Happy Reading
***
Hay perkenalkan nama saya Dirga Sanjaya biasa di sapa Dirga umur saya 19 tahun tinggi badan 176cm berat badan 65kg, saya tinggal di Jakarta dan status saya masih seorang pelajar SMA
Nama saya Lexsa Guerrero biasa di sapa Lexsa, umur saya 19 tahun tinggi badan 160cm berat badan 45kg lahir di Jakarta dan status soerang pelajar SMA dan satu lagi saya blasteran
***
"Ini permintaan papa kamu, mama mohon kubulkan permintaannya." Bella memohon kepadanya anaknya
"Tapi ma, kenapa harus ini permintaanya. Dirga belum siap untuk menikah di usia, Dirga masih ingin bebas ma, plis ngertiin Dirga."
"Mama tau sayang, tapi.... " Bella menundukkan kepalanya. "Papa kamu pengen, sebelum ajal menjemputnya ayah kamu pengen melihat kamu menikah."
Mendengar penuturan Bella Dirga mengacak rambut frustasi ia tak tau harus berbuat apa. Dirga menghelas napas lalu menatap ibunya yang masih menunduk, Dirga mendekat dan memengang kedua bahu ibunya
"Dirga bakal pikir pikir lagi tentang masalah ini. Yuadah, Dirga pamit berangkat sekolah dulu."
***
Perjalan menuju sekolah Dirga masih memikirkan ucapan ibunya dan beberapa menit kemudian akhirnya ia sampai di sekolahnya dan langsung memparkirkan motornya
Tak berselang lama Lexsa pun dateng dan segera ia memparkirkan motor kesayangan di samping motor Dirga
Dirga yang melihat itu menghelas napas sambil memperbaiki rambutnya di kaca spionnya. Ya, pasalnya cewek yang berada di sampingnya itu adalah musuhnya, bukan juga musuh sih malainkan Dirga tidak suka dengan Lexsa karna sifatnya yang gak ada ahlak, suka bikin rusuh dll
"Kaya gak ada tempat lain aja makirnya." Dirga memperbaiki rambutnya dikaca spionnya
"Yang ngomong, kaya gak ada tempat lain juga buat markir." Lexsa membuka helmnya dan kemudian turun dari motornya. Kemudian Lexsa melirik Dirga dengan tatapan datarnya
"Gak usah sok ganteng, di sekolah bukan tempat untuk para model."
Setelah mengatakan hal itu Lexsa langsung pergi meninggalkannya, tapi ucapannya tadi membuat Dirga kesel
"Emang gue ganteng." teriaknya
Lexsa yang mendengar penuturan Dirga membalikan badannya sambil melipat keduan tanganya
"Ganteng jidat lo, cakepan juga bapak gue." Lexsa kembali membalikan badanya dan pergi
***
Bella membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, dilihatnya suaminya terbaring lemah di atas kasur. Bella menutup pintu lalu pergi duduk di samping sang suami
"Mas."
Bram yang melihat istrinya dateng langsung berusaha untuk bangun dan Bella membantu suaminya
"Mama sudah bilang sama Dirga, anak kita bakal pikir pikir dulu. Jika Dirga setuju, mama bakal kenalin dia sama anak sahabat mama Lisa."
"Makasih ma, sudah mau membujuk Dirga." Bram memegang tangan istrinya
"Iya mas." Lisa membalas pegangan tangan suaminya sambil tersenyum
***
Jam istirahat
Wirda dan Vanya yang merasa lapar kini keduanya akan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka, tak lupa mereka mengajak, namun Lexsa menolak ajakan mereka karna saat ini ia bener bener mengantuk dan mereka pun pergi tanpa Lexsa
Lexsa yang merasa susah untuk tidur dikarenakan suara bisik yang berasal dari Dirga beserta sahabatnya. Ya, mereka kini sedang mabar bersama.
"Kalian bisa diam gak." bentaknya yang berhasil membuat keempatnya menoleh kearahnya.
"Lo siapa nyuruh kita diam, emang nih sekolah punya bapak lo apa, kalo ngantuk sono pulang," ujar Dirga. Kemudian mereka kembali menatap handphone masing masing.
Lexsa yang emosi karna omongan Dirga, lantas mempunyai ide bagaimana cara mengeluarkan keempatnya keluar dari dalam kelas. Lexsa naik diatas kursi
"Yang berada dalam kelas hari ini gue traktir, jadi silakan kalian ke kantin, makan apapun yang kalian mau."
Mendengar itu mereka saling menatap satu sama lain kecuali Dirga lalu mereka kembali mereka menatap Lexsa
"Yang bener?" tanya Vino memastikan yang dibalas anggukan dari Lexsa. Tanpa pikir panjang ketiganya segera beranjak dari tempat mereka meninggal Dirga
Dengan senyuman licik Lexsa melirik ke arah Dirga
"Lo gak pergi? Mumpung gratis lo, ntar nyesel lagi."
"Najis." Dirga dengan muka tak sukanya lalu pergi keluar dari dalam kelas. Sedangkan Lexsa malah terlihat bahagia
***
Malam hari
Saat ini Bella sedang sibuk menyiapakan makan malam, karna malam ini ia akan kedatangan tamu yang istimewa. Selepas pulanh sekolah tadi, Dirga sudah memutuskan bahwa ia mau menurti permintaan ayahnya. Bella dengan senang tanpa membuang waktu langsung menelfon sahabatnya Lisa
Dirga tau Lisa itu siapa dan yang Dirga tidak tau itu bagaimana bentuk wajah anak dari Lisa
Sementara di kediaman Lisa dan juga suaminya, kini mereka berdua sudah bersiap siap dengan pakaian rapih mereka. Kedua orang tua Lexsa pun setuju akan pernikahan ini
Sedangkan Lexsa yang baru turun dari atas dan tidak tau apa apa akan hal ini dibuat heran saat melihat kedua orang tuanya yang sudah sangat rapi
"Ini mama sama papa mau kemana? Kok rapi banget?"
"YaAllah Lexsa, ini kamu kenapa belum siap siap, mama tadi nyuruh kamu gimana?"
"Ganti baju," ujar Lexsa dengan ekspresi santaynya
"Kenapa belum siap siap juga? Sana buruan naik ke atas nanti kita telat ke rumah sahabat mama."
"Emang kita mau ngapain sih ma di sana? Mama sama papa duluan aja, nanti Lexsa bakal nyusul, soalnya masih ada hal lain yang Lexsa urus."
"Yaudah, mama sama papa bakal duluan, tapi ingat jangan lama, jangan buat sahabat mama menunggu. Oke."
"Oke."
Setelah mengatakan hal itu, Lexsa menyilami tangan kedua orangnya dan mengucapkan hati hati di jalan. Saat melihat kedua orangnya pergi Lexsa langsung pergi menuju dapur
***
Semuanya sudah Bella siapkan, Dirga dateng bersama ayahnya dengan menggunakan kursi roda. Bella yang melihat suaminya dateng bersama Dirga menyambutnya dengan hangat
Tak menunggu lama suara bel pun terdengar, Bella pun lalu langsung pergi mencek siapa yang dateng. Seketika Bella senyum lebar saat melihat siapa yang dateng. Bella dengan perasaan gembira mempersilahkan tamunya masuk
"Assalamu'alaikum tante." Dirga menyilami tangan Lisa. Lalu Bella mempersilahkan mereka untuk duduk
"Oh iya jeng, anak kamu di mana? Kok ada, belum dateng?"
"Kami tadi datengnya duluan, soalnya tadi dia bilang masih ada urusan sedikit lagi. Tapi tenang, bentar lagi dia kok," ujar Lisa dan Bellah hanya ber oh ria, Bella pun mempersilahkan mereka untuk makan terlebih dahulu sembari menunggu anaknya dari sahabatnya dateng
30 menit kemudian....
Mereka semua sudah selesai makan tapi Lexsa belum juga muncul muncul. Lisa ibunda Lexsa kini melirik jam tangannya
"Kok Lexsa belum dateng dateng juga ya." gumam Lisa gelisah
"Jeng, aku pamit ke sana bentar mau nelfon anakku dulu. Aku takut terjadi apa apa dengan dia."
"Iya."
"Emang anaknya tante Lisa kayak gimana sih, kok gue jadi penasaran." batin Dirga
Beberapa menit kemudian Lisa kembali dan duduk, lalu ia melirik satu persatu diantara mereka
"Maaf ya jeng, anak saya tadi tiba tiba perutnya sakit, jadi dia gak jadi ke sini. Maaf ya jeng, Nak Dirga."
"Yaudah gak papa, lain kali kan bisa."
***
Dan harus kalian tau, Lexsa si anak bandel itu tidak bener bener sakit perut, ia menggunakan alasan itu agar tidak membuat ibunya malu di sana karna dirinya tidak hadir
"Palingan kalo gue dateng tongrongkan ibu ibu semua di sana." ia kembali fokus pada kesibukkannya yaitu menonton filem horor di temani beberapa makanan ringan
Happy Reading
***
Pagi Hari....
Di bawah Lisa ibunda Lexsa sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya, sedangkan Reval ditugaskan oleh sang ibu untuk pergi membangunkan adiknya
Sesampainya di kamar Reval yang kaget saat melihat sang adik yang masih tertidur pulas diatas kasur miliknya lantas segera membangunnya.
"Lexsa bangun sekolah, ini udah jam berapa."
"Woi beban keluarga bangun gak," ujarnya lagi lantas tidak ada respon dari adiknya
Tak menyerah, Reval pun melakukan sesuatu hal yang baru saja terlintas di otaknya, ia yakin kalo adiknya sudah bangun, karna sebelum ia pergi membangunkan adiknya ia mencek Facebook milik Lexsa aktif 5 menit yang lalu.
"Oke, kakak hitung sampai 5 kalo kamu gak bangun bangun juga, hari ini detik ini menit ini kakak akan sita laptop kamu," ucapan Reval berhasil membuat Lexsa bangkit dari tidurnya
"Jangaan!"
"Kalo gak mau disita sono pergi mandi, terus siap siap ke sekolah, ingat langsung mandi jangan tidur."
"Iya iyah bawel." Lexsa beranjak dari tempat tidurnya
Lexsa yang sudah selesai dengan ritual mandi dan pakaian sekolahnya, segera turun ke bawah untuk berpamitan kepada kedua orangtuanya.
"Lexsa berangkat sekolah dulu ma pah. Assalamu'alaikum."
"Sarapan dulu Lexsa." teriak sang ibu
"Nanti aku sarapannya di sekolah aja ma Assalamu'alaikum." Lexsa langsung pergi meninggalkan ketiga mahluk yang tengah sarapan itu. Lisa dan suaminya hanya bisa menggeleng ngelengkan kepalanya dengan kelakuan anaknya
***
Dirga yang baru sampai disekolahnya segera memparkirkan motornya bersamaan dengan Lexsa yang baru juga sampai dan memparkirkan motor kesayangan di samping Dirga
"Kaya gak ada tempat lain aja makirnya." Dirga memperbaiki rambutnya dikaca spionnya
"Yang ngomong, kaya gak ada tempat lain juga buat markir." Lexsa membuka helmnya dan kemudian turun dari motornya
Kemudian Lexsa melirik Dirga dengan tatapan datarnya. "Gak usah sok ganteng, di sekolah bukan tempat untuk para model." setelah mengatakan hal itu Lexsa langsung pergi meninggalkannya. Ucapan Lexsa membuat Dirga emosi
"Nyebelin banget jadi cewek, emang gue ganteng." teriaknya
Lexsa yang mendengar penuturan Dirga membalikan badannya.
"Ganteng jidat lo cakepan juga bapak gue." setelah mengatakan itu Lexsa kembali membalikan badanya dan pergi
***
Sementara di kediamaan Bella, ia sekarang sedang memijat mijat kaki suaminya
"Pa, kemarin malam mama belum bisa kenalain papa sama Dirga dengan calon menantu kita," ujar Bella yang masih memijat mijat kaki suaminya
"Gak papa ma, mungkin malam itu kita belum di takdirkan untuk bertemu sama calon mantu kita. Tapi lain waktu, pasti kita bakal di pertemukan."
***
Sementara di kelas Xll ipa A sedang terjadi proses belajar mengajar di mana para siswa dan siswi kini sedang fokus memerhatikan apa yang guru jelaskan
Belum lama sang guru matematika menjelaskan, Lexsa yang merasa cacing cacing di perutnya udah pada memanggil, segera mencari alasan agar bisa memenuhi panggilan dalam perutnya itu. Lexsa kemudian mengangkat tanganya sembari memanggil sang guru
"Bu."
"Iya Lexsa ada apa?"
"Saya izin mau ke WC bu."
"Yaudah silahkan, tapi jangan lama lama ya," ujar sang guru yang dibalas anggukan dari Lexsa
"Baik buu."
***
Dirga yang baru saja keluar dari kantor, karena selepas ke pergian Lexsa, guru matematika nya tiba tiba saja menyuruh ketua kelas Xll itu untuk mengambilkan tinta spidol di kantor
Langkahnya terhenti seketika saat melihat sosok mahluk yang sangat ia kenali tengah makan di kantin, tanpa pikir panjang segera ia menghampiri manusia yang ia kenali itu.
"Astgafirullah, Lexsa," Dirga dengan volume suaranya yang agak tinggi membuat Lexsa kaget. Lexsa mengelus ngelus dadanya sembari mengomeli orang yang telah membuat hampir jantungan itu
Lexsa membalikkan badanya untuk melihat siapa orang yang telah membuat kaget. Ia terkejut saat melihat ketua kelasnya sudah berdiri dihadapannya sekarang.
"Di-di Dirgaa." Lexsa gelagapan
"Oohh ternyata lo bohong izinya ke wc malah ke kantin, bagus." Dirga menyilang kedua tangannya
"Gu-gue gak bohong kok, emang tadi gue beneran ke wc," ujarnya berbohong
"Gak bohong, terus kenapa lo malah terdampar disini dan gak langsung masuk kelas?"
"Ya karna gue laper makanya gue terdampar disini."
"Bisakan nunggu sampe jam istirahat."
"Gak bisa, kalo gue gak ngisi nih perut, bisa bisa gue pingsan atau mati."
"Lo gak bakal mati kalo gak makan sehari tolol, terkecuali kalo sudah takdir."
"Lo doain gue mati hah." bentaknya
"Pengennya sih gitu, soalnya manusia kek lo itu gak ada gunanya hidup." jawabnya santai sambil melipat kedua tanganya
"Dan gue beri tahu, lo sebagai cewek seharusnya tidak makan dengan model kaya tadi tolol, pake kaki diangkat satu gak ada ahlak."
"Lah urusan gue dong."
"Dahlah capek gue ngomong sama lo."
"Capek ya istrihat bukan berdiri disini dodol," ujarnya tak mau mengalah. Sedangkan Dirga hanya bisa menghelas napas kasar dan pergi meninggalkanya
***
Jam istirahat.
Wirda dan Vanya yang merasa lapar kini keduanya akan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka tak lupa sebelum pergi Wirda mengajak Lexsa untuk pergi bersama mereka. Lexsa menolak ajakan mereka karna saat ini ia bener bener mengantuk
"Yaudah kalo gitu, kita pergi ya," ujar Vanya dibalas anggukan dari Lexsa
Lexsa yang merasa susah untuk tidur dikarenakan suara bisik yang berasal dari Dirga Vino bara dan Kevin. Ya mereka kini sedang mabar bersama.
"Kalian bisa diam gak." bentaknya yang berhasil membuat keempatnya menoleh kearahnya.
"Lo siapa nyuruh kita diam, emang nih sekolah punya bapak lo apa, kalo ngantuk sono pulang," ujar Dirga. Kemudian mereka kembali menatap handphone masing masing.
Lexsa yang emosi karna omongan Dirga, lantas mempunyai ide bagaimana cara mengeluarkan keempatnya keluar dari dalam kelas. Lexsa naik diatas kursi
"Yang berada dalam kelas hari ini gue traktir, jadi silakan kalian ke kantin, makan apapun yang kalian mau."
Dor, Bara Kevin dan Vino kini saling menatap satu sama lain saat mendengar traktiran dan kembali mereka menatap Lexsa
"Yang bener?" ujar Vino yang dibalas anggukan dari Lexsa. Tanpa pikir panjang ketiganya segera beranjak dari tempat mereka, Dirga yang melihat itu segera menghentikan ketiga sahabatnya.
"Woi, kalian mau kemana." Dirga langsung berdiri dari duduknya
"Kantin, kalo lo mau nyusul kita kesana," ujar Kevin dan mereka pun pergi. Tak ada lagi yang tersisa dalam kelas cuman ada Lexsa dan Dirga.
Dengan senyuman licik Lexsa melirik kearah dirga. "Lo gak pergi? Mumpung gratis lo, ntar nyesel lagi."
"Najis." Dirga dengan muka tak sukanya lalu pergi keluar dari dalam kelas. Sedangkan Lexsa malah terlihat bahagia
Happy Reading
***
Selepas pulang sekolah keemat cowok itu segera pulang kerumah masing masing untuk bersiap siap melaksanakan Sholat jum'at berjamaah dimasjid.
Dirga, Bara, Kevin, Vino yang kini duduk ber sampingan, sekarang tengah fokus mendengarkan khutbah. Tak seperti dulu, biasanya keempat cowok itu ketika khutbah berlangsung terkadang mereka tidak mendegarkannya dengan baik.
Tapi setelah mengetahui tentang keutamaan khutbah, jadi mereka berusaha untuk menyimak dengan baik. Seperti yang terjadi sekarang
Lain hal dengan ketiga cewek ini
Wirda Vanya dan Lexsa yang tengah asik menonton drama korea kesukaan mereka. Tiba tiba saja terdengar ada suara ketukan dari luar pintu kamar Lexsa.
****
Setelah menunaikan kewajiban disetiap sholat jum'at, mereka langsung pulang kerumah masing masing. Kevin memilih untuk pergi ke rumah Bara.
"Aaahh, enaknya." Kevin yang langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuk milik Bara. Sedangkan Bara memilih duduk disofa
Tak lama beristirahat, mereka pun diganggu dengan notif pesan WhatsApp mereka. Ya, itu pesan grup WhasApp dari Vino, yang menyatakan kalo Dirga Bara dan juga Kevin sakarang harus pergi ke rumahnya
"Nih bocah gak tau jam apa! Ini waktu istirahat goblok." Kevin mengomel sambil memerhatikan hpnya
Sedangkan Dirga. "Kampret, goblok, tolol. Woi suptono kira kira dong, ini jam berapa? Jam istirahat tolol."
Dirga Bara dan Kevin sekarang sudah berada dalam rumah Vino. Ketiganya dateng saat mendapat chat Whatsapp dari Vino. "Nih penghuni rumah dimana sih, Sunyi amat," ujar Bara
"Kalian udah dateng?" Vino yang tiba tiba muncul
"Belum, pake nanya lagi, kenapa lo suruh kita dateng kesini?"
"Eh banter... kenapa rumah lo berantakan gini dan kenapa ditangan lo ada dot bayi?" tanya Dirga heran.
"Gini ceritanya bang, tadi tuh tante gue dateng dari Bandung dia dateng ke jakarta buat ngurus.... apa ya tadi," Vino tiba tiba lupa
"Goblok masih muda udah lupaan gimana ntar kalo udah tua?... Hilang ingatan kali ya." Kevin kesel
"Trus, masalahnya dimana Vino?"
"Gue tuh disuruh harus jaga anak anaknya Riska sama Rifky. Tante gue bilang dia akan pulang kalo urusannya udah selesai sekitar jam delapanlah. Maka dari itu gue minta bantuan kalian buat jagain keponakan gue."
"Apaaaa." ketiganya kaget
"Jadi lo nyuruh kami bertiga dateng buat jagain ponakan lo?" ujarnya Dirga dibalas anggukan dari Vino.
"Lo kira kita babysister apa di suruh jagain anak anak. Gak ah gak mau gua." kevin menolak dan segera ingin pergi
"Ayolah bantuin gue, kalian gak kasian apa, sama gue? "
"Emang gue perduli? Gak," ujar Bara
"Udah iya kita bakal bantuin. Trus apa yang harus dilakuin sekarang?" tanya Dirga membuat Vino senang, sedangkan Kevin Bara hanya bisa pasrah
"Bara tugas lo jagain Rifky dan Dirga jagain Riska." tunjuk Vino pada mereka secara bergantian
"Alhamdulillah, Ya Allah gue ga-"
"Eits gak ada yg gak dapet, semuanya dapet tugas masing masing... dan mumpung mereka lagi tidur siang, jadi Dirga dan juga Bara tolong bantuin Kevin bersihin main mainan ini semua." Vino menunjuk ke arah lantai yang diamana seudah di penuhi dengan mainan
"Apaa!" bentak Bara Dirga bersmaan
"Tros lo?" sambung kevin menunjuk Vino
"Gue?" Vino menunjuk dirinya sendiri
"Ya, mau istirahat lah, gue capek dari tadi selepas sholat jum'at gue udah urusin mereka... ingat! Harus bersih ya." Vino memberikan senyuman manis kepada mereka semua sebelum pergu masuk kedalam kandang kenyamanan
"Sialann." gumam Kevin
Jadi selepas pulang dari masjid, Vino tiba tiba saja dikagetkan dengan kedatangan tantenya.
Rifky : 2 tahun
Riska : 10bulan
***
Ketiga wanita itu sudah duduk dan akan siap untuk makan. Asal kalian tau gara gara nonton drakor seharian dari pulang sekolah mereka bertiga belum makan sama sekali. Maksdunya belum makan nasi indonesia kan kalo belum pake nasi itu tandanya belum makan. Nah sama kayak mereka bertiga ini cuman makan scnak doang
Untung Lisa sang ibunda langsung pergi menghampiri anaknya ke kamar karna mengingat Lexsa dan juga kedua sahabatnya Vanya dan Wirda belum turun turun juga dari tadi
***
"Akhirnya hari ini gua makan enak," ujar Wirda semangat yang segera menyendok nasi. Pikirannya hari ini ialah ia akan makan sebanyak banyaknya. Tapi itu tidak akan terjdi karena Reval kakak Lexsa tiba tiba saja datang.
"Siang ma, eh, ada Wirda sama Vanya, makan bareng?"
"Ia kak," jawab wirda
"Aduh malah ada kak reval lagi, malu dong kalo gue makan banyak didepan dia... Gak gak gak gue harus kelihatan feminim." Wirda membatin.
"Lah, kok, nak Vanya nyendok nasinya dikit, tadi katanya laper." tanya Lisa heran saat melihat nasi di piring Wirda.
"Yaelah ma, masa mama ngak ngerti sih," trobos Lexsa, Lisa hanya mengerutkan dahinya tak mengerti
"Yang itu tuh." kode Lexsa memajukan bibirnya ke arah Reval yang langsung di mengerti Lisa. Wirda yang menyadari itu segera tidak membenarkan omongan Lexsa.
"Eh, gak kok tan, Vanya tiba tiba aja ke pengen makan dikit." Vanya berbohong
"Kalo nyari alasan itu yg nyambung dong, yang bisa masuk di akal, alasan lo tadi gak masuk di akal gue," sambung Lexsa
Wirda melirik kearah Lexsa. "Diam lo."
"Udah udah gak usah pada berantem, sekarang kalian makan."
Lexsa yang mendegar ucapan ibunya langsung diam dan memilih untuk makan. Seperti biasa kaki diangkat satu ibu, ayah dan kakaknya sudah berulang ulang menegurnya agar tidak makan dengan model seperti itu, tapi Lexsa yang sering lupa dengan teguran ketiganya.
"Lexsa turunin kaki kamu, gak baik cewek makan dengan model kek gitu." tegur Lisa
"Hehehe, ia ia ma," jawabnya cengengesan.
Untung aja Reval memakai Earpod dan fokus pada Handphonenya, jadi dia tidam mengetahui kalo ada keributan sedikit.
***
Sesuai janji selepas makan malam mereka harus membersihkan kamar Lexsa yang super duper kotor karna ulah mereka sendiri
"Lex, sumpah kamar lo berantakan banget." Wirda dengan kedua tanganya berada di pinggangnya. Lexsa dan Vanya lantas melirik ke arahnya
"Apa? Lo bilang apa tadi, gue gak denger." Lexsa memasang telinga baik baik di depan muka Wirda. Sedikit jail Wirda malah berteriak ditelinga Lexsa.
"Kamar lo kotor, tikus pun males masuk disini."
Lexsa yang kaget reflex menutup mulut Wirda dengan tangannya sendiri.
"Preet lo, kalo gendang telinga gue pecah gimana? mau tanggung jawab hah!"
"Biarin bodoamat ble." Lexsa menjulurkam lidahnya
"Udah udah gak usah pada berantem, berisik tau gak, kalian bertengkar gak bakal bikin nih kamar bersih." Vanya menenangkan keduanya
"Lo sih." Wirda menunjuk Lexsa
"Lah kok gue."