Bab 1

Keramaian malam terlihat indah untuk di pandang, langit yang gelap itu menjadi sedikit berkilauan dan terasa dingin. Salju pertama turun di malam hari menyambut natal.

Pohon-pohon natal sudah berdiri di setiap sudut jalanan.

Orang-orang bersuka cita berkeliaran di luar, dinginnya malam tidak menghalangi kebahagiaan mereka.

Namun, hal itu tidak berlaku dengan wanita cantik bernama Kimberly Feodora.

Jangankan untuk menikmati salju pertama turun, untuk tersenyumpun dia tidak mampu melakukannya.

Wanita itu duduk termenung di sisi jendela dengan gaun malamnya yang cantik, sebotol anggur di tangannya sudah hampir habis dia tegak.

Tubuh Kimberly terlihat kurus kering tidak begitu sehat dan sangat lemah.

Wajah cantik Kimberly terlihat merah sembab karena tidak berhenti menangis dan juga mabuk sepanjang waktu.

Kimberly menatap kosong salju-salju yang turun berjatuhan di ikuti oleh setetes air mata yang membasahi pipinya. Salju-salju itu tidak seindah tahun lalu.

Kimberly kembali menengak anggurnya seakan minuman itu adalah obat penghilang rasa sakit yang menderanya empat bulan terakhir ini.

Kimberly adalah seorang model kelas dunia yang terbiasa dengan kehidupan yang gemerlap penuh kemewahan dan kesenangan. Kimberly hidup mendapatkan banyak cinta, semua orang memuja dirinya karena kecantikan dan prestasinya.

Kimberly memiliki uang berlimpah, popularitas yang tinggi, apapun yang di lakukannya selalu memiliki efek besar kepada orang lain.

Semua orang mencintai Kimberly karena keberaniannya yang bicara secara terang-terangan dalam mengkritik sesuatu. Mereka menganggap Kimberly pemberani dan pahlawan di masa modern.

Namun, semakin banyak orang yang mencintai Kimberly, semakin banyak pula yang membencinya karena keangkuhan dan kebiasaan Kimberly yang berbicara kasar.

Dunia Kimberly yang gemerlap penuh kesenangan dan kemewahan itu hancur dalam waktu semalam.

Karena sebuah insiden, semua orang membenci Kimberly dan menganggap dirinya sebagai kriminal. Bahkan orang-orang yang dulu mencintainya, kini mereka menganggap Kimberly tidak lebih dari seonggok sampah.

Semua itu bermula ketika Kimberly berpisah dengan kekasihnya setelah dua tahun menjalin hubungan.

Satu minggu setelah Kimberly putus dengan kekasihnya, tiba-tiba sahabatnya yang selama ini sangat dekat dengan Kimberly mengumumkan akan menikah dengan mantan kekasihnya Kimberly.

Tidak hanya sampai di sana, Rachel yang Kimberly anggap sebagai sahabatnya yang berharga itu, ternyata sudah hamil selama satu minggu.

Rupanya, kekasih Kimberly memutuskan dirinya tepat ketika Rachel memberitahu bahwa dia hamil anaknya kekasih Kimberly.

Kimberly merasa terpukul dan sangat marah karena baru menyadari bahwa sesungguhnya sahabatnya itu telah menghianati dirinya dan menjadi penyebab putusnya Kimberly dengan kekasihnya.

Kimberly memutuskan untuk bertemu dengan Rachel di sebuah pesta, mereka bertengkar hebat di sebuah ruangan. Beberapa menit setelah pertengkaran itu selesai terjadi, Rachel di temukan meninggal di jalanan karena jatuh dari lantai lima.

Kimberly yang menjadi satu-satunya orang terakhir yang bertemu dengan Rachel akhirnya menjadi satu-satunya orang yang paling di curigai banyak orang termasuk kepolisian.

Semua orang percaya Kimberly yang membunuh sahabatnya itu di karenakan dendam dan cemburu atas penghianatan sahabatnya itu.

Penyebab kematian Rachel tidak ada orang yang di curigai selain Kimberly.

Bahkan, Sean, mantan kekasih Kimberly pun ikut menuduh Kimberly sebagai tersangka pembuhunan yang terjadi.

Karena kasus itu, satu persatu dunia Kimberly yang sempurna runtuh menjadi seperti puing-puing yang berserakan.

Kasus dan tuduhan yang menjerat Kimberly langsung mencorengkan nama dirinya dan semua pekerjaannya.

Banyak kontrak pekerjaan yang di batalkan membuat perusahaan harus membayar banyak kerugian.

Kimberly yang semula menjadi brand ambassador beberapa perhiasan, pakaian dan make up terkenal, secara tiba-tiba perusahaan besar itu langsung memutuskan kontrak memblacklist Kimberly dari dunia model. Tidak hanya sampai di sana, Kimberly di blacklist dari semua media.

Kasus persidangan yang berjalan cepat akhirnya membuat hakim memutuskan Kimberly tidak bersalah karena tidak ada bukti apapun yang bisa menguatkan bahwa Kimberly pelakunya.

Meski Kimberly terlepas dari tuntutan, kebencian semua orang semakin bertambah kepadanya. Orang-orang menuduh Kimberly menggoda dan menyogok hakim yang menangani kasusnya untuk membebaskannya.

Semua orang merasa kebebasan Kimberly sangat tidak adil dengan kepergian Rachel.

Orang-orang merasa tidak puas jika Kimberly tidak menderita dan malah bebas menjalani kehidupannya setelah kepergian Rachel.

Orang-orang enggan membuka mata dan menerima semua hasil penyelidikan yang terjadi, mereka juga menutup telinga menolak penjelasan apapun dari Kimberly. Mereka tidak memberikan Kimberly kesempatan untuk menjalani hidupnya dengan tenang meski dia bukanlah pelaku pembunuhan sahabatnya.

Kimberly sudah merelakan dunianya yang sempurna terenggut, namun semua itu seakan tidak cukup untuk menebus kesalahan yang tidak pernah sedikitpun dia perbuat.

Kimberly mengusap air matanya beberapa kali dan melawan sesak yang menyakitkan di hatinya, wanita itu melihat beberapa tumpukan dokumen yang berserakan.

Dokumen-dokumen itu berisi tentang pemutusan kontrak Kimberly dengan agensynya yang dulu menjadikan dirinya sebagai anak emas perusahaan.

Tangan kurus kering Kimberly menjangkau buku tabungan dan melihat deretan angka yang dulu begitu banyak kini hilang tidak tersisa. Uang Kimberly sudah mulai habis karena menyewa pengacara dan tidak menerima pekerjaan satupun.

Kini dia harus menerima banyak tagihan tunggakan apartement dan yang lainnya.

Seharusnya Kimberly hidup dengan tenang meski sudah tidak bekerja, dia memiliki tabungan dalam jumlah yang besar.

Tetapi, uang jutaan dollar milik Kimberly yang dia simpan, kini uangnya di bawa kabur oleh managernya sendiri.

Tidak ada satupun orang-orang yang dulu menjadi temannya mengulurkan tangan untuknya, mereka menjauhi Kimberly dan mengkhianati Kimberly.

Kimberly merasa sangat sedih dan putus asa, dia sudah menemui dokter untuk menangani gangguan kecemasannya yang semakin memburuk, namun semua itu tidak memiliki dampak apapun karena Kimberly di bayang-bayangi kebencian semua orang dan kehidupan susah di kelilingi lilitan hutang.

Tidak ada tempat untuk Kimberly pergi, bahkan dia tidak mengetahui siapa orang tuanya karena dia tumbuh di panti asuhan.

Kimberly terisak menangis mengambil botol anggur yang sudah hampir habis, wanita itu berteriak melemparkan botol anggurnya ke dinding. Tubuhnya yang lemah itu bergerak dengan langkah terseok-seok.

“Bajingan, manusia-manusia biadab! Kalian menghakimiku lebih dari Tuhan.” Tangis Kimberly membuka pintu kaca di depannya.

Air mata berlinangan membasahi wajah Kimberly yang kini memiliki banyak cekungan karena kehilangan banyak berat badan, sorot matanya yang di penuhi air mata itu sangat tajam di penuhi oleh kemarahan dan kesedihan.

Angin berhembus terasa sangat dingin menusuk, salju-salju berjatuhan mengenai permukaan kulitnya.

Kaki telanjang Kimberly melangkah terseok-seok merasakan dinginnya permukaan lantai balkon apartementnya yang di hinggapi beberapa tetes salju.

Kimberly melangkah dengan lemah mendekati pagar dan melihat semua hal yang bisa di lihatnya.

“Apa yang kalian mau? Mengapa aku harus membayar perbuatan yang tidak aku lakukan? Jika dia mati dengan cara mengerikan, itu adalah karmanya karena sudah menjadi penghianat. Mengapa aku yang menjadi korban harus menerima kebencian ini? Mengapa?.” Jerit Kimberly dengan frustasi.

Kimberly kembali menangis dalam kesendirian, sangat berat untuknya melewati hari-harinya yang berat dalam kesendirian.

Kimberly menyerah dan tidak mampu lagi melewati hari esok, juga hari-hari seterusnya.

Tangan Kimberly gemetar memegang pagar besi, wanita itu naik ke atas dan berdiri di luar pagar, matanya yang basah oleh air mata terlihat di penuhi penderitaan dan kesedihan.

Kimberly menatap ironis jalanan yang ada di bawahnya terlihat indah dan bercahaya, sementara langit tegah gelap dan kedinginan seperti keadaan hatinya sekarang.

“Hanya aku dan Tuhan yang tahu kebenarannya. Jika kalian tetap menghakimiku untuk menebus dosa yang tidak aku lakukan, lebih baik aku mati, aku tidak sudi melewati ini semua. Aku tidak peduli jika di masa depan aku reinkarnasi menjadi keong sekalipun, aku hanya ingin hidup bebas tanpa menanggung dosa yang tidak aku lakukan.”

Bibir Kimberly gemetar, napasnya tersendat-sendat dengan air mata yang tidak berhenti berjatuhan membasahi wajahnya yang cantik itu.

“Selamat tinggal” bisik Kimberly dengan suara seraknya.

Perlahan Kimberly melepaskan pegangannya pada pagar dan menjatuhkan dirinya dari lantai tujuh belas.

Tubuh Kimberly melayang jatuh dengan gaun indah yang di kenakan, gaun itu terlihat berkibar tersapu angin bersama dengan salju-salju yang berjatuhan berada di antara tubuhnya yang jatuh ke bawah.

Kimberly menutup matanya dan menempatkan tangannya di dada, tidak berapa lama tubuh indahnya itu terjatuh ke sebuah atap mobil membuat semua orang yang berada di sekitarnya langsung berteriak.

Tubuh Kimberly hancur, perlahan darah keluar menodai tubuh dan gaun cantiknya.

Perlahan Kimberly menghembuskan napas terakhirnya melepaskan kehidupannya dan rasa sakit yang selama ini melukainya.

Bab 2

“Nona, bangunlah!” Suara isakan tangis seorang wanita terdengar. “Tuan, cepatlah kemari! Tubuh Nona Winter bergerak.” Teriakan keras seseorang terdengar.

Suara keributan mulai terdengar mengusik pendengaran Kimberly, orang-orang berbicara dengan berisik membicarakan dokter yang harus segera mereka panggil.

“Winter, sayangku. Nak, bangunlah.” Suara berat seorang pria terdengar kuat di telinga Kimberly, tubuhnya ikut sedikit terguncang. “Winter, ayah mohon, bangunlah Nak.”

Kening Kimberly mengerut samar, matanya sangat berat untuk di buka. Terdengar banyak orang yang memanggil nama Winter, namun mereka mengguncang tangan Kimberly dan memijat kakinya.

Ada yang aneh..

Kimberly membuka matanya seketika, dia terdiam dengan napas yang bergerak cepat seperti baru kembali mendapatkan pasokan udara.

Pandangan Kimberly mengedar melihat ke sekitar yang terdapat orang-orang asing tengah menangis penuh suka cita karena bahagia Kimberly kembali bangun.

Pandangan Kimberly memutar melihat kamar mewah dan asing yang baru pertama kali ini Kimberly lihat.

Bibir Kimberly terbuka, dia semakin cepat bernapas karena tidak dapat mengendalikan tubuhnya sendiri. Pikiran Kimberly langsung di buat bingung dan tidak mengerti dengan situasi yang terjadi.

Di mana dia sekarang?.

Siapa orang-orang itu? Mengapa mereka menangis memanggil namanya dengan sebuat Winter? Siapa Winter?.

“Winter” teriakan keras seorang pria dan gebrakan pintu terdengar, pria itu berlari melewati seorang pria paruh baya dan langsung duduk di sisi ranjang. “Winter hiks..” pria itu langsung memeluk Kimberly dengan erat.

Kimberly hanya bisa mengerutkan keningnya terlihat bingung karena orang-orang terus memanggilnya dengan sebutan Winter.

Tidak hanya itu, seharusnya sekarang Kimberly meninggal karena dia sudah melompat dari lantai tujuh belas.

Mengapa sekarang dia kembali membuka matanya? Apakah ini halusinasi sebelum kematian datang?.

Batin Kimberly terus bertanya-tanya dan mencerna semua keadaan aneh yang tengah terjadi kepadanya sekarang.

“Kenapa kalian diam saja? Cepat panggil dokter!” teriak pria paruh baya itu.

Semua pelayan langsung berlari pergi keluar kamar.

“Winter bicaralah!” Desak pria muda itu sambil mengusap wajah Kimberly dengan lembut dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca di penuhi kesedihan dan kelagaan.

Kimberly tetap diam dan bingung, Kimberly tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kimberly tidak memahami situasi apa yan sebenarnya terjadi sekarang karena seharusnya Kimberly tidak bangun lagi, seharusnya Kimberly sudah meninggal sekarang.

Perlahan Kimberly bangun dengan susah payah dan sesuatu yang berat di tubuhnya.

Mata Kimberly terbelalak melihat tangannya yang begitu besar, saking besarnya Kimberly pikir tangannya adalah pahanya. Tidak hanya sampai di sana, Kimberly semakin di buat kaget dengan bentuk tubuhnya yang sangat begitu besar hingga membuat dia kesulitan untuk duduk.

“Winter kenapa diam saja? Katakanlah sesuatu, kakak mohon,” ucap Vincent terdengar sangat khawatir.

“CERMIN!” Kimberly berteriak dengan napas memburu karena tidak mampu menutupi rasa kagetnya dengan keadaan tubuhnya sendiri yang berubah tiga ratus enam puluh derajat.

Vincent menatap bingung adiknya dan mengusap wajahnya dengan sayang. “Ada apa Winter?.”

“Di mana cermin?” teriak Kimberly semakin keras.

Dengan tergesa-gesa Kimberly turun dari ranjangnya dan tertunduk. “Bajingan! Kaki apa ini?” Tanya Kimberly dengan makian karena melihat sepasang kaki yang begitu besar dan berat saat di pakai untuk berlari.

Kimberly berlari ke mencari-cari cermin, langkah Kimberly semakin cepat begitu melihat sebuah cermin di sisi pintu kamar mandi. Kimberly langsung berdiri di depan cermin itu.

Napas Kimberly tercekat, matanya membulat sempurna menatap penampakan tubunya sebagai gadis yang sangat muda dengan keadaan tubuh yang begitu besar.

Kimberly menampar wajahnya sendiri dengan keras beberapa kali, Kimberly berpikir bahwa ini hanya sekadar mimpi karena apa yang ada di cermin bukan tubuhnya.

Rasa sakit menyengat terasa di pipi Kimberly yang menandakan jika itu bukan mimpi.

Akan tetapi, jika ini bukan mimpi, lantas apa yang telah terjadi?.

“Winter, kau baik-baik saja?” Benjamin bertanya dengan mata berkaca-kaca melihat puterinya, “Jangan menyakiti dirimu sendiri Winter, ayah mohon tenangkanlah dirimu.”

“Kau siapa?”

Benjamin tercekat kaget karena kini puterinya melupakan dirinya, “Winter, ini ayah” jawab Benjamin dengan suara gemetar karena tidak dapat menahan kesedihannya, Benjamin langsung menunjuk Vincent yang kini berdiri di sisinya. “Ini, dia Kakakmu, Vincent.”

Kimberly berkedip dengan cepat, dia semakin di buat bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Kimberly berteriak keras melepaskan rasa frustasi yang yang menyerang pikirannya, tidak berapa lama Kimberly terjatuh pingsan ke lantai.

***

“Ada apa dengan puteriku? Apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Benjamin terlihat sangat khawatir, bahkan wajahnya terlihat pucat dan bingung. Benjamin sangat takut terjadi sesuatu pada puteri kesayangannya.

Sikap aneh Winter yang beberapa kali terbangun dan pingsan hingga berteriak-teriak membuat Benjamin cukup khawatir takut terjadi sesuatu pada Winter.

“Puteri Anda baik-baik saja. Nona Winter hanya sedikit shock, saya akan ada di sini dalam waktu setengah jam, puteri Anda butuh waktu sendiri sejenak agar bisa menenangkan diri,” jawab dokter itu dengan senyuman ramahnya.

“Tapi mengapa? Apakah kejadian di sekolahnya yang membuat dia shock?” tanya Vincent.

“Kita akan mengetahuinya setelah saya berbicara lagi dengan Nona Winter secara langsung.”

“Winter, anakku” lirih Benjamin terdengar begitu sedih, Benjamin menjatuhkan tubuhnya ke kursi dan menatap daun pintu kamar Winter yang kini tertutup rapat.

Dua hari yang lalu, Winter di temukan pingsan di atap gedung sekolahnya, tidak ada yang mengetahui kejadian itu di sebabkan oleh apa. Hanya Winter yang tahu.

Selama dua hari ini Winter tidak bangun sama sekali dan sesekali hanya mengigau dengan racauan kecilnya tidak dapat di pahami siapapun.

Benjamin yang di landa banyak kekhawatiran, kini kekhawatirannya kian bertambah karena sejak tadi pagi Winter bangun sadarkan diri, sikapnya menjadi berubah.

Winter menatap semua orang dengan asing, dia terus bertanya siapa dirinya dan siapa orang yang ada di hadapanya dengan suara yang sedikit histeris, sesekali dia memaki hingga menampar wajahnya sendiri dan terus-menerus berteriak sambil mengatakan tidak mungkin.

Ketenangan Winter tidak mereda usai bertemu satu dokter, tiba-tiba Winter menangis meminta di panggilkan dokter kejiwaan, psikolog, hingga psikiater.

Dengan sabar Benjamin mendatangkan apa yang Winter butuhkan, satu persatu para dokter menemuinya dan berbicara langsung dengan Winter.

Sudah banyak ahli medis yang berdatangan sejak pagi ini, namun semakin ahli medis mengatakan Winter baik-baik saja. Winter semakin di buat histeris tidak terima bahwa dia baik-baik saja.

Tidak hanya itu, Winter juga menanyakan tanggal, tahun dan di mana dia sekarang berada.

Sikap Winter yang aneh sungguh membuat Benjamin sedih dan bingung tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada puterinya.

Winter benar-benar sudah berubah dalam waktu satu hari.

Kini, Winter mengurung dirinya sendiri di kamar mandi dan hanya menghabiskan waktunya untuk berdiri di depan cermin untuk menampar wajahnya terus menerus.

***

Kimberly menangis terisak menyusut hidungnya yang berair dengan punggung tangannya yang besar dan gempal, lembaran tishu bertebaran di lantai terlihat berserakan.

Sudah lebih dari tujuh jam lamanya dia sadar dan bertemu dengan banyak dokter.

Kimberly sudah menanyakan banyak hal kepada semua orang dan mereka memiliki jawaban yang sama. Semua orang mengatakan bahwa dia Winter Benjamin, seorang gadis yang masih berusia tujuh belas tahun.

Orang-orang mengatakan bahwa sekarang adalah bulan Mei, tahun 2024. Tiga tahun lebih cepat dari dunia Kimberly Feodora.

Kimberly yang sesungguhnya berusia dua puluh tujuh tahun, kini memasuki tubuh gadis yang berusia tujuh belas tahun.

Entah keajaiban atau kutukan yang kini menimpa Kimberly.

Secara pasti, Kimberly yang bunuh diri, kini memasuki tubuh Winter yang kemungkinan sudah meninggal juga.

Kimberly sungguh tidak tahu bagaimana cara menjelaskan keadaannya sekarang, yang jelas kini Kimberly ada di dunia nyata, namun hidup dengan tubuh orang lain.

Kimberly tidak bisa berkata apapun kepada semua orang karena apa yang di alaminya sekarang tidak bisa di jelaskan secara medis. Kimberly benar-benar bisa gila.

“Tunggu.” Kimberly berhenti menangis sejenak ketika tersadar akan sesuatu, Kimberly menyusut kembali air mata dan hidungnya dengan tishu lagi.

“Aku harus mencari semuanya di internet.” Kimberly semakin sadar dengan apa yang harus dia lakukan sekarang.

Dengan kesulitan Kimberly berusaha bangun dan melangkah dengan keadaan tubuh yang sangat berat dan tidak membuatnya nyaman. Kimberly bisa merasakan lapisan lemak yang bergoyang di setiap langkahnya.

Kimberly adalah seorang super model yang punya tubuh ramping, kaki panjang, terbiasa berjalan di catwalk, memakai apapun dengan mudah. Kini, secara tiba-tiba dia harus memiliki tubuh dua kali lipat dari berat badannya yang sebelumnya.

Baru beberapa jam saja Kimberly terperangkap di tubuh gemuk itu, dia sudah tidak dapat lagi menyembunyikan keluhannya lagi. Jangankan untuk berlari, melangkah saja kaki Kimberly terasa sakit.

Bab 3

Kimberly keluar dari kamar mandi dan pergi ke kamarnya menuju meja belajar, Kimberly terduduk di kursi belajar dengan susah payah dan segera menyalakan komputer. Tangannya bergerak cepat di atas keyboard mengetikan namanya di situs pencarian.

Tidak membutuhkan waktu lama, nama Kimberly Feodora langsung bermunculan dengan berbagai berita yang menyangkut dirinya.

Tangan Kimberly gemetar hebat, matanya terbelalak melihat photo-photo pemakaman dirinya yang tersebar di seluruh situs internet.

Kimberly berkedip bersama air matanya yang berjatuhan melihat berita yang menayangkan kondisi tubuhnya yang cantik itu meninggal secara menyedihkan, hingga acara pemakaman yang tertutup dan hanya di jumpai segelintir orang.

Kepergiannya tampaknya tidak begitu di pedulikan.

Kimberly menggulirkan mouse di tangannya melihat berita lain tentang dirinya.

Kimberly menghapus air matanya, dadanya terasa sesak dan nyeri melihat makam dirinya yang kini di hiasi banyak bunga-bunga indah, batu nisan yang di beri sebuah patung indah dirinya di buat dengan sebuah marmer dan di pahat oleh seniman terkenal.

Dua bulan setelah Kimberly meninggal, sebuah fakta terkuak mengenai kejadian dan dalang di balik kematian Rachel.

Fakta itu mengungkapkan jika sesungguhnya Rachel meninggal karena di dorong oleh petinggi agensi Kimberly.

Kimberly bukanlah orang terakhir yang bertemu dengan Rachel.

Handpone Rachel yang sempat hilang akhirnya di temukan, hal itu menjadi bukti kuat hingga membuat semua kasus terbuka.

Rachel memiliki bukti kejahatan petinggi agensi yang menggelapkan pajak dan melakukan pelecehan seksual pada beberapa model yang baru bergabung di agensi.

Di malam Rachel di temukan meninggal..

Rachel dan petinggi agensi sama-sama berada di pesta yang sama, diam-diam mereka sepakat untuk bertemu karena Rachel meminta bayaran sejumlah uang dan juga meminta Kimberly untuk di depak dari agensi jika petinggi agensi ingin bukti kejahatannya yang di miliki Rachel di hapus.

Mereka bertemu secara khusus, namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil karena Rachel meminta uang yang lebih besar dari apa yang sudah di sepakati. Mereka akhirnya bertengkar, pertengkaran itu membuat Rachel di cekik dan di dorong jatuh dari gedung.

Kini, petinggi agensi yang sudah menjadi tersangka pembunuhan itu harus menghadapi hukuman lima belas tahun di penjara.

Setelah kasus itu terbuka dan membuktikan bahwa sesungguhnya Kimberly memang tidak bersalah, semua orang di buat berduka dan sangat menyesal dengan apa yang terjadi hingga membuat bintang mereka bunuh diri.

Semua orang terlihat di buat berduka dan bersalah karena jari-jari mereka yang mengirimkan komentar kebencian, mulut mereka yang menghina Kimberly itu adalah alasan di balik bunuh dirinya Kimberly Feodora.

Kejadian kelam dan kisah tragis Kimberly yang di lahirkan dengan cinta, di banggakan di puja, harus meninggal karena bayangan kebencian, cacian dan derita yang tidak seharusnya dia tanggung.

Karena kejadian itu, semua orang menghapus segala sesuatu kebencian yang pernah mereka tinggalkan dan menggantikannya dengan ucapan permintaan maaf.

Cinta mereka kembali hadir setelah Kimberly pergi.

Kimberly pergi dengan luka dan duka yang menyedihkan.

Satu hari setelah petinggi agensi di penjara, orang-orang mulai menaburkan bunga di makam Kimberly.

Semua orang sepakat, di tanggal hari kematian Kimberly, mereka akan menaburkan bunga di makam sang bintang yang sempat kehilangan cahayanya. Mereka menaburkan bunga dan menghiasi makam Kimberly, memasang papan billboard di pusat kota dengan semua photonya sebagai bentuk penghormatan mereka.

“Hikss..” desakan tangisan kembali menyulut hati Kimberly yang kini tengah membaca semua berita tentang dirinya, dengan tangan gemetar Kimberly segera keluar dari semua situs berita tentang dirinya karena semua sudah usai.

Kimberly menangis semakin keras merasakan sesak yang sangat menyakitkan sekaligus melegakan di dalam lubuk hatinya karena semua kebenaran terungkap meski harus dengan Kimberly pergi dulu.

***

“Winter, apa aku boleh masuk?” Suara Vincent yang berdiri di depan pintu terdengar, pria itu mengetuk pintu beberapa kali. Sudah seharian penuh setelah Winter sadar, Winter hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau bertemu dengan siapapun selain dokter.

“Winter” panggil Vincent lagi karena Winter tidak kunjung menjawab. “Kau belum makan malam. Izinkan aku masuk.”

“Biarkan aku sendiri!” teriak Kimberly.

“Setidaknya makanlah, nanti cantikmu hilang.”

“Lemakku yang akan hilang!” teriak Kimberly lagi.

“Bahkan lemakmu sangat lucu,” jawab Vincent sedih karena sekarang Winter mulai membicarakan masalah fisiknya. Vincent berjalan lemah dan menjatuhkan dirinya di sofa sambil menatap pintu kamar Winter yang masih tertutup rapat.

“Pergilah beristirahat,” kata Benjamin dengan suara yang datar.

“Tidak bisa, aku akan di sini sampai bisa memastikan bahwa Winter baik-baik saja,” jawab Vincent dengan tegas.

Vincent yang berkuliah di Manchester pulang untuk merayakan liburan musim dinginnya bersama keluarga, namun baru satu hari dia berada di rumah, Winter terkena masalah.

***

Hari yang cerah telah berubah menjadi gelap, Kimberly masih tidak beranjak dari kamarnya dan tidak mengizinkan siapapun masuk. Kimberly termenung memikirkan banyak hal-hal tidak masuk akal tengah terjadi kepadanya sekarang.

Kimbely yang memutuskan bunuh diri memang benar-benar sudah meninggal. Namun jiwa Kimberly berada di tubuh seorang gadis bernama Winter Benjamin.

Waktu yang Kimberly lalui berbeda tiga tahun.

Secara tidak langsung, Kimberly tidak benar-benar meninggal.

“Apa itu artinya aku roh yang gentayangan?” Kimberly bertanya dengan bingung, “Ataukah aku sudah melakukan penjelelajahan waktu? Atau reinkarnasi?.”

Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan konyol tidak masuk akal keluar dari mulut dan pikiran Kimberly.

Entah apa yang harus Kimberly lakukan sekarang, tidak akan ada satupun orang yang akan percaya dengan cerita Kimberly. Mungkin orang-orang akan berpikir bahwa kini gadis yang bernama Winter terkena gangguan jiwa.

Kimberly benar-benar pusing harus melakukan apa. Sakit di hati dan di pikirannya sudah menghilang ketika mengetahui bahwa kebenaran sudah terungkap.

Yang menyita pikiran Kimberly sekarang adalah bagaimana cara Kimberly melalui harinya kedepan nanti?.

Tuhan memberikan keajaiban yang terlalu besar untuk Kimberly.

Jika tubuh Kimberly sudah berada di bawah tanah menjadi makam, itu artinya, pemiliki tubuh Winter juga sudah meninggal dengan tubuhnya.

“Apa kau juga melakukan bunuh diri?” Kimberly bertanya sambil memandangi cermin di depannya, memperhatikan wajah cantik dan muda Winter yang tertutup oleh setumpuk lemak. “Mengapa kau bunuh diri?” tanya Kimberly lagi terdengar sedih.

“Tuhan memberikan aku keajaiban. Tuhan memberiku kesempatan kedua untuk tetap hidup, meski dengan tubuh orang lain. Jika pemilik tubuh Winter sudah meninggal bersama tubuhku, apa aku di perbolehkan menjalani hidup Winter?” Kimberly bertanya dengan serius dan penuh harap.

Kimberly berbalik membelakangi cermin dan melihat ke sekitar.

Kimberly berputar mengelilingi kamar untuk melihat-lihat.

Ada sebuah lukisan besar keluarga Winter terpajang di dinding. Tidak hanya itu, ada juga beberapa photo yang terpajang di atas laci. Tumpukan buku catatan dan buku pelajaran berjajar rapi di atasnya.

Kimberly menarik kursi dan duduk di meja belajar milik Winter, Kimberly melihat apapun yang bisa dia lihat untuk mengetahui siapa sesungguhnya Winter.

Dari buku catatan milik Winter, Kimberly akhirnya membaca beberapa hal penting yang Winter tulis mengenai kehidupannya dan membuat Kimberly tahu siapa Winter sebenarnya.

Winter adalah seorang anak dari pengusaha material tambang rhodium, Winter hidup bersama ayahnya yang bernama Benjamin dan kakaknya yang bernama Vincent. Kedua pria itu sangat mencintai Winter dan memanjakannya.

Ibu Winter meninggal beberapa tahun yang lalu.

Winter sekolah di sekolah internasional terbaik di Negara Neydish, Winter gadis yang tidak begitu menonjol karena dia pemalu dan tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Meski dia sangat kaya raya dan memiliki orang tua yang berpengaruh, tidak ada yang menghormati Winter, gadis itu terlalu menutup diri dari dunia normal remaja pada umumnya, orang-orang menganggap Winter seperti seorang pecundang karena Winter tidak pernah bisa melakukan apapun dengan baik.

Winter memiliki seorang sahabat yang bernama Paula, mereka berteman sejak Winter memasuki sekolah menengah pertama, mereka sangat dekat karena Paula adalah satu-satunya teman Winter.

Kepolosan dan keluguan Winter yang tidak pandai bergaul dan mengatur kehidupannya sendiri membuat Winter mempercayakan apapun kepada Paula untuk mengatur banyak hal. Paula sangat berharga untuk Winter.

Seperti itulah cerita kecil di dalam diarie Winter..

Kimberly menutup buku catatan Winter yang sangat membosankan untuk dia baca, Kimberly kembali melihat komputer milik Winter untuk mencari sesuatu yang lain yang bisa dapatkan mengenai kehidupan Winter yang terlihat membosankan dan menyedihkan.

Tangan Kimberly bergerak cepat di keyboard, tanpa segan dia mengutak-atik isi komputer Winter.

Mouse di tangan Kimberly bergerak lembut di atas meja, Kimberly menggulirkan mouse dan membaca semua yang terpampang di layar, wanita itu melihat dengan cermat media social milik Winter yang masih terhubung.

Jari-jari yang besar itu bergerak mendorong turun melihat lebih banyak pesan masuk yang tertuju kepada Winter, Kimberly membukanya satu persatu untuk mencari informasi hingga akhirnya Kimberly terpaku pada sebuah pesan anonym yang mengirimkan sebuah video.

Dalam satu tekanan Kimberly membuka video itu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED