu, Adiba".

"Ya, Rowena."

Gak terasa sudah sampai di depan rumahku. Aku membuka pintu depan rumahku dan mempersilahkan Rowena masuk ke dalam rumahku tapi dari kejauhan tampak Morgan suami Rowena melambaikan tangannya..

" Hai Adiba tadi aku ke rumahmu menjemput Rowena tapi rumahmu terkunci ternyata kalian berdua pergi.".

Rowena tertawa kecil .

"Adiba, maaf aku tidak sempat mampir ke rumahmu. Insya Alloh, next time,, aku main ke rumahmu. Ingat, jangan lupa sholat. Ok, aku pulang dulu ".

Rowena memelukku , mencium kedua pipiku. Suami istri Russia itu melambaikan tangan ..

"Assalam mualaykum, Adiba

". "Waalaykum salam, Rowena and morgan.. thanks a lot ".

Aku masuk rumah , kukunci pintu ruang tamu. Cepat-cepat aku mandi dengan shower air hangat , sekalian wudhu dan sholat isya di kamar tidurku. Alhamdulillah, setelah sholat isya .. diriku, hatiku, pikiranku tenang dan nyaman. Yaa ALLOH ... Aku gak pernah bisa membohongi diriku sendiri, aku di hadapkan pada dua pilihan... Ingin mempertahankan hubunganku dengan Adit atau ingin memutuskan hubunganku dengan Adit. Selama ini aku berusaha keras kutulikan telingaku dari semua berita buruk tentang sepak terjangnya Adit dan aku juga membutakan mataku dari semua kenyataan buruk yang ada selama ini. Aku mencoba mempertahankan hubunganku dengan Adit dengan harapan Adit bisa berubah dengan baik tapi Adit sengaja makin bersikap buruk dengan mengumbar nafsu birahinya dengan banyak perempuan penghibur. Entah kenapa... Hilang rasa respekku pada Adit ??

***

Bab 2

Bab.2🇷🇺

Jika aku mencoba bicara baik-baik dengan Adit pasti adit berkelit dengan memutar balikkan semua fakta bahkan memojokkan diriku yang jauh di Russia. Adit bersikeras ingin aku ke Indonesia untuk nikah siri dengannya di Indonesia dan membawanya pergi ke Russia.Yaa ALLOH, bagaimana mungkin aku harus menuruti kemauan Adit untuk nikah siri di Indonesia tanpa sepengetahuan abu dan ummu yang di Pakistan ?. Kenapa Adit bersikeras mau nikah siri ?.

______

Alarm hp berbunyi, pas jam empat subuh waktunya sholat subuh. Dingin udara subuh ini membuat malas bangun tapi tetap harus mandi dan wudhu. Tidak ada pilihan lain kecuali lompat dari tempat tidur dan ke kamar mandi. Alhamdulillah, air hangat yang mengucur dari shower menghilangkan rasa ngantukku juga. Lega rasanya sudah sholat subuh. Ehmmm... Jam delapan pagi masuk kantor, masih ada waktu tidur lagi. Maksud hati..ingin melompat ke atas tempat tidur dan tenggelam dalam selimut tapi hp berdering. Kulihat private number, pasti ini Aisyah adikku usil telpon. Ternyata dugaanku salah, ketika kudengar suara perempuan Indonesia ...

" Hallo, Adiba. Kamu adiba kan. Adiba, bisakah kamu tidak pacaran dengan pacarku ?.Dasar perempuan murahan, gayamu sok polos sok alim tapi kelakuanmu murahan. Dasar pelakor. Anjing kamu Adiba.Perempuan murahan tidak punya harga diri daripada kamu pacaran dengan pacarku lebih baik kamu jadi pelacur ".

Pelan-pelan mulutku menjawab ..

"Assalam mualaykum. Siapa ini , bisakah jelaskan dengan baik dan sopan " ? .

Yaa ALLOH, makin keras suaranya..

"Anjing kamu, sok alim Adiba bangsat. Apa kamu sudah tidur dengan pacarku, Adiba lonte. Bicaramu sok kalem tapi bangsat kelakuanmu pelakor , lonte kamu Adiba. Pacarku bayar kamu berapa, Adiba lonte pelacur ?".

Masya ALLOH, rasanya mau meledak juga kepala ini, kupejamkan mata dan pelan-pelan mulutku menjawab ...

" Bismillah hirohman nirohim, Adiba tidak serendah itu. Tolong jangan bicara sekasar itu. Maaf kalo Adiba boleh tahu siapa nama pacarnya, mbak ? Siapa nama mbak ?".

Perempuan itu makin berteriak histeris ...

"Adit pacarku, Adiba lonte. Tanya adit siapa namaku. Bangsat jauhi adit pacarku, Adiba pelacur. Anjing bangsat lonte ".

Suara telpon diputuskan. Astaghfirullah al adziimmm ... Yaa Alloh, ingin rasanya kuhancurkan semua barang di kamar ini tapi percuma .. kemarahan tidak akan pernah bisa selesaikan masalah. Kubuka jendela kamar, bersandar di jendela. Tidak lagi kuperdulikan udara dingin masuk ke kamarku. Masih ingat jelas makian perempuan itu.Yaa Alloh, sesak dada ini.. ingin rasanya menangis tapi air mata sulit menetes. Astaghfirullah al adzim yaa Alloh..kapan adit bisa berubah menjadi lebih baik .Ingin rasanya telpon Adit dan menanyakan semua ini tapi percuma.. pasti adit tetap dengan kebiasaannya berkelit dan memutar balikkan semua pembicaraan meski tampak Jelas kebohongannya. Yaa Alloh... Malas rasanya masuk kerja hari ini tapi ada janji dengan klien, gak mungkin mendadak kubatalkan secara sepihak pertemuan dengan klien tanpa alasan jelas. Kulihat jam dinding, gak terasa sudah jam setengah tujuh pagi, waktu cepat berlalu.Aktifitas harus tetap berjalan meski otakku sedikit terkontaminasi dengan makian perempuan gak jelas di telpon tadi. Yaa Alloh..alangkah baiknya kalau aku lebih memfokuskan diri ke pekerjaan. Keluar rumah dan teriak keras sekerasnya...

"Good morning, khimki".

Beberapa orang menoleh padaku , sambil melambaikan tangan

"Russia is the best".

Aku tertawa lepas melambaikan tangan membalas lambaian tangan mereka. Berjalan hanya lima belas menit menuju rumah Rowena sahabatku. Rumah tanpa pagar dengan rumput hijau rapi. Kuketuk pintu rumahnya ..

" Assalam mualaykum, Rowena. It's me Adiba".

Kudengar teriakan Rowena dari dalam rumah...

" Waalaykum salam, Adiba masuklah. Pintu tak di kunci".

Kubuka pintu dan tercium aroma masakan lezat. Bukan Rowena namanya kalo mulutnya gak berteriak...

" Adiba, ayooo sarapan bersama.. sudah kusiapkan es kopi kreamer kesukaanmu di atas meja makan ".

Kulihat Morgan laki Rusia tersenyum ramah , berkata ...

" Rowena istriku gak cuma cantik tapi jago masak sambil teriak-teriak dari dapur. Mari kita sarapan bersama, Adiba ".

Kulihat Rowena menarik kursi , duduk di sebelah morgan suaminya. Rowena mencium pipi Morgan , sambil berkata ...

" i love you, honey ".

Kuminum es kopi kreamer kesukaanku. Morgan berkata ..

" Rowena sayang, gak biasanya Adiba sahabatmu diam menunduk sepertinya sedang ada masalah. Ok, aku harus berangkat kerja dulu ".

Tampak Morgan berdiri dari kursinya dan mencium kening Rowena ..

"I love you , Rowena my wife. Jangan antar aku ke depan, temanilah Adiba sahabatmu ".

"I love you too, Morgan."

Kulihat Morgan berjalan keluar membuka pintu ruang tamu....

" Rowena sayang, nanti waktunya kita makan malam, ajaklah Adiba sahabatmu. Ok, assalam mualaykum ".

Aku dan Rowena bersamaan membalas salam....

"Waalaykum salam, Morgan." Rowena menyodorkan sepiring garlic bread ...

"Makanlah, Adiba. Ini garlic bread khimki kesukaanmu ".

Aku hanya diam menunduk , meminum es kopi kreamer dan mengambil sepotong garlic bread. Rowena berbisik ..

"Mana kejujuranmu, Adiba sahabatku ?. "

Kugelengkan kepala. Pelan-pelan mulutku menjawab...

"Aku malas membahas hal sampah, Rowena ".

"Ok, aku tak memaksamu berbagi masalahmu. Habiskan minummu dan kita harus ke kantor sekarang , Adiba ".

Kulihat Rowena memakai jaket dan mengambil tas kerjanya , sambil tertawa melemparkan kunci mobilnya padaku ..

"Kamu yang nyetir mobil, adiba". Alhamdulillah, hanya empat puluh lima menit sampai juga di depan pintu pagar kantor dan seorang security menghampiri mobil, dengan sopan menyapa ....

"Selamat pagi. saya bisa membantu memarkirkan mobil anda di tempat parkir ".

Kulirik Rowena menganggukkan kepala. Kami turun dari mobil, kuberikan kunci mobil pada petugas security...

"Silahkan, pak. Nanti tolong titipkan kunci mobil di lobi kantor . Terima kasih, pak".

Petugas security tersenyum sambil masuk ke dalam mobil. Aku dan Rowena berjalan masuk ke dalam kantor , seorang staff melambaikan kertas sambil berkata ..

"Jam sembilan pagi ini, kalian berdua temui klien, jangan lupa membawa berkasnya sudah saya siapkan di atas meja anda, Miss Rowena ".

"ya, thanks ".

Jam dinding... Menunjukkan pukul setengah sembilan, masih ada waktu untuk periksa ulang semua berkas. Tepat jam sembilan seorang pegawai lobi kantor menelpon ...

"Tamu klien sudah tiba , Miss Adiba . apakah saya antar ke ruang pertemuan ? ".

"Ya, silahkan. Kami tunggu. Terima kasih".

Tak lama , seorang klien .. Mr. Syden pria tampan Russia , bermata coklat masuk ke ruang pertemuan.

Bab 3

Bab.3🇷🇺

Rowena berdiri sambil berkata...

" silahkan masuk, perkenalkan ini Adiba tim kerja saya yang nanti menjelaskan pada anda, Mr. Syden ".

Aku tersenyum ramah.

"Perkenalkan saya Adiba. Maaf , agar waktu tidak terbuang percuma.. alangkah baiknya jika kita mulai sekarang saja, Mr. Syden".

Laki laki Russia itu memandangku dan berkata ...

"Adiba... Adiba Sepertinya saya kenal anda dan kita pernah bertemu".

Dengan sopan kujawab...

"Mungkin anda pernah bertemu saya di acara-acara kantor. Jika tidak keberatan, bisa kita mulai sekarang , Mr. Syden ".

Alhamdulillah, tiga jam pertemuan dengan klien berjalan lancar. Kubereskan berkas dan laptop. Aku merasa diperhatikan orang , gak sengaja aku melihat Mr.Syden melihatku.

"Adiba , sepertinya saya mengenalmu ".

"Mr. Syden, maaf saya benar-benar lupa di mana kita pernah bertemu ?. Permisi...Saya ijin meninggalkan ruang pertemuan ini".

Langkahku langsung berhenti dan batal membuka pintu, saat aku mendengar ..

" Adiba, kamu lupa aku ?. Kita pernah kuliah bersama."

Aku benar-benar lupa... Apa Mr Syden teman kuliahku dulu, yaa ALLOH ??.

"Adiba, aku syden. Kita dulu pernah kuliah bersama di university of the Philippines. Apa kamu ingat aku dua semester di atasmu ?" .

Kubalikkan badan. Pria itu berdiri persis di depanku.

" Iya benar sekali, saya memang pernah kuliah di university of the Philippines tapi saya benar-benar lupa kalau anda pernah kuliah dua semester di atas saya, Mr. Syden ".

Mr. Syden menatapku tajam , kualihkan pandanganku ke Rowena. Mr. Syden dengan tenang berkata...

"Saya mengajak Miss Rowena dan Adiba makan siang , saya tidak mau ajakan makan siang di tolak ".

Rowena tertawa kecil,

"Dengan senang hati, kami terima ajakan makan siang anda sebagai klien kami ".

Astaghfirullah al adzim, yaa Alloh... Kaget dengar jawaban rowena, gerak refleks mulutku pelan-pelan menjawab...

"Maaf, siang ini saya sibuk dan tidak bisa menerima ajakan makan siang, Mr. Syden".

Aku melangkah membuka pintu ruang pertemuan dan hendak keluar tapi kudengar Mr. Syden berkata ...

"Apa pantas menolak ajakan makan siang seorang klien, Adiba ?. Sungguh amat sopan sekali penolakanmu ini, Adiba"

Yaa Alloh, ingin meledak rasanya kepala ini mendengar perkataan Mr. Syden. Aku membalikkan badan , melihat Mr. Syden dan kutahan emosiku. Dengan tersenyum ramah dan nada rendah, kujawab ...

"Maaf jika ucapan juga sikap saya kurang sopan, Mr. Syden. Baiklah, saya terima ajakan anda untuk makan siang ".

" Ok, kita makan siang di osterio Mario resto, Miss Rowena dan Adiba sebaiknya kita naik mobil saya saja , mari kita berangkat sekarang ".

Rowena menutup laptop...

"Ya, Mr. Syden. Beri kami waktu dua puluh menit untuk bersiap-siap ".

Mr. Syden mengangguk ..

" Silahkan , saya tunggu di sini ".

Yaa Alloh, jika aku harus jujur..hari ini aku benar-benar badmood dengan Adit pacarku di Indonesia,sekarang ditambah lagi dengan Mr. Syden laki Rusia ini yang memaksa mengajak makan siang bersama. Batal sudah rencanaku untuk telpon Adit. Rowena menepuk bahuku .

"jangan melamun, Adiba. Sudah dua puluh menitl Mr. Syden menunggu kita untuk pergimakan siang ".

Aku mengangguk , berjalan bersama Rowena menghampiri Mr. Syden yang duduk di dekat pintu..

"Alhamdulillah, kalian sudah siap. Mari kita pergi sekarang, naik mobilku saja."

Kami bertiga berjalan keluar kantor menuju tempat parkir mobil. Mr. Syden masuk mobil dan Rowena membuka pintu depan mobil sambil mendorong pelan punggungku. Aku menoleh ke Rowena yang tersenyum sambil berbisik..

"Duduklah di depan dekat Mr. Syden, biar aku duduk di belakang".

Rowena masuk mobil, sambil menutup pintu mobil...

"Mr. Syden, saya duduk di belakang karena mau telpon Morgan suami saya. Adiba saja yang duduk di depan dekat anda ".

Yaa Alloh, Kenapa hari ini Rowena membuatku makin kesal saja, padahal sudah jelas aku menolak duduk depan. Dengan terpaksa aku masuk mobil dan duduk dekat Mr. Syden. Kututup pintu mobil dan memasang sabuk pengaman. Tidak sengaja aku melihat Mr. Syden memandangku . Yaa Alloh, aku benci sekali dipandangi Mr. Syden , dengan berusaha menahan rasa jengkelku, aku tersenyum..

" Saya sudah siap untuk pergi makan siang tapi anda memandangi saya terus , Mr. Syden ".

"Saya tahu kamu kesal tapi kamu sembunyikan kekesalanmu, Adiba ".

Yaa Alloh, ingin rasanya aku keluar dari mobilnya tapi nanti malah ditertawakan, lebih baik aku diam saja. Mr. Syden menjalankan mobilnya. Aku menoleh ke Rowena yang senyum-senyum duduk di belakang. Dengan menahan kesal, aku berkata..

" Aku kira kamu telpon Morgan suamimu, Rowena ".

Dengan menahan ketawa, Rowena langsung menelpon suaminya. Perjalanan hanya memakan waktu tiga puluh lima menit , sampai juga di osterio Mario restaurant. Kami keluar dari mobil , seorang pelayan menyambut dan mengantar kami ke meja paling dekat. Setelah memesan beberapa makanan dan minuman , Mr. Syden mengeluarkan hp .

" Adiba, berapa nomer HP mu ?".

Malas rasanya memberikan nomer hp ke Mr.Syden. Dengan santai kujawab ...

" Maaf, saya tidak hafal nomer hp saya, Mr. Syden".

Di luar dugaanku, Mr. Syden berkata ...

" Miss Rowena, tolong send nomer hp Adiba ke hp saya sekarang".

Rowena mengeluarkan hp nya dan mengirim nomerku ke Mr. Syden. Rowena berkata..

" Baru saja saya send nomer hp Adiba. Silahkan cek, Mr. Syden ".

Yaa Alloh, kesal sekali rasanya. Kulihat Rowena tersenyum padaku. Pelayan datang mengantar pesanan makanan minuman kami. Kulihat lezat sekali makanan ini tapi hilang nafsu makanku, masih terngiang- ngiang makian perempuan di telpon tadi pagi. Mengejutkan sekali.. melihat piringku di angkat Mr. Syden yang menatapku..

"Aku menyuapimu agar kamu bisa asyik melamun sambil makan, Adiba ".

Kuambil piringku dari tangannya.

" Anda tidak perlu menyuapi saya karena saya bisa makan sendiri, Mr. Syden ".

Dengan sopan rowena berkata..

" Maaf, Mr. Syden..kami pamit. Bagaimana mau ke rest room sebentar ".

Mr.Syden mengangguk dan melanjutkan makannya. Rowena menggandengku masuk ke rest room..

" Adiba , aku tahu pikiranmu ke Adit pacarmu yang di Indonesia tapi aku minta tolong hormati Mr. Syden klien kita. Bersikaplah profesional sebagai perempuan karir, ini Russia.. perempuan karir yang bodoh mencampur adukkan antara urusan pribadi dan pekerjaan, pasti tidak terpakai karena dianggap tidak profesional dan tidak berkualitas dalam bekerja , Adiba ".

Aku hanya diam menunduk. Yaa Alloh, tolonglah aku bersikap profesional dalam bekerja. Benar juga bicaranya Rowena sahabatku, yaa Alloh.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED