Sampul Novel Potret Sederhana

Potret Sederhana

8.6 / 10.0
Kehancuran pernikahan orang tuanya merenggut harapan Agni dan menenggelamkannya dalam keputusasaan. Namun, kehadiran si kembar Bayu dan Banyu membawa perubahan besar yang membantunya bangkit. Ketika Agni mulai menata kembali masa depan dan mengejar impiannya, sebuah pilihan sulit menantinya di persimpangan jalan. Ia kini terjebak dalam dilema besar untuk memilih antara cahaya yang membimbing jalannya atau sayap yang membantunya terbang bebas menggapai cita-cita.

Potret Sederhana Bab 1

Prankk ... Prankk ... Prankk ...!

Suara-suara itu lagi yang memenuhi rumah megah yang kini terasa hambar tanpa adanya cinta lagi dari dua jiwa manusia yang dulunya saling mengingat janji suci hingga terciptalah malaikat mungil yang begitu jelita. Dua puluh tahun mereka bersama dan entah antah berantah setan mana yang menyelinap masuk ke rumah itu hingga kini yang tersisa hanya luka di jiwa maupun raga. Malaikat jelita yang terlahir dari cinta yang kini dikhinati luka itu adalah dia, Cinta Agniya Rinjani.

Agni, begitu orang-orang memanggilnya. Namanya indah, seindah paras ayu di wajahnya yang bersinar. Orang tuanya memberinya nama Cinta, berdoa kelak anaknya akan hidup dengan penuh cinta. Agniya, nama yang cantik berdoa agar anaknya kelak secantik Venus, dewi kecantikan. Rinjani, orang tuanya juga berdoa agar anaknya kelak bisa menjadi wanita yang tegar, setegar gunung Rinjani.

Semuanya sia-sia, panjatan doa yang mengalun dari delapan belas tahun lalu ketika malaikat mungil itu terlahir telah hancur. Orang tuanya sendirilah yang menghancurkan harap atas doa dalam sebaris nama, Cinta Agniya Rinjani. Sudah dari lima tahun yang lalu dunia seperti jungkir balik. Cinta berganti dusta. Bahagia pun berganti luka.

Hampir setiap malam suara perabotan pecah meneggema di rumah itu. Esok pagi tak jarang ditemui ibu dengan luka-luka di tubuhnya. Ibu pun pada akhirnya melampiaskan luka yang mendera dada dan juga raganya kepada Agni, anak satu-satunya. Siksa adalah hal yang biasa bagi Agni. Bukan hanya ibu, terkadang ayah tak luput juga memukuli dirinya. Hidup penuh kekerasan bahkan tak memiliki pilihan lagi untuk meneruskan hidup atau memilih kematian.

Agni yang ada hari ini adalah Agni yang berbeda dengan Agni lima tahun lalu. Lima tahun lalu Agni akan segera turun dari kamar dan merengek meminta sang ayah berhenti memukuli ibunya. Agni lima tahun lalu adalah Agni yang masih ceria dengan wajah berbinar. Agni lima tahun lalu adalah gadis manja yang punya banyak teman. Tapi sekarang, Agni lima tahun lalu itu sudah mati hatinya.

Saat mendengar suara teriakan-teriakan ibu dan ayahnya bertengkar, Agni lebih memilih keluar dengan motor ninjanya dan bergabung ke klub-kkub malam. Merokok dan minum-minuman keras sudah menjadi kebiasaannya. Tapi ia tetap bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita. Pertama kali Agni bersentuhan dengan rokok dan minuman keras adalah empat tahun lalu saat ia sudah tak punya pilihan hidup atau mati.

Ia benci ayahnya yang dulu hampir membuatnya mati, karena dicambuk. Ia benci ibunya yang pernah membuat kakinya patah gara-gara jatuh dari lantai dua. Dan ia benci pada dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa dan lebih memilih lari dari kenyataan dengan mabuk dan merokok yang membuatnya berhalusinasi. Dan Agni yang sekarang adalah dia yang terlihat kuat, tapi nyatanya serapuh abu. Dia yang tegar, tapi lupa bagaimana caranya tersenyum dan bahagia. Dia hanya hidup mewakili sebaris nama, Cinta Agniya Rinjani.

Kring ... Kring ... Kring ...!

"Ah apaan sih ganggu orang tidur aja," gerutu Agni saat mendengar suara nyaring dari atas nakasnya. Diraihnya sesuatu yang terus berbunyi itu dan ia lempar sekuat mungkin hingga benda itu membentur tembok sementara ia kembali menarik selimut menutupi tubuhnya yang terbalut kaos dan celana pendek.

Brakk!

Suara benda yang terjatuh di kamar Agni mengundang rasa penasaran ibunya. Dengan tergesa wanita penuh lebam di pipi dan juga sayatan di lengan kanannya itu naik ke lantai dua untuk menanyakan apa yang terjadi di dalam kamar anak semata wayangnya.

Tok ... Tok ... Tok ...!

"Agni kamu ngapain sih berisik banget!"

"Apa sih, Ma!"

"Ayo bangun ini udah siang nanti telat."

"Ah ngantuk, Ma."

"Hari ini penyambutan mahasiswa baru kan di kampus."

"Ah iya, iya Ma!" teriak Agni dari dalam kamar.

Ia segera duduk dan mengucek mata berusaha mengumpulkan nyawanya. Dirabanya ponsel yang semalam ia letakan di atas nakas, tapi tidak ada dan Agni baru saja menyadari benda yang tadi ia lempar dengan keras. Matanya tertuju pada satu titik, benda persegi panjang yang kini tak berbentuk lagi di lantai. Agni melompat dari ranjangnya dan duduk di lantai sembari meraih kepingan ponsel yang berserak.

"Hape gue!" pekiknya yang secara tak sengaja melihat jam dinding. "Anjir udah jam 8 acaranya kan jam setengah sembilan, mampus gue." Agni bergegas menuju kamar mandi sekedar cuci muka dan gosok gigi.

Secepat mungkin ia memakai bajunya asal. Ia berlari tanpa menutup pintu kamarnya, karena ia benar-benar terburu-buru.

"Ma berangkat!" teriak Agni tanpa mempedulikan suara ibunya yang menyuruhnya sarapan.

Dipakainya sepatu yang ia ambil dari rak dan segera saja Agni melompat ke atas motor dan melajukannya secepat kilat. Agni menambah kecepatan motornya menyalip bus dan truk-truk besar tanpa mempedulikan klakson yang berbunyi keras atau umpatan dari pengendara lain. Dan sebelum sampai kampus motornya tiba-tiba berhenti, mesin mati. Dengan kesal Agni melepas helmnya dan mengecek mesin motor.

"Sialan harus ke bengkel lagi, hape gue juga ancur, mampus," gumamnya yang dengan sangat terpaksa mendorong motor besar itu menuju bengkel.

Bengkel itu letaknya lumayan dekat dengan kampus, tinggal menyebrang dan lima ratus meter dari sana adalah kampusnya. Agni menoleh pada montir yang tengah menangani motornya, boleh jadi ini akan lama. Agni kemudian melongok jam yang ada bengkel itu, sudah jam sembilan. Kepalang tanggung kalau ia ke kampus pasti disemprot para senior yang sok itu, kemarin waktu ospek saja dia sudah kena banyak semprot.

"Bang nitip ya, gue jalan dulu," ucap Agni pada montir yang tengah menangani motornya.

"Siap, Neng."

Rasanya hari ini Agni sangat penat. Semalaman suara piring terbang mengusik telinganya bahkan sampai sekarang masih berdengung memenuhi otaknya. Agni pun berniat melepas penat dan setidaknya berjalan-jalan menikmati suasana kota tanpa harus merasa pegal menancap gas motornya.

Di tempat penyebrangan jalan itu tanpa sengaja pandangan Agni tertuju pada seorang cowok yang menarik perhatiannya. Ia berdiri mengamati kendaraan seolah ingin menyebrang. Celana hitam berbahan kain dengan kemeja putih yang tertutup jaket merah berlengan putih. Tak lupa kacamata besar bertengger di hidung mancungnya. Kamera menggantung di lehernya serta tas ransel bergambar Spongebob membuat Agni tergelitik ingin tertawa. Penampilan unik dan nyeleseh, tapi mengundang rasa penasarannya. Agni pun akhirnya berjalan mendekat ke arah lelaki itu.

"Mau nyebrang?" tanya Agni sembari menepuk pundak cowok itu membuatnya terkaget dan mundur selangkah darinya.

Agni menaikkan sebelah alisnya bingung. Ia menatap cowok itu yang menatapnya dengan penuh selidik. Agni kemudian menengok ke kanan dan kiri, apa mungkin ini karena dandanannya? Tapi mana mungkin, menurutnya ia biasa saja berdandan. Yah, mungkin dandanan Agni biasa saja untuknya, tapi untuk cowok di depannya?

Cewek dengan rambut acak-acakan seperti tidak pernah menyisir, mata hazel yang menatap penuh tanya dengan sepatu hitam berjenis boots, celana robek-robek dan jaket hitam press body. Siapa yang tidak akan curiga dengan cewek seperti itu.

"Lo mau nyebrang?" tanya Agni lagi dan cowok itu menggeleng samar membuat Agni mengerutkan kening.

"Duluan aja," ucapnya dengan suara lembut yang terasa manis menggelitik melewati gendang telinga Agni yang pada akhirnya bersarang di otaknya.

Agni menyebrang jalan pada akhirnya dengan dengungan suara lembut cowok itu menggantikan suara gelas dan piring yang pecah. Agni mengangkat sebelah tangannya kemudian memegang bibir tipisnya dan ia mengerutkan keningnya bingung.

"Kenapa gue senyum?" tanyanya pada diri sendiri yang lantas berjalan mengitari tempat-tempat sekitar kampus.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Potret Sederhana

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED