Bab 1

Saya terima nikah dan kawinya Mutiara kasih binti (alm) Herman Setiawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai...

"Bagaimana para saksi sah?"

Sah

Sah

"Alhamdulillah," ucap mereka serempak semuanya mengucapkan syukur...

Hari ini adalah hari pernikahanku dengan lelaki yang sudah menemaniku selama 2 tahun belakangan.

Mas Andre Herlambang, kami saling mencintai hingga akhirnya kami memutuskan untuk menikah.

Meskipun acaranya terbilang cukup sederhana, tetapi aku merasa senang karena kini aku sudah menyandang istri dari pengusaha muda.

Ya, walaupun usaha suamiku sekarang sedang mengalami krisis, tak membuatku urung untuk menikahinya.

Aku yakin kalau usahanya akan berangsur membaik, aku akan slalu mendukungnya.

Akhirnya pesta kecil kecilan yang kami selenggarakan berjalan lancar dan Kami memutuskan untuk menginap di hotel.

Awalnya aku menolak, tetapi mas Andre tetap kekeh! alasanya ingin berbulan madu walau masih di dekat sini.

Akupun akhirnya mengiyakan! aku berpikir tidak ada salahnya juga, toh hanya sesekali bukan?

Sekarang kami berdua ada di dalam sebuah kamar yang besar, aku memindai kamar yang cukup luas dan mewah.

Jantungku berdebar sangat kencang saat kami berada di dalam kamar! ini pertama kalinya bagiku berduaan dengan seorang pria, sungguh ini benar benar membuat jantungku berdebar cukup kencang.

Mas Andre membuka baju atasnya, memperlihatkan tubuh atletisnya, aku menunduk menahan malu.

Mas Andre mendekatiku, didongakkan wajahku agar aku memandang wajahnya, dia tersenyum menggoda,

"Kenapa malu malu sayang,sekarang kita sudah sah kan?" ucapnya menggoda lalu mengecup singkat bibirku.

"Aku akan mandi dulu, baru setelah itu kamu! atau mau mandi bersama?"

Mendengar godaan dari mas Andre, membuat kedua pipi ku bersemu merah.

"Ish, apaan sih! sana cepat mandi, nanti gantian!" ucapku mendorongnya pelan untuk menutupi rasa Maluku.

Mas Andre tertawa gemas melihat tingkahku, lalu mengacak rambutku sebelum ia berjalan menuju kamar mandi.

"Huft, mas Andre memang suka menggodaku!" gumam ku sambil memegang dadakuyang kian berdetak kencang.

Tak butuh waktu lama mas Andre untuk membersihkan dirinya, dia menatapku lalu tersenyum lembut.

"Mandilah, setelah itu kita akan melakukan sesuatu yang menyenangkan!" bisik nya, membuat bulu kudukku berdiri.

Seketika wajahku memerah mendengar bisikkanya. Aku memang belum pernah melakukanya di umurku yang ke 25 tahun.

Meski belum pernah, aku mengerti kemana arah pembicaraannya.

Tak ingin mas Andre terus menggodaku,

Aku memilih berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena aku sudah merasa risih dengan badanku yang sedikit lengket karena keringat.

Tak butuh waktu lama, untukku membersihkan diri lalu keluar dari kamar mandi.

Saat keluar dari kamar mandi, aku melihat mas Andre sedang duduk di sofa yang berada di kamar ini!

Di depannya sudah tersedia makanan dan minuman, ternyata mas Andre sudah memesan makanan dan minuman.

Aku baru ingat kalau aku belum makan dari tadi siang, pantas saja perutku rasanya sudah sangat lapar.

"Kemari lah, aku tau kau lapar, lebih baik kita makan dulu!" ajaknya dengan senyuman manis.

Aku membalas senyuman manis mas Andre, lalu berjalan mendekatinya dan duduk di sebelahnya.

Kami makan dalam diam, karena ini memang sudah menjadi kebiasaan kami, tidak ada percakapan saat makan.

Kami sudah selesai menyelesaikan makan kami, mas Andre berjalan menuju telpon yang ada di atas nakas, lalu memanggil seseorang untuk mengambil bekas makanan kami.

"Tiara aku mau keluar sebentar, karena ada yang penting harus mas selesaikan!"

"Tapi mas,ini kan malam pertama kita? kenapa harus sekarang bukan besok saja!" protesku.

"Ini tidak akan lama Sayang, aku janji akan segera kembali!" ucapnya menyakinkan ku.

"Baiklah, tapi cepat kembali mas!" mas Andre mengangguk lalu mengecup bibirku sekilas.

Aku melihat kepergian mas Andre dengan tak rela. Meski dia bilang hanya sebentar tapi, sungguh perasaanku tidak enak! bukan aku ingin segera memadu kasih denganya, tapi entah perasaanku tidak enak.

Aku memutuskan berbaring di ranjang yang super besar, aku mematikan lampu dan hanya lampu tidur yang aku nyalakan.

Ku tatap kasur yang sudah berhiasan mawar merah yang berbentuk cinta dan sepasang angsa yang terbuat dari handuk sungguh indah, tetapi pengantin prianya sedang keluar.

Terpaksa aku singkirkan benda itu karena aku sudah sangat lelah dan ingin merebahkan tubuhku.

Saat sedang merebahkan tubuhku, tiba tiba aku merasa tubuhku sangat panas padahal AC di kamar ini sudah dingin, tapi entah kenapa terasa panas.

Tanpa sadar aku sudah melucuti pakaianku, karena tak kuat menahan panas yang tiba-tiba menyerang.

Saat membuka bajuku, tak sengaja tanganku menyentuh buah dadaku, saat itu juga, aku merasa kan hal yang aneh.

Rasa aneh itu membuatku ingin menyentuhnya dan bermain dengan payudara ku sendiri. Tak cukup sampai di situ, aku merasa milikku basah dan aku ingin mencoba menyentuhnya

Benar saja, saat aku menyentuh milikku sendiri, terasa sangat geli dan nikmat secara bersamaan.

Lebih gilanya lagi, aku ingin seseorang menyentuhku! aku meremas dadaku sendiri. aku tidak sadar apa yang sudah aku lakukan.

Saat aku sedang bermain-main dengan tubuhku sendiri, ada seseorang yang memasuki kamar ku.

"Pasti itu mas Andre!" aku segera beranjak dari kasur dan menghampirinya.

"Mas kenapa lama sekali, aku kepanasan mas tolong aku!" ucap ku, sembari menempelkan tubuhku pada tubuh kekar milik mas Andre.

Lelaki itu masih diam saja tanpa mau mengeluarkan suara. Dia masih saja menatap ku tanpa ekspresi.

Dengan cahaya yang remang, aku tak bisa melihat dengan wajah mas Andre. Entah keberanian dari mana, aku menggesekkan kedua dadaku, di dada bidang mas Andre.

"Ahhhh, Mas, ayo sentuh aku!" desahku yang sudah kehilangan akal.

Lelaki itu menarik pinggangku dan tengkuk ku.

Perlahan wajahku dan wajahnya begitu dekat, lalu menyambar bibirku.

Dilumatnya bibirku dengan rakus, selama satu menit dia memakan bibirku lalu melepaskan.

Dia menempelkan keningnya ke keningku, tangannya meraba tubuhku dan berakhir meremas bagian belakangku dengan gemas.

"Akh..." aku mendesah

"Aku ingin melihat seberpa liarnya kamu!" ucapnya lalu menggendong tubuhku dibawanya ke arah ranjang posisi kami sekarang aku berada di atas pangkuannya dan meciumi leherku kemudian turun ke dua buah dada yang belum pernah ada yang menyentuhnya.

Tangannya melepas celana dalam yang aku pakai dan meraba bagian yang sangat sensitif bagiku.

"Kau sudah sangat basah sayang," ucapnya sambil memainkan milikku.

Akkhhhh....

Desahan panjang kami terdengar di segala penjuru kamar ini.

Ini adalah pelepasan terakhir setelah melakukan pelepasan beberapa kali.

lelaki itu tersenyum puas, sementara aku sudah jatuh lemas di sampingnya lalu tertidur.

Dia menarikku kedalam pelukannya dan aku merasakan kecupan lembut di keningku.

Aku membuka mata yang terasa berat, cahaya matahari masuk dari celah korden yang tertutup.

Aku ingin bergerak merenggangkan ototku yang begitu kaku tetapi ada lengan kokoh yang memelukku dengan erat.

Aku tersenyum malu dan membenamkan wajahku di dada lelaki yang sudah menjadi suamiku itu.

Aku mendongakkan wajahku ingin melihat wajah mas Andre yang sedang terlelap akibat pertempuran kami semalam.

Saat aku mendongakkan wajahku aku terkejut saat melihat bukan mas Andre yang tengah memelukku tetapi lelaki lain.

Siapa lelaki ini? aku melepas pelukannya dan memukulnya dengan bantal.

"Sialan pria mesum siapa kamu?"

"Hei...apa yang kamu lakukan?"dia terlihat kesal dan menangkap bantal yang aku layangkan padanya.

"Katakan siapa kamu? berani sekali kau menyentuhku!" ucapku sambil terus memukulinya.

Dia langsung menangkap bantal dan membuangnya, lalu mencengkram daguku dengan kuat shingga aku meringis kesakitan.

"Ck, apa kamu lupa apa yg terjadi semalam, bahkan kamu sangat agresif dan begitu ingin aku sentuh!"

Aku pun menggeleng, aku tak ingat apapun! aku mencoba utk mengingatnya tapi malah kepalaku tambah pusing.

"Ck, apa suamimu tidak memberitahu mu?" tanyanya dengan menatapku tajam.

"Apa-apa maksudmu?"

"Ck, suami mu itu sudah menjualmu kepadaku dan kita sudah melakukan sesuatu yang menyenangkan dan aku sungguh puas karena suamimu tidak bohong kalau kamu masih perawan."

"Ap-apa..."

Aku menggeleng kuat,seakan tak percaya dengan apa yang di ucapkannya.

Bab 2

Air mataku menggenang di pelupuk mata dan perlahan mengalir di pipiku. Aku sungguh tak percaya dengan ucapan pria asing itu.

"Kenapa, apa kau kira aku membohongimu?" lelaki itu lalu tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajahku mengecup singkat bibirku.

"Tidak ada untungnya bagiku untuk membohongimu!" bisiknya di telingaku.

Seperkian detik aku termenung, aku mendorongnya setelah aku tersadar dari renunganku.

Plak...

Tanganku mendarat di pipinya yang putih dan di tumbuhi bulu bulu halus. Membuat lelaki itu menoleh kesamping.

"Brengsek!" umpatku

Lelaki yang tak ku tahu namanya itu, memegang pipi bekas tamparan ku. Dia lalu menoleh dan menatapku dengan sangat tajam.

Dia mencengkram kuat pipiku hingga aku menatap matanya yang penuh amarah.

"Dasar wanita murahan, beraninya kau menamparku," ucapnya sambil menghempaskan wajahku kasar.

Dia beranjak pergi ke kamar mandi, mungkin untuk meredam kemarahanya karena aku menamparnya.

Aku masih termenung di atas ranjang, kenapa mas Andre tega denganku hingga dia menjualku? apa kesalahanku terhadapnya?masih banyak lagi pertanyaan yang ada di kepalaku! yang aku tahu selama ini hubunganku dan dia baik baik saja.

Ceklek...

Suara pintu terbuka memecah lamunanku! aku menoleh ke asal suara, terlihat sosok yang mempunyai tubuh yang atletis kulitnya bewarna putih, perutnya yang kotak kotak dan wajah tampannya yang tertesi air dari rambut basahnya terlihat begitu seksi. Seketika aku menelan ludah dengan susah payah.

Dia menatap tepat di mataku, dia tersenyum sambil melihat ke arah dadaku! seketika aku mengikuti arah pandanganya.

Aku melotot melihat dadaku yang terekspos. Ternyata selimut yang aku gunakan untuk menutupi tubuhku, tenyata melorot dan menampakkan dua tonjolan milikku.

"Dasar mesum!" kesal ku, lalu melempar bantal ke arah wajahnya

Aku lebih memilih turun dari ranjang hendak ke kamar mandi, saat ingin melangkah aku merasa sakit di area sensitif ku.

Akkkhhh....

Melihat aku kesakitan, Dia mendekatiku lalu membungkuk dan menggendongku ala bridal style.

"Mau apa kamu, lepaskan aku!"

Dia hanya diam, mengabaikan aku yang memberontak dan tetap membawaku ke kamar mandi.

Setelah sampai di dalam kamar mandi, aku melihat but thup yang sudah terisi dengan air hangat.

Ternyata dia sudah menyiapkan air hangat untukku! dia menurunkan ku dengan perlahan ke dalam buthup itu.

"Berendamlah, aku harus pergi! jangan kawatir aku akan tetap menemuimu nanti," ucap lelaki itu lembut lalu mencium keningku dan pergi meninggalkan ku yang masih melongo dengan ucapannya.

"Dasar aneh apa maksudnya, apa dia pikir aku mau menemuinya lagi? jangan harap!" gumamku dengan kesal.

Aku melanjutkan kegiatan berendam ku, aku butuh tenaga dan menjernihkan otakku! setelah ini aku harus bertemu dengan lelaki yang menikahi ku kemarin! dia harus menjelaskan semuanya.

****

Sementara itu seorang pria tengah menunggu seseorang untuk membicarakan perihal hutangnya dan bagaimana pendapat orang itu terhadap Tiara.

Dia adalah Andre Herlambang yang dengan tega menjual istrinya kepada rekan bisnisnya karena dia terlilit hutang.

Lelaki itu begitu bingung dan terpaksa menjual istrinya. Tidak ada cara lain selain menjual Tiara!berkedok pernikahan lalu dia memberikan malam pertamanya untuk orang lain dan dengan imbalan banyak uang.

Andre berdiri dari duduknya menyambut orang yang di tunggunya.

"Silahkan duduk tuan," Andre mempersilahkan Dewa untuk duduk.

Lelaki itu hanya mengangguk dan duduk berhadapan dengan Andre.

"Bagaiman, apa anda sudah menikmatinya"

Pria itu diam tak mau menjawab.

"Apakah anda tidak puas tuan?"

"Berapa yang anda inginkan?" tanya pria itu

"Maksudnya?"

"Berapa yang anda inginkan untuk melepasnya dan berikan kepada saya tanpa dia berstastus sebagai istrimu! apa kau mengerti maksudku?"

Andre mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Dewa. Andre tersenyum lebar, saat mengerti kemana arah pembicaraan Dewa.

"Bagaimana kalau 1M?"

"Tidak masalah berapapun itu, yang terpenting dia sudah tidak memiliki status apapun dengan anda! saya akan memberikan berapapun yang anda mau!"

"Baiklah tuan," ucap Andre senang dia mengulurkan tanganya tetapi tidak di balas oleh pria tersebut! pria itu malah beranjak pergi begitu saja tanpa pamit.

"Huh, dasar sombong! tetapi tidak masalah yang terpenting aku akan mendapatkan uang yang sangat banyak," cap Andre girang.

"Maafkan aku Tiara aku terpaksa melakukan ini, karena aku sangat membutuhkan uang," gumamnya.

Tiba tiba Andre teringat beberapa hari sebelum pernikahan dia ingin membatalkannya, karena dia sudah sangat bosan dengan Tiara yang monoton dan sama sekali tidak mau di sentuh.

Dia mengambil ponsel yang ada di sakunya untuk menelpon Tiara untuk membatalkan rencana pernikahannya, tetapi sebelum dia menelpon Tiara tiba tiba ponselnya berbunyi nyaring.

Dia meneguk ludahnya susah payah saat melihat siapa yang menghubunginya.

"Halo," Andre menjawab sambungan telponya.

"Jangan banyak basa basi kapan kamu akan melunasi semua hutang-hutang mu!" ketus Dewa.

"Maaf tuan Dewa, saya belum mempunyai uang untuk melunasi hutang hutang saya!" jawabnya dengan nada takut.

Penelpon itu adalah Sadewa putra Wijaya, pemilik perusahaan Wijaya group yang cukup terkenal di negri ini!

Semua produk yang di luncurkanya dari mulai produk shampo, makanan ringan dan lain sebagainya.

Dia juga memiliki, hotel-hotel berbintang yang cukup terkenal dan memilik banyak cabang di berbagai kota di negara ini.

"Saya sudah bosan dengan alasan anda tuan Andre! jika dalam waktu satu Minggu anda belum juga membayarnya maka jangan salahkan saya jika usaha anda akan saya hancurkan!" ancamnya yang terdengar tidak main-main.

Andre yang tidak ingin perusahaan nya bangkrut pun langsung terkesiap dan takut.

"Emm... Tuan saya punya penawaran untuk anda tuan! saya yakin anda pasti akan suka," Ucap Andre yg tiba-tiba punya ide gil4.

"Apa itu?" Tanya Dewa.

"Sebentar lagi saya akan menikah dengan seorang gadis! dia sangat cantik dan tentu saja sangat seksi, bagaimana kalau anda mencobanya? saya yakin anda pasti akan suka!" Andre menjeda kalimatnya.

"Saya jamin dia masih perawan dan dia juga gadis yang manis!" lanjutnya.

"Apa maksudmu, kau ingin menjual istrimu?" tanya Dewa tak percaya.

"Ya tuan, bisa dikatakan seperti itu!" jawab Andre dengan enteng.

"Apa kau yakin?"

"Ya tuan, sangat yakin!" tegas Andre

Dewa berpikir sejenak, sudah lama ia tidak merasakan liang surgawi karena semenjak kekasihnya dinyatakan hilang dia tak memiliki niat untuk melakukannya. Dia pikir tidak ada salahnya ia mencoba! siapa tahu dia akan bisa kembali seperti dulu.

"Ok saya setuju, tentukan kapan dan dimana saya hrs menemui gadis itu," ucapnya.

"Siap tuan, saya akan mengirim kapan dan alamat hotelnya!"

Hari pernikahan pun tiba, Andre sengaja menyewa kamar hotel yang cukup mahal sebagai Hadian bulan madu.

Awalnya Tiara menolak karena dia tahu kalau Andre sedang ada masalah dalam usahanya, lelaki itu memberikan alasan yang logis dan Tiara tidak menolaknya.

Setelah aca selesai lelaki itu pamit untuk membersihkan diri setelah itu dia menyuruh Tiara untuk mandi.

Sebelum Tiara masuk ke kamar mandi, Andre mencium bibirnya sedikit. Andre sangat menyukai bibir tipis yang terasa sangat manis itu.

Andre sekuat tenaga menahan rasa ingin menyentuh tubuh Tiara, karena dia sudah menawarkannya pada lelaki lain.

"Maafkan aku Tiara." Gumamnya dalam hati.

Andre segera menyuruhnya untuk mandi. Saat menunggun Tiara mandi ia memesankan makanan dan makanan itu datang sebelum Tiara selesai.

Setelah makanan itu tersusun rapi, dia menaruh obat perangsang kedalam minumannya agar dia mau memuaskan tuan dewa nanti tanpa harus ia sadari.

Sayaaaannggg....

Panggilan itu membuyarkan lamunan Andre.

"Hei..."balas Andre lembut

" Kenapa melamun??sudah bertemu dengan pak Dewa? apa semuanya lancar?"

"Ya,semuanya lancar! dia menawarkan 1M,untuk membeli Tiara dengan tanpa terikat status denganku".

"Apa kau menyetujuinya?"

"Tentu saja aku menyetujuinya, uang itu banyak Lisa."

"Aku kira kau akan menolaknya!"

"Tentu saja tidak."

Lisa hanya menganggukkan kepala, lalu tersenyum sangat manis menatap sang kekasih.

"Bagaimana, apa kau senang?" Tanya Andre.

Lisa pun mengangguk dan mencium pipi Andre,

"makasih sayang," ucapnya.

"Ayo kita harus menemui Tiara, sebelum dia kabur aku tak mau di repotkan untuk masalah itu."

Lisa mengangguk dan menuruti apa yang di ucapkan oleh Andre.

Bab 3

Dikamar hotel, Tiara yang sudah selesai, membersihkan diri, kini duduk termenung di tepi ranjang.

Setelah mengetahui, kalau Andre sudah menjualnya pada lelaki lain, Tiara bingung harus melakukan apa?

Padahal, dia bermimpi kalau pernikahan yang akan dia jalani dengan penuh kebahagiaan bersama orang yang dicintainya.

Tetapi, sekarang yang dialaminya justru kebalikannya, bukan pernikahan yang seperti ini yang dia impiakan! bahkan, hal ini tidak pernah terpikirkan atau menjadi mimpinya.

Dia selalu bermimpi memiliki suami yang akan mencintainya dan menua bersama! tetapi apa yang Andre lakukan terhadapnya memang di luar nalar dan benar benar tidak masuk akal.

Saat Tiara sedang merenung tentang nasib pernikahannya, tiba tiba suara pintu kamarnya terbuka, membuat seluruh lamunan nya buyar seketika.

ceklek...

Saat pintu terbuka, muncul sosok Andre sedang memeluk posesif pinggang seorang permpuan yang sangat cantik dan seksi.

Tiara beranjak dari duduknya dan berjalan kearah lelaki yang kemarin sudah menikahinya. Tanpa di duga Tiara melayangkan sebuah tamparan yang cukup keras di pipi Andre.

"Dasar laki-laki brengsek kamu mas! apa yang sudah kamu lakukan sungguh keterlaluan dan tak bisa ku maafkan!" hardiknya dengan menatap tajam lelaki itu.

"Cih munafik sekali jadi perempuan! bukankah kau juga menikmatinya?" ucap Lisa dengan nada mengejek.

"Kau, siapa kau berani ikut mencampuri urusanku!" tunjuk Tiara tepat di wajah wanita yang tak dikenalnya.

"Dia adalah Lisa calon istriku sebenarnya!" sahut Andre dengan nada tenang.

"Ap-apa maksudmu mas?"

"Kamu itu terlalu bodoh, apa kamu tidak mengerti dengan ucapanku? aku berpacaran dengan Lisa sudah hampir satu tahun ini! aku bosan dengan gaya pacaranmu itu! tidak boleh menyentuh sebelum pernikahan, Halah bulshit itu!"

Tiara yang mendengar pernyataan Andre seketika menegang tak percaya. Jadi selama ini Andre sudah berselingkuh dan dia sama sekali tak mengetahui itu.

Ha ha ha ha...

Tiara tertawa sumbang, sungguh malang sekali nasibnya! kekasihnya menyelingkuhinya selama ini dan dia di jual oleh suaminya sendiri di saat mereka sudah menikah.

Plak

Plak

Tiara mendaratkan dua kali tamparan untuk Andre.

Andre hanya tersenyum smirk sambil memegangi pipinya, "jangan merasa tersakiti, kau bahkan juga menikmati sentuhan pria yang bukan suamimu!" ucapnya sambil tersenyum mengejek.

"Apa kamu bilang," Tiara pun melayangkan tangannya kembali utk menampar Andre, tapi dengan sigap Andre menangkap tangan Tiara dan memelintir tangan Tiara,sehingga Tiara berbalik memunggungi Andre sambil meringis menahan sakit.

"Apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganku." bentak tiara

"Tenanglah sayang, jangan marah2 nanti cantikmu hilang loh! dengar ya Tiara sebenarnya aku sudah lama sudah tidak mencintai kamu,dan aku hanya ingin memanfaatkan tubuhmu!" bisik Andre, kemudian melepaskan plintiranya.

Lalu mendorong Tiara Hinga terjatuh.

"Kenapa kamu tega sama aku mas, apa salahku?" lirih Tiara sambil menangis dan masih terdengar oleh Andre,akhirnya pertahanan Tiara roboh dia tidak ingin menangis di depan Andre,tetapi kenyataan ini terlalu pahit untuknya sehingga dia tidak bisa membendung lagi dan pecah sudah tangisnya.

"Kamu memang tidak salah Tiara,tapi aku butuh uang,dan satu satunya jalan adalah dengan menjual mu!" jawab Andre datar

Tiarapun hanya bisa menatap Andre dengan sorot kekecewaan dan kebencian, dia tidak menyangka laki2 yang dia cintai begitu tega menjualnya! Tiara trs menangis...

"Sudahlah jangan menangis,toh semuanya sudah terjadi kan." Lisa ikut berkomentar.

"Kenapa kamu melakukan ini mas?bukankah kamu mencintaiku?"

"Ha ha ha....cinta kamu bilang, sebenarnya aku sudah lama Aku tidak mencintaimu Tiara,dua tahun kita bersama tak bisa membuatku semakin cinta sama kamu tapi aku makin bosan."

"Kalau kamu memang sudah tidak cinta sama aku,harusnya kamu bilang sama aku,bukan kayak gini mas!" ucap Tiara sambil menangis

"Ck...sebenarnya sebelum pernikahan,aku mau bilang ke kamu untuk membatalkan pernikahan ini,tapi sebelum itu terjadi tuan Dewa menelponku dan menagih hutang, lalu aku menawarkan tubuh kamu tak di sangka dia menerimanya.sungguh untuk ini aku harus berterima kasih terhadapmu Tiara." ucap Andre tersenyum mengejek.

Tiara hanya bisa tercengang mendengar penjelasan Andre,sambil meremas dadanya yang terasa sakit.

"Ceraikan aku mas!"ucap Tiara sambil menahan tangis,dia tak mengira pernikahan yang selama ini diimpikan menjadi sebuah malapetaka baginya dan ini adalah yang terbaik untuknya.

"Itu yang akan lakukan sekarang"

Tiara menghapus air matanya secara kasar

"Baiklah aku tunggu surat cerai itu"ucap Tiara dan ingin beranjak pergi dari sana.sebelum Tiara pergi Andre sudah mencekal pergelangan Tiara dengan kuat.

"Mau kemana?"

"Itu bukan urusanmu mas,kamu cepat urus saja perceraian kita"

"Maaf Tiara,untuk yang ini aku tidak bisa membiarkanmu pergi,karena surat cerai itu sudah jadi maka aku akan mengantarmu ke tempat tuan dewa,dia begitu menginginkanmu"ucap Andre tanpa rasa bersalah.

Tiara menggeleng seakan tak percaya dengan ucapan Andre.

"Jangan harap aku mau menjadi budak kalian,lepas"Tiara berusaha menghempas cekalan Andre tapi gagal.andre kemudian memukul bagian belakang kepala Tiara sehingga Tiara tak sadarkan diri.

"Lisa cepat kamu buka pintunya,kita harus segera membawa Tiara dari sini."perintah Andre kepada Lisa yang di angguki oleh Lisa.

Andre membawa tubuh kurus Tiara ke arah mobil yang sudah di siapkan ya,dia menatap wajah Tiara yang tak sadarkan diri akibat ulahnya.ada rasa bersalah masuk ke dalam dadanya.

"Aku benar benar minta maaf Tiara,aku sangat membutuhkan uang itu"gumam Andre lalu memasuki mobil yang sudah menunggunya.lisa sudah terlebih dahulu memasuki mobil yang sama dengan andre.dia tersenyum penuh kemenangan akhirnya dia akan memiliki Andre dan kekayaanya.

Tiara mengerjabkan mata perlahan dan melihat sekeliling lalu mencoba untuk bangun didudukkan nya tubuhnya sambil mengingat apa yang sedang terjadi.

"Dimana aku??tanyanya pada diri sendiri

Tidak ada siapa siapa,di sendirian di kamar ini.tiara mulai mengingat apa yang terjadi.

Matanya langsut melotot dan beranjak dari ranjang dan berlari menuju pintu.

CKLEK CKLEK Tiara mencoba membuka pintu tapi tak bisa.dia pun menuju kearah jendela namun sama tak bisa jendela terkunci.

Dia pun menggedor pintu dengan sekuat tenaga, "buka BUKA pintunya"!!!teriak Tiara

CKLEK...

Tiara mundur beberapa langkah, Pintupun terbuka muncul wanita cantik dengan pakaian yang kurang bahan.

"Ck apasih triak2,ni makanan wat kamu."ucap Lisa ketus

"Keluarkan aku dari sini"sentak Tiara

"Ck jangan mimpi kamu bisa keluar dari sini"!!

" Apa mau kalian sebenarnya,belum puas kalian menyakitiku?

"Emang belum,karna tuan dewa sepertinya masih doyan kamu,jadinya mau gak mau kamu harus tetep disini!!"ucap Lisa meremehkan

"Dasar kalian tidak punya hati,umpat Tiara sambil menjambak rambut Lisa kuat.

Aaaaa.....Lisa pun menjerit kesakitan.tiara menendang perut Lisa sambil trs menjambak rambut Lisa.

Mendengar kegaduhan itu Andre berlari menuju kamar Tiara,melihat Lisa dijambak Tiara andrepun langsung melerai mereka.

"Apa apaan ini,lepaskan Lisa Tiara."ucap Andre sambil mendorong Tiara sampai terjatuh.

"Sakit mas" adu Lisa manja

Melihat ada kesempatan untuk kabur,Tiara pun berlari keluar untuk kabur

Andre yang melihat itu lalu mengejar Tiara

"Tangkap Tiara,jangan sampe lolos! teriak Andre pada penjaga yang ada di pintu depan.

Tiarapun tertangkap,dan terus meronta

"Lepaskan aku"Tiara meronta

Andre pun mendekati Tiara.

Plak..

Sebuah tamparan keras dilayangkan oleh Andre utk Tiara,sampai Tiara tertoleh kesamping dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Jangan coba2 untuk kabur!!" Tekan Andre

Bawa dia masuk.

"Baik tuan "jawab salah satu penjaga

Kring kring...

Ponsel Andre berbunyi...

"Halo"

"Kapan anda akan mengantarkan wanita itu"ucap dewa tanpa basa basi

"Sebantar lagi tuan,mungkin besok"

",Cepatlah saya sudah sangat menginginkannya".

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED