" Yah ... Bun... Malaika pamit dulu ya " Dia bergegas pergi meninggalkan ayahnya yang sedang sarapan bersama bunda.
" Mau kemana pagi - pagi gini dihari minggu." Tanya bundanya.
" Kemana aja yang penting senang... Bye bunda... Bye ayah. " Ucap Mala meninggalkan kedua orang tuanya.
Dengan penampilan rambut di gulung. Helm full face, jaket keanggotaan dan sepatu laki-laki. Iya penampilan dia emang bukan penampilan seorang gadis melainkan pria.
Mala mengendarikan motor besarnya itu keluar halaman rumah menuju suatu lokasi yang disebut basecame.
Mala dalam perkumpulan para pria.. Disana nama dia bukan Mala melainkan Rian. Gank itu baru iya pimpin setahun lalu.
Anggotanya pun tak ada yang curiga sama sekali. Mala alias Rian ini dijadikan ketua karena sering sekali memenangkan lomba balapan motor. Dan pagi itu Rian bersiap mengendarai motor untuk balapan.
" Akhirnya lo dateng juga . Rian gue kira lo gak datang" Saut Rendy menyambut kedatangan Rian
Rian hanya menganggukan kepala saja. " Lawan kita agak berat ian.. Gue harap kita bisa menang lumayan taruhannya" Jelas Rendy lagi
Mala Alias Rian tak menjawab dengan omongan melainkan dengan anggukan dan gelengan kepala. Terkadang dengan bahas isyarat.
Mala melihat Angkasa membuat dia sedikit terkejut. Ternyata Lawannya dia adalah Angkasa teman Mala dikelas.
" Oke semua pembalap maju kedepan sini. Saat kita hitungan ketiga balapan dimulai. " Ucap Lady joki.
Mereka terkadang balapan di jalan raya tapi terkadang disirkuit seperti sekarang. Lima kali putaran Angkasa emang tangguh . Namun tanpa perlawanan Mala memenangkan Balapan itu.
Setelah menyelesaikan Balapan iya langsung kode bahwa dia langsung pulang. Dan bergegas melajukan motornya pulang.
Pulang bukan pulang kerumah melainkan ke suatu tempat yang diaebut dia kantor. Iya sejak dia lulus smp dia bekerja sebagai buruh bantu di Hotel.
" Siang mba mala masuk siang ya? " Tanya pak Jupri satpam gedung itu. Mala mengangguk dan tersenyum.
Dia masuk barang ke lokernya dan berganti pakaian mulailah bekerja. Dari mengelap kaca-kaca sampai menyapu dan mengepel.
Tak banyak teman ditempat kerjanya karena Mala ingin fokus dengan semua pekerjaan. Dia bukan kerja diperusahaan Orang lain melainkan ini perusahaan milik keluarganya.
Hotel itu miliknya tapi kelak kalau dia telah lulus pendidikan sarjana atau setelah dia menikah. Karena rencananya itu yang semula akan dijodohkan diusia mala 18 tahun.
Tapi karena ada kepentingan mendesak juga akibat Mala sering pulang malam. Akhirnya kedua orang tua Mala mempercepat perjodohan dan pernikahan Mala.
Seharusnya diusianya ini dia belum diperbolehkan bekerja. Namun dia bersikeras bekerja tanpa kedua orang tua ketahui.
Kepala manager Hotel memudahkan semua proses agar Mala bisa bekerja di Hotelnya. Mala dapat gaji tentu saja seperti para pekerja biasanya. Namun Mala menyimpan uang itu untuk hobinya.
Gaji dia lumayan sebesar untuk anak SMA sih. Selain dia suka balapan Motor dia juga mendaki ke gunung. Menahlukan ketinggian tiap gunung . Disisi lain menahlukan medan saat perjalanan itulah yang menjadi kepuasan Mala.
Itu yang membuat Mala sering bolos. Jika Mala disuruh milih wisata ke gunung atau ke pantai.
Iya memilih ke gunung karena lebih menantang dan hanya bertemu orang- orang yang mampu bukan orang yang pura-pura mampu melewati berbagai medan.
Tujuan bulan ini adalah Gunung Slamet dan Mala sudah mendaftarkan diri untuk ikut open trip bersama SAMAWEADVENTUR. Open trip itu diikuti 5 orang amatir dan 5 orang orang penggiat pendakian.
Mala tak sabar untuk melakukan pendakian. Semua barang sudah Mala persiapkan dari daftar list yang biberikan Bang Awe dia adalah team dari SAMAWE itu.
***
Seperti biasa Mala pulang jam 2 malam karena dia senang lembur hingga beberapa jam. Dia dihari itu jadwal med masuk jam 12 siang pulangnya jam 9 namun iya malam pulang jam 2 malam.
Sesampainya dirumah parkiranlah motor itu dan masuk kerumah. Di ruang keluarga sudah ditunggu Ayahnya dan Bundanya.
" Bagus anak gadis pulang jam segini? " Marah Diki (Ayah Mala)
" Ada apa sieh yah.. Aku mau tidur sudah lelah " Mala sudah benar-benar lelah dan malas berdebat dengan Ayahnya.
" Baik kalau kamu lelah kamu mau tidur. Mala.. Semua nasehat dan larangan Ayah kamu tak peduli. Tapi Ayah minta satu ini darimu. " Sorot mata Diki melekat pada anaknya.
" Emang sih beberapa larangan aku tak gubris Yah. Karena memang aku harus melanggar itu. Tapikan aku selalu seimbang dengan prestasiku. Bahkan aku dapat beasiswa selama ini juga karena semua prestasiku dan nilai yang sempurna selama ini kan yah. Udahlah Mala mau istirahat dulu. "
" MALA DENGAR KAN AYAH MINGGU DEPAN KAMU AYAH NIKAHKAN AYAH SUDAH LELAH DENGAN HOBIMU YANG PULANG MALAM. SETUJU TIDAK KAMU HARUS LAKUKAN. DAN BESOK KAMIS HARI TUNANGANMU. AYAH TAK MAU TAHU POKOKNYA KALI INI KAMU HARUS NURUT KALAU TIDAK SEMUA KELAKUAN KAMU AAYAH AKAN LAPORKAN KE OMA KAMU" DIKI marah dan menggancam Mala.
Mala adalah cucu kesayangan Oma. Oma intu sangat disiplin dan banyak aturan juga banyak hukuman. Jika semua aktivitas Mala selama hampir dua tahun ini di beritahukan ke Oma nya. Mala tidak akan bisa bebas dan banyak aturan dan hukuman jika dia salah.
" Ayah jangan ngancam aku gitu . Aku ikuti yah tapi Ayah janji Oma tidak tau semua ini" Setuju Mala tanpa berpikir panjang yang terpenting keluar dari penjaranya Oma.
" Bun - yah Mala masuk kamar dulu mau mandi dan istrahat besok kan masuk sekolah. " Pamit Mala kepada dua orang tuanya.
Diki tersenyum ancamannya sangat bisa menaklukan Mala. Diki kembali kekamar sedangkan Cahya ( Bunda Mala) masuk kedapur membuatkan putrinya itu susu coklat.
Cahya naik kekamar anaknya dan masuk kekamar Mala yang sedikit terbuka. Cahya sangat bahagia anaknya tak lupa dengan kewajibannya dengan Sang Pencipta.
Menunggu Mala Usai dengan kewajibannya Cahya memandangi foto-foto dikamar Mala dengan serius. Cahya yang serius menatap wajah difoto terkejut akan sentuhan tangan dipundaknya.
" Bun.. Lagi ngapain disini? Bukannya bunda besok ada penerbangan pagi.? " Mala yang memeluk Bundanya dari belakang.
" Bunda kangen sama anak bunda. Kalau bunda dirumah kamu tak pernah ada dirumah. Pergi kemana aja? "
"Bunda... Mala anak baik-baik walaupun sering pulang dini hari. Kemana Mala kelak bunda akan tau. Jadi jangan khawatir ya sama Mala" Tenang Mala sambil memandangi wajah bundanya yang awet muda.
" Baiklah bunda percaya sama Mala. Tapi juga memastikan Mala dapat Suami yang terbaik. Jadikelak Mala marah sama suami atau Suami marah sama Mala. Mala harus sabar ya nak. " Nasehat Cahya pada Mala.
" Siap bun.. Mala mau tidur sebentar ya bun"
Cup.. Memeluk dan mencium pipi bundanya. Melangkah menuju tempat tidurnya. ' siapakah suamiku kelak.? Akankah dia mengekangku? Seperti apa dia? Ya Allah berikanlah Suami yang mengerti ku dan kegilaanku' gumam Mala sebelum tidur.
Elvano Dastan Prasetya laki- laki berusia 29 tahun yang sukses menjadi Ceo dan bisnis waralaba lainnya. Dia sibuk eh menyibukan diri dari kehidupan asmaranya. Banyak pertanyaan tentangnya " kapan dia melepas masa lajangnya dan kapan dia punya anak" membuat dia bersifat cuek dan seakan tuli jika ada orang yang bertanya hal itu
Tepat jam enam pagi Elvano sarapan bersama kedua orang tuanya dan satu adik kesayangannya.
Usai makan ada pembicaraan kecil diawali oleh Pras selaku kepala rumah tangga
" Van.. Apa sekarang kamu sudah memiliki wanita untuk dinikahi? " Tanya Pras pada anak hati-hati
" Aku masih ingin melajang" Jawab Elvano ketus..
" Kakak belum bisa move on dari Diana Pah. Mah. " Sindir Elvira Azalia Prasetya.
" Gue udah move on tapi gue gak mau salah pilih" Jawab Elvano.
" Kalau pilihan Mamah pasti gak salah kak. " Jawab Elvira .
" Kenyataannya aku sekarang bahagia walaupun awalnya tanpa cinta. Malah hampir 2 anak " Lanjut Elvira.
" Terus maksudkamu apa? " Tanya sinis Elvano
" Ikuti perjodohan, wanita yang dipilih Mamah pasti yang terbaik buat kakak. Walaupun mungkin awalnya tak suka. " Elvira memberi kode pada Mamahnya.
" Emang mamah punya wanita yang mau dijodohkan denganku?" Tanya Elvano ragu
" Mamah ada.. Dan besok kamis kita kerumahnya. Coba terima dia dan nikahi dia" Jawab Lila (mamah Elvano dan Elvira).
" Baik mah kita pendekatan dulu kalau cocok aku nikahi dia" Ucap santai Elvano
" Bukan van... Besok kamu tunangan dengan dia. Danh ari minggu kita adakan pernikahan kecil - kecilan. Karena gadis itu masih Sekolah. " Saut Pras , hingga Elvano mengerutkan dahinya.
" Asik.. Kakakku dapat daun mudah hahaha. Gampang itu kak menaklukan gadis kecil seperti itu" Bisiik Elvira pada Elvano.
" Apaan sih lo vir" Teriak Elvano jengkel.
" Laki-laki tak pernah ingkar atas semua ucapannya. Besok kamis malam kosongkan jadwalmu dan dari hari jumat sampai minggu itu ya. " Ujar Pras pada anak laki - lakinya dan menepuk pundak Elvano
" Mah.. Papah berangkat dulu ya. " Pamit Pras pada istrinya.
" Mah.. Elvano berangkat dulu. Aku janji menuruti perjodohan Mamah jangan khawatir mah cup cup" Elvano pamit dan menyakinkan Mamahnya.
Setelah mengecup mamahnya juga mengecup adiknya. " Salam ya buat ponakanku. Jadi ibu dan istri yang sabar juga ya dek".
Elvano pun berangkat kerja sembari memikirkan perjodohan itu.
Elvano yang melihat aksi itu tak jadi marah . Walaupun lampu lalulintas itu sudah hijau . Ada seorang Gadis yang bertingkah lucu demi membantu nenek paru baya melewati lampu lalu lintas tanpa mengganndengnya.
' gadis unik . Aksimu menemani nenek itu. Luarbiasa menghiburku. ' gumam Elvano.
***
Mala disekolahan memarkirkan sepedanya. Ditepat paling ujung karena kalau tidak diujung maka ban sepedanya hilang.
" He.. Anak cupu culun... " Teriak Anak sekolah itu ejek Mala.
Banyak yang mengejek Mala karena mala selalu berangkat sekolah menggunakan sepeda. Dikira Mala anak yang tak berpunya bahkan jam istrahat Mala tak pernah kekantin ataupun jajan disekolah. Kegiatan sekolah berjalan seperti biasa.
***
Kamis dini hari Mala pulang dari tempat kerjanya dengan menggunakan motor maticnya. Entah mengapa motornya mati buka kehabisan bensin tapi benar mati.
Mala mendorong beberapa puluh meter dan berhenti. Untuk beristrahat sejenak sambil melihat ponselnya. Saat akan berjalan lagi Mala dihadapkan dengan dua orang ingin melecehkannya.
Mala berlari dengan motornya menghindari para pemuda itu. Namun sia-sia mala tak bisa menghindar. Bertahan dan coba melawan.
**
Sedangkan Elvano sebenernya salah jalan, entah apa dia bisa melewati jalan itu. Dia melihat 1 wanita dengan 2 pria iya kira wanita itu adalah pekerja malam tapi saat dia menjauhkan mobilnya agak jauh.
Iya melihat wanita itu berlari meninggalkan motornya. Namun dua pemuda itu terus mengejar. Efek sering olahraga naik gunung ringan sih terasanya tapi tenaga wanita dengan pemuda itu beda.
Saat Mala terperangkap untuk ke dua kalinya. Mala jongkok dan menyembunyikan wajahnya dikedua lututnya. " Jangan om jangan Mas ambil aja motor saya.. " Diiringi tangis mala berulang kali mengucapakan kata itu.
" Heh.. Bangunlah mereka sudah tidak ada" Ujar Elvano kamu sudah aman. Dengan perlahan mala mendongak menatap wajah Elvano.
" Kemana mereka om? " Mala berdiri sembari membersihkan celananya.
'Sialan gue setua itu apa dia panggil gue om' batin Elvano jengkel.
" Ke Neraka. Lo Anak kecil pagi-pagi habis dari mana? Mabok ya? Ke club ya? Gak baik lo mabok." Tanya intimidasi pria itu.
" Kasihan lo orang tua kamu anak gadisnya jam segini masih dijalan. Eh atau kamu udah gak perawan lagi? " Sarkas pria itu.
Plak !!!
" Maaf ya om! Saya bukan wanita rendahan! Kalau om mau bantu terus rendahin aku lebih baik om gak. Usah bantu aku deh. Bawa Mabok emang om gak bisa cium ni bau alkohol apa gak! Perawan atau gak bukan urusan om." Mala berlari menuju motornya yang dijatuhkan tadi.
" Eh om terima kasih ya.. Pulang sana nanti istri om nyariin. " Sambil melambaikan tangan dan Mala kembali mendorong motornya.
'Dasar om.. Om... Bilang maaf ke! Seenaknya aja rendahin aku belum tau siapa aku. Kamu sih ngapain coba mogok segala. Mungkin gak kayak gini jadinya. Ketemu pemuda mesum sama om om yang gak punya perasaan. ' gerutu mala sepanjang jalan dan tak sadar sudah sampai di rumahnya.
Sedari tadi Elvano tak tega dengan gadis itu me ngikuti Mala sampai masuk di sebuah rumah. Dia masih berfikir kenapa tadi dia harus lewat jalanitu. 'Apakah gara gadis itu? Ada apa dengan gadis itu? Aku pernah melihat cewe itu dimana ya? 'Gumam Elvano didalam mobil.Perjalanan pulang berjalan lancar.
Mala yang melihat jam ditangannya tak berani masuk kerumahnya. Dia tertidur di ruang satpam samping rumahnya. Pak Ujang satpam rumah mala kaget melihat nonanya tidur di pos.
Bergegas dia memanggil istrinya untuk meminta nonanya pindah kedalam.
" Non.. Bangun non pindah dalam non. Gak enak dilihat orang pagi nona. " Bi inah menggoyangkan badan Mala agar dia terbangun.
Mala menggeliat bangun dan matanya menyelaraskan cahaya masuk. " Bi inah... Eh bi sekarang jam berapa? " Mala menggucek kedua matanya.
" Jam 6 non. Gimana non? " Jawab Bi inah hati-hati
" Aduh ... Bi minta tolong siapin bekal ku. Aku mau mandi langsung berangkat. Taruh di sepedaku ya bi. Makasih. " Mala berlari untuk menuju kamarnya untuk persiapan mandi.
" Aduh bisa-bisa telat ini semua gara-gara motor itu" Gerutu Mala berlari ke kamarnya.
" Bisa bisa terlambat ni
" Aduh ... Bi minta tolong siapin bekal ku. Aku mau mandi langsung berangkat. Taruh di sepedaku ya bi. Makasih. " Mala berlari untuk menuju kamarnya untuk persiapan mandi.
Semua selesai dan sudah rapi untuk berangkat ke sekolahan. Berlari kecil hendka akan menuruni tanga.
" Bisa bisa terlambat ni " Mala turun dan berlari menuruni tangga.
" Pagi Ayah ... Pagi Bunda. Mala berangkat dulu ya... " Kecup pipi ayah dan bunda.
" Mala nantin jangan pulang sore -sore ya," Teriak Bundanya
" Mala nanti pulang siang Bun mau masuk cuma mengajukkan ijin sama sekolahan." Sambil berlari keluar rumah.
Didepan rumah sudah ada Bi Inah yang meletakan bekalnya di kranjang sepedanya. Mala keluar dari perkarangan rumah.
Diperjalanan sepeda yang mala naiki bocor ban nya bukan hanya satu tapi kedua bannya. Tembel ban pun belum pada buka. Adayang buka tapi masih jauh.
' kenapa sial lagi .. Semalam motor mogok sekarang ban pecah gini.. Nanti malam ketemu orang yang bikin hidupku sial ' gerutu hatinya.
Mala titip sepeda itu disebuah pertokoan dekat rumahnya dengan terpaksa dia telpon orang rumah untuk mengantarkan kesekolah.
Tersambung dengan no bundanya. Mengucapkan salam dan nerocos..
" Bun. Mala jemput bun.. di ruko depan.. Antar Mala sekolah."
" Iya sebentar bunda dah diluar komplek" Jawab Bundanya.
Tak lama bunadnya datang dengan mobil waktu dibuka ternyata.. Ada Bi Inah.
" Lo bun kok ada Bi Inah emang bunda mau kemana? " Tanya Mala penasaran,
" Lha kan ibu mau kepasar. Belanja buat acara nanti malam anak ibu lamaran" Tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.
" Lah... Bun kok belok sini kok gak lurus aja? " Tanya Mala heran.
" Hari ini kamu libur semingguu sampai senin depan. Bunda udah ijin ke sekolah kamu ya kak. " Lirik bunda dari kaca depan.
" Iya deh.... "
Akhirnya mereka sampai ke pasar dan diparkirkannya mobil itu. Bunda dan Bi Inah Masuk ke pasar dengan tergesa-gesa..
Tawar menawar pun berlangsung. Bunda membeli kebutuhannya memasak untuk menjamu keluarga yang katanya akan melamar Mala.
" Bun gak bisa apa pesan jadi aja gak usah repot gini? " Tanya Mala malas.
" Kalau hanya lamaran keluarga inti masak sendiri bunda juga bisa kok. " Ujarnya
" Wah bunda belanjaanya buanyak banget. Mau masak buat besan atau masak buat warteg? " Cetus Mala.
" Mau jualan bunda. kamu yang jadi pegawainya .. Biar gak pulang malam terus. " Lirik bunda padaku.
'Wah.. Aku hampir aja lupa ijin jadwal kerjaku. ' batinnya.
" Maaf pak malam ini atau hari ini saya ijin gak berangkat ya pak . Terima Kasih. " Isi chat ijin tak masuk kerja.
" Bun.. Pulang yuk kan udah selesai kan ini. " Ajak Mala pulang.
***
Dirumah Mala langsung berlari kekamarnya. Mengambil sesuatu dinakasnya. Handphone keduanya milik Rian.. Dihidupkan dan ternyata banyak notifikasi .
Mala pun membuka nofikasi yang berasal dari grub balapnya . Ternyata ada tantangan lain dan taruhannya lumayan banyak.
Mala membalas nya
" Gue gak janji kalau gue bisa.. Gue masih ada urusan hari ini kalau gue sempet gue kesana.. "
Setelah selesai dengan handphone rian. Malam mandi dan bersiap membantu Bunda dan Bi Inah masak untuk nanti malam.
Sore hari Mala kedatangan ces nur dia yang diminta Bunda untuk make up muka mala. Sekitar 30 menitan, make up pun usai riasan yang sederhana. Tidak berlebihan dengan rambut disanggul modern.
" Riasan pun selesai... Cantik sekali kamu... Aku foto ya buat isi sosmed aku" Pinta cus nur dan Mala menganggukin saja.
***
Dalam perjalanan menuju rumah calon istrinya Elvano menyudutkan matanya ' sepertinya pernah kesini tapi kapannya? 'Batin Elvano didalam mobil. Dan sesampainya di Rumah calon istrinya itu semakin yakin dia pernah lewat sini.
Diparkirkan lah mobil itu dan memasuki rumah minimalis sederhana itu. Dengan senyumannya dan sopan santunnya menyalamin Calon mertuannya.
Tamu dari calon mempelai laki-laki pun telah tiba. Bundanya pun masuk kekamar Mala dan mengajak mala keluar kamar dan bertemu calonnya. Mala duduk disamping ayahnya dan wajahnya diam tertuduk.
Sesekali Mala melirik kearah Calonnya tapi tak terlihat. Hingga akhirnya pemasangan Cincin. Saat Elvanol dan Mala harus bergantian cincin tunangan mereka.
Kedua pasang mata itu saling menatap. Mata kecil mala yang indah itu menatap lekat Elvano sampai terbengong beberapa saat. Sampai akhirnya bisikan dari lawan yang dia tataplah menyadarkannya
" Terpesona ya karena ketampanan Saya," Bisik laki-laki dihadapanya. Hingga merubah raut muka Mala seakan menolak Fakta bawa wajah Elvano sangat tampan berwibawa.
Pemasangan cincin telah usai dan saatnya ramah tamah alias makan-makan. Mala yang gelisah melihat jam karena Rian harus bertanding. Menatap layar handphonenya membalasi chat teman Rian dengan serius.
Ada anak kecil yang menghampirinnya dan mencium pipinya. Membuat Mala terkejut dan menoleh ke arah anak itu.
" Halo.. Kamu siapa namanya" Tanya Mala yang gemas pada anak 3 tahun itu.
" Nama aku Zio aunty. Aunty cantik sekali," Dari bibir kecilnya menciumnya lagi.
" Mamah papahmu mana sayang? " Memeluk tubuh Zio dan mengelus rambut Zio.
" Itu mamah ... itu papah ... Itu uncle... " Zio menunjuk satu kearah mereka.
Saat anak itu nunjuk mamah dan papah ada wanita dan laki-laki yang sedang memakan cake. Dan saat Zio menunjuk uncle tak sengaja mata Elvano dan mala bertatapan.
Mala yang menyadari itu lalu sesegera memalingkan wajahnya. 'Dasar om om lihatin aja. Aduh kenapa harus dengan om om itu sih. ' batin Mala sambil mengerucutkan bibir seperti mulut bebek.
Tanpa Mala ketahui ternyata Zio memanggil unclenya untuk duduk bersama auntynya. Mala terkejut bukan maen.
" Lo kok.. "
" Lo kok kenapa? Zio yang memanggilku untuk kesini jangan kepedean ya. " Mulut sombong dan gengsinya.
Sejak awal Elvano terpesona dengan tampak Ayu itu. Walaupun belum pernah bertemu sebelumnya. Hati Elvano pun mulai berdetak lagi sangat kenjang dari sebelumnya.
" Hei jangan melamun dan manyun nanti cantiknya ilang lo. " Menggoda Mala dan berbisik pada Zio untuk mencium pipinya lagi.
Mala yang duduk dan memandang kearah lain pun tersentak kaget.
" Aunty ini ciuman dari uncle biar ngak kayak bebek mulutnya jelek" Ejek Zio
" Zio sayang sini aunty peluk boleh.. Gemes banget aunty kamu lucu banget sayang" Mala meraih tubuh zio dan memeluk juga menciumi zio.
" Ehm... Enak ya jadi Zio .. Uncle mau donk aunty" Goda Elvano pada gadis yang duduk disampingnya.
Dengan tatapan tajam mata melotot menatap Elvano. Mendecikkan dengan raut muka Mala yang sebal dan bete.
Acaranya pun usai, pras dan keluarga berpamitan. Dengan mengkendari dua mobil mereka meninggalkan kediaman Diki. Mala mengiringi kepergian dua mobil itu. Setelah tak terlihat Mala berlari menuju kamarnya dan merubah penampilan.
Is time Rian!!!!
Mala turun melalui jendela dan menuju garasi. Sebelumnya Mala menutup pintunya dari dalam. Semua orang sedang sibuk membersihkan ruang tamu dan ruang makan karena ada acara tadi.
Mala mengambil motornya dan mendorong motornya beberapa meter dari rumahnya. Menstater motor itu dan melaju keluar komplek menuju tempat balapan.
Motor Mala berpapasan dengan Mobil Elvano yang kembali ke rumah Diki karena mengambil tas Elvira yang teringgal.