Bab 1

MENGEJAR CINTA MANTAN ISTRIKU~

"Cukup Sean! Kamu baru sembuh, tolong jangan mencari lagi istrimu." Tegas wanita paruh baya menatap putranya yang baru saja bangun dari koma selama hampir setahun lamanya. 

"Tapi ma, Inara itu istriku dia tidak bisa meninggalkan aku begitu saja!" Jawab Sean yang masih terus mencoba mengatur nafasnya, dan memegang kepalanya yang masih sangat berat.

Tidak selang beberapa lama dokter masuk dan langsung memberikan suntikan penenang untuk Sean. Dan diapun langsung perlahan tertidur. 

Satu tahun usai kecelakaan tunggal yang menimpa dirinya, membuat Sean bak seperti mayat hidup. Hanya dengan alat-alat medis yang mampu membuat dia bertahan dan masih bisa bernafas. Keluarga sudah memasrahkan semuanya namun ternyata keajaiban pun datang. hari ini Sean pun tersadar namun, saat dia terbangun dia sama sekali tidak melihat sosok istrinya ada di samping dia. Sean justru malah mendengar dari ibunya yang sedang menelpon bahwa saya dan Inara telah berpisah.

"Sepertinya pak Sean sangat terpukul ketika dia mendengar kabar bahwa ibu Inara tidak lagi datang ke rumah sakit. "Ucap dokter pribadi keluarga sean.

"Sudahlah dok, jangan lagi bahas tentang Inara Saya mau putra saya mendapatkan perawatan yang terbaik di rumah sakit ini dan saya juga minta sama dokter sampai dia sembuh total seperti dulu, jangan sampai dia kabur dari rumah sakit! "Perintah nyonya Laura pada dokter tersebut.

Sean adalah keluarga konglomerat, kedua orang tuanya memiliki banyak cabang bisnis dan juga beberapa rumah sakit yang memang didirikan oleh keluarga sean  termasuk tempat di mana Sean dirawat selama dia koma.

Namun sayangnya, Sean memilih menikah dengan gadis yatim piatu yang sangat sederhana bernama Inara Nurma Putri gadis yang begitu sangat cantik dan kecantikan yang mampu membuat Sean taklut. 

Pernikahan Sean dan Inara, tentu saja mendapat pertentangan dari kedua orang tuanya tetapi perlahan seiring berjalannya waktu orang tua sean mampu menerima kehadiran Inara namun nyatanya, disaat sean kecelakaan dan kehilangan kesadarannya justru Sean harus kehilangan Inara dalam hidupnya. entah apa yang terjadi Sean pun tidak pernah tahu.

Dan di manakah Inara sekarang? 

Bersambung......

Bab 2

MENGEJAR CINTA MANTAN ISTRIKU PART 1

"selamat pagi semuanya, selamat datang di resto Inara semoga kalian suka dengan makanan yang terhidang di sini dan apapun keluhan dari kalian insya Allah aku akan menerimanya dengan baik. "Papar gadis cantik, dengan jilbab berwarna pink yang membuat siapapun terpesona dengan senyumannya.

"Inara, selamat ya atas syukuran restoran barumu. "Ucap seorang pria bermata sipit dengan hidung mancung menghampiri dirinya yang sedang berdiri di hadapan para karyawan dan juga para tamu undangan.

"Mas Aslan, aku pikir kamu tidak akan datang ke restoranku karena kamu adalah orang yang sangat sibuk ternyata, kamu menyempatkan diri untuk hadir. "Jawab Inara yang tersenyum manis pada pria itu.

"Untukmu, aku akan pasti hadir Saya lagi pula kita sudah bersahabat sejak lama dan aku tahu bagaimana perjuanganmu untuk mendirikan restoran ini "jawab laki-laki berwajah Korea itu tersenyum manis pada Inara.

"Ehem..... Mas Aslan, kenapa sih selalu menganggap Mbak Inara itu sebagai sahabat apa tidak mau menganggapnya lebih. "Sahut seorang wanita yang menyenggol pundak Inara, dia adalah sahabat baik Inara yang sejak dulu selalu ada di sampingnya yaitu Nadira.

"Tidak mudah untuk mendapatkan hati seorang Inara, aku akan tetap menunggu wanita keras kepala ini sampai bisa luluh dan bertekuk lutut pada aku hingga akhirnya aku mampu menjadi satu-satunya laki-laki yang bisa membahagiakan dia. "Jawab Aslan dengan senyuman.

Inara terdiam, dia tahu Aslan sudah menyukainya sejak mereka masih sekolah bahkan hingga kini mereka masih tetap bersahabat baik. namun, Inara tidak mampu memberikan harapan lebih pada Aslan lebih dari sekedar hubungan persahabatan di antara mereka.

"Aku permisi kak belakang dulu ya." 

"Iya, kebiasaan deh pasti dia ngambek lagi sama kita. " Ucap Nadira yang tahu bagaimana perasaan Inara.

"Mas Aslan, aku permisi menyusul Inara dulu ya ke belakang, mas Aslan silakan menikmati makanan di restoran kami." Ucap Nadira yang langsung pamit pada Aslan.

Inara masuk ke ruang kerjanya, di mana ini adalah tempat yang paling tenang untuk dia berdiam diri tanpa memikirkan hal apapun. Inara mengeluarkan sebuah foto dari catatan miliknya. Sebuah foto kenangan dia bersama dengan seorang pria dengan senyum manisnya dan wajah tampannya, membuat Inara kembali mengenang bagaimana masa lalunya dengan laki-laki itu.

"Inara, kamu kebiasaan deh selalu saja meninggalkan aku dengan mas Aslan begitu saja padahal dia sudah jauh-jauh dari Jakarta datang ke Malang hanya untuk menghadiri pembukaan restoran baru kamu! "Celoteh Nadira yang langsung masuk ke dalam ruangan pribadi Inara.

"Aku hanya tidak mau, kamu terus-menerus menjodohkan aku dengan mas Aslan." Jawab Inara 

"Tapi kenapa?" 

"Aku tidak suka, kamu tahu kan aku seorang janda dan tidak pantas mas Aslan mendapatkan wanita sepertiku!" Tegas Inara menatap tajam kearah Nadira.

Nadira perlahan terdiam, Dia berjalan melangkah ke arah sahabatnya yang hanya bisa berdiri di samping meja kerjanya. Nadira tahu, ada luka yang memang belum sembuh di hati Inara sehingga membuat dia sulit membuka hati untuk laki-laki lain.

"Apa kamu masih mencintai mas sean? "

"Cukup! Aku tidak mau lagi kamu membahas tentang laki-laki itu aku ingin memulai kehidupan baruku di sini jadi aku mohon jangan pernah kamu ungkit apapun tentang dia. "Jawab Inara yang membalikkan badannya tanpa sedikitpun memberikan penjelasan pada Nadira.

"Ya sudah, aku permisi kembali ke restoran lagi karena banyak sekali tamu yang datang setelah kamu tenang kamu bisa kembali ke restoran untuk membantuku ingat Inara, ini adalah salah satu impianmu sejak dulu memiliki bisnis sendiri dari hasil jerih payahmu. "Papar Nadira yang langsung melangkah pergi meninggalkan Inara di ruangannya sendirian.

***

"Nadira, ada apa dengan Inara? "Tanya Aslan mengejutkan Adira yang baru saja keluar dari ruangan Inara.

"Biasalah, perempuan kalau lagi datang bulan memang bawaannya selalu mau marah-marah nanti juga marahnya reda dia hanya sedang mengatur mood-nya agar bisa jauh lebih baik." Jawab Nadira yang terpaksa berbohong pada Aslan.

"Inara adalah wanita yang sangat unik ia sangat menjaga hatinya dengan baik aku yakin laki-laki yang ada dalam hatinya pasti sudah menjadi penghuni tetap sehingga tidak ada ruang untuk siapapun singgah kembali dalam hatinya."

"Mas Aslan jangan bicara seperti itu, aku tahu Inara hanya butuh waktu untuk melupakan seseorang tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan membuka hatinya untuk masakan, lagi pula kalian sudah bersahabat baik dan aku juga yakin mas Aslan adalah laki-laki yang tepat untuk Inara. "Jawab Nadira mencoba memberikan semangat pada Aslan.

"Betapa beruntungnya laki-laki yang dicintai oleh Inara, Dia gadis pemikat hati siapapun pasti akan tertuju pada kecantikan dia dan rendah hatinya tetapi tidak semua laki-laki bisa menaklukkan dia karena Inara wanita yang sangat berprinsip. "Ucap Aslan yang hanya bisa tersenyum membayangkan betapa bahagianya jika dia bisa bersanding dengan Inara di pelaminan.

Bab 3

Sean perlahan membuka mata, obat bius yang disuntikkan oleh dokter mampu membuat dia tertidur dalam waktu berjam-jam. tetapi, kini dia bisa lebih tenang dari sebelumnya.

"Selamat malam tuan Sean, anda sudah terbangun? "Tanya seorang perawat yang berada di samping Sean.

"Saya ada di mana, kenapa saya dirawat di rumah sakit ini? "Tanya kembali Sean menatap perawat itu.

"Maaf, tuan Sean mengalami kecelakaan setahun yang lalu dan mengalami koma, hingga tuan Sean hanya bisa mengandalkan semua alat-alat medis agar tetap bisa bertahan hidup tetapi keajaiban datang akhirnya, Anda bisa sadar kembali. "Papar perawat tersebut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Sean.

"Di manakah kedua orang tua saya dan di mana istri saya? "Tanya kembali Sean menatap tajam perawat yang ada di hadapan itu.

"Syukurlah, kamu sudah sadar. "Ucap nyonya Laura menghampiri putra semata wayangnya itu.

"Di mana Inara ma, kenapa aku sama sekali tidak melihat dia aku ini sedang sakit apa dia sedang berada di rumah? "Tanya sayang yang selalu saja menanyakan tentang keberadaan istrinya.

"Setelah kondisimu pulih, dan kamu bisa kembali lagi ke rumah Mama kan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Inara dan Mama minta sama kamu, jangan lagi pernah menyebutkan namanya di hadapan kita! "Jawab tegas Laura pada putranya itu.

Sean hanya  terdiam, dia tidak mampu lagi memberontak pada orang tuanya karena semuanya ia akan percuma dia tidak akan bisa menemukan jawaban tentang keberadaan istrinya.

***

"Bintangnya cerah sekali ya, tumben langit lagi bahagia sepertinya. "Sahut Nadira menghampiri sahabatnya yang sedang melamun di teras rumah memandangi langit-langit yang begitu sangat indah di kota Malang.

"Langit memang selalu memberikan keindahannya itu sebabnya kenapa aku sangat suka sekali dengan langit walaupun terkadang dia suka memberikan hujan dan mendung serta petir tapi aku tetap suka ketika dia memberikan cahaya yang begitu indah dari pancaran sinar matahari dan juga di saat malam hari, banyak sekali bintang bertaburan. "Papar Inara dengan senyum manisnya.

"Inara, sudah hampir satu tahun kamu mencoba sembuh dari lu kamu apa kamu tidak mau membuka lembaran baru dan mencoba untuk membuka hatimu pada siapapun? "Tanya Nadira mencoba menggenggam tangan Inara dan menatap matanya yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya selama ini.

"Aku bahagia dengan hidupku sekarang, aku masih punya kamu sahabat yang selalu ada di sampingku dan aku masih punya banyak karyawan yang bekerja denganku itu sudah lebih dari cukup. "Jawab Inara yang tetap memberikan senyuman tetapi Nadira tahu, bawa itu bukanlah senyuman bahagia dalam dirinya.

"Tapi kamu tetap merasa kehilangan kan, dan kamu tetap merasa merindukan itu yang aku selalu lihat dari kamu Inara kamu jangan pernah lagi membohongi hatimu. "Ucap kembali Nadira membuat Inara pun terbangun dari duduknya.

"Sudah larut malam, sebaiknya kita berdua istirahat karena besok pasti restoran akan jauh lebih ramai aku yakin banyak sekali pelanggan tetap yang akan menikmati makan di restoran kita. "Ucap Inara yang langsung berbalik badan dan meninggalkan Nadira di depan rumah.

Selama di Malang, Inara dan Adira memang satu rumah mereka sama-sama anak yatim piatu, mereka dipertemukan oleh takdir hingga akhirnya, mereka pun mewujudkan setiap mimpi mereka terlebih mereka juga harus bisa bertahan hidup di tempat rantauan seperti ini.

"Aku selalu tahu kesedihanmu Inara, tapi aku yakin cepat atau lambat semua kebenaran akan terungkap dan kebahagiaan akan tertuju padamu. "Gumam Nadira sembari menyika sudut matanya menatap Inara yang sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya, Karena dia sudah pergi masuk ke dalam kamarnya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED