Bumi Karimun, seratus juta tahun yang lalu.
Bumi ini hanya berisi lautan lahar panas yang tidak ada habisnya. Letusan lahar dari inti Bumi Karimun terus menerus mengenangi Bumi yang tidak terdapat makhluk hidup apapun.
Langit masih tidak ada matahari dan bulan. Juga tidak ada bintang yang menerangi Bumi Karimun yang gelap gulita ini.
Hanya hawa lahar panas yang membuat Bumi Karimun masih terang benderang oleh nyala api yang berasal dari lahar panas ini.
Konon letusan lahar yang tiada henti ini karena di dalam inti Bumi Karimun yang panas hidup Naga Raksasa Api yang besar sekali, hampir menutupi seluruh inti bumi.
Naga Raksasa Api yang bernama Anantabhoga ini terus menerus menyemburkan api di dalam inti bumi yang menyebabkan ledakan lahar.
Bahkan tidak ada daratan yang terbentuk karena terus menerus dialiri hawa panas lahar dari Anantabhoga.
Dewa Semesta yang saat itu menguasai alam semesta telah berusaha agar Anantabhoga meninggalkan Bumi Karimun dan pergi menuju Istana Naga. Namun Naga Api ini tidak mengubris sama sekali permintaan Dewa Semesta.
Anantabhoga merasa Bumi Karimun adalah wilayah kekuasaannya, dan tidak ingin meninggalkannya.
Cara halus yang digunakan Dewa Naga tidak berhasil membuat Dewa Semesta mengirim 8 Raja Naga Agung untuk membawa paksa Anantabhoga pergi dari Bumi Karimun.
Kedelapan Raja Naga Agung itu adalah Basuki, Nagaraja, Upananda, Shakara, Takshaka, Balavan, Anavatapta, dan Utpala.
Pertarungan tidak dapat terhindarkan, karena Anantabhoga tidak gentar menghadapi 8 Raja Naga Agung ini.
Satu persatu Raja Naga Agung dikalahkannya. Tapi saat menghadapi Raja Naga Agung terakhir yaitu Takshaka, Anantabhoga menderita kekalahan pertama yang membuatnya marah luar biasa.
Bumi Karimun seakan hendak meledak oleh kekuatan naganya. Anantabhoga terbang keluar dari inti Bumi Karimun untuk menghadapi langsung Taksakha.
Naga Api raksasa ini hampir menutupi seluruh Bumi Karimun dengan tubuh apinya. Taksakha yang tidak gentar menghadapi kehebatan Naga Api ini mengeluarkan senjata andalanya yaitu semburan api es yang bisa membekukan apapun termasuk Anantabhoga yang menjadi Kristal Naga.
“Aku tidak akan lenyap hanya karena terkurung di dalam Kristal Naga ini. Siapa saja yang memiliki diriku akan kembali menguasai dunia ini seluruhnya. Kekuatan tidak terhingga akan didapatkan pemilik sejati Kristal Naga karena Ruh Naga Api ku akan berdiam di dalam tubuh Penguasa Kristal Naga sejati”.
Pesan terakhir Antabhoga ini menjadi semacam kutukan yang harus dihindari Taksakha dan keturunannya. Karena jika Naga Api ini bangkit maka akan terjadi kembali kehancuran dunia seperti yang dilakukannnya sebelumnya.
Kristal Naga disimpan di tempat yang tersembunyi agar tidak bisa ditemukan siapapun termasuk keturunan Taksakha. Hanya satu keturunan langsung Naga Taksakha yang bisa mengetahui keberadaan Kristal Naga ini melalui pembacaan darah murni naga yang dimilikinya.
*****
Kekalahan Anantabhoga membuat aliran lahar panas terhenti dan mengeras menjadi daratan yang menutupi seluruh Bumi Karimun.
Saat itu Samudera atau Lautan belum terbentuk. Bumi Karimun hanya merupakan dunia yang berisi seratus persen daratan yang tandus dan panas. Hanya terdapat sedikit sungai lahar abadi yang panas mengalir mengelilingi bumi ini.
Perlahan-lahan abu vulkanik letusan lahar dari inti bumi ini membuat tanah yang terbentuk dari dinginnya lahar menjadi tanah yang subur.
Taksakha memutuskan untuk menetap di Bumi Karimun. Saat itu Raja Naga ini memilih daratan tempat Anantabhoga sebelumnya berdiam diri untuk menyemburkan api abadinya.
Tempat Taksakha memutuskan menetap di Bumi Karimun ini nantinya dikenal sebagai Nusantara.
Setelah Anantabhoga dikalahkan dan jiwanya terkurung di dalam Kristal Naga yang dilakukan oleh Taksakha, maka dunia mulai terbentuk..
Matahari mulai muncul di atas langit disusul Rembulan dan Bintang yang turut menerangi Bumi Karimun ini.
Tanaman mulai tumbuh dan memenuhi daratan di Bumi Karimun ini. Kesuburan tanah yang terbentuk dari lahar Naga Api ini membuat Bumi Karimun yang tadinya gersang dan tandus menjadi Bumi Karimun yang sejuk dengan banyaknya tanaman warna-warni yang menghiasai bumi ini pada masa itu.
Taksakha mulai membangun keturunan naganya di Bumi Karimun terutama Nusantara.
Keturunan-keturunan Naga Taksakha yang tidak mendapat kepercayaan mengetahui tempat persembunyian Kristal Naga mulai saling bentrok satu sama lain.
Terjadilah pertarungan antar Naga untuk merebut kekuasaan mutlak di Bumi Karimun.
Pertarungan antar Naga ini membuat tanah tempat berpijak menjadi retak dan terbelah karena getaran-getaran yang ditimbulkan Naga ini.
Daratan yang terbelah dan menyebar ke berbagai arah di Bumi Karimun ini menjadi Benua dan Pulau-Pulau yang tersebar luas di Bumi Karimun.
Samudera dan Lautan mulai terbentuk dari pemisahan daratan Bumi Karimun ini.
*****
Perselisihan Naaga ini kemudian membuat Dewa Semesta berpendapat lain.
Bumi Karimun yang sudah tumbuh subur harus dihuni oleh makhluk yang tidak abadi yang bisa memenuhi seluruh dunia di Bumi Karimun.
Berbagai makhluk mitos, eksotik, demonic maupun makhluk-makhluk lainnya mulai diturunkan Dewa Naga dari berbagai dimensi yang ada.
Terakhir manusia mulai menghuni Bumi Karimun dan dijadikan makhluk hidup di urutan teratas.
Naga yang merasa tersingkir mulai membentuk dimensi mereka sendiri yang tidak dihuni oleh manusia.
Demikian juga dengan Demonic yang diturunkan ke Bumi Karimun untuk penyeimbang alam semesta agar tidak dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja.
Demonic juga menyingkir dari kehidupan manusia karena mereka dianggap setan yang membisiki manusia untuk berbuat kejahatan.
Keturunan-keturunan Naga Taksakha kemudian disebut Naga Kuno karena beberapa saat kemudian setelah Bumi Karimun terbentuk muncul Naga-Naga Dewa dan Kaisar Langit yang memimpin Istana Langit.
Naga-naga dewa ini dipuja oleh manusia yang mulai melupakan Naga Kuno yang menjadi dasar kelahiran mereka di Bumi Karimun.
Benua Arkandaria yang terbentuk dari pertarungan Naga Kuno ini paling memuja Naga Dewa ini karena memberikan kemakmuran bagi manusia.
Benua Kamandaria tidak memuja dewa apapun. Mereka hanya mengandalkan Pendekar Naga untuk menjadi pemimpin mereka mengatasi seluruh kelaliman dan kejahatan. Naga bagi mereka hanyalah dongeng belaka.
Benua Nusantara juga tidak memuja Naga apapun. Bagi mereka Naga Kuno adalah sahabat yang saling membantu antara mereka sehingga terjadi keharmonisan saat itu.
Benua Terluar (Outside Continent) hanya dihuni Naga Iblis yang juga tidak diketahui asal usulnya. Beberapa Kultivator pernah mengunjungi Benua ini tapi jarang yang kembali. Bila ada yang kembali memilih untuk merahasiakannya.
Benua Yang Hilang (Lost Continent) juga Benua yang masih menjadi misteri bagi seluruh penghuni Bumi Karimun.
Dewa Semesta kemudian berpindah ke Semesta lain untuk menciptakan kehidupan baru kembali karena merasa tugasnya di Semesta Bumi Karimun telah selesai.
Kristal Naga menjadi legenda di seluruh Bumi Karimun. Banyak yang mencari keberadaan kristal naga ini serta Dimensi Naga Kuno untuk menemukan naga-naga yang ada pada awal peradaban Bumi Karimun.
Tujuannya hanya satu. Menjadi Penguasa Bumi Karimun dengan menjadi Penguasa Kristal Naga.
Bumi Karimun merupakan sebuah semesta dunia yang sangat luas dengan banyak sekali peradaban di dalamnya. Benua-benua besar dan kecil banyak tersebar di seluruh Bumi Karimun ini. Benua-benua besar yang saat ini masih dikenal yaitu Benua Arkandaria, Benua Kamandaria, Benua Nusantara, dan Benua Terluar.
Banyak juga benua-benua yang belum dikenal sehingga ada yang percaya benua ini ada atau pernah ada, tapi ada juga yang percaya tidak ada lagi benua lain selain benua besar yang mereka kenal sekarang.
Benua Arkandaria merupakan benua yang paling maju peradabannya dibandingkan benua-benua lainnya. Benua ini menjadi perhatian dewa-dewa yang berada di Istana Langit untuk berkembang dan memajukan perabadan manusia yang selaras dengan alam. Tidak ada pertikaian, manusia satu sama lain yang saling menghargai dan menghormati, serta hidup rukun dan damai.
Selain Benua yang banyak tersebar di seluruh semesta Bumi Karimun ini, terdapat banyak Samudera dan Laut-Laut dalam yang memisahkan antara benua yang satu dengan benua lainnya.
Samudera-samudera yang masih tercatat atau diingat berdasarkan cerita-cerita pelaut dan perompak yang singgah di daratan yaitu Samudera Nusantara, Samudera Lost Continent, Samudera Outside Continent, dan Samudera Mitos.
Lautan dalam yang cukup terkenal di Bumi Karimun ini yaitu Laut Naga Biru, Laut Arkandaria, Laut Kamandaria, Laut Peri, serta lautan-lautan lainnya yang banyak tersebar di Bumi Karimun.
Samudera Nusantara merupakan salah satu Samudera yang paling ditakuti oleh kapal-kapal yang hendak melintasi Samudera ini.
Bukan karena gelombang ombak yang besar yang ada di Samudera Nusantara, melainkan sosok perompak yang berkeliaran di samudera ini. Perompak ini menjarah harta kapal beserta kapalnya, bahkan ada perompak yang tidak segan-segan melenyapkan seluruh penumpang kapal demi menguasai seluruh isi kapal beserta kapalnya.
Armada laut Kekaisaran Arkandaria termasuk yang tidak ingin mengusik perompak-perompak ini karena mereka beroperasi jauh di luar kekuasaan mereka. Perompak-perompak ini hanya beroperasi di Samudera Nusantara dan menjadikan samudera ini sebagai markas atau rumah mereka.
Samudera Nusantara terletak di sisi barat Benua Kamandaria yang tidak memiliki armada laut yang kuat. Beberapa perompak bahkan terang-terangan mendarat di Benua Kamandaria untuk bersenang-senang tanpa khawatir ditangkap pihak Kerajaan Kamandaria.
Raja Kamandaria tidak peduli dengan perompak-perompak ini asalkan mereka tidak mengganggu Kota Naga Emas yang menjadi pusat pemerintahannya, yang juga disebut negeri kecil Kamandaria.
Kota Naga Emas disebut demikian karena Raja Kamandaria tidak pernah mempedulikan wilayah-wilayah lainnya yang tersebar luas di benua ini. seakan yang dikuasainya hanyalah Kota Naga Emas belaka.
Kota Naga Emas sudah menjadi miniatur Kamandaria karena semuanya ada di sini. Penduduk Kota Naga Emas juga tidak perlu keluar dari gerbang Kota Naga Emas. Semua sudah ada dan tersedia di kota ini.
Jalur perdagangan biasa dilakukan dengan Kota Naga yang berada di Lembah Naga hanya melalui lereng pegunungan. Penduduk Kota Naga bisa langsung menuju Kota Naga Emas dengan menawarkan barang dagangan mereka tanpa melalui pemeriksaan lagi.
Armada kapal Kerajaan Kamandaria hanyalah kapal-kapal kecil yang sama sekali tidak berguna jika Kamandaria atau Kota Naga Emas ini diserang negeri lain.
Sisi barat Samudera Nusantara berbatasan dengan Benua Nusantara. Benua ini sudah dianggap hilang oleh negeri-negeri tetangga karena benua ini pernah tenggelam ratusan ribu tahun yang lalu oleh bencana besar yang melanda Bumi Karimun, yang sempat dikira ulah Naga Langit. Bencana ini membuat sebagian penduduk benua ini tenggelam ditelan samudera yang ganas.
Tanpa ada yang mengetahui kalau Benua Nusantara tidak tenggelam seluruhnya. Hanya sebagian saja yang tenggelam. Ada yang hilang sama sekali tenggelam ke dasar Samudera tapi uniknya ada beberapa yang tenggelam dan membentuk gugusan pulau-pulau di dasar Samudera Nusantara.
Benua Nusantara yang awalnya lebih besar dari seluruh benua yang ada menjadi benua yang lebih kecil dari benua Kamandaria dan Arkandaria. Penduduk di Nusantara hidup dengan aman dan tentram karena perompak tidak pernah mengusik benua ini.
Ada cerita turun temurun kalau nenek moyang perompak di Samudera Nusantara sebagian besar berasal dari Nusantara yang pindah menetap di kapal di tengah Samudera akibat bencana besar yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.
Sebagian daratan Nusantara yang tenggelam ke dasar Samudera Nusantara dan secara ajaib membentuk gugusan kepulauan yang dinamakan oleh nenek moyang penduduk Nusantara yang turut tenggelam ke dasar Samudera ini sebagai gugusan Kepulauan Malaka.
Manusia Nusantara inilah yang menjadi manusia pertama yang menghuni Kepulauan Malaka. Tidak ada yang tahu bagaimana mereka bisa selamat ke dasar Samudera yang dalam dan mempunyai tekanan udara yang tinggi, tapi manusia pertama Kepulauan Malaka ini berhasil membangun peradaban mereka sendiri.
Samudera Nusantara yang terkenal dengan perompak atau bajak laut ini ternyata memiliki negeri yang luas dan indah di dalamnya.
Tidak ada satupun perompak ataupun pelaut yang mengetahui keberadaan negeri ini, karena terletak di perairan yang terlarang untuk dilalui kapal.
Setiap kapal yang melalui perairan ini akan menghilang dan tidak pernah kembali lagi. banyak cerita mengenai perairan ini. Ada yang bilang ada pintu dimensi di perairan terlarang ini yang membawa kapal laut ke dimensi lain. Ada juga cerita mengenai monster jaman purba raksasa yang menghuni dasar perairan di Samudera Nusantara ini yang menelan setiap kapal laut yang melintas di atas monster ini.
Negeri yang berada di bawah Samudera Nusantara itu terkenal dengan nama Negeri Malaka yang diperintah oleh tiga pemimpin dari bangsa yang berbeda dan dimensi yang berbeda.
Awal mula terbentuknya Negeri Malaka ini adalah peristiwa bencana alam terbesar kedua di Bumi Karimun setelah bencana munculnya Naga Langit.
Gempa yang berlangsung di beberapa titik di Nusantara terutama juga di dasar Samudera Nusantara memicu gelombang besar tsunami. Gempa-gempa di daratan Nusantara menimbulkan keretakan di benua ini yanng membuat Benua Nusantara seakan terbelah menjadi beberapa bagian.
Gelombang Tsunami yang menghantam Benua Nusantara meluluh lantakan benua ini. Retakan-retakan besar beserta manusia-manusia di dalamnya terseret gelombang besar ini dan tenggelam ke dasar Samudera Nusantara dan terseret lagi hingga ke tengah Samudera, tempat pusat gempa dasar samudera ini terjadi.
Gempa besar ini juga memicu terbukanya retakan dimensi yang ada di pusat gempa samudera ini. Dimensi Naga dan Dimensi Demonic menjadi dimensi yang menetap di gugusan kepulauan yang terbentuk dari gempa besar ini bersama Dimensi Manusia pada saat itu.
Naga yang bisa magis mengangkat gelombang besar ini hingga membentuk ruang kosong di sepanjang gugusan kepulauan yang terbentuk dari Benua Nusantara. Jadi tepat di atas gugusan kepulauan ini adalah gelombang samudera yang selalu berputar-putar bagaikan pusaran air yang membuat kapal-kapal di atasnya menjauhi daerah ini. Sekarang daerah pusaran air ini terkenal sebagai Pusaran Maut yang bisa menyedot kapal-kapal yang mendekatinya dan hilang tidak berbekas.
Naga juga dengan kekuatan magisnya membuat matahari buatan untuk menyinari Kepulauan Malaka dan memberi kehidupan di dalamnya.
Manusia-manusia dari Nusantara yang hidup berkat aura magis Naga kemudian membangun peradaban bersama Naga dan Demonic. Mereka hidup rukun dan saling membantu satu sama lain sehingga terjadi keselarasan hidup anatar tiga bangsa yang berbeda kultur ini.
Manusia menamakan gugusan kepulauan ini sebagai Kepulauan Malaka yang disetujui pimpinan Naga dan Demonic.
Kepulauan Malaka membentang luas dengan banyaknya pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil yang berada di dasar samudera ini. Naga juga menyegel langit Kepulauan Malaka agar tidak bisa dimasuki makhluk-makhluk lain dari atas Samudera Nusantara. Penduduk Malaka juga tidak ada yang bisa naik ke atas Samudera Nusantara menuju semesta Bumi Karimun yang luas.
Bencana bagi Negeri Malaka terjadi saat seorang Kultivator Sakti bernama Zhu Kai berhasil memasuki Negeri Malaka. Berkat kesaktiannya, Zhu Kai mampu membuka segel sihir Naga yang membuatnya bisa dengan mudah memasuki Negeri Malaka.
Tujuan awal Zhu Kai sebenarnya adalah membuktikan kebenaran tentang pintu dimensi yang telah menelan ribuan kapal laut yang melintasinya.
Sejarah kembali terulang seperti kejadian sebelumnya di Arkandaria yang mengalami kekacauan akibat banyaknya penduduk Arkandaria yang ingin menjadi kultivator.
Pada dasarnya Kultivator adalah sosok yang baik dan selalu menjaga ketentraman negeri. Tapi ada juga sebagian kecil Kultivator yang mengejar Alam Immortal dengan berbagai cara yang akhirnya akan menimbulkan kekacauan.
Zhu Kai adalah salah satunya. Kultivator yang masih erat hubungannya dengan keluarga Kekaisaran Arkandaria ini mengetahui adanya Kristal Naga yang bisa membuat seseorang menjadi pemimpin sejati di dunianya, bahkan di semua dunia dan dimensi.
Kristal Naga ini tersimpan di Dunia Naga Kuno yang dunianya berada di pusat gempa Samudera Nusantara. Kebetulan juga tempat itu yang disebut Pusaran Maut yang menjadi perairan terlarang untuk melintasnya kapal-kapal laut.
Zhu Kai dengan kesaktiannya membuat penduduk di Kepulauan Malaka terpukau dan hendak sekuat dirinya. Kultivator ini bertujuan merebut kekuasaan Kekaisaran Arkandaria dari kakaknya Zhu Tsao yang sedang memerintah pada saat itu.
Penguasa Kristal Naga kuno ini akan diakui sebagai pemimpin seluruh dunia berdasarkan naskah kuno yang ditulis bahkan sebelum manusia ada di muka Bumi Karimun.
Raja Naga Kuno yang mengetahui tujuan Zhu Kai ini akhirnya memecah kristal naga ini menjadi tujuh bagian dan disebarkannya ke seluruh lokasi di tiga dunaia saat itu yaitu Dunia Manusia, Dunia Naga, dan Dunia Demonic.
Hanya keturunan Naga terpilih yang benar-benar berdarah Naga Murni yang akan mengetahui langsung lokasi ketujuh kristal naga tersebut berdasarkan pembacaan ingatan yang diwariskan lewat darah murni keturunan Naga.
Zhu Kai tidak pernah menemukan satu bagian pun dari kristal naga ini. Namun kehadirannya di Negeri Malaka membuat manusia yang semula hidup rukun dengan manusia lainnya dan juga dengan naga dan demonic akhirnya mulai saling curiga satu sama lain. Manusia ingin menjadi yang teratas kedudukannya, padahal sebelumnya sudah disetujui kalau ketiga bangsa ini sama kedudukannya.
Teknik bela diri yang diajarkan Zhu Kai juga yang membuat semua manusia ingin menjadi yang nomor satu.
Demonic yang awalnya bukanlah makhluk yang jahat mulai memperlihatkan sisi jahatnya akibat pengaruh hawa kegelapan yang dibawa Zhu Kai ke Negeri Malaka.
Naga yang bijaksana mulai menyadari ketidakberesan Negeri Malaka. Mereka mulai mengungsikan penduduk naganya kembali ke dunia naga mereka meninggalkan dunia manusia tapi masih di kepulauan yang sama yaitu Kepulauan Malaka. Hanya saja Naga sudah tidak ingin lagi berbaur dengan manusia yang mulai tidak selaras dengan alam ini.
Demonic juga melakukan hal yang sama karena juga mulai melihat manusia sebagai ancaman buat mereka. Manusia mulai mencurigai Demonic sebagai iblis yang bisa membawa pengaruh buruk bagi mereka. Demonic mulai dikucilkan dan diusir untuk tinggal di pulau terpencil.
Demonic yang pindah ke dunianya meninggalkan salah satu tunggangan mereka yaitu Demonic Beast di salah satu kepulauan terpencil tempat mereka diasingkan manusia sebelumnya.
Manusia bahkan menamakan dunia mereka sebagai Dunia Pendekar. Karena kesombongannya, mereka tidak mengakui Kultivator dan hanya mengakui Pendekar sebagai seseorang yang menguasai ilmu bela diri.
Sejak itu Era Pendekar di Kepulauan Malaka dimulai. Banyak yang menciptakan sendiri ilmu bela diri mereka dan mengakui dirinya sebagai yang terkuat.
Duel antara Pendekar mulai dikenal saat itu untuk pengakuan diri sebagai yang terkuat. Pendekar terkuat selalu mendapat tantangan dari pendekar lainnya yang ingin menjadi Pendekar nomor satu.
Kedamaian yang semula berjalan baik di Negeri Malaka mulai menjadi ajang pertikaian dan kekerasan antara manusia itu sendiri. Kekacauan yang pernah melanda Arkandaria mulai terjadi juga di Kepulauan Malaka ini.
Naga dan Demonic sudah meninggalkan Dunia Pendekar seluruhnya sehingga dunia ini hanya dihuni pendekar-pendekar yang haus kekuasaan. Beruntung bagi Raja yang memerintah negeri ini, masih ada beberapa pendekar yang baik dan setia membantu Kerajaan mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh segelintir pendekar yang ingin berkuasa.
Zhu Kai juga tidak diketahui lagi keberadaannya sejak terjadi kekacauan di Kepulauan Malaka. Ada yang bilang kultivator ini tetap mencari keberadaan kristal naga di dunia naga dan demonic, tapi ada yang bilang juga kalau Zhu kai sudah pergi dari Kepulauan Malaka.
Pertikaian ketiga bangsa ini terus berlangsung ribuan tahun lamanya. Akhirnya pada masa pemerintahan Raja Kertasanjaya, terjadi perdamaian antara manusia dengan naga dan demonic. Ketiga dunia ini tetap berada di dimensi yang berbeda tapi di bawah satu pemerintahan yang diperintah oleh Raja Kertasanjaya yang mewakili manusia, Taksaka yang mewakili Naga, dan Astaroth yang mewakili Demonic.