Happy Reading 😘😘
🍁🍁🌹🍁🍁
Briyan Baskara seorang pewaris pengusaha sukses di Jepang asal Indonesia, di usianya yang terbilang sudah matang lelaki itu sudah memperluas perusahaan ayahnya baik di Jepang maupun di luar Jepang.
Tak hanya dapat menaklukkan sebuah bisnis, lelaki dengan nama Briyan Baskara itu juga mampu membuat para wanita klepek-klepek seperti cacing kepanasan.
Tentu nya bukan hanya karena dia seorang pengusaha sukses. Tapi ketampanan yang melekat di wajah lelaki itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para wanita. Satu lagi jangan lupa kan daya tarik dari seorang lelaki yang bernama Briyan Baskara satu ini, sikap nya yang dingin terhadap seorang wanita. Namun tidak dengan wanita yang sudah ia incar, lelaki itu akan melakukan apapun untuk wanita yang sudah menjadi incarannya. Terlebih jika wanita itu sudah mampu mengikat hatinya yang tidak pernah mau ia berikan terhadap wanita manapun.
Briyan turun dari lamborgini hitam nya. Kakinya melangkah memasuki gedung tinggi perusahaan nya, tanpa membalas senyuman para karyawan nya yang sudah datang pagi sekali ke perusahaan. Di samping nya ada lelaki yang tak kalah tampan darinya berjalan ber-iringan bersama nya. Sebut saja nama lelaki itu Chiko orang kepercayaan sekaligus sahabatnya. Malah bisa di bilang saudara nya.
"Apa dia sudah datang?" tanya Briyan pada Chiko.
"Tentu saja belum bos, karena anda terlalu pagi, untuk datang ke perusahaan," jawab Chiko ramah.
Briyan tersenyum mendengar jawaban Chiko, merasa konyol pada dirinya sendiri karena terlalu pagi untuk berada di perusahaan, mungkin karena ia terlalu bersemangat untuk bertemu dengan wanita yang memberikan surat lamaran kerja keperusahaan milik nya.
Semenjak melihat data wanita itu, ia merasa sangat tertarik dengan nya. Maka dari itu untuk interview kali ini Briyan yang ingin menanganinya sendiri. Sedangkan Chiko yang biasanya menginterview hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena ia tahu kalau bosnya itu ada pikiran lain.
Briyan kini sudah berada di ruangan kerjanya, senyuman tak pernah lepas dari bibir nya yang berwarna merah muda itu, yang dengan hanya melihat bibirnya saja akan membuat milik wanita basah.
Tok Tok Tok
Bunyi ketukan membuat Briyan langsung menetralkan wajahnya yang tadinya tersenyum kini berubah menjadi datar, dan dingin. Pintu ruangan nya terbuka saat dirinya menyuruh si pengetuk untuk masuk.
Briyan menatap wanita yang kini berdiri dihapan nya, hanya ada meja kerjanya saja yang menjadi penghalang, ia mengelus dagu nya yang di tumbuhi bulu-bulu halus dengan ibu jari dan jari telunjukku.
Briyan menatap wanita itu dengan intens tatapan yang mengintimidasi, membuat wanita di hadapannya ini merasa tidak nyaman. Briyan menampakan senyuman di bibirnya yang ia yakin wanita di hadapannya pun akan sama dengan wanita lainnya yang akan jatuh kedalam pelukan nya.
Bibir yang mungil dan semuanya terlihat mungil tapi menggiurkan dan hanya satu yang tumbuh subur di tubuh wanita itu ia memiliki dua buah mengkal yang besar diatas rata-rata sehingga sedikit nyembul ke atas, apa tidak berat membawa beban sebesar itu di tubuhnya yang mungil pikir nya.
Tapi bukanya itu bagus untuk litle Briyan di jepit diantara belahan gunung kembar itu dan untuk mulutnya Briyan tak yakin mulutnya yang mungil itu muat untuk dimasuki little Briyan.
Briyan sadar, batin nya mengingatkan karena tadinya Briyan ingin bersikap dingin, namun nyatanya di hadapan wanita ini ia tidak bisa. Otak mesumnya langsung bekerja, begitu pun dengan kedua matanya yang tiada henti menatap gundukan besar di depan nya.
Tapi dari keseluruhan wanita ini lumayan lah karena mempunyai satu kelebihannya yaitu kedua buah dadanya yang besar.
Mungkin orang-orang berpikir is orang yang pemilih padahal ini hanya sekretaris, tetapi menurut nya sekertaris itu harus tidak hanya sekedar pintar lalu bisa menjadi sekertaris apalagi ini untuk dirinya, dia harus cantik dan sexy, tentunya semua karyawan wanita di perusahaan nya ini harus berpakaian sexy dan mempunyai bentuk tubuh yang indah.
Tak hanya wanita, laki-laki yang bekerja di perusahaannya pun harus bersih dan tampan, tetapi semua itu tak luput dari IQ nyan mereka buat apa cantik atau tampan tapi tidak memiliki IQ yang bisa menguntungkan perusahaan.
Dan sepertinya wanita dihadapannya ini dia punya IQ yang bagus dan untuk tubuhnya yah lumayan lah untuk memanjakan matanya.
"Duduk," perintah nya dungin setelah selesai mengamati wanita itu.
"I iya pak," ucap wanita di hadapan Briyan terbata, sambil mendorong kursi di hadapannya ke belakang lalu dengan canggung ia duduk di kursi itu.
"Nama kamu siapa?" tanya Briyan masih dengan nada yang di usahakan nya sedingin mungkin agar tidak terlihat jelas kalau ia menginginkan nya. meskipun sudah tahu namanya tetapi Briyan ingin mendengar dari bibir mungil itu ketika menyebutkan namannya dengan suara yang terdengar sexy menurut nya apalagi kalau mendesah pikir Briyan.
"Se-Sessylia Cantika pak," jawabnya dengan kepala menunduk.
"Hummhh kalau diajak bicara itu kamu harus menatap lawan bicara kamu,! Apalagi dengan atasan kamu,! Umur kamu berapa,?" tanya nya, Briyan berdiri dari tempat duduk nya, lalu mendekati dan berdiri dengan belakang tubuhnya yang menyeder di meja kerja .
"Ma-maaf pak,! Umur saya 25 tahun," jawabnya sambil menatap Briyan dengan wajah merah, sungguh lucu pikir Briyan.
"Ukuran buah dada kamu berapa,?" entah kenapa pertannyaan itu terlontar begitu saja karena matanya yang terpaku dengan salah satu kenikmatan didunia itu.
"Eekkkhhh," wanita itu menatap Briyan dengan tatapan terkejut karena pertanyaan nya.
"Akhh lupakan saja pertanyaan saya barusan, aku rasa ini sudah cukup kalau begituh kamu boleh pergi,"
Setelah Briyan mengatakan itu wanita yang bernama Sessyl itu berdiri hendak melangkahkan kakinya namun naas nya kerena high hels nya yang agak tinggi mungkin sehingga membuat wanita itu tersungkur karena kecerobohannya yang tidak hati-hati.
Sepertinya aku tambahkan minus untuk wanita ini, yaitu ceroboh pikir Briyan .
Roknya yang pendek terangkat keatas memperlihatkan bongkahan yang berisi itu terlihat.
Wanita itu berusaha bangun , posisinya kini dengang nungging kearah Briyan memperlihatkan dengan jelas bukit berisi itu dari belakang.
Tanpa sadar Briyan mendekatinya.
"Hey apa kau baik-baik saja? Sepertinya beban yang kamu bawa memang terlalu berat," ucap Briyan sambil melirik kearah buah nya yang besar dan tangannya yang tidak sabar mengelus pantat berisi wanita itu yang terlihat karena roknya yang keatas sedangkan jari tengah nya bergerak halus mengelus belahan bukit kecil berisi itu sangat empuk dan halus ketika jari tengah ku mengelus di luar cd nya yang berwarna merah itu yang kurasa ternyata sudah mulai lembab.
🍁🍁🌹🍁🍁
Sessy mengeram kesal dalam hatinya ia menyalahkan lelaki yang baru saja menginterview nya, ia merasa gugup apalagi pertanyaan tidak jelas dari laki-laki yang akan menjadi atasannya itu dengan cerobohnya sampai menyebabkan tersungkur diatas karpet berbulu itu menampakan pantat nya yang tidak tertutup karena rok nya yang pendek tetangkat ke atas.
Dan apa-apaan atasannya ini pake bilang bawa beban berat apanya coba, yang ada tuh dirinya jatuh salah dia yang membuat ia merasa terintimidasi dan akhirnya ceroboh ku datang gara-gara gugup.
"Maaf pak sebaiknya anda singkirkan tangan mesum dan jari anda dari pantat dan inti saya," ucap Sessyl dengan ketus entah kemana rasa gugupnya tadi yang pasti ia sekarang benar-benar kesal karena lelaki dihadapannya ini dengan beraninya mengelus bagian intinya kekasihnya saja tidak pernah.
Setelah lelaki itu melepaskna tangannya Sessyl pun berhasil berdiri, ia melihat lelaki itu tersenyum mungkin itu senyum andalannya yang lelaki itu biasa gunakan untuk menjerat kaum wanita tetapi tidak untuk seorang Sessyl, batinya.
Sessyl melihat lelaki yang akan menjadi atasan dirinya menjilat dan menghirup jari tengah yang tadi bermain-main di area sensitif nya, dasar lelaki mesum.
"Permisi," ucap Sessyl sebelum meninggalkan ruangan dengan aroma mesum menurut nya.
Diluar pintu ruangan Sessyl menyenderkan punggung nya , dasar CEO mesum dia pikir dirinya gak tau apa kalau dia itu lelaki yang suka menjerat wanita, untung tadi ia sempat mendengar beberapa karyawan wanita yang bertubuh sexy tadi sedang membicarakan atasan mereka sebelum ia masuk ruangannya.
Setelahnya itu Sessyl mulai melangkahkan kakinya pergi menjauhi pintu berat hitam di hadapannya, Sessyl berpikir kalau itu interview yang tak bermanfaat menurut nya ia juga berharap tidak akan ada panggilan kerja untuk nya di perusahaan ini, pikir nya.
COMINGSOON
🍁🍁🌹🍁🍁
PART 1 BOS MESUM
🍁🍁🌹🍁🍁
21+++++++
Happy Reading
Pagi di hari senin Sessyl di apartemen nya sudah menyiapkan sarapan untuk berdua dirinya dan kekasihnya yang bernama Gilbert.
Semenjak kedua orang tuanya meninggal Sessyl lebih memilih untuk tinggal di apartemen setelah menjual rumah nya yang menurutnya terlalu besar, namun ada alasan lain yang menguatkan dirinya harus menjual rumah. Satu-satunya peninggalan orang tuanya.
Sudah satu tahun Sessyl berhubungan dengan kekasihnya dan selama itu pula ia tinggal berdua di apartemennya bersama kekasihnya Gilbert meski begituh ia masih tetap menyandang status virgin karena kekasihnya itu sangat menjaganya bahkan untuk sekedar melakukan ciuman pun mereka tidak pernah paling kekasihnya hanya mencium keningnya saja sebagai tanda rasa sayang.
"Jadi hari ini kamu sudah mulai untuk bekerja sayang?" tanya gilbert lembut.
"Heumh," jawab Sessyl dengan gumaman dan anggukan saja.
"Kenapa sih kaya gak semangat gituh,?"
"Malas aku sebenarnya dengan manusia yang akan menjadi atasan aku itu,." jawabnya dengan kedua tangan yang menangkup wajahnya. Sessyl sendiri tidak pernah berharap bisa di terima di perusahaan itu. Tapi beberapa hari lalu ia mendapatkan sebuah panggilan, dan terpaksa ia harus menjalani nya, terlebih lagi ia sedang butuh, sedangkan lamaran nya yang di tempat lain belum memanggilnya.
"Hey kau ini seperti bukan dirimu yang biasanya, ceria donk sayang nanti juga kamu bisa keluar dari sana setelah lamaran yang kau kirim ke perusahaan lain di terima,! Untuk sementara ini kau nikmati dulu ok,?"
"Kau benar Gil, untuk sementara aku akan menikmatinya," jawabnya, karena itu juga ada dalam pikiran nya.
"Kalau begitu tersenyum dan bersiaplah sayang untuk mengawali pagi ini," ucap Gilbert sambil mengecup kening Sessyl seperti biasanya dengan sayang.
Sessyl pun pergi meninggalkan Gilbert di ruang makan untuk bersiap-siap bekerja sebagai sekretaris.
Sessyl keluar dari kamar nya setelah siap dengan mengenakan atasan berwarna pink dan untuk bawahan ia memakai rok yang tingginya di atas lutut.
Sessyl menghampiri kekasihnya Gilbert yang berada di ruang TV.
"Aku pergi Gil,?" ucap nya.
"Ok hati-hati sayang,! Semangat ya,," jawab Gilbert sambil mengecup kening Sessyl.
Sessy berjalan ke arah pintu tepat ketika bel di apartemen nya itu berbunyi, Sessyl tersenyum karena mengetahui siapa yang selalu datang pagi- pagi ke apartemen nya.
Sessyl membuka pintu apartemennya, dan sesuai apa yang ada di pikirannya teman Gilbert yang selalu datang setiap hari di pagi hari ada didepannya dengan senyuman yang mengembang di bibir tipis itu, Sessyl membalas senyumannya sebelum menyapa seorang lelaki yang ada di hadapannya.
"Hai Gery,'' Sapanya kepada teman Gilbert yang bernama Gery sambil mengulas senyum dibibir mungilnya.
"Hai, kata Gil kamu sudah diterima di perusahaan yang kamu lamar,,?"
"Iya, kalau begituh aku pergi ya,,! Gil ada di ruang tv,," jawabnya cipika cipiki kepada Gery dan berlalu pergi.
Sessyl sudah terbiasa dengan Gery yang selalu ke apartemen nya pagi-pagi sekali, namun yang membuat ia terkadang heran adalah kenapa selalu setiap ia berangkat bekerja, dan kalau hari libur Gery tak pernah ke apartemennya, tetapi Sessyl selalu berpikir positive mungkin Gery ingin memberikan hari libur untuk nya dan kekasihnya sedang hari-hari biasa Gery hanya ingin menemani kekasihnya yang sendirian di apartemen sambil mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan di apartemennya.
Yah karena perkerjaan Gilbert pembuat sketsa bangunan yang akan di bangun jadi ia selalu mengerjakan di rumah paling ketika mengadakan rapat Gilbert baru akan keluar untuk mengikuti rapat.
Sessyl menghampiri mobilnya pinki perrari sebenarnya ia masih menyicil untuk membayar karena harganya yang sangat fantastis menurutnya, sebenarnya ia bisa membeli mobil jika itu bukan ferrari hanya saja ia sudah jatuh cinta kepada mobilnya ini sekarang.
Tetapi tentu saja ia tidak sendiri menyicil mobil nya ini tetapi ia menyicil bersama Gilbert kekasihnya.
Dikarenakan Sessyl menyukai yang kawai-kawai alias lucu atau imut-imut jadi bukan hanya luar nya saja yang bercorak hello kitty bagian dalam nya pun sama jok tempat duduk nya hello kitty.
Sessyl duduk di tempat kemudi lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata karena ia tidak ingin telat di hari pertama ia masuk kerja, meskipun ia sendiri tidak suka dengan sikap orang yang akan menjadi atasan nya.
Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit Sessyl sudah sampai di depan salah satu perusahaan ternama seasia perusahaan ini berjalan di bidang batu bara, tetapi tentu bukan hanya itu orang yang akan menjadi atasan Sessyl juga memiliki perkebunan dan hotel berbintang.
Setelah Sessyl memarkirkan mobilnya ditempat parkiran khusus karyawan ia berjalan menuju lobi, Sessyl melihat orang kepercayaan dari Briyan bosnya yang bernama Chiko, karena begitu lah lelaki itu memperkenalkan diri, lelaki itu berdiri di luar pintu lobi.
"Selamat pagi nona Sessyl,?" ucap Chiko dan Sessyl yang ditanya pun mengangguk sembari tersenyum.
"Pagi juga Chiko,," jawabnya, sebenarnya Sessyl merasa tak enak dirinya di panggi nona tetapi meskipun ia sudah melarang tetap saja Chiko memanggilnya seperti itu yah apa boleh buat, Sessyl pun akhirnya menghiraukan sebutan itu.
"Bos sudah menunggu anda di ruangannya nona,"
"Ekkkkhh apa aku telat tetapi ini kan belum waktunya, dan apa-apaan bos nya ini sudah datang jam segini kerajinan amat tuh orang," batin Sessyl.
Seolah tau apa yang ada di pikiran Sessyl, Chiko tersenyum sebelum berkata.
"Bos mungkin akan selalu datang pagi mulai saat ini nona, katanya beliau merasa bersemangat karena memiliki sekretaris seperti nona,," ucap Chiko sambil mengulum senyum nya sebenarnya Chiko tau apa yang membuat bos mesumnya itu tertarik kepada nona Sessyl yaitu kedua buah nya yang besar di atas rata-rata sedangkan bagian yang lain itu mungkin tidak menarik menurut orang lain, sedangkan menurut bosnya itu tentu saja bagian dari wanita itu menarik semua.
Chiko mangantarkan Sessyl menuju lantai atas di mana tempat ruangan bos nya berada, setelah sampai didepan pintu ruangan bosnya Chiko langsung membuka pintu itu tanpa mengetuk terlebih dahulu dan mempersilahkan Sessyl masuk setelah nya ia permisi untuk pergi meningglkan Sessyl.
Sessyl masuk dan melihat sekeliling tetapi ia tak menemukan sosok bos nya di tempat. Sessyl tertegun dan menajam kan telingan demi mendengar suara aneh setelahnya ia sadar suara aneh itu adalah suara mesum yang berada di ruangan khusus bosnya.
Sessyl berjalan dan mengintip pintu yang sedikit terbuka dan ia pun terkejut melihat tiga wanita yang bertelanjang di atas kasur yang sedang memanjakan bos nya yang terlentang.
Briyan yang merasakan ada seseorang yang sedang mengintipnya ia tersenyum nakal karena tahu siapa si pengintip itu.
"Keluar lah,," ucap nya memerintah kepada ketiga wanita itu, dan ketiga wanita itu langsung menurut setelah berpakaian ketiga wanita itu berjalan keluar.
Melihat itu Sessyl langsung gelagapan dan hendak beranjak dari pintu namun lagi-lagi dengan naasnya ia kepleset lalu jatuh tengkurap di atas lantai.
"Permisi nona," ucap ketiga wanita itu ketika melewati Sessyl sembari menahan tawa.
Sessyl menelungkupkan wajahnya ke atas karpet tebal yang untung pasti bersih pikirnya.
"Wahh wah selain ceroboh, aku juga memiliki sekretaris tukang mengintip yah,," ejek Briyan dengan senyum nakal nya di ambang pintu ruang rahasianya mengagetkan Sessyl dengan memakai celana pendek diatas lutut memperlihat kan little Briyan yang siap tempur di balik celananya itu.
Dengan cepat Sessyl langsung berdiri lalu menatap ragu bos nya.
"Sa-sa-saya tidak mengintip saya hanya penasaran dengan suara menjijikan yang a-a-aku dengar,," ucap Sessyl terbata.
Briyan menaikan sebelah alisnya dan tersenyum penuh arti semenjak ia mengelus belahan kewanitaan Sessyl ia menjadi penasaran karena wanita itu tidak bereaksi apapun, padahal kalau wanita lain pasti selalu meminta lebih jika mereka sudah merasakan nikmat dari pergerakan jarinya.
Dan sekarang ia merasa tertantang apakah wanita ini akan menolaknya atau tidak setelah apa yang akan dirinya lakukan.
Tanpa diduga Sessyl, Briyan mengangkat tubuhnya dan menaruhnya di bahu kokoh lelaki itu.
"Turunkan aku, emang nya aku karung beras,,?" ucapnya kesal sembari memukul-mukul punggung kokoh bosnya.
"Diam lah, aku akan menurunkan kamu ketika sudah sampai di tempat yang ku inginkan,," jawab Briyan dingin.
Dan benar saja Briyan menurunkan nya di tempat yang ia inginkan namun tidak diingin kan Sessyl.
"Bapak mau apa?" tanya Sessyl waspada ketika melihat bosnya itu menaiki ranjang dan merangkak keatas tubuhnya, mengukung tubuh kecilnya dengan tubuh kekar Briyan.
"Aku akan membuat kamu tahu dan merasakan nikmatnya sentuhan-sentuhan ku di tubuh mu,," ucap Briyan dengan suara memburu.
"Ekkhh aku tidak butuh itu dasar bos mesum," ucap Sessyl bermuatan kesal, sehingga spontan mengatai lelaki yang baru menjadi bosnya dengan sebutan mesum.
"Hummh kau selalu membuat aku tertarik dengan penolakan mu Sessyl baru kali ini ada wanita apalagi ini sekretaris ku dengan lantang mengatakan atasannya mesum,,"
Sessyl memalingkan wajahnya ke arah kanan, ia sadar bahwa ia tak sopan tapi atasannya ini jauh lebih tidak sopan.
"Dan akan ku pastikan kau tidak akan menolaknya setelah merasakan ini," ucap bosnya itu dan dengan tanpa di duga olleh Sessyl bosnya itu menenggelamkan wajahnya di antara kedua pahanya.
Sessyl tersentak ketika ada sesuatu menyentuh belahan kewanitaannya yang masih tertutup entah kenapa badannya mulai terasa panas dan napasnya sendiri sudah mulai memburu.
Kedua tangan Sessyl mencengkram sprey kuat-kuat demi menahan suara mesum yang akan keluar dari mulut nya. Dapat dirinya rasakan benda kenyal itu terus membelai belahan kewanitaaannya naik turun dengan cepat sehinggga ia merasakan sesuatu keluar dari kewanitaannya. "Akh keluar," teriak Sessyl dalam hati.
"Lihat lah cairan mesum mu keluar membasahi ranjang ku,," ucap Briyan bangga karena sudah berhasil membuat tubuh Sessyl breaksi.
"Tidak itu, itu,,"
"Itu apa Sessyl masih ingin menyangkalnya bahwa kamu merasa nikmat dengan sentuhan ku,," ucap Briyan cepat memotong ucapan Sessyl.
Sessyl memjamkan matanya menyesali reaksi tubuhnya yang mendapati sentuhan dari Briyan, tetapi ia pun tak bisa memungkiri kalau sentuhan Briyan memang begitu nikmat karena ia baru pertama kali merasakannya, bisa di bilang sangat memabukan malah padahal dengan kekasihnya pun tak pernah melakukan ini terhadapnya.
Lagi-lagi Sessyl harus tersentak karena marasakan celana dalam nya meluncur begituh saja melewati kedua kakinya karena di tarik Briyan.
"Waw ternyata selera mu tinggi juga dalam memilih cd, warna merah yang membuat para lelaki bergairah,," ucap Briyan dengan tangan kanan nya mengepal dan mencium menghirup aroma cd yang tadi di pakai Sessyl."Achhhh aroma yang sangat enak Sessyl, kau sangat pandai merawat kewanitaan mu," lanjutnya dengan mata terpejam menikmati aroma dari cd Sessyl membuat wajah Sessyl memerah.
Sessyl yang kini mata nya sudah memancarkan gairah dan tubuhnya yang sangat panas akan gairah menginginkan kembali sentuhan dari Briyan tetapi tentu saja ia harus menahan itu karena tak ingin dirinya di cap sebagai wanita murahan.
"Sekarang aku ingin kau melakukan sesuatu untuk adik kecilku ini dengan kedua buah dada mu,," ucap Briyan dan dengan mudah menelanjangi tubuh Sessyl.
"Me-me-melakukan apa,,?" ucap Sessyl terbata.
"Paizuri,," jawab Briyan singkat, Sessyl mengerutkan keningnya berusaha menelaah kata-kata dari Briyan atasannya ini setelah nya dengan mata membola ia berkata.
"A-a-ap-apa pa-pa-paizuri, tidak aku tidak bisa" tolak Sessyl lalu ingin menutupi kedua gunung kembarnya yang masih tertutup bra.
Briyan yang melihat itu dengan cepat mengambil dasi yang ia letakan di atas nakas didekat tempat tidurnya, lalu menarik kedua tangan Sessyl yang sedang menutupi gunung kembarnya, diikatnya kedua tangan mungil dengan dasinya.
"Lepas,," teriak Sessyl.
"Diamlah sayank aku hanya ingin memberikan mu kenikmatan, begitu pula dengan dirimu aku ingin kau memberikan kenikmatan dari payudara mu ini untuk ku,," ucap Briyan dengan kedua tangannya membelai gunung kembar Sessyl membuat tubuh nya lagi-lagi breaksi dengan sentuhan tangan Briyan.
Dan entah mengapa ucapan sayank yang di ucapkan dari mulut atasannya yang di tujukan untuk dirinya membuat hatinya menghangat.
Merasakan tidak ada penolakan lagi dari Sessyl, Briyan melepaskan bra yang masih melekat di gunung kembar Sessy.
"Sempurna,," gumam nya begituh gunung kembar itu lolos membuat wajah Sessyl semakin memerah.
Briyan mengecup lalu menghisap pucuk gunung kembar itu dengan sedikit kuat membuat suara mesum dari mulut Sessyl meluncur.
Bibir Briyan terus mengecup turun kebawah tapi kedua tangannya masih aktip meremas kedua gunung itu, kecupan nya terhenti ketika matanya tertuju di bukit yang membukit itu, Briyan tak menyangka di tubuh mungil Sessyl terdapat bagian-bagian yang akan menjadi candu bagi dirinya yang membuat ia menginginkan lagi dan lagi.
Lidah Briyan terulur membelai kewanitaan Sessyl, dengan refleks Sessyl memberikan akses untuk Briyan di daerah sensitipnya, Sessyl terus mengerang mendesah sampai akhirnya ia merasa tak sanggup lagi akan belaian lidah Briyan di daerah istimewanya, dada Sessy membusung kedepan sedikit terangkat karena merasakan sesuatu yang akan keluar.
"Keluar aku keluar, ucchhh,,"teriak Sessyl punggung terhempas kembali di atas kasur dengan napas tersengal karena untuk kedua kalinya ia mengeluarkan cairan mesum itu.
"Sekarang giliran ku sayank,," ucap Briyan dengan nada serak lalu merangkak dan menaruh little Briyan di antara kedua dunung kembar itu.
Sessyl yang melihat dan merasakan benda besar, panjang dan panas itu menelan salivanya dengan susah payah.
Briyan menekan kedua gunung kembar itu dengan little Briyan yang berada dintengahnya dan mulai menggerakannga. "Ouchhh kau sungguh nikmat nikmat sayank," ucal Briyan yang terus menggeralan little Briyan di sela-sela gunung kembar Sessyl.
Baru sepuluh menit Briyan sudah tidak bisa menahan lagi cairan mesumnnya yang ingin dengan segera di keluarkan, "Arghhhnh,," erang Briyan ketika mengeliluarkan cairan mesum itu yang langsung menyemprot tepat di wajah mungil Sessyl yang mulutnya sedang tersengal.
"Baru pertama kalinya aku tak bisa menahan cairan itu lebih lama dri biasanya yang selalu dua puluh menit baru ia keluar,,! Tetapi sekarang dengan wanita mungil itu ia tak bisa menahannya lebih lama, kau sungguh hebat Sessyl," ucap Briyan dalam hati.
"I-ini cairan mesum laki-ki, begituh panas dan lengket,," ucap Sessyl dalam hati.
TBC
🍁🍁🌹🍁🍁
PART. 2 MENCOBA MENJADI nakal
Happy Reading😘😘
🍁🍁🌹🍁🍁
Saat ini Sessyl bersyukur karena ruang sekretaris berada terpisah dengan ruangan bos ya, setelah kejadian tadi pagi ia merasa harus menjaga jarak dengan bosnya dan jangan terlalu kepo, karena gara-gara ke kepoan nya dia jadi sasaran Bryan.
"Ishhhh kenapa juga sih ini tubuh pake acara keenakan segala, ini gara-gara punya pacar rasa jomblo heuhh" menyebut tubuhnya kenakan entah kenapa membuat Sessyl wajahnya memanas seolah mengeluarkan asap di kedua telinganya.
Sessyl menopang dagunya diatas tangannya yang menyilang berada di atas meja kerjanya.
"Dasar bos mesum itu, kekasih aku saja belum pernah menjamah tubuhnya ini malah di duluin sama dia, ahh mungkin aku harus sedikit mengggoda kekasih aku, seperti nya nanti malam aku harus memakai pakaian tidur yang tidak biasanya aku pakai," ucap Sessyl pada diri sendiri.
Setelah memikirkan ide menggoda kekasihnya, Sessyl berusaha untuk melupakan kejadian memalukan sekaligus mengenakan itu dengan meneliti beberapa berkas yang harus di tandatangani bosnya.
Tentu saja untuk saat ini Sessyl ingin menghindari bosnya makanya ia akan menyuruh Chiko kepercayaan Briyan untuk berkas-berkas yang harus di tandatangani bosnya.
Masa bodo dengan karyawan lain yang akan mengatai dirinya tidak punya sopan santun dan etika, salahkan saja bosnya itu yang mesum.
"Ada apa Nona memanggil saya,?" tanya Chiko ketika sudah berada di hadapan Sessyl.
Tadi Sessyl memanggil Chiko lewat sambungan THT miliknya, disini karyawan tertentu di anjurkan memakai alat semacam headseat kecil yang di taruh di salah satu telinga, sehingga memudahkan atasan untuk memanggil setiap karyawan yang di butuhkan.
"Saya hanya ingin Pak Chiko memberikan berkas ini kepada bos, karena saya masih ada yang harus saya kerjakan," ucap Sessyl beralasan, namun tentu saja Chiko orang yang peka tahu bahwa Sessyl sedang beralasan.
"Maaf Nona tapi saya juga harus pergi," tolak Chiko lembut.
"Ishhhh ayo lah pak Chiko please, satu kali ini saja," mohon Sessyl dengan kedua telapak tangannya menangkup di depan dadanya.
Terlihat Chiko menghela napas sebelum akhirnya ia berkata.
"Baiklah Nona berikan berkas nya pada saya, dan saya harap ini untuk terakhir kalinya Nona memanggil saya dengan sebutan pak, karena anda lihat sendiri saya masih sangat muda," protes Chiko kepada Sessyl yang selalu menyebutnya pak membuat wanita itu terkekeh.
"Baik lah Chiko, dan ini berkasnya," ucap Sessyl sambil menyerahkan berkas nya kepada Chiko dengan senyum yang menghiasi bibir mungilnya, membuat Chiko tergugu sejenak lalu dengan cepat mengambil berkas di tangan Sessyl dan berkata.
"Begitu lebih baik Nona," ucap Choki sambil tersenyum lalu dengan langkah cepat ia berjalan. Meninggalkan Sessyl yang terlihat kebingungan dengan sikap yang seolah canggung dari sikap lelaki itu.
🍁🍁🌹🍁🍁
Didalam ruang kerjanya senyum terus terpancar di bibir sexy lelaki itu, Briyan selalu terbayang akan kejadian tadi pagi bersama Sessyl.
Dirinya tak menyangka akan bertindak hal semacam itu kepada sekretaris barunya itu, mendengar pintu ruangannya yang di ketuk membuat Briyan tersadar lalu menyuruh nya masuk.
Pintu ruangannya terbuka dan memperlihatkan Chiko orang kepercayaan nya, Chiko berjalan mendekati meja kerja Briyan lalu ia membungkuk hormat kepada bosnya.
"Maaf bos saya ingin memberikan berkas yang harus bos tandatangani," ucap nya lalu meletakkan berkas itu di atas meja Briyan membuat laki-laki itu mngernyit.
Karena yang seharusnya mengantarkan berkas adalah tugas sekretaris nya yang baru yaitu Sessyl.
Seolah tau dengan keterdiaman bosnya Choki berkata.
" Nona Sessyl katanya masih ada yang harus ia kerjakan maka dari itu ia meminta saya untuk mengantarkan berkas ini kepada bos," ucap Choki kembali.
Briyan menghela napas ia berpikir memang nya dirinya bodoh apa sampai harus percaya dengan alasan sperti itu.
Dan tentunya Chiko juga tau kalau bos nya ini tak akan bisa atau mudah untuk di bohongi apalagi dengan alasan semacam ini.
"Okk baik lah," ucap Briyan akhirnya.
"Namun bos ada yang ingin saya tanyakan, maaf kalau saya lancang tetapi sebagai sahabat ini membuat saya semakin penasaran, kenapa bos tertarik dengan nona Sessyl,?"
Pertanyaan yang di ucapkan Chiko membuat Briyan tertawa, lelaki itu tertawa karena tak menyangka Chiko dengan apa yang ditanyakan Chiko karena seharusnya lelaki itu tau.
Kalau Sessyl bukanlah seleranya meskipun ada beberapa hal yang ia suka di bagian tubuh wanita itu tetapi itu tidak menjadikan ia harus tertarik kepada wanita itu apalagi untuk cinta rasanya itu tidak mungkin.
"Rasanya itu tidak mungkin aku tertarik kepadanya Chiko, meskipun ada bagian dari tubuhnya yang aku suka tetapi itu tidak membuat diriku harus tertarik kepadanya kan," jawab Briyan yang hanya di angguki dan senyuman sebagai jawaban dari Chiko.
Namun didalam hati Chiko berkata.
" Aku tau kamu tertarik dan bahkan sudah jatuh cinta kepada nona Sessyl tapi kamu tidak menyadarinya atau berusaha menampik perasaan kamu, meskipun aku tau selera kamu bukan seperti Nona, tetapi asal kamu tau yang namanya cinta itu tak memandang selera," batin Choki dalam hati.
"Baiklah kalau kalau begitu saya permisi," ucap Chiko lalu pergi meninggalkan ruangan Briyan setelah membungkuk memberi hormat.
"Aku sendiri tidak tau Chick dengan perasaan ku karena ini hal baru bagi ku, tapi yang ku rasakan saat ini jantung ku selalu berdebar di saat pertama kali aku melihatnya," gumam Briyan pada dirinya sendiri ketika Chiko sudah pergi.
Dan Briyan juga menyadarinya kalau Sessyl menghindari dirinya karena kejadian tadi pagi.
🍁🍁🌹🍁🍁
Malam hari pukul 8 malam di apartemen Sessyl wanita itu sedang membersihkan tubuh nya ia akan menjalankan ide tadi siang yang sudah ia rencakan dengan matang.
Tadi sewaktu pulang ia melihat Gilbert yang sedang menonton di ruang tv, lalu ia pamit pergi ke kamar untuk mandi dan meninggalkan kekasihnya itu.
Jika biasanya wanita itu memakai baju tidur dengan bawahan cenala selutut dan atasan kaos pendek sesiku bermotiv kartun yang ia suka kini Sessyl memakai pakaian tidur yang memperlihatkan buah dadanya yang kencang penuh dan pahala yang mulus, hampir setiap inci tubuh nya terexpos.
Dengan jalan menggoda meskipun tidak di lihat Gilbert karena lalaki itu sedang fokus menonton acara tv ia mendekatinya.
"Gil," panggil Sessyl kepada Gilbert dengan gaya yang ia buat sesexy mungkin makanya ia menarik kedua tangannya keatas seolah mau mengangkat rambutnya berharap kekasihnya itu akan tergoda.
Gilbert lalu menoleh ke arah suara namun setelahnya ia terperanjat.
" A-a-apa yang kau pakai honey?" tanya Gilbert gugup membuat Sessyl heran karena expresi kekasihnya itu di luar dugaan nya, ia pikir kekasihnya akan tergoda lalu menerkam dirinya seperti bos mesum nya itu.
Tetapi ternyata ia salah Gilbert malah seperti orang yang tak suka, dengan masih rasa punya percaya diri Sessyl langsung duduk diatas pangkuan Gilbert yang sudah terduduk dari rebahannya.
Dengan duduk di pangkuan Gilbert, Sessyl memberanikan dirinya mengalungkan tangannya di leher kekasihnya yang dahinya sudah berkeringat.
"Aku hanya ingin kamu tergoda dengan tubuh ku ini Gil, karena aku pikir sepertinya cara pakaian tidur ku yang lama itu tidak membuat kamu ingin menyentuh ku,makanya aku memakai ini. " ucap Sessyl dengan gunung kembar nya yang sudah menyentuh dan menekan dada bidang lelaki itu dengan sengaja.
Dapat Sessyl rasakan degup jantung kekasihnya itu yang berdebar kencang, yang Sessyl artikan degup jantung itu karena gugup sebab untuk pertama kalinya ia dan Gil melakukan hal seintim ini, tapi tentu saja debaran jantung Gilbert bukan karena itu tetapi karena ia merasakan ketegangan yang membuat dirinya takut.
"Tat-tapi bu-bu," ucapan Gilbert terhenti dan matanya membola karena Sessyl yang tiba-tiba melumat bibir nya kuat.
Dengan cepat Gilbert melepaskan lumayan bibir Sessyl dan mendorong tubuh Sessyl kesisi tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan," ucap nya dengan nada tinggi membuat Sessyl tersentak karena kaget air matanya tiba-tiba meluncur membasahi kedua pipinya.
Sessyl berdiri lalu menatap wajah Gil yang terkejut melihat wajahnya bersimbah air tangis karena kecewa atas dirinya yang membentak wanita yang ia cintai.
"Apa salah kalau kita berciuman Gil, kita sudah lama menjadi sepasang kekasih tetapi untuk berciuman saja kita tak pernah, apa aku salah jika sekarang aku mengartikan kalau kamu tidak benar-benar mencintaiku,? " ucap Sessyl dengan nada bergetar dan air mata terus meluncur membasahi kedua pipinya karena ini untuk pertama kalinya ada seseorang berbicara dengan nada tinggi padanya apalagi orang itu ternyata orang yang ia cintai.
Tanpa menunggu jawaban Gilbert ia pergi berlari meninggalkan apartemen nya tanpa menyadari dirinya yang hanya memakai pakaian tidur yang mengexpos hampir seluruh tubuhnya.
Saat ini Sessyl terduduk di bangku taman yang berada tak jauh di apartemen nya ia tadi berlari dan menghiraukan teriakan kekasihnya yang terus memanggil namanya.
Sessyl terus menangis sampai tiba-tiba ada telapak tangan kokoh yang menepuk bahu telanjang ya, ia menoleh ingin tahu siapa pemilik tangan kokoh itu.
Namun alangkah terkejut nya Sessyl begitu tahu siapa yang menepuk bahunya. Dengan cepat ia berdiri ingin berlari meninggalkan taman karena sosok itu, tiba-tiba tubuhnya melayang karena lelaki itu memanggul tubuh mungilnya bak karung beras di bahu kokohnya.
"Lepassss," teriak nya namun lelaki itu tetap berjalan tak memperdulikan teriakan Sessyl.
"Tollooonngg," teriak Sessyl meminta pertolongan namun seperti nya percuma karena taman itu sepi.
🍁🍁🌹🍁🍁
"Chen, katakan kepada semua pengunjung club kamu, kalau hari ini tidak usah bayar karena aku yang akan membayarnya?" ujar Briyan, yang saat ini tengah berada di club ternama di Tokyo bersama Chiko. dengan senyuman terus menghiasi wajah tampan nya.
"Waw, sepertinya sahabat kita sedang jatuh cinta Chick!" seru lelaki yang di panggil Chen oleh Briyan. Chiko hanya mengedikan bahunya acuh sebagai jawaban. Tapi jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam Chiko berharap Briyan memang sedang jatuh cinta, sehingga tidak akan mempermainkan perasan wanita lagi.
Chiko menghela napasnya lelah, karena mengingat begitu banyak wanita yang sudah di permainkan sahabat nya.
"Hey! Mana ada seorang Briyan jatuh cinta! Yang ada aku ini cintai tapi aku tidak mencintai mereka," kilah Briyan tak terima dengan ucapan Chen.
"Lalu apa yang membuat kamu tersenyum seperti orang gila sobat?" Chen bertanya sambil menaikkan sebelah alis nya,menatap Briyan.
"Aku hanya mendapat mainan baru itu saja tidak lebih," jawab Briyan dengan santai.
"Oi, Oi Briyan kamu pikir aku bodoh! Kemarin-kemarin waktu kamu punya mainan baru mana ada wajah kau itu senyam senyum kaya orang gila seperti ini! Kalau masalah traktir sih kamu memang sering, bahkan tanpa ada mainan barupun kamu sering traktir! Jadi Ayolah jujur saja kalau kau sedang jatuh cinta!" seru Chen karena tidak puas dengan jawaban Briyan.
Briyan sendiri terdiam mendengar Chen yang merasa tidak puas karena jawabannya. Apa iya dirinya sedang jatuh cinta? Batin Briyan bertanya pada dirinya sendiri. Tapi jawabannya ia tidak tahu.
Lagi-lagi Briyan tidak tau jawabannya seperti saat Chiko bertanya padanya tadi di kantor nya. Tapi jauh dari lubuk hatinya ia sadar ada perasaan yang sangat asing pada hatinya untuk wanita yang saat ini sudah resmi menjadi sekretaris nya.
TBC
🍁🍁🌹🍁🍁