Sampul Novel Mendadak Dinikahi Om-Om

Mendadak Dinikahi Om-Om

9.6 / 10.0
Demi membiayai perawatan sang ibu setelah kecelakaan tragis, Nala terpaksa menerima pernikahan darurat dengan pria asing bernama Bastian Wilantara. Walau pernikahan mereka diawali tanpa rasa, perlahan-lahan perasaan cinta mulai hadir. Namun, kecurigaan Nala terusik oleh rahasia misterius yang disimpan Bastian. Ketika motif asli di balik pernikahan ini terbongkar, Nala dihadapkan pada dilema besar untuk mempertahankan atau mengakhiri rumah tangga mereka.

Mendadak Dinikahi Om-Om Bab 1

"Gimana Nala bayarnya, Ma." Ketakutan langsung menghantui Nala, bayangan jika dirinya tak bisa membayar biaya rumah sakit, benar-benar membuatnya takut. Jika ia tak bisa membayar biaya rumah sakit, maka sama saja dengan ia membunuh sang Mama, 'kan? "Tuhan ... tolong bantu hambamu ini." Buliran air matanya menggenang di pelupuk mata.

Pemandangan mamanya yang tengah berbaring dengan berbagai alat bantu dari balik kaca panjang pintu itupun semakin buram, sampai pada akhirnya tangisnya kembali tak terbendung. Kali ini dirinya hanya mengeluarkan air mata, tanpa suara. Tenggorokannya terasa begitu kering kerontang setelah tadi banyak berteriak dan meraung.

"Biar saya yang bayar biaya rumah sakit!"

Pandangan mata Nala langsung beralih ke arah sumber suara dengan kening berkerut.

"Asal kamu mau nikah dengan saya."

"Ya Tuhan, apa lagi ini?". Memejamkan mata sejenak dan menarik nafas pendek. "Tolong, jangan ganggu gue," ucapnya dengan suara lemah. Pikirnya orang di sampingnya ini hanyalah bercanda, atau mungkin sedang ingin menguji nyali untuk dimaki-maki.

Bukannya pergi, laki-laki itu menggelengkan kepala. Menarik sedikit celana bagian atas pahanya, sebelum kemudian berlutut di samping Nala. "Saya nggak lagi bercanda, saya denger kamu butuh uang buat biaya rumah sakit Mama kamu, 'kan?"

Apa lagi sih ini? Apa mungkin ini jawaban dari do'a yang baru saja dilangitkan olehnya? Apa mungkin Tuhan mengabulkan do'anya secepat ini? Sepertinya tidak, mengingat rentetan do'a yang sudah dilantunkannya sejak tahunan yang lalu saja belum nampak hilal akan dikabulkan. Sepertinya ia terlalu berprasangka baik pada Tuhan.

"Ah, sial!" Nala memekik pelan, tak percaya dengan apa yang dihadapinya dalam situasi seperti ini. "lo orang gila dari belahan bumi mana sih? Nggak ngotak banget kalau ngomong. Apa lo bilang tadi? Nikah? Wah ... parah, lo ini bujang lapuk apa gimana? Bisa-bisanya ngajak sembarang orang nikah, udah sange, 'ya? Noh purel ada di mana-mana tinggal comot aja nggak perlu sampe nikah-nikah tinggal kasih duit. Beres. Please, candaan lo nggak lucu banget."

Diusapnya wajahnya kasar, dadanya masih kembang kempis. Rasanya ingin sekali Nala menendang wajah laki-laki asing ini, tapi sejak kapan sih dirinya bisa sekasar itu? Sedari kecil mamanya selalu mengajarkannya untuk tidak melakukan kekerasan.

Tak sanggup lagi rasanya, ia hanya ingin menangis dan bersedih dengan tenang dan nyaman. Tubuhnya begitu lelah, tanpa tenaga. Susah payah ia memutar arah kursi rodanya, mendorong lemah. Meninggalkan laki-laki gila ini. Namun, belum sampai dua putaran, seseorang di belakang menahannya.

"Nggak sange, astaga. Saya cuma mau bantu kamu, kasihan lihat kamu."

Nala memandang sejenak. Cukup tampan, badannya juga bagus, tampak seperti orang kaya. "Om boti, ya? Mau nikahin saya cuma buat nutupin aib, Om?" Jaman sekarang memang lagi musim spesies seperti ini, 'kan? Menikahi wanita hanya sebagai status, untuk menutupi kebelokannya.

Laki-laki itu langsung mengusap wajahnya dengan kasar, membuang pandangannya ke arah lain, lalu menarik nafasnya panjang. Tak habis pikir dengan penilaian perempuan di depannya ini yang begitu luas, tapi salah kaprah. Memangnya apa yang salah dengan dirinya? Kenapa niat baiknya tak disambut dengan baik? Apakah mukanya se-boti itu?

"Salah, semua tuduhan kamu semuanya salah." Gelengan kepala diberikan, mencoba tetap berkata lembut agar sejalan dengan usianya. Ia kembali jongkok setelah menaikkan lengan kemejanya. "saya niatnya memang mau nolong kamu, sebagai balasannya kamu nikah sama saya. Setelahnya saya bayar biaya Mama kamu dan saya tanggung biaya hidup kamu sepenuhnya."

Dipandanginya lekat-lekat wajah pria asing di depannya ini, sebelum Nala berkata, "Om cari pembantu? Atau mau nikahin saya habis itu saya dijual? Atau malah saya disuruh kerja, uangnya buat bayar Mama saya, 'ya?" Tak ada sesuatu positif yang bisa dilihat Nala dari laki-laki di depannya ini. Lagi pula, coba pikirkan, memangnya di jaman serba duit ini ada yang mau memberikan uang secara cuma-cuma? Tidak, manusia baik sudah punah.

"Dengerin saya baik-baik," ucapnya dengan tegas, raut wajahnya berubah serius.

Tangan besar itu langsung menarik kursi roda Nala, membuat yang tengah duduk di atasnya bisa sepenuhnya melihat ke arahnya. "Yang jelas semua tuduhan kamu itu salah total. Saya bukan orang jahat, bukan mau memperbudak kamu, dan apalagi tadi? Boti? Astaga ... saya nggak tau kenapa kamu bisa nyimpulin itu semua dengan gampangnya. Saya di sini cuma niat bantu kamu, kam--"

"Kenapa musti nikah?" Potong Nala cepat, setelahnya ia mendelik tajam. Dari pandangan sekilasnya setelah dilihat beberapa detik, memang tak nampak adanya raut wajah kriminal dari orang di depannya ini. Tapi tetap saja, ia tak boleh percaya begitu saja pada orang asing. Seperti pepatah 'Jangan menilai orang dari cover-nya saja' bisa saja orang di depannya ini adalah monster berwajah polos.

"Ekhemm," Yang ditanya langsung berdehem, merubah mimik wajahnya agar tak seserius tadi. "saya punya masalah, kamu juga punya masalah. Semua orang di dunia punya masalah, di sini permasalahan saya soal pernikahan. Cuma sebagai formalitas,"

"Om Bisex, ya?"

Astaga! Tak sanggup lagi rasanya. Telinga dan wajahnya memerah, malu mendengar tuduhan yang diutarakan padanya barusan. Memang sepertinya perempuan di depannya ini tak minat dengan niat baiknya. Meskipun ada sesuatu yang terselubung di sana, tapi ia tak sebrengsek itu.

Pusing, tak ada cara lain yang bisa dilakukannya. Laki-laki itu membuang pandangannya ke arah lain untuk meredam emosinya, sampai pandangannya tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita paruh baya tengah menjinjing tas. Otaknya merespon cepat, ini adalah cara terakhir. Semoga kali ini berhasil.

Laki-laki itu bangkit dari posisinya. Jurus andalan Emak-emak di pasar saat tak mendapatkan kesepakatan harga setelah sesi tawar menawar akan ia terapkan. "Terserah penilaian kamu yang salah kaprah itu, tapi coba pikirkan sekali lagi, gimana kondisi Mama kamu. Dari mana kamu bisa dapat uang secepat itu? Ada nyawa Mama kamu yang harus kamu pikirkan."

Deggg

Kaki besar dan panjang itu mulai melangkah menjauh dari Nala yang masih diam mematung di atas kursi rodanya. "Ayo, mau. Tolong mau, ya." Seiring dengan langkahnya yang semakin menjauh, hatinya begitu gelisah. Takut jika keputusan yang diambilnya malah salah total.

Mata Nala sudah kembali mengabur, air matanya hendak turun kembali. Membiarkan laki-laki itu pergi dari hadapannya. Otak Nala terasa pecah, kata-kata yang dilontarkan laki-laki itu seperti sebuah bom atom yang menghancurkan pikirannya. Dengan gemetar Nala juga mengubah arah kursi rodanya. 'Jangan gampang percaya, Nala. Jangan mau sama tawaran orang asing, apalagi Om-Om. Jangan mau. Hiks," gumamnya dalam hati.

Namun, tiba-tiba ada sesuatu yang terlintas dalam pikirannya.

"Om, tunggu!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mendadak Dinikahi Om-Om

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED