Sampul Novel My Special CEO

My Special CEO

9.7 / 10.0
Cheva, gadis bermata biru bernama lengkap Cleo Alineava Lynn, memilih berkarier di perusahaan luar dibanding mengelola bisnis sendiri. Keputusan ini membawanya jatuh cinta pada Devan Eduardo Hutresky, sang atasan. Devan yang semula skeptis tentang cinta pun langsung terpikat sejak awal bertemu. Namun, kisah asmara mereka tidaklah mudah karena diterpa berbagai rintangan berat. Akankah kekuatan cinta mempertahankan hubungan mereka, atau justru membawa perpisahan?
Ringkasan My Special CEO
Cheva, gadis bermata biru bernama lengkap Cleo Alineava Lynn, memilih berkarier di perusahaan luar dibanding mengelola bisnis sendiri. Keputusan ini membawanya jatuh cinta pada Devan Eduardo Hutresky, sang atasan. Devan yang semula skeptis tentang cinta pun langsung terpikat sejak awal bertemu. Namun, kisah asmara mereka tidaklah mudah karena diterpa berbagai rintangan berat. Akankah kekuatan cinta mempertahankan hubungan mereka, atau justru membawa perpisahan?
Baca Selengkapnya

My Special CEO Bab 1

Di sebuah kamar bernuansa klasik, dinding bercat putih, dihiasi tirai dan gorden tipis berwarna senada dan dilengkapi perabot dan pernak-pernik yang juga berwarna dominasi putih. Ditengah ruangan, terdapat sebuah tempat tidur berukuran sedang dengan sprei berwarna nude. Di atas tempat tidur itu, berbaring seorang gadis berkulit sawo matang, rambutnya terurai bergelombang.

Dialah Cheva, Cleo Alineava Lynn. Putri tunggal dari Alianro Lynn dan Dewi Rahwani. Keduanya bukan orang berada. Alianro Lynn hanyalah seorang karyawan biasa dari kedutaan besar Belanda untuk Indonesia. Ia bertemu Dewi Rahwani saat kunjungan kerjanya ke Bandung, dua puluh lima tahun yang lalu. Keduanya saling jatuh cinta dan kemudian menikah. Setelah Cheva lahir, Alianro dipindah tugaskan kembali ke Belanda. Dewi dan Cheva mengikuti Alianro dan pindah ke Belanda. Namun, setelah Cheva menyelesaikan sekolahnya, ia memilih melanjutkan kuliah di Indonesia.

Cheva ingin mengenal keluarga Cheva di Indonesia - begitu alasannya dulu.

Dan di sinilah ia kini. Setelah menyelesaikan kuliah jurusan kesekretarisannya, Cheva juga memilih melanjutkan karirnya di Indonesia. Ia belum memiliki keinginan untuk kembali ke Belanda.

"Non Cheva ... " terdengar ketukan di pintu kamar Cheva beberapa kali. Gadis itu menggeliat, "Noon, Non Cheva. Banguuunnn, udah jam berapa. Katanya mau ke bandara jemput Ibu!!!" Cheva terhentak bangun.

"Oh my God! Bodoh, Cheva!" upatnya sambil bergegas turun dari kasur, "Iya, Biiikk. Cheva mau langsung mandiii!!!!!" teriak Cheva dan langsung berlari ke kamar mandi.

***

"Sarapan dulu, Non ..." Cheva menggeleng.

"Tidak sempat, Bik. Nanti Cheva terlambat. Cheva sarapan di bandara saja. Bye, Bik..." Cheva bergegas meraih kunci mobilnya meninggalkan Bi Inah, asisten rumah tangga yang disiapkan Dewi untuk menjaga Cheva selama di Indonesia.

Cheva mengemudikan mobilnya menuju Bandara. Pagi ini, pesawat yang ditumpangi Ibunya akan tiba di Jakarta. Jadwalnya pukul 10.00 dan sekarang sudah pukul 09.00. Kondisi jalanan dari rumahnya ke Bandara Soetha hanya memakan waktu sekitar satu jam, jika tanpa macet. Tapi, sejak kapan Jakarta tidak macet bukan?

Sepanjang perjalanan, Cheva terus mengutuk kebiaaannya yang tidak pernah bisa bangun pagi. Dulu sewaktu sekolah, ia rajin bangun pagi. Tentu saja, karena pilihannya adalah bangun atau ia akan basah kuyup oleh air dingin. Tapi sejak ia tinggal sendiri, siapa yang berani mengguyurnya dengan air es? Bi Inah? Keberanian tertinggi Bi Inah hanya sampai berteriak marah. Itupun karena Cheva nekat melukai tangannya saat ngotot ingin membanfu Bi Inah masak di dapur.

Cheva tiba di Bandara pukul 10.30, ia langsung menuju lobby kedatangan. Ketika sampai di sana, petugas bandara memberi kabar bahwa pesawat yang membawa ibunya terkena delay. Sehingga kedatangannya terlambat 1 jam. Cheva bernafas lega. Setidaknya ia tidak akan mendengar ocehan ibunya pagi ini karena terlambat.

"Terima kasih, Pak," ucap Cheva lalu berbalik meninggalkan lobby kedatangan.

Cheva merasakan perutnya berbunyi.

"Sial, aku belum makan apapun pagi ini. Lebih baik aku pergi ke Starbucks saja. Mom masih lama ini juga..." Cheva berjalan menuju gerai Starbucks.

Setelah memesan beberapa menu, Cheva kemudian memilih kursi yang sedikit berada di pojokan. Tidak terlalu dalam, kursi yang Cheva pilih berhadapan dengan pintu masuk. Siapapun yang masuk dapat langsung melihat keberadaan Cheva.

Setelah menghabiskan makanannya, Cheva melirik jam di tangannya.

"11.05," gumamnya. Seharusnya pesawat yang membawa ibunya sudah tiba sekarang. Cheva kemudian buru-buru membereskan barang-barangnya.

Karena sedikit tergesa-gesa, Cheva tidak melihat bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam Starbucks. Akibatnya, keduanya bertabrakan.

"Aww, Sorry!!" teriak Cheva. Ia memegangi kepalanya yang sepertinya membentur tubuh seseorang. Cheva mendongak.

Di hadapannya berdiri seorang laki-laki berjas lengkap berwarna navy dipadukan dengan dasi berwarna senada. Tingginya jauh melebihi tinggi Cheva dan sepertinya Cheva membentur dada laki-laki itu.

Laki-laki itu hanya menatap lurus kearah Cheva tanpa mengucap sepatah kata apapun. Sejenak Cheva sempat terpaku karena ketampanan dan aroma maskulin yang menyeruak dari laki-laki itu. Namun lama kelamaan, Cheva sedikit merasa jengah karena laki-laki itu hanya menatapnya dengan tatapan yang ... entahlah, Cheva hanya merasa tidak nyaman.

"S... sorry..." Cheva bergerak sedikit mundur. Dan gerakan Cheva itu menyadarkan laki-laki itu.

"No, problem. Excuse me, you waste my time, Nona..."

"Wh... what?!" laki-laki itu berlalu meninggalkan Cheva yang baru saja hendak menjawab. Namun ia urungkan. Cheva menghela nafas kesal. Ia kemudian buru-buru keluar dari Starbucks.

Kalau saja ia juga tidak sedang dalam urusan penting, Cheva tidak akan membiarkan laki-laki itu. Bagaimana mungkin? Laki-laki itu bahkan tidak meminta maaf sedikitpun. Apakah ini murni kesalahan dan kecerobohan Cheva sendiri? Hey! Dia juga ceroboh saat memasuki Starbucks. Apalagi tatapannya itu. Astaga, Cheva sangat membenci tatapan seperti itu. Tatapan penuh nafsu, tatapan mengintimidasi.

"Dasar laki-laki mata keranjang!!!" ucap Cheva kesal, "Kalau bertemu lagi dengannya, aku akan beri dia pelajaran!!!"

***

"Aku benar-benar tidak punya waktu sekarang, San. Cepat kau kirimkan file itu ke emailku sekarang. Pesawatku akan berangkat setengah jam lagi. Okay, ku tutup!" Devan memasukan kembali handphone ke saku jasnya. Baru saja ia hendak membuka pintu Starbucks, seorang gadis justru tiba-tiba menabraknya dari dalam.

"Aww, sorry!" ucap gadis itu. Ia menggosok kepalanya yang membentur dada Devan dan mendongak.

Devan terpaku.

Mata gadis itu biru. Bagaimana mungkin ada gadis Indonesia dengan kulit sawo matangnya namun memiliki bola mata berwarna biru cerah seperti itu.

Tanpa sadar, Devan menatap gadis itu lamat.

"S... Sorry!" ucap gadis itu lagi sambil mundur beberapa langkah. Devan tersadar dari tingkah konyolnya yang menatap gadis itu.

"No problem. Excuse me, you waste my time, Nona!" ucap Devan sambil berlalu. Ia sempat melihat gadis itu hendak menjawab namun urung.

Setelah memilih kursi, Devan sempat melihat gadis itu berbalik dan berjalan sambil mengomel.

"Gadis yang aneh. Kenapa dia berjalan sambil berbicara sendiri?!" Devan menggeleng.

Perhatian Devan kemudian beralih ke ponselnya yang berdering. Sandra, sekretarisnya mengirimkan file yang ia perlukan untuk meeting hari ini di Bali. Biasanya Devan akan menggunakan pesawat pribadinya untuk pergi kemanapun, namun kali ini, karena beberapa alasan, ia harus menggunakan pesawat komersil.

Ponsel Devan berdering kembali. Tertera sebuah nama di sana.

Fiona.

"Ya, ada apa, Fi?"

"Kau sedang di kantor?"

"Apa? Tidak, aku sedang di bandara."

"Bandara? Sedang apa? Kau mau kemana, Dev?"

"Apa? Tidak, tidak. Aku akan ke Bali, ada meeting dengan Client sore ini... "

"Kau tidak memberi tahu apapun kalau kau ingin ke Bali!"

"Aku sudah memberi tahumu berulang-ulang. Itu menandakan, kau sama sekali tidak peduli dengan yang aku katakan."

"Devan, you're my fiance. Seharusnya kau juga mengajakku ikut serta!"

"Fio, listen to me. Kita sudah sama-sama dewasa. Kau tidak perlu berlaku konyol seperti ini. Aku pergi untuk bekerja, bukan untuk liburan. Sudahlah, ku tutup."

Devan memblokir panggilan dari Fiona. Ia juga mengirimkan pesan ke asistennya untuk tidak merespon panggilan atau pesan apapun dari Fiona. Devan tahu, Fiona akan membuat rusuh satu kantor setelah ia memutuskan sambungan telponnya. Apalagi Devan dengan sengaja memblokir panggilan. Hal ini akan membuat Fiona semakin frustasi.

Tunangan yang merepotkan, ucap Devan kesal.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi My Special CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED