Sampul Novel PlayGirl Kelas Teri

PlayGirl Kelas Teri

8.2 / 10.0
Suci Nabila, seorang siswi SMP, sangat suka mempermainkan hati para lelaki. Bersama sahabat karibnya, Regina, mereka menggunakan kecantikan wajah untuk menjerat para pria demi meraih keuntungan sendiri. Walau gemar menggoda, keduanya memegang prinsip kuat untuk menolak sentuhan fisik dengan siapa pun. Mereka menganggap kaum adam hanya mainan yang mudah disetir. Namun, apakah mereka sanggup terus lolos dari balasan karma atas semua perbuatan buruk tersebut?
Ringkasan PlayGirl Kelas Teri
Suci Nabila, seorang siswi SMP, sangat suka mempermainkan hati para lelaki. Bersama sahabat karibnya, Regina, mereka menggunakan kecantikan wajah untuk menjerat para pria demi meraih keuntungan sendiri. Walau gemar menggoda, keduanya memegang prinsip kuat untuk menolak sentuhan fisik dengan siapa pun. Mereka menganggap kaum adam hanya mainan yang mudah disetir. Namun, apakah mereka sanggup terus lolos dari balasan karma atas semua perbuatan buruk tersebut?
Baca Selengkapnya

PlayGirl Kelas Teri Bab 1

"kau minggu depan jadi ikut persami di Swimbath,Ci?" tanya Rere teman satu ekstrakurikuler ku di sekolah tapi beda kelas.

"Kayaknya sih jadi Re, udah dapat izin juga kok dari si emak!" jawabku sambil meminum teh gelas kemasan seribu.

"Alhamdulillah, jadi ada kawan deh!"

"Lagi pula rugi tau gak ikut, persami kali ini kan gabung dengan kecamatan sebelah. Pasti ada cogan nya. Haha!" aku tertawa seraya memukul pundak Rere.

Terlihat Rere sedikit meringis, padahal tak terlalu kuat aku memukulnya. Dasar, Rerenya saja yang lebay!

"Sakit tau,Ci. Bisa gak sih kalau ketawa gak mukul mukul orang" Rere memanyunkan bibirnya.

"Hehe maaf maaf,bawakan dari bayi,Re!" jawabku seraya mengelus pundak Rere yang ku pukul tadi.

"Dasar!. Eh btw, kau kok tau nanti bakalan banyak cogan nya?" tanya Rere dengan senyum lebarnya.

"Nebak aja sih!"

"Yaelah. Kalau iya cogan, kalau colek (cowok jelek) gimana?"

"Embat aja yang penting di traktirin. Haha!"

"Kenyang di perut sakit di mata dong,Haha!"

"Iya juga, ya!"

Kami memang nakal kalau soal cogan, tapi kami tetap tau ada batas yang tidak bisa kami lewati.

Kenakalan kami tentang cowok hanya sekedar kesenangan biasa saja. Kami sama sekali tidak pernah di sentuh dengan cowok manapun.

"Uci?" panggil seseorang dari belakangku. Aku dan Rere menoleh ke arah suara.

"Di cariin dari tadi rupanya nongkrong di kantin!"sambungnya lagi.

"Emang ada apa,prim?" tanyaku pada Prima. Biasanya sih, kalau dicariin sama Prima pasti ada surat yang ingin dikasihnya, secara Prima terkenal sebagai tukang pos di sekolah.

Banyak anak anak yang menyuruhnya mengirim surat ke anak yang lain.

Biasanya lebih keseringan surat cinta. Tetapi tentunya tidak geratis.

Prima meminta bayaran seribu untuk satu surat. Dia akan menggratiskan satu surat jika kita telah menyuruhnya sampai tiga kali.

Banyak juga yang tidak membayarnya dengan alasan "bayarnya nanti sekalian".

Larangan keras membawa hp ke sekolah membuat kami sering bertukar surat.

"Nih ada surat dari Bobi!" jawab Prima memberiku kertas yang sudah terlipat lipat.

Bobi adalah teman satu angkatan tapi beda kelas. Saat ini aku duduk di kelas 3SMP.

Kalau dari surat yang selalu Bobi kirim, sepertinya ia menyukaiku.

Bobi sering mengtraktirku dan Rere saat jam istirahat.

Mana yang bisa di manfaatkan itu yang kami dekatkan.

"Oke makasih!" ucapku.

"Ongkosnya mana?"

"Loh kok minta sama aku? Yang ngirim suratkan Bobi?"

"Oh iya lupa" jawabnya santai dan berlalu pergi. Tapi baru beberapa kali melangkah, prima berhenti dan menoleh ke arahku.

"Gak mau di balas?" tanya Prima.

"Oh iya, tunggu sebentar. Dibaca dulu" jawabku. Aku langsung membacanya.

Di surat itu Bobi mengajakku untuk ketemuan di belakang perpustakaan.

Karena hanya sebuah ajakan aku tak membalasnya.

Tapi sebelum aku menemui Bobi, sepertinya mengerjai si Prima seru juga.

"Prim, tunggu disini ya, aku sama Rere ambil kertas dulu" ucapku berbohong.

"Gak payah,Ci. Aku udah siapkan kertas sama pulpen nih" jawab Prima sambil menunjukan buku dan pulpen. Niat bener emang si Prima jadi tukang posnya.

"Kertas kamu jelek, gak ada lope lopenya. Aku kan mau membalas surat dari Bobi dengan romantis!"

"Oh yaudh kalau gitu, aku ikut kalian aja ke kelas."

"Eh jangan, nanti teman sekelas pada tau dong aku kirim surat"

"Emang kenapa kalau yang lain tau?" Prima bertanya dengan wajah yang bingung.

"Banyak tanya ih. Tunggu sini aja bentar,Oke. Nanti di bayar 2 kali lipat deh!" sahut Rere.

"Oke" jawab Prima dengan mengancungkan jempolnya.

Aku dan Rere langsung berlalu dari hadapan Prima.

Kami langsung menemui Bobi dan tidak berniat membalasnya.

Paling juga karatan Prima menunggu kami yang tak kunjung kembali.

"Kamu tunggu di mana,Re?" tanyaku pada Rere.

Di surat tadi tertulis Bobi meminta ku untuk datang sendiri, karena ada hal penting yang ingin di beritahu,katanya.

"Disitu aja,deh!" jawab Rere menunjuk bangku di sebelah perpus.

"Oke, sebentar ya."

Aku pun langsung menuju kebelakang perpus, dan sudah ada Bobi yang menunggu di sana. Saat melihat ku Bobi langsung mengembangkan senyumnya.

"Ada apa,Bob?" langsung.

"Makasih ya,Re,udah mau menjumpai ku disini,"

"Iya sama sama. Emang ada apa?"

"Kamu sendiri kan?"

"Iya, Rere nunggu di ujung sana tuh!" jawabku dengan asal menunjuk.

"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Bobi berucap dengan sedikit gugup.

Kegelisahan nya terpancar dari caranya memainkan jari.

"Ngomong apa?"

"Kami mau gak jadi pacarku?" ucap Bobi mengutarakan perasaannya. Ungkapan cinta nya sama sekali tak membuat hati bergetar.

"Ni untuk kamu," sambungnya lagi. Bobi memberiku setangkai bunga mawar kristal dan sebuah kotak cincin berwarna merah.

Aku ingin tertawa melihat bunganya, aku yakin pasti ini bunga yang ada di ruang tamu rumahnya.

Tapi aku tergiur dengan kotak cincinnya, benarkah Bobi memberikan ku sebuah cincin mas? Dari mana anak SMP bisa membeli emas?

Bobi memang dari kalangan anak yang berada, tapi walaupun begitu aku masih sedikit ragu dia memberikan ku emas.

Di balik rasa ragu ku, Aku juga sangat terharu melihat pemberiannya yang sangat luar biasa ini. Aku langsung menganggukkan kepala tanda menyetujui menjadi pacarnya.

"Makasih ya,Ci. Maaf hanya bisa memberi mu hadiah yang sederhana ini!" ucap Bobi tulus.

"Iya sama sama. Tapi jangan sampai ada yang tau ya kalau kita jadian!"

Aku tak ingin anak anak lain tau kalau aku pacaran, kalau mereka tau tak ada lagi nanti yang ingin mentraktir aku dan Rere.

"Kenapa? Kamu malu ya?" tanyanya dengan lesu. Wajahnya yang tadi ceria seketika berubah.

"Enggak kok. Aku cuma takut kalau sampai ketahuan guru BP kalau kita bilang ke anak anak yang lain!" jawabku memberi alasan yang bukan sebenarnya.

"Oh iya juga,ya. Yasudah deh kalau gitu." ucap Bobi sambil ingin memegang tangan ku, langsung cepat ku tepis.

"Aku balik ke kelas dulu ya,Bob. Kayaknya bentar lagi jam istirahat habis. Btw makasih ya hadiahnya."

"Iya ayang Uci" jawab Bobi membuat aku terkejut dan geli mendengarnya.

Aku langsung menghilang dari pandangan Bobi.

Bunga mawar tadi aku masukan ke kantong rok ku, walaupum hanya masuk setengah tapi jadilah untuk menyamarkan nya.

Aku berlari ke arah tempat Rere tadi menunggu, dengan wajah yang sangat bahagia. Tapi bukan karena jadi pacarnya Bobi, melainkan karena kotak cincin tadi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PlayGirl Kelas Teri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.0
Demi melindungi ayahnya, sang protagonis rela disiksa penculik hingga tewas. Tragisnya, sang ayah justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya dan mengabaikan telepon terakhir korban dengan sumpah serapah. Jasadnya kemudian ditemukan di dalam pot bunga depan kantor polisi. Sang ayah yang bertugas melakukan otopsi menyadari kekejaman luar biasa sang pelaku, tanpa pernah menyadari bahwa korban di hadapannya adalah anak kandung yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED