"Periksa kembali surat cerai ini dan tanda tangani jika semuanya sudah sesuai."
Di pintu masuk Hotel Sunglow, Ashton Baldwin berhenti sejenak dan menatap orang yang baru saja berbicara, yaitu istrinya, Emalee James.
Hari ini adalah ulang tahun Bobby James. Ashton telah menghadapi banyak tantangan untuk mencarikan hadiah yang sempurna dan tiba tepat waktu. Namun, alih-alih menerima sambutan hangat, Emalee malah memberinya surat cerai.
Ashton memaksakan diri untuk tersenyum dan dengan lembut menurunkan tangan Emalee, yang memegang dokumen tersebut.
"Emalee, hari ini hari ulang tahun kakekmu. Ada banyak tamu di sini. Ini bukan saatnya untuk bercanda seperti ini," ucap Ashton sambil terkekeh dengan gugup.
Namun, senyumnya langsung membeku setelah dia selesai berbicara.
Rasa dingin dan jijik dalam tatapan Emalee menyerangnya, sesuatu yang belum pernah dia saksikan sebelumnya.
"Aku tidak sedang bercanda. Tanda tangani surat cerai ini dan angkat kaki dari sini," ucap Emalee dengan tegas.
Harapannya memudar, keputusasaan merayapi suara Ashton saat dia bertanya, "Kenapa? Apa ini karena cinta pertamamu?"
Emalee menjawab pertanyaan Ashton hanya dengan anggukan sambil menyerahkan sebuah kartu ATM padanya.
"Karena kamu sudah mengetahui alasannya, aku tidak perlu menjelaskan lagi. Ada uang di kartu ini. Anggap saja itu sebagai kompensasi. Tanda tangani surat cerai ini, ambil uangnya, dan hubungan kita selesai tanpa utang satu sama lain," ucap Emalee dengan dingin.
Bibir Ashton berkedut, tapi sebelum dia sempat menjawab, sebuah suara dengan nada mengejek memotongnya.
"Kak Emalee! Cukup ceraikan saja dia. Kenapa harus memberi kompensasi pada pecundang ini? Apa pecundang ini pantas mendapatkannya?"
Tristan James, adik Emalee, datang mendekat dengan ekspresi jijik.
Sambil menatap tajam ke arah Ashton, Tristan mengangkat sebelah alisnya dan berkata dengan nada mengejek, "Apa yang kamu lihat? Apa aku salah bicara? Ingat, Keluarga James merupakan keluarga terpandang di Kota Inewood. Kakakku adalah seorang CEO yang sangat kompeten dan luar biasa! Sebaliknya kamu, Ashton, bukan siapa-siapa. Apa saja kontribusimu dalam dua tahun ini selain bergantung pada kami? Apa yang membuatmu layak untuk mendapatkan kakakku?"
Tristan menoleh ke arah kakaknya dan menambahkan, "Kak, daripada membuang-buang uang untuknya, kenapa tidak Kakak berikan saja uang itu padaku sehingga aku bisa menggunakannya untuk membeli mobil baru. Setidaknya uang itu akan bermanfaat!"
Emalee menghela napas pelan dan berkata dengan pasrah, "Ashton mungkin tidak bisa apa-apa, tapi bagaimanapun juga, kami pernah menjadi pasangan suami istri. Anggap saja uang ini sebagai kompensasi untuknya."
Kata-kata ini membuat Ashton merasa getir dan tidak berdaya. Tampaknya dia hanya sekadar pengganti dalam kehidupan Emalee.
Bagaimana Emalee bisa mengerti bahwa dia sengaja menjadi sosok yang biasa-biasa saja selama dua tahun terakhir?
Ashton sepenuhnya mampu melampaui orang lain jika dia menginginkannya. Namun, dia khawatir kesuksesannya mungkin akan membangkitkan kembali rasa tidak aman Emalee, yang mengingatkan wanita itu pada cinta pertamanya yang kompeten dan telah meninggalkannya.
Memilih untuk menekan kemampuannya, Ashton mendukung Emalee dan membiarkan wanita itu bersinar.
Meskipun dia berusaha keras memupuk cinta mereka selama dua tahun, tapi ini tidak cukup untuk membuat hati Emalee tersentuh.
Sekarang, ketika cinta pertamanya kembali, Emalee langsung berkeinginan untuk mengakhiri pernikahan mereka?
Ini benar-benar konyol!
Ternyata hati seseorang benar-benar bisa berubah.
"Emalee, aku ingin bertanya padamu untuk terakhir kalinya. Apa kamu yakin ingin mengakhiri pernikahan kita?" tanya Ashton dengan suara dingin.
Emalee mengangguk dengan tegas.
Ashton menghela napas pelan dan berkata dengan pasrah, "Baiklah, terima kasih karena sudah menyelamatkanku. Sekarang kita sudah impas."
Saat Ashton mulai mengungkit masa lalu mereka, ekspresi gelisah melintas di wajah Emalee. Dia segera memotong ucapan Ashton dengan menyodorkan kartu ATM padanya.
"Apa gunanya mengungkit hal itu sekarang? Ambil saja kartu ATM ini dan angkat kaki dari sini."
Menyaksikan hal ini, Tristan hampir tidak dapat menahan kekesalannya.
"Yang benar saja, Ashton? Kamu pikir kamu pantas mendapatkan uang ini?" cibir Tristan sambil mencegat tangan Ashton dengan agresif dan mencoba merebut kartu itu.
Yang tidak disangka Tristan adalah Ashton, yang terlihat lemah, memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang dia bayangkan. Ashton memegang kartu itu erat-erat, menolak upaya Tristan yang ingin merebutnya.
Merasa frustrasi, Tristan mendorong Ashton sekuat tenaga.
Ashton hampir kehilangan pijakan. Dia berhasil menstabilkan tubuhnya, tapi arloji saku kesayangan pemberian ibunya terjatuh ke lantai sehingga pecah berkeping-keping. Padahal arloji itu adalah kenangan terakhir dari ibunya.
Melihat arloji saku yang sudah dia anggap sebagai harta karun rusak begitu saja, pikiran Ashton menjadi kosong.
Memanfaatkan momen ini, Tristan merampas kartu ATM itu dari tangan Ashton.
"Bisa-bisanya kamu membawa barang rongsok seperti ini ke mana-mana. Tidak heran jika kamu ditakdirkan menjadi pecundang," ejek Tristan.
Dia melirik arloji yang rusak itu dan sesumbar, "Kak Phillip merupakan seorang pengacara terkenal di luar negeri, dan dia sudah berjanji untuk memperlakukan kakakku dengan baik. Dia bahkan akan membantu kami mengamankan kesepakatan dengan Grup Skyline, sesuatu yang sudah lama didambakan keluarga kami. Berhentilah memikirkan kakakku, Ashton. Kudengar kalian berdua bahkan belum pernah berhubungan intim selama dua tahun terakhir ini."
Tatapan Ashton berubah menjadi dingin, dia menendang Tristan hingga tersungkur ke lantai.
Tristan meringkuk di lantai dan melolong kesakitan.
Menyaksikan kejadian itu, Emalee berteriak dengan marah, "Ashton! Ingat, Tristan adalah adikku dan kita masih menikah. Jangan bertindak keterlaluan!"
Merasa sangat kecewa, Ashton membalas dengan sinis, "Dia baru saja menghancurkan benda terakhir pemberian ibuku padaku. Bukankah dia yang bertindak keterlaluan?"
Emalee tertegun, sebelum dia bisa membuka mulut, Ashton menarik napas dalam-dalam sebelum merampas surat cerai darinya dan menandatanganinya tanpa ragu.
Melihat Ashton menandatangani surat cerai, Tristan yang sudah berhasil bangkit berdiri lalu mencibir. Dia menggertakkan gigi dan berkata, "Memang sudah sepantasnya kamu tidak menentang kami. Tanpa dukungan keluarga kami, kamu bukan apa-apa!"
Sebelum Tristan selesai mengejek, Ashton sudah melangkah maju dan menampar wajahnya.
"Jaga mulutmu! Aku sudah tidak memiliki hubungan apa pun dengan Keluarga James lagi. Jangan pikir aku masih akan menolerirmu," balas Ashton dengan tajam.
Terkejut dengan reaksi Ashton, Tristan membentak, "Kamu benar-benar pecundang yang tidak berguna, Ashton! Kamu terlalu pengecut untuk menghadapi kakakku, jadi kamu menyerangku? Dia sudah terbebas darimu. Kamu tidak pernah layak untuknya!"
Kata-kata kasar Tristan terdengar menggelikan di telinga Ashton, sehingga dia hanya terkekeh sebelum menghadapi Emalee, yang membeku di tempat.
"Emalee, ingatlah pilihanmu hari ini. Kuharap kamu tidak menyesalinya," ucap Ashton dengan tenang.
Tanpa diduga, Emalee yang seharusnya merasa lega atas perceraian ini, justru dihinggapi gelombang keraguan.
Ini pertama kalinya dia melihat tatapan sedingin itu di mata Ashton.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Emalee menggigit bibir dan mengakui kenyataan yang menyakitkan.
Dia berhasil naik ke posisi CEO karena dia mengabdikan diri pada pekerjaannya Di rumah, Ashton mengatur kebutuhan hidup mereka dengan cermat, serta memberinya perawatan dan perhatian.
Saat penyesalan mulai muncul, suara mobil mendekat memecah pikirannya.
Bunyi klakson yang nyaring itu mengejutkannya dan membuyarkan keraguannya.
Saat klakson berbunyi, jantung Emalee berdebar kencang, menghapus keraguan apa pun yang tersisa terkait perceraiannya dengan Ashton.
Dia berbalik dan melihat sebuah BMW X7 baru terparkir tepat di belakangnya, diikuti dengan sosok pria tinggi dan berwibawa yang turun dari mobil.
Wajah Emalee, yang sebelumnya tanpa kehangatan, seketika berseri-seri dengan senyuman begitu mengenali pria itu, yaitu Phillip Watson, cinta pertamanya yang tidak terlupakan. Pria itu berdiri dengan pakaian rapi, rambut disisir ke belakang, dan kacamata berbingkai emas yang membingkai matanya.
Phillip menatap Emalee dan membalas dengan senyuman yang lembut.
Sambil memegang buket mawar merah, dia mendekatinya dengan penuh percaya diri.
Menyaksikan hal ini, Ashton merasa dirinya sangat konyol.
Selama tinggal bersama Emalee, dia belum pernah melihat wanita itu menunjukkan ekspresi seperti itu di hadapannya.
Melihat Phillip, Tristan tersenyum lebar dan bergegas menghampirinya.
"Kak Phillip, lama tidak berjumpa! Kakak terlihat semakin tampan! Tidak heran Kak Emalee tidak bisa melupakan Kakak!" Kemudian, dia tertawa terbahak-bahak.
Phillip membalas sapaan Tristan dengan anggukan dan senyuman sebelum mengalihkan tatapannya ke arah Ashton, yang berdiri diam di samping Emalee.
"Siapa dia?" tanya Phillip dengan lembut.
Tristan langsung menjawab, "Dia Ashton."
Mengamati Ashton, senyum Phillip memudar dan digantikan dengan raut wajah jijik. "Ah, kamu Ashton? Parasmu cukup lumayan. Tidak heran kamu bisa hidup bergantung pada Keluarga James selama dua tahun ini."
Berjalan mendekati Ashton, Phillip merangkul bahu Emalee dengan santai dan menunjukkan ekspresi penuh kemenangan.
"Tapi bagaimanapun juga, seharusnya aku berterima kasih padamu. Jika bukan karena kamu yang membantuku menjaga Emalee selama dua tahun terakhir ini, mungkin dia sudah diculik oleh seseorang. Tapi, jasamu tidak lagi dibutuhkan karena mulai sekarang aku akan menjaga Emalee dengan baik. Setelah perceraian kalian sudah beres, kamu bisa pergi, wahai mantan suami," ejek Phillip dengan nada menggurui sambil menepuk-nepuk bahu Ashton.
Melirik sekilas ke arah Emalee, yang tampak tidak terganggu dengan kedekatan Phillip, Ashton tersenyum getir.
Selama dua tahun pernikahan mereka, Emalee tidak pernah memperlihatkan keintiman seperti itu padanya.
Mungkin karena merasa tidak nyaman, Emalee menunduk dan perlahan melepaskan diri dari pelukan Phillip.
"Jangan seperti ini. Masih ada orang luar di sini," gumamnya lembut.
Tristan tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Ashton, apa kamu melihatnya? Selama bertahun-tahun kalian bersama, kamu tidak pernah memeluk kakakku seperti yang dilakukan Kak Phillip. Tapi, bisa-bisanya kamu berani meminta kakakku untuk tidak menyesali keputusannya karena telah meninggalkanmu? Apa yang membuatmu begitu berani?!"
Ekspresi wajah Ashton menjadi tegas saat dia menjawab dengan tenang, "Hanya waktu yang bisa mengungkapkan kebenarannya."
Baik Tristan maupun Phillip mencemooh jawaban Ashton.
Tristan mengejek, "Kamu pikir zaman sekarang masih seperti dulu, di mana potensi seorang pemuda miskin tidak boleh diremehkan? Tidak peduli seberapa keras kamu berusaha dalam hidupmu, kamu tidak akan bisa menandingi pencapaian Kak Phillip!"
Phillip berpura-pura menjadi orang yang bijaksana dengan menengahi, "Ashton, kamu tidak lebih dari sekadar seorang pelayan di Keluarga James selama dua tahun terakhir. Ini memang sulit, tapi setidaknya mereka telah menerimamu selama dua tahun, bukan? Karena kita tidak berutang apa pun satu sama lain, kamu tidak perlu merasa kesal. Lagi pula, kamu tidak terlalu kompeten, jadi sebaiknya kamu menerima perceraian ini dengan lapang dada. Hari ini juga merupakan pesta ulang tahun kakek Emalee yang dihadiri oleh banyak tamu penting, jadi tolong jangan membuat keributan."
Tepat saat Ashton hendak membalas, ponselnya berdering. Dia mengangkat panggilan telepon itu dan langsung disambut oleh suara yang lembut dan menenangkan.
"Halo, apa ini dengan Pak Ashton Baldwin?"
Tanpa menunggu jawaban Ashton, wanita di ujung telepon melanjutkan, "Ini dengan Rosalie Campbell dari Keluarga Campbell di Kota Inewood. Saya dengar keterampilan medis Anda sangat luar biasa. Kami telah mencoba menghubungi Anda beberapa waktu yang lalu. Salah satu keluarga kami membutuhkan keahlian Anda dan kami siap memberikan bayaran dua miliar untuk jasa Anda."
Rosalie yakin Ashton akan langsung menerima tawaran yang menggiurkan ini, tapi tanggapan Ashton di luar dugaan.
"Maaf, tapi tolong cari orang lain," jawab Ashton dengan singkat sebelum mengakhiri panggilan telepon itu.
Pikirannya dipenuhi oleh kejadian saat ini sehingga dia tidak bisa memikirkan hal lain.
Rosalie terkejut melihat betapa cepatnya Ashton menolak tawarannya, tanpa sedikit pun memberi ruang untuk negosiasi sebelum pria itu menutup panggilan telepon. Dia sampai tidak tahu harus berbuat apa.
Sebagai putri tertua Keluarga Campbell yang dicintai semua orang, dia belum pernah menghadapi penolakan setegas ini.
Memikirkan adiknya yang sedang sakit, Rosalie bertekad untuk tidak menyerah.
Menggigit bibir, dia segera menghubungi nomor lain.
"Aku butuh lokasi pasti Ashton Baldwin dalam waktu 10 menit. Apa? Dia sedang menghadiri pesta ulang tahun Bobby James di Hotel Sunglow? Segera siapkan hadiah berkesan untuk Ashton, berapa pun harganya. Kita perlu menunjukkan ketulusan kita padanya. Pastikan jangan sampai dia pergi dulu. Aku sendiri yang akan pergi ke sana dan mengundangnya ke sini," perintahnya sebelum mengakhiri panggilan telepon.
Di sisi lain, Ashton meletakkan ponselnya dengan raut wajah suram.
Jelas ada seseorang yang membocorkan data pribadinya, dan si penelepon secara mengejutkan mengetahui salah satu identitas rahasianya.
Tidak jauh dari sana, Phillip dan Tristan salah mengartikan ekspresi suram Ashton.
Tristan mengejek, "Ashton, kenapa wajahmu terlihat suram? Apa kamu sedang mencari pekerjaan? Apa kamu baru saja menolak tawaran?"
"Masalah pribadiku bukan urusanmu," balas Ashton dengan dingin.
Phillip menyeringai arogan dan menimpali, "Apa tawaran mereka terlalu rendah? Seharusnya kamu meminta pekerjaan padaku saja. Karena kamu sudah menjaga Emalee selama dua tahun, aku bisa memberimu pekerjaan. Kamu bisa menjadi satpam atau sopir. Dengan begitu, kamu bisa melihat betapa mesra hubungan kami setiap hari. Mengingat kamu tidak terlalu dekat dengan Emalee selama kalian menikah, setidaknya hal ini mungkin membuatmu merasa diterima."
Merasa di atas angin, Phillip terus berbicara dengan angkuh.
Ashton mencibir, "Aku tidak butuh pekerjaan darimu dan kamu jelas tidak mampu membayarku."
Phillip dan Tristan tertawa terbahak-bahak.
Phillip menyeringai dan menantang Ashton dengan berkata, "Oh, kamu pikir kami tidak bisa membayarmu? Bagaimana dengan 10 juta sebulan? Pernahkah kamu memperoleh penghasilan sebanyak itu? Atau mungkin kamu berharap mendapat gaji miliaran per tahun? Apa menurutmu kamu pantas mendapatkannya?"
Meskipun mereka mengejeknya dengan pedas, Ashton mengabaikan mereka dan memilih untuk tidak menyebutkan tawaran miliaran rupiah yang baru saja dia terima untuk merawat seorang pasien.
Emalee, yang sebelumnya diam saja, kini menunjukkan sedikit kekhawatiran.
"Ashton, kenapa kamu terus saja membuat keributan? Aku pikir kamu adalah orang yang rendah hati, tapi ternyata aku keliru. Selain tidak kompeten, kamu juga sombong. Padahal Phillip sudah berbaik hati memberikan tawaran pekerjaan untukmu, dan beginilah tanggapanmu? Aku sangat kecewa padamu," kritiknya.
Ashton membalas dengan penuh tekad, "Emalee, bisa-bisanya kamu bilang begitu? Apa kamu pikir Phillip membantuku dengan tulus sehingga aku harus berterima kasih padanya? Kamu merasa kecewa padaku? Terus terang saja, kekecewaanku padamu bahkan lebih besar."
Emalee naik pitam, tapi dia mendapati dirinya tidak bisa berkata apa-apa. Dengan penuh amarah, dia berseru, "Ashton! Kita sudah bercerai. Seharusnya kamu tidak berada di sini lagi. Enyahlah!"
Ashton menggelengkan kepala dan membalas dengan tenang, "Kepercayaanku pada Keluarga James telah hilang sepenuhnya. Aku datang ke sini hanya untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada kakekmu, itu saja."