Bab 2

Napas Valerie memburu, api yang begitu membara seperti membakar tubuhnya dari dalam, membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

Apabila kendali dirinya tidak kuat, sudah pasti Valerie akan menggeliat di atas lantai dingin untuk mencari sesuatu yang bisa membuat nyaman tubuhnya. Gairahnya yang meletup-letup juga menjadi masalah bagi Valerie, karena aphrodisiac inilah Valerie tahu kalau dirinya tengah terangsang hebat dan membutuhkan pelepasan.

Keningnya dipenuhi oleh peluh, Valerie menghapusnya menggunakan lengan. Tidak jarang dia meremas rok gaun yang dikenakannya untuk mencoba membuat tubuhnya lebih rileks, sayangnya usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

“Glory, apa minuman yang Jennifer berikan padaku mengandung aphrodisiac selain obat tidur?” tanya Valerie dalam hati, ditujukan kepada Glory.

[99% aphrodisiac yang ada dalam tubuhmu berasal dari minuman yang kau konsumsi, Valerie. Kita berdua baru saja kembali ke dunia ini di kamar hotel tadi, sehingga sistem ini tidak bisa memberikan hasil analisa yang jelas mengenai siapa pelakunya.]

Suara Glory terdengar dalam benak Valerie, memberitahu hasil analisa sementara yang telah dilakukan.

Valerie tidak perlu berpikir keras untuk mengetahui siapa pelaku yang membuatnya seperti sekarang ini. Orang bodoh saja pasti tahu kalau Jennifer adalah pelakunya, dia satu-satunya orang yang menawari segelas minuman kepada Valerie ketika mereka berada di ruang pesta.

Hal seperti ini juga terjadi di kehidupan pertama Valerie, tetapi Valerie yang sudah dipojokkan oleh Bos Walker memilih untuk melompat dari jendela kamar sebelum aphrodisiac dalam tubuhnya bereaksi. Karena itulah Valerie tidak tahu kalau Jennifer juga memasukkan obat perangsang ke minumannya setelah obat tidur.

Dengan dosis tinggi seperti ini, sepertinya Jennifer tidak hanya menginginkan Valerie hancur dipermainkan oleh Bos Walker, dia juga ingin gadis itu mati karena overdosis kombinasi obat tidur dan aphrodisiac.

“Aku akan membuat perhitungan dengan Jennifer setelah bisa keluar dari situasi ini,” gumam Valerie.

Kedua kaki Valerie bergetar hebat, mereka juga terasa lemas. Apabila Valerie tidak menyandarkan bahunya pada dinding yang dingin di samping, dia akan terjatuh ke lantai dengan keadaan yang memalukan.

Valerie mengambil napas dalam-dalam, sekuat hati dia mencoba untuk menenangkan diri dan menghiraukan reaksi aphrodisiac yang ada dalam tubuhnya. Walaupun hal itu sangat sulit untuk melakukannya, tetapi tidak mustahil untuk dilakukan.

Dengan langkah yang pelan, Valerie pun berjalan lagi. Langkahnya terseok-seok, dia berpegangan pada dinding lorong hotel untuk memberinya tumpuan, sehingga dia tidak oleng ke samping akibat ketidaknyamanan yang tubuhnya rasakan.

[Valerie, dosis tinggi aphrodisiac dalam tubuhnya melampaui batas aman. Kau tidak bisa menghiraukannya begitu saja atau fungsi organ dalam tubuhmu menjadi semakin rusak. Kau hanya memiliki sepuluh jam untuk hidup.]

Langkah Valerie terhenti lagi begitu mendengar pemberitahuan Glory.

“Bagaimana mungkin fungsi organ dalamku rusak? Kalau aku tidak salah ingat tiga hari yang lalu aku baru saja melakukan pemeriksaan kesehatan, dan dokter yang memeriksaku memberikan hasil sehat padaku,” tekan Valerie.

Gadis itu kembali menambahkan. “Semua misi yang kulakukan di dua dunia sebelumnya berhasil dan mendapatkan nilai S dari Lord God. Sebagai hadiahnya dia memberiku kesempatan untuk bisa kembali ke dunia asalku ini, bagaimana mungkin sebelum aku bisa menikmati hasil jerih payahku, tubuhku mati duluan?!”

Apabila tubuh Valerie sangat sehat dan tidak memiliki masalah apapun, mengonsumsi aphrodisiac dan obat tidur dalam dosis seperti ini tidak akan memberikan efek berarti bagi tubuhnya. Tetapi yang mengejutkan adalah Glory memberitahu Valerie kalau tubuhnya tidak lagi menjadi baik.

Dan yang paling membuat Valerie ingin memberikan protes keras adalah dia hanya memiliki sepuluh jam untuk bisa hidup di dunia ini.

[Sistem ini juga tidak mengetahuinya.]

“Apa Lord God menipuku?!!” tuntut Valerie yang sedikit tidak terima, rasa kagumnya terhadap dewa utama itu menghilang.

[Lord God tidak pernah menipumu, Valerie, dan kau tidak bisa mengatakan sesuatu yang buruk terhadap Beliau.]

“Lalu berikan penjelasan padaku mengapa organ dalam tubuhku rusak dan waktu hidupku tinggal sepuluh jam sekarang ini?”

Valerie tidak ragu akan perkataan sistemnya yang memberitahu kalau dirinya hanya memiliki dua belas jam untuk hidup lagi. Rasa tidak nyaman yang Valerie rasakan sekarang ini berbeda dengan apa yang pernah dia alami sebelumnya, di dua dunia sebelumnya tidak sekali ataupun dua kali ada orang yang memberinya aphrodisiac, tetapi rasanya tidak seperti sekarang ini.

Apa yang Valerie rasakan bisa dikatakan sedikit lebih sakit, seperti organ dalam tubuhnya diaduk-aduk. Valerie jauh lebih mengerti tubuhnya, sehingga dia tidak merasa Glory berbohong padanya.

[Valerie, di dua dunia sebelumnya kau berperan sebagai seorang villain. Kau menyelesaikan misi yang diberikan, tetapi caramu sangat ekstrem dan membuat dunia menjadi hancur.]

[Sistem ini sudah mengatakan kalau kau tidak perlu melakukan hal yang berlebihan, tetapi kau tidak mendengarkannya dan memilih untuk membunuh protagonis lalu menjadi teroris di dunia pertama dan seorang tyrant di dunia kedua. Perbuatanmu itu menyebabkan dua dunia sebelumnya menjadi tidak seimbang, dalam waktu kurang dari sepuluh tahun kemudian dua dunia itu mengalami kehancuran.]

Valerie terdiam, mendengarkan penjelasan Glory. Penjelasan tersebut belum berakhir, Glory kembali menambahkannya.

[Walaupun kau mendapatkan nilai S dan tingkat kepuasan yang tinggi, tetapi dunia yang kau tinggalkan menjadi porak-poranda. Oleh karena itu, Lord God memberimu hukuman sebagai konsekuensi dari perbuatanmu itu, Valerie.]

Setelah Valerie mati di kehidupan pertamanya karena melompat dari jendela kamar hotel, sebuah sistem yang mengatakan dirinya sebagai utusan Lord God pun datang dan menyelamatkan jiwa Valerie. Apabila Valerie bisa mendapatkan nilai A atau lebih dalam misi yang diberikan di dunia lain, maka Lord God akan memberinya kesempatan untuk kembali ke dunia asalnya dan mengulang kehidupan untuk mengoreksi penyesalan yang Valerie miliki.

Valerie setuju, dia dan Sistem 666 dengan kode Glory pun pergi ke dunia interstellar setelah kematiannya. Peran Valerie di sana adalah seorang villain yang merupakan mantan putri Kerajaan Starlight yang hancur, dan hidupnya akan berakhir tragis. Sementara di dunia kedua, Valerie menjadi seorang janda kaya, Duchess Orlaind, di Kerajaan Alvia.

Persamaan dari kedua perannya adalah mereka sama-sama seorang villain dan hidupnya akan berakhir tragis. Apakah Valerie setuju untuk mendapatkan akhir hidup yang tragis? Jangan bermimpi, Valerie tidak akan menyetujuinya.

Di dunia interstellar dia berubah dari seorang putri menjadi seorang penjahat atau teroris yang sangat ditakuti. Dia berhasil menciptakan sebuah era baru dan meninggalkan dunia itu setelah menghancurkan Negara Federasi Galaxtica. Sementara di dunia kedua, sebagai Duchess Orlaind Valerie berhasil menjadi tyrant dan juga orang terkaya di Kerajaan Alvia.

Kedua misi itu mendapatkan nilai S yang memuaskan, bahkan kedua kliennya tidak memiliki alasan untuk protes saking puasnya. Sayangnya kegiatan villain yang Valerie lakukan memiliki dampak yang begitu besar pada kelahirannya kembali di dunia asalnya ini.

“….” Valerie yang tidak bisa mengucapkan apapun lagi hanya terdiam.

Apakah Valerie menyesal? Jawabannya adalah dia sedikit menyesal.

[Untuk menebus dosamu karena telah menghancurkan dua dunia, Lord God memutuskan untuk memangkas sisa hidupmu di dunia ini. Namun kau jangan khawatir, Lord God tidaklah sekejam yang kau bayangkan, Beliau memberikan kesempatan padamu untuk mendapatkan waktu hidup tersebut.]

“Apa yang harus kulakukan?” tanya Valerie.

[Valerie, Lord God mengetahui kau memiliki kekayaan yang nilainya tidak terkira di dua dunia terdahulu. Kau bisa membeli waktu hidupmu dengan jumlah kekayaanmu yang telah terakumulasi di dunia yang kau hancurkan]

Kekayaan Valerie sebagai seorang tyrant dan pewaris kerajaan di era interstellar memang tidak terkira, bahkan bila dibawa ke dunianya yang sekarang harta kekayaan Valerie bisa digunakan untuk membeli Bumi dengan mudahnya. Namun yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara Valerie menggunakan harta kekayaannya itu untuk membeli waktu hidup?

Seperti menjawab pertanyaan Valerie, Glory pun tidak membuat Valerie menunggu lama.

[Lord God memberi pesan kalau kau bisa mengkonversikan harta kekayaanmu menjadi waktu hidup dengan menghabiskannya. Kau bisa membelanjakan semua uang yang kau miliki di dua dunia sebelumnya dalam waktu tertentu. Dan setelah melakukannya, waktu hidupmu akan bertambah. Namun, di sini terdapat peraturan yang tidak bisa kau langgar.]

Glory mengatakan dalam melakukan misi menghabiskan sejumlah uang untuk mendapatkan waktu hidup, Lord God memberikan tiga peraturan yang harus Valerie taati.

Peraturan pertama, Valerie tidak bisa menyumbangkan atau memberikan secara cuma-cuma uang tersebut kepada orang lain.

Peraturan kedua, apabila sejumlah uang yang diberikan dalam misi tidak habis atau Valerie gagal menghabiskannya saat waktu yang ditentukan berakhir, maka jumlah yang harus dihabiskan akan menjadi dua kali lipat. Sementara waktu yang diberikan hanya tinggal setengahnya. Waktu yang didapatkan pun juga tidak sebanyak pada kesempatan pertama.

Peraturan ketiga, apabila Valerie gagal sebanyak dua kali, maka Valerie dan sistemnya akan dihapus dari dunia ini.

“Misi menghabiskan uang, kedengarannya mudah tetapi aku mencium adanya konspirasi di sini,” komentar Valerie.

Apabila membeli waktu hidup sama artinya dengan menghabiskan uang miliknya sendiri, Valerie tidak akan menganggapnya sebagai sesuatu yang susah. Hanya saja semakin ke sini, Valerie memiliki firasat kalau dia akan makan perkataannya sendiri.

Sebelum Valerie bisa berpikir jauh lagi, reaksi dari aphrodisiac yang menjalar dalam tubuhnya semakin menjadi-jadi, membuat pandangannya menggelap dan Valerie hampir jatuh tidak sadarkan diri.

Gadis itu menggigit bagian bawah bibirnya dengan kuat-kuat. Rasa sakit yang dia rasakan membuat pikirannya sedikit jernih, di sini Valerie menghiraukan rasa darah yang terkumpul di mulut.

“Glory, aku tidak kuat lagi,” keluh Valerie. Dia tidak mampu berjalan lebih dari ini. “Apa yang harus kulakukan untuk menghilangkan reaksi obat perangsang ini??”

[Sistem ini menyarankan padamu untuk pergi ke rumah sakit.]

Pergi ke rumah sakit? Valerie mendengus kecil, dia tidak akan pergi ke rumah sakit. Tidak hanya gadis itu tidak menyukai rumah sakit, dia juga tidak ingin menarik perhatian Keluarga Meyer. Valerie ingat kalau dia dan keluarganya tidak akur.

“Apa tidak ada cara lain?” tanya Valerie lagi.

Sistemnya tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, ada jeda sesaat seolah-olah Glory memiliki keraguan untuk memberi jawaban pada Valerie. Jeda tersebut tidak bertahan lama, karena berikutnya Glory memberikan jalan keluar untuk masalah yang Valerie miliki.

[Kau bisa menyewa seorang gigolo dan tidur dengannya sampai efek aphrodisiac menghilang dari tubuhmu.]

Sebagai seorang villain yang profesional, dunia hitam bukanlah hal yang asing bagi Valerie. Masalah berhubungan seks dan sebagainya bukanlah hal yang tabu lagi. Meskipun dalam sepanjang karirnya di dua dunia sebelumnya Valerie tidak pernah menyentuh hal itu, dia bukanlah orang yang naif dan tidak memiliki gambaran mengenai hubungan percintaan.

Walaupun Valerie tidak menolak saran Glory, gadis itu masih enggan untuk menyerahkan kesuciannya dalam hubungan satu malam dengan laki-laki yang tidak pernah dikenalnya. Tidak hanya itu saja, Valerie yang memiliki masalah mengenai kebersihan merasa enggan untuk memanggil seorang gigolo yang sering menyentuh banyak wanita untuk melayaninya.

[Kalau kau tidak ingin memanggil seorang gigolo, kau memiliki pilihan untuk memanggil kekasihmu, Valerie]

Kekasih Valerie?

Jangan bercanda!!

Bibir Valerie berkedut. Jangankan memanggil orang itu sebagai kekasih, Valerie ingin sekali mencincang tubuhnya dan kemudian membuangnya ke laut. Dibandingkan disebut sebagai seorang kekasih, orang itu tidak lebih dari seorang musuh dalam selimut.

Bermain dengan Jennifer yang merupakan mantan sahabat Valerie dan kemudian mereka berdua mengirimkan Valerie ke tempat ini kepada Bos Walker. Valerie tidak berani memanggil Andy sebagai kekasihnya.

“Kau pesankan kamar hotel untukku dan booking pelayanan ekstra sekalian,” putus Valerie pada akhirnya.

Dibandingkan dengan Andy, memanggil seorang gigolo untuk tidur dengan Valerie adalah pilihan yang jauh lebih baik. Oleh karena itu Valerie tidak lagi ragu untuk menyuruh Glory memesan kamar hotel untuknya sekalian pelayanan ekstra.

[Ding! 2000 dollar telah berhasil digunakan untuk membooking kamar hotel. Host mendapatkan waktu hidup sebanyak dua jam. Sisa waktu hidup yang Host miliki adalah dua belas jam.]

Valerie membuka kedua matanya saat dia mendengar pengumuman tersebut. Gadis itu tidak pernah menyangka kalau uang yang dimilikinya bisa membeli waktu hidup, rasanya seperti dia masih ada dalam dunia mimpi dan belum kembali pada kenyataan.

[Valerie, kau bisa menuju kamar 1708. Kunci kamarnya bisa kau temukan dalam tas tanganmu.]

Gadis itu merogoh tas tangan yang dia pegang dan menemukan sebuah kartu hotel yang merupakan kunci pintu, nomor 1708 tertera di sana.

Dengan kedua kaki yang benar-benar lemas, Valerie memaksakan diri untuk pergi menuju kamar yang sudah Glory booking untuknya. Efek dari aphrodisiac yang meracuni tubuhnya membuat kulit tubuh Valerie memerah, rasa panas yang berasal dari nafsu tinggi akibat obat itu kembali menjalari tubuhnya, membuat Valerie berkali-kali hampir jatuh lemas di lantai.

Setelah mengalami perjalanan yang cukup sulit karena kondisinya tersebut, akhirnya Valerie tiba di kamar 1708. Gadis itu langsung masuk setelah membuka pintu dan menguncinya dari dalam.

Ketika Valerie menatap lurus ke depan, dia terhenyak karena matanya bertemu dengan sepasang manik kelabu yang begitu tajam. Mereka menatap sosok Valerie dengan begitu dalam, ada aura penuh bahaya yang berasal dari pemilik mata indah itu.

Pemilik mata kelabu indah itu adalah seorang pemuda yang sangat tampan, Valerie menganggap dia adalah orang paling tampan yang pernah gadis itu temui.

Pemuda itu bertubuh tinggi sekitar 185 cm, badannya yang begitu atletis dan proporsional dibalut oleh setelan jas hitam dan celana kain, memperlihatkan bahu lebar dan dada bidangnya. Rambut hitam pemuda itu sedikit berantakan, dan Valerie juga mendengar napas yang tersengal-sengal darinya.

Apa gigolo sekarang ini memiliki kriteria tersendiri? Mereka luar biasa tampan dan bisa disejajarkan dengan artis Hollywood kelas atas, bahkan pemuda ini jauh lebih tampan dari mereka. Valerie berpikir sesaat, tertegun sampai tidak bisa mengedipkan mata karena terbuai oleh pesona pemuda tampan ini.

“Wow….” Valerie menggumam kecil.

Walaupun pemuda ini adalah seorang gigolo, setidaknya dia tampan. Valerie merasa dia tidak rugi menyerahkan kesuciannya malam ini, setidaknya orang yang tidur dengannya adalah pemuda tampan seperti orang ini.

Baik Valerie dan pemuda itu tidak bergerak dari tempat mereka berada. Keduanya saling menatap untuk sesaat, dan tanpa sadar merasakan adanya sengatan listrik imajiner yang menyengat keduanya.

Karena pengaruh aphrodisiac dalam tubuhnya, Valerie tidak melihat kalau ekspresi pemuda itu sedikit aneh, bahkan dia juga tidak menyadari kalau pemuda ini juga memiliki efek yang sama dengan gadis itu.

Ketika dua orang yang memiliki pengaruh aphrodisiac kuat dalam diri mereka bertemu, walaupun di depan ada sedikit penolakan tetapi setelahnya reaksi mereka berdua bisa ditebak. Layaknya kayu kering yang langsung terbakar hebat oleh api yang membara, dua orang yang telah dikendalikan oleh nafsu masing-masing pun tidak bisa lagi menolak, mereka langsung bertemu satu sama lainnya dan sebuah pergulatan panas pun terjadi dalam ruangan itu.

Gaun biru Valerie dan juga pakaian formal yang pemuda tadi kenakan kini berserakan di atas lantai, terabaikan dingin setelah mereka dilempar begitu saja di tempat itu beberapa jam yang lalu.

Di atas ranjang, dua sejoli yang terbakar oleh gairah yang membara pun bergulat dengan panasnya tanpa henti. Hentakan demi hentakan yang terjadi di sana membuat ranjang yang ditumpangi bergetar hebat, dan tidak jarang suara desahan yang keras beserta bunyi air yang diaduk terdengar memenuhi kamar tersebut.

Sosok pemuda bertubuh atletis dan jauh lebih besar berada di atas tubuh polos Valerie. Tangan kekar itu juga memegang salah satu kaki Valerie, melebarkannya untuk memberi jalan bagi setiap terjangan yang dilancarkan oleh sang pemuda pada tubuh Valerie.

Valerie bisa merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Tangannya mencengkeram lengan berotot sang pemuda, tidak sekali maupun dua kali kuku jari tangannya yang dipoles warna pink mencakar punggung sang pemuda, terutama saat pemuda itu membuatnya mabuk dalam kenikmatan duniawi. Cakaran tersebut meninggalkan bekas kemerahan, namun rasa sakit yang mengikutinya dihiraukan begitu saja oleh pemuda itu.

Pergulatan keduanya di atas ranjang tersebut tidak berhenti sampai pukul empat pagi, pemuda tampan yang Valerie pikir sebagai gigolo tersebut begitu semangat untuk melampiaskan semua gairah yang terpendam dalam dirinya. Bahkan Valerie sendiri tidak bisa menanganinya, pandangannya menggelap beberapa kali sebelum kemudian sang pemuda kembali menarik Valerie masuk dalam jerat cinta yang membuatnya semakin tenggelam.

“Glory, aku serasa ingin mati,” keluh Valerie yang tidak bertenaga kepada sistemnya.

Tubuh Valerie serasa remuk, bagian intimnya kemungkinan besar terluka dan dia bisa merasakan darah keperawanannya yang bercampur oleh sperma si pemuda mengalir ke paha dalamnya.

Valerie mengakui kalau pemuda ini hampir membunuhnya di tempat tidur. Namun, sebagai pengalaman pertamanya berhubungan seks dengan seorang lelaki, Valerie bisa memberikan bintang lima atas pelayangan hebat yang pemuda itu berikan padanya.

“Orang ini pasti gigolo kelas atas yang membuat banyak wanita jatuh cinta padanya,” kata Valerie lagi.

Gadis itu mengangkat lengannya, dan di kulitnya yang mulus terdapat bekas kemerahan yang terlihat sedikit mengerikan. Apabila Valerie melihat tubuhnya di depan cermin, gadis itu akan menemukan tidak ada bagian tubuhnya yang tidak memiliki bekas cinta seperti ini.

Valerie menoleh ke arah pemuda yang masih tertidur di sampingnya, dia menarik napas dalam-dalam sebelum bangun dari tempat tidur dengan susah payah. Pinggang Valerie terasa sakit sekali, seperti mau patah, dan tubuhnya juga terasa seperti baru saja dilindas truk besar yang menghantamnya. Tenaga pemuda ini sangat mengerikan, pikir Valerie dalam hati.

[Valerie, ada sesuatu yang sistem ini ingin beritahukan padamu.]

Glory yang tinggal dalam kesadaran Valerie terlihat sedikit ragu untuk mengatakan hal itu.

Setelah membersihkan dirinya secepat mungkin, Valerie segera mengenakan gaun birunya yang tadi terlempar di atas lantai. Pada bagian samping gaun biru itu, Valerie menemukan kalau gaunnya sedikit rusak akibat koyakan yang gigolo itu lakukan saat dia melepas pakaian gadis itu.

Valerie menghela napas panjang sebelum mengambil jaket jas hitam yang dikenakan oleh sang pemuda tadi. Dia mengenakan jas itu untuk menutupi area rusak pada gaunnya.

“Katakan saja yang ingin kau katakan,” ujar Valerie seraya mengenakan kedua sepatu pada kakinya.

Dia menoleh ke arah tempat tidur dan menemukan sang pemuda masih terlelap. Tubuhnya yang begitu atletis memiliki otot keras dengan perut six packs dan mermaid line, bagian bawahnya tertutup oleh selimut untuk menyembunyikan bagian yang hampir membuat Valerie mati di atas ranjang.

[Saat sistem ini memesan kamar hotel untukmu, petugas hotel melakukan kesalahan. Kamar yang seharusnya kau pesan adalah 1709 dan bukannya 1708.]

1709?

Sepasang manik sebiru langit tersebut menatap sosok pemuda tampan yang menjadi teman tidurnya dan membuat Valerie hampir mati tadi. Kamar ini bukanlah miliknya, berarti pemuda itu bukanlah gigolo yang Valerie pesan. Lalu siapa pemuda yang tidur dengan Valerie itu?

Valerie bisa saja mencari tahu menggunakan sistem yang dimilikinya, tetapi setelah berpikir ulang dia mengurungkan niatnya. Lebih baik Valerie tidak mengetahui identitas orang ini, mereka berdua adalah sepasang orang asing yang hanya dipertemukan oleh nafsu semata.

Valerie membutuhkan pemuda itu semalam, dan sepertinya pemuda itu juga tidak menolaknya saat dilihat dari antusiasnya di atas ranjang. Mereka berdua mendapatkan apa yang diinginkan masing-masing, dan setelah itu mereka bisa kembali menjadi sepasang orang asing yang tidak saling kenal.

Apa yang dipikirkannya tersebut bukanlah ide yang buruk. Pada dasarnya mereka juga tidak saling mengenal.

“Kalau begitu sebelum orang ini bangun, aku harus segera pergi,” ucap Valerie kepada Glory.

Setelah mengambil tas tangannya, Valerie mengambil sejumlah uang dengan total 15.000 dollar dan meletakkannya di atas meja nakas.

“Orang mana pun tidak akan rugi mendapatkan 15.000 dollar setelah tidur denganku. Anggap saja uang itu sebagai ucapan terima kasihku setelah memberikan pelayanan yang memuaskan,” kata Valerie kepada Glory.

[Ding! 15.000 dollar berhasil dikonversikan sebagai waktu hidup sebanyak dua hari. Total waktu hidup yang Host miliki adalah dua hari lebih enam jam!]

Meskipun waktu hidup yang Valerie dapatkan hanya dua hari, gadis itu mengangguk puas.

Dengan hati yang ringan karena waktu hidupnya bertambah, Valerie memberikan ciuman perpisahan pada bibir pemuda yang masih tertidur tersebut. Tanpa mengucapkan apapun lagi, Valerie bergegas pergi dari kamar hotel, meninggalkan pemuda itu sendirian di sana.

Tanpa sepengetahuannya, setelah Valerie meninggalkan hotel, pemuda yang tadinya masih tidur kini membuka kedua matanya. Manik sedalam awan mendung tersebut terlihat begitu kalem, tidak terkontaminasi oleh rasa kantuk atau emosi apapun.

Pemuda tampan itu melirik ke arah setumpuk uang yang ada di meja nakas, manik kelabunya tersebut semakin bertambah gelap seperti warna hitam yang pekat, layaknya badai besar yang akan datang.

Bibir pemuda tampan itu berkedut sesaat, menyunggingkan sebuah senyuman miring yang tidak sampai pada kedua matanya.

“Menarik.”

Bab 3

Kamar 1709 adalah kamar yang sebenarnya dipesan oleh Glory untuk Valerie. Kalau saja pelayan hotel tidak membuat kesalahan dalam memberikan kunci kamar, sudah pasti insiden semalam tidak akan terjadi pada Valerie. Meskipun demikian, Valerie tidak memiliki penyesalan barang sedikit pun. Kalau bukan pemuda misterius yang tidur dengannya, kemungkinan besar dia akan menggunakan jasa gigolo yang sudah dipesankan oleh Glory untuknya.

Setidaknya orang yang tidur dengannya sangat tampan, Valerie merasa tidak rugi. Tidak hanya itu juga, sang pemuda juga begitu antusias sampai hampir membunuh Valerie di tempat tidur.

Valerie bersyukur tidak ada orang yang mengenalinya mengetahui hal ini, mau ditaruh di mana mukanya kelak kalau semua ini diketahui oleh mereka. Biarkan apa yang terjadi semalam menjadi rahasia.

Karena kamar 1709 masih dipesan atas namanya, setelah keluar dari kamar 1708 Valerie segera masuk ke kamar hotel itu. Gadis itu menelepon pihak hotel untuk membelikan pakaian untuknya, tidak mungkin Valerie pergi dari hotel dengan gaun rusak seperti yang dikenakannya sekarang ini.

Valerie juga butuh untuk mandi, tubuhnya terasa lengket dan begitu tidak nyaman. Terlebih lagi di dalam tubuh Valerie masih terdapat sesuatu milik sang pemuda yang belum dia keluarkan tadi.

Akan tetapi, sebelum Valerie bisa melakukan apa yang telah direncanakan, dia harus membereskan sebuah masalah kecil yang menantinya di kamar hotel 1709 ini terlebih dahulu. Gigolo yang Valerie pesan semalam menunggunya di kamar ini dan sekarang masih tertidur pulas di atas tempat tidur.

Harus dia akui kalau penampilan gigolo tersebut sangat menarik, tipe pemuda yang mampu menggaet perempuan untuk tidur dengannya. Namun, hati Valerie tidak memiliki gejolak ketika melihat wajah si gigolo, pemuda yang tidur dengannya semalam berkali-kali lipat lebih tampan dan menggoda bila dibandingkan dengan gigolo ini.

“Orang ini benar-benar profesional. Meskipun aku tidak datang semalam, dia tetap menungguku sampai ketiduran di sini,” puji Valerie yang dikatakannya kepada Glory.

[….]

Glory yang awalnya tidak tahu harus mengatakan apa, pada akhirnya memberikan komentar kepada Valerie tidak lama kemudian.

[Pelayanan ekstra dari hotel ini memang mengesankan, jangan lupakan untuk memberi mereka bintang lima.]

“Tanpa kau beritahu pun aku akan melakukannya. Mereka sudah repot-repot mengirimkan seseorang ke sini untuk melayaniku, namun aku meninggalkannya seorang diri,” ujar Valerie yang pura-pura merasa kasihan.

Namun, setelah itu ekspresinya berubah cepat menjadi dingin. “Karena sekarang aku sudah puas dan tidak membutuhkan pelayanan ekstra lagi, dia bisa keluar dari kamarku.”

Tanpa memberikan tanda apapun, Valerie memegang selimut tebal yang menutupi tubuh si gigolo dan kemudian menariknya dengan sekuat tenaga.

Karena AC dalam kamar tengah menyala dalam suhu cukup dingin dan selimut tebal yang menutupinya sudah ditarik oleh Valerie, si gigolo langsung terbangun dari tidurnya. Pemuda itu otomatis duduk di sana sebelum kemudian menoleh ke arah Valerie yang kini sudah berdiri di depannya dengan tangan tangan yang masih memegang selimut.

“Aku ketiduran ketika menunggumu. Sebagai gantinya kau bisa mendapatkan diskon 50% dari agensi kami,” sahut si gigolo setelah dia tersadar seratus persen dan menyadari identitas Valerie sebagai klien yang memesannya semalam.

“Tidak perlu memberi diskon setengahnya, aku memilih membayarnya seratus persen dan akan memberimu bonus ekstra,” ucap Valerie seraya melempar selimut ke samping.

Mendengar perkataan Valerie, orang mana yang tidak merasa antusias, tidak terkecuali si gigolo tampan itu.

Dia segera berdiri dan memasang ekspresi yang menggoda kepada Valerie, gigolo itu siap untuk melayani Valerie sebanyak apapun ronde yang gadis itu inginkan. Banyak wanita yang menggunakan jasanya mengatakan kalau tekniknya sangat hebat dan membuat mereka melayang ke surga, dia harus memberikan pelayanan terbaik kepada kliennya yang cantik ini.

“Terima kasih, Nona, kalau begitu aku akan melayanimu dengan sepenuh hati. Aku tidak akan berhenti sampai Nona merasa puas.” Si gigolo mengatakan hal itu seraya mengulurkan tangan ke depan, merasa tidak sabaran untuk melayani Valerie dan kemudian mendapatkan bonus besar dari gadis ini.

Sebelum tangan itu menyentuh tubuh Valerie, sang gadis lebih dahulu mengambil satu langkah ke belakang untuk menghindarinya. Dia tersenyum kecil ketika melihat ekspresi penuh tanda tanya yang muncul di wajah gigolo itu.

“Kalau kau mencoba menyentuhku lagi, tidak hanya bonusmu yang melayang. Aku akan memberikan rating buruk terhadap pelayananmu,” sahut Valerie dengan santai.

Si gigolo terlihat panik, tetapi di samping rasa panik dia juga semakin ragu akan perannya di sini. Valerie tidak ingin dia menyentuhnya, lalu mengapa gadis itu memesan pelayanan ekstra di tempat pertama?

Valerie tidak mau repot-repot untuk menjelaskan maksud perkataannya, dia terlalu malas untuk melakukan hal itu. Dia mengambil tas tangan yang tadi dipegangnya dan mengambil sebuah kartu bank berwarna keemasan dari dalam, Valerie menyerahkan kartu tersebut kepada si gigolo.

“Di dalam kartu ini terdapat 10.000 dollar, passwordnya adalah 0000. Pembayaran pelayanan ekstra sudah aku transfer ke pihak agensimu, dan anggap saja uang dalam kartu ini adalah bonus pelayananmu yang memuaskan,” kata Valerie.

“Namun saya tidak melakukan apa-apa di sini,” celetuk si gigolo dengan wajah bingungnya.

“Justru itu yang aku suka, kau tidak melakukan apa-apa di sini. Kalau kau membutuhkan alasan yang bagus, anggap saja menjaga kamar ini sebagai pekerjaanmu semalam dan uang ini adalah bayarannya,” balas Valerie.

Si gigolo yang masih tidak yakin dengan penjelasan Valerie mengenai deskripsi pekerjaannya ingin bertanya lagi, tetapi niatnya tersebut langsung diurungkan ketika sepasang manik biru langit sang gadis menatapnya dengan tajam. Si gigolo merasa seperti ditatap oleh binatang buas yang bisa merenggut nyawanya, kemungkinan hal itu bisa saja terjadi apabila dia masih menyuarakan protes.

Karena si gigolo terlihat patuh, Valerie pun tersenyum lagi.

“Pelayananmu sangat memuaskan. Sekarang kau bisa pergi dari sini!” pinta Valerie.

10.000 dollar bukanlah jumlah yang kecil, si gigolo bisa hidup tanpa melakukan apapun selama sebulan lebih menggunakan uang ini, tidak heran si gigolo langsung mematuhi Valerie begitu saja di samping karena dia merasa takut padanya. Tidak ada yang bisa memandang rendah kekuatan dollar-dollar dalam jumlah banyak seperti ini, tidak terkecuali si gigolo tersebut.

Karena si gigolo sangat yakin Valerie tidak membutuhkan pelayannya lagi dan dia juga tidak ingin kehilangan nyawa karena berada di tempat ini terlalu lama, pada akhirnya gigolo itu meninggalkan kamar Valerie, meninggalkan Valerie sendirian di sana.

“Susah sekali menjadi orang baik, mereka selalu merasa curiga ketika seseorang memberikan uang kepada mereka,” keluh Valerie.

Melihat penampilan Valerie yang terkesan sangat cuek, mau tidak mau Glory pun memberikan komentar padanya.

[Valerie, kau tidak bisa dikatakan sebagai orang baik. Dan caramu melakukannya juga salah, yang ada kau malah menarik kecurigaan orang yang kau berikan uang.]

 Valerie mengangkat bahunya dengan cuek, gadis itu berjalan masuk ke kamar mandi dan kemudian melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya. Saat kran shower sudah diputar, rintikan air hangat turun ke bawah dan mengguyur tubuh Valerie.

Ketika Valerie tengah mandi ataupun melakukan sesuatu yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak, Glory sebagai sistem yang rasional memutuskan untuk memberikan sensor sehingga sang sistem tidak akan melihatnya.

Kendatipun demikian, Glory yang selalu bersama dengan Valerie tidak lupa untuk memberinya ceramah panjang lebar.

[Walaupun tindakanmu itu membuat orang curiga, sistem ini tidak akan menyalahkanmu. Di dua dunia terdahulu kau selalu berperan menjadi seorang villain, orang mana yang bisa menjadi tandinganmu? Apabila ada peringkat bagi orang paling berbahaya di dunia, sistem ini tidak akan ragu untuk menobatkanmu sebagai peringkat pertama, Valerie.]

Sang sistem tidak berhenti di sana saja, Glory pun menambahkan lagi.

[Dunia ini berbeda dengan dua dunia sebelumnya. Kau tidak bisa menjadi teroris atau mencoba menakhlukkan dunia lagi. Kalau kau ingin melakukan dominasi, kau bisa menggunakan uang untuk melakukannya.]

“Aku bisa menggunakan uang untuk menyelesaikan segalanya, karena pada dasarnya uang yang kumiliki bisa membuatku hidup lebih panjang lagi,” ujar Valerie. “Ngomong-ngomong, aku tadi sudah memberikan uang pada gigolo yang kau pesan, tetapi kenapa waktu hidupku tidak bertambah?”

[Tidakkah kau membaca peraturan yang diberikan oleh Lord God, Valerie? Kau tidak bisa memberikan uang kepada orang lain secara cuma-cuma ataupun menyumbangkannya begitu saja.]

Valerie menutup kran shower, dia menggunakan sabun cair yang tersedia di sana untuk membersihkan badannya lalu membilasnya lagi.

“10.000 Dollar yang kuberikan pada orang itu tidak bisa dikatakan sebagai sumbangan. Aku menggunakannya sebagai bayaran karena dia telah memberikan jasa pelayanan yang baik,” sahut Valerie. “Sebagai klien yang baik, kita tidak bisa menikmati jasa yang diberikan tanpa membayar ‘kan?”

Di bawah guyuran air yang turun ke tubuhnya, Valerie menyembunyikan senyuman miring yang muncul di bibir. Gadis itu menyibakkan poni rambut ke belakang, tubuh putihnya yang mulus terlihat memiliki stempel merah-biru akibat bekas percintaan yang dibuat oleh pemuda misterius semalam.

“Tidak ada yang mengatakan kalau uang yang sistem berikan hanya bisa digunakan untuk membelanjakan sebuah barang,” tunjuk Valerie.

Glory terdiam dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan besar sang sistem tengah mengirimkan pesan kepada sistem utama untuk mengecek apakah perkataan Valerie itu benar.

Valerie yang selesai mandi dan keluar dari kamar mandi pun dengan segera mengenakan pakaian baru yang dia pesan dari pihak hotel. Dalam hati Valerie merasa puas dengan pelayanan hotel bintang lima ini, tidak heran kalau harga sewa kamar yang paling murah pun memiliki harga yang mahal, pelayanan mereka sangat baik.

[Ding! 10.000 dollar telah berhasil digunakan, Host mendapatkan waktu hidup sebanyak tiga jam. Sisa waktu hidup yang Host miliki adalah dua hari lebih lima jam.]

Sebuah notifikasi yang begitu dingin terdengar di telinga Valerie tidak lama kemudian. Sepertinya hasil banding yang Glory lakukan dengan sistem utama telah memberikan hasil yang bagus, Valerie merasa puas ketika mengetahuinya.

“Setelah aku kembali ke dunia ini, aku hanya bisa hidup sampai dua hari kedepan. Sangat ironis,” keluh Valerie yang sedikit meratapi nasibnya.

Valerie berpikir penyesalan terbesarnya adalah dia mati pada usia yang sangat muda. Setelah kembali ke dunia ini, Valerie berhasil melewati tragedi yang membunuhnya di masa lalu, tetapi dia tidak menyangka kalau nasib buruk masih belum lepas dari dirinya. Dua hari yang Valerie miliki bukanlah waktu yang lama, mereka bisa berlalu dengan cepat dalam satu kedipan mata.

Apa mungkin Valerie memang ditakdirkan untuk mati muda? Usahanya untuk kembali ke dunia ini terasa sia-sia saja apabila dia membayangkannya lagi.

Hati Valerie terasa berat, dia kembali menghembuskan napas panjang sebagai bentuk pelampiasan kefrustasian yang dimilikinya.

[Valerie, kau tidak boleh menyerah. Walaupun waktu hidupmu tidak lama, kau itu jauh lebih beruntung bila dibandingkan dengan orang lain. Kau bisa melakukan charge dan menambah waktu hidupmu dengan uang yang kau miliki.]

[Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan menggunakan uang. Dan sistem ini bisa memastikan kalau uang yang kau miliki dalam brankas milik sistem tidak ada yang bisa menandinginya.]

Sebagai sistem yang baik, Glory pun memilih untuk menghibur Valerie, walaupun cara menghiburnya terkesan sedikit aneh.

Bibir gadis itu berkedut sesaat, lalu sebuah senyuman kecil yang terlihat begitu manis bertengger pada bibir tersebut.

“Ini kali pertamanya aku mendengar seseorang mengatakan uang bisa membeli waktu hidup, beruntung sekali di dua dunia sebelumnya aku mengumpulkan banyak uang,” tandas Valerie.

Hatinya yang terasa berat kini menjadi sedikit ringan. Mendengar ungkapan yang Glory ucapkan cukup membuat Valerie untuk melihat secercah harapan di depannya.

Tidak ada orang yang ingin mati muda, tidak terkecuali Valerie sendiri. Dia berusaha keras untuk kembali ke kehidupan pertamanya, tidak mungkin Valerie menyerah begitu saja kepada takdir yang menyuruhnya untuk berumur pendek. Selagi Valerie bisa melihat kesempatan untuk bertahan hidup, dia akan meraihnya dan tidak akan melepaskannya begitu saja. Perasaan depresi yang menghantui hati Valerie pun sirna.

Setelah menata hati dan moodnya menjadi lebih baik, Valerie pun keluar dari kamar hotel dengan perasaan senang. Akan tetapi kesenangan yang bersarang dalam hati Valerie tidak bertahan lama.

Ketika Valerie keluar dari kamar hotel, pintu kamar nomor 1708 terbuka dan seseorang keluar dari sana. Valerie melihat sosok orang yang keluar dari tempat itu adalah pemuda tampan yang semalam menjadi teman tidurnya.

Valerie tahu kalau pemuda ini sangat tampan seperti model internasional, bahkan keduanya sudah melakukan hubungan paling intim dalam hubungan dua manusia. Kendatipun demikian, pesona yang dimiliki oleh pemuda tampan ini masih bisa membuat Valerie hampir kehilangan pikirannya lagi, menggodanya secara tidak langsung.

Saat sepasang manis kelabu yang begitu dalam tersebut melirik ke arahnya, barulah Valerie tersadar dari lamunannya dan dengan segera mengalihkan pandangannya dari sosok pemuda itu. Tanpa Valerie sadari, jantungnya berdetak kencang, terutama ketika pemuda itu berjalan ke arahnya dan kemudian melewati Valerie begitu saja.

Sepertinya pemuda itu tidak mengetahui kalau orang yang tidur dengannya semalam adalah Valerie, sehingga ketika mereka bertemu di koridor pemuda itu tidak melirik ke arahnya sedikit pun. Valerie tidak tahu apakah dia harus merasa sedih atau malah bersyukur karena itu.

[Valerie, orang ini auranya kuat sekali. Sistem ini adalah sistem canggih yang Lord God ciptakan, tetapi bagaimana bisa aura seorang manusia biasa bisa mempengaruhi sistem ini???]

Suara Glory yang mirip seperti keluhan tersebut menyadarkan Valerie dari posisi membatunya di depan pintu kamar hotel. Gadis itu menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya keluar, dia melakukan hal ini untuk beberapa saat sampai jantungnya kembali berdetak normal.

“Mungkin semua itu hanya kebetulan semata,” balas Valerie.

Valerie tidak menganggap keluhan dari Glory sebagai hal yang serius, dia berpikir semua itu tidak lebih dari kebetulan saja. Walaupun pemuda itu hampir membunuh Valerie di tempat tidur dan membuatnya melayang sebagai pengalaman pertamanya bercinta, pemuda itu hanyalah seorang manusia biasa, bagaimana mungkin pemuda itu bisa mempengaruhi sistem secanggih Glory.

Episode ini hanya lewat begitu saja dalam hidup Valerie dan seterusnya tidak dia pikirkan lagi. Gadis itu memutuskan untuk kembali ke apartemen yang dia tinggali dengan Andy.

Valerie yang telah memarkirkan mobilnya di tempat parkir gedung apartemen yang ada di basement pun segera menggunakan lift untuk menuju ke lantai 20, tempat di mana apartemennya berada. Valerie membeli apartemen tersebut setelah dia menjual vila yang ayahnya berikan padanya.

Apartemen Valerie tidak terlalu besar maupun kecil, hanya memiliki empat kamar di mana dua di antaranya menjadi kamar pribadi untuk dirinya dan Andy. Meskipun hubungan Valerie dan Andy sudah berjalan selama dua tahun, Valerie selalu menolak ketika Andy ingin tidur dengannya maupun berbagi satu kamar untuk berdua.

Valerie selalu merasa kalau waktunya belum tepat, sehingga mereka tidak melakukan hal yang jauh ketika berada dalam hubungan tersebut.

Namun, ketika kejadian seperti ini terjadi pada dirinya, Valerie merasa bersyukur dengan pilihannya untuk menolak disentuh oleh Andy. Pemuda brengsek yang mengkhianatinya seperti Andy ini tidak layak untuk menyentuh dirinya, bahkan Valerie sendiri memiliki rencana untuk mengusir Andy dari apartemennya ini.

“Ngghh… ah... ah…” Desahan yang begitu panas terdengar dari dalam apartemen, membuat Valerie tertegun.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED