Bab 1

Pagi itu Xi Yi sedang meracik obat untuk membantu ayahnya yang merupakan tabib kerajaan bernama Tabib Tang.Sementara Tabib Tang sedang menyiapkan beberapa ramuan lain untuk berbagai obat beberapa penghuni istana kerajaan yang sedang sakit.Prajurit yang kembali dalam peperangan dengan membawa luka dari lawan perang mereka mendapat perawatan pula dari Tabib Tang.Ayah dan anak itu begitu sibuk dengan aktifitas mereka pagi itu sehingga mereka yang tinggal berdua karena istri Tabib Tang yang telah meninggal,harus bekerja berdua agar ramuan tersebut segera terselesaikan.Saat mereka sedang asyik meracik ramuan tradisional untuk pengobatan para prajurit yang sedang sakit,tiba-tiba pengawal kerajaan ke rumah tabib Tang.Mereka memberi kabar kepada Tabib Tang bahwa putri semata wayangnya Xi Yi harus ikut ke istana saat itu juga.

"Mohon maaf bukannya saya menolak perintah Kaisar,Tuan.Tetapi ada apa sebenarnya sehingga putri saya harus datang ke istana?Apakah putri saya melakukan kesalahan kepada Yang Mulia?"tanya Tabib Tang.

"Tabib Tang tenang saja karena ini adalah masalah pribadi sehingga Nona Xi Yi harus ikut ke istana saat ini!jawab sang pengawal.

"Saya akan ikut tetapi saya ingin pergi bersama ayah saya."sahut Xi Yi.

"Baiklah terserah Anda saja Nona saya hanya harus memastikan Anda bersedia ikut ke istana."balasnya.

"Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang juga!"ajak Xi Yi.

"Mari Nona,Tuan!"ajak pengawal tersebut kepada ayah dan putrinya tersebut.

Dengan memakai kereta berkuda mereka di bawa menuju istana untuk menemui Kaisar Lu.Selama perjalanan menuju istana,Tabib Tang merasakan gundah dalam hatinya dan beberapa kali ia bertanya kepada putrinya dengan apa kesalahan yang pernah ia perbuat hingga putrinya tersebut harus menemui Kaisar Lu.

"Apa kamu melakukan kesalahan Xi Yi?"tanya Tabib Tang.

"Tidak Ayah.Bahkan aku tidak tahu mengapa aku di panggil.Jujur aku juga tengah cemas saat ini,Ayah."jawab Xi Yi.

"Semoga saja ini bukan sebuah sesuatu yang bisa membuat kita dalam kesulitan."seru Tabib Tang.

"Semoga saja,Yah."harap Xi Yi.

Tak lama kemudian mereka sampai di Istana Sanbai.Ini bukan pertama kalinya mereka datang ke istana tersebut tetapi rasanya jantung mereka berdebar-debar tak karuan saat memasuki istana Sanbai.Kereta kuda berhenti membuat Xi Yi dan ayahnya turun dari kendaraan tersebut lalu melangkahkan kakinya mengikuti pengawal yang mengarahkan mereka menuju ruang pribadi Kaisar Lu.Xi Yi hanya bisa menundukkan kepalanya karena ia menjadi pusat perhatian pelayan dan Selir Yin yang kebetulan berpapasan dengan mereka saat ingin menuju taman istana bersama kedua dayangnya.Selir Yin yang sedikit arogan dan pencemburu memandang Xi Yi dengan kesal tanpa berniat menyapanya.Sebelumnya ia tahu jika suaminya itu akan mengangkat seorang selir kembali karena sudah tidak sabar untuk segera mendapatkan Putra Mahkota.Wajah cantiknya itu tidak menunjukkan keramahan sama sekali kepada keduanya tetapi Xi Yi mengabaikannya karena sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.Lagipula mereka kalangan bawah tidak diijinkan untuk mengangkat kepala di depan anggota keluarga istana sehingga kedua orang tersebut tidak tahu ekspresi dari Selir Yin.

Tak beberapa lama kemudian mereka telah sampai di salah satu ruangan yang bisa dipastikan bahwa itu adalah ruangan pribadi Kaisar Lu.

"Yang Mulia,Nona Xi Yi datang bersama Tabib Tang!"seru pengawal yang mengantar mereka.

"Suruh mereka masuk!"jawab Kaisar Lu dari dalam ruangannya.

Setelah mendapatkan ijin dari Kaisar Lu,pengawal tersebut membuka pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan Xi Yi dan ayahnya masuk lalu menutupnya kembali saat mereka telah berada di dalam ruangan tersebut.

"Duduklah!"titah Kaisar Lu kepada keduanya.

"Terima kasih Yang Mulia."sahut Tabib Tang dan Xi Yi bersamaan.

"Apa kalian sudah tahu apa alasan aku memanggil kalian kemari?"tanya Kaisar Lu kepada keduanya.

"Maaf Yang Mulia saya dan putri saya sama sekali tidak tahu apa-apa."jawab Tabib Tang masih dengan menundukkan kepalanya.

"Baiklah akan aku jelaskan mengapa aku ingin bertemu kalian saat ini."seru Kaisar Lu.

"Kau tahu sendiri bukan jika sampai saat ini aku belum juga di karuniai seorang Putra Mahkota untuk mewarisi semua yang ku punya!"seru Kaisar Lu.

"Saya tahu Yang Mulia."jawab Tabib Tang.

"Untuk itu aku ingin mempersunting Xi Yi untuk aku jadikan selirku!"seru Kaisar Lu.

Kedua orang di hadapan Kaisar Lu itu tampak terkejut dan hanya bisa saling memandang satu sama lain.

"Maaf Yang Mulia.Apakah pantas putri saya yang seorang kalangan biasa ini bersanding dengan Yang Mulia?"tanya Tabib Tang meyakinkan.

"Sejak kapan selirku harus dari kalangan atas?Aku merasa Xi Yi pantas berada di sampingku dan melahirkan Putra Mahkota untukku."sahut Kaisar Lu.

"Mohon maaf Yang Mulia,saya menyerahkan semuanya kepada Xi Yi mengenai keputusan ini."jawab Tabib Tang.

"Bagaimana denganmu Xi Yi?"tanya Kaisar Lu pada Xi Yi.

"Saya tidak tahu harus bicara apa Yang Mulia karena saya takut salah mengambil keputusan."jawab Xi Yi.

"Aku hanya butuh jawaban "Ya" atau "Tidak" darimu."desak Kaisar Lu.

"Aku akan mengangkat ayahmu sebagai penasehat pribadiku setelah pernikahan kita agar kau tak khawatir dengan ayahmu yang akan tinggal seorang diri.Dengan begitu Tabib Tang bisa tinggal di Istana Sanbai bersama kita!"terang Kaisar Lu.

"Baiklah Yang Mulia saya bersedia!"sahut Xi Yi.

"Kalau begitu upacara pernikahan akan berlangsung besok di Istana Sanbai ini."sahut Kaisar Lu.

"Baik Yang Mulia besok kami akan kembali kesini."sahut Xi Yi.

"Kalian tidak perlu kembali karena mulai sekarang kalian akan tinggal di lingkungan istana ini."seru Kaisar Lu.

"Baiklah Yang Mulia."sahut Tabib Tang.

Setelah itu Tabib Tang dan Xi Yi keluar dari ruangan Kaisar Lu dan di antar oleh seorang pengawal menuju kamar mereka masing-masing.Tetapi saat Tabib Tang sampai di kamar yang diperuntukkan untuk Xi Yi,ia mengajak Xi Yi bicara berdua dan meminta pelayan meninggalkan mereka di sana berdua.Segera Xi Yi menutup pintu kamarnya lalu memulai perbincangan dengan ayahnya yang saat itu telah duduk di sana.

"Apa kamu yakin dengan keputusanmu itu Xi Yi?"tanya Tabib Tang pada Xi Yi.

"Apakah Kaisar bisa menerima penolakan kita,Ayah?"tanya Xi Yi.

"Aku tidak mau jika kamu melakukan ini dengan terpaksa dan kamu terbebani karenanya."sahut Tabib Tang.

"Tenanglah,Yah!Aku tahu pasti dengan keputusanku untuk menerima tawaran ini."sahut Xi Yi.

"Disini kita tidak hanya di kelilingi orang baik saja Xi Yi tetapi juga kita harus waspada dengan orang yang akan menjatuhkan kita."saran Tabib Tang.

"Sebenarnya aku juga tidak ingin mengambil resiko demi menjadi selir Yang Mulia tetapi aku rasa kita akan baik-baik saja berada di dalam istana ini."jawab Xi Yi.

"Tapi aku ragu dengan ucapanmu itu tetapi aku akan sebisa mungkin membantumu jika kamu dalam kesulitan."sahut Tang.

"Terima kasih atas dukungan yang ayah berikan karena bagi Xi Yi itu sangat berharga."balas Xi Yi.

Setelah bicara berdua,Tabib Tang langsung menuju kamarnya untuk beristirahat di dalam kamarnya.

Bab 2

Tabib Tang dan Xi Yi tidak dapat beristirahat dengan tenang di tempat baru mereka saat itu.Mereka justru duduk berdiam di dalam kamarnya sambil memikirkan banyak hal di dalam benaknya.Suatu yang menjadi pemikiran Tabib Tang adalah bahwa di dalam istana itu akan banyak halangan yang harus dilewati Xi Yi.Tabib Tang cukup tahu benar bagaimana keadaan Istana Sanbai saat itu dengan selir-selir Kaisar dan Permaisuri di sana.Ia takut Xi Yi akan mengalami bahaya saat di istana itu.

"Andai aku bisa menolak lamaran ini,mungkin aku akan membawa Xi Yi pergi jauh dari sini."batinnya dalam hati.

Tabib Tang tidak ingin putri semata wayangnya itu celaka terlebih hanya Xi Yi keluarga satu-satunya bagi Tabib Tang setelah kematian sang istri.

Siang menjelang semua orang di harap berkumpul di ruang makan untuk makan siang bersama tetapi karena Xi Yi dan Tabib Tang masih belum menjadi keluarga Istana Sanbai maka mereka harus makan sendiri di kamar masing-masing.Makanan Istana Sanbai yang begitu tertata dan di sajikan beberapa menu dalam satu waktu itu tidak seperti kebiasaan Xi Yi setiap harinya.Menu pembuka,makanan berat dan menu penutup menjadi keharusan di setiap waktu makan mereka.Setelah makan siang usai,Xi Yi dan Tabib Tang kembali bertemu dan saat itu Xi Yi berkunjung ke kamar ayahnya.

"Ayah,bolehkah aku masuk?"tanya Xi Yi saat berada di depan pintu kamar ayahnya.

"Masuklah!"sahut ayahnya.

Xi Yi pun membuka pintu kamar ayahnya dan menutupnya kembali setelah masuk ke dalam kamar ayahnya.

"Mengapa kamu datang kemari?"tanya Tabib Tang.

"Entahlah,Yah.Xi Yi sedang mencemaskan sesuatu atau mungkin hanya kegugupan Xi Yi saja."sahut Xi Yi.

"Wajar jika kamu merasakan kegugupan saat menjelang pernikahan apalagi ini sangat mendadak."balas ayahnya.

"Tapi,Yah.Apa mungkin Xi Yi mampu menjadi selir Kaisar?"tanya Xi Yi.

"Hari ini pastinya akan ada pengajaran dari istana untuk menjadi selir Kaisar."sahut Tabib Tang.

"Baiklah,Yah.Kalau begitu lebih baik aku kembali ke kamar sebelum ada pihak istana yang mencariku."pamit Xi Yi.

"Kembalilah dan waspadalah dengan apapun dan siapapun yang berada di dekatmu."pesan ayahnya.

"Baik,Yah."sahut Xi Yi sambil beranjak kembali ke dalam kamarnya.

Xi Yi kembali menutup pintu kamar ayahnya dan tanpa ia duga ia bertemu dengan Permaisuri Xin saat baru saja ingin kembali ke kamarnya.

"Hormat saya Permaisuri!"seru Xi Yi.

"Sudahlah jangan terlalu formal karena sebentar lagi kita akan menjadi rekan berbagi suami."seru Permaisuri Xin.

"Bagaimanapun juga Anda adalah Permaisuri dan saya sebagai selir jadi kedudukan Anda lebih tinggi dari saya."jelas Xi Yi.

"Baguslah jika kamu menyadarinya."sahutnya sinis sambil berlalu dari hadapan Xi Yi.

"Ya Dewa,belum juga aku menikah dengan Yang Mulia begitu banyak halangan yang nampak di depan mata."gerutu Xi Yi.

Kembali ia melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya.Xi Yi merasa ragu untuk melanjutkan pernikahan dengan Kaisar Lu tetapi ia sudah terlanjur menyetujuinya.Apa kata Kaisar Lu saat ia berubah pikiran dalam sekejap mata hanya karena sikap Permaisuri Xin dan Selir Yin kepadanya.Ia juga tidak yakin akan sanggup hidup berdampingan dengan mereka setelah pernikahan di gelar besok.Penyesalan pun terasa percuma karena tidak akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Beberapa waktu berlalu saat hari sore,seorang pelayan datang dan meminta Xi Yi untuk ikut dengannya.Saat itu sedikit rasa khawatir dan keraguan menghinggapi hatinya karena pesan ayahnya untuk waspada pada orang di sekitarnya.

"Nona jangan khawatir karena kita hanya belajar mengenal istana dengan semua yang harus Nona lakukan di dalam istana."sahut pelayan tersebut.

"Baiklah aku akan ikut."jawab Xi Yi.

Mereka segera berlalu dari dalam kamar pribadi Xi Yi menuju ruangan khusus untuk pembelajaran para calon selir sebelum mereka menjadi selir Kaisar.Di dalam ruangan tersebut ada beberapa orang termasuk seorang selir Kaisar yang bernama Selir Ban.Melihat kedatangan Xi Yi di sana,Selir Ban langsung menyapa Xi Yi dengan ramah.

"Hormat saya kepada Selir Ban!"seru Xi Yi.

"Jangan lakukan hal seperti ini lagi saat kita bertemu karena besok status kita akan sama sebagai selir Yang Mulia."seru Selir Ban.

"Baik.Apakah saya akan belajar dengan Selir Ban mengenai tata cara menjadi seorang Selir?"tanya Xi Yi.

"Ya,aku akan membantumu sebagai sesama wanita pilihan Kaisar Lu."jawabnya dengan tersenyum.

Senyum manis Selir Ban sungguh membuat Xi Yi merasakan kenyamanan tetapi mendadak dia ragu pada Selir Ban.

"Apakah ia benar-benar baik atau hanya kepura-puraan saja?"tanyanya dalam hati.

"Kita mulai sekarang ya!"seru Selir Ban.

"Baiklah."sahut Xi Yi yang tersadar dari lamunannya.

Mereka pun memulai pelajaran pertamanya dengan Selir Ban yang begitu sabar mengajari Xi Yi.Dengan cepat Xi Yi bisa mempelajari semua apa yang Selir Ban ajarkan padanya saat itu dengan di awasi oleh dayang utama istana yang bertugas mengurus para selir.Beberapa jam berlalu,akhirnya pelajaran berakhir sudah dan Selir Ban mengajak Xi Yi untuk keluar dari ruangan tersebut menuju taman istana malam itu.Mereka menuju taman istana dimana terdapat kolam ikan di sisinya dan terdapat bangku untuk duduk.Selir Ban dan Xi Yi duduk di sana sambil berbincang-bincang berdua.

"Sebagai wanita pilihan Kaisar banyak hal yang harus kita pelajari dan segala adat istiadat istana yang perlu kita ketahui dan lakukan."seru Selir Ban.

"Saya ragu untuk menjalaninya tetapi saya terlanjur menerima permintaan Yang Mulia."sahut Xi Yi.

"Hanya kesabaran yang bisa kita lakukan untuk menghadapi Yang Mulia meski beliau orang yang lembut dan perhatian."tambah Selir Ban.

"Asalkan kita tidak mencari masalah dengan Yang Mulia maka tidak akan ada yang harus kita takutkan."tambahnya lagi.

"Bagaimana Anda bisa menerima saya sedangkan yang lain tidak demikian?"tanya Xi Yi heran.

"Bagi wanita milik Kaisar tidak ada kata cemburu karena sudah dipastikan jika Kaisar akan memiliki banyak wanita karena memang sudah jalannya seperti itu.Cukup dengan mencintai Kaisar saja bagiku itu sudah keberuntungan dan lagi Kaisar memilihku ada di sampingnya aku sudah sangat bahagia."jawab Selir Ban.

"Bagaimana dengan Permaisuri Xin dan Selir Yin yang saya rasa beliau berdua tidak menyukai saya?"tanya Xi Yi.

"Mereka wanita Kaisar yang cemburu keberadaan wanita lain di sisi Kaisar Lu.Sesungguhnya hanya perlu keikhlasan jika berada di sisi Yang Mulia."sahut Selir Ban.

Wanita cantik itu memang tahu bagaimana ia harus bersikap sebagai selir Kaisar Lu dan ia sangat ramah dengan penghuni istana serta tidak banyak mempersulit hidup orang lain.Berbeda dengan Selir Yin yang tidak mau tersaingi dengan wanita lain di sisi Kaisar dan juga Permaisuri Xin yang tidak suka jika dirinya harus berbagi dengan wanita lain karena ia adalah wanita pertama yang menjadi istri Kaisar Lu.Untuk itu Xi Yi harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Permaisuri Xin dan Selir Yin setelah upacara pernikahan besok.Namun Selir Ban akan tetap mendukung Xi Yi dan memberikan semangat untuk melewati hari-harinya sebagai selir Kaisar Lu.

Bab 3

Malam itu mereka harus kembali ke dalam istana karena sudah waktunya para keluarga istana untuk makan malam bersama.Selir Ban harus hadir di sana bersama Permaisuri dan selir lainnya.Segera Selir Ban dan Xi Yi kembali ke tempat mereka sebelum makan malam di mulai karena akan sangat tidak etis jika salah satu anggota keluarga sampai terlambat dan membuat yang lain menunggu.Selir Ban segera menuju ruang makan untuk berkumpul sementara Xi Yi kembali ke dalam kamar pribadinya untuk makan malam di sana.Ia masih memandangi makanan yang disiapkan tanpa menyentuhnya.

"Besok aku juga akan berada bersama yang lain untuk makan bersama dan hal itu yang membuatku merasa canggung nantinya."batinnya.

Setelah puas dengan angannya sendiri,Xi Yi mulai memakan hidangan yang telah tersedia.Ia bahkan tidak mampu menghabiskannya karena ia tidak begitu berselera karena kegugupan yang dialaminya.Selesai dengan makan malamnya,pelayan membereskan peralatan makan Xi Yi dengan Xi Yi yang mencoba mengingat kembali pelajaran dari Selir Ban.Hingga larut malam,Xi Yi berusaha mempelajari kembali apa yang Selir Ban ajarkan padanya.Pada akhirnya ia mulai merasakan lelah dan merebahkan diri di atas tempat tidurnya dan mencoba memejamkan matanya.Saat ia baru saja menutup matanya,terdengar pengawal istana berteriak di luar kamar pribadi Xi Yi.

"Yang Mulia tiba!"serunya.

Spontan Xi Yi bangkit dari tidurnya dan berdiri menyambut kedatangan Kaisar Lu.Xi Yi segera membuka pintu kamarnya lalu menundukkan kepalanya saat Kaisar Lu berada di hadapannya.Kemudian ia mundur beberapa langkah dan mempersilahkan Kaisar Lu masuk ke dalam ruang pribadinya.

"Apa kamu akan tidur tadi?"tanya Kaisar Lu.

"Iya Yang Mulia."sahut Xi Yi singkat.

"Maaf jika aku mengganggumu."seru Kaisar Lu.

"Tidak apa-apa Yang Mulia.Hanya saya ingin tahu apa gerangan yang membawa Yang Mulia malam-malam begini datang kemari?"tanya Xi Yi.

"Maaf jika Xi Yi lancang menanyakan hal itu pada Yang Mulia."tambahnya lagi.

"Aku hanya ingin melihat wajah calon selirku sebelum tidur malam ini,apakah itu salah bagimu?"tanya Kaisar Lu.

"Sama sekali tidak Yang Mulia.Hanya saja Xi Yi bisa menemui Yang Mulia daripada Yang Mulia harus berjalan jauh menemui Xi Yi."sahut Xi Yi.

"Sama saja bagiku.Aku yang menemuimu atau kamu yang menemuiku pada dasarnya kita sama-sama saling bertemu."jawab Kaisar Lu.

Xi Yi tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar ucapan Kaisar Lu.

"Apa kamu senang berada disini?"tanya Kaisar Lu.

"Saya belum bisa menjawabnya Yang Mulia karena saya masih mencoba beradaptasi dengan lingkungan istana."jawab Xi Yi.

"Mengapa kamu terus menundukkan wajahmu?Apa kamu tidak ingin menatapku sekali saja?"tanya Kaisar Lu.

"Maafkan saya Yang Mulia,Xi Yi tidak berani bertindak kurang ajar pada Yang Mulia."sahutnya.

"Bukankah besok kita akan menikah bagiku tidak masalah jika kamu melihat wajahku."sahut Kaisar Lu.

"Saya belum berani Yang Mulia karena pernikahan belum terlaksana dan kami yang belum ada hubungan keluarga dengan Istana Sanbai ini tidak pantas untuk mengangkat wajah di hadapan Yang Mulia."sahut Xi Yi.

"Ternyata kamu wanita yang suka membantah ya!"seru Kaisar Lu dengan senyumnya.

"Maafkan saya Yang Mulia,saya tidak bermaksud membantah Yang Mulia."jawab Xi Yi.

"Sebaiknya kamu beristirahat malam ini dan aku akan pergi!Jangan lupa acara besok akan melelahkan bagimu."seru Kaisar Lu.

"Baik Yang Mulia."sahut Xi Yi.

"Selamat malam!"pamit Kaisar Lu.

"Selamat malam dan selamat tidur Yang Mulia."sahut Xi Yi.

Setelah itu Kaisar Lu meninggalkan kamar Xi Yi menuju ke kamar pribadinya karena ia ingin menyendiri sebelum acara pernikahannya besok.Sementara Permaisuri Xin dan Selir Yin mulai menduga-duga bahwa Kaisar berada di tempat Xi Yi calon selir barunya itu.Mereka menunggu kedatangan Kaisar ke tempat mereka tetapi hingga lewat tengah malam Kaisar Lu tak juga datang ke kamar pribadi mereka.Malam semakin larut membuat mereka lelah menunggu kedatangan Kaisar Lu sehingga mereka memutuskan untuk tidur untuk melewati hari itu.

Keesokan paginya seisi istana telah sibuk dengan acara pernikahan Kaisar Lu dengan Xi Yi sehingga istana tampak ramai dengan pelayan istana yang sibuk mempersiapkan upacara pernikahan pada hari itu.Tentu saja saat itu sangat dinantikan oleh Kaisar Lu apalagi baginya Xi Yi adalah wanita yang bisa menarik perhatiannya.Rasanya tidak sabar menunggu upacara pernikahan berlangsung yang membuat mereka resmi menjadi sepasang suami istri.Meski ini bukanlah pertama kalinya bagi Kaisar Lu tapi tetap perasaan gugup itu hadir di dalam hatinya.

"Ini bukanlah kali pertama aku menikah tetapi rasanya masoh tetap sama membuatku gugup."gumamnya lirih.

Kaisar Lu memakai pakaian pengantin khusus dengan desain kerajaan yang unik dan kedaerahan serta mewah.Begitu pula dengan Xi Yi yang tampak cantik dengan busana yang digunakannya.Wajahnya di poles dengan make up menambah begitu cantik wajahnya.Xi Yi melangkahkan kakinya menuju ruang upacara beberapa pelayan yang mengiringinya.Sementara itu Tabib Tang telah berada di ruang upacara dengan Kaisar Lu yang telah berada di sana pula.Setelah keberadaan Xi Yi di sana,upacara di mulai dengan kehadiran Permaisuri dan Selir lainnya sebagai penghormatan mereka.Sudah pasti wajah Permaisuri Xin dan Selir Yin yang tampak kurang bersahabat dengan pesta pernikahan itu sedangkan Selir Ban ikut bahagia dalam acara tersebut.Setelah berbagai upacara yang harus mereka lakukan dengan pihak yang biasa menangani pernikahan Kaisar Lu,acara dilanjutkan dengan perayaan dan makan bersama Menteri dan orang penting istana lainnya serta keluarga Kaisar.Usai dengan makan bersama ucapan selamat dari seluruh pihak ketika hari beranjak sore,semua orang membubarkan diri menuju kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak melepas rasa lelah selama seharian dengan upacara pernikahan tersebut.

Saat Xi Yi berada di dalam kamarnya,ia segera melepas hiasan di kepalanya dan mengurai kembali rambut panjang nan hitam sehingga menunjukkan pesona cantiknya dan saat ia ingin berganti pakaian,mendadak Kaisar Lu datang dan membuatnya urung mengganti pakaiannya.Kembali ia merapikan pakaiannya dan membuka pintu kamar menyambut Kaisar Lu yang telah berada di depan pintu kamarnya.

"Yang Mulia!"seru Xi Yi.

"Bisakah kamu menatapku sekarang?Bukankah kita telah resmi menikah dan tidak ada alasan lagi untukmu menundukkan wajahmu di hadapanku."seru Kaisar Lu.

"Maafkan saya Yang Mulia karena saya belum terbiasa.Silahkan Yang Mulia masuk dan duduk di dalam!"seru Xi Yi.

Kaisar Lu masuk ke dalam kamar pribadi Xi Yi sementara pengawal dan pelayan istana meninggalkan mereka hanya berdua saja.Setelah keduanya duduk saling berhadapan,Kaisar Lu menyentuh dagu Xi Yi dengan lembut dan mengarahkan wajah Xi Yi untuk menatap wajahnya.

"Sebagai sepasang suami istri sudah sepatutnya kamu memandangku seperti ini!"seru Kaisar Lu.

Inilah saat pertama kali Xi Yi memandang wajah Kaisar Lu dengan kedua matanya dan tampak Kaisar Lu yang tampan,gagah dan berwibawa itu di depan matanya.Meski usia Kaisar Lu lebih tua 15 tahun dari Xi Yi tapi wajah tampannya tak memudar di telan waktu sehingga Xi Yi sempat terpesona dan kembali menundukkan kepala saat menyadari mereka saling berpandangan.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED