Sampul Novel Oriaga Niel, Cintailah Aku

Oriaga Niel, Cintailah Aku

8.5 / 10.0
Satu bulan pernikahan Amanda dengan Oriaga Niel, CEO kaya dari brand Gregorious, terasa bagai neraka. Tanpa rasa cinta, Amanda terjebak dalam ikatan pernikahan yang murni didasari dendam masa lalu Oriaga pada keluarganya. Ia merasa sangat terhina karena hanya diperlakukan sebagai alat pemuas nafsu sang suami. Di bawah kendali Oriaga yang dingin dan ambisius untuk menghancurkannya, Amanda kini hidup layaknya tawanan yang telah dibeli selamanya.
Ringkasan Oriaga Niel, Cintailah Aku
Satu bulan pernikahan Amanda dengan Oriaga Niel, CEO kaya dari brand Gregorious, terasa bagai neraka. Tanpa rasa cinta, Amanda terjebak dalam ikatan pernikahan yang murni didasari dendam masa lalu Oriaga pada keluarganya. Ia merasa sangat terhina karena hanya diperlakukan sebagai alat pemuas nafsu sang suami. Di bawah kendali Oriaga yang dingin dan ambisius untuk menghancurkannya, Amanda kini hidup layaknya tawanan yang telah dibeli selamanya.
Baca Selengkapnya

Oriaga Niel, Cintailah Aku Bab 1

"Amanda, aku akan mengantarmu pulang." Jeff masih berusaha meski perempuan bermata biru itu tetap menolaknya.

"Aku baik-baik saja, ini hanya mabuk ringan. Aku masih bisa mengemudi. Tetaplah di sini, Jeff. Jika kau meninggalkan acara ulangtahunmu, bagaimana dengan orang lain? Mereka ingin bersenang-senang denganmu." Amanda berharap Jeff bisa memahami keinginannya.

Mereka berdiri di sudut ballroom, menyewa ruangan luas pada sebuah hotel terkenal di kota ini untuk acara ulang tahunnya bukanlah hal sulit, sebab Jeff terlahir sebagai putra tunggal kaya raya dan siap mewarisi bisnis keluarganya.

"Tapi—"

"Jeff, tenanglah. Aku akan menghubungimu jika sudah sampai di rumah."

Pria itu mendengkus, ia terlihat kecewa, tapi tak bisa berbuat banyak. "Aku harus mengalah?"

"Tentu saja, aku sangat menghargaimu. Jadi, tetaplah di sini. Aku baik-baik saja." Amanda tersenyum, ia menyentuh lengan Jeff, aroma alkohol menyeruak dari bibirnya. "Aku pulang sekarang, selamat bersenang-senang."

Amanda meninggalkan pria itu dan keluar dari pintu yang dijaga dua pria berbadan kekar, Jeff tentu kesal, usahanya kembali gagal.

Jeff sangat menyukai Amanda, perempuan itu bekerja pada perusahaan milik ayah Jeff sebagai sekretaris, tapi setiap usaha Jeff untuk mendekati Amanda belum menunjukan tanda-tanda bahwa gadis itu luluh, sebab Amanda selalu bersikap hangat terhadap orang lain, tak ada bedanya ketika Amanda menghadapi Jeff maupun pria lain.

"Kepalaku terasa sangat pening." Wanita dengan dress putih pada tubuhnya berjalan sempoyongan saat menghampiri lift, sejujurnya Amanda membutuhkan teman untuk mengantarnya hingga basement, tapi semua orang sibuk berpesta, ia sungkan mengganggu mereka.

Pintu lift terbuka, Amanda menuduk seraya menyentuh kepalanya ketika memasuki lift, ia bahkan belum menyadari jika seorang pria berjas maroon sudah berdiri di sana.

"Apa aku minum terlalu banyak?" Amanda bergumam, ia berdiri pada sisi kiri pria tinggi di sampingnya, wanita itu bersandar pada dinding lift. "Sangat pening."

Lalu, tiba-tiba.

Hoek.

Amanda memuntahkan cairan bening dari mulutnya dan mengotori lantai lift.

"Sial! Seharusnya pergi ke toilet sebelum memasuki lift, untung saja tidak ada—" Ia terdiam setelah menoleh pada sisi kanan dan menemukan orang lain berdiri memperhatikannya.

Wanita itu menyipit seraya menahan mual pada perutnya, ia berusaha mengingat apa pun dari pria yang terus menatapnya tanpa berkedip, seolah saling berbagi sinyal, dan Amanda sibuk menerjemahkannya.

"Apa aku mengenalmu?" tanya Amanda, ia masih menguasai separuh kesadarannya.

Pria itu memiringkan kepala dan tersenyum meremehkan. "Aku terkejut karena bertemu gadis dari keluarga arogan setelah bertahun-tahun menghilang."

"Kau—" Amanda kembali membungkuk untuk memuntahkan isi perutnya.

"Perbuatanmu sangat merugikan orang lain, cleaning service akan mendapat tekanan dari atasannya karena sikap burukmu saat ini. Apa kau bisa berpikir?" Pria itu kembali mencemooh, ia tak peduli pada kondisi perempuan di dekatnya.

"Ori, Oriaga Niel. Apa aku benar?" Amanda berusaha bersikap normal, ia mengusap sisa muntahan pada sudut bibirnya dan kembali menatap pria itu.

"Baguslah karena masih mengenalku. Jika tidak—kemungkinan karena kau menemukan pria yang seharusnya dikucilkan oleh keluargamu."

"Kenapa tiba-tiba membahas masa lalu?"

"Karena aku ingin membicarakannya, Amanda Claire." Oriaga cukup ketus, bola matanya menjadi lebih lebar dengan barisan alis yang menyatu.

"Tapi, aku tidak pernah menghinamu."

"Benarkah? Tapi, kau hanya diam ketika mereka melakukannya. Kau tak pernah membelaku di depan siapa pun, kau ingat!" Oriaga marah.

Saat itu, pintu lift terbuka, Amanda keluar dan berjalan menjauh meski pening di kepalanya belum lenyap.

Oriaga sempat diam membiarkan wanita itu pergi, tapi tiba-tiba tubuhnya bergerak menghampiri Amanda yang hampir mencapai mobilnya pada parkiran basement.

Oriaga mencekal lengan Amanda sebelum menariknya pada sisi sebuah pilar, punggung Amanda harus membentur pilar karena tarikan Oriaga cukup kuat.

"Apa. Apa yang kau inginkan, huh! Kepalaku terasa pening, aku harus segera pulang. Menyingkirlah." Amanda berusaha menghindar, tapi Oriaga benar-benar berniat menahan wanita itu.

"Kau mabuk? Apa kau baru saja menemui seorang pria di tempat ini? Kau menjadi jalang dan terlibat prostitusi?" Oriaga menuduhnya tanpa ragu.

"Oriaga, kalimatmu terlalu jahat."

"Benarkah? Ini pantas kau dapatkan."

"Sepertinya kau banyak berubah."

"Tentu saja." Oriaga menyeringai. "Roda berputar terlalu cepat untukku."

Amanda tersenyum, kepalanya bersandar pada pilar, ia membenci situasi yang terjadi karena tak bisa melawan pria di depannya, mabuk menjadi pilihan buruk dan telanjur terjadi. Seharusnya Amanda menginjak kaki Oriaga menggunakan ujung heels miliknya, lalu melarikan diri.

"Lagipula apa urusanmu jika aku menjadi jalang dan berhubungan seks dengan siapa pun. Apa kau akan marah?" Amanda tertawa. "Seluruh kehidupanku bukanlah urusanmu. Kita sudah lama tak berinteraksi, saat kembali bertemu—kau mengatakan banyak hal buruk."

Oriaga terdiam, tapi tetap mencekal Amanda karena wanita itu terus berusaha melepasnya.

"Lepaskan aku. Apa kau ingin mendapatkan—"

Hoek.

Sekali lagi, situasi menjadi semakin buruk ketika Amanda tak sengaja memuntahkan isi perutnya pada jas maroon milik Oriaga.

Ia menatap mata pria itu, tampak dingin dan mengintimidasi.

"Aku harus segera pergi ke mobilku dan mengambil tisu untuk membersihkan jasmu." Amanda berharap Oriaga mengabulkan keinginannya.

Namun, pria itu masih diam, ia mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang.

Arah matanya enggan berpaling dari wajah Amanda, membuat sedikit rasa takut pada diri wanita itu muncul.

Amanda sadar jika Oriaga benar-benar berbeda.

"Buka gerbang mansion di utara untukku dan persiapkan segalanya sekarang. Aku akan menginap di tempat itu," perintah Oriaga pada seseorang yang menjawab teleponnya, lalu kembali menyimpan ponsel.

Ia menunduk memperhatikan noda pada jasnya.

Amanda menelan ludah.

"Aku—"

"Kau bertanya, apa yang aku inginkan darimu? Sekarang, aku menginginkanmu." Oriaga menarik wanita itu ke arah lain, situasi di parkiran basement sangat sepi, hanya ada mereka di sana, tapi pada beberapa sudut kamera CCTV yang terpasang dapat merekam situasi sekitar.

"Apa maksudnya? Apa maksudmu!" Ia semakin kehilangan tenaga karena muntah berkali-kali, Oriaga pintar memanfaatkan momen.

"Aku menginginkanmu. Masih kurang jelas?" Ia memaksa wanita itu masuk ke mobil dan memasang sabuk pengaman, lalu menunduk di depan wajah Amanda. "Jika kau benar seorang jalang, inilah pekerjaanmu. Aku bisa membayar sebanyak mungkin yang kau inginkan."

Ketakutan semakin menguasai Amanda. "Oriaga—"

"Diamlah." Oriaga menutup pintu dan duduk di balik kemudi. "Jika kau masih berusaha, aku akan menjatuhkanmu di jalan raya saat mobil melaju kencang. Kau menginginkanya?"

"KAU SUDAH GILA!!!"

"Terima kasih karena telah menyadarinya."

Mobil bergerak keluar dari basement, Amanda terkunci oleh situasi, ia menyentuh kepala peningnya tanpa bisa memberontak atau melarikan diri, dan Oriaga tersenyum penuh arti seolah melihat kemenangan di depan mata.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Oriaga Niel, Cintailah Aku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun, harus membanting tulang sebagai pekerja paruh waktu di kota besar. Nasib buruk menimpanya saat ia terlibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tanpa ragu merendahkan harga diri Cyra dan menyiksanya dalam penderitaan. Meski terus tersakiti oleh perlakuan sang pewaris tunggal, Cyra malah terpikat oleh pesona pria itu. Akankah ia tetap bertahan atau memilih memberontak untuk lepas?
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.3
Enam tahun menjalani pernikahan rahasia dengan seorang direktur miliarder, sang istri harus menelan pil pahit karena suaminya menolak diakui sebagai ayah oleh putra kandung mereka sendiri. Puncaknya, sang suami kembali absen di hari ulang tahun anak mereka demi menemani sekretaris wanitanya. Kecewa mendalam, sang istri mengajukan gugatan cerai lalu pergi membawa putranya selamanya. Sang suami yang biasanya tenang seketika kehilangan kendali dan mencarinya dengan panik, namun penyesalan itu sia-sia karena mereka tidak akan pernah kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED