Bab 2

“ katakap kepada pemimpin perusahaan kalian, saya akan meninjau kembali proposal ini kalau dia langsung yang menemui saya, saya rasa cukup sampai disini perjumpaan kita, saya tunggu kabar dati kalian kembali” ucap raja sambil berdiri dari tempat duduknya

“ saya izin pamit” ucap raja berjalan meninggalkan ruangan itu diikuti oleh abimayu di belakangnya.

“ tunggu dulu tian muda!” ucap wanita itu kepada raja

Raja yang mendengar namanya disebut pun langsung menoleh ke arah belakangnya, di lihatnya wanita itu berjalan ke arahnya.

“ Tidak bisakah kita bersenang senang sebentar, tuan!” pintanya sambil memainkan dasi milik raja

“ Dimana kamu ingin bersenang senang?” tanya raja dengan senyum liciknya

“ Dimana pun tuan muda inginkan saya siap” ucapnya sambil memutar mutarkan jarinya di dada bidang milik raja

Raja memegang tangan itu, kemudian mendekatkan tubuhnya hingga jarak mereka begitu dekat bahkan dada wanita itu terasa jelas menyentuh tubuh raja

“ Datang lah kehotel luxury aku akan menunggumu disana?” bisik raja di telinga wanita itu

Terlihat senyum yang merekah di bibir merah wanita itu, senyum keberhasilan bisa membuat raja masuk ke dalam pesonanya.

Raja pun pergi meninggalkan ruangan itu dengan segera, ketika berada di luar di bukanya jas hitam miliknya dan melemparkannya tepat ke arah wajah abimayu

“ buang jauh jauh!” perintah raja sambil melonggarkan dasinya

“ bagaimana mungkin pria tua bangka itu memperkerjakan wanita seperti itu lebih cocoknya menjadi wanita penghibur bukan sekretaris perusahaan” omel raja sambil berjalan menuju keluar discotik itu.

Baru kakinya hendak melangkah menuruni anak tangga suara seseorang kembali memanggilnya

“ tuan muda!” sapa seseorang dari arah belakang abimayu

Abimayu dan raja bersamaan menolehkan badannya

“ kenapa di saat aku lagi kesal dia muncul” ucap raja dengan ketusnya

“ Apa kabat tuan muda, sudah lama anda tidak datang berkunjung” ujar pria itu.

“ Banyak urusan yang harus saya selesaikan, sekarang cepat katakan apa yang kamu ingin katakan saya tidak punya banyak waktu untuk mendengar basa basi kamu!” ketus raja sambil melipat tangannya di dada.

“ Ada yang ingin bertemu dengan, tuan! Sudah hampir 1 minggu dia disini bahkan tidur di depan sana katanya ingin bertemu tuan muda” ucap pria itu sambil tertunduk

Raja menaikkan alisnya sebelah “ siapa yang ingin mencariku bahkan bisa melakukan hal bodoh seperti itu, aku bukan artis ataupun publik figure” ungkap dengan seutas senyum

“ antarkan aku menemuinya!” pinta raja

Pria itu pun memberi aba aba untuk mengikutinya “ saya akan antar tuan menemuinya” ucapnya

Hingga pria itu berhenti di sebuah ruangan, ruangan yang biasa di pakai untuk menerima tamu penting

“ istimewa sekali dia hingga kamu meletakkannya disini” hardik raja sambil melangkah masuk ke dalam

“ maaf tuan sayq terpaksa membuatnya berada di ruangan ini, karena semua ruangan telah terisi penuh” ungkapnya

Mata raja pun berkelana melihat setiap sudut ruangan itu hingga pandangannya jatuh pada sosok pria yang sedang tertidur di atas sofa itu.

“ Silahkan duduk, tuan!” pinta pria itu

Raja pun segera mendudukkan tubuhnya di sofa depan pria yang sedang tertidur dengan pulasnya, di perhatikannya sosok pria itu pria dengan rambut gimbal, pakaian koyak koyak bahkan terlihat lusuh

“ orang gila darimana yang kamu bawa kesini” ucap raja dengan geramnya

“ cepat bangunkan dia!” perintah raja kepada anak buahnya itu.

Anak buah raja pun segera membangunkan pria yang dikira orang gila itu oleh raja, hingga pria itu bangun dan melihat sosok raja tepat berada di depannya

“ raja!” pekik pria itu sembari berlari memeluk tubuh raja

Semua anak buah raja yang melihat aksi itu pun segera menarik pria itu dari pelukan raja. Raja mengibas ngibaskan kemejanya dan memperhatikan setiap jengkal kemejanya

“ Raja, kau tidak mengenalku lagi!” ucapnya sambil menatap nanar ke arah raja

Raja seketika menghentikan aksi mengibasnya dan menoleh kepada pria itu

“ siapa kau?” tanya raja sambil menaikkan alisnya

“ ini aku, nathan!” ucap pria itu kembali

Raja tampak memikirkan nama yang baru disebutkan oleh pria itu, nama yang tidak asing tapi dia lupa pernah mendengarnya dimana.

“ aku nathan, sahabat kecil kamu” ungkapnya kembali sambil tersenyum lebar dan berharap raja mengingatnya.

“ Aku lupa, terlalu banyak yang harus di ingat” jawab raja dengan sombongnya.

Natan pun mengeluarkan jurus terakhirnya, di keluarkannya sebuah dompet yang sudah tidak layak lagi dari sakunya dan memgambil sebuah foto yang sudah terlihat begitu lama bahkan pinggiran foto itupun sudah memudar

“ Lihat ini, pasti kamu akan memgenalnya” ucap pria itu dengan senyum lebarnya

Raja mengambil foto yang di letakkan di meja depannya, foto dengan 2 anak kecil yang terlihat begitu bahagia, foto dirinya dan seorang anak seusianya. Raja memperhatikan secara seksama foto itu dan pikirannya melayang pada sosok sahabat di masa lalu yang menjadi teman satu satunya yang dimiliki oleh raja

“ apakah sekarang kau sudah mengingatnya?” tanya nathan kembali

“ Benarkah pria yang ada di hadapanku ini seorang nathan junior?” tanya raja sambil meletakkan foto itu kembali ke atas meja

“ Akhirnya kau mengenalku” ucap nathan fengan senyum merekahnya

“ bagaimana mungkin kau bisa menjadi makhluk aneh seperti ini!” ujar raja sambil tertawa kecil

“ sudah jangan tertawakan aku, beri aku pekerjaan sekarang aku butuh pekerjaan bukan ejekan darimu” ucapnya dengan kesal

“ gampang, ubah penampilanmu dan temuai aki lagi” raja pun melesap minuman yang ada di depannya

“ aku tidak punya uang untuk merubah penampilan ini” natah pun melesap minuman itu juga.

Tanpa banyak basa basi raja mengambil dompetnya dan melemparkan sebuah kartu tepat di hadapan natahan “ gunakan itu untuk merubah penampilanmu, setelah itu temui aku disini”

Nathan mengambil kartu itu dan memasukkannya ke dalam sakunya “ bolehkah aku gunakan untuk membeli makanan?” ucap natah sambari memelas

“ terserah kau saja, aku masih banyak urusan” raja pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan itu.

**

Setelah yang sudah di janjikan, pagi ini raja sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah sederhana bercat putih yang semalam di datanginya

Tit

Tit

Raja menekan klakson mobilnya berulang ulang agar pemilik rumah itu segera keluar “ dia pikir aku supir menunggunya selama ini” gerutu raja dia pun menekan kembali klakson mobilnya tanpa jeda

Ttiiiittttttttt

Hingga sososk wanita berkaca mata dengan rambut kuncir kuda keluar dari dalam rumah itu.

“Cih, alien dari mana itu, dan kenapa aku dengan mudah menikahinya” raja pun tersenyum picik melihat penampilan gadis itu.

Bab 3

Hingga sosok wanita itu masuk ke dalam mobilnya “ berisik sekali membangunkan orang sekampung saja” omel putri ketika dia sudah duduk dan memasang sefty bellnya

Raja menatap tajam ke arah gadis itu “ kau yang membuatku melakukannya keluar lama sekali aku kira kau akan terlihat berbeda rupanya sama saja, sama persis dengan upik abu bahkan pembantu pembantu di rumah ku jauh lebih cantik” hardik raja dengan senyum piciknya

“ nikahi saja pembantumu untuk apa kau repot repot menikahiku”

“ Aku menikahimu bukan untuk menjadi istriku melainkan pembantu, di rumahku masih membutuhkan banyak pembantu” jawab raja sambil mengemudi mobil sport miliknya

Putri pun terdiam, seketika dalam mobil tu terjadi keheningan tanpa ada yang berbicara lagi. “ cepat tunjukkan kemana kau akan membawa ku pergi” ucapan raja memecah keheningan di antara keduanya

Tanpa menjawab sepatah katapun putri langsung menyambungkan tujuan lokasinya di layar depan mobil itu, raja memperhatikan alamat yang tertera di layar itu

“ what 2 jam perjalanan, apa kau kira aku ini supir pribadi” raja memelototkan matanya ke arah putri.

“ kalau kau tidak sanggup menyetir selama itu biar aku saja” jawab putri santai tanpa ada beban sama sekali bahkan tanpa melirik ke arah raja sedikitpun

“ 10 jam pun aku sanggup” ungkap raja dengan kembali fokus menyetir tanpa mempedulikan ejekan dari putri sedikitpun

Selama 2njam perjalanan hanya musik jaz yang terdengar tanpa ada kata dan suara apapun, keduanya begitu larut dalam perjalanan panjang yang sedang mereka lewati, hingga tiba di tempat tujuan raja menghentikan mobilnya dan memperhatikan sekeliling.

“ Tempat apa ini?” tanyanya

“ turun saja nanti kau juga akan tau, dan ingat 1 hal jangan membatah apapun yang aku minta darimu ini sebagai syarat pernikahan dariku setidaknya sebelum menikah ada hal baik yang akan aku lakukan” ucapnya sembari keluar dari dalam mobil itu.

Belum sempat raja menjawab putri sudah duluan keluar dari dalam mobilnya “ Dasar wanita gila, bisa bisanya dia melakukan ini padaku” umpat raja

Dia pun segera menyusul putri yang sudah berjalan menjauh darinya, raja mengikuti langkah wanita itu dari belakang di perhatikan sekeliling tempat itu, tempat yang di penuhi rumah rumah kecil dan lingkungan yang kumuh, raja menepis nepiskan tangannya karena dia mencium aroma yang tidak enak darisana.

Raja berjalan dengan cepat hingga mendekati putri kemudian menarik tangan wanita itu “ jangan main main denganku” bentakan raja membuat pitri terkejut

“ apa yang membuatku bermain main denganmu” balas putri berlagak santai sebenarnya dia sudah takut dengan sorotan wajah raja.

Raja menatap tajam wajah wanita yang berada dekat dengannya “ tempat apa ini, kenapa kau membawaku kemari?” tanya raja sedikit melembutkan suaranya

Putri menarik nafasnya, “ ikuti saja kemana aku pergi dan jangan banyak tanya” pitri pun melepaskan tangannya yang di genggam oleh raja kemudian berjalan kembali tanpa menolehkan kepalanya ke raja yang sudah di tinggalkannya.

Hingga dia menghentikan kakinya di sebuah rumah yang termasuk besar di bandingkan dengan rumah rumah lainnya di sekitaran sana, putri mengetuk pintu rumah itu dan menunggu seseorang keluar dari dalamnya.

Hingga sosok pria menampakkan wajahnya dari sebalik pintu itu “ non putri” sapa pria tua dengan sorban di kepalanya

“ assalamualaikum, buya! Sapa putri sembari tersenyum danmencium tangan pria tua itu

“ waalaikum salam” silahkan masuk, non” pintanya

Putri pun masuk ke dalam rumah itu susul raja yang tidak bersuara sedikitpun

“ ada apa non putri jauh jauh datang kemari?” tanyanya kembali

“ perkenalkan buya, dia,, dia,,”

“ saya calon suaminya” sela raja dengan wajah datarnya sambil melirik ke arah pria tua itu.

Pria tua itu pun tersenyum kepada raja “ Alhamdulillah,semoga semua niat baik kalian berdua di beri kelancaran”

“ Dan saya kesini mau bilang hal penting buya” sela putri dengan melirik sekilas ke arah raja sambil menarik nafasnya kemudian baru menatap ke pria tua itu

“ katakan”

“ Calon suami saya akan membangunkan masjid dan pesantren si sekitar sini buya” putri melirik penuh senyum kearah raja.

“ benarkan kamu akan membangun masjid disini” putri berucap dengan nada lembutnya kepada raja yang masih tampak kebingungan

“ Be- benar” jawab raja terbata bata

“ Alhamdulillah kalau benar begitu, kami semua disini akan menyambut baik berita ini” pria itupun tersenyum kepada putri dan raja secara bergantian

Putri tersenyum picik sambil menatap ke arah raja yang masih saja terdiam tanpa berbicara apapun kepadanya. Raja pun menatap manik mata putri dengan wajah tanpa senyum yang terlihat begitu mengerikan.

“ Sudah selesai bukan, kita pulang sekarang aku masih ada urusan” ajak raja melihat ke arah jam tangannya

“ Semuanya nanti akan di urus dengan asisten saya” Raja berucap dengan pria tua itu dengan seriusnya

“ saya izin pamit dulu” raja pun berdiri dari duduknya diikuti putri yang mengikuti langkahnya dari belakang.

Selama perjalanan pulang tidak ada pembicaraaan serius di antara keduanya bahkan raja pun tidak membahas masalah pembangunan masjid dan pesantren yang di utarakan oleh putri tadi, hingga setelah 2 jam perjalanan mereka berdua sampai di depan rumah putri kembali

“ Turun lah, besok pagi akan ada yang menjemputmu” raja berucap tanpa menatap ke arah putri

Putri pun segera turun dari dalam mobil itu, putri hanya melihat mobil itu pergi dan menghilnag dari pandangan matanya.

**

“ Bagaimana saksi, sah”! Ucap penghuli di depan hadapan para saksi

“ sah” jawab mereka secara bersamaan

Putri mencium punggung tangan raja, di tatapnya manik mata raja terlihat seutas senyum licik dari wajah raja, setelah penghulu membaca kan doa dan berakhirnya semua prosesi akad nikah raja segera meninggalkan ruangan akad nikahnya

“ Ikut aku” perintah raja sembari berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Setibanya di d pan pintu sebuah kamar raja segera membuka pintu itu dan masuk kedalamnya, putri hanya terdiam di depan pintu itu memperhatikan secara seksama setiap sudut ruangan kamar itu, kamar berukuran besar dengan nuansa serba putih di dalamnya

“ jangan melamun di depan pintu itu kalau kamu kesurupan siapa yang akan menolong!” hardik raja sembari duduk santai di sofa kamarnya

Putri dengan ragu ragu melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu “ dimana kamar mandinya?” putri mencoba bertanya kepada raja yang sibuk menatap layar ponselnya

“ Untuk apa menanyai kamar mandi?”

“ Aku ingin berganti pakaian, apa tidak boleh!” putri menguatkan perkataannya.

Raja menatap ke arah putri kemudian segera berjalan ke hadapan wanita yang berdiri di depannya. Raja perlahan lahan mendekat membuat putri memundurkan langkahnya

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED