" Yi Lan Jie Jie...., Aku tidak bermaksud merebut Wu Han ge ge darimu, Tetapi sayangnya, cinta memang tidak bisa dipaksakan, Kami berdua memang ditakdirkan untuk saling mencintai, Aku harap Jie Jie mau merelakan Wu Han ge ge untukku.."
Fang Mei Lin mengucapkan hal itu tanpa merasa bersalah sedikitpun. Dia bahkan menatap Yi Lan dengan tatapan yang menantang. Dia sangat yakin kalau Song Wu Han akan memilih dirinya dibandingkan Yi Lan.
" TUTUP MULUTMU MEI LIN !
Song Wu Han langsung menghardik Fang Mei Lin dengan marah. Dia tidak menyangka gadis itu malah sengaja memprovokasi Kakak tirinya. Padahal dia hanya menganggap Fang Mei Lin sebagai alat pemuas nafsunya saja. Selain itu, dia bisa berbuat seperti ini karena Fang Mei Lin selalu berusaha untuk menggodanya. Setiap kali dia mengajari Fang Mei Lin, Gadis itu selalu mengenakan pakaian yang minim dan merayunya secara terang-terangan. Walaupun dia selalu berusaha untuk menolaknya, tetapi lama kelamaaan hasratnya sebagai seorang pria, semakin menuntut untuk dipuaskan.
Pada awalnya, Song Wu Han pernah meminta Yi Lan untuk memuaskan hasratnya itu. Tetapi sayangnya, Yi Lan langsung menolak permintaannya. Yi Lan beralasan kalau dia hanya mau melakukan hal itu setelah mereka resmi menikah. Walaupun merasa kecewa, tetapi Song Wu Han tidak ingin memaksa Yi Lan. Dia tidak ingin menyakiti gadis yang sangat dicintainya itu.
Setelah ditolak oleh Yi Lan, Song Wu Han akhirnya memutuskan untuk berhenti mengajari Fang Mei Lin. Tetapi sayangnya, di hari terakhirnya mengajari Fang Mei Lin, Gadis itu malah mencampurkan obat perangsang ke dalam minumannya. Akibatnya, dia dan Fang Mei Lin akhirnya melakukan hubungan badan. Setelah dia tersadar dari pengaruh obat perangsang, semuanya sudah terlambat. Fang Mei Lin memintanya untuk bertanggungjawab atas perbuatannya. Gadis itu menunjukkan bukti kalau dirinya masih perawan. Selain itu, Fang Mei Lin juga memiliki rekaman video saat mereka berhubungan badan. Dengan semua bukti itu, Fang Mei Lin memaksanya untuk berpacaran dengannya. Kalau dia menolaknya, Fang Mei Lin akan menyebarkan semua bukti itu ke media sosial.
Song Wu Han yang diancam seperti itu, benar-benar merasa kesal. Dia akhirnya setuju untuk berpacaran dengan Fang Mei Lin secara diam-diam. Dia awalnya berencana untuk menghancurkan semua bukti yang ada di tangan Fang Mei Lin. Tetapi sayangnya, lama kelamaaan dia mulai terbiasa dilayani oleh Fang Mei Lin. Walaupun gadis itu tidak semenarik Yi Lan, tetapi gadis itu benar-benar pintar melayaninya di atas ranjang. Seandainya dia tidak melihat bukti keperawanan Fang Mei Lin, dia tidak akan percaya kalau gadis itu masih perawan.
Setelah mejalani hubungan rahasia selama beberapan bulan, Song Wu Han akhirnya mulai terbiasa dengan kehadiran Fang Mei Lin. Setiap kali Yi Lan sibuk dengan pekerjaannya, Song Wu Han pasti akan meminta Fang Mei Lin untuk menemaninya. Tetapi biarpun begitu, dia sadar kalau Yi Lan masih menempati posisi pertama di dalam hatinya. Baginya Fang Mei Lin hanya tempat untuk melampiaskan nafsunya saja.
Walaupun sudah berhasil menjadi simpanan Song Wu Han, tetapi Fang Mei Lin masih merasa belum puas. Dia ingin Song Wu Han menjadi miliknya seorang. Oleh karena itu, dia dan Ibunya mulai menyusun rencana untuk memutuskan hubungan Yi Lan dan Song Wu Han. Mereka berdua sengaja memancing Yi Lan untuk datang ke hotel itu. Dengan alasan kalau Wu Han sedang mabuk dan memintanya untuk menjemputnya, Yi Lan pun akhirnya datang ke hotel itu. Mereka sengaja ingin membuat Yi Lan menyaksikan perselingkuhan kekasihnya itu.
Yi Lan hanya menatap adik tirinya dengan tatapan yang sinis. Dia kemudian berjalan menghampiri Fang Mei Lin dan menampar pipinya dengan kuat. Saking kuatnya tamparan itu, bibir Fang Mei Lin langsung mengeluarkan darah.
" PLAK !!!"
"AKH !!!"
" Dasar wanita jalang, kau benar-benar mirip dengan ibumu, Yang satu suka merebut suami orang lain, sedangkan yang satunya lagi suka merebut pacar orang lain..., Kalian berdua benar-benar wanita murahan.., Kalian berdua lebih cocok tinggal di rumah bordil..!"
Yi Lan mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang dingin. Walaupun hatinya hancur lebur, tetapi dia tidak akan membiarkan Fang Mei Lin lolos begitu saja. Karena adik tirinya sudah berani merebut kekasihnya, Yi Lan tentu saja akan memberinya pelajaran yang setimpal. Seorang pencuri tidak boleh dibiarkan lolos begitu saja.
" PLAK !!! Ini hukuman karena sudah berani merebut pacar kakakmu sendiri !!!"
" PLAK !!! Ini hukuman karena Ibumu sudah merebut Ayahku !!!"
" PLAK !!! Ini hukuman karena aku muak melihat wajahmu !!!"
" HENTIKAN YI LAN !!!"
Song Wu Han langsung menghentikan Yi Lan yang sedang mengamuk. Dia baru kali ini melihat Yi Lan memukuli seseorang. Selain itu, ini juga pertama kalinya dia melihat Yi Lan kehilangan kendali. Dia tidak menyangka, Yi Lan yang biasanya bersikap lemah lembut, juga bisa bersikap seberingas ini. Di dalam hatinya, dia benar-benar menyalahkan dirinya sendiri. Gara-gara perselingkuhannya, dia membuat Yi Lan jadi terluka sampai seperti ini.
" BUKK !!!"
Karena kedua tangannya ditahan oleh Song Wu Han, Yi Lan langsung menggunakan kakinya untuk menendang perut Song Wu Han. Seketika itu juga, Song Wu Han langsung terduduk di lantai. Setelah tangannya terbebas, Yi Lan langsung mengibaskan kedua tangannya dengan penuh rasa jijik. Dia tidak sudi disentuh oleh pria yang sudah mengkhianatinya itu.
" Yi Lan..., maafkan aku sayang, aku benar-benar menyesali perbuatanku, aku berjanji akan memutuskan hubunganku dengan Mei Lin, Aku hanya mencintaimu saja Yi Lan...."
" Tidak ge ge !!! Aku tidak mau putus denganmu, Aku sudah menyerahkan keperawananku kepadamu, Kau harus bertanggung jawab kepadaku, Kalau kau berani memutuskanku, aku akan bunuh diri sekarang juga !!!"
Fang Mei Lin benar-benar marah saat mendengar ucapan Song Wu Han. Walaupun pria itu sudah sering bercinta dengannya, tetapi dirinya sama sekali tidak berharga bila dibandingkan dengan Yi Lan. Hal ini benar-benar membuatnya merasa frutasi. Saking frustasinya, Fang Mei Lin pun akhirnya mengambil tindakan nekat.
" PRANG !!!"
Fang Mei Lin langsung memecahkan gelas anggur yang ada di samping tempat tidur. Setelah itu, dia langsung menyayat pergelangan tangannya menggunakan pecahan gelas. Dalam sekejab saja, darah segar langsung mengalir keluar dari pergelangan tangannya.
" MEI LIN !!!"
Song Wu Han benar-benar terkejut saat melihat tindakan Fang Mei Lin. Dia tidak menyangka gadis itu akan benar-benar bunuh diri. Saking paniknya, dia jadi tidak tahu harus berbuat apa.
Yi Lan hanya mengerutkan alisnya saat melihat kejadian itu. Sebagian dari dirinya benar-benar berharap Fang Mei Lin akan langsung tewas begitu saja. Tetapi sayangnya, sebagai seorang dokter, hati nuraninya melarangnya untuk melakukan hal itu. Karena merasa terpanggil oleh jiwa kedokterannya, dia akhirnya memutuskan untuk menyematkan Fang Mei Lin.
Yi Lan kemudian langsung merobek lengan bajunya dan membalut pergelangan tangan Fang Mei Lin yang terluka. Dia melakukannya dengan sikap yang profesional. Walaupun hatinya masih sangat terluka, tetapi Yi Lan sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Saat ini, dia hanya fokus untuk menolong adik tirinya itu.
" Wu Han, Aku sudah menghentikan pendarahannya, sekarang cepat bawa Mei Lin ke Rumah Sakit !"
Song Wu Han hanya diam saja sambil menatap Yi Lan. Dia sepertinya tidak mendengarkan ucapan Yi Lan. Saat itu, Song Wu Han benar-benar merasa malu kepada dirinya sendiri. Sebagai seorang calon dokter, dia malah bingung saat menghadapi situasi seperti ini. Dia malah membiarkan kekasihnya yang menolong selingkuhannya. Song Wu Han merasa dirinya benar-benar tidak berguna.
" WU HAN !!! Jangan diam saja !! Cepat bawa Mei Lin ke Rumah Sakit !!
" Eh....!! I...Iya, B..Baiklah Yi Lan..."
Setelah dihardik oleh Yi Lan, Song Wu Han akhirnya baru tersadar dari lamunannya. Di kemudian langsung menggendong Fang Mei Lin dan membawanya ke Rumah Sakit. Dia juga langsung menelepon Ayah dan Ibu Fang Mei Lin untuk memberitahukan hal ini.
Selama perjalanan ke Rumah Sakit, Yi lan sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya menatap ke depan tanpa mempedulikan apapun. Saat ini, dia hanya ingin menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Setelah Fang Mei Lin mendapatkan perawatan dari dokter, dia akan segera pulang ke apartemennya sendiri.
Song Wu Han sendiri juga tidak berani mengajak Yi Lan berbicara. Dia sadar kalau Yi Lan masih sangat marah kepadanya. Karena tidak ingin membuat Yi Lan bertambah marah, dia memutuskan untuk menutup mulutnya untuk sementara waktu. Setelah amarah Yi Lan mereda, dia baru akan meminta maaf lagi kepada Yi Lan.
Ketika mereka sampai di Rumah Sakit, Fang Mei Lin langsung dirawat di UGD. Karena luka di pergelangan tangannya tidak terlalu dalam, dia tidak memerlukan perawatan yang intensif. Dia bahkan langsung diizinkan pulang hari itu juga.
" Mei Lin putriku...., Kau tidak apa-apa kan Nak ? Kenapa kau bisa berbuat sebodoh ini ?!!!"
Li Yin yang baru sampai di Rumah Sakit, langsung menghampiri putrinya dengan cemas. Dia benar-benar kaget saat mengetahui putrinya berusaha untuk bunuh diri. Detik itu juga, dia langsung melirik Yi Lan dengan marah. Dia yakin kalau Yi Lan adalah penyebab putrinya bunuh diri.
" YI LAN !! Apa yang sudah kau lakukan kepada Mei Lin ?!!! Aku yakin kau adalah orang yang memaksanya bunuh diri !!!"
Li Yin langsung menuduh putri tirinya itu dengan marah. Dia bahkan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Yi Lan. Selama ini dia memang tidak suka kepada Yi Lan. Selain cantik dan jenius, Yi Lan juga lebih unggul dalam segala hal bila dibandingkan dengan putri kandungnya. Oleh karena itulah, dia sangat mendukung rencana putrinya untuk merebut Song Wu Han dari tangan Yi Lan. Karena hari ini Yi Lan memang dipancing ke hotel untuk menyaksikan perselingkuhan Song Wu Han, dia yakin Yi Lan benar-benar marah kepada putrinya. Oleh karena itulah, dia yakin Yi Lan sudah melakukan sesuatu yang membuat putrinya nekat bunuh diri.
Yi Lan hanya menatap ibu tirinya itu sambil tersenyum sinis. Ucapan Ibu tirinya itu benar-benar membuat emosinya meledak kembali. Dia kemudian meraih jari telunjuk Li Yin dan memelintirnya dengan kuat.
" KREK !!!!"
" AKH SAKIT !!!!"
Li Yin langsung menjerit kesakitan saat jari telunjuknya dipelintir oleh Yi Lan. Dia langsung berusaha keras untuk melepaskan jarinya dari cengkraman Yi Lan. Tetapi sayangnya, sebelum dia berhasil melakukan hal itu, sebuah tamparan yang keras langsung mendarat di pipinya.
" PLAK !!!"
" ADUH !!!"
" HENTIKAN YI LAN !!! KAU TIDAK BOLEH KASAR KEPADA IBU TIRIMU !!!"
Fang Jun Xi yang melihat hal itu langsung menghentikan Yi Lan secepat mungkin. Dia tidak menyangka putrinya itu berani menampar istrinya di depannya langsung. Walaupun dia tidak tahu apa yang sudah terjadi, tetapi ini pertama kalinya dia melihat Yi Lan berbuat sekasar itu. Hal ini benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.
" Ayah...., putri kesayanganmu itu sudah berani merebut pacar kakaknya sendiri..., Aku melihat mereka berdua sedang bermesraan di sebuah hotel, Selain itu, aku tidak pernah memaksanya untuk bunuh diri, Justru aku yang menolongnya disaat dia melakukan bunuh diri, Menurutmu..., Apakah aku tidak pantas menampar mulut Ibunya yang kotor ini ?! Tanpa bukti yang jelas, dia sudah berani menfitnahku, Aku curiga kalau istri dan anakmu ini memang berkomplot untuk menyakitiku !"
Fang Jun Xi langsung terdiam saat mendengar ucapan Yi Lan. Dia tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Selama ini, dia hanya tahu kalau Song Wu Han menjadi guru les Fang Mei Lin. Tetapi, dia tidak menyangka kalau mereka berdua akan berselingkuh di belakang Yi Lan. Sebagai Ayah Yi Lan dan Mei Lin, Fang Jun Xi benar-benar merasa bingung. Walaupun dia tahu kalau Yi Lan adalah pihak yang dirugikan, tetapi dia juga tidak tega menghukum Mei Lin. Biar bagaimanapun juga, Fang Mei Lin adalah putri kesayangannya. Rasa cintanya terhadap Mei Lin jauh lebih besar bila dibandingkan dengan rasa cintanya terhadap Yi Lan.
Melihat ayahnya yang hanya diam saja, Yi Lan benar-benar merasa kecewa. Walaupun dia tahu kalau ayahnya lebih menyayangi adik tirinya, tetapi hatinya tetap terasa sakit saat diperlakukan secara tidak adil. Karena Ayahnya tidak ingin membelanya, Yi Lan akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Dia tidak ingin melihat wajah mereka lagi untuk selamanya.
" TUNGGU YI LAN !! Hari ini kau pulanglah bersama Ayah, Kita bicarakan hal ini di rumah saja, Ayah berjanji akan memberikan keadilan untukmu."
Yi Lan sebenarnya tidak ingin pulang bersama Ayahnya. Tetapi sayangnya, dia penasaran dengan 'Keadilan' yang disebut oleh Ayahnya itu. Selain itu, masalah ini memang perlu diselesaikan dengan tuntas. Dia tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut.
Karena Yi Lan sudah setuju untuk ikut pulang bersamanya, Fang Jun Xi pun langsung mengajak seluruh anggota keluarganya untuk meninggalkan Rumah Sakit. Karena Song Wu Han juga ikut terlibat dalam masalah ini, dia otomatis juga harus ikut pulang bersama mereka. Tetapi sayangnya, sebelum mereka meninggalkan Rumah Sakit, Dokter yang merawat Fang Mei Lin memberitahu mereka kalau Fang Mei Lin sedang hamil sekarang.
Begitu berita itu diumumkan, Fang Jun Xi langsung terdiam seribu bahasa. Li Yin dan Fang Mei Lin tampak tersenyum dengan penuh kemenangan. Song Wu Han sendiri tampak membelalakkan matanya dengan tatapan tidak percaya. Hanya Yi Lan satu-satunya orang yang tetap terlihat tenang.
" Ayo semuanya, kita pulang dulu sekarang, kita akan membahas masalah ini lagi di rumah..."
Fang Jun Xi langsung melirik wajah Yi Lan dengan perasaan cemas. Dia benar-benar khawatir Yi Lan akan kehilangan kendali. Tetapi sayangnya, ketika melihat wajah Yi Lan yang begitu tenang, Fang Jun Xi merasa kekhawatirannya sudah terlalu berlebihan. Putri sulungnya itu ternyata jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan.