Bab 2

Episode 2/ Dasar CEO mesum!

Malam harinya.

Perayaan besar-besaran valentine tengah di adakan di kediaman mewah Gemini group, gadis-gadis cantik sudah bersiap untuk mengambil dan memikat hati tokoh utama pada malam ini, Roberto pria tampan berusia 30 tahun.

‘’Lihatlah lautan gadis-gadis cantik dan seksi itu, Robert! Kamu hanya tinggal memilih salah satu di antara mereka untuk kamu ajak berdansa,’’ ucap Maxim yang berdiri di sebelah Robert.

Roberto tidak peduli dengan ucapan Maxim, ia hanya sibuk dengan anggurnya, dan menikmati alunan music di malam ini.

Di bawah sana suasana meriah dengan di hiasi oleh gadis-gadis cantik dan seksi yang sibuk menunggu kedatangan Robert, tepat pada pukul delapan dua gadis melangkah ke ruangan pesta.

Semua mata tertuju kepada gadis cantik yang menggunakan gaun putih, bahkan gelas di tangan Maxim pecah di lantai.

‘’Hei, anggur lo mengenai pakaian mahal gue!’’ kesal Roberto menatap tajam dan tidak suka kepada Maxim.

Maxim memegang kedua pipi Roberto dan mengarahkan pandangan matanya ke bawah, Roberto kaget dengan kehadiran gadis bergaun putih.

‘’Siapa gadis itu?’’ pikir Roberto.

‘’Lebih baik kita ke bawah sekarang, dari pada penasaran setengah mati di atas sini,’’ ajak Maxim yang menarik tangan Roberto.

…..

‘’Kenapa semua orang menatap kepada ku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan penampilan ku Gendis?’’ bisik Aurora.

‘’Bukan Aurora, mereka semua pasti sedang terpana dengan kecantikan yang kamu miliki, kamu sangat cantik sekali Aurora!’’ balas Gendis dengan berbisik.

Kening Aurora berkerut, ia merasa sangat aneh dengan tatapan mata semua orang. Namun di saat yang bersamaan muncullah dua pria tampan menuruni tangga.

‘’Siapa mereka?’’ bisik Aurora.

Gendis berdecak kesal, temannya ini memang kutu buku sekali, padahal semua gadis di kampus mereka mengenal kedua pria yang begitu popular, kecuali Aurora.

‘’Di sebelah kanan itu namanya Maxim, anak pertama dari tiga bersaudara, ia merupakan CEO sukses, dan kabar-kabarnya sudah putus dengan pacar modelnya bernama Juliet. Dan yang di sebelahnya itu Roberto, CEO kaya dengan penuh pesona, anak tunggal dari keluarga konglomerat Gemini group, kabarnya ia begitu dingin kepada semua gadis-gadis cantik, belum ada yang berhasil meluluhkan Roberto,’’ jawab Gendis dengan berbisik.

‘’Dan tuan muda Roberto itu incaran ku, wajahnya yang tampan bagaikan pangeran, kekayaan, kepopuleran, semuanya melekat pada diri Roberto, pasti akan sangat beruntung jika bisa menjadi kekasih dari CEO dingin itu,’’ imbuh Gendis yang membuat Aurora rasanya ingin muntah saja.

…..

Kedua pria tampan itu sudah berdiri tepat di hadapan Aurora dan Gendis.

‘’Selamat malam gadis-gadis cantik,’’ sapa Maxim.

‘Pria ini?’ batin Aurora yang rasanya ia pernah bertemu dengan pria tampan bernama Roberto.

Maxim melihat kepada tatapan mata dari Aurora, gadis paling menarik di pesta perayaan valentine.

‘’Perkenalkan nama saya Maxim, , anak pertama dari tiga bersaudara, CEO sukses dan status saya pun single. Nama kamu berdua siapa?’’ tanya Maxim dengan mengedipkan satu matanya kepada Aurora.

‘’Saya Gendis dan ini Aurora,’’ ujar Gendis yang menarik paksa tangan Roberto untuk berjabat tangan.

‘’Aurora? Nama yang bagus seperti orangnya, maukah kamu berdansa dengan ku Aurora?’’ ajak Maxim.

Gendis malah memberikan anggukan, akhirnya Aurora berdansa dengan Maxim dan Gendis berdansa dengan Roberto, semua mata tertuju kepada Aurora yang menarik perhatian semua orang.

Di meja sana, terdapat para gadis-gadis dengan raut wajah kesal menatap tidak suka kepada Aurora dan Gendis.

‘’Siapa gadis bergaun putih itu? Apakah dia memang gadis dari kampus kita?’’

Pertanyaan demi pertanyaan terus terpikirkan oleh gadis-gadis kaya yang tidak pernah melihat gadis secantik Aurora di kampus.

…..

‘’Bagaimana? Apakah menurut kamu kedua gadis tadi sudah bisa membuat kamu tertarik kepadanya, Robert?’’ tanya Maxim dengan menuangkan anggur ke gelasnya.

Namun Robert malah terlihat sedang berpikir keras.

‘’Hei, kenapa kamu malah melamun begini? Seharusnya kamu bersenang-senang dengan perta valentine ini, ku tebak pasti sudah banyak gadis-gadis yang memberikan coklat kepada kamu, Robert. Hal apa yang sedang kamu pikirkan ini?’’ tanya Maxim.

Robert menghela nafas.

‘’Rasanya aku pernah bertemu dengan gadis yang berdansa dengan kamu, Maxim. Yah, aku pernah bertemu dengan gadis itu, namun dimana yah?’’ pikir Roberto.

Maxim malah tertawa terbahak-bahak.

‘’Haha hahah, jangan-jangan gadis itu yang sudah berhasil membuat seorang CEO dingin seperti kamu tertarik padanya,’’ ledek Maxim.

Roberto yang kesal dengan ejekan Maxim berlalu pergi.

…..

Petaka besar pun terjadi pada perayaan malam valentine itu, sebuah ledakan besar yang tak tahu asalnya dari mana berhasil membuat kekacauan serta kepanikan dari semua tamu undangan, mereka berlarian ke luar untuk menyelamatkan diri, tak terkecuali Gendis.

‘’Aurora! Dimana gadis itu?’’ pekik cemas Gendis.

Maxim dan Roberto melangkah mendekat.

‘’Kenapa?’’ tanya Maxim.

‘’Aurora, Aurora masih ada di dalam!’’

Jawaban dari Gendis membuat Roberto langsung melangkah masuk ke dalam untuk menyelamatkan Aurora.

‘’Roberto!’’ panggil Maxim ketika suasana semakin menegangkan, kobaran api pun semakin besar, namun Roberto tidak peduli dengan panggilan temannya.

Gendis malah menangis sejadi-jadinya, Maxim yang awalnya ingin masuk ke dalam untuk menyelamatkan Aurora, harus bisa menahan diri dan berusaha menenangkan Gendis.

‘’Tenanglah, Aurora pasti akan selamat.’’

…..

Di dalam sana Roberto sedang berusaha mencari keberadaaan Aurora, ia kesal sekali karena sudah hampir sepuluh menit mencari, namun belum juga di temukan, padahal kobaran api semakin besar.

‘Cih! Kemana perginya gadis itu!’ kesal Roberto.

Namun hingga sorot matanya berhasil menemukan gadis bergaun putih yang sedang terjebak di sebuah pintu.

‘’Hei! Semua orang sedang panik dengan keberadaan kamu, namun kamu malah tidak mau keluar dari tempat ini! Sekarang ayo pergi!’’ cerca Roberto yang menarik tangan Aurora, namun tidak bisa.

‘’Jika sudah bisa sedari tadi, maka sudah dari tadi saya menyelamatkan diri. Apakah Tuan tidak melihat jika saya terjebak dengan gaun menyebalkan ini!’’ kesal Aurora yang berusaha melepaskan diri dari gaun putih yang telah membuatnya terjebak di tengah kobaran api yang semakin membesar.

Roberto berusaha merobek gaun tersebut namun tidak bisa, ia melihat ke sekelilingnya untuk mencari benda yang bisa ia gunakan.

‘’Nah, dengan cara ini pasti bisa!’’ gumam Roberto yang mengambil sebuah pedang dari sarangnya.

Mata Aurora terbelalak tidak percaya, ‘’Bisa apanya! Bisa-bisa saya berpindah alam pastinya!’’

Roberto berdecak kesal, ‘’Sudahlah, jika kamu ingin selamat maka kamu harus tenang dan biarkan saya menggunakan pedang ini!’’

Aurora memejamkan mata, Roberto yang sangat ahli untuk bermain pedang dengan mudah ia membelah dua gaun putih yang telah membuat Aurora terjebak.

Namun mata Roberto malah tertuju kepada tubuh mulus Aurora yang begitu memikat, bahkan saking terpana nya ia sampai mimisan. Aurora membuka kembali matanya dan menatap heran kepada tatapan mata dari Roberto yang seakan sedang memindai tubuhnya.

‘’Dasar CEO mesum!’’ pekik Aurora yang berusaha menutupi tubuhnya dengan sisa-sisa gaun putih.

Bersambung.

Bab 3

Episode 3/ Pemalsuan kematian sang ceo.

Aurora masih sangat kesal dengan tingkah Roberto yang masih tidak mau mengaku jika dia memang mesum.

"Maling mana ada yang berani ngaku, jika para maling mengaku, maka penjara sudah pasti akan penuh!" Kesal Aurora.

‘’Kamu ini memang gadis keras kepala, padahal Saya sudah mengatakan jika saya bukan pria mesuk! bukan pria mesum!’ kamu paham kan dengan ucapan saya!’ sergah Roberto yang berusaha mengelak.

‘’Cih, mengaku saja! Tidak ada gunanya juga Tuan berbohong karena memang ada bukti jika CEO seperti Anda ini memang mesum!’’ kesal Aurora, setelah itu ia malah tersenyum sinis.

‘’Hei! Apa buktinya hah! Menuduh seseorang tanpa bukti bisa di kenakan pasal berlapis nantinya, kamu bisa saja saya tuntut di pengadilan bahkan kamu bisa saja saya masukkan ke dalam penjara!’’ elak Roberto.

‘’Tuan mimisan karena tidak bisa menahan diri ketika melihat tubuh saya!’’ jawab telak Aurora yang membuat Roberto terdiam seribu bahasa.

‘’Tapi ….’’

Namun ketika yang bersamaan turun beberapa orang dengan menggunakan pakaian anti api dari tangga, Roberto menarik kembali tubuh mungil Aurora untuk masuk ke dalam toilet. Tubuh kekar Roberto menghimpit tubuh Aurora di dinding toilet, posisi mereka sangat dekat. Ketika Aurora hendak berkata tangan Roberto menahannya, ia memberikan isyarat untuk tetap diam.

‘’Shtt, kamu lihat dua pria di luar sana!’’

Tatapan Aurora pun tertuju kepada kedua pria yang seakan tengah mencari sesuatu, namun mata Aurora terbelalak sempurna ketika bongkahan kayu besar hendak jatuh dan menghantam tubuh Roberto.

Dengan cekatan Aurora menginjak keras kaki kiri Roberto, ia menarik tubuh kekar itu agar tak terkena dengan bongkahan kayu yang bisa mencelakai CEO dingin ini.

‘’Kamu ingin membuat kita ketahuan apa!’’ kesal Roberto.

‘’Bukan, bukan begitu …’’

Belum sempat Aurora mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi, kedua pria itu langsung menghantam tubuh besar Roberto dengan menggunakan palang kayu.

‘’Awhg! Siapa kalian hah!’’ teriak Roberto yang berusaha bertahan.

Pertarungan pun tak bisa terelakkan lagi, Roberto berusaha melawan kedua pria tersebut, dan Aurora berusaha berpikir bagaimana caranya ia bisa meminta bantuan.

‘’Cih! Kenapa ponsel ini malah tidak bisa di gunakan ketika sedang dalam keadaan terdesak begini!’’ kesal Aurora, ponsel jadulnya mendadak mati karena kehabisan baterai.

…..

‘’Roberto!’’ pekik Aurora ketika ceo itu tersungkur di lantai.

Aurora melangkah mendekat untuk menahan kedua pria tersebut agar tidak menghabisi nyawa Roberto.

‘’Biarkan saja mereka berdua, bos. Tidak perlu kita mengotori tangan kita untuk membunuh dia, biarkan kobaran api ini saja yang membuat dia berpindah alam. Sebaiknya kita pergi sebelum polisi memeriksa ruangan ini, kita harus meninggalkan tempat ini dan menghilang tanpa jejak!’’ sarannya.

‘’Hmm, benar juga kamu. Sekarang nikmatilah pembalasan kami keponakan sialan!’’

Kedua pria itu langsung keluar dan meninggalkan Aurora yang berusaha membopong tubuh kekar Roberto.

‘’Cihh! Tubuh pria ini sangat berat sekali!’’ kesal Aurora.

Roberto sudah pingsan dan kobaran api pun semakin besar, untungnya Aurora masih bisa berpikir positif, ia mengambil kain dan membasahi kain itu.

‘’Sialan! Jalan depan sudah tidak bisa di lewati!’’ kesal Aurora.

Ia pun memutar kembali otaknya, dan teringat dengan kedua pria tersebut, Aurora berusaha menggendong tubuh kekar Roberto. Setelah berjuang sepuluh menit agar bisa selamat dari kobaran api, mereka berdua berhasil lolos.

Aurora menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Roberto yang sedang pingsan, ‘’Huff, kenapa kamu sangat berat sekali!’’

Aurora memperhatikan lebih dekat wajah Roberto, ‘’Rasanya aku pernah melihat wajah ini, tapi dimana yah?’’ pikirnya.

Ketika masih sibuk berpikir keras apakah mereka berdua memang pernah bertemu sebelum ini, kedua pria yang menyerang Roberto terlihat sedang berbincang dengan seseorang.

‘’Tenang saja Tuan besar, dia sudah pasti mati karena kobaran api di dalam sana, lagian polisi tidak akan menemukan jejak kita,’’

‘Siapa mereka? Dan kenapa hendak mencelakai pria ini?’ pikir Aurora, nasib baik ia dan Roberto di tutupi oleh rerumputan ilalang.

‘’Bagus, pastikan besok kalian berdua membuat berita kematian tentang dia dan pastikan juga tidak akan menimbulkan kecurigaan dari pihak kepolisian, paham!’’

Kedua pria tersebut memberikan anggukan, bos besar yang mereka sebut langsung masuk ke dalam mobil, kedua pria tersebut melepaskan pakaian anti apinya, dengan samar-samar Aurora bisa melihat wajah kedua pria tersebut.

Hachim!

‘’Suara apa itu?!’’

Aurora lantas menutup mulutnya, ‘Jangan sampai mereka berdua melihatku di semak-semak ini! Oh tuhan selamatkan lah hamba!’

‘’Sudah, kita harus pergi sekarang! Polisi akan datang untuk menginvestigasi tempat ini, kita tidak boleh berada di tempat ini,’’ cegah temannya.

Akhirnya kedua pria itu melangkah pergi dan Aurora pun bisa bernafas lega.

‘’Huff, hampir saja.’’

…..

Keesokan paginya, semua siaran di stasiun televisi di ambil alih oleh keluarga konglomerat gemini group, mereka akan memberikan pengumuman penting perihal kebakaran di malam valentine.

[Bagaimana dengan kabar Tuan muda? Rumornya Tuan muda masuk ke dalam kobaran api untuk menyelamatkan seorang gadis, apakah Tuan muda dan gadis itu berhasil selamat? Atau tidak? Mohon konfirmasinya,]

‘’Memang benar Tuan muda masuk kembali ke dalam ruangan yang sudah terbakar, namun setelah di selidiki oleh pihak kepolisian hanya di temukan satu nyawa pria yang sudah tidak bisa di investigasi siapa dia, dan kami semua menyimpulkan jika Tuan muda telah meninggal dunia,’’

Kericuhan pun terjadi di sela-sela rapat penting, banyak dari mereka yang tidak percaya jika Roberto, pewaris tunggal sudah meninggal dunia.

[Tapi … apakah sudah di pastikan jika mayat yang di temukan oleh pihak kepolisian memang mayat dari tuan muda? Dan bagaimana dengan gadis itu? Dimana keberadaannya sekarang?]

Pertanyaan dari wartawan pun di tutup, keluarga Roberto meninggalkan podium, sementara wartawan masih meminta kepastian apakah memang benar berita menggemparkan ini jika Tuan muda sudah meninggal dunia.

….

Di tempat yang berbeda, Aurora berada di rumah sederhananya, ia pun ikut menyaksikan berita penting di pagi ini.

Aurora menatap kepada Roberto yang masih belum sadarkan diri, ‘Apa sebaiknya ceo ini aku rahasiakan keberadaannya? Mungkin mereka orang-orang yang mengincar nyawa ceo ini, oleh sebab itu mereka semua membuat pengumuman pemalsuan kematian dia,’ pikir Aurora.

'Tapi tidak mungkin jika pria ini terus bersamaku, aku saja hidup pas-pasan di kota besar, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup ku saja, sudah kesulitan,"

‘’Awhg,’’

Aurora lantas melangkah mendekat, ‘’Kamu sudah bangun!’’ pekik bahagia Aurora.

Mata Roberto perlahan terbuka, ‘’Dimana ini? Dan siapa kamu?’’

‘Apa jangan-jangan dia hilang ingatan karena pukulan keras di bagian belakang kepalanya?’

~Bersambung.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED