Bab 1

Naya berlari menyusuri koridor sekolah menuju kelas nya , hari ini dia terlambat bangun dan sial nya dia juga tertinggal bus sehingga membuatnya terlambat. Sepanjang Perjalanan dia terus berdoa agar guru gilanya itu belum masuk ke kelas nya. Hingga saat sudah sampai didepan kelas nya, gadis itu langsung membuka pintu yang ternyata sudah tertutup rapat. Matanya membulat sempurna tat kala melihat guru gilanya sudah berdiri tepat didepan pintu seolah sedang menyambut dirinya.

"P-pak arka ? Hosh hosh," lirih Naya sambil berusaha mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan akibat berlari tadi.

"Kamu terlambat 1 menit 3 detik, Nayena Lim," ucapan seseorang yang biasa di panggil pak arka itu mampu membuat naya melongo. 

Astaga , hanya 1 menit tapi sudah dibilang terlambat. Memang gila gurunya ini.

"Maaf pak tadi saya tertinggal bus,"

"Kamu tahu bukan kalau aku tidak suka orang yang tidak on time ? Jadi keluar dari kelas , lari keliling lapangan 5x setelah itu temui aku di ruangan ku,"

"Lapangan basket ?"

"Lapangan utama,"

"Apa ?!!"

,,,,,,,,,,,

Naya sudah hampir pingsan setelah mengelilingi lapangan utama sebanyak 5x , gila saja lapangan ini benar-benar besar dan guru gila itu dengan seenaknya menyuruhnya mengelilingi lapangan sebanyak 5x.

Belum sempat menarik napas, ada salah satu murid yang datang menghampirinya. murid itu menyuruhnya untuk datang ke ruangan pak arka sekarang juga. Tidak ingin mendapat hukuman lagi, Gadis itupun langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan guru gilanya.

Setelah mengetuk pintu beberapa kali, akhirnya terdengar suara dari dalam ruangan yang menyuruhnya untuk masuk. Dengan ragu Naya pun membuka pelan pintu itu sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan bak neraka itu. Jangan heran kenapa Naya menyebut ruangan guru gila nya itu ruangan neraka, itu karena setiap kali dia masuk ke ruangan itu, pasti akan terjadi hal yang menyeramkan bagi nya.

"Bapak memanggil saya ?"

"Hmm duduk lah,"

Naya mendudukan dirinya didepan guru gila nya itu, sedangkan gurunya itu masih sibuk dengan menandatangani buku entah apa.

"Kamu su--," ucapan pak arka terhenti begitu saja saat melihat penampilan naya sekarang , keringat yang membanjiri pelipis hingga leher gadis itu mampu membuat pak arka diam seketika.

"Sial kenapa dia begitu sexy dengan keringatnya,"

"Astaga sadar arka sadar. Kamu tidak boleh menerkamnya disini,"

"Pak , ada apa ?" Tanya Naya berhasil membuat Pak arka sadar dari pikiran kotornya itu.

"Ekhem. Kamu tahu bukan jika kamu sudah melanggar peraturan?"

"Iya pak saya tahu,"

"Kamu harus menerima hukuman," ucap pak arka dengan seringai nya membuat naya langsung terkejut bukan main.

"H-hukuman ? Bukankah saya sudah menjalani hukuman lari keliling lapangan ?"

"Tidak , bukan itu hukumannya,"

"Apa ? J-jadi ada hukuman lain ? Pak saya hanya terlambat 1 menit dan sudah mendapat hukuman seberat itu. sekarang bapak masih mau menghukum saya ?"

"Itulah akibatnya jika kamu terlambat. Jadi kamu jangan pernah melanggar aturan sekolah lagi Nayena Lim, apalagi jika itu berurusan denganku,"

,,,,,,,,,,

"Naya !! Ya ampun aku dengar tadi kamu telat di jam pelajaran pak arka ?" tanya jihan menghampiri naya di kantin bersama sina dan dahya.

"Diamlah dulu aku masih lelah !" 

"Ckk ini minum dulu..kamu habis dihukum apasih sampai secapek itu," tanya dahya sambil menyerahkan sebotol minuman dingin padanya.

Naya meneguk minumannya secara brutal, gadis itu terlihat seperti tidak minum selama berhari-hari. "dia benar-benar guru gila. Bagaimana bisa aku sudah dihukum lari keliling lapangan utama ditambah hukuman harus membantu nya mengoreksi lembaran ulangan kelas 1,"

"Apa ? Benarkah ? Memang nya kamu telat berapa jam ?"

"Hanya 1 menit,"

"Apa ?!!" teriak Jihan , sina dan dahya secara bersamaan.

"Gila bukan ? Ckk, dia pantas mendapat julukan guru gila,"

Jangan heran kenapa pak arka memberi hukuman tambahan untuk naya, itu karena pak arka ingin lebih lama berada didekat naya apalagi ditambah melihat penampilan gadis itu tadi. Ckk dia memang guru mesum tapi jangan berfikir jika dia mesum dengan semua orang. Itu hanya berlaku untuk 1 murid kesayangannya saja, Yaitu Nayena Lim.

"Ayo arka fokuslah ! Kamu harus fokus,"

"Kamu pasti bisa fokus. Oke mari kita mengerjakan ini,"

"Arghhh kamu benar benar membuatku gila Nayena Lim !" teriak arka frustasi. Bahkan sampai apartment nya pun pria itu masih terbayang dengan penampilan naya tadi. Memang benar benar gila , sepertinya dia sudah benar benar menyukai murid kesayangannya itu.

Jangan berfikiran arka seorang pedofil , naya berumur hampir 18 tahun sedangkan dirinya 23 tahun jadi tidak terlalu jauh perbedaan umur mereka. Dan jika kalian bertanya kenapa diumur 23tahun arka sudah menjadi guru ? Alasannya karena dia terlalu pandai ditambah sekolah ini adalah milik kakeknya.

,,,,,,,,,,,,

"Apa ? Pindah sekolah ? Astaga naya, Apa kamu gila ?"

"Aku masih waras, Bu,"

"Lalu kenapa kamu tiba tiba minta pindah sekolah ? Kamu pikir ibu mu ini konglomerat ? Kita makan saja susah. Kamu bisa sekolah itu sudah bagus. Kamu juga sudah kelas 3 sebentar lagi lulus dan jika kamu pindah sekolah bagaimana dengan biayanya ?"

"Itu bisa pakai tabunganku,"

"Tidak !! Tabungan itu untuk kuliah mu nanti. Sudahlah jangan bicara yang tidak tidak. Sekarang cepat bantu ibu menyiapkan jualan kita," ucap sang ibu sebelum pergi meninggalkan naya ke dapur untuk menyiapkan jualannya.

"Ckk, ibu tidak tahu saja anaknya ini selalu terancam disekolah karena guru gila itu," 

,,,,,,,,,,,

Hari ini naya sengaja bangun lebih pagi agar tidak terlambat ke sekolah. Cukup sekali saja dia berurusan dengan guru gila nya karena terlambat .

"Huff bus nya mana sih kenapa ga datang datang," gadis itu melirik jam tangannya , masih ada setidak nya 30 menit sebelum masuk sekolah tapi tetap saja dia panik karena bus yang biasa dia tumpangi tidak kunjung datang.

Hingga tak lama kemudian ada sebuah motor sport yang berhenti didepannya. Betapa terkejutnya gadis itu saat melihat siapa orang dibalik helm itu tadi.

"Naya ? Kamu ga berangkat kesekolah ?"

"J-juna ?"

Juna prawira, ketua kelas sekaligus orang yang sejak dulu naya sukai. suka dalam diam lebih tepat nya karena juna sudah memiliki kekasih.

"Kamu kenapa masih disini ? Ga ke sekolah ?"

"Hmm a-aku. Aku sedang menunggu bus,"

"Menunggu bus ? Kamu tidak melihat berita pagi tadi ?"

"Berita ? Berita apa ?"

Tentu saja naya tidak sempat melihat berita tv , dia bangun terlalu pagi untuk membantu ibu nya setelah itu bersiap ke sekolah agar tidak terlambat.

"Semua supir bus mogok bekerja karena sedang demo,"

"Apa ? J-jadi bus nya tidak akan lewat ?"

Juna hanya mengangguk.

"Astaga , aku bisa telat lagi nanti. Masa iya aku berlari ke sekolah," gumam naya meratapi nasibnya yang sudah pasti akan mendapat hukuman seperti kemarin.

"Bareng aku aja,"

Hampir saja Naya berteriak karena mendengar apa yang baru saja Juna katakan. Berangkat bareng juna? Juna ngajak bareng ? Apa ini mimpi ? Pikir nya.

"Ayo bareng aja gausah banyak mikir daripada nanti kamu telat,"

"T-tapi aku nggak bawa helm,"

"Tenang saja, aku tahu jalan tikus. sudah cepat naik,"

Naya mengangguk, belum sempat Naik ke atas motor, juna sudah menahannya dan membuat naya kebingungan.

"Kamu pakai jaketku buat mutupin pahamu. Hehe aku akan sedikit ngebut jadi takut keliatan,"

"Jangan salah paham nay. Aku beneran cuman gamau -.

"Iya iya aku ngerti kok. Thanks ya,"

"Pegangan ya aku bakal ngebut,"

Tanpa sadar sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka dari dalam mobilnya. Arkana bimantara , yang tadinya tak sengaja melihat naya ingin menawari tumpangan namun sudah keduluan dengan juna.

Bab 2

Sejak tadi pak arka tidak bisa fokus mengajar karena melihat naya dan juna, apalagi setelah kejadian tadi pagi. Ada perasaan tak suka di hati nya melihat mereka berdua dekat.

"Maaf pak jadi hari ini kita belajar apa ya ?" tanya salah satu murid karena sedari tadi pak arka belum memberi mereka soal ataupun menjelaskan pelajaran.

"Tidak ada," jawab nya dingin.

"Maksud bapak ? Free class ?"

"Hari ini terserah kalian mau ngapain asal jangan ada yang berisik atau keluar kelas,"

Seketika semua murid bersorak Senang. Biasanya setiap pelajaran pak arka pasti akan terasa mencekam tapi kali ini berbeda.

"Maaf pak, menurut saya itu akan membuang waktu jika tidak melanjutkan pelajaran," sahut juna , sebagai ketua kelas juna merasa kurang setuju dengan ide gurunya itu.

"Tidak ada yang meminta pendapatmu," balas arka sambil menatap juna tak suka.

"Maaf pak bukannya saya lancang , tapi -..

"Kamu bisa belajar di perpustakaan jika tidak ingin merasakan free class kali ini," Sahut pak arka sebelum juna menyelesaikan ucapannya.

Juna menyerah, dia tidak akan membantah perintah gurunya itu lagi, apalagi saat ini tatapan guru nya itu seakan sangat tidak menyukainya. "Kalau begitu saya izin ke perpustakaan pak," izin nya yang hanya dibalas deheman oleh pak arka.

"Saya juga," sahut naya beranjak berdiri mengikuti juna.

BRAK!!

Juna , naya dan murid lainnya terkejut bukan main saat tiba tiba pak arka menggebrak meja dengan sangat keras. "Siapa yang menyuruhmu keluar kelas, Nayena Lim ?" tanya nya dengan tatapan tajam nya.

"Kembali ke bangkumu,"

"Tapi pak bukankah tadi bapak bilang boleh ke per-..

"Aku bilang kembali ke bangku mu Nayena Lim  !!!" bentak pak arka membuat naya ketakutan dan langsung kembali ke bangku nya.

Semua murid masih diam sambil saling melirik takut.

"keluarkan buku ulangan kalian. Kita ulangan dadakan," 

,,,,,,,,,,,,

"Kalian lihat sikap pak arka tadi tidak ? Benar benar aneh,"

"Iya benar. Kenapa dia tiba tiba marah saat naya ingin ikut dengan juna ?"

"Jangan jangan pak arka menyukai naya ?"

"Hah ? Serius ? Tapi aku rasa begitu . kalian lihat tidak tatapan pak arka ke naya ? benar benar berbeda,"

dahya berlari menuju meja teman temannya setelah mendengar beberapa gibahan teman sekelas naya. Gadis itu menggebrak meja membuat teman-temannya berteriak kesal.

"Astaga dahya !!" 

"Kalian harus tahu apa yang baru saja aku dengar,"

"Apa ? Kamu mendengar apa ? BTS akan ke sekolah kita ?" tanya sina acuh.

"Bukan,"

"Kang daniel dan group nya akan manggung di sekolah kita ?" tanya jihan.

"Bukan,"

"Lalu apa ?"

"Pak arka menyukai naya,"

CRAT!

Naya yang tadinya sibuk minum itu tidak sengaja menyemburkan minumannya hingga mengenai teman-temannya setelah mendengar apa yang baru saja dahya katakan. "Kamu gila ya ? Apa yang barusan kamu katakan ?"

"Aku mendengar itu dari teman teman sekelas mu nay. Katanya tadi pak arka tiba tiba memarahimu karena ingin ikut dengan juna,"

"Teman mu bilang tatapan pak arka saat menatapmu itu berbeda,"

"wah kalau ini nyata kamu benar benar hebat nay ! Kamu bisa disukai pak arka yang tampan , cucu pemilik sekolah terus sexy lagi. Aku jadi iri," sahut sina.

"Benar itu nay ? Aku juga merasa begitu sih karena dia sering sekali menghukum mu,"

"Apa yang kalian katakan?. jangan berbicara aneh aneh ! Sudahlah aku mau ke toilet saja" ucap naya sebelum akhirnya pergi ke toilet.

"Yah marah deh naya nya" -jihan.

"Kamu sih ya pake gosip segala" -sina.

"Kok aku sih. Aku kan cuman nanya" -dahya.

"Pak arka menyukaiku ? Ah tidak tidak ! Jangan sampai itu terjadi ! Aku bisa gila jika itu beneran terjadi," gumam naya didalam kamar mandi.

,,,,,,,,,,,,

"Jelaskan semuanya, Aku dengar kamu membentak salah satu muridmu ?" 

Sekarang pak arka sedang berhadapan dengan kakeknya diruang kepala sekolah.

"Maaf kek , aku hanya sedang tidak bisa mengendalikan emosiku,"

"Astaga arkana ..kamu itu seorang guru. Seharusnya kamu bisa profesional. Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi dan aku juga mau kamu meminta maaf dengan murid yang kamu bentak serta ketua kelas nya,"

"Baik kek. Kalau begitu aku permisi,"

Saat keluar dari ruangan kakeknya , pak arka melihat naya yang berjalan kearah nya namun saat gadis itu menyadari keberadaan dirinya , dia langsung berputar arah.

"Naya tunggu !"

"aih kenapa dia liat sih. Aku harus gimana," gumam naya.

"Kenapa kamu berputar arah ? Kamu menghindariku ?" tanya pak arka setelah sampai tepat dibelakang naya.

Naya memutar tubuhnya perlahan menghadap guru gila nya yang beberapa puluh menit lalu hampir membuatnya menangis "p-pak arka ?"

"Ada yang ingin aku katakan denganmu. Ikut aku,"

"Tapi pak , s-saya harus pergi,"

"Pergi kemana ? Kamu mencoba menghindari ku ?"

"Tidak pak,"

"Lalu apa ? Cepat ikut denganku,"

"Dia ada janji dengan saya pak," sahut juna berhasil membuat tangan naya yang berada digenggaman pak arka terlepas.

Dengan santai nya juna berjalan menghampiri mereka berdua "Maaf pak tapi naya ada janji dengan saya. Kita akan ada rapat untuk membahas acara pensi bulan depan,"

"Masih bulan depan acaranya kenapa kalian mengadakan rapat sekarang ?"

"Lebih cepat lebih baik pak karena masih banyak yang harus kita persiapkan. Nay, ayo,"

Naya mengangguk dan langsung mengikuti juna.

"Sial, dia lagi. awas kamu naya , kamu sudah membuat hariku rusak 2x untuk hari ini," geram pak arka menatap kepergian naya bersama juna.

,,,,,,,,,,,,,

"Juna ,memang nya kita ada rapat ? Aku tidak tahu kalau ada rapat," tanya naya.

"Tidak nay. Aku hanya berbohong,"

"Bohong ? Untuk apa ?"

"Menyelamatkan mu dari pak arka . aku rasa kamu tidak suka dia mendekati mu jadi aku membantumu agar lepas dari nya,"

"Juna, bagaimana kalau pak arka tahu kamu berbohong ? Dia akan menghukum mu,"

"Tidak masalah yang penting kamu selamat," jawab juna sambil tersenyum ramah.

"Juna , kamu benar benar baik. Salahkah aku jika aku semakin menyukaimu," batin naya.

"Nay kok malah bengong ? Udah yuk,"

"Kemana ?"

"Hmm bagaimana kalau ke perpus ? Kita belajar bersama. Kamu mau ?"

Naya mengangguk sebagai jawabannya . jangankan ke perpus , mau dibawa ke KUA saja naya pasti mau.

Bab 3

Saking fokus nya belajar bersama, naya dan juna sampai tidak sadar bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Ngomong ngomong jam pelajaran terakhir kosong jadi mereka bisa belajar di perpus.

"Tuhkan bener udah sepi," ujar naya setelah keluar dari perpus bersama juna.

"Aku nggak denger bel pulang tadi nay,"

"Jihan pasti udah pulang deh. Terus Aku pulang nya gimana," gumam gadis itu meratapi nasib sial yang kembali menghampirinya.

"Bareng Aku aja," Sahut Juna berhasil membuat gadis itu langsung menoleh kearahnya.

"Beneran gapapa ? Ga ngerepotin kamu ?"

"Enggak lah. Lagian tadi Kamu berangkat bareng Aku jadi pulang bareng juga sekalian,"

"Yaudah deh boleh daripada jalan kaki hehe,"

Belum sampai di parkiran, langkah mereka harus terhenti saat mendengar suara seseorang memanggil nama juna.

"Loh Yuna kamu belum pulang ?"

"Juna Aku pulang bareng Kamu ya ? Supir ku nggak bisa jemput,"

Gadis yang baru saja memanggil juna itu adalah Yuna. Yuna adalah kekasih Juna, gadis itu termasuk siswi populer disekolah ini. Cantik , tinggi , baik , pintar dan juga wakil ketua osis.

"Tadi Aku liat motor kamu masih di parkiran jadi aku tungguin kamu deh. Aku bareng kamu ya ?"

"Hmm aku udah terlanjur janji pulang duluan sama Naya,"

"Naya ? Naya siapa ?" tanya yuna bingung .

"Ini Naya , temen sekelas ku. Ah nay kenalin ini yuna," sahut Juna.

"Halo , aku yuna. Pacar juna," sapa yuna mengulurkan tangannya.

"Naya,"

"Jadi ini pacar juna ? Cantik banget, cocok sama Juna," batin naya tiba-tiba insecure dengan kekasih juna.

"Jadi ini kamu gabisa anterin aku pulang ya ?" 

"Kamu pulang bareng yuna aja, jun. Gapapa kok aku bisa pulang sendiri," sahut naya, mana mungkin dia pulang bareng pacar orang ? Apalagi pacaran ya ada disini juga, bisa habis dia digosipin jadi pelakor nanti.

"Kamu yakin nay ? Tapi nanti kamu pulang nya gimana ?"

"Gapapa kok kamu tenang saja,"

"Na, maaf ini tadi pagi Naya berangkat bareng aku karena hari ini kan supir bus pada mogok kerja. Terus pulang nya juga kan gada bus , kasihan naya kalau gada tumpangan,"

"Hmm gini nay , gimana Kalau juna anterin aku pulang dulu ? Kebetulan rumah aku deket kok nay. Nanti abis itu biar juna anter kamu pulang. Gimana ?" saran yuna.

"Tapi Na Aku gaenak sama Kamu,"

"Yaelah Nay gapapa kali , Aku percaya sama Juna kok,"

"Iya Nay gitu aja deh ya. Sekarang Aku antar Yuna pulang dulu. Kamu tunggu di pos satpam depan gapapa kan ?"

Naya hanya mengangguk sebagai jawabannya. 

"Aku duluan ya Nay," pamit Yuna sambil tersenyum ramah kearahnya.

"Yuna baik banget. Pantesan Juna suka sama dia. Mereka cocok sama sama baik," batin Naya merasa tak enak karena pernah punya pikiran untuk mendekati Juna.

,,,,,,,,,,

Seperti yang diperintahin Juna tadi, sekarang Naya sedang berada di pos satpam depan sekolah menunggu Juna datang.

"Naya," 

"Juna kamu kok ud-.. Pak Arka ?" Naya pikir yang baru saja memanggilnya itu Juna tapi ternyata Pak Arka , guru gila nya.

"Juna ? Kamu kira Aku juna ?" tanya Pak Arka dengan nada tak suka nya.

"Em m-maaf Pak saya pikir Bapak Juna,"

"Ayo pulang," 

"P-pulang ?"

"Iya pulang. KAMU mau disini sampai malam ? Boleh aja sih atau mau menginap disini ? Aku temenin,"

"Maaf Pak Saya pulang dengan Juna. Dia sebentar lagi datang,"

"Kamu yakin ? Sudah ayo pulang denganku. Aku masih baik baik nawarin Kamu ya sebelum Aku paksa,"

"Maaf Pak tapi Saya benar benar ingin menunggu Juna saja. Lebih baik bapak pulang duluan," 

"Baiklah , 5 menit. Kalau sampai 5 menit lagi juna belum datang , mau gamau Kamu harus ikut Aku,"

------------

Juna menuntun motornya mencari tukang tambal ban terdekat karena tiba tiba ban motor nya bocor. Sial padahal tadi baik baik saja saat mengantar Yuna pulang.

,,,,,,,,,,

"Maaf Pak tapi ini bukan jalan kerumah Saya," pada akhirnya Naya terpaksa ikut pulang bersama guru gila nya karena sudah lebih dari 5 menit juna tidak kembali.

"Kita makan siang dulu,"

"Pak Saya mau langsung pulang saja. Bapak bisa turunkan Saya disini lalu silahkan pergi makan,"

"Kalau Aku tidak mau gimana ? Aku mau Kamu temenin Aku makan,"

"Tapi pak sa-..

"Pilih temenin Aku makan atau Kamu yang jadi makananku ?"

Oke Naya langsung kicep ,dia sudah hafal dengan sifat mesum guru gila nya ini jadi lebih baik dia turuti saja dari pada terjadi hal yang tidak tidak. Sesampai nya di tempat makan, Naya hanya diam. Gadis itu benar-benar ingin segera pulang kerumah.

"Kamu mau pesan apa ?" tanya Pak Arka.

"Saya tidak lapar,"

"Yakin ? Makanan disini enak enak loh,"

"Saya tidak lapar sa-..

KRYUK.....

pak arka tersenyum saat mendengar bunyi perut Naya "Masih malu malu aja. Yaudah kalau tidak mau pesan kita bisa makan sepiring berdua..lebih romantis dan enak,"

"Saya pesan nasi goreng!" seru naya sebelum pelayan itu pergi.

Malu karena dikira gengsi jauh lebih baik dari pada makan sepiring berdua dengan guru gila nya yang terlewat mesum itu.

,,,,,,,,,,,

"Aku takut naya di ap arkaPak Arka,"

"Iya bener. Harusnya tadi kita nggak ninggalin Naya sendirian,"

"Kalian kenapa sih ? Pak Arka kan tampan , pintar dan tajir.  kalau dia jadian sama Naya kan itu bagus. Nanti kita bisa minta nilai bagus," sahut Sina yang langsung mendapat jitakan dikepalanya dari Jihan.

"Isi otak kamu selain oppa tampan dan kaya tidak ada ya ?"

"Nasib teman kita ada ditangan Pak Arka. Kamu lupa dengan apa  yang Naya ceritakan kemarin ?" Tanya Jihan dengan nada kesal nya. Beberapa hari yang lalu Naya menceritakan sifat asli Pak Arka pada teman-temannya itu.

Tadi saat pulang sekolah, Pak Arka meminta teman teman Naya untuk meninggalkan nya sendirian karena dia ingin mengantar Naya pulang. Namun usahanya hampir gagal saat melihat Naya ternyata bersama Juna.

Untung tadi dia melihat Yuna jadi dia bilang pada Yuna kalau juna belum pulang. Soal ban motor Juna yang bocor itu juga rencana arka. dia sengaja menyuruh seseorang untuk menyebar paku dijalan yang akan juna lewati setelah mengantar Yuna pulang. Licik memang ,tapi ya bagaimana pun Pak Arka sudah terlanjur jatuh pada pesona Naya , dia tidak ingin siapapun mendekati nya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED