Paris
Di malam itu sedang hujan deras, seorang gadis bernama Pretty sedang berteduh di depan salah satu toko di pinggir jalan sambil menunggu taksi.
Jam tangannya telah menunjukan pukul 22.00 malam, karena lembur menyebabkan dirinya sehingga kemalaman, hujan deras dan angin sepoi-sepoi tidak ada taksi yang melewati jalan sana.
Tidak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti di hadapannya, dua orang pria berbadan tinggi dan tegap turun dari mobil sambil memegang payung dan berjalan menghampiri Pretty.
Pretty yang melihat dua orang pria itu merasa terkejut dan ketakutan, dirinya sudah kedinginan hingga gemetaran di sekujur tubuhnya.
"Bawa dia pergi!" perintah salah satu pria yang sedang memegang payung itu.
"Siapa kalian?" tanya Pretty dengan merasa cemas dan memundurkan langkahnya.
Dua pria itu tidak menjawabnya, dan salah satunya menghampiri Pretty dan kemudian langsung mengangkat tubuh Pretty di pundaknya.
"Lepaskan aku! kalian siapa? cepat lepaskan aku," teriak Pretty yang berusaha melawan dengan tangannya yang memukul pria itu.
Mereka tidak menjawab dan lalu menghempaskan Pretty ke dalam mobil.
"Siapa kalian? tolong jangan sakiti aku," teriak Pretty yang merasa ketakutan.
"Diam!" bentak pria itu yang duduk di sampingnya.
Tidak lama kemudian mobil itu berjalan menuju ke tempat yang ingin mereka datangin.
"Kalian ingin membawaku ke mana? aku tidak menyinggung kalian, Tuan," ucap Pretty sambil menangis.
"Aku mohon lepaskan aku! jika aku tidak pulang aku pasti di marah oleh orang tuaku, aku mohon. biarkan aku pulang, Tuan," pinta Pretty yang menangis tanpa berhenti.
Karena merasa risih pria di sampingnya langsung memukul bagian belakang kepala Pretty hingga tidak sadarkan diri.
Setelah setengah jam kemudian
Mobil yang membawa Pretty tiba di sebuah mansion yang mewah dan luas, mereka memasuki halaman yang cukup luas dan terlihat mobil-mobil mewah yang berparkir di halaman itu.
Saat mobil berhenti mereka mengangkat tubuh Pretty melangkah masuk ke dalam dan menuju ke sebuah kamar yang gelap gulita.
"Tuan, saya sudah membawakan seorang wanita untuk Anda," kata anak buahnya itu.
"Apakah dia wanita panggilan?" tanya bosnya yang sedang duduk di pojokan kamar itu.
"Iya, Tuan. dia bisa menyelamatkan Anda."
"Bawa dia ke kasur!" perintah bosnya yang masih duduk di pojokan sana.
"Baik, Tuan," jawab anak buahnya yang lalu menidurkan Pretty yang masih belum sadarkan diri di atas kasur.
"Selidiki siapa pelakunya dan bunuh orangnya!" perintah bosnya yang bangkit dari tempat duduknya.
"Baik, akan segera saya lakukan."
"Keluar!" perintah bosnya yang melangkah menghampiri kasur.
"Baik," jawab anak buahnya yang beranjak dari kamar.
"Karena dirimu adalah wanita panggilan maka aku akan memberimu sejumlah uang, setelah aku sembuh," ucap Pria itu yang melepaskan kemejanya.
"Benar-benar sialan! selama ini hidupku tidak pernah menyentuh wanita, akan tetapi malam ini aku harus melakukannya dengan wanita panggilan ini, jika bukan karena obat perangsang ini, aku tidak akan mau menyentuh wanita ini," batinnya.
Pria ini yang tak lain adalah seorang bos mafia, Jack Harrison. yang paling di takuti dengan sikap kejamnya, usianya yang sudah 35 tahun akan tetapi masih hidup sendiri, karena dirinya tidak suka mendekati wanita manapun, bisa di katakan jika dia sangat membenci wanita.
Jack melepaskan semua pakaiannya dan kemudian ia naik ke kasur, ruangan kamar yang gelap tidak bisa melihat apapun, sehingga Jack juga tidak bisa melihat paras wanita yang ada di hadapannya itu.
Pretty yang tidak sadarkan diri tidak mengetahui jika pakaiannya itu di lepas satu-persatu oleh pria yang tak di kenalnya, pakaian Pretty di lempar ke lantai samping kasur itu, tidak lama kemudian tubuh Pretty polos tanpa sehelai benang pun.
"Hei....wanita, setelah malam ini kita tidak akan bertemu lagi, setelah selesai aku akan membayarmu," ujar Jack yang membuka kaki Pretty dan langsung melakukan penyatuan dengannya.
"Sial sekali! aku harus melepaskan malam pertamaku dengan wanita panggilan ini" batin Jack.
Jack yang di kenal sangat membenci wanita, selama ini dia hidup menjauhi setiap wanita yang ingin mendekatinya, di malam itu ia melakukan hubungan tanpa menyentuh bagian lain tubuh gadis itu, ia tidak menyukai mencium atau meraba wanita, ia hanya melakukan pergerakan di bawah sana. iya, hanya itu yang dia lakukan, karena efek obat perangsang membuatnya hampir gila, sehingga harus melepaskan malam pertamanya dengan wanita yang tidak dia cintai.
Setelah setengah jam kemudian
Pretty yang mulai tersadar merasakan sakit di bagian intinya, akibat gesekan yang kasar di lakukan oleh Jack.
"Aarrgh!" pekikan Pretty yang membuka matanya dan merasa hampir tidak percaya karena tubuhnya di kuasai oleh seseorang yang tidak bisa di lihat wajahnya karena gelap.
"Lepaskan aku!" teriak Pretty yang merasa sakit dan ingin bangkit, akan tetapi pinggangnya di tekan oleh Jack yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti.
"Aku akan membayarmu setelah selesai, kau tidak perlu khawatir mengenai uang," ujar Jack yang sedang melakukan gesekan di bawah sana.
"Aargh!" jeritan Pretty yang merasa hancur di hatinya.
"Sakit! tolong hentikan!" teriak Pretty dengan mengeluarkan air matanya.
Perasaan hancur di rasakan oleh Pretty karena keperawanannya di renggut oleh pria yang dia tidak kenali, selama melakukan hubungan ia menahan sakit dan menarik sprei dengan ke dua tangannya, tangisannya pecah selama pria itu menyetubuhinya.
"Diam! kau tidak perlu takut, aku akan membayarmu setelah selesai nanti!" bentak Jack yang merasa risih dengan tangisan gadis itu.
"Kau adalah pria brengsek! aku bukan pelacur!" teriak Pretty sambil menangis.
"Tidak perlu berpura-pura! kau hanya ingin uangkan? nanti aku akan membayarnya!" bentak Jack yang sedang menekan pinggang gadis itu sambil melakukan pergerakan di bawah sana.
"Sakit!" jerit Pretty berusaha ingin meronta, akan tetapi pinggangnya di tahan oleh pria itu.
"Hentikan! cepat hentikan!" pinta Pretty yang sedang menahan sakit.
"Hidupku sudah hancur! jika keluargaku mengetahuinya aku pasti di pukul, papa dan mama sangat mengutamakan nama keluarga dibandingkan anak sendiri, Aku juga akan menikah tidak lama lagi, bagaimana aku harus berhadapan dengan David?" batin Pretty.
Jack yang terkena obat perangsang membuatnya tidak bisa menahan diri sehingga melakukannya selama dua jam, keringat telah membasahi seluruh tubuhnya, akibat efek obat itu mengharuskan dirinya melakukan sebanyak berulang kali, ia mengabaikan teriakan dan tangisan Pretty karena dia mengira jika gadis yang dia kuasai itu adalah wanita panggilan.
Tidak lama kemudian Jack menghentikan aksinya, setelah puas menuntaskan hasratnya Jack langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi, sementara Pretty sudah hancur karena keperawanannya di ambil oleh pria yang tidak di kenal, bahkan wajahnya pun tidak bisa di lihat dengan jelas karena kondisi gelap yang di kamar itu.
Sesaat kemudian Pretty yang masih terluka memaksakan dirinya untuk bangkit, ia ingin meninggalkan tempat yang membuatnya seperti di neraka, rasa perih karena baru di kuasai pria asing itu selama dua jam membuatnya harus menahan sakit, Pretty mengambil pakaiannya yang ada di lantai samping tempat tidurnya, dan setelah siap memakai pakaian ia pun melangkah keluar dari kamar gelap itu.
Saat di luar kamar ia melihat ke sekitaran dalam rumah yang serba mewah dan luas, tidak bisa di pungkiri lagi rumah itu adalah rumah orang kaya yang memiliki harta miliyaran dollar, akan tetapi ia hanya ingin segera keluar dari tempat yang menakutkan itu, yang telah membuatnya kehilangan kesucian dan menghancurkan masa depannya.
Pretty menangis dan gemetaran di sekujur tubuhnya, kejadian yang menakutkan itu masih terlintas di benak pikirannya dengan begitu jelas, ia melangkah ke arah pintu sambil menahan sakit di bagian intinya, dengan berusaha berjalan cepat agar bisa segera keluar dari tempat itu.
"Kenapa kau keluar?" tanya salah satu anggota yang berjaga di pintu dengan bernama Luiz, pria inilah yang membawa Pretty ke ranjang bosnya itu.
"Biarkan saja dia pergi! lihat saja dirinya. bos pasti sudah melakukan dengan dia, jadi dia sudah tidak berguna di sini lagi," kata Sandro yang juga anggota di rumah mewah itu.
"Kalian adalah bajingan!" bentak Pretty yang merasa sakit hati karena mendapatkan perlakuan yang sangat menyakitkan.
"Kau hanyalah wanita panggilan, untuk apa kau bersedih? bentak Luiz.
"Bos kami juga pasti membayarmu kan, untuk apa kau merasa tidak puas," bentak Sandro yang mendorong Pretty dengan kasar, sehingga menyebabkan gadis itu terjatuh.
BRUGH...
"Aargh!" jeritan Pretty yang merasa sakit pada tubuhnya, sehingga di bagian tangannya terluka akibat benturan.
Di sisi lain Jack melangkah keluar dari kamar mandi dan kemudian ia pun menghidupkan lampu sehingga menerangi seluruh kamarnya itu.
Lalu ia melihat ke arah kasur dan mendapati wanita itu tidak berada di sana lagi.
"Aku belum membayarnya dia sudah pergi?" gumam Jack yang melangkah mendekati kasurnya itu, saat ia melihat ke arah sprei yang terdapat banyak bercak darah raut wajahnya langsung berubah, tentu baginya merasa heran seorang wanita hiburan tidak mungkin masih perawan.
"Sialan! apakah mereka salah orang?" ketus Jack yang langsung melangkah keluar dari kamarnya.
Sementara Pretty yang di dorong hingga terjatuh masih tersungkur di lantai, ia menangis dengan perasaan hancur sambil merasa sakit dengan luka yang di berikan oleh Jack.
"Pergi dari sini! dasar murahan. kau sangat beruntung karena bisa menemani bos kami," ketus Luiz.
"Kalian akan mendapat karmanya!" ketus Pretty yang berusaha berdiri, dan melangkah pelan menuju ke pagar sana.
"Hentikan dia!" perintah Jack yang berlari di anak tangga menuju ke lantai dasar.
Luiz dan Sandro yang mendengar perintah bosnya itu langsung berteriak pada wanita itu yang sedang berjalan dengan tertatih-tatih.
"Berhenti!" teriak Luiz dan Sandro yang mengejar langkah Pretty.
Pretty berjalan dengan kondisi yang sangat lemah berusaha ingin keluar dari tempat yang telah menghancurkan hidupnya, akan tetapi tidak lama kemudian ia tumbang dan tidak sadarkan diri.
"Hei... dia pingsan!" teriak Luiz yang menghampiri gadis itu.
"Cepat siapkan mobil!" perintah Jack yang berlari ke arah Pretty dan langsung mengendongnya sambil berlari menuju ke arah mobil.
Setelah dua puluh menit kemudian
Jack tiba ke rumah sakit, ia turun dari mobil lalu mengendong Pretty dan langsung berlari menuju ke dalam rumah sakit itu, rasa bersalah dan cemas karena dirinya telah merusakkan kehidupan seorang gadis yang tidak berdosa.
Pretty di bawa langsung oleh para suster dan dokter yang menanganinya ke ruang darurat.
"Bos, biarkan kami yang menunggu di sini, bagaimana jika Anda kembali ke rumah dulu?" ucap Luiz.
"Katakan padaku! dari mana kau menemukan dia?" tanya Jack dengan penuh emosi.
"Maaf, Bos. tadi sedang hujan deras dan karena kami melihat kondisi Anda yang sudah tidak bisa menahannya, maka kami membawa gadis ini dengan secara paksa, di saat itu dia sedang berdiri di salah satu toko di tepi jalan itu," jawab Luiz yang tidak berani menatap bosnya itu.
"Apa yang ku perintahkan kau berani melawan! aku menyuruhmu membawakan seorang wanita hiburan, tapi kau malah membawa gadis yang tidak berdosa ini, dan sekarang aku sudah menghancurkan hidupnya!" bentak Jack dengan merasa kesal.
"Bos, saya bersalah! rela menerima hukuman!" ucap Luiz dengan menunduk.
"Setelah aku pulang aku pasti akan menghukummu!" kecam Jack dengan mengusap kasar wajahnya.
Setelah setengah jam kemudian
Dokter yang menangani Pretty telah keluar dari ruangan darurat.
"Apakah Anda adalah ahli keluarga pasien?" tanya Dokter itu kepada Jack.
"Bagaimana dengan kondisinya?" balas pertanyaan Jack.
"Pasien sangat terpukul, dan bagian rahimmya juga mengalami kerobekan sehingga harus di jahit, untuk sementara dia tidak boleh banyak bergerak dan harus rawat inap di sini," jawab Dokter itu.
"Dokter, lakukan yang terbaik untuknya! dan aturkan kamar VIP untuk gadis itu!" pinta Jack yang merasa khawatir.
"Baiklah, akan saya lakukan sesuai permintaan Anda," jawab Dokter yang sesaat kemudian melangkah pergi.
"Aku Jack Harrison malam ini telah melakukan kesalahan besar dan sudah menghancurkan masa depan seorang gadis, bagaimana jika gadis itu sadar? dia pasti sangat sangat terpukul," batin Jack.
"Tuan, ini adalah barang-barang nona Pretty," kata seorang suster menyerahkan handphone dan kartu pengenalan milik Pretty.
"Terima kasih," ucap Jack dengan wajah datar.
Jack membaca kartu pengenalan yang tercantum nama Pretty Jolie, warga negara perancis.
"Namanya adalah Pretty, usianya baru 23 tahun, dan dia adalah karyawan biasa di sebuah perusahaan" sebut Jack yang sedang membaca kartu pengenalan milik Pretty.
"Selidiki latar belakangnya! aku ingin mengetahui semua tentangnya!" perintah Jack.
"Baik! Bos," jawab Luiz dengan menunduk.
Jack berjalan masuk ke kamar VIP tempat Pretty di rawat, ia baru melihat dengan jelas paras gadis yang menjadi pelampiasnya tadi, seorang gadis yang berparas rupawan, walau tanpa makeup tidak mengurangi kecantikan gadis itu.
"Pretty Jolie, aku telah menghancurkan hidupmu, aku akan bertanggung jawab dan menikahimu, mulai hari ini kau adalah wanita milik Jack Harrison," ucap Jack yang mengecup dahinya Pretty.
"Pretty Jolie, karena kau adalah gadis yang menjadi korbanku, maka aku tidak akan menyia-nyiakan mu, malam ini kau telah menyelamatkan ku, aku akan membayar mu dengan seumur hidup," ucap Jack dengan menyentuh wajah gadis itu.
Tidak lama kemudian Luiz melangkah masuk ke kamar VIP yang di mana tempat bosnya sedang berada.
Klek
"Bos, saya akan berjaga di sini, ini sudah malam. Anda kembali istirahat dulu," kata Luiz dengan menunduk.
"Tidak perlu! aku yang akan menjaganya di sini," jawab Jack yang duduk di tepi ranjang sambil menatap Pretty yang masih belum sadar.
"Baik, Bos," jawab Luiz dengan menurut dan kemudian ia pun keluar dari kamar itu.
Jack duduk di tepi ranjang dengan menatap Pretty sepanjang malam, rasa bersalah dan simpati terhadap gadis ini. Jack yang di kenal tidak mendekati wanita manapun kini merasa iba dan tidak tega dengan Pretty yang di jadikan korban pemerkosaannya.
"Selama hidupku tidak pernah berpikir untuk hidup bersama dengan seorang wanita. akan tetapi, mulai hari ini aku harus belajar untuk menerimanya di sisiku," batin Jack.
Keesokan harinya.
Jam dinding menunjukan pukul 07.00 pagi, Jack keluar dari kamar VIP.
"Luiz, kau berjaga di sini! aku ingin menyelesaikan urusanku dengan orang yang telah meracuniku semalam!" perintah Jack.
"Baik, Bos," jawab Luiz dengan menunduk.
Setelah setengah jam kemudian.
Jack tiba di sebuah Club yang ia datangi semalam, ia minum bersama dengan beberapa temannya, salah satu dari mereka telah mencampurkan obat perangsang ke minuman Jack.
"Bos, orangnya ada di dalam," ujar anggota Jack yang sedang berdiri di pintu ruangan karaoke.
BRUGH....BRUGH...BRUGH...BRUGH...BRUGH...
Pukulan demi pukulan di lakukan oleh dua anggota Jack yang sedang menghajar pria yang mencampurkan obat itu.
"Argghh!" jeritan pria itu yang di hajar habis-habisan.
Jack lalu melangkah masuk ke dalam ruangan karaoke dan menatap tajam ke arah temannya itu.
"Jack, ke-kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya temannya yang sedang terkapar di lantai sambil menahan sakit pada tubuhnya.
"Kenapa? kau masih saja berani bertanya kenapa!" bentak Jack dengan kesal.
"Jack, apa yang sudah ku lakukan, sehingga kamu begitu marah padaku?"
"Alex, kita adalah teman lama, dan kau melakukan ini padaku, dan sekarang kau masih berpura-pura tidak berdosa!" bentak Jack dengan nada tinggi.
"Apa salahku?" tanya Alex.
"Kau mencampurkan obat ke dalam minumanku, apa kau merasa kau tidak bersalah?" jawab Jack dengan kesal.
"Jack, aku hanya ingin membantumu saja dan tidak berniat jahat," ucap Alex yang tergeletak tidak berdaya.
Jack melangkah menghampiri temannya itu dan menarik kerah bajunya.
"Membantuku, dengan cara seperti ini? apa kau tahu dengan cara busuk mu ini sudah melibatkan orang yang tidak berdosa, apa kau masih merasa kau tidak bersalah!" ketus Jack yang merasa emosi dan melayangkan pukulan ke wajah Alex.
BRUGH...
"Aargh!" jeritan Alex yang merasa kesakitan.
"Aku adalah Jack Harrison dan kau begitu berani mencampur obat ke minumanku!" bentak Jack yang sambil melayangkan pukulannya.
BRUGH...
"Aargh!" jerit Alex yang terkapar di lantai.
"Potong jarinya!" perintah Jack dengan tegas.
"Baik, Bos," jawab anggotanya dengan menurut.
Dua anggota Jack menarik Alex dan meletakan tangannya ke atas meja.
"Jack, jangan melakukan ini! aku mohon padamu!" teriak Alex yang merasa ketakutan.
"Walau kita adalah teman, kau tetap akan mendapatkan balasannya dariku," kata Jack dengan merasa kesal.
"Aku minta maaf padamu, Jack. aku bisa menganti rugi apapun. asal jangan memotong jariku, aku mohon padamu!" pinta Alex yang ketakutan hingga menangis.
Seorang anggota Jack menekan Alex ke meja, dan anggota yang lainnya mengeluarkan pisau belatinya.
Alex yang melihat pisau itu dirinya semakin ketakutan dan berusaha ingin meronta akan tetapi ia tidak berdaya.
"Lakukan!" perintah Jack yang kemudian melangkah keluar meninggalkan ruangan itu.
"Jangan melakukannya! aku mohon padamu!" tangisan Alex yang gemetaran di sekujur tubuhnya.
Anggota Jack lalu menancap pisaunya ke meja dekat telapak tangan Alex dan kemudian mereka langsung melakukan perintah bosnya.
Krek...
Potongan lima jari di lakukan sekaligus oleh anggota Jack.
"Arggh!" teriakan Alex yang kesakitan, karena jari-jarinya telah terpisah dari tangannya itu.
Setelah selesai melakukan perintah bosnya, mereka pun meninggalkan ruangan karaoke.
Alex hanya bisa menangis pasrah akibat balasan yang kejam dari temannya itu.
Rumah sakit tempat Pretty di rawat.
Pretty mulai membuka matanya dengan perlahan dan menatap langit-lagit kamarnya.
"Kenapa aku bisa ada di rumah sakit? apa yang sudah terjadi padaku?" gumam Pretty yang telah lupa sesaat kejadian yang menimpa dirinya.
"Hah...semalam aku di perkosa oleh seorang pria!" jerit Pretty yang bangkit dan langsung duduk di ranjangnya.
Karena mengingat semula kejadian itu, membuatnya merasa jijik pada tubuhnya dan juga trauma.
Ia kemudian turun dari ranjang dan melangkah keluar, saat ia membuka pintunya ia melihat Luiz sedang berdiri di luar.
"Nona, kenapa kau keluar? kau masih belum sembuh," tanya Luiz.
"Kalian adalah brengsek!" bentak Pretty yang histeris dan mendorong Liuz dengan sekuat tenaganya dan kemudian ia melarikan dirinya.
"Hei...jangan lari!" teriak Luiz yang mengejar langkah gadis itu.
Pretty mempercepatkan langkahnya agar bisa menjauh dari pria yang menculiknya itu, Pretty yang masih merasa sakit di bagian intinya, ia hanya bisa menahannya karena tidak ingin melihat pria yang telah menghancurkan hidupnya. berlari dan berlari sejauh mungkin sehingga membuatnya memilih menuruni anak tangga menuju ke lantai dasar.
"Sakit sekali!" keluhan Pretty yang melangkah pelan sambil menahan sakit.
Sementara Luiz telah kehilangan jejak Pretty, ia melihat ke sana ke mari akan tetapi tidak melihat keberadaan gadis itu, sehingga ia harus mencari ke setiap kamar pasien.
"Gawat, jika tidak mendapatkan dia, aku pasti akan di marahi bos," gumam Luiz.
Pretty yang melarikan diri akhirnya sampai juga ke lantai dasar, ia langsung berjalan menuju ke pintu besar.
Saat sudah berada di luar dia berusaha untuk bertahan dan tetap berjalan meninggalkan rumah sakit.
"Bagaimana dengan kehidupan seterusnya? David pasti tidak akan mau menikahiku lagi, papa dan mama pasti akan marah besar padaku, hidupku hancur dalam satu malam oleh seorang pria yang aku tidak tahu bagaimana dengan parasnya, kenapa semua ini harus terjadi padaku, selama ini papa dan mamaku tidak menyayangiku, dan ingin aku menikah dengan David karena bisnis keluarga, aku mengira dengan begini hidupku akan lebih baik, tapi sekarang tidak mungkin lagi, aku tidak bisa lagi berhadapan dengan mereka!" batin Pretty.
Setelah berjalan cukup jauh Pretty menghentikan langkahnya, karena merasa sakit pada bagian intinya yang baru di jahit, ia duduk di taman yang luas dan terdapat banyak pengunjung yang lalu lalang di sana.
"Bagaimana aku bisa pulang dalam kondisi seperti ini? aku juga tidak bisa berbohong, jika aku menutupinya suatu saat jika di ketahui oleh David dia pasti akan marah besar," gumam Pretty.
Di siang itu Pretty hanya duduk sambil menangis dengan perasaannya yang hancur berkeping-keping, ia menangis selama berjam-jam lamanya tanpa berhenti, kejadian yang menimpanya telah menjadi mimpi buruk bagi dirinya.
Di sisi lain Jack yang kembali ke rumah sakit mendapati jika calon istrinya telah menghilang membuatnya lagi-lagi marah besar pada Luiz.
"Hanya menjaga seorang gadis saja kau tidak mampu!" bentak Jack dengan kesal dan melayangkan pukulan ke wajah anak buahnya itu.
PLAK...
"Maaf, Bos," ucap Luiz dengan menunduk.
"Apa yang ku perintahkan kau tidak pernah bekerja dengan benar!" ketus Jack.
"Daniel, utuskan semua anggota kita mencari gadis itu sampai dapat!" perintah Jack dengan tegas.
"Baik, Bos," jawab Daniel.