Bab 1

"Alina bagaimana keputusan kamu nak?" Tanya sang ibu menatap putrinya.

"Maafin Alina yah Bu, aku menolak lamaran mas Salim. " jawab Alina dengan tatapan kosong.

"Kenapa nak?"Tanya Kembali sang ibu lirih

"Ini sudah lamaran kesekian kali dari seorang pria namun kamu tetap saja menolaknya," ujar Bu asih menunduk dan menitikan air mata didepan Putri semata wayangnya tersebut.

"Aku mohon bu jangan paksa aku menikah apalagi dengan pria yang tidak aku kenal sama sekali" ucap Alina memohon

"Tapi dia anaknya baik, sopan, juga mapan terlebih dia adalah lulusan sarjana dan paham agama sangat cocok untuk kamu nak." papar Bu asih memberikan pengertian pada putrinya itu.

Kini Alina sudah berusia 27 tahun, usia yang menurutnya masih sangat muda. karena dia belum memikirkan bagaimana melanjutkan langkah dalam sebuah pernikahan. ada rasa trauma yang masih sangat menyisakan luka dalam dirinya, di saat masa kecil yang begitu sangat indah bahkan, orang yang dianggap sebagai cinta pertama dalam hidupnya dialah orang yang paling menyakiti dan membuat luka batin yang teramat dalam hingga sampai sekarang.

"Aku mohon Bu, jangan paksa Alina menikah." ucap Alina kembali memohon dengan mata berbinar.

"Sudahlah terserah kamu ibu capek dengan kemauan kamu yang tidak pernah mengerti keadaan kita, kamu anak ibu satu-satunya dan ibu hanyalah seorang janda sederhana yang hidup sendirian, ibu takut meninggalkan kamu sebelum bisa melihat kamu bahagia." papar Bu asih menunduk pasrah dengan keputusan anaknya.

Alina pun langsung memeluk erat Bu asih dia tahu betapa hancurnya hati ibunya, ketika tahu bahwa keputusan Alina tidak ingin menikah dengan siapapun hanya karena ingin terus bersama ibunya.

Sudah hampir 17 tahun Dia tinggal bersama sang ibu hanya berdua di rumah petak yang sangat sederhana ibunya hanya bekerja sebagai buruh cuci yang tidak memiliki penghasilan tetap, sedangkan Alina Dia sekarang sudah bekerja di sebuah toko gamis di daerah Bogor. Alina sendiri masih belum memikirkan bagaimana dia ingin berumah tangga karena masa kecil yang begitu sangat menyakitkan untuknya.

17 tahun yang lalu, dia memiliki keluarga yang sangat bahagia dengan kedua orang tua yang lengkap dan mencintai dia lebih dari apapun, kehidupan alina bisa dikategorikan sebagai kehidupan yang cukup dari segi ekonomi. Alina begitu sangat mengagumi ayahnya karena sang ayah yang sangat mencintai ibunya dengan setulus hati.

Ayahnya adalah sosok yang sangat romantis, seringkali Alina merasa kagum dengan seorang pria yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya, karena bagi seorang anak perempuan ayahlah yang menjadi garda terdepan sebagai pelindung baginya.

Bahkan dulu saat Alina masih berusia 10 tahun dia pun bermimpi jika suatu saat nanti dia bisa menemukan seorang pria yang seperti sang ayah, yang bisa mencintai keluarga dan bertanggung jawab penuh terhadap anak dan istrinya.

Akan tetapi kebahagiaan itu tidaklah lama, saat ayahnya mendapatkan jabatan tinggi di kantor sebagai seorang manajer dia menjadi gelap mata dan lupa bagaimana berkumpul bersama keluarga.

Ayahnya jarang sekali pulang ke rumah bahkan, menanyakan kabar lewat telepon pun tidak pernah, sehingga membuat ibunya mulai curiga karena selama ini ayahnya tidak pernah bersikap seperti itu. Hingga suatu hari, ayahnya pergi selama hampir satu minggu tanpa kabar bahkan Alina dan ibunya mencari keberadaan sang ayah yang entah ada di mana.

Dan setelah satu minggu kepergiannya ternyata dia kembali bersama seorang wanita cantik yang sedang hamil besar. saat itu hati ibunya begitu sangat hancur, bahkan Alina hanya bisa bersembunyi di balik pintu kamar dan melihat secara langsung bagaimana pertengkaran dan perlakuan sang ayah yang begitu sangat dihormati selama ini.

***

"Aku mau cerai!!! Kita pisah" teriak sang ayah mengambil semua barang-barang miliknya.

"Jangan Mas kasihan Alina, dia putri kita satu-satunya mas." ucap sang ibu sambil memeluk kaki ayahnya.

"Kamu urus saja dia sendiri dan jangan pernah ganggu aku lagi dengan istriku!!!" Ayahnya melepaskan pelukan sang istri dan pergi meninggalkan Asih serta Alina begitu saja.

"Ibuuuuuu." teriak Alina lirih seolah merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya.

Sang ibu terus memeluk Alina dengan erat dalam dekapannya dan terus menangis, menatap sosok suaminya dan istri keduanya yang sudah pergi jauh dari pandangannya.

"Maafin ibu yah nak, ibu janji akan selalu disamping kamu terus membesarkan kamu dengan cinta" ucap sang ibu mencium kening Alina.

"Aku benci ayah!!! Aku benci lelaki jahat!" Lirih Alina terus memanggil ayahnya.

Sejak saat itu kehidupan Alina berubah drastis Alina dan sang ibu harus meninggalkan rumah yang sangat mewah hanya karena rumah ini telah dijual oleh ayahnya, dan agar sang ayah memiliki rumah baru bersama istri keduanya Alina dan ibunya harus pergi meninggalkan rumah yang banyak sekali menyimpan kenangan indah saat dia dulu menjadi keluarga kecil yang sangat bahagia. Dimana dia dan sang ayah seringkali berlarian di sekitar rumah bahkan rasa cinta itu masih sangat terasa bagaimana pelukan dari seorang ayah, dan takutnya ketika Alina sedang sakit membuat Alina tidak percaya dengan sikap ayahnya yang sekarang.

Alina terus menatap kosong setiap ruangan yang ada di rumah itu termasuk foto keluarga dia yang begitu sangat ceria.

"Aku benci ayah!!"pekik Alina

"Aku gak mau ketemu ayah!" teriak Alina

"Aku gak mau menikah seperti ibu dan ayah" ucap Alina yang terus saja menatap foto ayahnya.

Alina dan ibunya perlahan meninggalkan rumah mewah yang dulu mereka tempati, sang ibu mencoba untuk membuat Putri tunggal itu bisa bahagia dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi, dia berharap bahwa kelak di saat nanti Alina dewasa dan bisa mendapatkan kebahagiaan dia yang baru. Alina sangat trauma dengan masa kecilnya yang harus berpisah dari ayahnya sendiri karena sebuah perselingkuhan yang selama ini ada dalam hubungan pernikahan ibu dan ayahnya.

Alina dan ibunya terpaksa pergi ke daerah Bogor, di sana adalah tempat yang paling nyaman dan jauh dari keramaian, dan berharap Alina akan bisa melupakan semua yang telah dia lihat di mana kedua orang tuanya bertengkar hebat dan memilih untuk saling berpisah.

Alina yang semula adalah sosok gadis yang paling ceria dan juga paling bahagia seketika berubah menjadi gadis yang sangat pemurung bahkan seringkali dia menutup diri di kamar dan enggan bermain dengan teman-temannya dia merasa malu karena teman-temannya memiliki keluarga yang sangat bahagia dengan kedua orang tua yang lengkap dan kasih sayang dari seorang ayah sedangkan dirinya, sama sekali sudah kehilangan semua itu.

Alina kembali membuka tas dan melihat foto dia dengan sang ayah yang saat itu sangat berbahagia, Alina menganggap bahwa ayahnya adalah cinta pertama dalam hidupnya bahkan yang membuat dia begitu sangat bersemangat menjalani kehidupan namun ternyata sang ayah bisa berubah menjadi orang yang paling jahat dan paling dia benci seumur hidupnya.

Bab 2

"Ternyata kamu disini aku cari kamu kerumah tadi ibumu bilang kamu keluar." ucap Raka.

seorang pemuda yang sangat manis dengan tinggi yang semampai juga berkulit putih, dia adalah salah satu teman pria Alina sekaligus menjadi sahabat Alina sejak kecil. Hanya Raka yang mampu memahami Alina dan dia begitu sangat dekat dengan Alina dan keluarganya. Usia mereka tidak cukup jauh hanya berbeda satu tahun Raka di atas Alina yaitu 28 tahun.

"Kamu mau apa?" Tanya Alina mengintrogasi.

"Pasti mau ikut-ikutan ibu yah maksa aku buat menikah?" Tanya kembali Alina menatap sinis pria itu.

"Menikah? Jadi kamu dipaksa menikah lagi?"Tanya Raka terbelalak.

"Memang apa sih yang buat kamu tidak mau menikah?" Tanya Raka sembari berjalan perlahan mendekati wanita cantik dengan balutan hijab panjang itu, dan diapun duduk disamping alina.

"Aku tidak percaya cinta!" jawab tegas Alina.

"Lagipula untuk apa menikah kalau pada akhirnya malah bercerai," jawab Alina menatap kosong kedepan.

"Kamu tahu, tidak semua pernikahan itu akan berakhir dengan perceraian, jika kita menemukan pasangan yang tepat aku yakin suatu saat nanti tidak akan kata cerai yang terucap buktinya kakek nenek aku. " papar Raka mencoba membuat Alina mengerti.

"Tetap saja hal itu tidak menjamin karena kisah aku beda sama nenek kakek kamu." sahut Alina menatap kesal Raka.

"Yasudah kamu menikah sama aku aja , kita kan sudah sahabatan lama aku janji deh kita tidak akan bercerai," celoteh Raka menatap senyum Alina.

"Ihhhhh apaan sih kamu! Dikira ini lelucon aku serius!" tegas Alina semakin kesal.

"Kamu pikir aku bercanda?" Tanya Raka menatap kembali Alina.

Alina dan Raka sudah berteman cukup lama bahkan mereka berjanji untuk menjadi sahabat selamanya. Namun itu hanya persahabatan masa kecil, seiring berjalannya waktu mereka tumbuh menjadi dewasa, Alina menjadi wanita yang sangat cantik dan mempesona dengan balutan hijab panjang dan senyum manis di bibirnya.

Raka pun tumbuh menjadi seorang pria tampan yang sangat membuat siapapun wanita pasti akan jatuh hati padanya. akan tetapi, sampai dengan detik ini Raka memang sama sekali belum pernah memiliki seorang pacar sama halnya seperti Alina dia sendiri masih menunggu wanita yang ada di hadapannya jatuh hati kepadanya. Karena diam-diam selama ini Raka menyimpan hati pada sosok Alina.

Sedangkan, dia tidak mampu untuk berbicara langsung kepada Alina karena, dia tahu Alina adalah wanita yang sangat keras pada pendiriannya bahkan ibunya pun selalu berusaha membujuk Alina agar mau menikah, walau melalui perjodohan ataupun membiarkan Alina memilih sendiri siapa pasangannya akan tetapi, dia tetap pada keputusannya tidak akan pernah menikah dengan siapapun bahkan dengan lelaki pilihan ibunya sekalipun.

padahal, Raka sudah begitu sangat dekat dengan ibunya Alina bahkan, dia pun sudah mendapatkan lampu hijau dari ibunya agar mampu menaklukkan hati Putri semata wayangnya itu namun tetap saja hasilnya sia-sia karena Alina sama sekali tidak menaruh rasa apapun terhadap Raka atau memang Raka sendiri memang tidak tahu apa yang sebenarnya Alina rasakan selama ini.

"Kamu sendiri kenapa belum menikah?" Tanya Alina menatap Raka.

"Secara gitu Raka Hardiman, seorang pria tampan dan juga manis, belum lagi dia juga pemilik restoran Sunda terkenal , dan yang lebih menakjubkan dia lulusan sarjana aku yakin wanita ngantri panjang deh jadi istri kamu" papar Alina menggoda sahabatnya itu.

"Karena aku sudah jatuh cinta sama seorang wanita tapi aku tidak pernah tahu, apakah wanita itu memiliki perasaan yang sama." ucap Raka seketika membuat Alina terdiam.

Ada rasa aneh yang seperti dirasakan Alina ketika Raka menyebutkan ada seorang wanita yang membuat dia jatuh cinta, Alina mungkin berpikir bahwa jika Raka nanti menemukan jodohnya dan menikah dengan wanita tersebut dia pasti akan kehilangan sosok sahabat yang selalu ada di sampingnya. Bahkan dalam keadaan sedih maupun senang Raka selalu ada untuk menghibur dirinya. mungkin, karena kehadiran Raka yang membuat Alina sendiri percaya bahwa masih ada sosok laki-laki yang baik di dunia ini meskipun dia masih berpikir bahwa ayahnya tetap jahat di matanya dan belum tentu orang lain pun akan sebaik Raka.

Namun tetap saja, Alina mencoba untuk berjaga jarak dan tidak ingin perasaannya larut, lebih dari sekedar sahabat karena dia sadar jika suatu saat nanti dia dan Raka saling jatuh cinta hal itu malah akan berbahaya dalam hubungannya mungkin sebulan dua bulan tidak akan pernah mengalami masalah apapun namun bagaimana jika seperti ayah dan ibunya berawal dari sesuatu yang manis dan bahagia dan tetap saja berakhir dengan sebuah air mata hanya karena cinta yang mereka agungkan.

"Wah aku ikut bahagia sama kamu yah semoga kalian berjodoh." ucap Alina tersenyum bahagia.

"Kalau aku menikah duluan, lalu kamu sama siapa?" Raka kembali menanyakan pertanyaan yang membuat Alina diam terpaku.

"Ya tetap sendiri lah, pokoknya aku mau jadi jomblo seumur hidup, biar nanti dapat jodohnya di surga kalu didunia aku takut terluka." jawab Alina menyipitkan matanya didepan Raka.

Alina memang sosok wanita yang begitu sangat dikagumi oleh Raka, selain Dia keras kepala dan sangat teguh pada pendiriannya dia juga adalah wanita yang memiliki pribadi yang baik dan termasuk wanita sholehah, impian semua orang pria karena dia sedikit paham agama meskipun memang masih belum banyak dan harus ada yang dia pelajari lagi tetapi sebagai seorang muslimah dia sudah cukup baik. karena pandangannya tentang jodoh dan pernikahan itu sangat luas dari sudut pandang yang berbeda dia pun bisa menjelaskan hal itu.

Mungkin sampai detik ini Raka hanya bisa menjalin hubungan dengan Alina hanya sebatas sebagai sahabat kecil. namun, dia berharap jika suatu saat nanti Tuhan bisa mempertemukan dia kembali dengan Alina dengan versi terbaik.

Dan mungkin takdir akan membawa Alina dan juga Raka bersatu bukan lagi menjadi seorang sahabat namun menjadi seorang pasangan yang saling mencintai satu sama lain dalam sebuah ikatan yang suci yaitu pernikahan. meskipun Raka sendiri tidak tahu apakah hal itu memang akan benar-benar terjadi dalam hidupnya karena secara alinea sekarang tidak pernah percaya dengan cinta seorang manusia bahkan, dia pun tidak pernah sedikitpun berbicara bahwa dia pernah merasakan jatuh cinta karena dia sangat tertutup tentang perasaannya sendiri meskipun itu terhadap Raka yang dia sudah kenal sejak kecil.

Selama ini Raka tinggal di bogor bersama nenek dan kakeknya Alina tidak pernah tahu tentang latar belakang sahabatnya itu karena dia sendiri tidak peduli yang terpenting adalah Raka adalah orang yang sangat baik dengan dirinya, dan dia juga adalah pria yang sangat sopan dan menghargai apapun pendapat alina.

Bab 3

"Oh iya, lusa aku harus kembali ke Jakarta bertemu kedua orang tuaku. " ucap Raka seketika membuat Alina terkejut.

"Lalu kapan pulang?"Tanya Alina menatap Raka.

"Alina aku berangkat saja belum kamu sudah nanya pulang, pasti kamu takut yah aku tinggal lama-lama?" ledek Raka pada Alina.

"Kenapa aku harus takut?"Tanya alina sembari membuang nafas kasar.

"Aku hanya bingung nanti yang bantu aku jualan gamis siapa" jawab Alina cuek.

"Hanya itu?"tanya Raka menatap tajam Alina.

"Ayolah Raka kita bersahabat sudah lama, lagipula kamu tidak pernah kejakarta kan? Kenapa sekarang mau pulang?" Tanya Alina cemas.

"Aku rindu dengan mamahku, karena sejak dia menikah lagi aku jarang sekali mengabarinya apalagi menemuinya. " Jawab Raka

"Mamah kamu menikah lagi? Pasti papah kamu selingkuh yah kaya ayah aku dulu. " sahut Alina menyeka sudut matanya, seolah merasa bahwa semua ayah itu sangat jahat, selalu mementingkan hawa nafsunya hingga rela meninggalkan istri dan juga anaknya.

"Bukan gitu Alina Dzakiya" Raka melebarkan matnya seolah kesal dengan ucapan wanita yang ada dihadapannya tersebut

"Lalu apa?" Tanya Alina penasaran.

"Papahku meninggal saat aku masih kecil saat usia 10 tahun papahku adalah pria yang setia dan mamah sangat mencintai papah, tapi yang aku sesalkan mamah secepat itu memutuskan menikah lagi dengan rekan kerja yang baru saja dia temui, itulah alasannya aku memilih tinggal diBogor ikut dengan kakek nenekku. Lagipula aku punya adik perempuan dari mereka sangat menyebalkan. " papar Raka menjelaskan pada Alina tentang latar belakangnya.

Selama ini, Alina memang tidak pernah tahu tentang latar belakang keluarga Raka seperti apa karena dia hanya mengetahui bahwa Raka ikut dengan nenek dan kakeknya di Bogor hanya karena kedua orang tua Raka yang sedang sibuk. Dan saat ini Raka sudah menjelaskan tentang alasannya kenapa dia tinggal di bogor bersama nenek dan kakeknya membuat hati Alina tersentuh karena ternyata masih ada pria baik seperti Raka yang begitu sangat menghormati setiap keputusan dari orang tuanya. Sedangkan Alina dia sama sekali masih belum bisa memaafkan kesalahan dari ayahnya yang masih begitu menyakitkan untuknya.

"Udah dong jangan sedih masa laki-laki nangis. " celoteh Alina membuat Raka tersenyum.

Gadis ceria itu memang selalu saja membuat Raka tersenyum, dia tahu bagaimana cara membuat Raka bahagia, oleh sebab itu Raka tidak ingin kehilangan Alina dari hidupnya bahkan, dia tidak mau alina bersama seorang pria yang tidak tepat, apalagi dengan latar belakang keluarga Alina yang membuat dia sampai trauma dalam pernikahan hingga sampai dengan detik ini. Makanya Raka tidak mau jika Alina suatu saat nanti mengalami hal yang sama dengan apa yang dilakukan ayahnya terhadap sang ibu.

"Yasudah aku pamit yah, kamu semangat kerjanya nanti kalau kamu kangen telpon aku aja" ucap Raka menatap Alina

Alinapun tersipu malu dengan perlakuan Raka terkadang pria itu selalu saja membuat Alina Salah tingkah di depannya meskipun seperti itu namun Alina tetap saja takut jika perasaannya lebih dari sekedar sahabat terhadap Raka.

***

"Assalamualaikum ibu." peluk Alina pada ibunya dari arah belakang.

"Wa'alaikumsalaam nak, kamu ngagetin ibu." jawab sang ibu menaruh pisah kembali ke meja, karena awalnya ingin memasak untuk makan malam.

Sang Ibu tidak lagi mempertanyakan perihal apakah putrinya itu mau menikah atau tidak karena dia tidak bisa memaksakan perasaan Alina sendiri yang masih sangat menyimpan trauma dalam hidupnya terlebih trauma tersebut diakibatkan oleh ayah kandungnya sendiri yang membuat sang Ibu memaklumi semua hal tersebut.

"Kamu sepertinya lagi bahagia?" Tanya sang ibu ikut merasakan kebahagiaan putrinya.

"Tadi habis ketemu Raka , dia cuman mau pamit untuk pulang ke Jakarta menemui kedua orang tuanya. "jawab alina sambil mengambil secangkir air minum dan duduk di meja makan.

"Raka itu adalah anak yang baik dia juga sopan terhadap ibu, ibu sangat menyukai dia dari kecil apalagi kamu dan dia sudah bersahabat sejak lama dan Ibu berharap Raka akan menjadi sumber kebahagiaan untuk kamu Alina "ucap sang Ibu membuat Alina terkejut.

"Tapi apa mungkin ya Bu Raka itu tidak punya pacar di sana karena secara dia itu adalah pria yang sangat sempurna mempunyai segalanya siapa sih yang tidak mau menjadi pendamping dalam hidupnya "ujar Alina dengan raut wajah sedih.

"Kamu mencintainya?" Tanya sang ibu seketika membuat Alina gugup.

"Enggak lah bu Raka sahabat aku dari kecil mana mungkin aku jatuh cinta." jawab Alina meyakinkan ibunya.

"Kalian kan memang sahabat dari kecil tapi kan setelah dewasa belum tentu perasaan itu tetap menjadi sebuah perasaan kepada sahabat atau lebih dari itu. "ucap kembali ibunya

"Sudah yah Bu, lagipula aku hanya ingin Raka tetap menjadi sahabat baik aku, Aku tidak mau suatu saat nanti persahabatan kita hancur hanya karena Alina memiliki perasaan lebih terhadap Raka ataupun sebaliknya bahkan yang paling Alina takut kan jika suatu saat nanti ada kata perceraian antara Alina dan juga Raka jika memang Alina dan Raka berjodoh. "papar Alina dengan raut wajah sedih.

Sang Ibu sangat paham bagaimana hati Putri semata wayangnya begitu sangat terluka tentang sebuah pernikahan dan perceraian bahkan dalam benaknya semua pria itu hampir sama sama seperti ayahnya yang berselingkuh dengan wanita lain meninggalkan anak dan istri begitu saja demi mengejar kebahagiaannya sendiri.

Namun, entah mengapa dia percaya bahwa Raka adalah pria yang tepat untuk putrinya meskipun memang sampai detik ini dia tidak pernah tahu apakah mereka memiliki perasaan satu sama lain atau hanya sekedar sahabat. jika memang hanya Alina yang memiliki perasaan itu sang Ibu tidak ingin putrinya terluka dalam mencintai seseorang. Karena selama ini ibunya hanya ingin melihat Alina Bahagia tidak bernasib sama seperti dirinya bahkan mungkin Alina akan menemukan pria yang mampu menjaga dia dan menjaga kesetiaan dalam hidupnya.

Karena tidak mudah menjalin sebuah ikatan pernikahan jika hanya didasari oleh cinta saja sedangkan kepercayaan dan kesetiaan adalah pondasi utama dalam menjalin sebuah hubungan terutama dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang sangat panjang.

Selesai mengobrol dengan sang Ibu Alina langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat dinding langit kamar yang sangat tertata rapi foto dia dan raka dari kecil hingga sampai dewasa, dia tidak pernah sekalipun jauh dari Raka makanya untuk pertama kalinya dia dan Raka berpisah karena Raka harus menemui orang tuanya di Jakarta. perpisahan sementara yang begitu sangat indah. karena Alina percaya bahwa Raka pasti akan kembali dia tetap menjadi pria yang paling membuat Alina bahagia meskipun memang mereka tidak memiliki ikatan apapun bahkan tidak pernah tahu perasaan satu sama lain.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED