Bab 1

Hujan turun deras di kota Eldoria, menenggelamkan jalanan berbatu dalam genangan yang memantulkan cahaya lentera. Sebuah kereta kuda hitam berhenti di depan gerbang megah Istana Valemont, kediaman keluarga bangsawan paling berkuasa di kerajaan. Dari balik tirai beludru, seorang wanita menatap gedung itu dengan ekspresi tak terbaca.

Elara Ravenswood.

Lima tahun lalu, dia diusir secara tidak langsung-ditinggalkan oleh suaminya di malam pernikahan dan diperlakukan seperti kutukan dalam keluarga itu. Hari ini, dia kembali. Bukan sebagai gadis yang dulu diterima dengan terpaksa, tetapi sebagai seseorang yang jauh lebih kuat dan penuh rahasia.

Pintu gerbang yang tinggi berderit saat terbuka. Dua prajurit berdiri tegak, menatapnya dengan campuran terkejut dan ragu. Namun, Elara tidak peduli. Langkahnya mantap saat dia turun dari kereta, gaunnya hitam pekat, berlengan panjang dengan renda halus yang menambah aura dinginnya. Tidak ada lagi gadis naif yang ketakutan, hanya ada wanita yang membawa badai dalam matanya.

Seseorang datang tergesa dari dalam-seorang pria tua berambut putih dengan mata tajam yang masih menyimpan kekuatan. Duke Alaric Valemont.

"Jadi kau akhirnya kembali," suaranya dalam dan penuh arti.

Elara menatapnya dengan tenang, lalu menunduk sedikit. "Apakah kau tidak mengharapkanku kembali, Duke?"

Duke Alaric menyipitkan mata, lalu tersenyum kecil. "Sebaliknya, aku selalu tahu kau akan kembali. Pertanyaannya, dalam keadaan seperti apa?"

Elara tidak menjawab, hanya memberikan senyum tipis. Duke Alaric bukan orang yang mudah ditebak, dan dia bukan lagi gadis yang bisa dimanipulasi.

Sebelum percakapan mereka berlanjut, seorang pelayan tergesa-gesa datang dengan wajah ketakutan. "Duke, Tuan Cassian sudah kembali dan-"

Elara merasakan udara di sekelilingnya menegang.

Cassian Valemont.

Pria yang telah menikahinya hanya karena perintah sang Duke. Pria yang meninggalkannya di malam pernikahan tanpa satu kata pun. Dan kini, setelah lima tahun, dia juga kembali?

Seolah menjawab pertanyaannya, suara langkah kaki bergema di koridor. Sosok tinggi dengan mantel panjang hitam muncul dari bayangan. Wajah itu masih sama-tajam, tampan, namun kini lebih keras, lebih berbahaya. Mata peraknya bertemu dengan mata Elara.

Waktu seakan membeku.

"Elara," suara Cassian rendah, serak, tetapi penuh intensitas.

Elara menatapnya tanpa ekspresi. "Cassian."

Duke Alaric memperhatikan keduanya dengan sorot mata penuh perhitungan.

Lima tahun yang lalu, keluarga ini membuangnya. Kini, dia kembali sebagai ancaman. Dan Cassian Valemont akan menjadi orang pertama yang mengetahuinya.

Bab 2

Langit Eldoria masih diselimuti awan kelabu saat Elara menjejakkan kaki ke dalam Istana Valemont. Aroma khas batu marmer dingin dan lilin yang terbakar memenuhi udara, membawa kembali ingatan yang selama ini ingin ia kubur. Tapi kali ini, dia tidak akan tunduk pada kenangan pahit.

Duke Alaric berjalan mendahului, sementara Cassian tetap berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan mata perak yang sulit ditebak. Elara tidak menghindari tatapan itu, sebaliknya, dia membalasnya dengan ketenangan yang tak tergoyahkan.

"Kau tampak berbeda," suara Cassian akhirnya memecah keheningan.

Elara mengangkat alis. "Begitu juga kau."

Sejujurnya, Cassian Valemont memang berubah. Lima tahun lalu, dia pria muda yang tampak beku dalam perannya sebagai pewaris keluarga Valemont. Kini, ada sesuatu yang lebih gelap dalam sorot matanya-sebuah rahasia, atau mungkin luka yang ia sembunyikan.

Cassian melangkah mendekat, mantel hitam panjangnya bergerak mengikuti langkahnya yang mantap. "Mengapa kau kembali?"

Elara tersenyum kecil, tanpa humor. "Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Aku tidak pernah pergi dengan kemauan sendiri. Kau yang meninggalkanku."

Rahangnya menegang, tetapi ia tidak membantah.

Duke Alaric akhirnya berhenti di tengah aula besar dan menoleh ke arah mereka. "Cukup. Kalian akan punya banyak waktu untuk menyelesaikan urusan kalian nanti. Untuk saat ini, aku ingin mendengar alasan kalian masing-masing kembali ke tempat ini."

Elara lebih dulu bicara. "Aku kembali karena tempatku seharusnya memang di sini. Kau yang menginginkanku menjadi bagian keluarga ini, dan aku berencana memenuhi peranku... dengan caraku sendiri."

Cassian tertawa pendek, tanpa rasa humor. "Pernikahan kita tidak pernah nyata, Elara. Semua orang tahu itu."

Elara mendekat, menantangnya dengan sorot mata dingin. "Lucu, karena aku tidak ingat pernah menandatangani surat perceraian."

Keheningan menyelimuti ruangan. Para pelayan yang berdiri di sudut ruangan menundukkan kepala, takut dengan ketegangan yang kini mengisi udara.

Duke Alaric menyeringai tipis. "Menarik. Jadi kau berniat mempertahankan pernikahan ini?"

Elara menatap lelaki tua itu. "Aku berniat mempertahankan apa yang menjadi hakku."

Cassian melipat tangan di dada, matanya memperhatikan setiap ekspresi di wajah Elara. "Dan apa hakmu itu?"

Elara tersenyum, tetapi kali ini ada ketajaman dalam caranya menatap Cassian. "Sebagai Nyonya Valemont, sebagai istrimu... dan sebagai seseorang yang sudah cukup lama dikucilkan."

Cassian tampak akan membalas, tetapi sebelum ia bisa membuka mulutnya, suara langkah kaki mendekat dari lorong. Seorang wanita tinggi dengan gaun biru gelap dan rambut cokelat yang disanggul rapi memasuki ruangan.

Lady Evelyn Valemont.

Adik perempuan Cassian, seseorang yang dulu tidak pernah menyembunyikan kebenciannya pada Elara. Wanita itu berhenti di ambang pintu, matanya membelalak saat melihat Elara berdiri di sana.

"Kau..." suaranya bergetar, campuran keterkejutan dan ketidaksenangan. "Kau benar-benar kembali?"

Elara tersenyum, seolah kebencian di mata Evelyn tidak berarti apa-apa baginya. "Sudah lama tidak bertemu, Evelyn."

Lady Evelyn mendekat, matanya masih menatap Elara seolah melihat hantu dari masa lalu. "Aku kira kau sudah menyerah dan menghilang dari kehidupan kami."

Elara mendongak, sorot matanya penuh percaya diri. "Maaf mengecewakanmu, tapi aku tidak semudah itu disingkirkan."

Evelyn menggeram, tetapi Duke Alaric mengangkat tangannya, memberi isyarat agar tidak ada perdebatan lebih lanjut. "Sudah cukup. Elara kembali sebagai istri Cassian. Tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan."

Lady Evelyn tampak akan membantah, tetapi sorot mata tajam Duke Alaric membuatnya bungkam. Ia hanya melirik tajam ke arah Elara sebelum berbalik dan meninggalkan ruangan.

Elara menarik napas dalam, lalu kembali mengarahkan perhatiannya pada Cassian. "Jadi, apa pendapatmu?"

Cassian menatapnya lama sebelum akhirnya menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, Elara, tetapi aku tidak akan membiarkanmu menang begitu saja."

Elara hanya tersenyum kecil. "Kita lihat saja nanti, suamiku."

Dalam hatinya, dia tahu-permainan baru saja dimulai.

Bab 3

Langit di atas Eldoria masih kelabu ketika Elara melangkah menuju ruang tamu utama Istana Valemont. Langkahnya mantap, gaunnya bergemerisik pelan di atas lantai marmer, tapi pikirannya terus berputar.

Cassian masih menatapnya, tajam dan penuh teka-teki. Lima tahun telah berlalu, tetapi pria itu tetap berbahaya-mungkin lebih dari sebelumnya. Namun, Elara juga bukan lagi gadis rapuh yang pernah mereka singkirkan.

Duke Alaric duduk di kursi utama dengan sikap tenang yang menandakan bahwa dia mengendalikan situasi. Di sisinya, Lady Evelyn duduk dengan wajah yang tegang. Para pelayan berdiri berjajar di sepanjang dinding ruangan, menunggu perintah.

Cassian akhirnya berbicara lebih dulu. "Apa sebenarnya yang kau inginkan, Elara?"

Elara tersenyum tipis. "Bukankah sudah jelas? Aku kembali untuk mengambil tempatku di keluarga ini."

Evelyn mendengus. "Tempatmu? Kau pikir setelah lima tahun kau bisa kembali dan mengklaim sesuatu yang bukan milikmu?"

Elara menoleh ke arahnya, tatapannya dingin. "Aku tidak pernah menandatangani perceraian. Itu berarti aku masih istri Cassian. Dengan kata lain, tempatku di sini masih sah."

Duke Alaric menyilangkan jari-jarinya di depan wajahnya, memperhatikan percakapan mereka dengan penuh minat. "Dan kau benar-benar berniat mempertahankan pernikahan ini?"

Elara menatap lelaki tua itu. "Aku tahu betapa berharganya nama Valemont, Duke. Tapi aku juga tahu sesuatu yang lebih berharga-kekuasaan."

Cassian mengangkat satu alis, tertarik. "Dan kau pikir kau bisa mendapatkannya di sini?"

Elara tersenyum. "Aku tidak berpikir. Aku tahu."

Keheningan yang tegang memenuhi ruangan. Evelyn tampak hendak meledak, tetapi Duke Alaric berbicara lebih dulu.

"Menarik," katanya pelan. "Kau telah berubah, Elara. Aku menyukainya."

Cassian menatap Elara dalam-dalam. "Kau benar-benar berpikir aku akan menerimamu begitu saja? Setelah semua ini?"

Elara melangkah lebih dekat ke arahnya, membiarkan matanya menelusuri wajah pria itu dengan tenang. "Aku tidak peduli apakah kau menerimaku atau tidak, Cassian. Yang aku pedulikan adalah fakta bahwa aku memiliki nama Valemont, dan aku akan menggunakannya dengan baik."

Tatapan mereka saling bertaut, ketegangan di antara mereka begitu tebal hingga bisa dipotong dengan pisau.

Evelyn berdiri dengan kasar. "Ini tidak masuk akal! Kau tidak bisa membiarkan ini terjadi, Ayah!"

Duke Alaric hanya tersenyum samar. "Aku bisa, dan aku akan."

Cassian menyipitkan mata ke arah ayahnya. "Apa maksudmu?"

Duke Alaric bersandar di kursinya. "Elara adalah istrimu, Cassian. Dan sudah saatnya kau mulai memperlakukannya seperti itu."

Evelyn membelalak. "Ayah!"

Tetapi Duke Alaric hanya mengangkat tangan, mengisyaratkan bahwa diskusi ini telah selesai.

Cassian menatap Elara lama sebelum akhirnya mendengus pelan. "Baik. Kalau begitu, kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan."

Elara tersenyum kecil. "Jangan khawatir, suamiku. Aku tidak akan ke mana-mana."

Ketegangan di ruangan itu masih terasa bahkan ketika diskusi berakhir. Elara tahu bahwa ini baru permulaan. Dan dia siap untuk itu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED