Bab 1

Mansion yang elit di kawasan kota jakarta. Seorang CEO muda sedang duduk di sofa mahal ternama di kelilingi oleh para bodyguard nya yang memegang kayu-kayu pukulan keras.

Di depan CEO tampan itu terlihat Mr. George Benkins seorang pengusaha berusia lima puluh tahun yang bangkrut habis habisan. Mr. Benkins babak belur dan bonyok setelah di hajar oleh para tukang pukul dengan kejam.

Mr. Benkins memohon belas kasihan pada CEO muda itu.

"Ampun tuan, saya tidak mampu bayar hutang, perusahaan saya bangkrut, aset saya disita" pinta Benkins memelas.

James Myre seorang CEO muda di depan nya mencibir meremehkan. Mr. James Myre, seorang CEO muda berusia tiga puluh enam tahun memang sangat tampan dan terkenal.

Wajahnya asli eropa dengan garis wajah yang tegas dan berkarisma. Mata nya indah berwarna biru muda yang besar namun tambah mempesona jika terkena cahaya matahari seolah mata biru itu menyala. Rambut pirang nya gelap-cokelat keemasan yang disisir rapi di potong khas eropa. Kulit nya pucat, putih tapi jernih dan bening bagaikan pangeran tampan. Tinggi tubuh nya sekitar seratus delapan puluh centimeter pria dewasa, tubuh kekarnya atletis karena ia rutin nge-gym seminggu dua kali. James sangat tampan namun terkenal arogan dan kejam. Menghabisi siapa saja yang membuatnya marah.

dia asli warga negara prancis, bahasa indonesia nya lancar dengan logat khas prancis yang sexy.

"Kamu bilang ampun?" Kata James dengan nada mengejek. "Kamu kira hutang 100 juta dolar itu murah?"

Benkins memelas sambil berlutut. "Saya mohon tuan, kasihani saya, saya tak sanggup bayar hutang apapun, saya saja sekarang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari"

James memandang dengan tawa mengejek. "dahulu kamu sangat kaya Benkins, ulahmu sendiri nipu sekian banyak perusahaan hingga kamu di tuntut, reputasimu hancur dan tidak ada lagi yang mau jadi partner bisnis kamu!"

"Tuan saya mohon... begini saja tuan, saya punya seorang ponakan yang sangat cantik, bernama Adelia umurnya dua puluh tahun, bagaimana kalau dia anda jadikan jaminan?" Rengek Mr. Benkins memelas.

Pria gila, ponakan nya sendiri di jual! Komentar James dalam hati. Namun boleh juga untuk mainan baruku.

"Coba kulihat fotonya" pinta James spontan.

Benkins memperlihatkan foto di HP nya. Seorang gadis muda yang masih menjadi mahasiswi.

Luar biasa cantik. Mata birunya, rambut hitam panjang nya? Hidungnya mancung sempurna, aku berhasrat padanya. batin James Myre CEO yang penuh nafsu.

"Baiklah, bawa gadis itu besok pagi ke mari, dia akan tinggal di mansion ini sampe kapanpun aku mau! Lalu, aku akan buat kontrak perjanjian antara kita!" Perintah James tegas.

Mr. George Benkins merasa lega. Dia mencium tangan CEO itu dengan rasa tenang.

"Makasih tuan, makasih" kata Benkins tanpa harga diri.

"Sekarang pergilah! Besok bawa ponakan cantikmu kemari!" Kata James.

"Baiklah tuan, selamat malam!" Benkins pergi dengan langkah gontai, habis di hajar oleh tukang pukul nya James Myre yang kejam.

Besok adalah hari dimana aku kenalan dengan gadis itu. Heran, dia sangat cantik, mata birunya, rambut hitam nya, umurnya masih sangat muda dua puluh tahun. batin James, yang menganggap Adelia hanya seorang mainan.

☆☆☆☆☆

Di kampus. Adelia sangat favorit, banyak yang nge fans dengan gadis bule itu. Papahnya asli belanda, ibunya sangat cantik belasteran lebanon. Kecantikan Adelia sangat unik namun mempesona. Ketika usia enam belas dia harus jadi yatim-piatu karena orang tuanya kecelakaan. Sejak saat itu Adelia di asuh oleh pamannya Mr. Benkins.

Adelia Benkins, berwajah sangat cantik. Kulit nya putih terang yang bening. Mata nya besar dengan bulu mata sangat lentik tanpa maskara warna mata gadis itu biru seterang langit, hidung mancung nya serasi dengan bibir mungil berbentuk hati. Rambut nya, hitam lurus tebal, panjang cocok untuk jadi bintang shampo terkenal, tubuhnya tidak terlalu tinggi hanya seratus enam puluh centimeter saja. gadis muda itu punya karir sampingan menjadi model freelance saat-saat sekarang ini dia kuliah,  lumayan untuk uang jajan dan masih bisa nabung sedikit. Adelia kuliah naik kereta, siang-malam karena jadwal kuliah yang kadang padat. Dia primadona di kampus nya di kalangan pelajar dan juga para dosen.

Di kampus. Hari menunjukan sudah malam. Telepon bunyi di HP Adelia. Pamannya Mr. Benkins menelepon gadis itu, untung jam kuliah sudah selesai.

Adelia mengangkat telepon. Terdengar suara paman nya yang tersengal-sengal.

"Adelia kamu udah pulang belum?" tanya Benkins yang berniat menjual ponakan nya itu.

"Baru selesai jam kuliah, paman. Ada apa?" Jawab gadis lugu itu.

"Cepetan pulang, paman perlu bicara dengan kamu! Lagi pula hari sudah jam sembilan malem."

"Tadi ada pelajaran tambahan paman, asistensi yang ngajar asisten dosen, untuk bahan ujian tengah semester, maka aku pulang malem jam 11 baru sampe rumah, maaf yah paman" keluh Adelia.

"Ya sudah cepetan pulang paman tunggu!" Telepon di tutup.

Heran, mengapa paman terdengar ketakutan? aku segera pulang, mungkin ada hal penting. batin Adelia yang tidak tahu apapun tentang rencana buruk paman nya.

aku akan segera pulang, naik kereta, masih sekitar dua jam aku baru sampe rumah. Kata Adelia dalam hatinya.

Gadis itu segera berjalan pulang.

☆☆☆☆☆

Sesampe di rumah. Adelia kaget bukan main, pamannya Mr. Benkins babak belur dan bonyok.

"Paman? Paman kenapa?" Komentar Adelia sambil menangis memeluk pamannya.

"Paman akan baik baik saja Adelia, jangan menangis."

"Baik baik saja? Paman babak belur wajah paman penuh lebam, siapa yang tega membuat paman jadi begini? Siapa paman?!" Teriak Adelia panik.

"Adelia paman mohon tenanglah, paman akan baik baik saja, besok pagi, kamu akan paman ajak ke mansion rumah teman paman. Kamu ikut yah?" Bujuk paman nya berusaha tenang.

"Teman paman? Apakah dia sahabat paman?"

"Tentu saja, dia partner bisnis paman, orang nya baik, dia akan menolong paman dari kesulitan paman, kamu mau ikut yah?" Bujuk paman nya dengan senyuman palsu.

"Hm, aku besok libur kuliah, kurasa aku mau ikut" jawab Adelia.

Pamannya terlihat lebih tenang. Adelia tak menduga bahwa dirinya akan di kontrak oleh CEO terkaya di seluruh prancis dan akan melayani nya sesuai kriteria kontrak yang di tanda tangani oleh paman nya, kontrak itu sah karena James menyewa jasa notaris terkenal dan karena Geroge Benkins adalah wali sang gadis maka sah saja menurut undang-undang internasional.

"Baiklah, paman, besok aku ikut. Mudah-mudahan teman paman mau menolong paman" kata Adelia dengan suara polosnya.

Maafkan aku Adelia, aku paman yang tidak bertanggung jawab. aku menjualmu ke CEO kejam itu. Kontrak nya pun baru besok aku tanda tangan, itu kalau CEO kejam itu berhasrat padamu, jika dia tidak menginginkanmu, maka tidak akan ada kontrak, bahkan, aku bisa di cincang habis habisan oleh nya.

Pamannya membatin sedih. Dia pun harus menjual rumahnya sendiri, untuk memenuhi kebutuhan hidup jangka panjang. Menjual Adelia? Itu prioritas utama.

..........

Bab 2

Di mansion, dengan naik taxi Adelia dan paman nya memasuki pagar gerbang yang sangat tinggi dan besar, luas nya sangat luas namun keindahan mansion nya terbilang sangat mewah.

Mansion kalangan elit di kota jakarta.

Taxi berjalan jauh hingga sampe ke depan pintu besar yang megah terbuat dari lapis emas, terlihat sekitar dua orang bodyguard berkacamata hitam dengan pakaian rapih mempersilahkan Mr. Benkins dan Adelia untuk masuk ke dalam mansion. Kedua orang miskin itu turun dari taxi, namun pesona Adelia jauh lebih cantik dari model kelas internasional pun.

Adelia dan paman nya berjalan memasuki mansion. Mansion itu sangat megah, sangat terang, lampu-lampu kristal bergelantungan dengan berjajar jajar menampakan kemewahan.

Di sana terdapat pilar-pilar bagaikan istana lapis emas dan hiasan-hiasan dinding berupa lukisan-lukisan mahal asli dari prancis.

"Selamat pagi" sapa seorang yang sedang berdiri di depan mereka.

James berusaha sopan di depan Adelia, ia memiliki sisi sopan santun yang bagus. Tidak mau menakuti nya, ia menganggap Adelia sangat polos, namun harus di jual oleh paman nya sendiri.

"Selamat pagi tuan, perkenalkan ini adalah Adelia, ponakanku" jawab Benkins dengan nada takut-takut.

Adelia tersenyum manis. Tatapan matanya cantik ketika dia senyum.

Itu kah ponakan nya? Cantik sekali, aku tidak pernah melihat gadis secantik dirinya, wajah, mata, kulit, tubuhnya? tak sanggup aku bayangkan! Setelah si tua Benkins pergi aku mau segera menyeret ia ke tempat tidur! Siapa namanya? Adelia! batin James terlihat terpesona. Namun Benkins menyadari itu, ponakan nya yang blasteran lebanon membuat CEO kelas dunia terpesona.

"Adelia, namaku Mr. James Myre" James mengulurkan tangannya.

Adelia segera menjabat tangan nya.

"Namaku Adelia Benkins, tuan"

James memandang Adelia keseluruhan, bagaikan mata X ray yang menerawang.

"Senang mengenalmu. Baiklah, kalian silahkan duduk." Kata James berusaha menjadi tuan rumah yang baik.

Mereka berdua segera duduk di sofa. Namun, James mengeluarkan secarik kontrak untuk di tanda tangani oleh George Benkins!

"Mr. Benkins, boleh anda ikut saya sebentar saja?" Kata James dengan nada sopan.

Adelia heran, Mr. Myre terlihat sopan dan ramah mengapa paman nya terlihat ketakutan.

"Baiklah tuan" Benkins berkata nurut. Mereka berdua segera pergi menuju ruang kerja Myre. Bukan James tidak punya kantor, itu hanya ruang kerja di mansion itu.

Adelia di siapkan minuman lezat dan kue cokelat yang sangat lezat masakan prancis, dia menyantap kue cokelat yang teramat lezat itu. Minum nya? Banana Milk Shake.

☆☆☆☆☆

Di ruang kerja yang megah dan mewah. Myre duduk di hadapan Mr. Benkins. James memberikan secarik kontrak dalam bahasa inggris dan terjemahan nya bahasa indonesia.

"Mr. Benkins, tolong tanda tangani kontrak ini. Jika anda masih mau selamat!" kata James dengan nada mengancam.

"Baiklah Mr. James Myre.  saya akan segera tanda tangan" jawab George Benkins dengan tangan gemetar karena takut.

"Boleh kamu baca dulu isinya!" Kata James memerintah. CEO itu kemudian menenggak anggur kesukaan nya, sebotol wine yang mahal.

Mr. Benkins membaca kontrak itu dengan menyimak. Yang dia lihat, mulai dari permulaan kontrak itu mengikat antara James dan dirinya, kesepakatan bisnis, hutang yang tidak mampu dia bayar, hingga, Adelia..... ponakan cantik nya di minta paksa dan tercantum namanya sebagai pekerja sesuai kriteria yang diinginkan oleh James, ketika membaca dengan detail George geleng-geleng kepala, tentang apa yang harus CEO itu lakukan pada gadis lugu yang tidak tau apapun. Terlebih Adelia tidak bisa lolos kontrak tanpa izin tertulis dari James Myre CEO kejam itu.

Kontrak perjanjian yang James Myre buat sangat detail, tak mungkin aku lolos dengan kontrak kayak begitu. kalau begitu aku serahkan saja Adelia, aku tak punya pilihan lain, maafkan aku Adelia aku bukan paman yang baik untukmu. batin George Benkins sedih, airmata menetes mengalir sejenak.

"Cepat tanda tangan kontrak itu!" Spontan James memaksa nya.

George segera tanda tangan di atas matrai dengan cepat. Pria itu kemudian tanda tangan tergesa gesa pada empat kontrak yang sama. Dua bahasa inggris dan dua bahasa indonesia. Masing-masing di simpan oleh kedua belah pihak.

"Sudah... tuan" kata George.

"Baiklah, ini dua kontrak simpan untukmu, selebihnya aku yang simpan" kata James.

"Sekarang, kita bertemu dengan ponakan cantikmu itu, kita bertiga akan makan siang bersama" kata James, mengajak George kembali ke ruang tamu mewah tempat Adelia menunggu. Gadis itu tidak tau apa apa, dia hanya menikmati kue cokelat dan minuman lezat nya.

Di ruang tamu.

"Halo, Adelia" sapa James, yang sedari tadi tidak buyar memorinya tentang kecantikan gadis itu.

"Halo, Mr. Myre.  terimakasih kue cokelat nya itu sangat lezat" kata gadis polos itu.

James tersenyum. "Sebentar lagi jam 12 siang, kita akan makan siang bersama" kata CEO itu, keinginan untuk merayu wanita timbul.

"Oh yah? Kedengaran nya menyenangkan tuan" jawab Adelia. Namun, pamannya Mr. Benkins masih terlihat bagaikan orang ketakutan.

Paman itu sebenarnya kenapa? Mr. Myre sangat ramah dan baik, dia terlihat..... sangat tampan, aku suka, dia asli prancis kayaknya, logat nya itu, keren yah. Batin Adelia dengan setetes rasa suka di hati nya.

"Baiklah kalau begitu, Adelia, Mr. Benkins kita makan siang di restoran yah, restoran elit di pusat kota jakarta." Kata James, pandangan nya tak luput memandangi kecantikan Adelia yang bagaikan princess.

"Restoran? Wah menyenangkan!" Adelia terkikik centil.

Suaranya lembut sekali, dia gadis paling anggun yang pernahku kenal. batin James. Namun, Mr. Benkins hanya mengamati, dan menganalisa bahwa James Myre CEO yang terkenal kejam mulai naksir pada ponakan nya!

James terlihat naksir pada Adelia, syukurlah, berarti aku aman dan tidak akan di cincang, hutangku di anggap lunas malah James memberiku bonus satu juta dolar karena menyerahkan Adelia. batin Mr. Benkins lega. Paman nya sekarang akan memulai hidup baru dengan uang seadanya, dari James tentunya, George Benkins yang dulu terkenal kaya sekarang akan menjalani hidup sederhana dan kekurangan, namun karena uang dari James satu juta dolar amerika, Mr. Benkins masih bisa beli rumah yang sangat murah dan masih bisa usaha dagang online kecil-kecilan.

"Ayo kita berangkat sekarang" kata James, mengajak Adelia dan pamannya George Benkins. Mereka menuju mobil Limousine anti peluru milik James yang berkesan mewah.

"Restoran italia kesukaanku, kalian akan menyukainya di sana menu nya bervariasi" kata James. Sambil mempersilahkan Adelia masuk ke mobil. Begitu juga George, di ajak untuk makan siang di restoran mahal.

Mereka bertiga jalan naik mobil mewah menuju restoran mahal di pusat kota jakarta.

Di jalan, sambil mengendarai Limousine, James dan Adelia terlihat akrab. Gadis lugu itu tidak tau hasrat seberat apa yang berusaha di bendung oleh CEO itu.

..........

Bab 3

Di restoran italia termahal di jakarta. Restoran para artis dan para pejabat. Kehadiran Mr. James Myre membuat semua orang heboh.

Ternyata, James memang sangat terkenal di kalangan orang elit dan konglomerat. Dia sering beberapa kali jadi cover majalah bisnis dan hal-hal yang berhubungan dengan kekayaan harta. Ia pun terkenal salah satu orang terkaya di prancis, namun umur nya yang masih tergolong muda yang membuat daya tarik nya tersendiri.

Orang-orang heboh di sana, mulai dari para pelanggan restoran, para artis, hingga para pejabat bahkan ada beberapa menteri indonesia yang heboh menjadi penggemar.

James di sanjung-sanjung, dan di beri tepuk tangan meriah. Rasanya bagaikan raja.

Mereka bertiga duduk di restoran, James mempersilahkan Adelia dan Mr. Benkins untuk memesan menu. Tak lama kemudian datang pelayan laki-laki siap mencatat pesanan.

Mereka bertiga memesan makanan mewah yang lezat. Namun, Adelia dan James mulai akrab.

Namun, di ujung sana.

Sekitar tiga orang mahasiswi mengenali Adelia. Mereka mahasiswi itu adalah musuh nya Adelia di kampusnya.

"Eh Anna, itu kan.. Adelia!" Kata sahabat nya yang sedang duduk di restoran, melihat ke arah Adelia yang cantik bersama CEO tampan.

Ketiga mahasiswi itu adalah yang sangat dengki dengan Adelia. Menurut mereka Adelia itu super cantik, mereka ngiri.

Melihat Adelia bersama Mr. Myre yang sangat terkenal ketiga gadis itu malah tambah dengki dan marah.

"Wajarlah gadis secantik Adelia, dapat cowok ganteng, lihat! Bintang film sinetron aja kalah jauh dengan Adelia, Adelia cantik, apalagi ibu nya orang lebanon kamu tau kan orang lebanon secantik apa?" Kata Kaylan, mahasiswa berwajah sunda asli indonesia.

"Tapi kan itu Mr. Myre,  Kaylan!" Komentar Anna seolah tidak terima Adelia dapat cowok cakep incaran para gadis.

"Emang nya ada urusan apa yah? Adelia sampe makan siang bareng Mr. Myre?" kata Anna. Seolah tak terima.

"Kita selidikin aja urusan Adelia, si gadis bule tercantik primadona kampus kita!" Kata Elisa. Seorang gadis berdarah batak-jawa.

"Lihat deh, senyuman Mr. James Myre, terlihat manis, kepada Adelia!" Kata Anna yang memandang ke arah mereka, tentu saja Adelia, Mr. Myre dan Mr. Benkins tidak terlalu jauh jarak nya dari ketiga mahasiswi tersebut.

"Senyum manis? Apa senyum naksir?" Selidik Kaylan jengkel dia mulai ngiri, kacamata Kaylan tak mampu menutupi kedengkian yang terpancar dari wajah nya. Mereka bertiga adalah mahasiswi nyinyir, yang benci pada Adelia di kampus, kesana-kemari mereka bertiga mahasiswi yang sering nge-gosip tentang Adelia, gadis paling cantik belasteran lebanon-belanda.

"Kaylan, tau kan kemarin pas asistensi ada gosip apa tentang Adelia?" Kata Anna mulai bahan gosip.

"Apa yah?" Kata Kaylan, Elisa pun ikut menyimak.

"Ka Bayu senior kita naksir banget dengan Adelia, dia mau nembak Adelia tapi ragu-ragu!" Kata Anna.

"Oh gosip itu! Yah cewek secantik Adelia, mana mau dengan ka Bayu, tuh lihat Adelia udah ngegaet CEO ganteng, orang prancis pula!" Kata Elisa, merasa dengki, Mr. James Myre adalah CEO incaran para wanita kaum muda, bahkan di luar negeri pun para wanita rela untuk di jadikan simpanan tanpa status pernikahan, mereka merasa James punya hampir segalanya, namun urusan hal pribadinya tentang kehebatan di ranjang adalah salah satu yang utama. Para wanita tergila-gila pada James Myre, CEO yang beberapa kali jadi cover majalah bisnis.

"Lihat, Mr. James Myre kayaknya sedang ngerayu Adelia yah?" Komentar Elisa heboh.

Pandangan James tak lepas dari Adelia, padahal mereka bertiga orang-orang bule itu sedang menikmati makan siang sambil ngobrol-ngobrol santai. Termasuk Mr. Benkins dia lega bahwa James tak jadi menghabisi nyawanya. James terlihat kalem, namun sorot pandangan pria itu terpesona pada gadis lugu di hadapan nya.

Ketiga mahasiswi itu tidak terlalu menikmati makanan lezat mereka di restoran, mereka cemburu gila melihat Adelia yang sedang makan siang bersama CEO terkenal. Namun, bersama paman nya Mr. George Benkins, belum ketahuan oleh siapapun bahwa Adelia telah di jual oleh paman nya dengan harga yang sangat mahal oleh paman nya sendiri. Namun apakah Adelia beruntung dapat seorang pria yang tampan? Dan kaya?

Mungkin kalau di tanyakan pada gadis pada umumnya mereka tidak menyesal kalau berada di posisi Adelia. Namun, apa yang Adelia rasakan jika mengetahui apa yang dilakukan oleh paman nya?

☆☆☆☆☆

"Kamu mahasiswi, masih kuliah?" Tanya James pada Adelia mereka sedang makan masakan italia yang sangat lezat.

"Aku mahasiswi jurusan bisnis" jawab Adelia.

"Kata pamanmu kamu model yah?" Kata James dengan pandangan wajah merayu. Jiwa pria nya timbul senang merayu seorang gadis muda yang amat cantik.

"Aku hanya foto model" jawab Adelia dengan wajah merah merona.

"Pasti sangat cantik" puji CEO itu, sedangkan paman nya, Mr. Benkins menggumam keberhasilan menjual ponakan cantiknya itu.

Adelia tersenyum malu-malu, gadis lugu, dia tidak tau sebuas apa pria kalau sedang kambuh. Adelia melanjutkan makan siang nya.

"Adelia, boleh aku lihat foto-foto hasil photoshoot kamu?" Kata Mr. Myre penasaran.

"Boleh, Mr. Myre, karena aku freelance aku tidak selalu dapat job, yah sebulan lumayan lah dua sampe tiga photoshoot"

"Aku ingin lihat, ayo mana Foto kamu?" James berusaha semanis mungkin.

Adelia mengambil HP nya kemudian menunjukan foto-foto anggun yang sexy.

"Itu foto saya tuan"

Myre terbelalak. Kecantikan Adelia bertambah berkali kali lipat di foto-foto tersebut.

Ternyata, Adelia adalah wanita idamanku selama ini. batin Mr. Myre. Pria itu terpesona, dan bengong, hampir seluruh restoran menyadari bahwa CEO yang paling di idolakan para gadis sedang mencintai gadis lugu yang cantik.

"Bagaimana menurutmu mister?" suara lembut Adelia terdengar manis.

James mengangguk. "Very beautiful". jawab pria prancis itu.

☆☆☆☆☆

Sontak. Seluruh restoran kaget, memang orang-orang di sana curi-curi pandang pada ketiga orang bule tersebut, mendengarkan pembicaraan Myre dan Adelia.

Ketiga mahasiswi musuh nya Adelia pun terdiam amat dengki.

Kurangajar, Mr. James Myre naksir dengan Adelia? Kenapa yang namanya cewek cantik seolah dapat segalanya? Komentar Anna dalam hatinya penuh kedengkian.

"Lihat, Mr. Myre bilang Adelia sangat cantik! Gila ga?" Komentar Anna. Namun, Elisa dan Kaylan ikutan dengki.

"Tapikan, ka Bayu naksir berat sama Adelia, senior itu bakal kecewa kalau tau Adelia dengan pria lain!" jawab Elisa.

"Yah, kamu mah, lihat dong itu Mr. Myre udah terpesona dengan Adelia! Ka Bayu? aduh kalian harus mikir, ka Bayu aja tidak mapan, cewek secantik Adelia? Dapat pangeran mana juga bisa!" Terdengar Kaylan komentar dengan rasa cemburu. Dalam hati Kaylan mencintai CEO itu. Bahkan cinta nya amat dalam.

Kaylan Adinda, seorang gadis indonesia berusia dua puluh tahun, seumur dengan Adelia Benkins. Kaylan pun berpenampilan gaya dan modis, tubuh Kaylan tinggi sekitar seratus enam puluh lima centimeter, lebih tinggi dari Adelia. Kaylan pun berwajah asli indonesia, kulit nya tidak hitam, namun cokelat terang, hidung nya mancung rata-rata khas indonesia serasi dengab mata besarnya, bentuk tubuh Kaylan emang sexy namun ramping, dia sewaktu SMA ikutan cheerleaders maka dia lumayan atlit.

Kaylan sangat jatuh cinta pada Mr. James Myre, keinginan nya mempunyai keturunan berdarah indo-blasteran adalah cita-citanya, Kaylan tidak mau jadi putih, tak kebanyakan orang yang berlomba lomba suntik putih, dia merasa kulit cokelat terang nya unik dan menggoda di pandangan para pria asing.

Semenjak SMA, Kaylan sudah nge-fans berat dengan Mr. James Myre, dia koleksi foto-foto CEO itu, majalah-majalah yang memuat Myre menjadi cover, bahkan apapun tentang James Myre dia hafal. Busa di bilang Kaylan tergila gila pada CEO itu dan ingin merebut nya dari Adelia!

Jika sampe Mr. Myre jatuh cinta padamu, Adelia, aku akan menghancurkanmu. Batin Kaylan cemburu gila. Gadis itu menyusun rencana. Bagaimana mendapatkan James Myre kepelukan nya.

..........

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED