Tahun 5400, Era Interstellar
Keagungan dan kesakralan dari ruangan tahta yang berada di istana tertangkap dengan begitu jelas dari balik layar monitor. Para tentara yang mengawal dan mengawasi jalannya upacara itu terus berjaga, sama sekali tidak menurunkan penjagaan mereka meski mereka yang ada di sana merasa sangat bahagia dengan upacara penobatan tersebut. Tidak hanya para pengawal yang merasa bangga serta bahagia, tapi semua penduduk yang menghuni Kerajaan Starlight di era interstellar pun juga merasakan hal yang sama.
Hari itu adalah hari penobatan Pangeran Ketiga untuk menjadi kaisar baru bagi Kerajaan Starlight, sebuah kerajaan imperial terbesar dan paling berkuasa di era interstellar yang wilayahnya memiliki jangkauan luas di beberapa galaksi. Bahkan, kekuasaan serta keagungan Kerajaan Starlight pun mampu mengalahkan Negara Federal yang menjadi saingan kerajaan tersebut.
Menobatkan seorang kaisar yang nantinya akan memerintah Kerajaan Starlight ke depannya adalah sebuah event yang begitu sakral. Para senator, petinggi dunia politik maupun non-politik, anggota tinggi kemiliteran, serta duta besar dari negara bagian Kerajaan Starlight pun menghadiri upacara naiknya tahta Pangeran Ketiga menjadi seorang kaisar. Mereka bertindak sebagai saksi dalam upacara sakral yang tengah berlangsung.
Ketika mahkota kebesaran dipakaikan di kepala Pangeran Ketiga serta kekuatan mental dari Pangeran Ketiga menyentuh kristal agung yang ada di atas singgasananya, kekuatan besar yang juga melambangkan keagungan keluarga kerajaan pun mulai terasa di dalam ruang penobatan. Ini adalah tahap terakhir serta paling vital yang menandakan kalau kaisar baru pun pada akhirnya lahir, dia diterima oleh penguasa terdahulu untuk menggantikan mereka.
Saat upacara penobatan kaisar baru itu berakhir dan berjalan dengan lancar, masyarakat yang menyaksikan hal ini pun mengekspresikan suka cita yang merea rasakan lewat StarNet. Mereka mengatakan kalau kaisar baru akan terus berjaya dan mendapatkan dukungan dari masyarakat di seluruh inter galaksi.
[Pangeran Ketiga terlihat begitu tampan dengan baju kebesarannya. Akhirnya beliau naik tahta juga!!!]
[Aku merasa merinding ketika Pangeran Ketiga menggunakan kekuatan mentalnya pada kristal agung. Beliau begitu luar biasa]
[Orang yang di atas, Yang Mulia sudah bukan lagi seorang Pangeran Ketiga, panggil beliau dengan sebutan Yang Mulia Kaisar!]
[Pangeran Ketiga memiliki kekuatan mental SS, sangat mengesankan]
Kebanyakan komentar dari masyarakat yang menggunakan StarNet untuk menyaksikan upacara penobatan Pangeran Ketiga lewat siaran langsung di istana terlihat begitu antusias. Mereka mendukung sepenuhnya Pangeran Ketiga untuk naik tahta sebagai kaisar baru. Meski mayoritas penduduk Kerajaan Starlight mendukung Pangeran Ketiga dan memberikan komentar positif, namun tidak jarang ada satu atau dua grup memberikan komentar yang menyuarakan keraguan mereka.
[Bukankah Putera Mahkota kerajaan kita ini seharusnya Pangeran Kelima?? Dia memiliki kekuatan mental dengan level 4S]
[Pangeran Kelima, di mana beliau berada??]
[Apa yang kalian bicarakan di atas sana?! Jangan merusak suasana dengan mengatakan hal yang tidak penting seperti itu!]
[Pangeran Kelima adalah satu-satunya yang bisa mencapai kekuatan mental sampai level 4S ketika beliau berusia 20 tahun, seharusnya beliau yang menjadi kaisar baru!]
Karena beberapa komentar yang mendukung Pangeran Kelima ikut muncul di StarNet, suasana yang awalnya terlihat harmonis pun kini berubah menjadi medan pertempuran yang begitu rumit di antara netizen. Kubu kekuatan yang mendukung Pangeran Kelima pun mulai bermunculan, namun semuanya dapat dipukul mundur sampai pada akhirnya menghilang setelah pihak publikasi resmi dari kerajaan mengambil alih.
Di Kerajaan Starlight yang merupakan kerajaan imperial terbesar di era interstellar ini, semua orang tahu kalau orang yang seharusnya naik tahta dan menjadi kaisar baru adalah Pangeran Kelima. Pangeran termuda di Kerajaan Starlight itu bahkan sempat menjadi Putera Mahkota ketika Kaisar Albert dan Ratu Cynthia masih hidup.
Pangeran Kelima memiliki bakat yang sangat tinggi dan karena dia berhasil mencapai level 4S yang menjadi satu-satunya di era interstellar pada saat ini, dia pun dijuluki sebagai seorang yang jenius di usianya yang masih muda. Kemampuannya memimpin tidak bisa diragukan lagi, terlebih dia berhasil membunuh Ratu Zerg yang mencoba menginvasi area timur di wilayah Kerajaan Starlight dua tahun yang lalu.
Berkat kemampuan Pangeran Kelima yang luar biasa, Negara Federal yang selalu bersaing dengan Kerajaan Starlight pun merasa enggan untuk melakukan serangan. Status Pangeran Kelima bisa dikatakan hampir setara dengan Marshal Yozak yang menjadi pelindung Kerajaan Starlight. Karena kemampuan yang luar biasa inilah kaisar terdahulu memilih Pangeran Kelima sebagai Putera Mahkota yang nantinya akan naik tahta untuk menggantikannya.
Namun, siapa yang menyangka kalau Pangeran Kelima memilih untuk mengundurkan diri sebagai Putera Mahkota dan menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada kakaknya sendiri? Dan yang lebih gila lagi, Pangeran Kelima memutuskan untuk melakukan ekspedisi mengarungi antariksa untuk mengembangkan kekuasaan Kerajaan Starlight.
Banyak pendukung dari Pangeran Kelima merasa kecewa dan marah setelah mereka mendengar keputusan yang Pangeran Kelima ambil. Mereka mengatakan kalau keputusan yang Pangeran Kelima ambil bertentangan dengan kehendak kaisar terdahulu, sangat tidak bertanggung jawab, dan terkesan egois. Namun, semua itu dihiraukan oleh Pangeran Kelima yang dengan pasukan kepercayaannya pergi dari pusat pemerintahan.
Saat upacara penobatan kaisar baru berakhir, orang yang disebut-sebut sebagai Pangeran Kelima pun mematikan layar monitor di hadapannya dan hologram dari StarNet pun menghilang dari hadapannya. Pangeran Kelima, Alexander “Alex” Von Keurschifhez, tersenyum kecil sebelum kemudian berdiri dari kursi yang ia duduki sedari tadi.
Alex berjalan ke arah ruang kendali di dalam pesawat induk yang ia kendarai untuk menuju Planet Landkarte yang ada di area paling utara Galaksi Wilsten, wilayah terluar Kerajaan Starlight. Di dalam ruang kendali itu Alex melihat beberapa prajurit berseragam kemiliteran tengah sibuk mengemudikan pesawat induk dan berurusan dengan navigasi, mereka yang melihat kehadiran Alex pun langsung memberikan hormat.
“Yang Mulia, kita sudah semakin dekat dengan Planet Landkarte dan sebentar lagi kita akan mulai memasuki area atmosfer planet tersebut.” Salah seorang prajurit yang memegang kendali pesawat melaporkan.
“Gunakan mantel ultra elektron untuk menghindari pengaruh gesekan dengan area atmosfer. Pastikan perjalanan kita ke Planet Landkarte aman dan tidak terjadi kendala apapun!” perintah Alex dengan tegas.
Alex melihat para prajurit yang ada di ruang kendali mematuhi perintahnya dan mulai bekerja keras karena sebentar lagi mereka akan memasuki area atmosfer planet yang penuh dengan gaya gravitasi dan gesekan keras. Namun, sebelum mereka berhasil memasuki area atmosfer, tiba-tiba sebuah guncangan yang hebat menyerang pesawat induk mereka.
Suara peringatan dari AI yang memantau pun mulai terdengar, lampu merah yang menyelimuti ruang kendali juga menggantikan penerangan yang ada di sana, menandakan kalau pesawat induk yang mereka kendarai tengah mengalami kerusakan akibat hantaman hebat tadi. Dua atau tiga prajurit yang ada di sana terlihat panik, namun mayoritas dari mereka yang telah dipimpin oleh Alex masih terlihat tenang, di wajah mereka tidak terlihat ekspresi panik barang sedikit pun.
“Apa yang terjadi?” tanya Alex, dia berjalan ke salah satu panel di ruang kendali.
“Yang Mulia, dari arah jam tiga sebuah badai kosmik terjadi secara tiba-tiba!” lapor seorang prajurit yang mengamati koordinat serta monitor yang ada di depannya.
Di dalam ruangan terdengar suara nafas yang tercekat ketika mereka mendengar ‘badai kosmik’ yang dilaporkan oleh prajurit tersebut. Badai kosmik adalah hal yang paling menakutkan terjadi di era interstellar ini dan sampai saat ini bila badai tersebut terjadi maka sebuah planet pun bisa menghilang tertelan badai tersebut.
Ada rumor yang mengatakan kalau badai kosmik bisa menghasilkan lubang cacing di luar angkasa dan menelan apa saja yang ada di sekitarnya. Badai kosmik sangat jarang untuk terjadi, penyebabnya pun juga masih menjadi tanda tanya. Badai kosmik terakhir terjadi 500 tahun yang lalu di titik bintang timur yang ada di Negara Federal, badai tersebut menghancurkan tiga planet dan menewaskan lebih dari 10 milyar jiwa yang menghuni ketiga planet tersebut. Dan sekarang ini badai kosmik terjadi di hadapan mereka? Bukankah ini artinya mereka akan tewas begitu saja?
Alex bergeming di tempatnya dan sama sekali tidak terpengaruh dengan atmosfer menakutan yang bawahannya rasakan. Jemari tangannya sibuk menari pada keyboard panel yang ada di hadapannya, dia mengkombinasikan beberapa kode kontrol serta mencampurkan kekuatan mentalnya untuk menarik pesawat induk ini menjauh dari area badai kosmik.
“Gunakan pendorong dengan kekuatan maksimal, aku akan membantu kalian untuk keluar dari area ini!” perintah Alex lagi. Dia melihat ke arah bawahannya dan memberikan anggukan kecil, “Bagi kalian yang memiliki kekuatan mental di atas level A, gunakan kekuatan mental kalian untuk membantu pesawat induk keluar dari area badai kosmik!!”
“Baik, Yang Mulia!!!”
Mereka yang berada di ruang kendali segera sibuk bekerja untuk menyelamatkan diri agar tidak terseret ke arah badai kosmik. Melihat dari tampilan monitor yang memperlihatkan pemandangan di luar sana, mereka langsung merasa ngeri sendiri.
Petir berwarna ungu gelap mulai muncul di pusat badai kosmik, beberapa asteroid yang berada di sabuk Planet Landkarte pun turut hancur ketika mereka ditarik oleh badai kosmik dan masuk ke dalamnya. Beberapa pecahannya masuk ke area atmosfer planet, ada yang terbakar akibat gesekan yang kuat, namun ada juga yang lolos dari area atmosfer sehingga pecahan tersebut menghantam Planet Landkarte dan menimbulkan bencana pada planet tersebut.
Ledakan yang besar pun terdengar. Petir yang hebat menghantam area Planet N-89 yang merupakan planet terdekat dari Planet Landkarte. Para prajurit di dalam pesawat induk dengan bersusah payah mencoba untuk lolos dari badai kosmik yang tengah terjadi, mereka menggunakan kecepatan penuh agar pesawat induk menjauh dan tidak terseret untuk masuk ke dalam kepungan marahabaya tersebut.
Alex menggunakan kekuatan mentalnya semaksimal mungkin dan dibantu oleh para prajurit lainnya, dia mengendalikan pesawat induk dan berhasil menjauh dari area badai kosmik. Namun, sebelum mereka bisa bernafas lega karena berhasil selamat, tanpa mereka sadari Planet Landkarte tiba-tiba saja meledak dari belakang akibat hantaman badai kosmik yang terjadi di sana. Ledakan yang luar biasa akibat kehancuran sebuah planet pun membuat partikel atom dalam badai kosmik bereaksi lebih hebat.
Petir besar dari pusat badai kosmik pun bermunculan. Mereka menyambar area sekitarnya dan salah satu yang terjauh menyambar ekor pesawat induk yang Alex kendarai. Lubang hitam yang begitu menakutkan terbentuk dan mulai menarik benda di sekitarnya untuk masuk ke dalamnya.
“Gunakan mecha dan pesawat darurat untuk keluar dari area badai kosmik! Tinggalkan pesawat ini!” Alex memberi mereka semua perintah.
Mereka semua tidaklah bodoh untuk melawan kehendak alam. Sambaran petir dari badai kosmik tersebut menghancurkan beberapa mesin dalam pesawat induk, membuat kendali pesawat induk menjadi berantakan. Kalau mereka terus bertahan di dalam pesawat induk maka mereka tidak akan bisa selamat lagi, untuk itu perintah yang Alex berikan tersebut adalah jalan satu-satunya untuk menyelamatkan diri.
Meskipun mereka berada dalam atmosfer kepanikan akibat situasi darurat, para prajurit tersebut mematuhi perintah yang Alex berikan dan mulai meninggalkan ruang kendali. Dalam situasi panik ini mereka hanya ingin menyelamatkan diri, mereka tidak melihat siapa yang masih tertinggal di dalam pesawat induk. Dari arah luar, pemandangan para mecha dan pesawat darurat keluar dari arah pesawat induk, mereka meninggalkan pesawat besar yang bagian ekornya mulai terbakar tersebut.
Setelah Alex memastikan tidak ada orang di dalam pesawat induk selain dirinya, barulah dia bergegas untuk keluar dari pesawat induk. Sayangnya belum sampai Alex bergerak, sebuah petir dari arah pusat badai kosmik menyambar pesawat induk dan menghancurkannya sampai tak bersisa. Pesawat induk pun meledak dengan dahsyatnya, sementara Alex yang berada di dalam pesawat itu sudah tidak bisa melihat apapun kecuali warna gelap seraya kesadarannya menghilang.
Semua masyarakat Kerajaan Starlight sama sekali tidak menyangka kalau Pangeran Kelima akan tewas di tengah badai kosmik yang menghantam pesawat induk miliknya ketika dia tengah melakukan perjalanan ekspedisi ke Planet Landkarte.
Tahun 2022, Era Modern
“Bagaimana bisa kau tidak punya malu seperti ini? Sudah jelas kalau William itu adalah orang yang disukai oleh Sophie, tetapi kau malah menyukainya! Apa kau ingin merebutnya dari tangan adikmu sendiri? Sebenarnya apa yang ada di dalam otakmu itu?” Sebuah suara yang begitu keras dan memekakkan telinga terdengar di sana, membuat Alex yang terbuai dalam mimpi langsung terbangun. “Kau harus ingat statusmu sekarang!”
Kesadaran Alex yang buram perlahan-lahan mulai kembali, kepalanya terasa pening sekali dan dia tidak tahu apa yang tengah terjadi sekarang ini. Alex ingat dirinya tengah menghadapi badai kosmik yang menghancurkan pesawat induknya, tapi detik berikutnya dia mendengar suara bising yang sepertinya ditujukan kepadanya terdengar sangat tidak mengenakkan, menuduh Alex yang bukan-bukan. Siapa yang berani menuduh Pangeran Kelima dari Kerajaan Starlight ini?
Apa yang terjadi? Tanya Alex kepada dirinya. Dia mencoba memijat pelipis kepalanya yang berdenyut begitu keras.
“Apa yang kau harapkan dari orang yang pendidikannya rendah seperti dia, Mary? Sudah jelas dia tidak akan paham mengenai hubungan indah di antara Sophie dengan William, melihat pria tampan maka dia langsung mengejarnya!” cemooh seorang perempuan kepada Alex.
Sophie? William? Siapa mereka? Tanya Alex lagi.
Perlahan-lahan Alex membuka kedua matanya yang sedari tadi terasa berat. Meskipun pandangan masih sedikit buram dan kedua mata berair akibat sakit kepala yang masih berdenyut di sana, Alex bisa melihat silhuet dari dua orang wanita muda tengah berdiri di hadapannya. Siapa keduanya dia sama sekali tidak memiliki ide.
“Meskipun kau adalah putri dari Keluarga Klein, jangan sangka kau bisa menggantikan kedudukan Sophie di hati semua orang!”
“Benar sekali, seharusnya sebelum kau menunjukkan dirimu kau harus mempelajari etika terlebih dahulu agar tidak mencoreng kehormatan Keluarga Klen yang sudah dibangun sejak bertahun-tahun!”
Beberapa anak muda yang melihat Alex tengah dihadang oleh dua orang perempuan ini terlihat tidak ingin menolong apalagi ikut campur, mereka hanya menonton semua itu sembari tertawa-tawa kecil. Bahkan tidak jarang dari mereka yang mencemooh kehadiran Alex yang tidak lebih dari seorang gadis kampungan yang kebetulan bisa menjadi putri Keluarga Klein yang terhormat.
Posisi berdiri Alex tidak terlalu stabil, terlebih dengan sepatu berhak tinggi yang tengah ia kenakan saat itu. Sehingga saat salah seorang gadis yang melabraknya terebut menyenggol bahunya ke belakang, secara otomatis tubuh Alex pun terdorong ke belakang sebelum pada akhirnya dia terjatuh dan masuk ke dalam kolam renang yang ada di sana.
BYUUR......
Suara deburan keras dari arah kolam renang menarik perhatian sebagian besar orang yang menghadiri pesta outdoor tersebut. Beberapa dari mereka berlari mendekat ke arah kolam renang untuk melihat apa yang terjadi, di sana mereka menemukan dua orang wanita muda berdiri di pinggir kolam renang seraya melihat seorang gadis muda yang tercebur di sana.
“Ada yang terjatuh di kolam renang!” seru seorang tamu yang melihat kejadian itu.
“Cepat tolong gadis itu, dia putri dari Keluarga Klein!” perintah seorang tamu lagi.
Tenggelamnya putri Keluarga Klein yang baru kembali ke keluarga tersebut membuat gempar semua tamu undangan yang ada di sana, pesta pertunangan yang seharusnya dihadiri penuh dengan kesukacitaan pun suasananya berubah menjadi panik. Namun, tidak jarang dari tamu undangan tersebut memberikan tatapan mencemooh kepada gadis yang masih kesulitan untuk berenang di dalam kolam renang, pada dasarnya mereka menghadiri undangan itu karena mereka ingin melihat sosok memalukan dari Alexandra Klein serta rasa takut mereka kepada calon tunangan Alex.
Tidak ada yang menyangka kalau Alex akan terlibat pertengkaran dengan nona muda dari dua keluarga kaya dan semua itu masih disangkut pautkan dengan William, seorang Tuan Muda dari Keluarga Ivanov. Namun, semua itu tidak ada apa-apanya setelah mereka menyaksikan Alex terjatuh ke dalam kolam renang.
Alex yang kala itu masih bingung dan merasa panik akibat baru tersadar pada akhirnya kesulitan untuk menyelamatkan dirinya, sehingga dia pun tenggelam di sana sebelum pingsan di tempat.
Beruntungnya seorang pelayan langsung menyelamatkan Alex dan mereka membawa Alex ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan selanjutnya. Kejadian tersebut membuat pesta pertunangan tersebut berakhir buruk, bahkan kedua orang tua Alex yang mendapatkan kabar tersebut ekspresi mereka berubah menjadi sangat jelek. Tidak elak kalau Master dan Madam Klein menyalahkan Alex dalam hati mereka.
Kericuhan yang terjadi di bawah sana tidak terlalu mempengaruhi suasana hati dari seseorang yang memperhatikan semua itu dari balkon jendela besar yang ada di lantai dua. Orang yang berdiri di sana adalah seorang pemuda bertubuh tinggi dengan postur tubuh yang begitu proporsional. Setelan jas hitam yang dikenakan melekat dengan pas pada tubuhnya, memberikan kesan kaki yang panjang dan jenjang, bahu yang bidang, serta sosok yang tampan dan berkarisma.
Pemuda itu memiliki wajah yang sangat tampan dengan kedua mata berwarna biru gelap yang begitu tajam, parasnya yang menawan tersebut mampu mengalahkan wajah tampan para aktor maupun idol di dunia hiburan, sayangnya pemuda itu tidak berkecimpung di dunia hiburan dengan wajah yang tampan tersebut. Ekspresi dingin yang tidak mengisyaratkan emosi apapun masih terlihat di wajah tampan itu, rambutnya yang berwarna kecoklatan tersebut ia sibakkan ke belakang saat angin malam membelainya.
Pemuda itu memperhatikan kekacauan yang terjadi di bawah sana tanpa memperlihatkan emosi apapun, bahkan ia terlihat sama sekali tidak panik meski korban yang terjatuh ke dalam kolam renang itu adalah tunangannya sendiri.
“Suasananya menjadi sangat ramai, aku tidak menyangka datang ke pesta pertunanganmu akan disuguhi pertunjukan yang mengesankan seperti ini,” sahut seorang pemuda yang datang menghampiri Vincent yang masih berdiri di balkon jendela tersebut.
Pemuda yang datang tersebut bernama Denis dan merupakan sahabat dekat Vincent yang merupakan salah satu protagonis dalam pesta pertunangan itu. Denis menatap sosok kawannya seraya meminum segelas wine merah, dia pun menggelengkan kepala saat membayangkan apa yang terjadi sebelumnya.
“Keluarga Klein, meskipun mereka tidak masuk ke dalam jajaran empat keluarga raksasa yang ada di San Forcio maupun masih baru masuk ke dalam kalangan atas, tapi mereka masih memiliki sedikit pengaruh di kota ini,” kata Denis, ia menyandarkan pinggangnya pada pembatas besi yang ada di balkon jendela seraya menatap ke arah luar sana. “Bila dibandingkan dengan statusmu, mereka sebenarnya tidak ada apa-apanya. Kau sendiri, mengapa juga kau menyetujui keputusan Klein senior untuk menikahi putrinya?”
Vincent masih bergeming di tempat, menghiraukan ocehan kecil yang Denis berikan kepadanya mengenai latar belakang Keluarga Klein yang jauh lebih inferior bila dibandingkan dengan dirinya.
“Apa karena perjanjian yang kakekmu lakukan dengan mendiang Kepala Keluarga Klein bertahun-tahun yang lalu?” tanya Denis lagi, melihat betapa diamnya Vincent maka dia pun menganggap itu semua adalah benar.
Denis meneguk wine merah dalam gelasnya sampai tak bersisa di sana sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
“Perjanjian di antara generasi mereka seharusnya tidak mempengaruhi generasi selanjutnya apalagi kehidupanmu. Kalaupun kau mau menikahi putri dari Keluarga Klein, setidaknya kau bisa memilih Sophie ketimbang Alexandra. Gadis yang bernama Sophie itu adalah permata hati dari Marius Klein, setidaknya masa depan Sophie jauh lebih cemerlang bila dibandingkan dengan tunanganmu tersebut.”
Semua orang tidak mengerti mengapa Vincent Dietritch yang merupakan Presiden dan chairman dari Horizon Group serta orang terkaya di Negara A memutuskan untuk bertunangan dengan Alexandra Klein yang statusnya jauh di bawah Vincent. Terlebih lagi, Keluarga Klein sendiri masih merupakan pendatang baru di jajaran keluarga kelas atas di San Forcio sendiri. Derajat keduanya sangat berbeda 180 derajat, banyak orang iri dengan nasib mujur yang Keluarga Klein miliki karena seorang Vincent Dietritch melirik ke arah mereka.
Vincent Dietritch tidak hanya mendapat julukan sebagai Presiden perusahaan yang berbakat serta masuk ke dalam jajaran orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, dia pun masih berusia sangat muda yaitu 25 tahun, tapi kesuksesannya membuat mereka yang berada dalam generasi ayahnya sangat menghormatinya. Tidak salah kalau para gadis yang berasal dari keluarga atas benar-benar mengincar posisi Nyonya muda Dietritch dan istri Vincent. Sayangnya, Vincent malah memilih untuk meminang putri dari pendatang baru seperti Keluarga Klein hanya karena perjanjian kakeknya dengan kakek Alexandra.
Apabila orang yang menjadi tunangan Vincent adalah Sophie maka mereka semua tidak akan memberikan reaksi sekeras sekarang, tapi kabarnya Sophie telah menjalin hubungan dengan William yang merupakan Tuan muda dari Keluarga Ivanov, sehingga mereka menebak kalau Vincent pun mau tidak mau harus memilih Alexandra sebagai tunangannya.
Semua orang tahu kalau Alexandra Klein baru saja kembali ke Keluarga Klein dua bulan yang lalu setelah hilang selama lima belas tahun lamanya. Entah apa yang menyebabkan Alexandra bisa hilang ketika dia masih kecil, yang jelas posisi Alexandra tersebut tidak bisa disandingkan dengan Sophie meskipun Sophie sendiri adalah saudara kembarnya. Karena itulah berita mengenai Alexandra akan menjadi pendamping Vincent di masa depan membuat banyak orang ingin menentangnya.
Denis yang mengaku sebagai sahabat Vincent dan cukup mengenal kepribadian Vincent pun juga merasa sama herannya dengan orang-orang ketika dia mendengar keputusan Vincent tersebut. Dia khawatir kalau Vincent akan menyesal di kemudian hari karena keputusan yang dia ambil sekarang ini.
“Apa yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan urusan orang lain,” ujar Vincent dengan tenang. Pemuda itu memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya, dia terlihat begitu rileks dan begitu berbeda dengan suasana panik serta kacau yang terjadi di bawah sana.
Vincent melirik ke arah Denis yang masih memberinya tatapan penuh keraguan di matanya, pemuda itu menggeleng kepalanya singkat.
“Kalau aku memilih Alexandra untuk menjadi istriku, maka kau harus menerimanya. Pada dasarnya yang menjalani pernikahan ini bukanlah dirimu maupun orang lain, tapi aku,” kata Vincent lagi.
Nadanya mengisyaratkan keseriusan yang Vincent miliki, tapi Denis masih ragu apakah Vincent benar-benar serius dengan keputusannya tersebut. Terlebih lagi, Denis tahu kalau ada seseorang yang ada di hati Vincent yang kini tengah tidak ada ada di dalam negeri, bagaimana Denis yakin kalau Vincent tidak akan menyesalinya di masa depan.
“Sebagai temanmu aku hanya bisa mengatakan kalau kau harus berpikir matang-matang sebelum mengambil sebuah keputusan, apalagi semua itu menyangkut dengan masa depanmu kelak. Aku tidak ingin melihatmu menyesal nantinya,” ujar Denis.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu,” jawab Vincent.
Bagi semua orang keputusan yang Vincent ambil memang terkesan begitu terburu-buru, tetapi mereka semua tidak tahu kalau di antara keluarga keduanya Keluarga Klein lah yang berperan aktif mengenai pertunangan di antara keduanya.
Saat ini perusahaan milik Marius Klein tengah mengalami masalah yang besar dan berada dalam ambang kebangkrutan. Dia teringat dengan perjanjian yang ayahnya miliki dengan mendiang kakek Vincent, untuk itu Marius menawarkan putrinya yang bernama Alexandra sebagai penghibur bagi Vincent asalkan Vincent mau membantu perusahannya. Kala itu Marius memikirkan bagaimana caranya agar Vincent setuju dengan tawarannya, bahkan dia pun memiliki pikiran untuk membius Alexandra dan mengantarkannya ke tempat tidur milik Vincent.
Apa yang terjadi setelahnya berada di luar dugaan Marius. Tidak hanya Vincent setuju untuk membantu perusahaan Keluarga Klein, tapi dia juga memilih untuk menikahi Alexandra ketimbang menjadikan sosok gadis itu sebagai penghiburnya seperti yang Marius tawarkan. Tentu saja ide tersebut disambut dengan suka cita oleh pasangan Klein.
Dari semua orang yang mengetahui cerita sebenarnya di balik pertunangan Vincent dengan Alexandra, hanya Denis yang tahu meskipun tidak terlalu detil mengenai permasalahannya. Oleh karena itu, tidak jarang Denis menyinggung apakah Vincent benar-benar serius dengan keputusannya tersebut.
“Pesta sudah selesai, lebih baik kau segera pulang,” kata Vincent seraya beranjak dari posisi berdirinya di tempat itu.
Denis menghela nafas panjang sebelum dia meletakkan gelas kosong yang dia pegang ke atas meja kecil yang ada di sana.
“Gosip mengenai Alexandra yang katanya menyukai Ivanov serta apa yang terjadi malam ini akan tersebar luas di San Forcio besok,” ujar Denis yang mengingatkan Vincent.
Pemuda itu tidak menghentikan langkahnya, tapi anggukan kecil yang ia berikan sudah cukup memberitahu Denis kalau dia paham akan hal itu.
Acara sakral pertunangan yang Keluarga Dietritch dan Klein lakukan berakhir dengan sebuah tragedi, dimana pihak perempuan harus dilarikan ke rumah sakit akibat dia tenggelam di kolam renang. Namun, hal yang lebih serius lagi pun mulai tersebar di penjuru San Forcio mengenai Alexandra yang merupakan tunangan Vincent rupanya memiliki perasaan terhadap William Ivanov.
Meskipun Vincent merupakan salah satu protagonis dalam pesta pertunangan malam ini, statusnya yang sangat tinggi membuat orang tidak berani menyinggung namanya dalam gosip ini. Tapi semua itu berbeda bila berbicara tentang Alexandra, statusnya yang baru ditemukan di sebuah distrik kumuh oleh Keluarga Klein membuatnya dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Mereka menganggap Alexandra ini murahan, tidak hanya berterima kasih dia masih diterima oleh Vincent tapi dengan beraninya dia melirik ke arah William.
Malam itu reputasi Alexandra yang pada awalnya sudah tidak baik menjadi jauh lebih buruk karena itu. Tidak ada wanita yang bisa menerima reputasi seburuk yang Alexandra miliki, apalagi berbagai julukan yang tidak pantas seperti “murahan” dan “tidak tahu diri” mulai melekat pada Alexandra.
Apabila ada wanita yang mendapatkan status tersebut di kalangan mereka, sudah pasti mereka akan memilih untuk mengasingkan diri ke luar negeri atau bahkan mengakhiri hidupnya karena rasa malu. Mendapat tekanan dari luar dan dalam itu sangat menyiksa. Beruntungnya Alexandra yang merupakan salah satu protagonis pada malam ini bukanlah Alexandra sebelumnya.
Pangeran Kelima yang nantinya menemukan dirinya terbangun sebagai seorang wanita bernama Alexandra Klein ini hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala ketika dia mengetahui semua ini.
Ketika Alex kembali membuka kedua matanya, dia menemukan dirinya tengah terbaring di atas tempat tidur di sebuah rumah sakit. Pemandangan warna putih serta aroma khas alkohol rumah sakit pun tercium dengan jelas, ketika Alex melihat ke samping ia juga menemukan ada selang IV terpasang pada tangan kirinya.
Kondisi tubuh Alex tidaklah seburuk seperti kelihatannya, sehingga dia bisa menggerakkan tubuhnya dan kemudian beranjak dari posisi tidurannya menjadi duduk di sana.
Aku masih hidup? Tanya Alex pada dirinya sendiri, ada sedikit keraguan yang tercetak jelas pada kedua matanya.
Dia ingat sekali kalau ledakan besar waktu itu membunuhnya, tidak mungkin dia bisa selamat akibat ledakan pesawat apalagi keluar dari badai kosmik yang luar biasa tersebut. Namun, kenyataannya sekarang ini Alex masih bisa membuka kedua matanya. Dia selamat?
Secepat pemikiran mengenai dirinya yang selamat muncul dalam benaknya, Alex pun langsung menepis ide itu. Melihat pemandangan kota yang terlihat dari kaca jendela di luar sana serta kamar tempatnya dirawat, Alex sangat yakin dia tidak berada di Kerajaan Starlight, bahkan tempat ini juga bukan era interstellar yang sangat ia kenal.
Apabila Alex masih berada di era interstellar, dia tidak akan mencium aroma alkohol seperti sekarang, dan beberapa peralatan rumah sakit di tempat ini juga sangat asing dan dari informasi yang Alex ketahui sebelumnya adalah peralatan rumah sakit di era kuno. Di era interstellar, mereka yang berada dalam perawatan bisa langsung masuk ke dalam kabin perawatan yang terisi oleh cairan nutrisi serta pengobatan lainnya.
Saat Alex melihat kedua tangannya barulah dia menemukan sebuah perbedaan yang sangat besar di sana. Sebelumnya Alex tidak menyadari kalau situasi dimana dirinya berada benar-benar berubah 180 derajat, hal ini dikarenakan Alex baru saja tersadar setelah ledakan pesawat induknya yang merenggut nyawanya waktu itu. Karena itulah Alex pun tidak menanggapi ketika dua orang perempuan waktu itu memarahinya tanpa alasan, pun ketika salah satu dari mereka mendorongnya sampai terjatuh ke kolam renang dan mengakibatkan Alex harus dilarikan ke rumah sakit seperti sekarang ini.
Melihat ke arah tangannya yang terlihat begitu ramping dengan jari-jari yang lentik serta panjang membuatnya sadar kalau kedua tangan itu bukanlah tangan Alex. Tidak hanya kulit tangannya tidak kasar maupun kapalan akibat terlalu sering memegang senjata, bahkan kulitnya tersebut terkesan sangat halus seperti pemilik tangan itu tidak pernah melakukan pekerjaan kasar dalam hidupnya. Ketika Alex menunduk, rambut panjangnya pun jatuh pada dadanya dan detik berikutnya Alex pun hanya bisa memejamkan kedua matanya karena perasaan tidak berdaya benar-benar menyerang dirinya.
Kedua tangannya bergetar akibat perasaan ragu serta takut yang Alex rasakan, namun perlahan dia pun menyentuh dadanya. Dia menemukan dadanya yang seharusnya datar dan bidang kini terasa lembut dengan bongkahan daging besar di sana seperti milik seorang perempuan, tubuh yang ia miliki tersebut bukanlah tubuh Alex seperti sebelumnya.
Tubuh Alex yang tinggi dengan dada bidang dan paras yang tampan kini berganti menjadi tubuh seorang gadis berdada besar, bertubuh lembut, dan berkulit halus. Ketika dia menyentuh area bawah barulah Alex sadar kalau dia benar-benar berubah menjadi seorang perempuan seutuhnya.
Aku pernah melihat semua ini dari alur novel gila yang sering Renata baca, dimana tokoh dalam novel berubah menjadi perempuan. Namun, aku tidak pernah menyangka kalau kejadian yang tidak masuk akal itu akan terjadi padaku!! Teriak Alex di dalam hatinya.
Wajah Alex menjadi pucat pasi dengan kedua matanya terbelalak lebar akibat ketidakpercayaan besar yang menghantam jiwa dan raganya. Bagaimana mungkin seorang laki-laki berubah menjadi seorang perempuan?
Berbagai pertanyaan pun muncul di dalam benak Alex. Namun, mengingat kalau dirinya sudah tewas karena ledakan pesawat antariksa waktu itu membuat Alex menganalisa situasinya. Apa yang terjadi pada Alex tidak bisa dijelasan menggunakan sains atau ilmu pengetahuan lainnya. Meski demikian, sebagai seseorang yang pernah mengalahkan Ratu Bangsa Zerg serta memiliki kekuatan mental yang sukar dijelaskan dengan sains membuat Alex bisa menerima keadaannya dengan mudah. Dia memiliki kondisi mental yang bagus dan pikirannya pun terbuka, sehingga ketika dia dihadapkan fakta dirinya menjadi seorang perempuan pun tidak menjadi masalah besar bagi dirinya.
Dalam beberapa penelitian yang dilakukan para ilmuwan mengenai badai kosmik, fenomena tersebut dapat menciptakan lubang cacing yang bisa menghubungkan ruang dan waktu dengan dunia lainnya. Apakah kecelakaan yang aku alami waktu itu membuatku masuk ke dalam lubang cacing? Tapi, kalaupun aku masuk ke dalam lubang cacing maka tidak mungkin aku berubah menjadi perempuan seperti sekarang. Meskipun sukar untuk dipercaya, tapi aku hanya bisa memikirkan perpindahan untuk menjelaskan situasiku saat ini. Pikir Alex yang menganalisa situasinya dengan seksama.
Alex tidak terlalu bersedih hati maupun merasa terlarut dalam perasaan karena jenis kelaminnya yang tiba-tiba saja berubah dari laki-laki menjadi perempuan. Dia adalah seorang prajurit dan pangeran dari Kerajaan Starlight, dia tidak akan sesukses itu kalau Alex terlalu larut dalam perasaannya di semua hal. Untuk itu menjadi seorang perempuan maupun muncul di dunia ini bisa Alex terima dengan mudah.
Sebelum Alex menganalisa lebih jauh lagi, perhatiannya teralihkan ketika Alex merasakan ada seseorang yang datang mendekat ke arah ruang tempat dirinya dirawat. Firasat tersebut terbukti ketika setengah menit kemudian pintu kamar rawat Alex dibuka dari luar, seorang wanita berparas oriental yang berusia sekitar 40an tahun pun masuk ke dalam.
Melihat Alex yang sudah terbangun dari komanya dan balik menatapnya membuat ekspresi wanita itu terlihat sangat buruk, seperti Alex adalah musuhnya sendiri.
“Kau sudah siuman rupanya,” ujar wanita itu dengan datar seraya datang mendekat ke arah Alex.
Wanita yang datang tersebut terlihat sangat cantik dengan paras orientalnya yang begitu kental, kemungkinan besar dia berasal dari Asia, Huaxia lebih tepatnya. Meski Alex bisa menebak usia wanita itu sekitar 40an tahun, tapi wajah dan tubuhnya sama sekali tidak mencerminkan usianya yang sebenarnya. Bisa dikatakan perawatan tubuh dan wajah yang wanita ini lakukan berada dalam kelas atas, dia bukan orang sembarangan.
“Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya wanita itu lagi.
Wanita itu mencoba untuk bertanya selembut mungkin, namun karena ada rasa ketidakpuasan yang wanita itu miliki maka emosinya pun mempengaruhi nada bicara yang dia gunakan sebelumnya. Baik Alex dan wanita itu menghiraukannya, sementara Alex sendiri masih mencoba mencari ingatan mengenai siapa wanita ini dan apa hubungannya dengan pemilik tubuh yang Alex gunakan, wanita itu pun sudah mengambil tempat duduk di samping tempat tidur Alex.
Dalam otak Alex tidak terdapat ingatan apapun mengenai kehidupan dari pemilik tubuh yang Alex gunakan tersebut, bahkan nama gadis itu pun sama sekali tidak terlintas dalam ingatannya. Semuanya bersih dan tidak ada informasi barang sedikit pun untuk Alex gunakan, apa yang dikatakan dalam novel transmigrasi mengenai ingatan asli dari tubuh yang digunaan oleh protagonis semuanya adalah bohong.
Alex tidak mendapatkan ingatan ataupun informasi berguna mengenai siapa dirinya sekarang ini, sehingga identitas wanita yang ada di hadapannya tersebut sama sekali tidak Alex ketahui. Namun, untuk membuat wanita itu tidak curiga kalau jiwa yang mengenakan tubuh di hadapannya bukanlah orang yang sama, Alex pun berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
“Aku baik-baik saja,” jawab Alex dengan kalem.
Wanita itu menghela nafas lega.
“Kalau kau memang baik-baik saja dan tidak ada yang salah dengan tubuhmu, Mama merasa senang,” ujar wanita itu dengan senyum kecil mengembang pada bibirnya. Dia pun melanjutkan lagi, “Sebagai orang tuamu Mama turut senang mendengar kabar itu, tapi aku sama sekali tidak mengerti mengapa kau harus mencari masalah dengan mereka sampai bertengkar hanya karena seorang laki-laki yang bukan tunanganmu, Alexandra? Apa kau ingin membuat malu Papamu di depan teman bisnisnya?”
Identitas dari wanita itu rupanya adalah Madam Klein, ibu kandung dari pemilik tubuh yang Alex gunakan tersebut, berarti sekarang ini wanita itu adalah ibunya. Namun, mendengar perkataan yang Madam Klein berikan kepadanya tersebut entah kenapa Alex merasa wanita itu seperti menuduhnya dan meminta penjelasan mengenai kejadian semalam kepada Alex. Sama sekali tidak terlihat seperti seorang ibu kandung kepada putrinya.
Karena Alex masih belum paham mengenai duduk permasalahan yang tengah terjadi serta hubungan yang dia miliki, langkah bijak yang bisa dia ambil adalah diam dan mendengarkan apa yang Madam Klein katakan tanpa perlu menyelanya.
“Meskipun William berasal dari keluarga kelas atas di San Forcio, kau harus sadar kalau kau sudah bertunangan dengan Master Dietritch. Melihat tindakanmu yang membuat kacau pesta pertunangan kalian kemarin malam, mau tidak mau baik Mama dan Papa harus memberikan penjelasan kepada Master Dietritch dan beberapa orang yang terkait,” tegur Madam Klein lagi. Kali ini nada menyalahkan benar-benar terdengar dengan jelas dalam perkataannya.
Tunggu, apa maksudnya dengan tunangan yang Madam Klein katakan itu?
Otak Alex serasa gagal bekerja untuk pertama kalinya karena bom besar yang Madam Klein jatuhkan kepadanya tersebut. Dari perkataan Madam Klein, dia memberitahu Alex kalau dirinya memiliki seorang tunangan yang statusnya jauh lebih tinggi dari status Keluarga Klein saat ini. Baik Master Klein maupun beberapa orang di luar sana tidak berani menyinggung orang itu apalagi membuat masalah dengannya.
Ketika Alex datang ke dunia ini semalam, rupanya dia tengah berada dalam pesta pertunangannya sendiri bersama dengan tunangan misteriusnya. Namun, entah karena alasan apa tiba-tiba saja Alex berada dalam pertengkaran dengan dua orang nona muda yang mengakibatkannya terjatuh ke dalam kolam renang. Karena semalam jiwa Alex belum beradaptasi dengan tubuhnya secara sempurna dan dia juga belum terbangun sepenuhnya, Alex tidak bisa mengelak ketika tragedi itu terjadi.
Madam Klein tidak melihat ekspresi penuh keterkejutan yang tergambar di wajah Alex, gadis itu masih menundukkan kepalanya sementara Madam Klein masih terus ‘menasehati’ Alex karena kejadian memalukan yang terjadi kemarin malam.
“Meskipun Mama tidak pernah bersamamu sejak kau masih kecil, Mama harap kau ingat kalau kau adalah bagian dari Keluarga Klein, Alexandra. Pernikahanmu dengan Master Dietritch tersebut akan sangat membantu Papamu dalam mengembangkan perusahaan keluarga kita, Mama tidak ingin Master Dietritch merasa kecewa dengan keluarga kita sampai dia ingin membatalkan pernikahan kalian kelak,” kata Madam Klein lagi.
Master Dietritch yang dimaksud oleh Madam Klein adalah tunangan Alex dan dia memiliki pengaruh yang sangat besar di San Forcio. Tidak hanya San Forcio saja, tapi di negeri A ini Master Dietritch memiliki pengaruh yang sangat besar, tidak heran kalau Keluarga Klein tidak ingin membuat orang ini tersinggung dan Madam Klein terus mengingatkan Alex untuk menjaga sikapnya karena status Alex sebagai tunangan Master Dietritch.
Selama satu jam kedepannya dalam kunjungan Madam Klein di rumah sakit, wanita itu terus-terusan memperingatkan Alex untuk tidak membuat masalah apalagi memberikan kesan negatif yang mampu mencoreng nama Keluarga Klein. Madam Klein sama sekali tidak mengatakan kalau kejadian semalam Alex adalah korbannya, secara tidak langsung Madam Klein mengatakan apa yang terjadi kemarin malam adalah salah Alex dan bukannya dua orang gadis yang mencari masalah dengannya.
Apakah ini adalah sikap seorang ibu? Alex ragu kalau Madam Klein memiliki perasaan sebagai seorang ibu kepada Alex.
“Kau harus ingat kalau statusmu sekarang adalah tunangan dari Master Dietritch, Mama tidak ingin kejadian memalukan seperti kemarin malam terulang lagi. Jaga sikapmu dan kalau bisa kau harus meminta maaf pada Master Dietritch secepatnya, katakan kalau semua ini adalah salahmu untuk melunakkan hatinya.”
Madam Klein beranjak dari tempat duduknya. Sebelum meninggalkan ruang tempat Alex dirawat, wanita itu masih sempat memberi peringatan kepada Alex untuk tidak membuat kesalahan lagi.
“Papamu akan mengirim asistennya untuk membantumu mengurus administrasi rumah sakit, dia akan menjemputmu pulang nanti. Sekarang Mama pergi dulu,” kata Madam Klein lagi.
Dia menatap sosok gadis yang masih duduk termenung di atas tempat tidur, ekspresinya mengisyaratkan ketidaksukaan, tapi ekspresi itu langsung menghilang sesaat kemudian.
“Jangan lupa dengan pesan Mama. Kau harus ingat itu!” perintah Madam Klein sebelum dia pergi dari kamar Alex.
Alex menghela nafas panjang setelah kepergian Madam Klein. Dia tidak terlalu menganggap perkataan Madam Klein secara serius. Mengenai informasi tentang Master Dietritch yang merupakan tunangannya, Alex hanya bisa menyentuh keningnya yang kini terasa sedikit sakit.
Bagaimana bisa status single Alex selama 40 tahun lebih langsung terpatahkan ketika dia datang ke dunia ini? Kesempatan kedua untuk hidup yang Alex terima tidak hanya membuatnya sebagai seorang perempuan, kesempatan itu juga sepaket dengan tunangan misterius yang mengikat identitas Alex di dunia ini.