Sampul Novel Pesona Presdir Posesif

Pesona Presdir Posesif

8.3 / 10.0
Dikhianati sang kekasih yang menikahi sahabatnya sendiri membuat Adira hancur. Dalam keputusasaan, ia melewati satu malam bersama Kian, pria misterius yang disangka gigolo. Betapa terkejutnya Adira saat tahu bahwa Kian adalah miliarder berkuasa sekaligus orang tua dari mahasiswanya. Kian pun menjebak Adira dalam sandiwara rumit yang tak bisa dihindari. Terperangkap kebohongan, mampukah Adira menepis pesona posesif sang presdir?

Pesona Presdir Posesif Bab 1

Adira menatap cermin di kamar hotel yang gelap. Hujan deras yang jatuh di luar hanya menambah kesedihan yang menggerogoti hatinya. Setiap tetes air yang membentur jendela seperti mengingatkannya pada kenangan yang pahit, kenangan tentang bagaimana pria yang ia cintai bertahun-tahun, Rio, kini memilih untuk menikahi sahabatnya, Nadya. Sakitnya seperti ditusuk berkali-kali. Dunia yang dulu dia kenal, dunia yang penuh dengan harapan dan impian, kini hancur berkeping-keping.

"Kenapa aku bodoh sekali?" Adira berbisik pada dirinya sendiri, suara itu terdengar serak, hampir tenggelam oleh gemuruh hujan yang beradu dengan langit. "Kenapa aku tidak bisa lebih kuat? Kenapa aku harus menunggu sampai semuanya hancur?"

Dia melangkah mundur, berusaha menghindari bayangannya di cermin. Wajah yang masih terlihat cantik, namun penuh dengan keremangan kesedihan. Mata yang biasanya bercahaya kini tampak kosong, suram, dan jauh dari kilau yang dulu pernah ada. Pikirannya melayang kembali pada hari itu-hari ketika Rio melamarkan Nadya di depan matanya, di tempat yang dulu mereka sering kunjungi bersama, di restoran favorit mereka. Semua yang pernah dia impikan, semuanya patah dalam sekejap.

Perasaan terkhianati itu membakar dalam dirinya, membuatnya merasa kecil dan tak berharga. Bahkan cinta yang ia berikan selama bertahun-tahun tak cukup untuk mempertahankan pria itu di sisinya. Mengapa dia begitu mudah berpaling? Mengapa Nadya, sahabat yang selama ini dia percayai, bisa begitu tega?

Tangannya gemetar saat ia meraih gelas di meja sampingnya, memandang isinya yang berwarna kemerahan. Anggur. Minuman yang biasa ia nikmati bersama Rio dalam suasana santai. Tapi malam ini, tidak ada kebersamaan, hanya kesendirian yang menyesakkan. Dia merasa lelah-lelah dengan dirinya sendiri, lelah dengan perasaan yang terus-menerus membebaninya.

"Jika aku tidak bisa mendapatkan cinta itu, mungkin aku bisa melupakan semua ini, kan?" pikirnya, mencoba mencari cara untuk mengusir kesedihan yang menyesakkan.

Tanpa berpikir panjang, Adira mengenakan mantel dan keluar dari kamar hotel. Teriakan hujan yang semakin keras hanya menambah rasa kacau dalam dirinya. Dia butuh pelarian, sesaat saja, agar bisa melupakan rasa sakit ini. Agar bisa berhenti merasa begitu rapuh.

Di bar yang gelap itu, Adira duduk di sebuah meja di sudut ruangan. Ia memesan segelas anggur lagi, berharap cairan itu mampu mengalirkan kesedihannya pergi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak gelas yang kosong, semakin dalam rasa hampa itu merayapi jiwanya. Hatinya yang terluka seolah membutuhkan pelarian lebih jauh lagi-sesuatu yang lebih besar, lebih gelap, dan lebih liar.

Tidak ada yang mengganggu kesendiriannya sampai pria itu datang.

Kian. Namanya terdengar di telinganya seperti bisikan dari dunia yang tidak dikenalnya. Pria itu masuk dengan langkah pasti, penuh karisma, dan aura yang begitu kuat. Tidak seperti kebanyakan pria yang ada di bar itu, dia bukan hanya sekadar tampan-dia seperti sebuah kekuatan yang menahan segala perhatian. Wajahnya yang tajam, rambut hitam berkilau, serta tubuh tegap yang tampak sempurna dalam balutan jas gelap, membuatnya seolah keluar dari dunia yang berbeda.

Kian mendekat, matanya yang tajam tidak melepaskan pandangan dari Adira yang duduk sendiri, tenggelam dalam pikirannya. Tanpa berbicara, dia menarik kursi dan duduk di hadapan Adira. Ada kekuatan dalam dirinya yang begitu sulit untuk diabaikan, seperti sebuah magnet yang menariknya ke dalam dunia yang asing dan berbahaya.

"Apakah kamu sedang merayakan kesedihanmu atau sedang mencoba untuk melarikan diri?" suaranya dalam dan tenang, namun ada sedikit tantangan yang mengalir di sana.

Adira, yang sedang kebingungan dengan keberadaan pria ini, hanya bisa terdiam. "Aku tidak ingin berbicara," jawabnya pelan, berusaha untuk menjaga jarak, meskipun hatinya berdebar lebih cepat karena kehadiran pria ini.

Namun, Kian hanya tersenyum tipis, senyum yang mengisyaratkan bahwa dia tahu lebih banyak dari yang Adira perkirakan. "Kamu datang ke sini untuk melupakan sesuatu, bukan?" tanyanya, suaranya serak dengan penuh rasa ingin tahu.

Adira menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan. "Aku... aku baru saja kehilangan seseorang yang sangat penting bagiku," katanya, meskipun rasanya sulit untuk mengucapkannya. "Dan sekarang, aku merasa hancur."

Kian menatapnya dalam-dalam, seolah menilai setiap kata yang keluar dari bibir Adira. Tanpa memperdulikan suasana hati Adira, ia justru lebih dekat lagi, suaranya semakin rendah dan memikat. "Jika kamu benar-benar ingin melupakan, maka izinkan aku membantumu," katanya.

Adira, yang hampir tidak bisa berpikir jernih karena campuran antara anggur dan rasa perih di hati, hanya bisa terdiam. Hatinya bergejolak. Apa yang sedang dia lakukan? Ini bukan dirinya. Ini bukan Adira yang selama ini dia kenal.

Namun, tatapan Kian begitu tajam dan menguasai. Seperti ada kekuatan di dalamnya yang mampu memengaruhi setiap langkah yang dia ambil. Dalam beberapa detik, semua rasionalitas itu lenyap, tergantikan oleh kebutuhan untuk melepaskan dirinya dari rasa sakit yang semakin mendalam.

Dia mengangguk pelan, seolah sudah tidak punya pilihan lain.

"Baiklah," jawabnya, suara itu hampir tenggelam dalam kebingungannya. "Aku... aku ingin melupakan semuanya."

Kian tersenyum, dan senyum itu-senyum yang penuh dengan kekuatan dan keinginan-membuat Adira merasakan perasaan yang aneh, sekaligus menakutkan. Senyum itu seperti peringatan, tapi juga janji akan sesuatu yang lebih besar.

Malam itu, Adira menyerahkan dirinya pada dunia yang begitu jauh dari yang ia kenal-dunia yang dipenuhi dengan pesona, godaan, dan janji yang tidak pernah dia duga akan datang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pesona Presdir Posesif

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED