Fang Yi Lan adalah seorang mahasiswi jenius dari jurusan kedokteran di universitas Tsing Hua. Di usianya yang ke-18 tahun, Yi Lan sudah berhasil menyelesaikan program studi S2-nya di universitas Tsing Hua. Saat ini, dengan dukungan penuh dari universitasnya, Yi Lan sedang berusaha untuk menyelesaikan program S3-nya. Bila dia berhasil menamatkan program S3-nya di usianya yang ke-20 tahun, Yi Lan akan mejadi doktor termuda dalam sejarah universitas Tsing Hua.
Yi Lan awalnya memiliki kehidupan dan karir yang sangat cemerlang. Sebagai seorang mahasiswi jenius, dia sudah menjadi dokter bedah lepas di berbagai Rumah Sakit terkenal. Selain jenius, Yi Lan juga memiliki penampilan yang sangat menawan. Dia memiliki wajah yang imut dan cantik. Walaupun tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi dia memilki proporsi tubuh yang sempurna. Dia memiliki payudara yang padat berisi. Selain itu, pinggangnya juga benar-benar mirip dengan gitar spanyol. Karena kecantikan dan kejeniusannya itu, Yi Lan sering dicemburui oleh para wanita yang sekampus dengannya. Tetapi sayangnya, di kalangan para pria, Yi Lan justru menjadi idola.
Di balik semua kelebihan yang dimilikinya, Yi Lan sebenarnya memiliki kehidupan keluarga yang cukup kacau balau. Ketika dirinya baru berusia 4 tahun, Ayahnya ketahuan berselingkuh dengan sekretarisnya. Karena Ayahnya sudah memiliki anak dengan sekretarisnya itu, Ayahnya akhirnya memutuskan untuk menikah dengan sekretarisnya itu. Gara-gara peristiwa itu, Ibu Yi Lan akhirnya memutuskan untuk bercerai dari Ayahnya.
Awalnya Yi Lan memutuskan untuk ikut dengan Ibunya. Tetapi sayangnya, setelah 2 tahun bercerai dengan Ayahnya, Ibu Yi Lan memutuskan untuk menikah lagi dengan pria yang lain. Akibatnya, Yi Lan benar-benar menjadi anak yang terbuang. Dia akhirnya dititipkan Ibunya untuk dirawat oleh neneknya.
Di bawah pengasuhan neneknya, Yi Lan akhirnya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Berkat kejeniusannya, dia berhasil menamatkan sekolahnya dalam waktu yang singkat. Selain itu, di usianya yang masih belia, dia sudah berhasil memenangkan banyak penghargaan. Karena itulah, Ayahnya masih mau memberikan bantuan dana kepadanya. Karena prestasinya yang membanggakan, Ayahnya tidak ingin memutuskan hubungan dengannya. Tetapi sayangnya, walaupun Ayahnya masih mau membiayainya, tetapi kasih sayang ayahnya hanya dicurahkan untuk Ibu tiri dan adik tirinya. Bagi Ayahnya, Yi Lan hanya sebuah aset yang bisa digunakan untuk mengharumkan namanya.
Ketika Yi Lan berusia 15 tahun, dia akhirnya memulai kuliahnya di universitas Tsing Hua. Untuk pertama kalinya, Yi Lan akhirnya bertemu dengan seseorang pria yang benar-benar menyayanginya. Pria itu bernama Song Wu Han. Dia adalah mahasiswa tahun ke-dua dari jurusan kedokteran di universitas Tsing Hua. Song Wu Han sendiri adalah putra tunggal dari pemilik Rumah Sakit Terkenal di Kota Beijing. Dia memiliki wajah yang tampan dan harta yang melimpah. Oleh karena itulah, banyak wanita yang berlomba-lomba untuk menjadi kekasihnya.
Awalnya Song Wu Han tertarik kepada Yi Lan karena kejeniusannya. Tetapi, setelah bergaul lebih lama, Song Wu Han menjadi semakin tertarik kepada Yi Lan. Selain jenius, Yi Lan juga sangat manis dan baik hati. Gadis itu bahkan sering membantunya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya yang rumit. Lambat laut, hubungan mereka berdua menjadi semakin dekat. Awalnya, Wu Han hanya menganggap Yi Lan seperti adik kandungnya sendiri. Tetapi sayangnya, seiring dengan pertambahan usianya, Yi Lan berubah menjadi seorang gadis yang cantik dan sexy. Hal inilah yang membuat Song Wu Han akhirnya jatuh cinta kepada Yi Lan.
Karena Song Wu Han selalu bersikap baik kepadanya, Yi Lan sama sekali tidak menolak saat pria itu menyatakan cinta kepadanya. Dia bahkan langsung setuju saat pria itu mengajaknya untuk berpacaran. Tetapi sayangnya, semuanya mulai berubah saat Yi Lan memperkenalkan Song Wu Han kepada keluarga Ayahnya. Adik tirinya, Fang Mei Lin tampak menatap Song Wu Han dengan tatapan mata penuh cinta. Siapapun yang melihatnya, pasti akan tahu kalau Fang Mei Lin tergila-gila kepada Song Wu Han.
Karena Song Wu Han berasal dari keluarga yang berada, Fang Jun Xi, Ayah Yi Lan langsung menyetujui hubungan mereka. Dia bahkan menyarankan agar mereka berdua segera menikah. Tetapi sayangnya, ide itu langsung ditolak oleh Li Yin, istri mudanya. Istrinya mengatakan kalau Yi Lan masih terlalu muda untuk menikah. Akan sangat disayangkan bila Yi Lan menikah secepat itu. Tetapi, dibalik itu semua, Li Yin sebenarnya merasa iri karena Yi Lan berhasil mendapatkan kekasih yang begitu sempurna. Dibandingkan dengan Yi Lan, dia merasa putrinya lebih cocok bersanding dengan Song Wu Han.
Setelah pertemuan itu, Li Yin selalu berusaha mencari cara untuk mendekatkan Fang Mei Lin dengan Song Wu Han. Dia sering mengundang Yi Lan dan Wu Han untuk makam malam dirumahnya. Disaat mereka datang, dia akan menyuruh putrinya untuk meminta bantuan Song Wu Han untuk membantunya belajar. Dia bahkan tidak malu-malu untuk meminta Song Wu Han menjadi Guru Les putrinya.
Awalnya Song Wu Han merasa keberatan dengan permintanan Li Yin. Tetapi, ketika dia menanyakan pendapat Yi Lan, kekasihnya itu hanya menjawab 'Terserahmu saja ge ge'. Yi Lan bahkan tidak menunjukkan rasa cemburu sedikitpun. Karena sikap Yi Lan yang seperti itu, Wu Han pun akhirnya menerima tawaran Li Yin.
Yi Lan sebenarnya juga tidak begitu suka melihat kekasihnya menjadi guru les Fang Mei Lin. Dia dan adik tirinya itu tidak pernah memiliki hubungan yang akrab. Selain itu, melihat sikap manja Fang Mei Lin terhadap Wu Han, dia sebenarnya benar-benar merasa jijik. Hanya saja, dia saat ini benar-benar disibukkan oleh studi dan karirnya. Setelah selesai kuliah, dia masih harus ke Rumah Sakit untuk memenuhi jadwal operasinya. Dia hampir tidak punya waktu untuk menemani Song Wu Han. Oleh karena itulah, dia tidak berani melarang Song Wu Han untuk menjadi guru les Fang Mei Lin. Dia tidak ingin dicap sebagai wanita yang egois.
Pada awalnya, Yi Lan percaya kalau Song Wu Han akan selalu setia kepadanya. Tetapi sayangnya, di hari ulang tahunnya yang ke-20, dia dikejutkan dengan sebuah kenyataan yang pahit. Dia memergoki kekasihnya sedang bercinta dengan adik tirinya di sebuah hotel bintang lima. Detik itu juga, Yi Lan merasa jantungnya seperti ditusuk dengan pisau. Air matanya yang jarang mengalir langsung membasahi pipinya. Untuk seumur hidupnya, Yi Lan baru tahu kalau dikhianati oleh orang yang kita cintai, benar-benar terasa menyakitkan.
" Y...Yi Lan, kenapa kau bisa ada disini ??!!!"
Song Wu Han benar-benar panik saat melihat kedatangan Yi Lan. Dia langsung menutupi tubuhnya yang setengah telanjang. Dia juga langsung melepaskan Fang Mei Lin dari pelukannya. Rasa bersalah langsung menghiasi wajahnya. Dia tidak menyangka, hubungan gelapnya dengan Fang Mei Lin akhirnya akan ketahuan juga.
" Yi Lan Jie Jie...., Aku tidak bermaksud merebut Wu Han ge ge darimu, Tetapi sayangnya, cinta memang tidak bisa dipaksakan, Kami berdua memang ditakdirkan untuk saling mencintai, Aku harap Jie Jie mau merelakan Wu Han ge ge untukku.."
Fang Mei Lin mengucapkan hal itu tanpa merasa bersalah sedikitpun. Dia bahkan menatap Yi Lan dengan tatapan yang menantang. Dia sangat yakin kalau Song Wu Han akan memilih dirinya dibandingkan Yi Lan.
" TUTUP MULUTMU MEI LIN !
Song Wu Han langsung menghardik Fang Mei Lin dengan marah. Dia tidak menyangka gadis itu malah sengaja memprovokasi Kakak tirinya. Padahal dia hanya menganggap Fang Mei Lin sebagai alat pemuas nafsunya saja. Selain itu, dia bisa berbuat seperti ini karena Fang Mei Lin selalu berusaha untuk menggodanya. Setiap kali dia mengajari Fang Mei Lin, Gadis itu selalu mengenakan pakaian yang minim dan merayunya secara terang-terangan. Walaupun dia selalu berusaha untuk menolaknya, tetapi lama kelamaaan hasratnya sebagai seorang pria, semakin menuntut untuk dipuaskan.
Pada awalnya, Song Wu Han pernah meminta Yi Lan untuk memuaskan hasratnya itu. Tetapi sayangnya, Yi Lan langsung menolak permintaannya. Yi Lan beralasan kalau dia hanya mau melakukan hal itu setelah mereka resmi menikah. Walaupun merasa kecewa, tetapi Song Wu Han tidak ingin memaksa Yi Lan. Dia tidak ingin menyakiti gadis yang sangat dicintainya itu.
Setelah ditolak oleh Yi Lan, Song Wu Han akhirnya memutuskan untuk berhenti mengajari Fang Mei Lin. Tetapi sayangnya, di hari terakhirnya mengajari Fang Mei Lin, Gadis itu malah mencampurkan obat perangsang ke dalam minumannya. Akibatnya, dia dan Fang Mei Lin akhirnya melakukan hubungan badan. Setelah dia tersadar dari pengaruh obat perangsang, semuanya sudah terlambat. Fang Mei Lin memintanya untuk bertanggungjawab atas perbuatannya. Gadis itu menunjukkan bukti kalau dirinya masih perawan. Selain itu, Fang Mei Lin juga memiliki rekaman video saat mereka berhubungan badan. Dengan semua bukti itu, Fang Mei Lin memaksanya untuk berpacaran dengannya. Kalau dia menolaknya, Fang Mei Lin akan menyebarkan semua bukti itu ke media sosial.
Song Wu Han yang diancam seperti itu, benar-benar merasa kesal. Dia akhirnya setuju untuk berpacaran dengan Fang Mei Lin secara diam-diam. Dia awalnya berencana untuk menghancurkan semua bukti yang ada di tangan Fang Mei Lin. Tetapi sayangnya, lama kelamaaan dia mulai terbiasa dilayani oleh Fang Mei Lin. Walaupun gadis itu tidak semenarik Yi Lan, tetapi gadis itu benar-benar pintar melayaninya di atas ranjang. Seandainya dia tidak melihat bukti keperawanan Fang Mei Lin, dia tidak akan percaya kalau gadis itu masih perawan.
Setelah mejalani hubungan rahasia selama beberapan bulan, Song Wu Han akhirnya mulai terbiasa dengan kehadiran Fang Mei Lin. Setiap kali Yi Lan sibuk dengan pekerjaannya, Song Wu Han pasti akan meminta Fang Mei Lin untuk menemaninya. Tetapi biarpun begitu, dia sadar kalau Yi Lan masih menempati posisi pertama di dalam hatinya. Baginya Fang Mei Lin hanya tempat untuk melampiaskan nafsunya saja.
Walaupun sudah berhasil menjadi simpanan Song Wu Han, tetapi Fang Mei Lin masih merasa belum puas. Dia ingin Song Wu Han menjadi miliknya seorang. Oleh karena itu, dia dan Ibunya mulai menyusun rencana untuk memutuskan hubungan Yi Lan dan Song Wu Han. Mereka berdua sengaja memancing Yi Lan untuk datang ke hotel itu. Dengan alasan kalau Wu Han sedang mabuk dan memintanya untuk menjemputnya, Yi Lan pun akhirnya datang ke hotel itu. Mereka sengaja ingin membuat Yi Lan menyaksikan perselingkuhan kekasihnya itu.
Yi Lan hanya menatap adik tirinya dengan tatapan yang sinis. Dia kemudian berjalan menghampiri Fang Mei Lin dan menampar pipinya dengan kuat. Saking kuatnya tamparan itu, bibir Fang Mei Lin langsung mengeluarkan darah.
" PLAK !!!"
"AKH !!!"
" Dasar wanita jalang, kau benar-benar mirip dengan ibumu, Yang satu suka merebut suami orang lain, sedangkan yang satunya lagi suka merebut pacar orang lain..., Kalian berdua benar-benar wanita murahan.., Kalian berdua lebih cocok tinggal di rumah bordil..!"
Yi Lan mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang dingin. Walaupun hatinya hancur lebur, tetapi dia tidak akan membiarkan Fang Mei Lin lolos begitu saja. Karena adik tirinya sudah berani merebut kekasihnya, Yi Lan tentu saja akan memberinya pelajaran yang setimpal. Seorang pencuri tidak boleh dibiarkan lolos begitu saja.
" PLAK !!! Ini hukuman karena sudah berani merebut pacar kakakmu sendiri !!!"
" PLAK !!! Ini hukuman karena Ibumu sudah merebut Ayahku !!!"
" PLAK !!! Ini hukuman karena aku muak melihat wajahmu !!!"
" HENTIKAN YI LAN !!!"
Song Wu Han langsung menghentikan Yi Lan yang sedang mengamuk. Dia baru kali ini melihat Yi Lan memukuli seseorang. Selain itu, ini juga pertama kalinya dia melihat Yi Lan kehilangan kendali. Dia tidak menyangka, Yi Lan yang biasanya bersikap lemah lembut, juga bisa bersikap seberingas ini. Di dalam hatinya, dia benar-benar menyalahkan dirinya sendiri. Gara-gara perselingkuhannya, dia membuat Yi Lan jadi terluka sampai seperti ini.
" BUKK !!!"
Karena kedua tangannya ditahan oleh Song Wu Han, Yi Lan langsung menggunakan kakinya untuk menendang perut Song Wu Han. Seketika itu juga, Song Wu Han langsung terduduk di lantai. Setelah tangannya terbebas, Yi Lan langsung mengibaskan kedua tangannya dengan penuh rasa jijik. Dia tidak sudi disentuh oleh pria yang sudah mengkhianatinya itu.
" Yi Lan..., maafkan aku sayang, aku benar-benar menyesali perbuatanku, aku berjanji akan memutuskan hubunganku dengan Mei Lin, Aku hanya mencintaimu saja Yi Lan...."
" Tidak ge ge !!! Aku tidak mau putus denganmu, Aku sudah menyerahkan keperawananku kepadamu, Kau harus bertanggung jawab kepadaku, Kalau kau berani memutuskanku, aku akan bunuh diri sekarang juga !!!"
Fang Mei Lin benar-benar marah saat mendengar ucapan Song Wu Han. Walaupun pria itu sudah sering bercinta dengannya, tetapi dirinya sama sekali tidak berharga bila dibandingkan dengan Yi Lan. Hal ini benar-benar membuatnya merasa frutasi. Saking frustasinya, Fang Mei Lin pun akhirnya mengambil tindakan nekat.
" PRANG !!!"
Fang Mei Lin langsung memecahkan gelas anggur yang ada di samping tempat tidur. Setelah itu, dia langsung menyayat pergelangan tangannya menggunakan pecahan gelas. Dalam sekejab saja, darah segar langsung mengalir keluar dari pergelangan tangannya.
" MEI LIN !!!"
Song Wu Han benar-benar terkejut saat melihat tindakan Fang Mei Lin. Dia tidak menyangka gadis itu akan benar-benar bunuh diri. Saking paniknya, dia jadi tidak tahu harus berbuat apa.
Yi Lan hanya mengerutkan alisnya saat melihat kejadian itu. Sebagian dari dirinya benar-benar berharap Fang Mei Lin akan langsung tewas begitu saja. Tetapi sayangnya, sebagai seorang dokter, hati nuraninya melarangnya untuk melakukan hal itu. Karena merasa terpanggil oleh jiwa kedokterannya, dia akhirnya memutuskan untuk menyematkan Fang Mei Lin.
Yi Lan kemudian langsung merobek lengan bajunya dan membalut pergelangan tangan Fang Mei Lin yang terluka. Dia melakukannya dengan sikap yang profesional. Walaupun hatinya masih sangat terluka, tetapi Yi Lan sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Saat ini, dia hanya fokus untuk menolong adik tirinya itu.
" Wu Han, Aku sudah menghentikan pendarahannya, sekarang cepat bawa Mei Lin ke Rumah Sakit !"
Song Wu Han hanya diam saja sambil menatap Yi Lan. Dia sepertinya tidak mendengarkan ucapan Yi Lan. Saat itu, Song Wu Han benar-benar merasa malu kepada dirinya sendiri. Sebagai seorang calon dokter, dia malah bingung saat menghadapi situasi seperti ini. Dia malah membiarkan kekasihnya yang menolong selingkuhannya. Song Wu Han merasa dirinya benar-benar tidak berguna.
" WU HAN !!! Jangan diam saja !! Cepat bawa Mei Lin ke Rumah Sakit !!
" Eh....!! I...Iya, B..Baiklah Yi Lan..."
Setelah dihardik oleh Yi Lan, Song Wu Han akhirnya baru tersadar dari lamunannya. Di kemudian langsung menggendong Fang Mei Lin dan membawanya ke Rumah Sakit. Dia juga langsung menelepon Ayah dan Ibu Fang Mei Lin untuk memberitahukan hal ini.
Selama perjalanan ke Rumah Sakit, Yi lan sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya menatap ke depan tanpa mempedulikan apapun. Saat ini, dia hanya ingin menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Setelah Fang Mei Lin mendapatkan perawatan dari dokter, dia akan segera pulang ke apartemennya sendiri.
Song Wu Han sendiri juga tidak berani mengajak Yi Lan berbicara. Dia sadar kalau Yi Lan masih sangat marah kepadanya. Karena tidak ingin membuat Yi Lan bertambah marah, dia memutuskan untuk menutup mulutnya untuk sementara waktu. Setelah amarah Yi Lan mereda, dia baru akan meminta maaf lagi kepada Yi Lan.
Ketika mereka sampai di Rumah Sakit, Fang Mei Lin langsung dirawat di UGD. Karena luka di pergelangan tangannya tidak terlalu dalam, dia tidak memerlukan perawatan yang intensif. Dia bahkan langsung diizinkan pulang hari itu juga.
" Mei Lin putriku...., Kau tidak apa-apa kan Nak ? Kenapa kau bisa berbuat sebodoh ini ?!!!"
Li Yin yang baru sampai di Rumah Sakit, langsung menghampiri putrinya dengan cemas. Dia benar-benar kaget saat mengetahui putrinya berusaha untuk bunuh diri. Detik itu juga, dia langsung melirik Yi Lan dengan marah. Dia yakin kalau Yi Lan adalah penyebab putrinya bunuh diri.
" YI LAN !! Apa yang sudah kau lakukan kepada Mei Lin ?!!! Aku yakin kau adalah orang yang memaksanya bunuh diri !!!"
Li Yin langsung menuduh putri tirinya itu dengan marah. Dia bahkan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Yi Lan. Selama ini dia memang tidak suka kepada Yi Lan. Selain cantik dan jenius, Yi Lan juga lebih unggul dalam segala hal bila dibandingkan dengan putri kandungnya. Oleh karena itulah, dia sangat mendukung rencana putrinya untuk merebut Song Wu Han dari tangan Yi Lan. Karena hari ini Yi Lan memang dipancing ke hotel untuk menyaksikan perselingkuhan Song Wu Han, dia yakin Yi Lan benar-benar marah kepada putrinya. Oleh karena itulah, dia yakin Yi Lan sudah melakukan sesuatu yang membuat putrinya nekat bunuh diri.
Yi Lan hanya menatap ibu tirinya itu sambil tersenyum sinis. Ucapan Ibu tirinya itu benar-benar membuat emosinya meledak kembali. Dia kemudian meraih jari telunjuk Li Yin dan memelintirnya dengan kuat.
" KREK !!!!"
" AKH SAKIT !!!!"
Li Yin langsung menjerit kesakitan saat jari telunjuknya dipelintir oleh Yi Lan. Dia langsung berusaha keras untuk melepaskan jarinya dari cengkraman Yi Lan. Tetapi sayangnya, sebelum dia berhasil melakukan hal itu, sebuah tamparan yang keras langsung mendarat di pipinya.
" PLAK !!!"
" ADUH !!!"
" HENTIKAN YI LAN !!! KAU TIDAK BOLEH KASAR KEPADA IBU TIRIMU !!!"
Fang Jun Xi yang melihat hal itu langsung menghentikan Yi Lan secepat mungkin. Dia tidak menyangka putrinya itu berani menampar istrinya di depannya langsung. Walaupun dia tidak tahu apa yang sudah terjadi, tetapi ini pertama kalinya dia melihat Yi Lan berbuat sekasar itu. Hal ini benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.
" Ayah...., putri kesayanganmu itu sudah berani merebut pacar kakaknya sendiri..., Aku melihat mereka berdua sedang bermesraan di sebuah hotel, Selain itu, aku tidak pernah memaksanya untuk bunuh diri, Justru aku yang menolongnya disaat dia melakukan bunuh diri, Menurutmu..., Apakah aku tidak pantas menampar mulut Ibunya yang kotor ini ?! Tanpa bukti yang jelas, dia sudah berani menfitnahku, Aku curiga kalau istri dan anakmu ini memang berkomplot untuk menyakitiku !"
Fang Jun Xi langsung terdiam saat mendengar ucapan Yi Lan. Dia tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Selama ini, dia hanya tahu kalau Song Wu Han menjadi guru les Fang Mei Lin. Tetapi, dia tidak menyangka kalau mereka berdua akan berselingkuh di belakang Yi Lan. Sebagai Ayah Yi Lan dan Mei Lin, Fang Jun Xi benar-benar merasa bingung. Walaupun dia tahu kalau Yi Lan adalah pihak yang dirugikan, tetapi dia juga tidak tega menghukum Mei Lin. Biar bagaimanapun juga, Fang Mei Lin adalah putri kesayangannya. Rasa cintanya terhadap Mei Lin jauh lebih besar bila dibandingkan dengan rasa cintanya terhadap Yi Lan.
Melihat ayahnya yang hanya diam saja, Yi Lan benar-benar merasa kecewa. Walaupun dia tahu kalau ayahnya lebih menyayangi adik tirinya, tetapi hatinya tetap terasa sakit saat diperlakukan secara tidak adil. Karena Ayahnya tidak ingin membelanya, Yi Lan akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Dia tidak ingin melihat wajah mereka lagi untuk selamanya.
" TUNGGU YI LAN !! Hari ini kau pulanglah bersama Ayah, Kita bicarakan hal ini di rumah saja, Ayah berjanji akan memberikan keadilan untukmu."
Yi Lan sebenarnya tidak ingin pulang bersama Ayahnya. Tetapi sayangnya, dia penasaran dengan 'Keadilan' yang disebut oleh Ayahnya itu. Selain itu, masalah ini memang perlu diselesaikan dengan tuntas. Dia tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut.
Karena Yi Lan sudah setuju untuk ikut pulang bersamanya, Fang Jun Xi pun langsung mengajak seluruh anggota keluarganya untuk meninggalkan Rumah Sakit. Karena Song Wu Han juga ikut terlibat dalam masalah ini, dia otomatis juga harus ikut pulang bersama mereka. Tetapi sayangnya, sebelum mereka meninggalkan Rumah Sakit, Dokter yang merawat Fang Mei Lin memberitahu mereka kalau Fang Mei Lin sedang hamil sekarang.
Begitu berita itu diumumkan, Fang Jun Xi langsung terdiam seribu bahasa. Li Yin dan Fang Mei Lin tampak tersenyum dengan penuh kemenangan. Song Wu Han sendiri tampak membelalakkan matanya dengan tatapan tidak percaya. Hanya Yi Lan satu-satunya orang yang tetap terlihat tenang.
" Ayo semuanya, kita pulang dulu sekarang, kita akan membahas masalah ini lagi di rumah..."
Fang Jun Xi langsung melirik wajah Yi Lan dengan perasaan cemas. Dia benar-benar khawatir Yi Lan akan kehilangan kendali. Tetapi sayangnya, ketika melihat wajah Yi Lan yang begitu tenang, Fang Jun Xi merasa kekhawatirannya sudah terlalu berlebihan. Putri sulungnya itu ternyata jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan.