Sampul Novel MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

8.9 / 10.0
Demi kesembuhan sang ibu, Rinai rela bekerja keras walau kerap ditindas Natasya, kakak tirinya. Ketulusan Rinai menarik perhatian Wira, anak konglomerat yang menyamar dan memborong jualan Rinai. Konflik memuncak saat Natasya berniat menggusur rumah Rinai lewat kekasihnya, tanpa tahu Wira adalah pemilik asli perusahaan tersebut. Begitu identitas asli Wira terbongkar, Rinai yang minder memutuskan pergi ke kota, namun takdir justru menuntunnya menjadi ART di kediaman Wira.
Ringkasan MENIKAH DENGAN SULTAN
Demi kesembuhan sang ibu, Rinai rela bekerja keras walau kerap ditindas Natasya, kakak tirinya. Ketulusan Rinai menarik perhatian Wira, anak konglomerat yang menyamar dan memborong jualan Rinai. Konflik memuncak saat Natasya berniat menggusur rumah Rinai lewat kekasihnya, tanpa tahu Wira adalah pemilik asli perusahaan tersebut. Begitu identitas asli Wira terbongkar, Rinai yang minder memutuskan pergi ke kota, namun takdir justru menuntunnya menjadi ART di kediaman Wira.
Baca Selengkapnya

MENIKAH DENGAN SULTAN Bab 1

PENJUAL REMPEYEK YANG DIHINAKAN SAUDARA TIRINYA ITU DINIKAHI SULTAN

#MENIKAH DENGAN SULTAN

“Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya.

“Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur.

“Ck! Wanita pelakor sudah pantas sakit-sakitan! Itu Karma, tahu?! Perempuan itu sudah menyakiti momyku!” Natasya mencebik sambil menatap wajah Rinai. Sementara itu, kakinya kembali menginjak plastik berisi rempeyek itu hingga remuk.

“Sudah cukup, Sya! Kamu bisa merendahkanku semuamu, tapi aku tak terima kalau kamu merendahkan ibuku!” Rinai menatap Tasya dengan mata menyala. Ada amarah dan kebencian terpancar di sana.

“Faktanya, wanita yang kau sebut itu memang pantas direndahkan! Mau-maunya menikahi pria beristri, pasti hanya mengincar kekayaan papiku saja ‘kan?” ucapnya sambil tersenyum miring. Dia menatap wajah Rinai yang tampak memerah menahan kekesalan.

Plak!

Satu tamparan mendarat pada pipi Tasya yang merah karena blush on. Rinai berdiri, giginya gemelutuk menahan kesal. Dia bisa jadi lembut dan penurut, akan tetapi ketika wanita yang dicintainya direndahkan! Dia akan menjadi singa yang siap menerkam.

“Kamu berani sama aku, Nay?” Gadis berusia 23 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan S1nya itu menatap tak percaya! Setahunya anak dari istri kedua papanya itu selalu menurut dan tak pernah melawan! Namun apa, ini? Sebuah tamparan membekas panas pada pipinya.

“Aku tak pernah tahu tentang masa lalu orang tua kita yang rumit. Yang aku tahu sekarang, aku hanya memiliki Ibu, perempuan yang aku sangat cintai. Jika kamu merendahkan ibuku, maka aku tak segan-segan memangkas lidah tak bertulang itu!” pekik Rinai lantang.

Kedua bola mata Tasya mengerjap tak percaya. Gadis yang pernah tinggal di rumahnya dan sering sekali dijadikan kacungnya itu kini berani melawan. Bukan hanya itu, dia berani menampar wajah cantiknya yang sudah dipoles karena akan kencan dengan Rendi---lelaki yang sedang didekatinya habis-habisan.

Hari itu, dia meminta Rendi menjemput ke rumahnya. Karena hari itu, Rendi sudah setuju mendeklarasikan hubungan mereka berdua di depan orang tuanya. Karenya Tasya susah payah sedang memanipulasi keadaan. Membuat seolah dirinya itu sempurna dan tidak bisa diragukan.

“Berani juga ya, kamu?!” Tasya mengulangkan tangan hendak menampar wajah Rinai. Namun tiba-tiba tangan kekar menangkap pergelangan tangannya lalu menepisnya.Tampak satu orang lelaki dengan caping dari kain dan handuk melingkar pada lehernya menepis lengan itu. Dia berdiri tidak jauh dari tempat Rinai dan Tasya beradu mulut.

“Tolong, jangan berbuat kekerasan di sini! Mbak sebaiknya pulang sebelum saya mau membunuh orang!” suara baritonnya penuh penekanan.

“Lepas!” Tasya menepis lengan kekar yang tampak kumal itu dengan jijik. Dia menatap lelaki berpostur tubuh tinggi tegap itu dengan merendahkan.

“Memang kalian berdua itu cocok! Yang satu miskin, yang satu rendahan!” ucap Tasya dengan mulut nyinyirnya.

“Mbak, tolong tinggalkan tempat ini sebelum kesabaran saya habis!” suara bariton itu terdengar tajam. Wajah yang sebagian tertutup caping itu tidak begitu jelas, akan tetapi getaran suaranya begitu tegas.

“Awas saja kalian, ya! Saya adukan sama pacar saya Rendi! Biar bangunan kumuh tempat kalian tinggal ini dihancurkan! Asal kalian tahu, Rendi sedang menangani proses penggusuran area tanah ini! Akan dijadikan mall dan bangunan komersil lainnya! Jadi bersiaplah untuk menjadi gelandangan!” ujar Tasya dengan tersenyum penuh kemenangan.

Gadis dengan minidress itu berjalan tergesa. Dia lebih memilih menjauh area Rinai berjualan. Lalu duduk di seberang jalan dan menunggu Rendi---kekasih kaya rayanya menjemput ke sana.

Tak berapa lama sebuah Avanza velos menghampirinya. Tasya bergegas masuk setelah dua kali bunyi klakson itu menarik perhatiannya.

Lelaki dengan caping dari kain itu mendekat pada Rinai yang tampak tengah menarik napas sambil memunguti peyeknya yang sudah hancur.

“Berapa semuanya?” suara bariton itu bertanya. Sontak tangan gesit Rinai menghentikan kegiatannya. Dia menoleh pada lelaki itu.

“Abang mau beli?” Netra Rinai berbinar. Lelaki dengan pakaian lusuh itu mengangguk. Dia membuka caping kain yang tadi membuat sebagiannya menutup wajah. Tampak guratan ketampanan yang paripurna tercipta. Wajah itu sungguh tidak cocok jika hanya memiliki pekerjaan sebagai seorang pemulung. Jika sedikiti dibersihkan saja, auranya sudah terpancar begitu kuat.

Rinai memilah peyek yang masih bisa dijual, lalu memisahkan satu plastik penuh yang sudah rusak diinjak Tasya. Lalu dia menyodorkan sekitar sepuluh bungkus yang tersisa pada lelaki itu.

“Lima puluh ribu, Bang!” ucap Rinai sambil tersenyum.

“Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi.

“T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung.

“Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan.

Rinai berbinar, memang saat ini dia sedang benar-benar butuh uang. Kondisi ibunya sedang sakit dan memerlukan banyak biaya untuk berobat. Sedangkan pendidikannya yang rendah membuatnya hanya bisa berusaha alakadarnya. Salah satu yang dia bisa yaitu membuat rempeyek dan menjualnya.

“Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga.

“Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya.

“Makasih, Bang! Semoga Allah membalas semua kebaikan Abang nanti!” Rinai menatap lembaran uang itu dengan netra berbinar. Lalu Rinai bergegas membereskan panci bekas jualannya dan melipat tikar tempatnya duduk. Lalu berpamitan dan berjalan riang menuju rumah kecilnya yang berada di pinggirin jalur kali malang.

Lelaki bercaping yang bernama Wira itu menatap Avanza velos yang masih terdiam di seberang jalan. Lelaki itu menoleh kanan kiri dan memastikan tidak ada orang, lalu mengeluarkan iphone berharga belasan juta dan mengarahkan pada nomor mobil yang terparkir di sana. Lalu dikirimnya sebuah pesan pada seseorang.

[Ibu Erni! Minta tolong untuk check plat nomor mobil ini! Apakah ini mobil inventaris perusahaan! Lalu minta check juga wajah ini, apakah ini salah satu karyawan di perusahaan?!] sederet kalimat itu dikirimkannya pada Bu Erni---bagian HRD&GA.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi MENIKAH DENGAN SULTAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.3
Enam tahun menjalani pernikahan rahasia dengan seorang direktur miliarder, sang istri harus menelan pil pahit karena suaminya menolak diakui sebagai ayah oleh putra kandung mereka sendiri. Puncaknya, sang suami kembali absen di hari ulang tahun anak mereka demi menemani sekretaris wanitanya. Kecewa mendalam, sang istri mengajukan gugatan cerai lalu pergi membawa putranya selamanya. Sang suami yang biasanya tenang seketika kehilangan kendali dan mencarinya dengan panik, namun penyesalan itu sia-sia karena mereka tidak akan pernah kembali.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula tenang seketika runtuh setelah ia mendapati benda asing milik seorang wanita di koper suaminya. Kejadian tak terduga ini menuntunnya mengungkap berbagai kebusukan dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami dengan rapi. Terluka akibat perselingkuhan tersebut, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang berat. Apakah ia akan pasrah menerima rasa sakit, atau justru memilih bangkit untuk membalas dendam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED