Bab 1

Kehidupan mewah dan Nampak selalu bahagia di setiap harinya.

Membuat setiap orang yang melihat Nya, menimbulkan rasa iri hati kepada pemilik kehidupan, yang begitu banyak dinginkan hampir semua manusia yang ada di Bumi.

Amelia Cahaya Diningrat.

yang biasa di panggil Amel. Adalah pemilik kehidupan Mewah dan Penuh dengan kebahagiaan itu.

Tapi itu semua hanyalah sebuah. pemandangan dan opini setiap orang yang terlalu menginginkan kehidupan yang di miliki Amelia saat ini.

Apa yang terjadi hari ini, adalah suatu mimpi buruk buat Amelia.

Semua mata tertuju kepada Amelia dan Ariel yang lagi berdebat di parkiran mobil.

Ariel dengan nada suara yang begitu marah, tidak bisa mengontrol segala emosi dia di saat itu.

Bergegas menghampiri Amelia, yang barusan sampai di sekolah pada, pagi hari ini.

Amelia yang masih berada di parkiran mobil mewah milik Amelia.

Melambaikan tangan kepada Ariel, yang sejak tadi berdiri tidak terlalu jauh dari tempat parkir.

Sehingga membuat Ariel menghampiri Amelia dengan keadaan yang tidak karuan dalam pikiran dia saat itu.

Bukan dia ingin bertengkar dengan Amelia di depan umum seperti ini.

tapi kepergian kedua orang tuanya, yang tidak memberitahu Ariel, membuat Ariel marah.

dan menghampiri Amelia langsung.

sambil berucap.

" Bukannya kamu sudah berjanji kepada Aku sebelumnya. kamu akan membantu aku untuk menyelesaikan permasalah perusahaan Ayah ku.!! tapi apa yang sedang kamu lakukan saat ini!! kamu malah, membiarkan kedua orang tua ku pergi. tanpa memberitahu kepergian mereka kepada aku.!!! "

Ucap Ariel, begitu marah kepada sahabat dia yaitu Amelia.

Amelia yang, sama keras kepala Nya dengan Ariel. tidak mau hanya diam saja, Amelia membalas ucapan Ariel saat itu.

" Apa yang bisa aku lakukan?? aku hanyalah anak kelas dua SMP, yang tidak tahu apa-apa mengenai dunia Bisnis. mengapa kamu menyalakan aku?!! "

Ucap Amelia, menanggapi ucapan Ariel.

dan melanjutkan kembali ucapan Amelia barusan.

" kepergian Om dan Tante. Itu adalah pilihan mereka, itu semua bukan salah aku!! "

Ucap Amelia kepada Ariel.

Yang lagi melampiaskan segala kemarahan dia ketika dia tidak menemukan kedua orang tua dia, di saat dia bangun dari tidur di pagi hari.

Sehingga membuat Ariel, bergegas pergi ke sekolah dan menghampiri Amelia ke sekolah saat itu.

Kejadian di pagi hari ini, membuat Arie berubah sikap.

yang sebelumnya, Ariel yang selalu dengan sebuah candaan seperti biasanya ketika dia melihat Amelia telah sampai di sekolah.

Tapi pagi hari ini, semua berubah begitu cepat.

Pagi hari yang mendukung keadaan saat ini, membuat suasana pagi semakin panas.

Ariel dengan segala kemarahan nya, kembali berucap kepada Amelia.

" kamu orang yang bisa aku harapkan, di saat seperti ini.!! tapi sikap kamu seperti ini membuat aku sangat muak.!! kamu tahu, bahwasanya membantu aku, dengan masalah seperti ini!!! bukan lah yang begitu sulit untuk orang seperti kamu.!!! "

Ucap Ariel, kepada Amelia yang merasa tidak bersalah saat itu.

" apa maksud dari ucapan kamu barusan?? aku tidak paham.!!

Amelia kelihatan Nya, sangat tidak suka ketika sahabat dia itu berucap seperti itu. mereka hanya bisa saling menatap tampak suara, membuat semua siswa yang melihat kejadian barusan hanya bisa ikut diam.

Amelia dan Ariel adalah sosok yang sangat di takuti oleh hampir semua siswa yang ada di sekolah SMP Wira Karya ini.

Di karena mereka adalah salah satu anak pemilik sekolah serta orang yang paling kaya di kota ini.

itu kenapa di saat Amelia dan Ariel berdebat di parkiran mobil.

tidak satu siswa pun ikut campur masalah mereka. semua siswa hanya bisa melihat dari jarak jauh saja, sambil berbisik-bisik mengenai Ariel dan Amelia.

Ariel dan Amelia Adalah sahabat sejak kecil, mereka lahir di hari yang sama dan jam yang sama.

mereka mempunyai banyak kesamaan dan Hobi yang sama yaitu, mempunyai bakat yang luar biasa di dunia mendesain serta bakat-bakat yang lain yang luar biasa.

mulai dari Bermain Basket, Juara-juara dalam semua mata pelajaran, dan mahir dalam keagamaan.

Benar adanya bahwa Sanya mereka adalah anak dari orang-orang yang begitu kaya raya.

Tapi di balik itu semua mereka berdua adalah Anak-anak yang sangat luar biasa dalam keagamaan.

Amelia dan Ariel beragam kan Muslim.

di mana Agama ini sering di sebut dengan Agama Islam.

Agama ini mengajarkan mengenai pendidikan Moral yang tinggi dan toleransi yang tinggi kepada semua Agama.

Ariel dan Amelia adalah sosok yang sangat mencintai Agama yang mereka miliki saat ini, itu kenapa apa pun yang di perintahkan dalam agama mereka tidak ada satupun mereka lewat dengan begitu saja.

mulai dari, Sholat lima waktu, membaca kitab suci Al-Qur'an, berpuasa serta bersedekah kepada orang-orang yang tidak mampu.

dan lebih penting lagi, berbakti kepada kedua orang tua mereka.

Dilihat dari Sosok Amelia dan Ariel mereka adalah anak-anak yang baik dan berbakat.

Itu mengapa begitu banyak orang-orang yang ingin seperti Mereka khusus Amelia.

Di karena Amelia adalah sosok gadis yang begitu cantik dan kaya raya.

Amelia pun mempunyai Ayah, dan Saudara laki-laki yang begitu memanjakan Amelia, serta mengikuti segala keinginan Amelia apa pun itu.

Itu kenapa di saat keluar Ariel mendapatkan masalah di perusahaan Ayah Ariel.

Ariel sangat menaruh harapan besar kepada sahabat dia yaitu Amelia.

karena Ariel sangat yakin bahwa Ayah Amelia tidak akan menolak untuk mengabulkan permintaan Amelia Putri kesayangan Mereka itu.

Tapi harapan tersebut berubah menjadi sebuah kemarahan sehingga membuat Ariel Harus mati dengan cara yang begitu mengenaskan tepat di hadapan Amelia saat itu.

Membuat semua, berubah menjadi sebuah mimpi buruk yang selalu menghantui setiap kehidupan Amelia.

Kematian Ariel dan kedua orang tua Ariel, menanamkan luka yang begitu dalam kepada Amelia.

Membuat Amelia harus hidup dalam kesendirian di tengah-tengah keluarga yang begitu menyayangi serta selalu ada untuk Amelia.

Setiap hari Amelia, selalu saja di habiskan bersama Ayah dan kedua saudara laki-laki Amelia.

Amelia tidak mempunyai seorang Sahabat maupun teman sejak kematian Ariel.

Amelia hidup dalam kesendirian selama 7 tahun lamanya. dia menutup diri dari semua orang kecuali keluarga Amelia.

selain dari pada itu, Amelia tidak pernah mau bergaul dengan siapapun itu.

Membuat Ayah dan Kedua Saudara laki-lakinya Amelia senantiasa turun tangan dalam semua kehidupan Amelia.

Membuat My family begitu Posesif terhadap Amelia.

saking Posesif kepada Amelia, setiap kepergian atau keberadaan Amelia selalu saja mendapatkan pengawalan yang begitu ketat dan pasilitas yang begitu mewah.

Apapun di lakukan Ayah Amelia agar Amelia tidak merasa kekurangan atau pun merasa sendirian dalam hidup Amelia.

Bab 2

Amelia Cahya Diningrat, Biasa di panggil Amel. Ia adalah Perempuan yang paling beruntung. Di karena kan Lahir dan Tumbuh di keluarga yang begitu kaya hingga tujuh turunan tidak akan habis kekayaan yang di miliki oleh keluarga Amelia. Selesai itu Amelia juga di karuniai Keluarga yang begitu sangat menyayangi Amelia selama Ini.

Amelia adalah seorang gadis yang sangat cantik serta selalu di manjakan, Tapi di balik itu Ia merupakan anak Yatim. Ibu Amelia meninggalkan sewaktu melahirkan Amelia, Benar adanya Ibu Amelia telah meninggal, Tapi Amelia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari sosok seorang Ibu maupun keluarga.

Di karena Amelia dibanjiri berbagai macam kasih sayang dan cinta dari keluarganya. Sehingga Amelia tumbuh dengan karakter yang unik dan menarik.

Amelia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia mempunyai dua orang kakak laki-laki yang begitu perhatian dan menyayanginya, Hingga begitu Posesif.

Sejak kematian ibu Amelia maka kedua Saudara laki-laki Amelia, berperan sebagai mana seorang ibu buat Amelia dan seorang Kakak untuk Amelia.

Amelia adalah satu-satunya wanita yang ada dalam keluarga besar Amelia.

Itu kenapa ketiga pria yang merawat Amelia sejak kecil selalu punya Alasan untuk possessive terhadap kehidupan Amelia.

Segala kemauan Amelia, selalu di turuti hingga membuat Amelia harus menanggung segala sesuatu yang di luar, pengetahuan keluarga Amelia.

Kedua kakak laki-laki Amelia adalah pria yang mempunyai karakter yang sanggatlah baik, mereka  adalah kakak yang kompak buat keluarga.

Adapun Karakter yang di miliki kedua saudara laki-laki Amelia adalah.

kakak tertua, mempunyai karakter baik, ganteng, Pintar, Serta seorang Pimpinan di perusahaan milik dia sendiri.

Di usia yang masih begitu muda yaitu umur 25 Tahun sudah memiliki Perusahaan yang sukses dan terkenal di salah satu Negara yang begitu indah yaitu Indonesia.

Namun di balik itu semua ia memiliki wajah yang cukup datar, membuat orang salah paham akan dirinya.

untuk kakak kedua Amelia, dia lebih tampan dari kakak pertama, lebih perhatian, begitu Baik, Serta seorang aktor ternama di semua negara.

Ya...dia merupakan aktor internasional. dengan umur yang masih muda yaitu 23 Tahun, kakak kedua Amelia memiliki humor yang tinggi, dan memiliki daya tarik seperti magnet yang begitu kuat.

Sedangkan Amelia...?

Ia tipikal orang yang, Egois, manja, mandiri  serta mempunyai mau yang selalu bertentangan dengan keluarga apa lagi kakak-kakak Ia.

Amelia pun memiliki sosok ayah yang begitu mencintai anak-anaknya.

Ayah yang baik hati, penyayang, dan begitu sabar dengan sikap keras kepala dari ketiga anaknya. Serta Seorang CEO dan pemilik Saham Terbesar di Beberapa Bangunan Termewah di kota tempat Ayah Amelia tinggal sekarang ini. Dan beberapa perusahaan di luar Negeri.

Hidup di keluarga yang serba berkecukupan adalah keinginan setiap wanita di luar sana, di tambah lagi mempunyai saudara yang pesona dan ketampanannya begitu membuat wanita dan pria jatuh cinta serta membuat Semua orang iri.

Tapi berbeda dengan Amelia.

Amelia orang yang tidak terlalu suka dengan yang mewah ataupun mahal. Ia lebih menyukai, menghabiskan waktu di rumah, terutama kamarnya.

Beda hal dengan anak-anak, orang kaya seumurannya, yang lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan teman-teman dan berhamburan ke sana kemari.

Benar adanya dengan mempunyai uang semua akan lebih baik Itulah yang Amelia rasakan.

Walaupun hidup penuh dengan rasa bersalah setiap hari , bulan dan tahun.

Tapi Amelia bisa melakukan apa pun yang Ia inginkan, semua begitu mudah bagi Amelia cahaya Diningrat.

Semua yang tidak mungkin bagi orang lain, begitu muda ia dapatkan. Ia tidak perlu bersusah payah bekerja ataupun meminta, karena sebelum ia meminta pun, semuanya telah di berikan oleh keluarganya. mereka begitu peka terhadap sesuatu yang menyangkut adik kesayangannya mereka.

Amelia selalu hidup berkecukupan, hingga terhindar dari namanya kekurangan uang.

setiap bulan, selalu saja ada uang yang masuk ke dalam rekeningnya.

entah itu dari ayahnya, atau dari kedua kakak laki-lakinya.

terkadang Ia tidak tahu, harus di apakan semua yang itu. Amelia pun hanya mengunakan uang-uang itu, untuk berbagi dengan orang lain.

Hingga Suatu hari.

Di saat itu Amelia jalan bersama dengan sekretaris ayahnya. Saat perjalanan, Ia menyukai suatu lahan yang begitu luas dan indah di depannya saat itu.

Amelia pun bergegas melihat lahan di karenakan lahan tersebut tidak lagi dalam keadaan kosong. Di dalam lahan tersebut ada beberapa kantor sertakan kebun-kebun warga dan para perusahaan yang lumayan besar serta mempunyai nama yang cukup di Kenal di kalangan rakyat di kota ini, tempat Amelia tinggal saat ini.

Amelia tampak berpikir panjang.

Meminta sekretaris Ayahnya untuk mencari tahu mengenai lahan yang ada di depannya saat itu. Sekretaris ayahnya pun langsung menjelaskan semua tentang lahan yang indah itu.

Luas dari lahan itu sekitar lima ribu hektar.? panjang seratus lima puluh meter persegi.? dan lahan tersebut sebagian milik warga yang menetap di tempat itu, serta sebagian milik perusahaan perkebunan dan persuaan tambang pasir.

setelah mendapatkan informasi yang Amelia tahu harus berbuat apa saat itu.

Ia mengambil Hp di dalam tas kecilnya, lalu menekan nomor telepon yang tidak asing lagi baginya.

Ayahnya yang sedang berada di kantor saat itu, mendengar dering handphonenya.

Jika itu panggilan dari orang tidak penting, mungkin ia akan langsung mengabaikannya, tapi itu adalah panggilan dari putri kesayangannya.

"Halo, sayangku..."ucap sang ayah.

"Sore ayah... apa ayah sedang sibuk?" tanya Amelia kepada ayahnya.

"Tidak, sayang... ayah sedang duduk-duduk santai saja." jawab sang ayah, padahal saat itu ayahnya sedang memimpin sebuah rapat dengan para karyawannya.

mereka hanya bisa diam, saat atasan mereka menganggap merek seperti hantu yang tidak terlihat.

"Apa ada yang putri kesayangan ayah ingin katakan?" tanya sang ayah dengan nada lembut.

"Ayah seperti peramal saja," ujar Amelia yang bercanda saat itu.

keluarga mereka memang sangat harmonis, tapi juga sangat posesif terhadap Amelia.

mereka sangat menjaga Anak gadis Meraka satu-satunya itu dengan berbagai cara, untuk membuat gadis itu senang dan tidak merasa kekurangan.

Kehidupan terkadang terlalu indah untuk di jalankan. Terlalu sakit apabila Harus di pikiran. Setiap orang yang tidak menyukai kehidupan yang kita miliki, berusaha membuat pemilik hidup tersebut Merasa kan hal yang di luar nalar mereka.

Tapi semua itu. Tidak bisa di terapkan kepada Amelia yang di juluki sebagai Gadis Yang manca.

Oleh setiap orang yang berada di sekeliling Amelia saat ini. Kehidupan Amelia terlalu indah dan Mewah. Segala yang menyangkut Amelia tidak bisa hanya biasa-biasa.

Membuat Amelia, lebih memilih untuk membatasi setiap Aktivitas dia dengan Banyak orang-orang yang ada di sekeliling dia.

Amelia yang tidak suka dengan sikap Munafik setiap manusia membuat dia memilih untuk menjauh kan diri dari setiap manusia yang ada di sekeliling Ia.

Bab 3

Hari terus berganti begitu pun tahun.

Tidak terasa sekarang Amelia telah manjadi seorang mahasiswa.

Universitas Gunadarma, Kampus ternama di kota tempat Amel tinggal saat ini.

Di mana di Universitas tersebut Hannyalah orang-orang yang punya Harta dan tata, yang bisa menuntut ilmu pengetahuan di kampus tersebut.

Di karena Semua Mahasiswa yang berada di kampus itu, Adalah Mahasiswa tingkat dewa.

Mengapa sampai di juluki mahasiswa Tingkat Dewa. Karena semua mahasiswa adalah anak-anak orang kaya tingkat atas yang mempunyai kedudukan yang cukup di segan setiap orang yang ada di kota ini.

Universitas Gunadarma, adalah kampus terbaik.

Maka dari itu, kampus Gunadarma mempunyai satu aturan yang cukup unik dan menarik. peraturan tersebut yang paling utama adalah. "Tidak menerima Mahasiswa yang berekonomi di bawah atau sering di sebut orang miskin masuk kampus ini.!!"

Suatu aturan yang membuat kampus tersebut semakin terlihat elit dan mewah.

***

Pagi yang cerah, Amelia pun bangun dengan suasana hati yang lumayan baik.

Melihat sekeliling ruangan sambil berucap.

"Alhamdulillah," ucap Amelia kemudian bergegas pergi dalam kamar mandi.

Sedangkan Hasyah yang selalu bangun lebih awal agar bisa melihat pemandangan yang begitu indah.

Di balik kamar Amelia, berucap dengan lemahnya ketika melihat Amelia masuk dalam kamar mandi.

"Seharusnya kamu bisa berlama-lama sebentar gadis cantik." ucap Hasyah malas melihat Amelia masuk.

Di saat Hasyah masih saja berdiri sambil tersenyum di menatap kamar Amelia.

Sosok wanita cantik tapi telah berusia 45 tahun berucap.

"Hay.. mandi bukannya ke kampus."

"Tante gangguin aja'.."

"Sebaiknya kamu lupa kan wanita itu!! sungguh Tante tidak suka!!"

Hasyah melihat Tantenya sambil menarik nafas dalam-dalam dan berkata.

"Semua adalah takdir dari Allah Tante."

Ucap Hasyah kemudian pergi dari hadapan Tante Rita.

"Aku berharap, gadis pembawa sial itu. Tidak akan masuk dalam kehidupan Hasyah!!"

Ucap Tante Rita kemudian menutup pintu kamar Hasyah.

Amelia dan Hasyah pun selesai dan akhirnya pergi ke kampus dengan mobil pribadi mereka masih-masing.

Suasana pagi membuat setiap mahasiswa yang sampai di kampus nampak begitu ceria. Tapi kedatangan Amelia soal merubah suasana tersebut.

Membuat semua mata menatap Amelia dengan tatapan yang menunjukkan kebencian dan kekaguman pada Amelia, di saat Amelia sampai  di kampus.

ketika Amelia berada di lingkungan kampus sorot mata setiap Mahasiswa seketika tertuju kepada Amelia, tatapan mereka sedikit berbeda dengan sebelumnya.

Amelia telah cukup terbiasa dengan tatapan seperti saat ini.

Membuat Amelia selalu saja tidak memperdulikan dengan ucapan serta tatapan miring setiap Mahasiswa kepada Amelia selama ini.

Tapi kali ini Amelia, merasa tidak nyaman dengan tatapan Serta kata-kata orang-orang di sekitar Amelia saat ini.

Sedangkan Hasyah yang sedikit bingung di karenakan ini pertama kali, Amelia menjadi sorotan secara langsung dalam kampus.

Bergegas menghampiri teman-teman Hasyah dan bertanya.

"Ada apa.??"

"Biasa lah tuan Putri, lagi memamerkan keindahan keluarga Ia di kampus."

Ucap Rafik teman kelas Amelia dan Hasyah.

Hasyah semakin penasaran hingga mencoba melirik ke kana kiri mencoba mencari sosok Amelia.

Ternyata Amelia lagi berdiri dengan tegak lurus sambil menatap tajam sekelompok orang yang begitu asing buat Hasyah.

"Siapa mereka Rafik??"

"Keluarga Amelia dan Bodyguard keluarga bangsawan."

Ucap Rafik sedikit kesal.

"Ada apa dengan kamu?"

Kata Hasyah sambil melihat kearah teman Ia saat itu.

"Kamu lihat Sana. Vika pacar saya, meninggalkan saya. Dan berlari memanggil nama Aris artis tampan yang begitu di idolakan semua cewek dan pria. Membuat hampir semua Gadis-gadis yang ada di kampus ini. kabur dari semua pacar Meraka!!"

"Itu si, salah kamu."

"Maksud kamu Hasyah??!!"

"Siapa suruh kamu lahir dengan raut wajah yang jelek'."

"Kurang Ajar kamu!!!"

Hasyah dan Rafik pun saling mengejar hingga hal yang tidak terduga terjadi.

Membuat Rafik menutup matanya dan mulut nya rapat-rapat.

"Prak.. suara tabrakan terjadi antara Hasyah dan Amelia."

Tapi Amelia yang begitu marah nya. Tidak melihat Hasyah yang saat itu jatuh akibat menahan tubuh agar tidak membenturkan Tubuh Hasyah kepada orang yang akan Ia tabrakan saat itu.

Hingga memilih Ia jatuh dengan baik di atas lantai.

Amelia yang merupakan Gadis yang terkenal cuek dan jutek. Melihat sekilas Hasyah yang jatuh dari lantai. Kemudian tampak rasa bersalah meninggal Hasyah.

Kemudian menghampiri keluarga Amelia di koridor Kampus yang saat ini.

Di penuhi Mahasiswi yang mengidolakan sosok Aris maupun Andres.

Saudara laki-laki Amelia.

Sang Ayah dan kedua Saudara Amelia. Telah Berada di depan kampus, menunggu Amelia semenjak tadi.

Amelia yang sangat kaget melihat sang Ayah dan Kakak-kakak Amelia berada di kampus. membuat Amelia Bertanya. "Ada apa ini.??"

Amelia pun, kembali mengingat bukannya tadi semuanya mau kerja?? Dikarenakan di saat sarapan, Ayah dan Kakak-kakak pamit untuk kerja.

Di saat Amelia masih ada di rumah 1 jam yang lalu.

Ternyata semua ini telah di rencanakan jauh-jauh hari.

Keluarga Amelia juga begitu sengaja tidak memberitahukan Amelia, akan kedatangan mereka pada hari ini.

Sehingga membuat Amelia marah karena keluarga Amelia berhasil membuat kampus gempar dengan kedatangan mereka.

Terutama gadis-gadis centil yang ada di kampus Amelia.

Kemarahan Amelia pun seakan-akan meluap-luap

Membuat Amelia menghampiri keluarga Amelia dan berucap.

"Ya Allah, apa-apaan ini.?? Ini bukanlah tempat kerja kalian.!! Maka tidak seharusnya kalian ada disini.!!!" Ucap Amelia, Ketika melihat keluarga Ia berada di kampus dia.

Sang Ayah pun bergegas Meminta bantu Bodyguard agar bisa menangani semua gadis-gadis yang ada di luar sana.

Sambil berucap kepada putri kesayangannya itu.

"Ayah tahu kamu sangat terkejut tapi.."

"Terkadang tindakan kalian selalu saja di luar dugaan Amelia.. Ayah.."

"Ayah paham tapi semua ini adalah kebaikan kamu juga."

Amelia hanya menatap tampak bicara apa-apa kepada keluarga Amelia.

Rasa marah yang berusaha Ia pendam menuntut Ia untuk diam dan diam.

Hingga Selesai Amelia mengutarakan apa yang ingin Amelia katakan saat itu, Amelia langsung bergegas pergi, Masuk dalam kampus. Tampak menghiraukan keluarga Amelia, yang sudah semenjak tadi menunggu Amelia sampai di kampus ini.

Melihat kepergian Amelia membuat suasana menjadi hening dan tampak suara.Melihat tingkah Amelia yang begitu tidak memperhatikan Sang Ayah dan Kakak-kakak Ia.

Membuat Aris kaget dan tertawa.

Aris adalah sosok kakak yang begitu konyol, hingga selalu saja berhasil mencair suasana dalam keluarga Amelia.

Aris pun bergegas berucap.

 "Ya ampun. Adik aku tersayang, sifat kejam dan cuek Nya, Ternyata berlaku kepada semuanya orang ketika di luar rumah."

Ucap Aris, Kaget di dengan sifat Amelia barusan, bisa - bisa nya.

Aris barusan sadar ternyata adik Aris kejam juga, Ya Ayah.?"

"

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED