Bab 2

“Tunggu!” ucap Kayra saat keluarga Bayu ingin meninggalkan gedung itu.

“Ada yang ingin kamu sampaikan sebelum kami pergi dari sini?”

“Aku harap ini adalah pertemuan terakhir kita, aku tidak ingin jika suatu hari ada masalah dan saat aku memiliki pasangan dan aku akan mengundang kamu khusus!”

Akan kutunjukkan bagaimana calon istri yang masuk kriteriaku!” jelas Bayu sombong.

“Kamu benar, aku tidak pantas buatmu karena kamu juga sebenarnya bukan tipeku, lagian aku tidak terlalu sakit hati dengan ucapanmu, lagian itu benar semua!”

“Kuakui Papi memang salah karena tidak memberitahukan sejujurnya, karena beliau sangat takut anaknya tidak mempunyai jodoh lagi karena mempunyai gelar janda!”

“Namun aku juga sudah menyesal mengenal kamu, karena caramu salah, telah menceraikan di mana saat pernikahan kita baru saja digelar di depan orang banyak dan menghina keluarga!”

“Ini juga menjadi pelajaran buat keluargaku, agar mencari laki-laki yang betul-betul mencintaiku apa adanya!” jelas Kayra dengan tegas.

“Memang siapa yang akan menikahimu, setelah kejadian ini, dan kamu tidak lihat banyak wartawan di sini!”

“Akan tertulis disebuah surat kabar kalau seorang putri kolongmerat Tuan Bima Prasetya Atmaja telah ditalak oleh suaminya saat hari itu juga setalah usai pernikahan berlangsung!” jelas Bayu tersenyum sinis.

“Wajahmu memang cantik tetapi kamu adalah bekas orang lain, entah siapa yang akan mau denganmu, Kay!” lanjutnya lagi sinis.

“Aku tidak marah denganmu Bayu, tetapi perlu kamu ingat mulai sekarang kamu tidak usah datang ke kantor lagi!”

“Hei, apa maksudmu, siapa kamu sebenarnya!”

“Kamu itu bukan siapa-siapa saya, sedangkan Bos saya itu Pak Darmaji, bukan kamu, sombong banget jadi orang!” sahut Bayu marah dan emosi.

“Iya nih sok banget, bukan kamu saja punya perusahaan di Jakarta!”

“Sudah Bayu, nggak usah didengarkan, mulai gilanya kumat, semua perusahaan punya dia!” sanggah Bu Clara ikut membela Bayu.

“Pak Darmaji!” panggil Kayra tegas.

“Iya, Bu saya!” ucap Pak Darmaji datang menghampiri Ningrum.

Seketika Bayu mulai tegang dengan kedatangan Pak Darmaji dalam acara pernikahan itu.

“Loh, Pak Darmaji ada di sini juga, Bapak di undang juga dalam pernikahan ini?” tanya Bayu penasaran.

“Kamu memang Bayu, di kantor kamu berbuat ulah dan di pernikahan kamu juga berbuat ulah, saya capek kasih tahu kamu!” ucap Pak Darmaji kesal.

“Bu Kayra saya kan sudah bilang tidak usah berkenalan dengan pria ini, gaya hidupnya terlalu mewah apalagi keluarganya!” lanjutnya lagi.

“Apa maksud semua ini, Pak Darmaji?” tanya Bayu semakin penasaran.

“Bayu, maaf apa yang dikatakan Bu Kayra adalah benar kalau sebenarnya yang punya perusahaan adalah Kayra Angelina Atmaja!”

“Jadi sesuai keputusan Bu Kayra, saya harus mengeluarkan secara tidak hormat dan mengenai semua uang yang kamu korupsi akan ditotalkan semuanya sesuai yang kamu ambil!”

“Bisa jadi semua aset-aset berhargamu menjadi jaminan selama kamu bisa melunasi semuanya!” ucap Pak Darmaji dengan tegas.

“Apa maksud Bapak, saya tidak pernah korupsi, jangan tuduh sembarangan, itu jatuhnya fitnah!”

“Bapak bisa saya tuntut dan lapor ke polisi dengan pengaduan pencemaran nama baik! ”teriaknya.

“Kayra kamu mau balas dendam ya, sehingga kamu melakukan semua ini?” tanya Bu Clara tersulut emosi.

“Kenapa? Kalian takut akan kebusukan anakmu Bayu, hah?”

“Kalian sudah mencoreng nama baik saya dan saya balas dengan yang lebih menyakitkan!” sahut Tuan Bima.

“Kalian tidak tahu berhadapan dengan siapa, berani berbuat berani mengambil risiko dan ini adalah risiko yang akan kalian alami!”

“Kita lihat apakah Bayu bisa bertahan dengan kemiskinan?”

“Pak Darmaji segera urus pemecatannya dan jangan sampai dia bawa kabur semuanya, kalau perlu sita rumahnya sebagai jaminan hutang!” perintah Tuan Bima tegas.

“Tidak! Kalian tidak bisa mengambil rumah saya dan apa buktinya kalau saya mengambil uang perusahaan?” tanya Bayu yang masih belum mengakui kesalahannya.

“Bayu, kamu memang tidak korupsi kan?” tanya Bu Clara bingung.

“Tidak, Mah, mereka salah orang!”

“Si Firman yang telah korupsi bukan Bayu, Mam!” kilahnya.

Seketika itu juga anak buah Tuan Bima membuka proyektor dan menyetel video rekaman yang memperlihatkan Bayu telah mengambil uang di brankas di ruangan kepala keuangan dengan mudahnya.

Wajahnya kembali tegang dan tentu saja malu, karena sudah terbukti kalau dia bersalah bukan Pak Firman yang sempat dipecat karena ulah dia.

“Bagaimana Bayu, bukannya kamu menjunjung kejujuran dan kamu tidak mau ada kebohongan?”

“Itulah anakmu Clara, sok pintar, dan sekarang kalian sendiri yang kena batunya!”

“Kamu pikir setiap kamu minta uang ke Bayu, saya tidak tahu, apa?”

“Saya tahu, karena kalau kamu minta dengan Bayu, otomatis kamu akan mengambilnya dari kantor, benarkan Bayu?”

“Kalian licik, ternyata kalian memang nggak punya perasaan!” teriak Bu Clara emosi yang meluap-luap.

“Loh, bukannya kalian yang mulai duluan, dan ini akibatnya!”

“Sekarang selamat datang kemiskinan dalam hidup kalian!”

“Hei kamu, rekam semua gambar mereka dengan ekspresi wajahnya masing-masing!” ucap Tuan Bima menyuruh beberapa wartawan mengabadikan foto mereka.

“Ayuk Kay, tidak baik kamu berlama-lama di sini, kita pulang!” ajak Tuan Bima kepada putrinya.

“Jadikan sebuah pelajaran yang berharga dalam hidupmu, Mas!”

“Jangan memandang rendah orang lain, karena akan menimpa ke kamu sendiri, contohnya seperti kamu!”

“Kamu tahu, aku bersyukur kamu sudah menalakku hari ini, jika kalau tidak hartaku akan habis hanya untuk kamu dan keluargamu saja!” ucap Kayra tersenyum.

“Kay, tolong, jangan usir kami!”

“Biar Mamah yang akan membujuk Bayu akan menikahi kamu lagi, ya!”

“Bay, kamu mau kan menikah kembali dengan Kayra, jangan sampai harta kita diambil oleh mereka semua untuk membayar hutang kamu!”

“Mamah nggak mau jatuh miskin seperti masih ada Papah dulu!”

“Mamah nggak mau!” teriaknya histeris seperti orang gila.

“Sudah Mah, malu banyak wartawan!”

“Hei kalian jangan ambil foto kami, kurang ajar kalian!” teriak Bayu marah.

Lalu Bayu menghajar salah satu wartawan yang telah meliput dirinya hingga babak belur.

Tidak terima dengan perlakuan bayu yang menyerang salah satu wartawan, mereka serempak melaporkan perbuatannya ke kantor polisi kalau Bayu sudah melakukan tindakan menyerang pada saat bertugas meliput berita.

Terjadilah keributan di aula gedung pernikahan itu, yang seharusnya diwarnai dengan canda tawa bahagia dari keluarga besar, tamu dan kedua mempelai yang bersanding di pelaminan tidak sempat dirasakan oleh Kayra untuk kedua kalinya.

Tak lama kemudian polisi datang dan menangkap Bayu atas tindakan penganiayaan seorang wartawan.

“Aku akan membalas kamu Kayra!”

“Kamu tidak akan menemukan jodoh sampai kamu tua, dasar perawan tua! Hahaha ... tawa Bayu sembari menangis karena tidak mau dibawa ke kantor polisi.

“Lepaskan, aku!”

“Pak, saya minta maaf, jangan bawa saya!” ucapnya lagi.

Bayu sampai diseret oleh dua polisi, karena tidak mau ikut dengan mereka.

Semua orang memandang ke arah Bayu yang seperti anak kecil yang merengek minta jajan.

Ada yang mencibir, menertawakannya dan mengejek kelakuan Bayu.

“Kalian tahu apa, kenapa menertawakan anak saya!” teriak Bu Clara emosi.

Bab 3

“Eh Bu anaknya tolong dikondisikan dong, tadi berani banget memukul wartawan sekarang saat ditangkap seperti anak kecil!” celetuk salah satu wartawan di sana.

“Ayuk teman-teman kita pergi dari sini, sudah selesai beritanya!” ucapnya yang lain.

Akhirnya mereka pun pergi dari sana meninggalkan Kayra dan keluarganya di pelaminan itu.

Bu Clara merasa putus asa lalu bersama yang lain pergi menyusul Bayu ke kantor polisi.

Kayra memandang ke arah pelaminan yang sudah dihias dengan indahnya dengan mawar putih kesukaan dirinya.

Tak terasa bulir-bulir air matanya menetes, rasa perih pun mulai menyerang , tetapi Kayra harus berusaha tegar saat melihat Tuan Bima terduduk lesu dan bersedih dan tiba-tiba mengeluarkan air mata.

Belum sempat air mata itu jatuh, Kayra lalu membuka telapak tangannya agar jatuh ke tangan Kayra.

Seketika Tuan Bima mendongak kepalanya dan melihat Kayra sudah duduk bersimpuh di hadapannya.

“Kenapa Papi sedih, jangan menangis, air mata Papi sangat berharga buat Kayra!”

“Kay, nggak apa-apa Pi, jangan khawatir lagian ini bukan kali pertama ditolak mentah-mentah dengan seorang pria,” jelasnya.

Tuan Bima masih diam, matanya sembab, mulutnya terkunci rapat, hanya kedua tangannya mengepal, seakan-akan masih ada yang menjadi beban dalam pikirannya.

“Ada apa, Pi?”

“Apa yang Papi pikirkan, kenapa pi?” tanya Kayra merasa khawatir.

Tuan Bima menatap lekat putrinya lalu memeluknya dengan hangat.

“Apakah kamu bahagia, Sayang?”

“Apakah Papi, bahagia?

“Loh kok malah balik bertanya sama Papi, sih?”

“Pi, jika Papi bahagia pasti Kayra ikut bahagia.

“Sayang, apakah menurutmu Papi sangat egois sama kamu?”

“Hanya karena Papi ingin lebih diakui di dunia bisnis Papi membuatmu menjadi janda di usia muda, bahkan kamu sempat depresi dan ya memang Papi tidak menceritakan itu semua, tetapi yang Papi heran kenapa dia tahu semua tentang hidupmu?”

“Papi lupa menanyakan itu kepada Bayu, dia tahu dari mana coba, kalau bukan ada mata-mata di keluarga kita, Kay!”

“Seharusnya tidak Papi biarkan dia mendekam di penjara sebelum Papi menghajarnya sampai puas!”

“Dia berani memenjarakan hati anakku dan ini balasan yang setimpal,” ucap Tuan Bima kesal.

“Sudahlah Pi, biarlah sudah berlalu juga tidak usah dibahas lagi,” ucap Kayra berusaha tegar.

“Oh ya mana mami dan Dion, kok dari tadi tidak melihat mereka?” tanya Tuan Bima yang mulai sadar kalau kehadiran mereka tidak ada.

“Atau jangan-jangan mereka yang memberitahukan kepada Bayu kalau kamu pernah dirawat di sana?”

“Mana mereka?” tanyanya yang mulai emosi.

“Pi, tenang, jangan terbawa emosi tidak baik untuk kesehatan Papi!” sahut Kayra menenangkan Papinya.

“Bagaimana Papi mau sehat melihat tingkah laku mereka, seharusnya Papi tidak menikah dengan Mami Sandra ternyata dia itu benalu!”

“Alex!”

“Siap, Tuan!”

“Cari Nyonya Sandra dan Tuan Muda Dion seret mereka kalau tidak mau pulang, biasanya jam segini mereka ada di mal!”

“Mereka hanya tahu cara menghamburkan dari pada bisa menghasilkan uang!“ucap Tuan Bima kesal.

“Sudah Pi, kita pulang yuk, lebih baik kita tidak usah lagi membicarakan masalah ini ya ,Pi!” sahut Kayra yang sudah malas membicarakan tentang kejadian ini.

“Kay, bagaimana kehidupanmu selanjutnya?”

“Apakah kamu tidak mau menikah lagi?”

“Papi janji hanya keputusanmu yang diambil bukan yang lain, tetapi Papi mohon carilah pasangan agar kamu bisa membagi suka dukamu kepada pasanganmu seperti Papimu ini!”

“Kamu tahu, Papi juga dulu mempunyai kekasih yang tidak direstui oleh eyang, tetapi Papi sangat bersyukur bertemu dengan mamimu yang sangat baik hatinya!”

“Papi jadi rindu sama mami!”

“Seandainya mami masih hidup, tentu kamu tidak akan mengalami seperti ini!” ucapnya sedih.

“Hanya kamu peninggalan dari mamimu, wajah dan kelembutanmu sama persis dengan mendiang mamimu!” lanjutnya sembari menatap lekat wajah Kayra yang masih memakai kebaya lengkap.

“Tidak usah kamu memikirkan yang lain Bima, sekarang bukan saatnya mencarikan kembali jodoh buat Kayra, disaat yang tepat pasti ada yang akan melamar putrimu!”

“Hanya saja Allah masih menyembunyikan jodohmu itu,” sahut Tante Mira tersenyum kepada Kayra.

“Mbak, saya hanya tidak ingin saat saya sudah menyusul maminya di surga, Kayra sendirian di sini!”

“Siapa bilang Kayra sendirian, Papi?” tanya Sandra yang baru datang dari luar bersama Dion.

Sandra dan Dion menghampiri Bima yang masih terduduk lemas. Sandra memandang ke segala arah dan melihat sudah sebagian para pekerja membersihkan semua atribut pernikahan.

“Loh sudah selesai acaranya, padahal Mami baru saja sampai , kok acaranya sudah bubar?” tanya Sandra penasaran.

“Memang nggak jadi lagi ya, atau memang kamu anak pembawa sial bagi keluarga kita!” ucap Sandra ketus.

“Dari mana saja kamu, jam segini baru kelihatan, kamu tahu hari ini hari apa, hah?” tanya Tuan Bima marah.

“Ya tahu, hari ini kan hari Sabtu, waktunya Mami dan Dion Shopping!” ucapnya semringah.

“Mami, ini kan hari pernikahan Mbak Kayra, masa lupa sih?” ucap Dion anak kedua dari Tuan Bima tersenyum.

“Iya Mami tahu kok, buktinya Mami tadi tanya kenapa cepat sekali selesainya, padahal kita belum lama loh pergi Shopping, buru-buru ke sini, eh tahu sudah pada bubar!”

“Cepat banget acaranya, terus Bayu mana?”

“Paling-paling kabur lagi Mi, biasalah kalau mereka tahu kalau Mbak Kayra itu mantan orang gila!” celetuk Dion cengengesan.

“Dion, jaga bicaramu!” teriak Tuan Bima.

“Bagaimanapun juga dia itu kakakmu, kamu harus menghormatinya!” jawab Bima emosi.

“Ya elah Papi, kita itu tidak sedarah lain ibu dan lain Papi, jadi dia bukan siapa-siapa Dion, kali!” celetuknya santai.

“Sudah-sudah tidak usah di bahas nggak enak di sini, malu dilihati orang!” celetuk Sandra tersenyum.

“Tahu nggak Pi, Mami banyak sekali beli baju buat kita semua, nggak pelit kan Mami!”

“Mami juga sudah membelikan gaun malam dan baju tidur lebih tepatnya linggre satu set, supaya nanti kamu malam pertama dengan suami barumu lebih menantang!” ucapnya membisikkan di telinga Kayra dengan bahagia.

“Aduh Mami bagaimana sih, nggak lihat apa acaranya sudah bubar?” ejek Dion di samping Kayra dengan tersenyum sinis.

“Oh nggak jadi lagi, maaf Kay, kamu mungkin tidak ditakdirkan untuk menikah lagi kali, soalnya setiap ada yang mendekati kamu pasti ujung-ujungnya nggak jadi, buat malu keluarga saja!”

“Dan sekarang kamu lihat sendiri kan semuanya menjadi berantakan, sia-sia, kita sudah banyak menghabiskan uang hanya untuk pernikahan kamu ini ditambah harga diri kita sudah dipermalukan seperti ini! “jelas Sandra emosi.

Tuan Bima langsung pergi dari gedung itu diikuti keluarga yang lain, meninggalkan Sandra dan Dion dalam kebingungannya.

“Pi, tunggu! Kenapa sih Papi bersikap begitu, apa yang dikatakan oleh Mami, betulkan?” tanya Sandra membela dirinya sendiri.

Semua orang hanya diam Sandra berkomentar panjang lebar, tetapi tidak satu pun yang mendengarkan celoteh Sandra.

Hal ini membuat Sandra merasa senang karena Kayra lagi-lagi gagal lagi menikah dan membuat posisinya masih tetap aman sebagai salah satu keluarga besar Atmaja.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED