Bab 1

"Non... Bangun, Sudah jam 7 nanti Non kesiangan." ucap bi Titi

"Bentar lagi Bi... Ria masih ngantuk." Riana menutupi wajahnya dengan selimut

"Tapi den Adrian sudah mau berangkat ntar Non ketinggalan." ucap bi Tini

"Duuuuuhhhhh... Ribet banget sih, Ria bisa pergi sendiri." ucapan Riana terdengar oleh sang kakak yang lewat depan pintu kamarnya

"Bi, Adrian pergi dulu. Soalnya ada rapat." ucap Adrian

Bi Tini langsung keluar dari kamar Riana

"Ia Den, Hati-hati di jalan ya Den, Non Ria masih tidur Den." jawab bi Tini

"Biarin aja, Adrian pergi dulu ya Bi." Adrian langsung pergi

Bi Tini kembali masuk ke kamar Riana untuk membangunkan gadis cantik itu

"Ya ampun non, Kapan mau berangkat sekolah nya, Ini udah jam tujuh lewat." ucap Bi Tini yang membuka selimut yang menutupi wajah gadis itu

"What's...? Udah jam 7 lewat, Gawat bi Ria ada tugas PR yang belum di kerjain." Riana langsung bangun dari tempat tidurnya

"Astaga, Si non bikin bibi kaget saja, sana non mandi dulu bibi udah siapin sarapan di bawah." ucap Bi Tini

Riana langsung masuk ke kamar mandi dan cepat-cepat keluar dengan rambut yang masih basah kuyup

"Bi.. Ria pergi dulu ya." teriak Riana yang sedang merapikan tasnya

"Sarapan dulu Non." jawab Bi Tini

"Gak usah bi, Gak sempet ini juga PR Ria belum kelar semuanya, Ria pergi dulu ya bi takut ketinggalan bus." Riana terburu-buru pergi

Di dalam bus sekolah

"Hey Ri. Loe berantakan banget, Rambut kaya abis kecebur got gini." ucap Siska sahabat Riana

"Eh kamu Sis, Aku kesiangan lagi, jadinya aku gak sempat keringkan rambut." jawab Riana

"Terus loe ngapain bikin PR di bus?" tanya Siska

"Kamu kan tau aku tiap malam sibuk dan baru bisa kerjain tugas di pagi hari, BTW kamu udah kerjain PR belum, Kalau udah nyontek ya.." ucap Riana

"Ikh, Ogah ya, Loe kerjain sendiri aje!" jawab Siska

"Ia deh ia, Anak kepala sekolah mah emang udah pinter dari dulu, Makannya pelit kasih jawaban ke aku!" sindir Riana

"Ya elah, Belaga bawa-bawa nyokap gue ya loe." jawab Siska

"Kamu kan enak, Kalau gak tau jawaban tinggal tanya sama mamah kamu. Lah aku, aku nanya ke siapa coba, Dinding kamar aku aja cuek." ucap Riana dengan serius sambil menatap buku yang sedang dia kerjakan

"Loe udah 2 Minggu ini kaga mampir ke rumah, kemana aja loe?" tanya Siska

"Aku lagi sibuk di rumah." jawab Riana

"Sibuk apa sih?" tanya Siska

"Ada deh... Ntar juga tahu." jawab Riana dengan senyum

****

Tiba-tiba mobil bus sekolah yang mereka tumpangi berhenti mendadak

"Aduh.!! Pala gue, hey Pak kenapa berhenti mendadak sih?" tanya Siska yang kesakitan

"Makannya, kamu kalau naik bus itu duduk yang bener, Biar kalau si Bapak berhenti ngedadak kamu gak ke jedot!" sindir Riana

"Maaf neng, di depan kayaknya ada kecelakaan!" jawab pak sopir yang menoleh kebelakang

"Hah, Yang bener pak?" kata Siska sambil meliha dari dalam mobil

"Coba kita lihat?" ajak Riana yang beranjak keluar dari bus

"Hey Ri, Loe mau ngapain?" tanya Siska

"Ya lihat lah, supaya kita bisa tolong, dasar kamu itu." jawab Riana

Riana keluar dari bus dan melihat ke tempat kejadian

"Maaf semuanya apa sudah ada yang menelpon ambulance?" tanya Riana

"Ti-tidak tahu?" jawab seorang warga

"Hah, Masa gada yang telpon ambulance, Kasihan ini si bapaknya." ucap Riana yang sedang sibuk mencari ponsel nya

"Ini kan tabrak lari, Nanti siapa yang mau tanggung jawab?" ucap salah satu warga lain

"Ya ampun pak, Kalau semua orang mikirnya kaya gitu gimana nasib korban, Kalian itu orang celaka malah di jadikan tontonan, bukannya di tolong!" ucap Riana yang sibuk menelepon ambulance

"Hallo selamat pagi ada yang bisa kami bantu?" seorang laki-laki menjawab panggilan Riana

"Hallo. Selamat pagi pak maaf saya butuh ambulance di jalan xxx karena di sini terjadi kecelakaan." jawab Riana

"Baik kami akan segera menuju ke sana, Bisa anda jelaskan bagaimana kondisi korban?" tanya petugas itu

"Korban masih sadarkan diri, Tapi sepertinya lukanya parah dan beliau tidak berbicara sepatah katapun!" jawab Riana yang melihat ke arah korban

"Baik saya mengerti." ucap petugas itu

***

Tak lama sebuah mobil ambulance datang ke lokasi dan langsung menangani korban

"Maaf tadi ada seorang wanita yang mehubungi kami, Bisa kami bicara dengan wanita itu?" tanya seorang petugas

"Saya pak." jawab Riana

"Kamu?" ucap petugas itu yang melihat Riana yang memakai seragam sekolah

"Ia maaf pak, karena tidak ada yang menghubungi rumah sakit jadi saya yang menghubungi." ucap Riana

"Dari banyaknya orang yang melihat hanya ada seorang anak sekolah yang menghubungi kami, Baik lah nona terimakasih biar korban kami yang urus, dan tolong kami butuh beberapa saksi, di sini ada yang mengenal korban?" tanya petugas itu

"Ini tabrak lari pak, Korban sedang berhenti di trotoar jalan dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang menabraknya." jawab seorang di antara mereka

"Hey Ri, Ini udah siang, Kita udah terlambat ayo naik bus Jalanan udah gak macet lagi." ucap Siska yang datang menghampiri

"Maaf pak, Saya harus berangkat ke Sekolah, boleh saya pergi pak?" tanya Riana

"Boleh nona, Terimakasih atas bantuannya." jawab petugas itu

Riana kembali naik ke bus

"Wihhhh.. Loe keren banget Ri." ucap Siska yang merangkul pundak Riana

"Keren apanya, Ada orang kecelakaan dan mereka hanya menonton, itu keterlaluan banget emangnya itu film apa " jawab Riana dengan ketus

"Lah, kok loe ngambek sih?" Siska menggoda Riana

"Ya, bukan gitu Sis... Kamu lihat kan banyak banget orang yang berkumpul nyampe macet gini, Dan gada seorang pun yang peduli." kata Riana yang kembali duduk di bangku bus sekolahnya

"Pak, kita udah telat 1 jam ini... Gimana kita bisa masuk?" tanya Siska pada sopir bus

"Ya, gimana lagi neng, Kan neng berdua yang telat juga, Anak-anak yang lain udah pada nyampe sekolah dari jam 7 pagi,Neng Siska juga tahu kan kalau bus bapak ini nyampenya jam 6 pagi di rumah neng... Karena perintah ibu neng bapak balik lagi buat jemput neng Siska sama neng Ria." sindir sopir bus itu pada Siska yang sering terlambat

"Ikh... Ngomong nya jangan terlalu jujur donx pak, Saya kan jadi malu." ucap Siska

"Haaahaaahaaa... Kamu emangnya punya malu sis?" sindir Riana yang tertawa terbahak-bahak

"Loe juga sama kan kaya gue, Loe suka telat dan masuk sekolah pas bel bunyi." ucap Siska

"Ya engga lah, Kan aku kerja semalaman buat bikin novel sedangkan kamu semalaman main game!" jawab Riana

"Usttt... Loe jangan berisik masalah itu." ucap siska

"Ya lagian kamu bawa-bawa aku." ucap Riana

"Ia deh sorry." ucap Siska

"Neng kita sudah sampai." kata pak sopir bus

Riana dan Siska turun dari bus..

Tapi gerbang sekolah sudah tertutup

"Kalian terlambat lagi ya?" teriak seorang guru yang menghampiri mereka

"Ia Bu... Maaf Bu tadi ada sedikit kendala di jalan." jawab Siska

"Alahhhh... Alasan saja, Saya sudah tau kalau kalian berdua ini sering datang pas bel berbunyi dan sekarang kalian datang terlambat sekali. Ini sudah mau jam 9 dan pelajaran pertama sudah mau selesai." ucap Bu Sekar

"Beneran Bu kita gak sengaja tadi ada kecelakaan dan si Ria ikut bantu korban." ucap Siska

"Sudah, sudah jangan banyak alasan, Sekarang juga ibu hukum kalian berdua, Cepat berdiri di lapangan hormat menghadap bendera." ucap Bu Sekar yang marah

"Tapi Bu?" bantah Siska

"Gak ada tapi tapian, Cepat lakukan yang ibu perintahkan atau kalian mau ibu tambah hukumannya?" teriak Bu Sekar

"Enggak Bu enggak, kita kesana kok Bu... Yuk Ri." Siska langsung kabur menarik Riana ke lapangan

Siska dan Riana berdiri di lapangan

"Hormat!!!" teriak Bu Sekar

Mereka berdua langsung hormat

"Saya hukum kalian sampai selesai pelajaran ke dua. Kalau ada yang kabur saya akan skorsing selama 1 Minggu dan saya akan menghubungi wali kalian. Apa kalian mengerti?" tanya Bu Sekar

"Mengerti Bu..." jawab Riana dan Siska

"Baiklah, Saya akan memperhatikan kalian dari dalam kelas." Bu Sekar pergi meninggalkan mereka berdua

****

Siska dan Riana  yang berdiri di lapangan

"Ri.. Loe kenapa, Kok muka loe pucat banget?" tanya Siska

"Gak papa, aku cuman pusing doanx kok." jawab Riana

"Beneran, Loe gak papa?" Siska mulai khawatir melihat wajah Riana yang pucat

"Beneran, aku gak papa kok." jawab Riana

"Yuk kita ke kantin aja buat istirahat." ajak Siska

"Gak usah Sis bentar lagi bel dan aku gak mau nambah lagi hukumannya." kata Riana

"Ya udah deh, gue ngikut aja." ucap Siska

Mereka berdiri di lapangan dengan terik matahari

Riana tiba-tiba terjatuh pingsan

"Ria!! Loe kenapa?" tanya Siska

Bu Sekar yang melihat langsung menghampiri mereka bersama guru lain

"Ya ampun Ri, Bangun Ri, Jangan bikin gue takut!" ucap Siska yang khawatir pada sahabatnya

"Siska Kenapa Riana?" tanya Bu Sekar

"Gak tau Bu, Dari tadi mukannya pucat banget, Siska aja ke kantin tapi dianya gak mau!" jawab Siska

"Ya sudah, pak Haris bantu bawa Riana ke UKS!" ucap Bu Sekar yang khawatir

Di ruangan UKS

"Bu Mila... bagai mana keadaan Riana Bu?" tanya Bu Sekar yang khawatir melihat muridnya

"Sepertinya dia demam Bu, Tapi saya sudah memberinya obat penurun demam."Jawab Bu Karmila guru kesehatan

"Syukur lah kalau begitu." ucap Bu Sekar

"Apa wali murid sudah di hubungi Bu?" tanya Bu Karmila

"Sudah." jawab Bu Sekar

Tak lama Adrian datang

"Selamat siang." ucap Adrian yang baru masuk

"Selamat siang pak Adrian." jawab Bu Sekar dan Bu Karmila

"Maaf pak bisa bapak ikut ke ruang guru sebentar saya ingin bicara." ucap Bu Sekar

"Mari." kata adrian.

Bab 2

**** Di ruangan guru ****

"Begini pak Adrian..!! Sebenarnya, adik bapak sering datang pas bel berbunyi. Hari ini dia datang terlambat bersama Siska temannya, dan saya menghukum mereka di lapangan. Saya mohon maaf atas kejadian ini, tapi boleh saya tau pak apa alasan Riana selalu datang terlambat? Mungkin pak Adrian tahu??? " tanya Bu Sekar

"Maaf Bu, saya kurang tahu. Tapi nanti akan saya urus anak itu!!" jawab Adrian

"Baik pak, mohon kerjasama nya. Karena sekarang Riana sedang kurang sehat, bapak bisa membawanya pulang!" ucap Bu Sekar

"Baiklah, kalau begitu saya permisi!" Adrian pergi menemui Riana

**** Riana yang baru saja tersadar dia terkejut melihat sang kakak duduk di kursi di sampingnya ****

"Kak, kenapa Kakak ada di sini??" tanya Riana yang kaget melihat Adrian

"Cepat bangun dan pulang ke rumah!!" ucap Adrian dengan wajah marah

"Baik kak...!" Riana sama sekali tidak membantah sepatah kata pun dan langsung mengikuti sang kakak

**** Di rumah ****

Sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipi manis Riana sehingga Riana terjatuh ke tempat tidurnya.

"Dengarkan kakak baik-baik!!" ucap Adrian yang menjambak rambut Riana yang terjatuh

"Kamu tau...!! Kakak membatalkan semua pekerjaan kakak hari ini..!! Semua itu karena kamu!!!" Adrian semakin keras menjambak rambut sang adik

"Ampun kak, sakit kak...!" ucap Riana yang memohon ampun pada kakaknya

"Tidak ada ampun untuk seorang pembunuh sepertimu, kamu tau..! Semua gara-gara kamu, aku kehilangan kedua orang tuaku, dan juga mimpiku..! Kamu itu benar-benar pembawa sial!!" ucap Adrian yang mendorong kan tubuh Riana ke kasur

"Ampun kak...! Ria mohon maafkan Ria kak...!" Riana terus memohon ampun pada kakaknya

Akan tetapi Adrian sudah gelap mata... Dia membuka sabuk yang dia pakai dan mencambuk adiknya tanpa ampun

Riana menjerit kesakitan tetapi Adrian semakin memukulinya

"Diam...!!!" teriak Adrian yang begitu kejam pada adiknya

Riana terdiam membisu hanya air mata yang menetes di pipinya... Dia bahkan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun...!

"Dengarkan kakak baik-baik..!! Sekali lagi kamu membuat kesalahan..!! kakak tidak akan segan-segan mengirim kamu ke asrama!!" ancaman Adrian membuat Riana takut

"Kak, Ria minta maaf. Ria janji gak akan mengulanginya lagi, maafin Ria kak" ucap Riana yang terbaring tak berdaya atas siksaan kakak kandungnya sendiri

Adrian sama sekali tidak menjawab... Dia pergi keluar dari kamar Riana meninggalkan sang adik yang kesakitan

"Bi.. Bibi di mana??? " panggil Adrian pada bi Tini

"Bibi di belakan den. Aden kapan pulang?" tanya Bi Tini

"Saya mau kembali ke kantor Bi. Tolong lihat Riana di kamarnya, sebentar lagi saya akan telpon dokter Ayu untuk mengobati nya!!" ucap Adrian

"Non Ria kenapa den???" tanya bi Tini yang tak tahu apa-apa

"Adrian habis pukuli dia!" jawab Adrian

"Ya ampun den...! Kasihan non Ria!!" ucapa bi Tini yang langsung naik ke kamar atas untuk melihat Riana

Bi Tini tahu Adrian sering memukuli Riana... Tapi bi Tini tidak bisa membela

"Non...!!" ucap bi Tini yang menghampiri Riana yang terbaring

"Bi... Sakit bi...!" ucap Riana dengan suara yang begitu lemah

Bi Tini melihat sekujur tubuh Riana penuh dengan cambukan... Bahkan seragam putih abu yang di pakai Riana penuh dengan darah

"Tahan ya non, sebentar lagi dokter Ayu datang!!" kata Bu Tini yang memeluk Riana yang berusaha bangun

Dokter ayu tiba dan menghampiri Riana

"Kali ini apa lagi yang kamu lakukan ?? Sampai sampai kakak mu gelap mata lagi??" tanya dokter Ayu (dokter Ayu adalah sepupu Adrian dan Riana)

"Gak papa kok kak, Ria yang salah!" jawab Riana yang Manahan sakit ketika dokter Ayu membuka pakaian nya

"Kakakmu itu benar-benar keterlaluan...! Tidak bisa bicara baik-baik malah main tangan saja yang dia bisa, dan kamu juga...!! Kamu sudah tahu kalau kakakmu seperti itu masih saja suka mencari masalah!!" dokter Ayu terus mengomeli Riana

"Hari ini Ria telat masuk sekolah... Di jalan tadi pagi ada macet karena ada kecelakaan... Pas Ria nyampe sekolah Ria di hukum sama guru, tapi Ria gak kuat terus jatuh. Pulang pulang di pukuli kakak, tau gini Ria bolos aja ya!" ucap Riana

"Hus...!! Main bolos aja, mau jadi apa kamu di masa depan. Kalau gitu sih namannya udah jatuh ke timpa tangga terus pas bangun kepentok lagi... Haahahaaahaaa...!" ucap dokter Ayu sambil mentertawakan Riana

Riana tersenyum... Ya begitulah Ayu berusaha menghibur sepupunya... Karena dia tahu bahwa Riana tidak pernah mendapatkan perlakuan baik setelah kedua orangtuanya meninggal

"Sudah... Ini kak Ayu kasih obat penahan nyeri ya, juga udah Kak Ayu oleskan obat ke luka kamu biar gak memar. Kamu istirahat saja!" ucap Ayu yang menggantikan baju yang Riana pakai

"Makasih kak Ayu!" Riana tersenyum

"Enak aja, cuman makasih? Bayaran kakakmu ini sangat mahal loh...!" ucap dokter Ayu

"Ia Ria tau kok..!" jawab Riana dengan senyum

"Ya sudah kamu baringan lagi... Kakak ke bawah dulu, mau lihat bi Tini masak apa...? Kamu belum makan ya?" tanya Ayu

"Kok kak Ayu tau sih kalau Ria belum makan?" sindir Riana

"Hello... Kamu meremehkan dokter cantik ini ya...???" ucap Ayu dengan sombongnya

"Kirain dokter modal tampang doang... Haaahaaahaaa!" sindir Riana

"Dasar kamu ya..!!" dokter Ayu menggelitik pinggang Riana

"Aww... sakit kak!!" Riana kesakitan

"Duh...!! Sorry, sorry. Kak Ayu lupa, abisnya kamu godain Kak Ayu Mulu sih. Ya sudah kak Ayu pergi bantu bi Tini siapin makan dulu ya!" ucap Ayu yang kembali berdiri dan berjalan keluar dari kamar Riana

Dokter Ayu pergi ke dapur menghampiri Bi Tini yang sedang mempersiapkan makan siang untuk Riana dan dokter Ayu

"Bi... Saya makan di atas aja sama Riana!" ucap dokter Ayu

"Baik neng.... Kalau begitu bibi antarkan ke atas ya!" jawab bi Tini

"Ia Bi, eh ia Adrian kemana?" tanya dokter Ayu

"Den Adrian tadi pamit mau kembali lagi ke kantor neng!" jawab bi Tini

"Owh...! Kirain ada di kamarnya!" ucap dokter Ayu

"Katanya sih ada rapat tadi pagi... dan bibi juga tidak tahu kalau den Adrian pulang bawa non Ria..!" jawab Bi Tini

"Jadi bibi gak lihat pas Riana di pukuli ya.!?" tanya dokter Ayu

"Engga neng!" jawab bi Tini

"Sampai kapan tuh anak tega nyakitin adiknya sendiri!? Saya heran deh sama tuh anak yang satu itu..!!" ucap dokter Ayu

"Sebenarnya bibi juga kasihan sama non Ria... Tapi bibi gak bisa berbuat apa-apa neng!" ucap bi Tini dengan wajah sedih

"Ia bi, saya tahu...!! Setidaknya bibi masih bisa merawat Riana. Saya yang saudaranya saja jarang bisa mengunjunginya karena begitu sibuk, bibi tolong jaga Adrian dan Riana dengan baik ya bi!" ucap dokter Ayu yang menepuk bahu Bu Tini

"Ia neng..! Andai saja Bu Dewi dan pak Barmono masih ada. Mungkin mereka sangat bahagia melihat non Riana yang begitu cantik dan baik hati!" ucap bi Tini

"Ia bi...! Semoga almarhum dan almarhumah di terima di sisi Tuhan..!" ucapa dokter Ayu

"Aamiin neng, oh ia ini masakannya semua udah Mateng neng. Mari saya bawakan ke atas!" ucap bi Tini

"Ayo Bi biar saya batu!" ucap dokter Ayu

Makan siang penuh canda dengan dokter Ayu yang cantik seolah rasa sakit yang di dapat Riana karena pukulan dan cambukan sang kakak tak terasa

tapi sayang semua itu harus berakhir karena dokter Ayu harus kembali ke rumah sakit

"Ahhhhh... Masakan bi Tini memang paling enak, rasanya abis makan mau langsung tidur cantik!" ucap dokter Ayu

"Haha...! Emang masakan si bibi paling enak...!" ucap Riana

"Ah neng Ayu sama non Ria bisa aja bibi jadi malu!!" ucap bi Tini yang sedang membersihkan meja makan di atas

"Idih...! Si bibi malu..!! Kelihatan banget muka nya merah tuh.!!" sindir dokter Ayu

"Masa sih neng..!?" tanya bi Tini

"Ia bi, lihat gih di cermin." Jawab dokter Ayu

Bi Tini pergi melihat wajahnya di cermin

"Enggak kok non, muka bibi gak kenapa-kenapa.!?" ucap bi Tini

"Hahaha...! Si bibi mau aja di kerjain sama kak Ayu!!" tawa riang Riana membuat dokter Ayu tersenyum

"Andai tiap hari kamu bisa ketawa seperti ini...! Rasanya pasti bahagia. Dari kedua orang tua kamu meninggal sampai sekarang sangat sulit melihat kamu tertawa riang seperti ini!" dalam hati dokter Ayu

"Eh ia, ini sudah sore. Saya harus kembali ke rumah sakit, bi Tini tolong temenin Riana ya!!" ucap dokter Ayu

"Loh...!! Kok udah mau pergi...!?" ucap Riana dengan kecewa

"Ria, maaf sayang ada banyak kerjaan di rumah sakit...! Kakak Ayu kan seorang dokter!" ucap dokter Ayu

"Ia gak papa kok,Ria mau istirahat aja!" ucap Riana yang pergi meninggalkan meja makan dengan kecewa

"Bi, jaga Riana ya. Kalau ada sesuatu hubungi saya saja!" ucap dokter Ayu

"Ia neng siap!" ucap Bi Tini

"Kalau begitu saya pamit ya Bi!" ucap dokter Ayu

"Ia neng hati-hati di jalan!" ucap Bi Tini

Bab 3

Dokter Ayu kembali ke rumah sakit dan Riana kembali ke kamarnya.

"Mah... Pah... Ria kangen sama kalian..!!" ucap Riana yang sedang duduk di tepi jendela kamarnya dengan memeluk photo kedua orangtuanya...

Air mata mengalir di pipi manis gadis remaja itu karena tidak kuat menahan rasa rindu pada kedua orang tuanya.

"Mah... Pah... Andai dulu Ria gak manja..! Mungkin mama dan papa masih ada di sini. Maafin Ria ya mah, pah..!! Kalian tahu Ria kesepian gak ada seorangpun yang mau nemenin Ria..!! Kakak sibuk banget, Tante Diana dan Omah juga jarang berkunjung ke rumah..!!"

ucap Riana yang terus menangis

Bi Tini mengetuk pintu...

"Non boleh bibi masuk?" tanya Bi Tini

"Boleh bi, masuk aja.!!" jawab Riana

Bi Tini masuk dan melihat Riana sedang menangis

"Non kenapa nangis?" tanya bi Tini yang menghampiri Riana

"Ria kangen sama mama papa bi...!!" Riana memeluk bi Tini

"Sabar ya non, non jangan sedih. Kan ada bibi di sini yang menemani non Ria.." Bi Tini memeluk erat tubuh Riana

"Sakit bi...!" ucap Riana

"Coba bibi lihat non..!!" Bi Tini membuka pakaian Riana dan melihat luka cambukan dari Adrian

"Bibi olesi salep ya, tadi dokter Ayu bilang harus di olesi salep biar engga sakit dan pegal..!" ucap bi Tini yang melihat Riana dengan wajah sedih

"Ia bi...!!" ucap Riana

"Sini non baringan di tempat tidur..!" ajak bi Tini

Riana membaringkan tubuhnya dan Bi Tini mengobatinya

******************************************

Di rumah Siska sahabat Riana

"Mah...!! Siska mau bicara...!!" ucap siska yang menghampiri mamahnya yang sedang duduk memeriksa hasil belajar siswa pada hari ini

"Mau bicara apa sis..!?" tanya Bu Riska mamahnya Siska

"Mah, menurut Siska Bu Sekar keterlaluan. Bu Sekar gak dengerin penjelasan Siska dan Ria, kasihan si Ria sampai pingsan gara-gara hukuman Bu Sekar..!!" ucap Siska pada mamahnya

"Kalian hari ini terlambat hampir satu jam pelajaran...!! kalian kemana saja??" tanya Bu Riska

"Kita udah berangkat sesuai jadwal kita mah...!!" ucap Siska

"Terus kenapa nyampe nya jam 9 Siska...!!?" tanya Bu Riska

"Tadi pagi tuh ada kecelakaan terus jalanan macet..!! terus parahnya lagi..!! malah jadi tontonan warga, gak ada satu orangpun yang membantu bahkan gak ada seorangpun yang menghubungi rumah sakit..!! Untung si Ria punya inisiatif sendiri, dia langsung telpon ambulance dan macet pun mulai teratasi. Gitu mamah...!! Itu penjelasan yang belum sempat Siska sampaikan, tapi Bu Sekar seenaknya hukum kita...!! Siska gak terima mama harus hukum Bu Sekar...!!" ucap manja Siska pada mamanya

"Sayang, walaupun mama ini kepala sekolah. Kan itu terjadi antar guru dan murid masa mama ikut campur sih..!!" ucap Bu Riska

"Ikh, mama gak peka..!!" Siska cemberut

"Ia...!! Nanti mama bicarakan dengan Bu Sekar..!!" rayu Bu Riska yang memeluk erat putrinya

"Beneran ya mah...!?" ucap Siska yang gembira

"Ia, beneran. Sudah kamu belajar gih, jangan ganggu mamah. Mama lagi sibuk..!!" ucap Bu Riska

******************************************

Hari telah berganti hari... Riana masih belum bisa berangkat sekolah karena sekujur tubuh Riana masih penuh luka cambukan kakaknya.. Dia hanya mengirimkan pesan bahwa dia tidak akan masuk sekolah hari ini..

"Anak-anak apa Riana tidak masuk lagi hari ini!?" tanya Bu Sekar wali kelasnya

"Riana masih sakit Bu, tadi pagi kakaknya sudah menghubungi kepala sekolah.!!" jawab Siska

"Oh ia, ya sudah baiklah, mari kita mulai pelajarannya..!!" ucap Bu Sekar

Tok-tok... Bunyi seseorang mengetuk pintu...

"Permisi Bu Sekar, Ibu di panggil Bu Riska ke ruangan kepala sekolah..!" ucap pak Haris keamanan sekolah

"Baik pak, anak-anak ibu tinggal dulu tolong kalian hafalkan halaman 34-40 ya setelah ibu kembali kita lanjutkan dengan pertanyaan kuis..!!" ucap Bu Sekar yang pergi ke luar

"Yah......!!!" semua murid mengeluh

Bu Riska berbicara mengenai kejadian kemarin-kemarin yang terjadi pada Riana dan Siska di perjalanan ke sekolah

Sepertinya Bu Sekar merasa bersalah

"Baik Bu...!! Saya mengerti, mohon maaf saya bersalah karena main hukum anak-anak tanpa mendengarkan penjelasan mereka. Sepertinya saya harus menemui Riana untuk minta maaf secara langsung..!!" ucap Bu Sekar

"Semua keputusan di tangan ibu...! Saya hanya memberikan pendapat..!!" ucap Bu Riska

"Baik Bu, kalau begitu saya permisi. Terimakasih sudah menjelaskan semuanya pada saya, setelah jam pulang sekolah saya akan langsung ke rumah Riana..!!" ucap Bu Sekar

"Baik Bu, silahkan..!!" ucap Bu Riska

******************************************

Kunjungan Bu Sekar ke rumah Riana

"Permisi...!! Selamat sore pak...!!" ucap Bu Sekar memanggil satpam rumah yang berdiri di dalam ruangannya

"Selamat sore Bu, kalau boleh tahu Ibu ada keperluan apa dan mau bertemu dengan siapa???" tanya pak Mamat satpam rumah Riana

"Apakah benar ini rumahnya Riana???" tanya Bu Sekar

"Ia Bu benar...!! Kalau boleh tau si Ibu ini siapa ya???" tanya pak Mamat

"Saya wali kelas nya Riana, saya datang kesini untuk mengunjungi Riana yang sedang sakit. Apa boleh saya masuk???" tanya Bu Sekar

"Boleh Bu...! Tapi saya lapor dulu ke den Adrian ya Bu. Takut non Ria di marahi.!!" ucap pak Mamat

"Ia pak silahkan..!" ucap Bu Sekar

Pak Mamat menelpon Adrian

"Hallo den...!" ucap pak Mamat

"Ada apa pak Mamat?" tanya Adrian

"Ini den, ada wali kelasnya non Ria. Katanya mau menjenguk non Ria, apa boleh saya persilahkan untuk masuk den???" tanya pak Mamat

"Ia gak papa, suruh masuk aja...!" jawab Adrian

"Baik den, bapak tutup ya den...!" ucap pak Mamat

Pak Mamat menutup telponnya

"Bu, silahkan masuk...!" pak Mamat memanggil Bu Sekar yang berdiri di luar

Di dalam rumah Riana

***

Bu Sekar mengetuk pintu dan Bi Tini membukakan pintu untuknya

"Permisi, selamat sore...!" ucap Bu Sekar

"Selamat sore Bu, maaf mau bertemu dengan siapa??" tanya Bi tini

"Saya mau bertemu dengan Riana, apa Riana nya ada?" jawab Bu Sekar

"Oh...! Ia Bu ada, mari Bu masuk!" ajak bi Tini

"Terimakasih!" ucap Bu Sekar yang mengikuti bi Tini

"silahkan duduk Bu, saya panggil dulu non Ria nya..!" kata Bi Tini yang mempersilakan Bu Sekar masuk ke ruang tamu

"Ia bi!" ucap Bu Sekar

Bi Tini pergi ke atas untuk memanggil Riana.Tak lama Riana turun,dengan memakai sweater untuk menutupi lukanya.

"Selamat sore Bu...!" sapa Riana pada gurunya, dan tak lupa ia memberikan salam

"Selamat sore Riana, bagai mana keadaan kamu??" tanya Bu Sekar

"Alhamdulillah udah baikan Bu..!!" jawab Riana

"Syukurlah kalau begitu, ibu merasa bersalah atas kejadian kemarin. Ibu kesini datang untuk meminta maaf sama kamu Riana..!!" ucap Bu Sekar

"Bukan salah ibu kok, kemarin-kemarin saya kesiangan karena ada sedikit kendala di jalan...!" ucap Riana dengan senyum pada sangguru

"Ia, seharusnya ibu dengarkan dulu penjelasan kalian..!!" raut wajah Bu Sekar begitu menyesal

"Gak papa kok Bu, kan kita berdua sering telat. Hehe, maafin ya Bu..!"Riana tersenyum pada gurunya

"Tetap saja, kamu sampai pingsan kemarin. Itu yang membuat ibu jadi merasa bersalah...!!" Bu Sekar mantap dengan serius ke arah Riana

"Kemarin saya belum sarapan Bu, jadinya pingsan deh. Hehe, maaf ya udah bikin ibu kaget..!" Riana dengan senyum menjawab setiap ucapan sang guru

"Ngomong-ngomong apakah orang tua kamu belum pulang kerja..!? Rasanya rumah kamu sepi banget?? Dan mana kakak kamu yang kemarin datang jemput kamu???" tanya Bu Sekar

"Emmm.... Mama dan Papa sudah lama meninggal sekitar kurang lebih 12 tahun yang lalu. Saya di sini tinggal berdua sama kakak..!!" jawab Riana dengan raut wajah sedih

"Eh, maaf ibu gak tau kalau orang tua kamu sudah meninggal..!!" ucap Bu Sekar yang khawatir melihat muridnya yang sedih

(Bu Sekar tidak tahu kisah Riana karena dia adalah guru pindahan dari kota lain dan baru satu tahun mengajar di sekolah itu)

"Enggak papa kok Bu, Ibu kan gak tahu..!" jawab Riana

"Lalu mana kakakmu?? Ibu ingin bicara dengannya!?" tanya Bu Sekar

"Kalau kakak, jam segini belum pulang. Biasanya kakak pulangnya malem Bu...!" jawab Riana

"Terus kamu di rumah sama siapa??" tanya Bu Sekar yang melihat ke sekeliling rumah

"Sendiri, tapi ada Bi Tini. Jadi saya gak takut, udah biasa kok Bu..!" jawab Riana

"Di rumah sebesar ini, dia hanya tinggal dengan kakaknya. Tanpa ada orang tua..! Pantas saja dia selalu terlambat sekolah!!" ucap Bu Sekar dalam hati

Sepi, sunyi. Suasana rumah yang di tempati Riana.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED