Sampul Novel Reject Me

Reject Me

9.0 / 10.0
Pasca-kematian misterius sang ayah, Eliza terpaksa pindah kota bersama ibunya demi keamanan. Namun, tempat baru ini justru membongkar rahasia besar mengenai identitas aslinya. Di sana, seorang pria bernama Henry muncul dan mengklaim Eliza secara posesif tanpa berniat melepaskannya. Kini, Eliza harus menghadapi teror penguntit gelap yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap dalang di balik pembunuhan ayahnya. Akankah ia selamat dari takdir rumit ini?
Ringkasan Reject Me
Pasca-kematian misterius sang ayah, Eliza terpaksa pindah kota bersama ibunya demi keamanan. Namun, tempat baru ini justru membongkar rahasia besar mengenai identitas aslinya. Di sana, seorang pria bernama Henry muncul dan mengklaim Eliza secara posesif tanpa berniat melepaskannya. Kini, Eliza harus menghadapi teror penguntit gelap yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap dalang di balik pembunuhan ayahnya. Akankah ia selamat dari takdir rumit ini?
Baca Selengkapnya

Reject Me Bab 1

Suara petir terdengar menggelegar hingga membuat beberapa orang enggan untuk keluar rumah, hiruk pikuk gemerlapnya sebuah kota Langsa langsung menghilang berganti dengan kesuraman dan ketakutan. Beberapa orang yang tidak bisa pulang segera ke rumah masing-masing memilih berteduh di sudut-sudut rumah atau halte demi bisa menghangatkan tubuh mereka.

Di gemerlapnya malam itu, makhluk aneh dengan taring dan mata memerah sedang berkeliaran mencari mangsa, kukunya yang tajam dengan aroma darah kental yang mengiringinya membuat hewan mundur ketakutan. Makhluk bernama vampir itu melompat ke sana-kemari dengan kecepatan yang tidak dapat diprediksi mencoba mengejar sesuatu di tengah lebatnya guyuran hujan.

Jejak kemerahan yang dia tinggalkan tersapu air hujan hingga tidak meninggalkan aroma lain lagi yang membuat orang akan curiga, seorang wanita yang sedang bersembunyi di suatu gelap sebuah bangunan merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia melihat sekeliling dengan ekspresi ketakutan sembari sesekali memegang lehernya yang terasa dingin, dia semakin mengeratkan baju yang dipakainya agar hawa dingin itu tidak masuk semakin dalam.

Ketakutan serta kegelisahan yang dirasakannya semakin menjadi saat beberapa mata merah menatapnya nyalang dengan rasa lapar yang semakin meningkat tajam. Gadis cantik yang merasakan keanehan itu memilih berlari dari tempat itu segera menembus hujan yang sepertinya tidak akan reda sampai pagi itu.

Dia berlari menuju keramaian dengan wajah pucat, aroma yang diciumnya di tempat itu menyadarkan Eliza kalau di sana ada sesuatu yang tidak benar sedang mengintai dirinya lengah. Eliza merasa napasnya memburu, dia berusaha menemukan orang yang berkumpul sebelum menyatu dengan mereka untuk menghilangkan ketakutan yang dirasakannya.

Di sudut gelap itu beberapa pria dengan mata dan taring yang masih meneteskan darah ke luar dari tempat persembunyian mereka, di belakang tempat mereka keluar. Ada sesosok mayat kering tanpa darah dan tanpa busana tergeletak dengan mata melotot tidak percaya.

Di leher mayat itu ada dua lubang aneh terbentuk, begitu juga dengan bagian tubuh lainnya yang terbuka.

"Gadis itu berbeda dengan gadis lain yang kita temui, aroma serigala juga tercium di tubuhnya. Apakah dia gadis yang kau inginkan itu?" Seorang pria dengan iris mata berubah biru menepuk bahu temannya yang terus memandangi arah tempat Eliza pergi tadi.

Pria itu tersenyum aneh sembari membersihkan sisa darah yang ada di sudut bibirnya, dia tersenyum aneh sembari mengangguk cepat.

"Dia memang keturunan pria itu, darah ibunya juga darah bangsawan setidaknya mampu menaikkan status rendahanku menjadi lebih tinggi lagi. Vampir seperti kita tidak akan diakui dengan mudah oleh petinggi vampir apalagi kita bukanlah vampir murni, kita ini hanya digigit oleh mereka untuk dijadikan senjata jika suatu saat nanti terjadi perang antar kelompok lagi." Pria itu tersenyum aneh dengan mata berubah merah lagi.

"Yap kau benar! Kita memang bukan vampir murni dengan darah bangsawan seperti mereka tapi kita memiliki kekuatan yang sama seperti mereka walau sedikit lebih rendah. Aku yakin suatu saat nanti kita bisa meningkatkan kekuatan mereka, setidaknya kita bukan berasal dari laboratorium seperti hewan-hewan hibrida itu." Pria dengan iris mata biru itu menganggukkan kepala.

Mereka yang berjumlah delapan orang itu langsung meninggalkan tempat itu menuju lokasi yang berbeda dan anehnya, hujan yang turun di sana langsung menghilang begitu saja. Eliza memeluk tubuhnya dengan erat, dia menghentikan taksi yang lewat agar bisa segera pulang ke rumahnya, sesampainya di depan rumahnya Eliza langsung memberikan ongkos lalu berlari dengan kencang menuju ke dalam rumah.

Eliza mengetuk pintu dengan tidak sabar, dia tampak sangat ketakutan. Eliza mengunci pintu lalu berlari dengan sangat kencang menuju ke kamar ibunya, semenjak ayahnya meninggal dunia Eliza memang tidak berani tidur sendiri lagi.

Setiap kali dia tidur sendirian, Eliza akan merasa ada seseorang yang mengawasi dirinya, seseorang yang selalu mengintai dirinya lengah. Ketidaknyamanan ini membuat Eliza sering begadang hingga larut malam, itu sebabnya Kanaya, ibu Eliza memutuskan untuk tidur bersama Eliza.

"Bu!" teriak Eliza dengan suara keras saat dia tidak bisa masuk ke dalam kamar karena pintu kamar ibunya terkunci dari dalam.

"Ibu!" Sekali lagi Eliza berteriak dengan keras karena dia merasa sangat ketakutan.

Kanaya yang sedang berganti pakaian terkejut mendengar suara pekikan Eliza, dengan terburu-buru Kanaya langsung membuka pintu kamar hanya untuk menemukan Eliza sedang berdiri dengan wajah pucat ketakutan.

"Ada apa Sayang? Kenapa kau seperti ini? Siapa yang menakuti dirimu ha?" Kanaya menyentuh pipi Eliza yang terasa dingin seperti es, Eliza buru-buru mendorong Kanaya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu dengan sangat rapat.

"Aku mencium aroma itu lagi, Bu! Kali ini lebih banyak daripada yang biasa, aku juga mendengar suara seseorang sedang meminta tolong tapi aku tidak tahu di mana keberadaannya. Aku takut, Bu! Mereka seperti sedang mengikuti diriku, mereka mengintai aku lengah sebelum menjatuhkan diriku." Eliza berdiri dengan tangan dan kaki gemetaran.

Kanaya memeluk Eliza erat lalu mengusap punggungnya dengan penuh kasih sayang, kalau itu orang lain mereka mungkin akan menganggap putri mereka gila tapi Kanaya tahu persis apa yang sedang dialami oleh putrinya.

Hal ini telah berlangsung beberapa kali apalagi semenjak kematian suaminya, Eliza selalu merasa dirinya diikuti oleh seseorang dan aroma-aroma aneh yang tercium Eliza adalah aroma makhluk sejenis serigala dan vampir.

Setiap mereka memiliki aroma tersendiri, unik dan merupakan ciri khas masing-masing, selain itu aroma mereka yang murni sedikit lebih lembut daripada mereka yang berdarah campuran. Aroma makhluk yang lebih keras adalah aroma mereka yang sengaja diciptakan untuk peperangan dan aroma ini memang beberapa kali tercium di dekat Eliza.

"Tenanglah, Sayang! Kau aman di rumah," bisik Kanaya lembut sembari terus menggosok punggung Eliza.

"Mereka, mereka terus mendekati Eli, Bu! Eli takut, Eli benar-benar tidak tahu siapa mereka dan apa tujuan mereka mengikuti Eli. Eli hanya ingin mereka menjauh, Eliza tidak ingin berada di dekat mereka." Eliza menangis sesenggukan.

Wajah Eliza terbenam di dada Kanaya, air matanya yang hangat membasahi tubuh Kanaya.

"Ganti baju dulu, Sayang! Mereka tidak akan berani mendekati rumah kita, kau tidak perlu khawatir lagi oke." Kanaya terus berusaha membujuk Eliza agar bisa tenang.

Eliza menengadah, dia menatap Kanaya dengan air mata berlinang seolah meminta jawaban atas apa yang terjadi pada mereka sekarang. Semenjak kecelakaan yang menimpa ayahnya malam itu yang terkesan aneh dan mencurigakan kehidupan mereka mulai terganggu.

"Tidak apa-apa, Ibu sudah mengurus surat pemindahan kita. Ibu janji akan mengembalikan kedamaian yang kau miliki, Ibu juga berjanji tidak akan ada yang mengganggu dirimu seperti ini lagi." Kanaya menyentuh pipi Eliza gemas lalu mencubitnga dengan sedikit kuat hingga membuat Eliza memekik kesakitan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Reject Me

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED