Pertemuan tak sengaja antara Aisyah dan Hasan,"masya allah wanita itu cantik sekali."monolog dalam hati Hasan sambil tangannya memegangi kamera miliknya.
" Siapa dia," ujar Hasan sambil memotret Aisyah yang sedang berdiri dan menunggu seseorang.
Tak lama kemudian Aisyah pun naik motor dibonceng oleh ojek online, sedangkan Hasan setelah melihat Aisyah pergi langsung masuk ke dalam mobil.
Lalu ia masih ingin memandangi kecantikan gadis tersebut, dengan mata tidak berkedip kedip saking terpana dengan kecantikan Aisyah dalam potret kamera nya.
"Betapa indahnya ciptaan mu ya allah."kata Hasan berbicara sendiri sambil matanya tertuju pada potret Aisyah.
"Aku harus temukan keberadaan wanita ini dan aku harus menikahi nya. Jangan sampai wanita ini dimiliki orang lain, aku harus memiliki wanita ini."kata Hasan dengan nada serius lalu dia segera pulang ke rumahnya.
Hasan ini adalah anak dari bapak Indra dan juga ibu Sofi, pasangan ini paling sukses di komplek,"mahh, aku pulang."kata Hasan yang baru saja masuk kedalam rumah nya.
Wanita yang sekitar memasuki kepala 40 tahunan pun menyambut putra nya dengan gembira ,"eh anak mamah yang ganteng baru saja kembali pulang. Mamah kangen sama anak mamah yang ganteng ini."ujar Sofi sambil memegang wajah anaknya dengan kedua tangan penuh kerinduan.
"Sayang, mamah kangen sama kamu."ucapnya lagi sambil memeluk erat sang buah hati nya.
"Aku juga merindukan mamah ku sayang, papah pulangnya jam berapa mah nanti? "tanya Hasan pada mamah nya.
"Jam 7 malam sayang."jawab Sofi sambil melepas pelukan nya pada anak tercinta.
"Sayang, kamu sekarang akan tinggal di Indonesia."tanya Sofi pada Hasan.
"Gak akan meneruskan kuliah di Inggris." Ujar Sofi nyerocos sambil melepaskan pelukannya.
Hasan pun tidak langsung menjawab, setelah beberapa menit kemudian, "soal kuliah nanti aku bicarakan lagi. Aku masih mempertimbangkan nya lagi. Jika papah setuju sih pengen di Indonesia,"jawab nya pada sofi, lalu mengutarakan hati kecilnya pada ibunya.
Sofi yang mendengarkan pembicaraan anak nya, hanya diam saja tidak memberi respon apapun. Dia berharap anaknya kuliah di luar negeri, tapi jika dia ingin kuliah di indonesia pun tidak masalah. Asalkan Hasan tetap kuliah dan menjadi sarjana.
"Mamah aku akan menunjukan sesuatu pada Mamah," kata Hasan sambil mengarahkan kamera dan menunjukkan potret yang diambil barusan, yaitu wanita yang cantik dan memakai kerudung merah.
"Kenapa kamu memperlihatkan potret wanita ini ke mamah, kamu sudah kenal sama wanita ini ? " tanya Sofi pada Hasan dengan raut muka yang kurang tidak menyukai Hasan yang seperti menyukai wanita itu.
"Aku hanya menunjukkan gadis ini ke mamah, karena mamah pasti tahu siapa wanita ini kan." ucap Hasan dengan yakin bahwa mamahnya tahu.
"Tentu saja mamah tahu gadis ini , dia ini adalah anak semata wayangnya bang firman dan ibu Nina. Mereka itu tinggal sekomplek dengan kita, dan gadis ini bernama Aisyah.
Dia itu gadis yang sangat baik."jawab Sofi pada anaknya.
"Mamah tolong beritahu jalan menuju rumah Aisyah, aku ingin bermain ke rumah Aisyah."kata Hasan dengan riang.
"Kamu tinggal lurus saja dari gang rumah Mbok Sumiati,
lalu belok kiri ke pak Dadang,
terus dari rumah pak Dadang kamu tinggal lurus terus , dibelakang rumah pak Dadang kan ada rumah, itu rumahnya Aisyah.
"Makasih yah mah."ucap hasan lalu terburu buru pergi ke luar.
***
Hasan langsung pergi kerumah Aisyah, setelah diberitahu jalan menuju rumah gadis yang telah mencuri hatinya. Setelah sampai dirumah Aisyah, rupanya wanita yang berumur tak jauh dengan ibunya itu, tak lain ibu nya Aisyah, "kamu siapa yah."tanya Ibu Nina pada Hasan.
Hasan pun mengenal kan dirinya, "aku Hasan Pratama bu,
aku anak dari papah Indra dan mamah Sofi. Aku kesini mau bertemu Aisyah."jawab Hasan.
Lalu ibu Nina mempersilakan masuk pada Hasan,"ayo masuk."ucap Nina. Hasan pun matanya berkeliling , rupanya gadis yang bertemu dengannya itu tak ada dirumahnya, " Ibu, Aisyah nya kemana."tanya Hasan pada Nina.
"Dia tadi keluar, bentar lagi dia pulang kok. "ucap Nina pada Hasan.
"Saya tunggu."jawab Hasan singkat.
"Hasan ini kan dari Luar Negeri kok bisa kenal sama Aisyah.
Suka chatan di sosmed yah ? "tanya dengan serius dan sambil menatap ke Hasan dengan penuh rasa aneh.
"Saya ngga chatan di sosmed bu, tapi saya jatuh cinta dalam pandangan pertama saat melihat wajah cantik dan lugu Aisyah bu. Saat saya bertemu dengan Aisyah Tadi. Saya langsung ingin memantapkan hati saya untuk jadi imam nya."kata Hasan dengan nada serius.
"Oh jadi dia tidak sengaja bertemu dengan Aisyah. Ini benar benar rezeki nomplok, sore sore gini didatangi anak lelaki yang tampan yang mengutarakan cinta pada anak gadisku. Dan yang lebih aku suka , dia anak dari pengusaha sukses yaitu pak Indra."kata Nina dalam hati dengan raut bahagia terlihat dari wajahnya.
"Aisyah juga belom pernah pacaran sama sekali. Semoga kalian berjodoh yah."ucap Nina memberi harapan pada Hasan.
"Ternyata Aisyah masih single, kebetulan sekali.
Berarti aku bisa menjadi pacar nya."kata Hasan spontan mengucapkan itu pada Nina.
"Jangan kan untuk menjadi pacar nya Aisyah, untuk menjadi menantu ibu juga. Ibu tidak keberatan,"Nina memberi kode pada Hasan nih untuk menjadi suami Aisyah.
Setelah mendengar perkataan ibunya Aisyah, Hasan tertawa malu saat mendengar ucapan Nina padanya,"U
udah siap belum nikah ?."tanya Nina membuat mata Hasan melotot kaget.
"Eeuuhhh. Soal itu aku gak bisa jawab sekarang."jawab nya ragu dan tercampur perasaan bimbang karena dia itu kan tidak pernah disuruh menikah muda oleh kedua orang tua nya, dia kesini cuma pengen jadikan Aisyah pacarnya saja.
Singkat cerita, esok nya Hasan meminta izin pada mamah papah nya untuk menikah muda,"papah sih pengen nya kamu menyelesaikan pendidikan kamu."ucap Indra dengan menatap agak sinis.
"Iya, mamah juga berfikiran sama kamu harus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu. Kamu belum kuliah juga, kamu datang kesini kan cuma mau tinggal di rumah sementara karena kamu sudah lama tidak ke Indonesia dan tidak berkumpul sama keluarga, dan kemarin malah mamah sudah sampaikan pada papa jika kamu pengen kuliah di Indonesia sekarang papah sudah menyetujui kamu kuliah di Indonesia. Eh malah meminta untuk menikah muda."gerutu sofi pada putra semata wayang nya itu sambil menatap sangat sinis dengan raut wajah ngambek.
"Tapi Mah...Pah...wanita kaya dia itu sangat langka, di zaman sekarang banyak yang memakai pakaian kurang bahan. Kalau yang aku mau mah dia mah pakaian sopan dan berhijab pula."kata Hasan Pada Mamah dan papah nya sambil dengan raut wajah memelas ingin diizinkan untuk menikah muda.
"Nanti mamah memikirkan lagi, lebih baik masuk ke kamarmu. Biar mamah berdiskusi sama papah kamu ini."kata Sofi pada putra nya Hasan dan sambil membuang muka.
"Baik mah."jawab Hasan sambil tersenyum ceria lalu mencium kening ibunya, setelah itu pergi ke kamar miliknya.
"Mamah, beneran mau menuruti kemauan Hasan untuk menikah muda."kata Indra memulai obrolan pada Sofi, setelah Hasan pergi ke kamarnya.
"Apa mamah setuju, dengan keinginan Hasan untuk menikah muda."kata Indra dengan menatap serius dan menanyakan tentang istrinya yang berusaha menimbangkan kembali untuk mengizinkan Hasan untuk menikah muda.
"Mamah memang tidak setuju pah, tapi mamah sayang sama anak mamah ini. Jadi mamah pengen dia menikah muda."ucap sofi dengan berterus terang sambil menatap serius ke suaminya.
"Tidak, tidak mah.
Papah gak setuju dengan yang mamah katakan barusan, Hasan tidak boleh menikah muda."ucap Indra tegas sekali dan terlihat sekali dari sorot matanya sangat kesal dengan istrinya yang selalu menuruti kemauan Hasan.
"Papah gak mau jika Hasan untuk menikah sekarang. Kita udah nyekolahin diluar negeri dan buang buang uang hanya untuk dia menikah muda."ucapnya dengan nada penuh kekecewaan dan terlihat sekali dia menyimpan amarah terhadap putranya.
"Pah nanti walaupun nikah muda, dia juga bisa melanjutkan pendidikan nya. Dia juga pasti akan berbakti pada kedua orang tuanya, dia pasti berkerja dengan baik dan menjadi orang yang sukses. Dan pastinya memberi uang pada kita pastinya, " ucap Sofi pada suaminya.
"Tetap papah tidak mau Hasan menikah. Pokonya tidak mau."kata Indra dengan memasang wajah sangar.
"Papah ini gimana sih, Papah mau anak kita itu terganggu mental nya. Gara gara dilarang menikah sekarang. Tidak pah, mamah tidak mau anak mamah ini kenapa napa. Pokoknya papah harus setujui ke inginan Hasan." tekan Sofi pada suaminya.
***
Hasan menguping, dan dia pun tersenyum sendiri karena mamahnya memperjuangkan keinginan nya untuk menikah dengan Aisyah.
Sedangkan Aisyah sendiri Sedang makan di ruang makan. dan disana ada Nina dan firman orang tua Aisyah.
"Aisyah, jika kamu menikah muda.
Apakah kamu siap ? " tanya Nina pada Aisyah.
"Tidak dong Bu, Aisyah mau kuliah dulu. Terus kalau selesai kuliah kan gampang nyari kerjaan bagus nya."jawab Aisyah sambil mau mengambil gelas yang berisi susu.
Nina pun menggeser kan gelas nya sangat jauh dari Aisyah, sambil memasang wajah terlihat kesal saat mendengar jawaban Aisyah saat di tanya oleh nya.
"Apa yang salah bu , Aisyah kan belum siap nikah muda.
Ibu tahu sendiri, Aisyah ingin bantu ekonomi keluarga kita."kata Aisyah pada ibunya dengan nada lembut.
"Aisyah dengar baik baik,jika kamu pengen bantu ekonomi keluarga kita selain kamu kerja.
Kamu harus cari laki laki tajir untuk kamu jadikan suamimu."kata Nina pada Aisyah.
"Ibu, ada apa sih ? Kenapa ibu seperti ingin Aisyah segera menikah diusia dia yang tergolong masih muda."kata firman saat mendengar dari kata kata istri nya memberi kode pada Aisyah untuk siap menikah tapi harus dengan pria kaya.
"Ya, memang ibu pengen segera menikahkan Aisyah, kamu tau kan Hasan anak nya pak Indra ?."kata Nina sambil berbicara pada suaminya bersemangat Karena ada harapan bisa punya menantu kaya.
"Iya ayah tahu bu, dia itu putra semata wayang nya pak indra dan ibu Sofi."ucapnya menimpali nya.
"Dia kemarin kesini yah."jawab nya sambil tersenyum menandakan rasa penuh bahagia karena ada pemuda anak orang kaya yang mencari anak gadisnya.
Aisyah pun matanya terbukalebar, saat mendengar kabar tentang pemuda yang datang ke rumah nya.
"Untuk apa dia kemari bu."tanyanya begitu polos dan dia pun kaget karena dia tidak mengenali pemuda yang dibicarakan orang tuanya.
"Dia itu Hasan sayang, dia datang kerumah mu karena dia menyukai mu saat kamu berpapasan dijalan."jawab Nina sambil senyum tapi hati nya agak kesel sama anaknya.
"Nih anak polos banget, semoga aja kepolosan dia ini bisa buat gue manfaatin untuk dapetin Hasan jadi menantu gue. Kalau si Aisyah sampai jadi istrinya, gue kan bisa kecipratan uang juga,
secara kan gue ini ibunya."monolog dalam hatinya dengan penuh harapan bisa dapetin Hasan jadi menantunya.
Firman dan putrinya saling melempar tatapan satu sama lain.
"Bu, tapi kan Hasan ini orang kaya. Walaupun Hasan Suka sama Aisyah tapi orang tuanya belum tentu menyetujui hubungan Aisyah dan Hasan. Tau sendiri lah, kita ini bukan orang yang gak punya, bisa makan tiap hari sama lauk nya aja kita udah seneng."kata Indra pada Nina yang sedang ber angan angan ingin mendapatkan menantu kaya.
"Lagi pula, Hasan ini kan baru saja lulus Sekolah SMA.
Dia belum kuliah, mereka tidak mungkin mau menikah kan putra nya yang belum kuliah.
Ibu semua orang pasti pengen punya menantu dari kalangan orang kaya tapi itu cuma impian semata, kita harus melihat kediri kita dulu. Kita orang miskin ya harus sama orang miskin juga."kata firman pada Nina.
"Tidak ada yang tidak mungkin Ayah, walaupun gak bisa nikah dalam waktu sekarang ini. Gak papa yang penting Aisyah dan Hasan berjodoh."ucapnya sambil memasang muka kesel ke suaminya.
"Terserah ibu saja, ayah berangkat. Assalamualaikum."pamitnya pada istri tercinta.
"Waalaikumsalam."jawab nya pada suaminya.
Sedangkan Aisyah masih belum berangkat, dia menatapi muka ibunya yang terlihat kesal dengan omongan ayahnya.
"Ibu, Aisyah mau berangkat dulu yah. Assalamualaikum."pamit Aisyah lalu mencium tangan ibunya.
Bertemu lagi bersama gadis pujaan nya,
Saking terpesona kecantikan yang dimiliki Aisyah sampai sampai dia menabrak pohon besar, "Aduh."erangnya sambil mengelus ngelus kening nya yang terbentur ke pohon.
Aisyah tidak terlalu memperhatikan Hasan, dia
berjalan terus tanpa henti dan tidak memperdulikan sekitar.
Hasan terus berjalan sambil berkata pada gadis yang dikejar olehnya " Aisyah....Aisyah.......Tunggu ! "Panggil nya pada Aisyah sambil berjalan mengikuti Aisyah.
Aisyah pun yang khusu berjalan dan tidak mengetahui ada yang mengikuti sejak tadi, mendengar samar samar ada yang memanggilnya dirinya," Kok, dia tahu namaku."monolog dalam hatinya saat menoleh kebelakang.
Aisyah pun menatap pria yang berjalan mendekatinya, "kamu kenal sama saya, memangnya kita pernah bertemu sebelumnya."cerosos Aisyah.
Hasan pun menatap Aisyah dengan dalam yang sedang berbicara padanya, "aku memang pernah bertemu dengan mu, sungguh saat aku berpapasan bertemu dengan mu. Dan sampai sekarang aku selalu terbayang wajah cantik mu, sungguh kau ini wanita tercantik yang pernah aku temui dan satu satu nya yang menggetarkan hati."Jawab Hasan dengan mu. Dan sampai sekarang aku selalu terbayang wajah cantik mu, sungguh kau ini wanita tercantik yang pernah aku temui dan satu satu nya yang menggetarkan hati."Jawab Hasan dengan tatapan yang dalam terlihat begitu jelas dia menyukai Aisyah.
"Anda terlalu memuji ku, saya biasa saja kok,malah banyak wanita yang lebih cantik daripada saya."Katanya dengan nada yang dingin.
"Tahukah kamu, saking aku sangat mengagumi kecantikan mu itu.
Aku langsung memotret wajahmu dan setelah itu aku menunjukkan ke ibu ku. Dan menanyakan dimana rumahmu, dan saat mengetahui nya aku langsung ke rumah mu."Kata Hasan terus berbicara walaupun respon yang diberi kan Aisyah dingin.
"Ternyata dia yang yang kemarin ke rumah ku, dan namanya adalah Hasan."Monolog dalam hatinya saat mendengar pembicaraan Hasan pada nya.
"Aku banyak urusan, aku harus segera pergi."Ucap Aisyah dengan tidak menatap wajah Hasan lalu dia berjalan dan kemudian ada angkot.
Lalu Aisyah pun menghentikan Angkot itu, lalu naik ke mobil angkot tersebut. Saat menaiki angkot Aisyah memandangi wajah Hasan tapi ketika Hasan menatap ke arahnya. Aisyah seolah tidak menatap Hasan.
Itulah pertemuan singkat antara Aisyah dan Hasan. Hasan walaupun Aisyah itu tipe cewe yang susah didekati olehnya tapi semakin membuat dirinya ingin memiliki Aisyah.
"Aku pastikan Kau akan menjadi milik ku Aisyah."Kata Hasan sambil tersenyum kecil.
***
Aisyah ketempat yang dia tuju, Ternyata Aisyah mau ke rumah saraswati yang merupakan sahabatnya.
"Ting..tong."Itulah suara bel nya.
"Aisyah."Ucap Saras ketika membuka pintu rumah nya.
"Gimana, kalau kita ngobrol nya diluar aja."Tawar Saras pada Aisyah.
"Boleh juga."Kata Aisyah dengan tersenyum pada Saras.
"Oh iya kamu mau ngambil jurusan apa Sar ?"Tanya Aisyah pada saras sahabat nya.
"Aku ngambil jurusan ke dokteran aja."Jawab nya penuh keyakinan lalu tersenyum pada Aisyah.
Tak lama kemudian, datanglah Hasan dengan menaiki motor ninja , dia pun melewati rumah saras terlebih dahulu sebelum ke tempat tujuannya yaitu sahabatnya Galang.
Tapi setelah melihat ada pujaan hati nya, dia malah menghentikan motor nya dan menghampiri Aisyah dan Saraswati.
"Assalamualaikum Ukhti."Salamnya kepada 2 gadis yang tadinya sedang asyik mengobrol.
Karena mereka asyik mengobrol, mereka tidak memperhatikan Hasan yang baru saja lewat naik motor.
Kalau tidak melihat Aisyah Hasan tidak akan berhenti begitu saja didepan rumah Saraswati wanita yang tidak dia kenali.
Aisyah pun dan juga Saras menoleh ke arah Hasan yang sedang tebar pesona pada Aisyah.
"Hasan."Ucap Saras matanya melihat takjub saking terpesona dengan ke gantengan yang dipancarkan oleh pria dihadapan nya.
"Iya, kau mengenali ku ? " Hasan malah bertanya saat dia tahu salah satu gadis dihadapan nya mengenali dirinya.
"Ya tahu lah orang saya followers instagram nya kamu , saya sering stalking kamu."Ucap Saras dengan percaya diri.
"Sumpah, saat lihat Aslinya bikin jantung berdetak kencang.Lo itu ganteng banget bak dewa yunani."Kata saras lagi pada Hasan.
Disaat saras memuji Hasan, Hasan hanya tersenyum pada Saras setelah itu dia melirik ke Aisyah.
"Dan aku ini adalah Saraswati, kamu bisa panggil aku Saras.Kamu kesini mau ke siapa ? " tanya Saras pada Hasan lalu dia penasaran saat Hasan datang ke tempat dia.
"Saya awalnya mau ke Galang, tapi gak jadi aku ingin ngobrol bareng gadis yang berkerudung putih."Kata Hasan sambil mengedipkan mata saat Aisyah menatap dirinya.
Lalu Aisyah tertunduk, sedangkan Saras hanya diam saat dia tahu Idola nya di Instagram menyukai sahabat nya.
"Yaudah, gabung ajah San."Kata Saras so akrab banget, dia orangnya suka kaya gitu.
Dengan senang hati, Hasan pun langsung duduk disamping Aisyah.
Aisyah langsung seperti kaku dan panas dingin gitu saat berada disamping Hasan.
"Saras, aku lupa aku harus beli obat Ayah ku.
Aku pulang dulu yah."Ucapnya sambil berdiri lalu berjalan.
"Eh, tunggu aku dong. Aku anterin kamu pulang yah."Tawar Hasan pada Aisyah.
"Aku mau sendiri saja."Jawab Aisyah tanpa menoleh.
Ketika mau mengejar Aisyah, Saras menahan Hasan dengan memegang lengan nya," biarkan saja dia sendiri, jika kamu pengen ditemenin.Aku siap kok."Ucap Saras pada Hasan.
"Makasih, tapi aku masih banyak urusan."Jawabnya dan melepaskan tangan Saras dan berjalan menuju motor nya lalu menaiki motor nya.
Aisyah pun masih berjalan, dan Hasan menyusul nya.
Setelah bertemu dengan Aisyah lagi,Dia menawarkan dirinya untuk mengantar Aisyah pulang.
"Tidak, makasih."Jawab nya singkat.
"Sudahlah ikut saja aku, di jam sore gini mana ada angkutan umum dan ojek pun gak ada. .Lebih baik kamu sama aku aja, gratis gak usah bayar."Kata Hasan tetap ingin mengantar pulang, walaupun sudah ditolak.
"Aku mau mesan taxxy online."Kata Aisyah sambil mau mengambil handphone nya tapi ketika dia mau memesan taxxy online baterai nya habis.
"Yaudah, kalau kamu gak mau aku anterin pulang gak papa kok."Jawab Hasan menahan rasa kekecewaan yang mendalam.
Saat Hasan mau melajukan motor nya," aku mau dianterin pulang sama kamu."ujar Aisyah dengan nada datar.
Lalu Hasan yang tadinya cemberut langsung tersenyum,
dia pun menoleh ke Aisyah dengan tersenyum lebar.
"Ayuk."Ajak nya pada Aisyah dengan penuh semangat.
Sedangkan Aisyah terpaksa pulang bareng Hasan, Muka nya Aisyah sangat terlihat gak senang ketika dibonceng oleh Hasan.
Sedangkan Hasan sedang gembira karena akhirnya bisa membonceng orang yang dia sukai. Setelah melihat Aisyah dikaca Spion dimotor nya, Terlihat gadis ini mukanya terlihat cemberut.
"Gadis ini gak mau pulang bareng gue, sabar san nanti kalau dia udah cinta pasti akan nempel terus."Monolog dalam hatinya Hasan.
"Syah, kamu udah punya pacar atau belum sih ? " tanya Hasan memulai obrolan diantara mereka,supaya tidak saling diam.
"Belum."Jawab Aisyah singkat dan dingin.
"Sama dong, aku juga belum punya pacar."Kata Hasan dengan ramah.
Aisyah tidak memberi jawaban apapun. Dia cuma memalingkan muka nya dan melihat pemandangan dijalan.
"Syah, .kamu ada deket sama cowok gak sih? "Tanya nya pada Aisyah ,walaupun jawaban nya dingin dan cuek padanya tetap dia ingin mengajak Aisyah ngobrol.
"Enggak."Jawaban Aisyah selalu singkat.
"Masa sih, enggak."Ucap Hasan dan ingin memastikan ucapan Aisyah itu benar atau tidak , karena dia tidak terlalu percaya bahwa Aisyah tidak dekat sama cowok manapun.
"Syah, mau gak kita itu temenan mulai dari sekarang. Soalnya aku tuh pengen aja gitu dekat sama kamu."Ucap Hasan pada Aisyah walaupun dari tadi tak ada jawaban dari Aisyah.
"Itu sih jika kamu tidak keberatan,kalau gak mau aku gak bakalan maksa."Ucap Hasan pada Aisyah lagi meskipun tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Aisyah.
"Syah....Aisyah..Aisyah.."panggil Hasan pada Aisyah sampai 3 kali.
"Boleh boleh aja kita berteman."Itu lah jawaban dari Aisyah setelah Hasan memanggil namanya.
"Makasih yah udah mau temenan sama aku."kata Hasan dengan muka berseri seri, karena ada kesempatan untuk bisa ngedeketin dia. Bisa aja Aisyah lama lama bisa cinta karena pertemanan yang akan mereka jalin ini.
"Syah, nanti malem kita bisa pergi enggak yah ? "Tanya nya pada Aisyah.
"Kamu ada acara enggak ?"Tanya Pada Aisyah dengan nada serius dan berharap jika mereka bisa jalan jalan.
"Ada acara. Gak bisa jalan sama kamu."jawab Aisyah dengan dingin pada Hasan.
"Oh, gak papa syah. Lain kali aja jika kamu ada waktu," ujar Hasan.
Sampai lah dirumah Aisyah, dan Aisyah pun turun dari motor besar nya Hasan. Hasan ini memakai motor ninja warna hijau, Hasan pun melihat Aisyah dari belakang yang sedang berjalan kearah pintu rumah nya.
"Gue pamit pulang syah."kata Hasan yang ramah tapi didalam hatinya nyesek karena dari tadi dicuekkin dan dijutekkin terus sama Aisyah.
Aisyah pun mau memegang gagang pintu, lalu menoleh ke belakang dan melihat Hasan yang mau melajukan motor ninja," makasih sudah nganterin aku pulang Hasan."kata Aisyah pada Hasan dengan suara tidak terlalu keras.
Hasan yang membelakangi Aisyah, yang tadinya memasang wajah cemberut akhirnya tersenyum. Tanpa menoleh ke arah Aisyah, Hasan pun tetap melajukan motor nya.
**********
Aisyah pun ke kamar nya, lalu dia langsung mandi. Setelah mandi seperti biasa dia memakai pakaian nya. Dia memakai hijab seperti biasa.
"Aisyah."Panggil Firman ketika baru pulang jualan.
"Iya, ayah." sahut Aisyah pada ayah nya dengan terburu buru menghampiri sang ayah.
"Ibu mu kemana ? " tanya Firman menanyakan istrinya pada anak semata wayangnya.
"Aku baru pulang maen ayah, Aku tidak tahu ibu kemana waktu aku ke kamar nya dia tidak ada dikamar."Jawaban Aisyah pada Firman.
"Oh iya sayang, ayah mau ngasih kamu uang.
Simpan yah uang nya, Kamu kan pengen kuliah."kata Firman pada anak nya memberi uang recehan yang sangat banyak sekitar 20 juta an.
"Ayah mengumpulkan uang untuk kamu kuliah, Ayah pengen kamu jadi sarjana."Kata Firman pada Anaknya.
"Makasih ayah."ucap Aisyah sambil menerima uang yang diberikan ayahnya kepadanya, uang itu pun sedang ia genggam.
"Aisyah mau simpan ini yah, makasih ayah sudah mau ngedukung Aisyah untuk kuliah , dan nabung buat biaya kuliah Aisyah."Ucap Aisyah dengan terharu dan matanya berlinang air mata.
Aisyah pun segera masuk ke kamarnya, dan Nina pun tak lama datang kerumah nya.
"Ayah udah pulang ?"Tanya Nina pada suaminya.
"Sudah bu."Jawab Firman dengan bersemangat.
Firman pun menyodorkan uang pada istrinya.
"Kok dikit kali uang nya, mana cukup segini. Ayah ini kalau belum dapet uang banyak, jangan pulang dulu."kata itu lah yang terucap saat Nina menerima uang dari suaminya.
"Maaf yah bu, ayah bisa ngasih segini dulu.
Sudah keliling kemana mana, cuma laku segini. Bersyukur saja bu, masih bisa belanja buat masak untuk makan malam dan besok."Kata firman lalu pergi ke kamar mandi.
"Aisyah jangan sampai kamu menikah dengan suami yang berpenghasilan sedikit kaya gini, gak bisa memenuhi segala keinginan Istri."monolog dalam hatinya yang tidak ingin nasib anaknya mendapatkan suami yang miskin.
Setelah selesai mandi, Firman langsung diam di belakang rumah nya tersedia tempat duduk untuk dia beristirahat saat dia sudah pulang kerja.
"Selama bertahun tahun lamanya, aku menabung untuk mendapatkan uang sebesar itu. Agar anak ku bisa mewujudkan impian nya untuk bisa kuliah. Dan akhirnya aku pun bisa mengumpulkan uang sebesar itu walaupun dengan waktu yang sangat lama."Monolog dalam hati firman sambil memandangi sekitar.
Sedangkan Aisyah sendiri, ada yang mengirim kan pesan Whatsapp padanya, nomor tidak dikenal.
Dan setelah di lihat lihat siapa pemilik nomor whatsapp itu adalah Hasan Pratama.
"Lelaki itu punya nomor Whatsapp ku."monolog dalam hati Aisyah dengan terheran heran.
Siang ini Pria yang sedang memakai Jaket jeans berwarna biru terang. Dengan penataan rambut yang rapih dan terlihat sekali pria itu gagah sekali.
Layaknya Arjuna, badan nya ideal dan macho, tubuh nya kekar dan berotot , Tingginya 170.Wajah nya tampan, dan tidak membosankan jika memandang nya terus menerus, bibir nya tipis dan sexxy menambah ketampanan nya.
Pria itu tersenyum manis pada wanita paruh baya yang selalu berdandan cantik dan sangat sosialita sekali. Pakaian nya brandet semua dan mahal mahal, dan dia sedang menghampiri putra nya yang terlihat tampan sekali.
"Gantengnya anak mamah ini."puji Sofi sambil mengelus pipi anak lalu mencubit gemas pada hidung putranya.
"Hehe, aku kan wajah jiplak kan wajah papah. Papah nya ganteng pasti turun ke anak nya,"jawabnya sambil tersenyum kecil.
"Kamu mau kemana,
rapih bener."tanya Sofi dengan menggoda anaknya sambil senyum senyum.
"Mau ke rumah Aisyah mah,
mau ngajak dia makan di cafe."Jawab Hasan dengan wajah datar lalu dia melengos pergi.
"Ya, hati hati ya sayang."Ucapnya ketika anak nya pergi.
**
"Tok..Tok..Tok.."itu lah bunyi dari ketukan pintu yang dilakukan oleh tangan Hasan Pratama.
"Assalamualaikum."Ucapnya sopan pada pemilik rumah yang belum juga keluar membuka pintu tersebut.
"Waalaikumsalam."jawab seseorang yang membukakan pintu.
"Kamu lagi."kata Aisyah sesudah membuka pintu dan melihat Hasan yang tersenyum manis yang mencoba menarik perhatian sang gadis yang dia sukai.
"Hai Syah. Kita ke cafe yuk."ajak Hasan so akrab banget, padahal selama ini dijutekin doang.
"Aku sibuk."ucap Aisyah sambil mau masuk kedalam dan mau menutup pintunya lagi.
"Eh, jangan masuk dulu."kata Hasan sambil menahan pintu dan membuka lebar pintu itu yang akan ditutup oleh Aisyah.
"Kamu kan kemarin udah setuju, kalau kita tuh berteman kan.
Jadi apa salahnya jika aku ngajak ngopi di caffe," ujar Hasan
"Apa gak suka kopi yah ? "tanya Hasan pada Aisyah sambil natap Aisyah dengan sorot mata lembut dan sabar banget ngehadapin sikap jutek nya Aisyah.
"Aku kemarin gak bilang kan, kita harus ngopi bareng sekarang. Dan aku juga gak pernah bilang harus mau diajak jalan sama kamu. Dan aku mohon jangan ganggu aku terus dong, aku gak suka kamu deketin terus. Aku risih tau ."ucap Aisyah dengan agak nada jutek gitu ke Hasan dan Ini kata kata pertama kali nya yang sangat banyak yang dilontarkan.
"Kalau berteman ya harus sering ngabisin waktu bareng. Itu baru temenan, sering bersama dan sering bercanda tawa."ucap Hasan pada Aisyah tidak terima dengan yang dibicarakan oleh Aisyah padanya tapi dengan nada lembut gak ngegas.
"Tapi ketika temannya lagi sibuk, dan gak mau diganggu. Harusnya teman itu mengerti, bukannya memaksa untuk penuhi keinginan nya dengan mengajak ku ke cafe," ujar Aisyah dengan sinis.
" Ngopi, di rumah juga bisa."ucap Aisyah dengan matanya yang mulai tidak terkontrol yang mulai melirik sinis.
"Yaudah, kita ngopi dirumah.
Kamu buat kopi yah."kata Hasan sambil menerobos masuk.
"Kau ini menyebalkan sekali, lebih baik kamu pergi aja."ucap Aisyah dengan nada pelan karena agak takut Hasan, karena berduaan dirumah gak ada siapa siapa selain mereka berdua.
"Gak mau Aisyah," tolak Hasan.
" Itu foto waktu kamu kecil yah?" tanya Hasan.
"Ini imut banget, gemes banget."kata Hasan saat melihat foto masa kecil Aisyah yang dipajang dan mau megang figura itu, ia akan mengambil nya untuk melihat lebih jelas foto nya.
"Simpan dan jangan sentuh."titah Aisyah seakan agak membentak Hasan.
Tak memberi jawaban, hanya menuruti perintah yang diberikan Aisyah untuk tidak menyentuh figura foto itu.
"kamu ini tidak sopan sekali, udah maen masuk saja. Lalu megang barang punya orang."omel Aisyah pada Hasan yang sedang menatap kearahnya
"Keinginan ku sangat sederhana, aku cuma mau ngopi bareng kamu Syah. Itu aja sih maunya."kata Hasan menjelaskan apa adanya pada Aisyah yang terlihat kesal.
"Tapi gak usah maksa juga kali."kata Aisyah dengan tatapan tidak bersahabat.
"Yaudah kalau kamu gak mau minum kopi bareng sama aku disini maupun di cafe. Aku gak akan maksa lagi, Syah maaf yah aku ganggu kamu terus."kata Hasan dengan raut wajah penuh kekecewaan yang mendalam karena lagi lagi Aisyah tidak bisa dia dekati.
"Aku pamit pulang yah."kata Hasan sambil berjalan keluar.
Ketika Hasan sudah di teras rumah Aisyah, malah berpapasan dengan Nina yang baru saja mau pulang kerumah nya.
"Hasan, kamu lagi ngapelin Anak ibu yah ? "tanya Nina ramah sekali sangat berbeda jauh dengan sikap Aisyah kepada Hasan.
Hanya tersenyum saja dia menjawab ucapan Nina terhadap dirinya, Hasan akan beranjak pergi.
"Ayo, ngopi dulu bareng ibu. Sambil ngobrol ngobrol, masa Ibu baru pulang kamu malah pulang sih."Kata Nina sembari tersenyum ramah sekali.
"Aisyah, ayo buatkan kopi dulu."Kata Nina pada Aisyah.
"Baik bu."sahut Aisyah dengan terpaksa dia berjalan menuju ke dapur untuk buatkan kopi untuk Hasan.
"Tadi, kamu di beri jamuan apa sama Aisyah ? " tanya nina pada Hasan sambil jalan barengan untuk masuk kedalam rumah.
"Tadi Aisyah nawarin kopi, tapi aku menolak nya bu. Karena aku tadi tidak enak jika berduaan dengan Aisyah. Takut kena fitnah bu, tapi karena ibu yang nyuruh untuk ngopi disini, ya aku mau aja," ujar Hasan.
"Ibu tadi habis kepasar yah ?"tanya Hasan pada Nina dengan ramah, dan menanyakan Nina yang membawa belanjaan banyak.
"Iya nih, berat lagi." jawabnya Pada Hasan dan sambil menahan belanjaan nya, terlihat jelas dia keberatan dalam memegang belanjaannya yang dia beli di pasar.
"Ya udah, biar Hasan aja bu yang bawa ke dapur."kata Hasan menawarkan diri untuk mengambil alih bawaan belanja nya untuk dibawa ke dapur.
"Beneran, gak papa nih ? "tanya Nina dengan senang.
"Gak kok."jawab Hasan pada Nina.
"Yaudah."kata Nina dengan memberikan belanjaannya pada Hasan.
"Tadi kamu buatin aku kopi gak mau, tapi sekarang kamu malah disuruh buatin kopi kan buat aku."ucap Hasan sambil menaruh belanjaan Nina ke meja.
"Kamu seneng kan sudah aku buatkan kopi. Jadi mulai detik ini kamu gak usah deket deket sama aku lagi, aku gak suka tau."kata Aisyah dengan jutek dan memberi nampan yang ada gelas kopi yang untuk Hasan dan ibunya, setelah memberikan nampan itu Aisyah melengos pergi.
"Ini gadis jual mahal banget, sabar San nanti juga klepek klepek sama loh. Sekarang mah cukup extra sabar dulu ngehadapin Aisyah."monolog dalam Hatinya Hasan yang matanya agak melotot.
Aisyah pun berjalan mau ke kamar nya. Nina pun melirik ke Aisyah yang tak membawa nampan dan dua gelas minuman coffe yang dia perintahkan.
"Aisyah, mana kopinya ? " tanya Nina dengan melotot.
"Ibu,Ta.ta..tadi.."ucap Aisyah gugup dan tidak tau mau berbicara apa pada ibunya.
Hasan pun membawa nampan tersebut dengan tersenyum seolah tidak ada yang menggores rasa sakit hati.
"Syah, kok malah berdiri disini. Ayo ngopi, kan aku sudah bilang biar aku saja yang bawa."ucap Hasan yang menutupi keangkuhan Aisyah.
Aisyah yang mendengar perkataan Hasan, hanya melirik saja tanpa berkata apapun. Lalu dia ke dapur dan buat kopi untuk dirinya sendiri dan ikut bergabung bersama Hasan dan Nina.
"Yaampun Nak Hasan, kamu ini menantu idaman ibu, amu ganteng cocok banget sama Aisyah," ujar Nina memuji Hasan.
"Aisyah nya cantik, Hasan nya ganteng."puji Nina dengan tersenyum hangat.
Melihat wajah ibunya yang tersenyum senyum seperti itu Aisyah pun ikut tersenyum kecil dan terpaksa.
"Emang aku cocok banget ya bu sama aisyah ? "tanya Hasan dengan bersemangat dengan tersenyum senyum karena ada dukungan dari ibu nya Aisyah.
"Iya, serasi sekali."jawab Nina sambil tersenyum lebar dan melirik ke anak nya yang mukanya ditekuk.
"Aisyah kamu ini dari tadi diem saja, ngobrol dong."suruh Nina pada Aisyah dan menyuruh ikut gabung untuk berbicara.
Aisyah pun diam saja tak memberi respon pada ibunya.
Hasan pun melirik ke Aisyah, Hasan pun mencoba untuk memulai obrolan yang panjang bersama Aisyah.
"Syah, kopi buatan kamu ini enak banget tau," puji Hasan dengan lebay.
"Kamu tau gak, ini kopi terenak yang pernah aku coba."ucap Hasan memulai obrolan pada Aisyah dengan cara memuji nya.
Tapi memang betul buatan kopi Aisyah itu sangat enak sekali.
"Makasih yah Hasan."jawab Aisyah pada Hasan dan ini pertama kalinya menyebut nama Hasan saat berbicara pada Hasan.
"Wanita yang bersama kamu siapa yah ? aku lupa lagi namanya."tanya Hasan mencoba mengajak berbicara pada Aisyah biar Nina ibunya Aisyah tidak melihat keangkuhan anaknya sendiri.
"Saraswati, dia satu satunya sahabatku,"jawab Aisyah pada Hasan tapi tidak berani menatap Hasan.
"kamu bersahabat sama dia sudah lama, sejak kapan bersahabat nya? "Tanya Hasan terus menerus biar ada obrolan antara dirinya dan Aisyah.
"Boleh aku akui, Hasan ini baik juga. Aku jutekin, tapi masih bersikap ramah padaku."monolog dalam hati Aisyah.
*Seolah olah aku itu gak pernah jutekin dia dan hubungan kami berteman baik. Padahal selama ini aku berusaha menjauh pada dirinya."monolog dalam hati Aisyah.
"Syah, kok bengong sih."sambil melambai lambai tangan nya ke wajah Aisyah yang sedang bengong dari tadi saat ditanya Hasan. Bukannya menjawab malah melamun.
"Eeeh...apaa? "tanya Aisyah saat tersadar dari lamunannya.
"Kamu sejak kapan sahabatan sama saras ? " tanya Hasan mengulangi pertanyaan terhadap Aisyah.
"Sejak SMP San."jawab Aisyah dengan memanggil Hasan dengan sebutan san, seperti layaknya seorang teman.
"Sangat lama yah, kamu sering buka Instagram gak sih ? "tanya Hasan terus menerus sambil natap Aisyah dengan dalam banget.
"Aku jarang buka Instagram Hasan."jawab Aisyah pada Hasan dengan tertunduk.
Nina yang dari tadi tak ikut bicara cuma menyaksikan gerak gerik Hasan dan juga putrinya,"Aisyah ini seperti risih gitu ketika berbicara sama Hasan."monolog dalam Hati Nina saat melihat tingkah laku putrinya.
"Aku juga jarang buka sih, buka nya kalau mau post poto aja."kata Hasan dengan so akrab dan ingin samaan kaya Aisyah yang jarang buka Instragram, padahal Hasan ini termasuk pengguna aktif yang sering post semua aktivitas nya di Instagram.
Nina masih mendengarkan dialog percakapan antara Hasan dan Aisyah sambil meneguk kopinya.
"Apakah Kamu sering buatkan kopi untuk ayah dan ibumu ?"tanya Hasan pada Aisyah sambil meneguk kopi nya.
Nina sudah habis kopinya dan Hasan juga sudah habis kopinya,"sering kali dia buatkan kopi untuk ibu dan ayahnya."kata Nina ikut menjawab pertanyaan Hasan pada Aisyah.
"Iya, aku sering buatkan kopi untuk ibu dan ayahku. Setiap kali mereka ingin kopi aku selalu siap untuk membuatkan nya."kata Aisyah mulai berbicara panjang, lalu meneguk kopi nya.
Hasan pun melihat jam di tangannya, ternyata sekarang jam 11 siang,"aku pulang dulu ya bu,, syaah! " pamit Hasan pada Aisyah dan Nina.
"Hati-hati."kata Nina dan Aisyah kompak.
Akhirnya Hasan pun pergi dari rumah Aisyah, dan pulang ke rumahnya.
****
Malem nya Aisyah mendapatkan kiriman whatsapp dari Hasan lagi, ini kedua kali Hasan mengirim pesan pada Aisyah padahal sama sekali tidak pernah di balas oleh Aisyah.
Hasan pria yang termasuk tidak menyerah dalam mendekati wanita incaran nya, belum dapet hati nya dia tidak akan lelah untuk mengejar cinta nya Aisyah.
**
Dear Diary
Hasan selalu saja berusaha mendekati, tapi entah kenapa aku merasa tidak nyaman saat bersamanya. Walaupun aku tahu dia itu bersikap ramah pada ku yang ada aku selalu risih saat dia selalu mendekati terus.
Aku tahu dia itu menaruh hati untuk ku, tapi aku gak punya perasaan sedikit pun terhadap Hasan.
Walaupun dia itu ganteng dan keren layaknya oppa korea, tapi tetap aja aku tidak tergoda olehnya.
_AisyahM.Z_