Bab 2

Bertemu lagi bersama gadis pujaan nya,

Saking terpesona kecantikan yang dimiliki Aisyah sampai sampai dia menabrak pohon besar, "Aduh."erangnya sambil mengelus ngelus kening nya yang terbentur ke pohon.

Aisyah tidak terlalu memperhatikan Hasan, dia

berjalan terus tanpa henti dan tidak memperdulikan sekitar.

Hasan terus berjalan sambil berkata pada gadis yang dikejar olehnya " Aisyah....Aisyah.......Tunggu ! "Panggil nya pada Aisyah sambil berjalan mengikuti Aisyah.

Aisyah pun yang khusu berjalan dan tidak mengetahui ada yang mengikuti sejak tadi, mendengar samar samar ada yang memanggilnya dirinya," Kok, dia tahu namaku."monolog dalam hatinya saat menoleh kebelakang.

Aisyah pun menatap pria yang berjalan mendekatinya, "kamu kenal sama saya, memangnya kita pernah bertemu sebelumnya."cerosos Aisyah.

Hasan pun menatap Aisyah dengan dalam yang sedang berbicara padanya, "aku memang pernah bertemu dengan mu, sungguh saat aku berpapasan bertemu dengan mu. Dan sampai sekarang aku selalu terbayang wajah cantik mu, sungguh kau ini wanita tercantik yang pernah aku temui dan satu satu nya yang menggetarkan hati."Jawab Hasan dengan mu. Dan sampai sekarang aku selalu terbayang wajah cantik mu, sungguh kau ini wanita tercantik yang pernah aku temui dan satu satu nya yang menggetarkan hati."Jawab Hasan dengan tatapan yang dalam terlihat begitu jelas dia menyukai Aisyah.

"Anda terlalu memuji ku, saya biasa saja kok,malah banyak wanita yang lebih cantik daripada saya."Katanya dengan nada yang dingin.

"Tahukah kamu, saking aku sangat mengagumi kecantikan mu itu.

Aku langsung memotret wajahmu dan setelah itu aku menunjukkan ke ibu ku. Dan menanyakan dimana rumahmu, dan saat mengetahui nya aku langsung ke rumah mu."Kata Hasan terus berbicara walaupun respon yang diberi kan Aisyah dingin.

"Ternyata dia yang yang kemarin ke rumah ku, dan namanya adalah Hasan."Monolog dalam hatinya saat mendengar pembicaraan Hasan pada nya.

"Aku banyak urusan, aku harus segera pergi."Ucap Aisyah dengan tidak menatap wajah Hasan lalu dia berjalan dan kemudian ada angkot.

Lalu Aisyah pun menghentikan Angkot itu, lalu naik ke mobil angkot tersebut. Saat menaiki angkot Aisyah memandangi wajah Hasan tapi ketika Hasan menatap ke arahnya. Aisyah seolah tidak menatap Hasan.

Itulah pertemuan singkat antara Aisyah dan Hasan. Hasan walaupun Aisyah itu tipe cewe yang susah didekati olehnya tapi semakin membuat dirinya ingin memiliki Aisyah.

"Aku pastikan Kau akan menjadi milik ku Aisyah."Kata Hasan sambil tersenyum kecil.

***

Aisyah ketempat yang dia tuju, Ternyata Aisyah mau ke rumah saraswati yang merupakan sahabatnya.

"Ting..tong."Itulah suara bel nya.

"Aisyah."Ucap Saras ketika membuka pintu rumah nya.

"Gimana, kalau kita ngobrol nya diluar aja."Tawar Saras pada Aisyah.

"Boleh juga."Kata Aisyah dengan tersenyum pada Saras.

"Oh iya kamu mau ngambil jurusan apa Sar ?"Tanya Aisyah pada saras sahabat nya.

"Aku ngambil jurusan ke dokteran aja."Jawab nya penuh keyakinan lalu tersenyum pada Aisyah.

Tak lama kemudian, datanglah Hasan dengan menaiki motor ninja , dia pun melewati rumah saras terlebih dahulu sebelum ke tempat tujuannya yaitu sahabatnya Galang.

Tapi setelah melihat ada pujaan hati nya, dia malah menghentikan motor nya dan menghampiri Aisyah dan Saraswati.

"Assalamualaikum Ukhti."Salamnya kepada 2 gadis yang tadinya sedang asyik mengobrol.

Karena mereka asyik mengobrol, mereka tidak memperhatikan Hasan yang baru saja lewat naik motor.

Kalau tidak melihat Aisyah Hasan tidak akan berhenti begitu saja didepan rumah Saraswati wanita yang tidak dia kenali.

Aisyah pun dan juga Saras menoleh ke arah Hasan yang sedang tebar pesona pada Aisyah.

"Hasan."Ucap Saras matanya melihat takjub saking terpesona dengan ke gantengan yang dipancarkan oleh pria dihadapan nya.

"Iya, kau mengenali ku ? " Hasan malah bertanya saat dia tahu salah satu gadis dihadapan nya mengenali dirinya.

"Ya tahu lah orang saya followers instagram nya kamu , saya sering stalking kamu."Ucap Saras dengan percaya diri.

"Sumpah, saat lihat Aslinya bikin jantung berdetak kencang.Lo itu ganteng banget bak dewa yunani."Kata saras lagi pada Hasan.

Disaat saras memuji Hasan, Hasan hanya tersenyum pada Saras setelah itu dia melirik ke Aisyah.

"Dan aku ini adalah Saraswati, kamu bisa panggil aku Saras.Kamu kesini mau ke siapa ? " tanya Saras pada Hasan lalu dia penasaran saat Hasan datang ke tempat dia.

"Saya awalnya mau ke Galang, tapi gak jadi aku ingin ngobrol bareng gadis yang berkerudung putih."Kata Hasan sambil mengedipkan mata saat Aisyah menatap dirinya.

Lalu Aisyah tertunduk, sedangkan Saras hanya diam saat dia tahu Idola nya di Instagram menyukai sahabat nya.

"Yaudah, gabung ajah San."Kata Saras so akrab banget, dia orangnya suka kaya gitu.

Dengan senang hati, Hasan pun langsung duduk disamping Aisyah.

Aisyah langsung seperti kaku dan panas dingin gitu saat berada disamping Hasan.

"Saras, aku lupa aku harus beli obat Ayah ku.

Aku pulang dulu yah."Ucapnya sambil berdiri lalu berjalan.

"Eh, tunggu aku dong. Aku anterin kamu pulang yah."Tawar Hasan pada Aisyah.

"Aku mau sendiri saja."Jawab Aisyah tanpa menoleh.

Ketika mau mengejar Aisyah, Saras menahan Hasan dengan memegang lengan nya," biarkan saja dia sendiri, jika kamu pengen ditemenin.Aku siap kok."Ucap Saras pada Hasan.

"Makasih, tapi aku masih banyak urusan."Jawabnya dan melepaskan tangan Saras dan berjalan menuju motor nya lalu menaiki motor nya.

Aisyah pun masih berjalan, dan Hasan menyusul nya.

Setelah bertemu dengan Aisyah lagi,Dia menawarkan dirinya untuk mengantar Aisyah pulang.

"Tidak, makasih."Jawab nya singkat.

"Sudahlah ikut saja aku, di jam sore gini mana ada angkutan umum dan ojek pun gak ada. .Lebih baik kamu sama aku aja, gratis gak usah bayar."Kata Hasan tetap ingin mengantar pulang, walaupun sudah ditolak.

"Aku mau mesan taxxy online."Kata Aisyah sambil mau mengambil handphone nya tapi ketika dia mau memesan taxxy online baterai nya habis.

"Yaudah, kalau kamu gak mau aku anterin pulang gak papa kok."Jawab Hasan menahan rasa kekecewaan yang mendalam.

Saat Hasan mau melajukan motor nya," aku mau dianterin pulang sama kamu."ujar Aisyah dengan nada datar.

Lalu Hasan yang tadinya cemberut langsung tersenyum,

dia pun menoleh ke Aisyah dengan tersenyum lebar.

"Ayuk."Ajak nya pada Aisyah dengan penuh semangat.

Sedangkan Aisyah terpaksa pulang bareng Hasan, Muka nya Aisyah sangat terlihat gak senang ketika dibonceng oleh Hasan.

Sedangkan Hasan sedang gembira karena akhirnya bisa membonceng orang yang dia sukai. Setelah melihat Aisyah dikaca Spion dimotor nya, Terlihat gadis ini mukanya terlihat cemberut.

"Gadis ini gak mau pulang bareng gue, sabar san nanti kalau dia udah cinta pasti akan nempel terus."Monolog dalam hatinya Hasan.

"Syah, kamu udah punya pacar atau belum sih ? " tanya Hasan memulai obrolan diantara mereka,supaya tidak saling diam.

"Belum."Jawab Aisyah singkat dan dingin.

"Sama dong, aku juga belum punya pacar."Kata Hasan dengan ramah.

Aisyah tidak memberi jawaban apapun. Dia cuma memalingkan muka nya dan melihat pemandangan dijalan.

"Syah, .kamu ada deket sama cowok gak sih? "Tanya nya pada Aisyah ,walaupun jawaban nya dingin dan cuek padanya tetap dia ingin mengajak Aisyah ngobrol.

"Enggak."Jawaban Aisyah selalu singkat.

"Masa sih, enggak."Ucap Hasan dan ingin memastikan ucapan Aisyah itu benar atau tidak , karena dia tidak terlalu percaya bahwa Aisyah tidak dekat sama cowok manapun.

"Syah, mau gak kita itu temenan mulai dari sekarang. Soalnya aku tuh pengen aja gitu dekat sama kamu."Ucap Hasan pada Aisyah walaupun dari tadi tak ada jawaban dari Aisyah.

"Itu sih jika kamu tidak keberatan,kalau gak mau aku gak bakalan maksa."Ucap Hasan pada Aisyah lagi meskipun tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Aisyah.

"Syah....Aisyah..Aisyah.."panggil Hasan pada Aisyah sampai 3 kali.

"Boleh boleh aja kita berteman."Itu lah jawaban dari Aisyah setelah Hasan memanggil namanya.

"Makasih yah udah mau temenan sama aku."kata Hasan dengan muka berseri seri, karena ada kesempatan untuk bisa ngedeketin dia. Bisa aja Aisyah lama lama bisa cinta karena pertemanan yang akan mereka jalin ini.

"Syah, nanti malem kita bisa pergi enggak yah ? "Tanya nya pada Aisyah.

"Kamu ada acara enggak ?"Tanya Pada Aisyah dengan nada serius dan berharap jika mereka bisa jalan jalan.

"Ada acara. Gak bisa jalan sama kamu."jawab Aisyah dengan dingin pada Hasan.

"Oh, gak papa syah. Lain kali aja jika kamu ada waktu," ujar Hasan.

Sampai lah dirumah Aisyah, dan Aisyah pun turun dari motor besar nya Hasan. Hasan ini memakai motor ninja warna hijau, Hasan pun melihat Aisyah dari belakang yang sedang berjalan kearah pintu rumah nya.

"Gue pamit pulang syah."kata Hasan yang ramah tapi didalam hatinya nyesek karena dari tadi dicuekkin dan dijutekkin terus sama Aisyah.

Aisyah pun mau memegang gagang pintu, lalu menoleh ke belakang dan melihat Hasan yang mau melajukan motor ninja," makasih sudah nganterin aku pulang Hasan."kata Aisyah pada Hasan dengan suara tidak terlalu keras.

Hasan yang membelakangi Aisyah, yang tadinya memasang wajah cemberut akhirnya tersenyum. Tanpa menoleh ke arah Aisyah, Hasan pun tetap melajukan motor nya.

**********

Aisyah pun ke kamar nya, lalu dia langsung mandi. Setelah mandi seperti biasa dia memakai pakaian nya. Dia memakai hijab seperti biasa.

"Aisyah."Panggil Firman ketika baru pulang jualan.

"Iya, ayah." sahut Aisyah pada ayah nya dengan terburu buru menghampiri sang ayah.

"Ibu mu kemana ? " tanya Firman menanyakan istrinya pada anak semata wayangnya.

"Aku baru pulang maen ayah, Aku tidak tahu ibu kemana waktu aku ke kamar nya dia tidak ada dikamar."Jawaban Aisyah pada Firman.

"Oh iya sayang, ayah mau ngasih kamu uang.

Simpan yah uang nya, Kamu kan pengen kuliah."kata Firman pada anak nya memberi uang recehan yang sangat banyak sekitar 20 juta an.

"Ayah mengumpulkan uang untuk kamu kuliah, Ayah pengen kamu jadi sarjana."Kata Firman pada Anaknya.

"Makasih ayah."ucap Aisyah sambil menerima uang yang diberikan ayahnya kepadanya, uang itu pun sedang ia genggam.

"Aisyah mau simpan ini yah, makasih ayah sudah mau ngedukung Aisyah untuk kuliah , dan nabung buat biaya kuliah Aisyah."Ucap Aisyah dengan terharu dan matanya berlinang air mata.

Aisyah pun segera masuk ke kamarnya, dan Nina pun tak lama datang kerumah nya.

"Ayah udah pulang ?"Tanya Nina pada suaminya.

"Sudah bu."Jawab Firman dengan bersemangat.

Firman pun menyodorkan uang pada istrinya.

"Kok dikit kali uang nya, mana cukup segini. Ayah ini kalau belum dapet uang banyak, jangan pulang dulu."kata itu lah yang terucap saat Nina menerima uang dari suaminya.

"Maaf yah bu, ayah bisa ngasih segini dulu.

Sudah keliling kemana mana, cuma laku segini. Bersyukur saja bu, masih bisa belanja buat masak untuk makan malam dan besok."Kata firman lalu pergi ke kamar mandi.

"Aisyah jangan sampai kamu menikah dengan suami yang berpenghasilan sedikit kaya gini, gak bisa memenuhi segala keinginan Istri."monolog dalam hatinya yang tidak ingin nasib anaknya mendapatkan suami yang miskin.

Setelah selesai mandi, Firman langsung diam di belakang rumah nya tersedia tempat duduk untuk dia beristirahat saat dia sudah pulang kerja.

"Selama bertahun tahun lamanya, aku menabung untuk mendapatkan uang sebesar itu. Agar anak ku bisa mewujudkan impian nya untuk bisa kuliah. Dan akhirnya aku pun bisa mengumpulkan uang sebesar itu walaupun dengan waktu yang sangat lama."Monolog dalam hati firman sambil memandangi sekitar.

Sedangkan Aisyah sendiri, ada yang mengirim kan pesan Whatsapp padanya, nomor tidak dikenal.

Dan setelah di lihat lihat siapa pemilik nomor whatsapp itu adalah Hasan Pratama.

"Lelaki itu punya nomor Whatsapp ku."monolog dalam hati Aisyah dengan terheran heran.

Bab 3

Siang ini Pria yang sedang memakai Jaket jeans berwarna biru terang. Dengan penataan rambut yang rapih dan terlihat sekali pria itu gagah sekali.

Layaknya Arjuna, badan nya ideal dan macho, tubuh nya kekar dan berotot , Tingginya 170.Wajah nya tampan, dan tidak membosankan jika memandang nya terus menerus, bibir nya tipis dan sexxy menambah ketampanan nya.

Pria itu tersenyum manis pada wanita paruh baya yang selalu berdandan cantik dan sangat sosialita sekali. Pakaian nya brandet semua dan mahal mahal, dan dia sedang menghampiri putra nya yang terlihat tampan sekali.

"Gantengnya anak mamah ini."puji Sofi sambil mengelus pipi anak lalu mencubit gemas pada hidung putranya.

"Hehe, aku kan wajah jiplak kan wajah papah. Papah nya ganteng pasti turun ke anak nya,"jawabnya sambil tersenyum kecil.

"Kamu mau kemana,

rapih bener."tanya Sofi dengan menggoda anaknya sambil senyum senyum.

"Mau ke rumah Aisyah mah,

mau ngajak dia makan di cafe."Jawab Hasan dengan wajah datar lalu dia melengos pergi.

"Ya, hati hati ya sayang."Ucapnya ketika anak nya pergi.

**

"Tok..Tok..Tok.."itu lah bunyi dari ketukan pintu yang dilakukan oleh tangan Hasan Pratama.

"Assalamualaikum."Ucapnya sopan pada pemilik rumah yang belum juga keluar membuka pintu tersebut.

"Waalaikumsalam."jawab seseorang yang membukakan pintu.

"Kamu lagi."kata Aisyah sesudah membuka pintu dan melihat Hasan yang tersenyum manis yang mencoba menarik perhatian sang gadis yang dia sukai.

"Hai Syah. Kita ke cafe yuk."ajak Hasan so akrab banget, padahal selama ini dijutekin doang.

"Aku sibuk."ucap Aisyah sambil mau masuk kedalam dan mau menutup pintunya lagi.

"Eh, jangan masuk dulu."kata Hasan sambil menahan pintu dan membuka lebar pintu itu yang akan ditutup oleh Aisyah.

"Kamu kan kemarin udah setuju, kalau kita tuh berteman kan.

Jadi apa salahnya jika aku ngajak ngopi di caffe," ujar Hasan

"Apa gak suka kopi yah ? "tanya Hasan pada Aisyah sambil natap Aisyah dengan sorot mata lembut dan sabar banget ngehadapin sikap jutek nya Aisyah.

"Aku kemarin gak bilang kan, kita harus ngopi bareng sekarang. Dan aku juga gak pernah bilang harus mau diajak jalan sama kamu. Dan aku mohon jangan ganggu aku terus dong, aku gak suka kamu deketin terus. Aku risih tau ."ucap Aisyah dengan agak nada jutek gitu ke Hasan dan Ini kata kata pertama kali nya yang sangat banyak yang dilontarkan.

"Kalau berteman ya harus sering ngabisin waktu bareng. Itu baru temenan, sering bersama dan sering bercanda tawa."ucap Hasan pada Aisyah tidak terima dengan yang dibicarakan oleh Aisyah padanya tapi dengan nada lembut gak ngegas.

"Tapi ketika temannya lagi sibuk, dan gak mau diganggu. Harusnya teman itu mengerti, bukannya memaksa untuk penuhi keinginan nya dengan mengajak ku ke cafe," ujar Aisyah dengan sinis.

" Ngopi, di rumah juga bisa."ucap Aisyah dengan matanya yang mulai tidak terkontrol yang mulai melirik sinis.

"Yaudah, kita ngopi dirumah.

Kamu buat kopi yah."kata Hasan sambil menerobos masuk.

"Kau ini menyebalkan sekali, lebih baik kamu pergi aja."ucap Aisyah dengan nada pelan karena agak takut Hasan, karena berduaan dirumah gak ada siapa siapa selain mereka berdua.

"Gak mau Aisyah," tolak Hasan.

" Itu foto waktu kamu kecil yah?" tanya Hasan.

"Ini imut banget, gemes banget."kata Hasan saat melihat foto masa kecil Aisyah yang dipajang dan mau megang figura itu, ia akan mengambil nya untuk melihat lebih jelas foto nya.

"Simpan dan jangan sentuh."titah Aisyah seakan agak membentak Hasan.

Tak memberi jawaban, hanya menuruti perintah yang diberikan Aisyah untuk tidak menyentuh figura foto itu.

"kamu ini tidak sopan sekali, udah maen masuk saja. Lalu megang barang punya orang."omel Aisyah pada Hasan yang sedang menatap kearahnya

"Keinginan ku sangat sederhana, aku cuma mau ngopi bareng kamu Syah. Itu aja sih maunya."kata Hasan menjelaskan apa adanya pada Aisyah yang terlihat kesal.

"Tapi gak usah maksa juga kali."kata Aisyah dengan tatapan tidak bersahabat.

"Yaudah kalau kamu gak mau minum kopi bareng sama aku disini maupun di cafe. Aku gak akan maksa lagi, Syah maaf yah aku ganggu kamu terus."kata Hasan dengan raut wajah penuh kekecewaan yang mendalam karena lagi lagi Aisyah tidak bisa dia dekati.

"Aku pamit pulang yah."kata Hasan sambil berjalan keluar.

Ketika Hasan sudah di teras rumah Aisyah, malah berpapasan dengan Nina yang baru saja mau pulang kerumah nya.

"Hasan, kamu lagi ngapelin Anak ibu yah ? "tanya Nina ramah sekali sangat berbeda jauh dengan sikap Aisyah kepada Hasan.

Hanya tersenyum saja dia menjawab ucapan Nina terhadap dirinya, Hasan akan beranjak pergi.

"Ayo, ngopi dulu bareng ibu. Sambil ngobrol ngobrol, masa Ibu baru pulang kamu malah pulang sih."Kata Nina sembari tersenyum ramah sekali.

"Aisyah, ayo buatkan kopi dulu."Kata Nina pada Aisyah.

"Baik bu."sahut Aisyah dengan terpaksa dia berjalan menuju ke dapur untuk buatkan kopi untuk Hasan.

"Tadi, kamu di beri jamuan apa sama Aisyah ? " tanya nina pada Hasan sambil jalan barengan untuk masuk kedalam rumah.

"Tadi Aisyah nawarin kopi, tapi aku menolak nya bu. Karena aku tadi tidak enak jika berduaan dengan Aisyah. Takut kena fitnah bu, tapi karena ibu yang nyuruh untuk ngopi disini, ya aku mau aja," ujar Hasan.

"Ibu tadi habis kepasar yah ?"tanya Hasan pada Nina dengan ramah, dan menanyakan Nina yang membawa belanjaan banyak.

"Iya nih, berat lagi." jawabnya Pada Hasan dan sambil menahan belanjaan nya, terlihat jelas dia keberatan dalam memegang belanjaannya yang dia beli di pasar.

"Ya udah, biar Hasan aja bu yang bawa ke dapur."kata Hasan menawarkan diri untuk mengambil alih bawaan belanja nya untuk dibawa ke dapur.

"Beneran, gak papa nih ? "tanya Nina dengan senang.

"Gak kok."jawab Hasan pada Nina.

"Yaudah."kata Nina dengan memberikan belanjaannya pada Hasan.

"Tadi kamu buatin aku kopi gak mau, tapi sekarang kamu malah disuruh buatin kopi kan buat aku."ucap Hasan sambil menaruh belanjaan Nina ke meja.

"Kamu seneng kan sudah aku buatkan kopi. Jadi mulai detik ini kamu gak usah deket deket sama aku lagi, aku gak suka tau."kata Aisyah dengan jutek dan memberi nampan yang ada gelas kopi yang untuk Hasan dan ibunya, setelah memberikan nampan itu Aisyah melengos pergi.

"Ini gadis jual mahal banget, sabar San nanti juga klepek klepek sama loh. Sekarang mah cukup extra sabar dulu ngehadapin Aisyah."monolog dalam Hatinya Hasan yang matanya agak melotot.

Aisyah pun berjalan mau ke kamar nya. Nina pun melirik ke Aisyah yang tak membawa nampan dan dua gelas minuman coffe yang dia perintahkan.

"Aisyah, mana kopinya ? " tanya Nina dengan melotot.

"Ibu,Ta.ta..tadi.."ucap Aisyah gugup dan tidak tau mau berbicara apa pada ibunya.

Hasan pun membawa nampan tersebut dengan tersenyum seolah tidak ada yang menggores rasa sakit hati.

"Syah, kok malah berdiri disini. Ayo ngopi, kan aku sudah bilang biar aku saja yang bawa."ucap Hasan yang menutupi keangkuhan Aisyah.

Aisyah yang mendengar perkataan Hasan, hanya melirik saja tanpa berkata apapun. Lalu dia ke dapur dan buat kopi untuk dirinya sendiri dan ikut bergabung bersama Hasan dan Nina.

"Yaampun Nak Hasan, kamu ini menantu idaman ibu, amu ganteng cocok banget sama Aisyah," ujar Nina memuji Hasan.

"Aisyah nya cantik, Hasan nya ganteng."puji Nina dengan tersenyum hangat.

Melihat wajah ibunya yang tersenyum senyum seperti itu Aisyah pun ikut tersenyum kecil dan terpaksa.

"Emang aku cocok banget ya bu sama aisyah ? "tanya Hasan dengan bersemangat dengan tersenyum senyum karena ada dukungan dari ibu nya Aisyah.

"Iya, serasi sekali."jawab Nina sambil tersenyum lebar dan melirik ke anak nya yang mukanya ditekuk.

"Aisyah kamu ini dari tadi diem saja, ngobrol dong."suruh Nina pada Aisyah dan menyuruh ikut gabung untuk berbicara.

Aisyah pun diam saja tak memberi respon pada ibunya.

Hasan pun melirik ke Aisyah, Hasan pun mencoba untuk memulai obrolan yang panjang bersama Aisyah.

"Syah, kopi buatan kamu ini enak banget tau," puji Hasan dengan lebay.

"Kamu tau gak, ini kopi terenak yang pernah aku coba."ucap Hasan memulai obrolan pada Aisyah dengan cara memuji nya.

Tapi memang betul buatan kopi Aisyah itu sangat enak sekali.

"Makasih yah Hasan."jawab Aisyah pada Hasan dan ini pertama kalinya menyebut nama Hasan saat berbicara pada Hasan.

"Wanita yang bersama kamu siapa yah ? aku lupa lagi namanya."tanya Hasan mencoba mengajak berbicara pada Aisyah biar Nina ibunya Aisyah tidak melihat keangkuhan anaknya sendiri.

"Saraswati, dia satu satunya sahabatku,"jawab Aisyah pada Hasan tapi tidak berani menatap Hasan.

"kamu bersahabat sama dia sudah lama, sejak kapan bersahabat nya? "Tanya Hasan terus menerus biar ada obrolan antara dirinya dan Aisyah.

"Boleh aku akui, Hasan ini baik juga. Aku jutekin, tapi masih bersikap ramah padaku."monolog dalam hati Aisyah.

*Seolah olah aku itu gak pernah jutekin dia dan hubungan kami berteman baik. Padahal selama ini aku berusaha menjauh pada dirinya."monolog dalam hati Aisyah.

"Syah, kok bengong sih."sambil melambai lambai tangan nya ke wajah Aisyah yang sedang bengong dari tadi saat ditanya Hasan. Bukannya menjawab malah melamun.

"Eeeh...apaa? "tanya Aisyah saat tersadar dari lamunannya.

"Kamu sejak kapan sahabatan sama saras ? " tanya Hasan mengulangi pertanyaan terhadap Aisyah.

"Sejak SMP San."jawab Aisyah dengan memanggil Hasan dengan sebutan san, seperti layaknya seorang teman.

"Sangat lama yah, kamu sering buka Instagram gak sih ? "tanya Hasan terus menerus sambil natap Aisyah dengan dalam banget.

"Aku jarang buka Instagram Hasan."jawab Aisyah pada Hasan dengan tertunduk.

Nina yang dari tadi tak ikut bicara cuma menyaksikan gerak gerik Hasan dan juga putrinya,"Aisyah ini seperti risih gitu ketika berbicara sama Hasan."monolog dalam Hati Nina saat melihat tingkah laku putrinya.

"Aku juga jarang buka sih, buka nya kalau mau post poto aja."kata Hasan dengan so akrab dan ingin samaan kaya Aisyah yang jarang buka Instragram, padahal Hasan ini termasuk pengguna aktif yang sering post semua aktivitas nya di Instagram.

Nina masih mendengarkan dialog percakapan antara Hasan dan Aisyah sambil meneguk kopinya.

"Apakah Kamu sering buatkan kopi untuk ayah dan ibumu ?"tanya Hasan pada Aisyah sambil meneguk kopi nya.

Nina sudah habis kopinya dan Hasan juga sudah habis kopinya,"sering kali dia buatkan kopi untuk ibu dan ayahnya."kata Nina ikut menjawab pertanyaan Hasan pada Aisyah.

"Iya, aku sering buatkan kopi untuk ibu dan ayahku. Setiap kali mereka ingin kopi aku selalu siap untuk membuatkan nya."kata Aisyah mulai berbicara panjang, lalu meneguk kopi nya.

Hasan pun melihat jam di tangannya, ternyata sekarang jam 11 siang,"aku pulang dulu ya bu,, syaah! " pamit Hasan pada Aisyah dan Nina.

"Hati-hati."kata Nina dan Aisyah kompak.

Akhirnya Hasan pun pergi dari rumah Aisyah, dan pulang ke rumahnya.

****

Malem nya Aisyah mendapatkan kiriman whatsapp dari Hasan lagi, ini kedua kali Hasan mengirim pesan pada Aisyah padahal sama sekali tidak pernah di balas oleh Aisyah.

Hasan pria yang termasuk tidak menyerah dalam mendekati wanita incaran nya, belum dapet hati nya dia tidak akan lelah untuk mengejar cinta nya Aisyah.

**

Dear Diary

Hasan selalu saja berusaha mendekati, tapi entah kenapa aku merasa tidak nyaman saat bersamanya. Walaupun aku tahu dia itu bersikap ramah pada ku yang ada aku selalu risih saat dia selalu mendekati terus.

Aku tahu dia itu menaruh hati untuk ku, tapi aku gak punya perasaan sedikit pun terhadap Hasan.

Walaupun dia itu ganteng dan keren layaknya oppa korea, tapi tetap aja aku tidak tergoda olehnya.

_AisyahM.Z_

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED