Bab 1

Surat kontrak pernikahan itu ada di depan Tamara, gadis kampung yang tengah merantau di ibu kota. Dia kota ia hanya tinggal sendiri, kenapa ia menyetujui nikah kontrak ini karena Tamara tergiur dengan uangnya. Hanya nikah kontrak dan ia bisa mendapatkan uang sebesar satu miliar, bukan kah itu sangat mengiurkan.

Dan di tambah selama nikah kontrak dia tidak berkerja, ia hanya diam dirumah. Biaya hidupnya di tanggung sama laki-laki yang menikahi dirinya, selama kontrak berlangsung. Sangat irit bukan..

" saya setuju tuan. Apa disini saya harus tanda tangan?" Tanyanya melihat ke arah laki-laki yang menggunakan jas hitam rapi, dengan tatapan datar.

" disini nyonya" tunjuknya dengan muka datar dan suara dingin.

" tuan bisa kah anda tidak memanggil saya dengan sebutan nyonya, saya tidak nyaman mendengar ya" Pinta Tamara. Mendengar dirinya di panggil nyonya membuat jiwa miskinnya meronta-ronta.

" anda sudah menikah dengan tuan Adam, sudah seharusnya saya memanggil anda dengan sebutan nyonya. "

" Aiis terserah kamu saja. Nama ku tamara" Salma menjulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya.

" Saya sudah tahu nyonya. Anda bisa memanggil saya Yuda. " Jelasnya.

" Baik setelah ini apa yang harus aku lakukan?" Tanya Tamara lagi. Bukankah berhadapan dengan orang seperti ini kita harus banyak tanya gara dia tidak irit bicara..

" Mulai sekarang nyonya akan tinggal di apartemen yang sudah di siapkan tuan Adam." Jelasnya masih dengan muka datar..

" Sekarang sudah selsai bukan?" Yuda menganggukkan kepalanya " Kalau begitu aku harus pulang ke kontrakan ku" ucap tamara bangun dari duduknya dan meninggal Yuda di sana..

Tamara kembali ke kontrakannya dengan keadaan kesal, bagaimana di tidak kesal. Hari pertama bertemu dengan suaminya dia sudah di tinggal begitu saja dan lebih kesalnya lagi ia di tinggal bersama dengan asisten suaminya si muka datar.. Bagaimana dengan tuanya, rasanya ia menyesal telah menandatangani surat kontrak itu.

Dari pada memikirkan tuan dan asisten si muka datar lebih baik sekarang dia membersikan kontrakannya yang mungkin sebentar lagi akan ia tinggalkan.

Di tempat lain terlihat Adam sedang berbicara serius dengan asisten mengenai istri kontraknya.

" bagaimana?" Tanyanya dengan muka datar. Ya, begitu adam, dia si muka datar dan lebih irit bicara. Mungkin ia akan berbicara panjang ketika membicarakan lah yang penting saja.

" semuanya sudah di setujui oleh nyonya tuan." Adam menganggukkan kepalanya, dan mengibaskan tangan nya pertanda agar Yuda bisa mengerjakan pekerjaan lainnya.

Belum beberapa menit Yuda keluar dari ruangannya, Yuda kembali memasuki ruangan adam.

" maaf tuan, tuan besar dan nyonya besar ada di luar"

Adam menghela nafasnya, dia sudah menduga kalau kedua orang tuanya akan datang kesini, pasti kedua orang tuannya sudah tahu kalau dia sudah menikah seorang gadis yang tidak jelas asal usulnya. Adam menyuruh Yuda untuk mempersilahkan keduanya masuk.

" Adam apa-apaan kamu" teriak mama adam ketika Sudah masuk ke dalam ruangan adam.

" Adam apa yang kamu lakukan, kami memang mendesak mu untuk menikah tapi bukan berarti kamu harus menikahi gadis yang tidak tahu asal usulnya. Kamu harus menikahi gadis yang jelas bibit bobotnya."

" Di mana gadis itu sekarang Adam, mama ingin bertemu dengannya?"

" Mama sama papa tenang saja. Dia gadis baik-baik dan tidak akan mempermalukan keluarga kita"

" Dari mana kamu tahu itu, mama tidak mau tahu kamu harus mempertemukan kami dengan dia. Mama gak mau tahu itu. "

Ya, kedua orangtuanya tahu bahwa dia menikahi gadis itu hanya formalitas saja, dan dia juga tahu kalau pernikahan mereka hanya pernikahan kontrak saja. Tapi mereka tidak terima itu karena Adam menikahi gadis yang tidak jelas asal usulnya, bagaimana kalau gadis yang dia nikahi itu anak dari musuh bisnis mereka..

" Besok malam Adam akan membawanya ke rumah untuk makan malam"

***

Keesokan malamnya, Tamara sudah di buat kesal dengan perintah suaminya, walaupun perintah itu dari Yuda tapi tetep saja Yuda menyuruhnya berdandan seperti ini pasti karena perintah suaminya.

" Jadi sesampainya di sana saya harus melakukan apa Yuda?" tanya Tamara, bertemu dengan keluarga besar suami kontraknya jelas membuat dirinya gugup tidak ketolong.

" Anda tidak perlu melakukan apapun nyonya, tugas anda hanya berdiam diri di samping tuan Adam." Jelas Yuda. Tapi di bayangannya Tamara itu sangat mengerikan.

" baiklah sekarang dimana tuan mu itu, kenapa dia lama sekali." Kesal Tamara, dia sudah berada di dalam mobil ini selama tiga puluh menit yang lalu, hanya untuk menunggu tuan Adam yang terhormat.

" itu mobil tuan Adam" Kata Yuda dan membukakan pintu mobil untuk Tamara " mari nyonya" Kata Yuda..

Tamara berjalan seperti wanita karir biasanya, yang terbiasa mengunakan sepatu hak tinggi. Walaupun terlahir dari keluarga kurang mampu tapi Tamara memiliki pesona tidak kalah menawan dan wanita karir di luar sana.

Adam yang melihat Tamara bejalan ke arah terpesona melihat istri kontrak nya. Tapi masih dengan wajah datarnya.

" kenapa lama sekali?" Pertanyaan itu terlontar dari Adam, membuat Tamara tidak habis pikir. Dengan wajah kesal Tamara mencolek bahu Adam dengan kasar.

" Lama sekali? Anda bertanya lama sekali? Yang harus mengajukan pertanyaan itu kami bukan anda tuan" Jawab Tamara tidak kenal takut, walaupun adam melihatnya dengan tatapan membunuh tapi itu tidak membuat nyali Tamara ciut..

" berani sekali kamu menyentuh ku" marah adam, dia tidak suka ada yang berani menyentuhnya..

" Cih, sangat sombong. Rasanya aku ingin membatalkan perjanjian itu" ucap Tamara mengumpat.

" Tuan, nyonya besar dan tuan besar dan yang lainya sudah menunggu anda" Adam merapikan jasnya dan mempersilahkan Tamara untuk menggandeng tangan.

Tamara yang tak kunjung menggandeng tangan Adam membuat adam merasa kesal. Dan ia melihat ke arah Tamara yang sedang membuang muka darinya.

" Sampai kapan kamu membuang muka seperti itu? " tanya Adam, kelihatan kearah Tamara..

" Sampai anda menghilang dari hadapanku " jawab Tamara kecil tapi masih bisa di dengar Adam.

" Yuda!!" Panggil Adam, tanpa di jelaskan Yuda tahu apa yang harus ia lakukan.

" Nyonya, silahkan gandeng tangan tuan muda. Kita akan segera masuk kedalam. Mohon kerja samanya nyonya. Ini adalah tugas pertama anda"

Mendengar itu baru lah Tamara mau menggandeng tangan Adam. Baru saja memasuki ruangan makan malam tersebut mereka sudah di sambut hangat sama pelayanan di sini..

" Selamat malam pa ma dan semuanya " sapa Adam sebelum duduk di kursinya. Jelas mereka menerima sapaan dari Adam, seperti biasa Adam akan menjadi pusat perhatian di keluarga besarnya tapi kali ini ia juga menjadi pusat perhatian karena ia membawa wanita cantik di samping.

" siapa wanita cantik yang ada di samping mu itu Adam?" Tanya paman Adam, mereka seperti terhipnotis dengan wajah cantik Tamara.

" Dia istri ku paman, Tamara. Berikan sambutan pada mereka."

" selamat malam semuanya, saya Tamara istri Adam. Senang bertemu dengan kalian" Ucap Tamara, dia mencari kedua orang tua adam, tapi ia tidak tahu yang mana kedua mertua kontraknya itu..

" cantik sekali, dia dari keluarga mana?"

" Apa marga ya?"

" siapa nama belakang ya?"

" nama Tamara seperti nama pasaran."

Ya, begitu kata-kata yang di denger di telinga Tamara. Tapi sama sekali tidak di hiraukan sama Tamara, ia memiliki menjalankan perannya sebagai istri Adam dengan baik malam ini.

Bab 2

Sepulang dari acara makan malam, Tamara pulang ke kontrakannya ia sama sekali tidak ikut pulang bersama suaminya atau pulang ke apartemen yang di maksud Yuda.

Di acara makan malam tadi, dia banyak sekali mendengar pujian maupun hinaan dari keluarga suami kontraknya.

" Berkumpul dengan orang yang memiliki uang membuat ku sadar, percuma memiliki uang tapi tidak bisa menghargai sesama manusia." lirik tamara melihat pantulan dirinya di kaca besar itu.

Ya, di pertemuan tadi dia hanya mendengar hinaan dari keluarga suami kontraknya. Tapi tamara tidak bisa berbuat apa-apa, tugasnya hanya diam menemani suaminya.

Tok tok

" ada apa Bu?" tanya tamara pada ibu kos yang mengetuk pintunya.

" ada yang mencari mu, dia ada di depan gerbang" Kata ibu kos Amara, karena kos-kosan tamara ini khusus cewek, jika ingin bertamu atau bertemu dengan penghuni kos disini lewat jam sepuluh malam, itu hanya di izinkan berbicara di depan gerbang saja.

" Terimakasih Bu" kata tamara menutup pintu kamarnya dan menemui siapa orang yang ingin bertemu dirinya..

" Yuda, ada apa?" tanya tamara, ternyata orang Yang ingin bertemu dengannya itu Yuda, asisten suami kontraknya.

" Maaf nyonya mengganggu istirahat anda, kenapa anda pulang lebih dulu, dan kenapa anda pulang ke kontrakan ini lagi?" tanyanya Yuda, karena emang seharusnya tamara pulang ke apartemen yang sudah di sediakan suaminya.

" Saya tidak pulang lebih dulu tuan, bukan kah acara makan malam sudah selesai? Jadi buat apa saya disana. Tugas saya sudah selesai disana. Saya sudah cukup puas mendengar hinaan dan pujian dari keluarga orang kaya tuan."

Kata tamara mencurahkan semua apa yang ia dapat di pertemuan pertama dengan keluarga besar suami kontrak nya. Ia sediri sangat tahu akan posisinya jadi tamara hanya diam saja mendengar ucapan mereka.

" Tapi nyonya, karena ini tuan Adam sangat marah akan tindakan anda. Dengan begini ada bisa merusak nama baik tuan adam nyonya" Jelas Yuda, mungkin Yuda harus menjelaskan kepada tamara, bahwa tindakan seperti ini bisa saja merugikan tuannya.

" Maaf tuan, saya tidak tahu akan hal itu" Ucap Tamara menyesal, di tidak menyangka tindakan kecilnya ini bisa berpengaruh besar seperti ini. " tuan, bisakah saya membatalkan perjanjian itu?" Tanya tamara, ia seperti kena mental dengan kata-kata keluarga suami kontraknya, di tambah dengan tatapan sini dari kedua mertua kontraknya.

" Jika anda membatalkan perjanjian ini, anda akan harus membayar denda sebesar setengah dari uang yang akan anda terima nyonya."

" Perjanjian macam apa itu?" Tamara sangat terkejut mendengar kata Yuda. Dari mana dia dapan uang lima ratus juta dalam waktu yang singkat. Menerima uang DP dari suami kontrak ya belum, mau pakai apa ia membayar denda itu..

" Semuanya sudah jelas di surat kontrak itu nyonya. Saya akan membiarkan anda menginap malam ini disini, besok saya akan menjemput anda, anda akan tinggal di rumah taun Adam tidak lagi apartemen. Saya izin Pamit."

" bagaimana mungkin aku seceroboh ini. Tidak mungkin surat kontrak seperti itu. " Tamara langsung masuk ke dalam kontraknya ia melihat surat kontrak tersebut, dan benar adanya surat kontrak itu berisi apa yang di katakan Yuda tadi.

Kaki tangan Tamara terasa lemas setelah membaca surat kontrak itu. Gara-gara tergiur dengan jumlah uang yang di tawarkan ia sampai lupa membaca keseluruhan surat kontrak itu sebelum mendatanginya.

***

Tamara sudah berada di rumah suami kontraknya. Rumah bagaikan istana itu sebutan yang di ucapkan Tamara ketika sampai di rumah tuan Adam.

Banyak pelayanan yang kesana kemari di sini, semuanya sibuk dengan tugasnya masing-masing.

" Saya akan memberi tahu tuan Adam kalau anda sudah ada di sini nyonya. " kata Yuda meninggal Tamara di ruang tengah.

" rumah orang kaya sangat beda dari yang lain. Ini seperti istana yang ada di TV." Ucap Tamara melihat sekeliling rumah ini, tidak ada debu, semua barang yang ada disini semuanya sangat mengkilap.

Dengan pakaian yang biasa ia gunakan Tamara ibarat gembel cantik yang sedang menunggu penghuni rumah yang memberikannya sumbangan.

Adam datang bersama Yuda, mendekat ke arah Tamara. Adam melihat Tamara dari bawah sampai atas, tidak ada ekspresi yang di tunjukkan hanya ada muka datar yang terlihat disana.

" Kamu akan tinggal disini" Kata adam dan mempersilahkan Yuda untuk menjelaskan apa yang boleh ia lakukan dan tidak boleh ia lakukan selama tinggal di rumah ini..

" Semuanya ada disini, anda bisa membacanya. Jika ingin bertanya, tanyakan saja." Yuda memberikan kertas berisi poin-poin yang harus di patuhi Tamara.

" Saya menyetujui semuanya tuan" Jawab Tamara tanpa ada keraguan.

" Kenapa kamu sangat cepat untuk menyetujuinya?" tanya Adam heran, tidak ada bantahan dan di ada pertanyaan yang di ajukan dari istri kontraknya ini.

" Selama tidak ada kontak fisik saya akan menyetujuinya tuan." Ya, Tamara menyetujui semuanya karena tidak ada kontak pisik sama sekali di kertas itu. Tugasnya hanya menemani Adam ketika ada cara diluar sana selebihnya tidak ada.

" baiklah, saya harap kamu bisa berkerja sama. " adam bangun dari duduknya " Yuda akan mengirimkan mu uang yang sebelumnya saya janjikan " Dan Adam pergi begitu saja..

" Mari nyonya saya antar ke kamar anda" Kata Yuda, berjalan lebih dulu.

" Terimakasih " ucap tamara, setelah Tamara memasuki kamar, Tamara tidak henti-hentinya mengagumi kamar ini. " Bagus banget, kayak di hotel-hotel. "

" ini sangat empuk sekali" Kata Tamara merebahkan tubuhnya di kasur itu. " Kalau begini sih, di perpanjang saja kontrak ya. Kan lumayan gratis." Ucap Tamara, melupakan hinaan yang ia dapat kemarin malam.

Lama kelamaan Tamara tertidur di kasur itu, karena ia sangat kurang tidur tadi malam, memiliki surat kontrak tersebut.

Sampai hari menjelang malam, tidak ada tanda-tanda Tamara keluar kamar. Sudah berapa kali terdengar suara ketokan pintu dari luar sana, tapi masih belum ada tanda-tanda pemilik kamar untuk membukanya.

" Ini sangat segar" Ucap Tamara setelah menyelesaikan ritual mandinya, setelah mengganti pakaian ia berniat untuk menaruh pakaian yang ia bawa di lemari, lemari itu sudah terisi penuh dengan pakaian mewah dan bermerek.

" baju siapa ini? Ini pasti sangat mahal" Kata Tamara melihat bahan baju tersebut, terlahir miskin tidak membuat Tamara bodoh dalam membedakan mana barang bagus dan mana barang yang tidak bagus.

Suara ketokan pintu kembali terdengar, dengan cepat Tamara membuka nya. " iya ada apa?" tanya Tamara sopan pada Yuda.

" Anda di tunggu di ruang makan nyonya" Ucap Yuda tanpa ekspresi.

" baik, saya akan ikut kesana" Tamara mengikuti kemana langkah kaki Yuda berjalan. Terlihat disana sudah ada mama papa Adam di meja makan..

" Cih, hanya karena kamu kita semua kelaparan." Bentak nyonya dianra pada Tamara, Tamara yang mendengar bentakan itu hanya bisa memejamkan matanya karena dia tidak pernah di bentak seperti ini oleh siapapun.

" Maaf nyonya, saya tidak-"

" berani sekali kamu menjawab ucapan ku. Dasar gadis kampungan." bentak nyonya dianra lagi. Ia tidak ingin mendengar pembela dari menantu kampungannya ini.

Baru saja Tamara ingin duduk di kursi samping suaminya, ucap nyonya dianra membuat Tamara mengurungkan niatnya.

" siapa yang ingin makan bersama mu" Bentaknya lagi, Tamara mengira dirinya sedang di tunggu ternyata tidak. " Buatkan aku jus buah sana" Perintah nyonya dianra.

Tamara hanya bisa menelan ludahnya susah payah, bentakan yang tidak pernah ia dengar, sekarang ia bisa mendengar suara bentakan yang mengerikan itu..

" baik nyonya. "

Bab 3

Keesokan harinya, Tamara tidak tahu harus melakukan apa di rumah sebesar ini. Yang tertulis di kertas itu hanyalah menjadi istri di luar sana ketika Adam membutuhkannya saja, dan selain itu ia bebas melakukan apapun yang ia inginkan.

Tidak ada tugas untuk menyambut kepulangan Adam, menyiapkan pakai kerja atau pun menyiapkan makanan. Itu tidak ada di surat perjanjian itu, ia hanya bertugas menjadi istri yang baik ketika Adam membutuhkannya.

Tamara mengira ini akan menyenangkan tapi nyatanya tidak, bentakan dan hinaan yang tidak pernah ia dengar selama ini dan sekarang ia merasakan sakitnya di bentak dan juga di hina setelah menikah kontrak dengan Adam.

Tapi jika ia mengakhiri ini semua, ia harus membayar denda itu dengan apa? Dari mana ia mendapatkan uang sebesar itu. Apa lagi dia hanya seorang penjaga toko kue, tidak ada jalan selain menikmati keputusan yang sudah ia ambil.

" Mungkin ada yang bisa aku bantu" ucap tamara berjalan ke arah dapur, tapi di sana sangat sepi tidak ada pekerja di sana. kemana pelayanan yang ada di rumah ini?.

Tidak tahu harus melakukan apa, Tamara lebih memilih berjalan ke arah taman belakang siapa tahu ia bisa membantu tukang kebun yang ada disana.

" permisi" Ucap Tamara melihat bapak-bapak seusia pamannya sedang merapikan rumput disana..

" Iya ada yang bisa saya bantu?" tanya bapak itu sopan, ia seluruh perkerja sini tahu siapa Tamara kerena Yuda sudah memberikan semua informasi tentang Tamara.

" Gak ada, tapi saya mau bantu bapak" ucap Tamara membuat bapak-bapak itu mengkerut kan keningnya. " Saya tamara" Kata Tamara mengulurkan tangannya mengajak bapak ini berkenalan..

" saya Yanto, nyonya bisa panggil saya Yanto." Kata bapak Yanto menyatukan kedua tangannya.

" Jangan panggil saya nyonya pak, panggil nama saja. " kata Tamara tak enak mendengar pak Yanto memanggilnya dengan sebutan nyonya, apa lagi pak Yatno seusia pamannya..

" maaf tapi saya tidak bisa nyonya, itu sudah peraturan disini. Nanti kalau tuan dengar bisa menjadi masalah besar"

" dia tidak akan mendengarnya, panggil saya nama kalau kita sedang berdua seperti ini, tapi kalau ada taun bapak bisa panggil saya nyonya" kata Tamara cari aman, dia aman pak Yanto juga aman.

" baiklah kalau gitu" kata pak Yanto nurut.

" Jadi apa nih yang bisa saya bantu pak?" tanya tamara, melihat-lihat apa yang bisa ia kerjakan.

" saya sedang rapikan rumput, kalau nak Amara tidak keberatan bisa bantu bapak mengumpulkan ini semua" Kata pak Yanto, Tamara mengambil sapu untuk mengumpulkan rumput itu, dan bergegas membantu pak Yanto.

Setelah beberapa lama membantu pak Yanto, akhirnya pekerjaan pak Yanto selesai. Tamara duduk bersandar di pohon besar itu menikmati angin segar..

" Disini sangat sejuk" Kata Tamara ketika angin meniup tubuhnya.

" ini di minum dulu, biar hausnya hilang" Kata pak Yanto datang membawa minuman segar dan juga makanan ringan.

" terimakasih pak, sangat segar" Kata tamara setelah meminum air es itu " oiya pak, pekerja di sini pada kemana ya pak, kok sepi ya?" tanya tamara.

" Bapak juga kurang tahu, tapi Kalau sudah waktunya makan siang atau waktu tertentu mereka semua entah tadang dari mana. Bapak kadang bingung, walaupun sudah lama berkerja disini tapi bapak sama sekali tidak pernah masuk ke dalam rumah, bapak hanya berkerja di luar saja. " Jelas pak Yanto panjang lebar. Tamara hanya menganggukkan kepalanya.

***

Di tempat Adam, seperti biasa rutinitas setiap harinya hanya di sibukkan dengan perkejaan kantor, menemui Klein, meeting dan mengurus yang lainnya.

Tidak pernah ada hari libur tercantum di dalam otak Adam, ia hanya liburan di hari minggu saja dan itu hanya bedanya ia tidak pergi berkerja di kantor.

" Periksa semua ini, dan panggilkan staf yang terkait di bidang pemasaran!!" Perintah Adam, terus seperti itu. Entah kapan dan siapa yang akan bisa menjadi nomer satu setelah pekerjaannya.

" Yuda, tolong kirimkan dokumen kontrak atara perusahaan xxx"

" Baik tuan"

Hingga menjelang malam, Adam baru menginjakkan kakinya di rumah ini. " siapakah makan malam " Ucap Adam ketika tidak sengaja berpapasan dengan Tamara, Tamara menganggukkan kepalanya.

" Mbak, makanan kesukaan taun Adam apa ya?" Tanya tamara pada pelayanan yang ada di sana..

" tuan akan makan malam di sini?" Tanyanya, Tamara menganggukkan kepalanya. Kepala pelayanan yang mendengar itu langsung bergegas menyiapkan makanan untuk tuanya.

" Mbak, kenapa panik. Tenang saja tuan Adam hanya ingin makan malam, jadi jangan sepanik itu" Tamara mencoba menenangkan semua pelayan itu.

" maaf nyonya, kami harus cepat menyajikan makanan untuk tuan. " Jawab mereka..Tamara masih belum hapal betul tentang peraturan di rumah ini, ia hanya melihat apa yang mereka hidangkan.

Tidak butuh waktu lama, hidangan yang di masak koki itu sudah siap untuk di nikmati, Tamara hanya bisa tercengang melihat deretan makanan yang ada di sana.

" bukan kah aku menyuruhmu untuk menyiapkan makanan?" tanya Adam melihat Tamara yang berdiri mematung di sana.

" tapi tuan, bukan kah semua hidangannya sudah ada di atas meja. " Jawab Tamara heran.

" Singkirkan semua hidangan yang ada di atas meja ini!!" perintah Adam dan langsung di kerjakan dengan cepat oleh semua pelayan disini tanpa kesalahan apapun.

" Sekarang buatkan aku makan malam" kata Adam melihat ke arah Tamara.

" tapi saya harus masak apa tuan?" tanya tamara, ia tidak tahu apa yang di sukai dan yang di sukai suami kontrak nya ini.

" Buat apa saja terserah. Aku tunggu tiga puluh menit dari sekarang!!" mau tidak mau Tamara harus memasak, ia melihat di kulkas ada cumi segar, dan ia langsung mendapatkan ide untuk membuat oseng-oseng cumi.

Tidak butuh waktu lama, Tamara menyelesaikan acara masak-memasak nya dan langsung menghidangkannya di depan Adam.

" ini akan lebih enak di makan dengan nasi taun. " Kata Tamara, ia mengambil nasi putih dan menuangkannya oseng-oseng cumi itu di atas piring Adam.

Dengan penuh keraguan Adam mencoba memakan buatan istri kontraknya ini. Satu lai kunyah dua kali kunyah tenyata rasanya tidak terlalu buruk dan cocok di lidah adam.

Adam mengabiskan oseng-oseng cumi itu, ia seperti tidak pernah makan dari pagi hingga malam..

" besok pagi, kamu harus membuat kan aku sarapan. Ini tugas tambahan mu, jangan sampai telat!!" Ucap Adam lalu pergi meninggalkan meja makan. Tamara hanya bisa tersenyum menyetujui permintaan tuannya.

" Kenapa dia sangat rakus, aku sendiri belum merasakan cumi-cumi ini, tapi ia sudah menghabiskannya., " Tamara menghela nafasnya.

Para pelayan yang melihat taunya makan selahap itu hanya bisa tercengang dan terpukau, tapi tidak ada yang berani membuka suara.

" oiya, makanan yang tadi kalian taruh dimana?" Tanya Tamara pada pelayan yang masih berjejer rapi di sana.

"Di belakang nyonya " Jawab kepala pelayan.

" Dari pada makanannya mubajir, lebih baik kita makan bersama. Kebetulan saya belum makan." kata tamara, semua pelayan itu tersenyum ternyata istri tuanya tidak seperti yang mereka perkirakan.

Terdengar dari belakang, suara gelak tertawa mereka terdengar. Tamara menghabiskan waktu untuk berbincang dan berkenalan dengan pelayan yang di rumah ini.

" hari ini cukup melelahkan, aku harus tidur sekarang. Besok pagi harus menyiapkan sarapan pagi untuk tuan Adam. " Ucap Tamara merebahkan tubuhnya.

" bibi dan paman apa kabar, kenapa mereka tidak pernah menghubungi ku akhir-akhir ini." Tamara langsung menghubungi paman dan bibinya tapi tidak di angkat. " mungkin mereka sudah tidur, aku coba besok saja lagi" Ucap Tamara menaruh ponsel kembali di atas meja di samping tempat tidurnya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED