Sampul Novel Kau Menebar Dusta di Hatiku

Kau Menebar Dusta di Hatiku

9.3 / 10.0
Bekerja sebagai ART di kediaman Rafly dan Nadya yang penuh konflik, Liyana menyaksikan perselingkuhan sang nyonya. Demi melunasi utang keluarganya, ia terpaksa menerima misi rahasia dari Alvin untuk memikat Rafly. Kepolosan Liyana rupanya berhasil memicu gairah mendalam pada diri Rafly. Kini, di tengah dominasi pria misterius itu, berbagai rahasia mulai terbongkar. Liyana pun harus berjuang keras menepis perasaannya agar tidak hancur dalam permainan ini.
Ringkasan Kau Menebar Dusta di Hatiku
Bekerja sebagai ART di kediaman Rafly dan Nadya yang penuh konflik, Liyana menyaksikan perselingkuhan sang nyonya. Demi melunasi utang keluarganya, ia terpaksa menerima misi rahasia dari Alvin untuk memikat Rafly. Kepolosan Liyana rupanya berhasil memicu gairah mendalam pada diri Rafly. Kini, di tengah dominasi pria misterius itu, berbagai rahasia mulai terbongkar. Liyana pun harus berjuang keras menepis perasaannya agar tidak hancur dalam permainan ini.
Baca Selengkapnya

Kau Menebar Dusta di Hatiku Bab 1

Pagi itu, udara di kediaman megah Rafly dan Nadya terasa lebih berat dari biasanya. Matahari mulai menembus tirai jendela ruang tamu, tapi cahaya hangat itu tak mampu menyingkirkan ketegangan yang menyelimuti rumah itu. Liyana, gadis muda berusia dua puluh dua tahun, melangkah pelan sambil menata meja sarapan. Tangannya gemetar sedikit ketika mendengar suara langkah di lantai atas-suara yang tidak asing baginya, tapi kali ini membuat jantungnya berdegup lebih kencang.

Ia menunduk sebentar, menata piring dengan tangan rapi. Namun, pikirannya melayang pada kejadian semalam. Ia tidak pernah membayangkan bahwa bekerja di rumah tangga keluarga kaya bisa menimbulkan begitu banyak masalah-masalah yang jauh melampaui tanggung jawabnya membersihkan debu atau menyiapkan makanan.

Semalam, Liyana tak sengaja menyaksikan Nadya, istri Rafly, berciuman dengan pria yang bukan suaminya. Tubuhnya kaku saat itu, bukan karena takut ketahuan, tapi karena shock. Mata Nadya tertutup penuh gairah, sedangkan pria itu, yang Liyana kemudian tahu bernama Alvin, menatapnya dengan senyum licik.

Liyana menutup mulutnya agar tidak bersuara, tubuhnya menempel di balik tirai jendela. Ia tahu seharusnya segera pergi, tapi rasa penasaran membuatnya tetap diam. Adegan itu selesai beberapa menit kemudian, dan Nadya serta Alvin pergi tanpa menyadari bahwa ada mata lain yang mengintai.

Sejak saat itu, hidup Liyana berubah.

Hari ini, ketika ia menyiapkan kopi di dapur, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal:

"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Jangan membuat kesalahan."

Liyana menelan ludah. Ia tahu pesan itu berasal dari Alvin. Uang besar yang ditawarkan untuk melakukan 'misi' ini membuat hatinya berdebar, meski logikanya menolak. Hutang ayah dan kakaknya menumpuk, dan tawaran itu seolah memberikan jalan keluar. Tapi hatinya berbisik, bahwa ia sedang memasuki dunia berbahaya.

Setelah sarapan, Liyana berjalan menuju kamar Rafly dengan langkah pelan, seolah kebetulan melintas di lorong yang sama. Rafly, seorang pria berusia awal tiga puluhan, tegap, dengan aura dominan yang membuat siapapun merasa canggung di dekatnya, sedang membaca koran di ruang kerjanya.

"Selamat pagi, Pak Rafly," sapa Liyana sambil menunduk, mencoba terlihat wajar.

Rafly menatapnya sekejap, matanya yang tajam seolah menilai sesuatu lebih dari sekadar ucapan sopan. "Pagi," jawabnya singkat, lalu kembali menatap koran.

Liyana menggigit bibir bawahnya, menahan rasa gugup. Misi yang diberikan Alvin adalah sederhana tapi berisiko: mendekati Rafly, membuatnya jatuh hati tanpa Nadya tahu.

Ia tahu ini tidak mudah. Rafly bukan pria sembarangan; pandangan tajamnya bisa menembus hati seseorang dalam sekejap.

Hari itu, Liyana mencoba strategi pertama: ia sengaja menjatuhkan sapu tangan miliknya di depan Rafly. Saat Rafly membungkuk untuk mengambilnya, tangan mereka bersentuhan. Jantung Liyana berdegup kencang. Rafly menatapnya dengan ekspresi datar tapi ada kilatan aneh di matanya, sesuatu yang membuat Liyana merasa terperangkap dan sekaligus penasaran.

"Terima kasih," ujar Liyana, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya.

Rafly mengangguk sebentar. "Hati-hati, jangan sampai terluka."

Kata-kata itu membuat Liyana tersentak. Tidak ada yang menaruh perhatian seperti itu kepadanya sebelumnya, kecuali mungkin ayahnya. Namun, perhatian Rafly terasa berbeda, lebih dominan, lebih intens.

Hari-hari berikutnya, Liyana mulai belajar menyesuaikan diri. Ia sengaja berada di dekat Rafly, menawarkan bantuan saat ia melihat pria itu kesulitan dengan dokumen atau laptopnya. Setiap sentuhan kecil, setiap pandangan singkat, membuat mereka berdua merasakan ketegangan yang sulit dijelaskan. Liyana merasa seolah sedang berjalan di tepi jurang: setiap langkah bisa membuatnya jatuh, tapi ada sensasi aneh yang membuatnya ingin terus mendekat.

Di sisi lain, Nadya mulai curiga. Perempuan itu mulai menanyakan hal-hal sepele: "Liyana, kenapa kamu sering di ruang kerja Rafly?" Nadya menatapnya dengan mata dingin, seolah menebak sesuatu. Liyana tersenyum manis, pura-pura polos, "Hanya membantu Pak Rafly, Bu." Nadya mengangguk, tapi senyumnya tidak sampai ke mata. Ada bahaya yang mengintai, dan Liyana menyadari itu.

Malamnya, Liyana menerima telepon dari Alvin. Suara pria itu hangat tapi licik.

"Kamu sudah mulai dekat dengan Rafly?" tanya Alvin.

"Ya... tapi sulit," jawab Liyana jujur. "Dia... berbeda. Tidak mudah tergoda."

Alvin tertawa pelan. "Itulah gunanya kamu. Jangan takut. Gunakan semua yang kamu punya. Ingat, uang yang kita bicarakan bisa melunasi semua hutangmu. Jangan ragu."

Liyana menutup telepon, jantungnya berdegup lebih kencang. Kata-kata Alvin benar, tapi hatinya menolak. Setiap kali Rafly menatapnya, ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya tidak ingin lagi hanya 'bermain peran'.

Beberapa minggu kemudian, strategi Liyana mulai membuahkan hasil. Rafly mulai memperhatikannya lebih sering, menanyakan kabarnya, dan bahkan menawarkan teh hangat saat ia terlihat lelah. Liyana merasa bangga sekaligus takut. Ia tahu semakin dekat ia dengan Rafly, semakin sulit untuk kembali.

Suatu sore, ketika hujan turun deras di luar, Liyana menemukan dirinya berada di ruang kerja Rafly lagi. Pria itu menatap hujan dari jendela, tubuh tegapnya terlihat lebih maskulin dalam siluet lampu kuning ruang kerja.

"Kamu sering menatap hujan sendirian?" tanya Liyana, mencoba membuka percakapan ringan.

Rafly menoleh, matanya menatapnya langsung. "Tidak. Tapi kadang hujan membuat semua orang tenang... atau justru gelisah."

Ada jeda yang panjang. Liyana menelan ludah, merasakan ketegangan di udara. Rafly kemudian tersenyum tipis, senyum yang membuat seluruh tubuh Liyana terasa panas.

"Liyana, kamu berbeda. Tidak seperti orang lain di rumah ini," tambah Rafly, suaranya rendah dan lembut tapi tetap ada nada dominan.

Liyana tersentak. Kata-kata itu seperti pisau bermata dua: manis tapi berbahaya. Ia tersenyum tipis, mencoba menutupi rasa gugupnya. "Hanya mencoba bekerja sebaik mungkin, Pak Rafly."

Namun, di dalam hatinya, ia tahu: ia sudah terjebak. Tidak hanya oleh misi Alvin, tapi oleh dirinya sendiri. Ketertarikannya pada Rafly mulai tumbuh, semakin dalam, dan semakin sulit dikendalikan.

Malam itu, saat Liyana berbaring di kamarnya, pikirannya dipenuhi wajah Rafly-mata tajamnya, senyum tipisnya, suara rendahnya. Ia bertanya-tanya apakah ia mampu menahan diri, atau apakah semua akan berakhir dengan kehancuran.

Hidupnya kini seperti berjalan di tepi jurang. Di satu sisi, ada uang yang bisa menyelamatkan keluarganya. Di sisi lain, ada Rafly, pria yang membuat hatinya bergetar dan pikirannya kacau.

Liyana tahu satu hal pasti: setelah memasuki dunia Rafly, tidak ada jalan untuk kembali ke kehidupan sederhana seperti sebelumnya. Setiap langkah, setiap senyuman, setiap tatapan, bisa menjadi jebakan yang membuatnya jatuh lebih dalam.

Dan ia, Liyana, berada di tengah badai yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kau Menebar Dusta di Hatiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.3
Enam tahun menjalani pernikahan rahasia dengan seorang direktur miliarder, sang istri harus menelan pil pahit karena suaminya menolak diakui sebagai ayah oleh putra kandung mereka sendiri. Puncaknya, sang suami kembali absen di hari ulang tahun anak mereka demi menemani sekretaris wanitanya. Kecewa mendalam, sang istri mengajukan gugatan cerai lalu pergi membawa putranya selamanya. Sang suami yang biasanya tenang seketika kehilangan kendali dan mencarinya dengan panik, namun penyesalan itu sia-sia karena mereka tidak akan pernah kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED