Suara alunan gitar terpetik dengan merdu di balik sayup-sayup redup pagi di atas rooftop gedung asrama Mahasiswa Trisakti.
Kisah ini adalah akhir dari kisah cinta si Ghifa padanya. Sebuah akhir yang tragis, namun nyata di depan mata
Ia hanya bisa merenungi hari-haru sepi dan ia pun lantas berkata dalam hati....
Hari ini, adalah hari pertama aku mulai meratapi hari-hari dengan kesendirian.
Kesendirian yang membelenggu ini.
Membelenggu hati ini, meratapi hari-hari kelam ini.
Tanpa adanya seorang kekasih yang menemani atau menyayangi.
Wahai, Amanda Manurung tak segampang itu, melupakan
Terdiam dan tak bisa berkata. Hanya tangisan yang mengiringi lantunan gitar yang terpetik indah.
Nada-nada sendu diiringi embun pagi, semakin menguatkan rasa kelabu di hati.
Masih terasa dan berbekas selalu di dalam relung hati seorang Ghifa akan rasa sakit hatiku ini kepada seorang gadis yang telah mencampakkannya, terlebih tanpa alasan yang jelas. Bahkan meninggalkan luka yang tak mungkin untuk dilupakan seumur hidupnya.
Yang ada di pikirannya yaitu...
Luka yang kau torehkan ini tak mudah, untukku sembuhkan, bahkan untuk selamanya di hidupku?
I love you!
I love you!
Never, never, never....
I love you so much!
But, this is faded and shameless..
Ia berkutat dengan hatinya, dan seraya berkata.
"Apakah kau mengingat nya kembali, masa-masa kita bersama dulu?
Berpegang tangan bersama?
Bernyanyi bersama?"
"Makan malam berdua dibawah sang rembulan bersama?
Atau saat kita berciuman?
Kini, semuanya hancur?
Telah hancur menjadi berkeping-keping?"
"Semua harapanku telah terhempas oleh angin lalu?
Kita harus berpisah tanpa alasan yang jelas?
Itu sangatlah menyakitkan!
Bahkan, setelah 3 tahun kita berpacaran?
Apakah ia tak mengingatnya?
Masa-masa indah kita?
Semua kenangan manis kita?
Dan apakah, ia melupakan semua kenangan kita dahulu?"
Jujur, satu kata yang ingin Ghifa luapkan padanya yaitu....
"Benci
I hate you!
I hate you!
Never, never, never....
I hate you so much! In my heart and in my life"
Namun semua itu, kini terasa tertampar dalam di pipinya.
Yaitu kata Mengapa?
"Mengapa ia tak bisa melupakannya?
Mengapa, ia terlalu susah untuk membenci nya?
Dan mengapa, aku terlalu susah untuk mengatakan tidak, dan hidup jauh dari jerat cintanya?"
Dan yang tersisa hanyalah sakit dan perih di hati ini.
Move on.
Dua kata dalam bahasa inggris ini, terdengar mudah untuk di ucapkan, bahkan jika dilafalkan.
Namun ternyata susah untuk dilakukan, bahkan seorang Ghifa yang Tiktokers dan punya fans banyak tak mampu membuat ia bisa meraih kata Move on dengan mu
Kini, aku duduk sendiri meratapi hari-hari sunyinya dan kelabu berteman gitar tuanya, hingga fajar menemani langkahnya.
"Argh!...."
Teriak Ghifa sekeras-kerasnya di atas sini.
"Hush!...."
Bunyi nafas dalam yang ku hembuskan dari kedua lubang hidung ku ini.
Daripada Ghifa pusing memikirkan semua hak yang tak berguna ini.
(sambil menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri, lalu ke kanan dan sedikit memukul-mukul kecil pelipisku.)
Lebih baik, ia bernyanyi saja, untuk menghibur sejenak kekosongan hatiku ini.
Mungkin lagu ini, dengan memainkan sebuah lagu dan bernyanyi bisa melepaskan kesukaran hati ini.
Setelah aku coba berfikir dan melihat-lihat list lagu di handphone ku, aku pun memilih lagu lama dari band Barat yaitu Keane yang berjudul somewhere only we know.
Saat ia bernyanyi dan mendawaikan gitarnya tanpa sadar ia meneteskan air mata,
karena semuanya seperti relate dengan kisah cintanya kini.
Kalian bisa membuka YouTube atau SoundCloud, jika ingin mendengarkan lagu ini.
Penggalan lagu terakhir ini, membuat si Ghifa menangis. Seraya ia mengalunkan gitar dan seraya berkata.
"This could be the end of everything
So, why don't we go somewhere only we know?
Somewhere only we know"
Tak terasa waktu sudah terlihat
sangat Surya menampakan diri, dan saat Ghifa melihat jam tangan sungguh membuatku tercengang. Rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 WIB. Padahal, jam 06.30 WIB ia jadwal untuk mengisi program pagi di radio V radio di daerah Kemang, Jakarta Timur.
Dalam si Ghifa mendadak tiba-tiba ia tersadar dari lamunannya dan seraya ia berkata.
"Mampus gua, bentar lagi gue telat siaran nih.
Mana cukup, 15 menit dari sini ke Gedung V Radio?" ucapnya seraya ia menggaruk-garuk kepalanya.
Tanpa pikir panjang, ia pun lantas bergegas segera menuruni tangga dan segera bergegas lari menuju parkiran motor dibawah dan segera secepat mungkin mengendarai motornya menuju ke Gedung V Radio, yang tempatnya nyaris berada di pusat kota.
Diperjalanan, ia berusaha fokus dijalan dan sesegera mungkin melangkah dengan jauh supaya tidak terlambat sampai disana. Maklum saja, Ghifa yang notabene adalah salah satu penyiar terbaik di kota Jakarta dan terkenal dengan profesionalitasnya yang tinggi, dengan sikap bodohnya membuat semua usaha itu sia-sia.
O.. iya, sampai lupa. Perkenalkan namanya si Ghifa. Memiliki nama panjang Muhammad Ghifarial Siregar. Pria cakep yang banyak digandrungi banyak cewek-cewek dikarenakan konten TikTok nya sebagai konten creator cover song maupun daily life cukup menarik atensi para kaum hawa, terlebih paras tampannya yang tergolong gabungan antara Batak-Jawa.
Memiliki kulit warna putih serta mata yang tajam dan hidung mancung, membuat para cewek tergila-gila padanya. Belum lagi dengan postur badannya yang prima dan good looking, dimana sering ia dijuluki sebagai Soong Joong Ki nya kampus Trisakti.
Belum lagi prestasinya, baik dari cabang olahraga maupun cabang pendidikan. Di bangku kuliah jurusan ilmu komunikasi, ia selalu meraih nilai tertinggi di setiap mata kuliah dan belum lagi ia juga tergolong atlet basket profesional yang sering tanding di acara besar.
Namun, yang unik dari si Ghifa ini, walaupun ia sebenarnya bukan orang yang memiliki mata minus atau bermasalah, ia lebih suka memakai kacamata, sebab ia mengidolakan idol K-Pop Oh Sehun, yang saat itu memakai kacamata dan terlihat kayaknya pengeran dari kerajaan.
Ups!!... Jangqn berfikiran macam-macam ya ...
Dia masih pria normal, bahkan macho banget. Lantas bagaimana ia tahu semua idol K-Pop itu?
Alasan simpel, karna bakat dia selain semua yang kita bahas diatas, dia yang sangat mencintai musik, lantas memilih bekerja sampingan sebagai penyiar radio di V Radio, disela-sela waktunya kuliah maupun membuat konten.
Dan kebetulan, ia sering sekali menggantikan temannya yang izin atau cuti mendadak yang menyebabkan awalnya ia benci Korea, menjadi suka Korea ( minimal tau lah, sedikit-demi)
Untuk masalah keluarga, ia terlahir dari keluarga yang berkecukupan dan tergolong orang berada di Jawa Timur. Maklum aja, pria kelahiran 12 Mei 1998 ini, memang kelahiran Surabaya dan kebetulan orangtuanya memang menentap disana, dan si Ghifa memilih kuliah di Jakarta supaya lebih hidup mandiri dan tidak merepotkan kedua orangtuanya, termaksud pekerjaan sampingnya bahkan semua itu di dukung penuh 100%.
Lantas, apa cita-cita dia? Atau apa harapan dia?
Ghifa memang ingin menjadi musisi terhebat kayaknya band Queens, Charlie Puth atau idol K-Pop Exo atau BTS, tapi ia sekarang memilih fokus di konten terlebih dahulu dan sering beberapa kali menolak casting series atau film bukan karna ia tak mau, namun karna ia sudah semester akhir dari pendidikannya.
Ghifa khawatir, apabila ia banyak mengambil jobs, maka kuliahnya akan keteteran dan ia tak bisa lulus dengan nilai yang terbaik.
Hingga, pada akhirnya ia sampailah di perlintasan sebelum menuju V Radio, tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang gadis cantik dan memiliki harum bunga mawar.
Siapakah dia?
Kenapa, ia tampak mempesona dan seperti ada magnet yang menarik perhatiannya?
Adakah yang tahu?
Setelah cukup lama bergelut dengan jalanan raya ibukota, sampailah kita ke depan Gedung radio V Radio tercinta.
Setelah sampai di Gedung radio, Ghifa pun dengan langkah seribu segera lari menuju ruangan siaran dan nasib sial menimpanya. Ternyata oh ternyata, siaran hari ini sudah di mulai.
Melihat apa yang ada di depan mata, sontak ia berkata lirih dalam hati.
"Sial! Kenapa, gue bisa apes begini?"
"Apalagi, Opening dan tema sudah diangkat oleh si nyai Rahma?"
"Wah.. hancur deh, reputasi ku ini..."
Ghifa pun mencoba untuk tenang dan join sekalian meminta maaf kepada anak-anak yang lain, atas keterlambatannya kali ini.
"Assalamu'alaikum! Sorry guys, gue telat?" ucapnya seraya menyimpulkan kedua tanganku tanda maaf.
Dengan tatapan melirik sejenak, mereka pun menjawab.
"Ok, santai aja, sono langsung bantu tuh si Rahma. Kasian, itu anak ngomong sendiri kayak robot korslet?" ucap bang Fadil, kepala eksekutif radio V Radio.
"Ok, bang! Tema hari ini apa bang?" tanyaku pada bang Fadil dan anak-anak crew lainnya.
"Sudahlah, lihat aja sendiri di meja sana? Inget, durasi udah mepet nih? Inget ya, du... ra.. si?"
ucap bang Romy, selaku ketua pemasaran radio ini.
Ghifa pun dengan langkah sedikit terburu-buru, lantas berkata.
"Ok, deh! Gue masuk dulu"
Ghifa pun langsung masuk ke ruang radio, lalu ia mulai duduk dan melihat tema yang ada di meja. Dan saat aku check tema hari ini adalah.....
Jeng.... Jeng.... Jeng...
Cinta!
What....?
Cinta?
Apalagi 'Cinta Pertama'?
Apa ini gak salah?
Ternyata, materi yang harus Ghifa bawakan dengan Rahma hari ini, cukup membuatnya terkejut. Ghifa pun berusaha untuk berdiskusi dengan Rahma, semoga ia mau meralat tema kali ini. Kebetulan mereka baru saja selesai opening dan memutar kan lagu pertama.
"Yakin nih, Ma? Kita siaran hari ini, pakai materi ini?" Tanya Ghifa pada team & Shinta si anak Marketing yang biasa kasih tema harian. Ia pun seraya menunjuk ke arah lembaran materi yang akan kita bawakan ini.
Sayang beribu sayang, tanpa disadari rupanya di dalam ada beberapa team, juga mendengar pertanyaan kami bertiga .
"Yakin lah, Ghif? Emang kamu ada masalah?" jawab bang Fadil diikuti dengan mengerutkan kedua alisnya dan tatapan mata yang tajam padaku.
Ghifa pun lantas terdiam, terpaku dan tak bisa berkata sepatah pun.
Ia memilih untuk menutup rapat-rapat mulutnya, daripada harus menjawab pertanyaannya kali ini.
Rupanya reaksi bang Fadil, di balas santai jawaban dari Shinta yang asal nyeletuk kayak gak ada dosa.
"Ya, iyalah bang! Si Ghifa kayak gitu, mana bisa ia jawab, bang? Dia kan sedang galau, habis diputusin sama si Ariana ?"
"Maka nya, ia males bawa tema cinta-cintaan kayak gini? Entah, mungkin dia alergi atau gimana?" jawab Shinta dengan nada sedikit mengejek.
Rupanya, setelah mendengar informasi dari si nenek Lampir Shinta, rupanya bang Fadil dan bang Romy mulai ikut menyanggah informasi tadi.
"Beneran itu Ghif, elu diputusin sama Si Ariana?"
Gue, gak salah dengar nih? Orang secantik itu, elu putusin?" tanya bang Romy seraya terkaget atas ucapan si lampir Shinta, dan bang Romy menatapku seperti seakan-akan ingin menerkamnya.
Ghifa pun memilih terdiam, seraya memutuskan untuk duduk dan memutarkan kursinya, sambil membelakangi si Rahma. Ia pun memilih mengatupkan bibirnya serta sedikit memanyunkan bibirku, tanda aku nggak nyaman dengan situasi saat ini.
"Jawab dong, Ghif! Jangan diam saja, kayak orang lagi sariawan?" si Rahma mulai mengejek lagi diikuti bang Fadil & bang Romy yang silih berganti.
"Eh, rupanya gak bisa jawab, si Mas ganteng ini..."
"Lihat tuh wajahnya, Merah sekali kayak habis digebukin rame-rame?". ejek si Rahma lagi.
Jujur, dalam benak si Ghifa memang sengaja memilih diam, bukan berarti ia tak mau jawab semua pertanyaan mereka, hanya saja males sekali untuk menjawab pertanyaan yang memuakkan itu.
Dengan mata sedikit malas dan sayu, ia pun menjawab.
"Ya, udah bang! Biar aku saja yang opening siaran segment 02, kali ini." jawab Rahma lagi.
"Oke, deh Ra! Emang kelihatannya sih, Si Mas ganteng dengan ratusan ribu follower ini lagi ngambek parah nih. Buruan lanjutin aja, Ma?"
"Biar nanti, si Ghifa yang menyusul saja?" jawab bang Fadil
Lantas, si Rahma pun menjawab.
"Oke, aku mulai ya!". (Seraya ia menyalakan mesin radio dan microfon, lalu memakai headphone di telinganya).
"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokkatuh!"
"Selamat pagi, semua sobat V Radio tercinta di manapun anda berada. Balik lagi sama, aku Rahma dan si ganteng dan charming Ghifa di Selamat pagi V Radio."
"Di pagi yang cerah ini, kami siap menemani aktifitas pagi anda semua Sobat V Radio, yang mungkin pergi ke kantor, ke kampus ataupun ibu-ibu yang sedang memasak di rumah dengan lagu-lagu pop terkini, baik dari indonesia, maupun mancanegara."
"Tapi, sayangnya untuk Segment kali ini, para penggemar dan followers setia Ghifa, Ghifanders harus bersedih, karena ia sepertinya membiarkan aku siaran sendiri disini, dan ia sedang cemberut di sampingku dengan wajah manyunnya kayak bebek lagi sakit gigi?" (Sambil disertai tertawa).
"Kasihan tuh, para sobat V radio dan fans-fans tercintamu, yang merindukan suara indah darimu. Cuma gara-gara masalah tema yang akan kita bawakan kali ini?"
"Ayolah, jangan galau mulu?
Move on, dong!" disertai nada-nada ejekan di setiap kalimatnya.
Sekali lagi mendengar ledekan dari Rahma, yang awalnya Ghifa anteng ayem, kini iapun mulai gerah dan mulai bergegas memutar kursinya dan menarik mic dari Rahma.
"Oke, cukup ya ngecengin gue, ya Nenek Lampir! Oke, gue bantu loe siaran, mengingat kasihan juga para sobat V Radio yang menungguku dari tadi."
"Toh, aku nggak mau sampai dikatain makan gaji buta? Bisa-bisa nanti jadi viral". Jawab Ghifa dengan nada agak sedikit jengkel.
"Lha, gitu dong! Bantuin gue napa, syukur deh, kalau sadar diri. Hampir aja, gue mau ngatain, jangan makan gaji buta, loe! Eh, ternyata sadar diri."
"So, Berarti siap dong bahas tema kita hari ini yaitu "Cinta pertama", Ghifa ?" Tanya si Rahma pada si Ghifa.
"Oke, siap! Siapa takut? Walaupun rada males sih sebenarnya. Tapi, untuk sobat V radio semuanya, aku akan membuang rasa malas dan galau ku ini, untuk menghibur kalian semua di pagi yang cerah ini." jawabku yang disertai perkataanku yang sedikit terpotong-potong dan nafasnya yang agak tersengal-sengal, diikuti garukan tangan di pelipisnya dan nafas yang tak teratur ini.
"Oke, sah! Untuk menghibur Si Ghifa yang sedih, aku diputarkan lagu Khalid feat Billie Eilish berjudul Lovely, untuk semua sobat V radio yang sedang lovely di luaran sana. Check it dot." jawab Rahma.
Mungkin, karena masih dalam kondisi bad mood, gara-gara diejekin habis-habisan oleh si mereka bertiga itu, rasanya dalam benak Ghifa seakan tak mampu merasakan arti lovely dari lagu favoritnya ini. Seakan hampa aja.
Memang jatuhnya, terkesan menjengkelkan dibenaknya, namun sebisa mungkin si Ghifa berusaha untuk tetap tenang, walaupun harus ku lalui dengan wajah tertekuk dan dengan bibir yang manyun, layaknya moncong ikan cucut.
Karena, jam siaran masih banyak. Mereka pun berusaha membuat Ghifa bisa happy lagi dan membujuknya agar mau siaran hari ini. Walaupun, jawabannya it's impossible.
Dan tak terasa sampailah kita, melanjutkan siaran sampai jam 07.30 pagi, dimana itu adalah penghujung acara kita hari ini.
Lantas, Ghifa pun menutup acara kali ini.
"Oke guys, mengingat waktu sudah hampir menunjukkan jam 07.30 pagi, maka aku dan Rahma, harus pamit dari sini.
So, sebagai lagu penutup, kita putar kan lagu dari Tiara Andini yang berjudul Merasa indah."
"Wassallamu'alaikum warohmatullahi wabarokkatuh.
V radio, radio wajib untuk kaum muda!"
Setelah siaran usai, mereka pun memutuskan untuk pergi ke kampus lagi, mengingat selain ada jam kuliah yang tepat didepan mata, juga berharap si Ghifa bertemu bidadari cantik saat aku sampai di kampus nanti. Atau setidaknya cewek ber parfum mawar itu.
"Bang, kita cabut dulu ya? Waktunya kita masuk kuliah pagi, takutnya keburu pintu dikunci dosen dari dalam." ucap Ghifa seraya untuk meminta ijin ke bang Adam dan bang Fadil.
"Ya, bang! Soalnya gue pun udah ditunggu ama si Rangga juga di depan." sambung si Rahma.
"Oke deh! Hati-hati ya? Jangan ngebut-ngebut, sayangi nyawa kalian. Ingat, Allah hanya beri satu nyawa, bukan 9 nyawa kayak kucing." petuah Bang Fadil pada kita berdua.
"Sama satu lagi, mumpung Abang inget. Jangan lupa, jagain tuh si anak ganteg, takutnya ia ntar bunuh diri lagi? Bisa-bisa motornya di tabrakan ke pohon atau kalau nggak nyungsepin di got?" ejek kak Romy padaku.
"Sip! Siap 86, komandan! Gue, jagain nih, mas ganteng, biar ia nggak nekat bunuh diri!" jawab Rahma pada mereka, sontak aku pun tercengang seraya menjawab.
"Gila ya, loe pada? Doain gue yang nggak-enggak ? Gue, masih waras kali, otak gue masih normal?"
"Gue juga masih pengen nikah dan juga punya anak? Gila bener, gue mau nabrakin diri ke pohon atau jatuhin diri ke got?" jawab si Ghifa dengan nada sedikit emosi.
"Iya, iya ! Sorry, kan dari tadi loe cemberut kayak gitu? Ngalahin sama mulut bebek."
"So, hati-hati ya? Inget, besok pagi masuk ya?" jawab singkat dari bang Romy.
Akhirnya aku dan Rahma pun keluar dari ruang radio dan berjalan keluar, menghampiri pintu keluar ruangan V Radio ini. By the way, alamat gedung radio ku ini, terbilang agak jauh dari kampus ± 8 KM, dan jikalau kalian pengen main ke sini, gampang !
Alamatnya ada di Jalan Sultan Syahir, no. 78 , Rungkut, Jakarta Pusat, lokasinya deket sama Kantor pos Indonesia.
"Ma, Emang si Rangga nungguin loe dimana? Kata loe, ia ada di depan?" tanyaku pada Rahma.
Soalnya dari tadi si Ghifa cari-cari batang hidung si Rahma belum nampak disini.
"Bentar lagi, mesti sampai kok."
"Tuh, panjang umur itu si Rangga, baru di omongin, dianya sudah datang..." jawab si Rahma seraya menunjuk ke arah barat dan terlihat jelas si Rangga datang naik motor Harley kebanggaannya.
"Sorry, gue telat! Tadi gue, kehabisan bensin di jalan, alhasil mau nggak mau, gue ngisi bensin dulu di POM" jawab santai si Rangga.
Melihat, penjelasannya si Rangga, Rahma pun segera menjawab.
"Lain kali, sebelum berangkat jemput gue, check dulu bensinnya?"
"Sudah waktunya beli apa belum, ya bego? Soalnya, ini kita hampir kesiangan loh, berangkat ke kampus?"
"Next time, jangan telat lagi ya? Awas aja, ngilangin lagi.." ungkapan kesal Rahma pada Rangga karna keterlambatannya.
Jujur, si Ghifa takut kalau mereka bakal ada keributan rumah tangga alias perang dunia di depan dia. Apalagi si Rahma udah bilang kata bego.
Dengan wajah sedikit memelas, ia pun menjawab.
"Oke! Janji, aku nggak bakal telat lagi!" Balas Rangga.
Daripada urusan jadi panjang, si Ghifa lantas berkata.
"Udah yuk, guys kita berangkat! Kita udah hampir kesiangan loh? Lihat nih, sekarang jam berapa?" Sela si Ghifa atas penyataan si Rahma dan Rangga, seraya menunjuk pukul berapa sekarang lewat jam tangan yang ada di tanganku.
"Bener kata, si Ghifa. Yuk, kita berangkat daripada kita diceramahi panjang kali lebar sama dosen nanti" Ucap Rahma seraya memakai helm dan naik ke motor Rangga.
Aku pun juga sama. Memakai helm, dan me starter motorku.
Akhirnya kita semua keluar dari tempat parkir radio dan berjalan menuju ke kampus tercinta.
Aku pun berdoa semoga hari indah akan terjadi di kampus.
"Ya, Allah, tolong kabulkan do'a hamba Mu yang ganteng ini. Amiin...."
Dan dari sinilah, kisah cinta baruku akan di mulai.
Akhirnya, mereka bertiga bersama-sama berangkat naik motor dari Studio V Radio, ke kampus di daerah jakarta Barat daerah Daan Monggot. Mungkin, jaraknya yang hanya kita tempuh yaitu sekitar ±7 KM,tak akan terlalu jauh, apabila jika ditempuh dengan naik motor. Mungkin, akan memakan waktu sekitar ±15 menit tanpa macet dan ± 45 menit saat macet parah.
Mungkin, kalian bertanya-tanya?
Mengapa kok, si Ghifa bisa sedetail ini, untuk memastikan waktu atau jarak tempuh dari kampus ke radio?
Jawabannya adalah karena mereka ( lebih tepatnya, Ghifa, Rahma dan Rangga ) sudah sering sekali diawal-awal masuk kuliah, untuk datang terlambat ke kampus, terlebih saat memasuki jam pertama mata kuliah kami.
Jika di telaah secara dalam, alasan kami terlambat tidak lain dan tidak bukan sebenarnya adalah karna tidak terlalu mengerti time management atas jarak antara gedung radio ke kampus dan waktu yang diperlukan.
Kalian pasti berfikir? Kalian kuliah dimana sih? Di kampus apa? Kampus Swasta atau kampus negeri? Bahkan, bisa sampai bekerja sampingan juga?
Bukankah itu sebuah pertanyaan besar yang terus menghantui kalian?
Sini, akan aku jelaskan pada kalian semua.
Kampus kita tercinta adalah Universitas Trisakti, salah satu kampus Negeri populer di kota Jakarta, serlulusan disini, sudah banyak yang terbilang sukses di luaran sana.
Bayangin aja, ada yang jadi Wakil negara pada masa jabatan hari ini.
Ada yang jadi pengusaha sukses di bidang tekstil dan ekonomi.
Ada yang jadi penulis dan sutradara handal.
Ada yang jadi aktor sukses, sampai tembus pasar internasional.
Sampai ada yang jadi duta besar Republik Indonesia, juga berkuliah disini.
Di sini tempat aku dan teman-temanku memperoleh ilmu serta meraih mimpi untuk menjadi pengusaha yang sukses kelak.
Aamiin...
Amiin...Ya rabbal al amin...
Serta dalam hati si Ghifa berharap, agar ia dan teman-temannya ketularan berkah dan keberuntungan dari mereka semua kakak tingkat mahasiswa-mahasiswi yang sudah sukses di luaran sana.
Amiin...
Amin... Ya rabbal al amiin...
Disini Ghifa sedang berkuliah menempuh pendidikan strata 1, mengambil fakultas Management, dan sekarang sudah ke semester akhir yaitu semester 7 menuju ke semester 8, kurang satu semester lagi, akan lulus kuliah, dan mendapatkan gelar sarjana manajemen.
Semoga, Allah SWT memberikan kemudahan, serta Ghifa mampu lulus dengan nilai yang baik dan memuaskan.
Amin.... Ya rabbal al amin....
Selain Rahma, ada satu teman terdekatnya lagi, bahkan bisa disebut sahabat karibnya di kampus ini, yang tadi sudah di singgung oleh Rahma
Siapa lagi kalau bukan Rangga.
Jujur kalau boleh bilang, selain sebagai teman curhat, teman hangout, teman satu kost, juga teman traktir Ghifa di kala kantong tak bersahabat.
Hehehe.......
Maklum, tau sendiri kantong para mahasiswa? Apalagi sudah tanggal tua dan tugas menumpuk.
Hehehe....
Tapi, lebih seringnya kebalikannya sih. Mengingat apabila si Ghifa dapat Job di luar entah itu foto shoot ataupun MC di event-event besar maupun kecil. Belum lagi, uang dari Tiktok dan Youtubenya..
Wih, klo udah gajian, pasti semua perut temannya pasti gendut kayak doraemon.
Namun satu hal yang perlu, kalian ingat, walaupun begini-begini, ia tuh anaknya m*sum banget. 100% di otaknya klo gak mes*m ya... Mikirin K-Pop itu aja yang paling waras.
Pokoknya, kalau sering kumpul sama dia, dan iman loe nggak kuat? Wah... Bisa berabe urusannya entar? ( begitu tanpa sadar, aku bisa menirukan logat betawi dengan mudahnya)
Oh, iya sampai lupa, saking mesumnya nih anak, bakal semua isi di laptopnya selain tugas-tugas dari kampus adalah full video b*kep dari seluruh dunia, foto-foto hot, dan lain-lain.
Jujur, kalau aku awal-awal sih kelihatannya wajar, maklum anak cowok. Tapi, kalau nonton lebih dari 8 jam, dan melakukan kegiatan mastrub*si berkali-kali,hampir 10 sampai 20 kali sehari? Baru itu aku anggap tidak wajar.
Sini, aku perkenalkan dia.
Namanya adalah Rangga adi Pratama, biasa dipanggil Rangga. Mengambil jurusan yang sama denganku yaitu Management dan kamipun satu angkatan. Tinggi kurang lebih 172 cm, kulit putih, otak lumayan cerdas, bermata sedikit sipit, banyak yang bilang ia mirip oppa korea.
Ada yang bilang ia mirip salah satu personel boyband BTS, yaitu Kim Taehyung alias V, namun bias sama kaya si Ghifa yaitu Exo dan idol favorit dan trend senter dia yaitu KAI alias Kim Jongin.
Pokoknya kalau bahas Exo, dijamin kita berdua bakalan kuat, sampai malam pun ok..
Dia adalah seorang anak band, tepatnya ia memegang bagian vokalis & gitaris, kebetulan walaupun genre dia walaupun Slow rock, tapi ia emang tipikal suka genre Pop juga suka K-Pop.
Selain itu, ia juga penyiar radio, sama dengan Ghifa dan Rahma, dan satu hal yang membuat ia istimewa adalah ditambah pesona nya tiap kali lewat sering membuat cewek-cewek di kampus klepek-klepek, sama kayak idol idolanya Si Kai Exo.
Terlebih, para personil di band kami, The Rubby Wine" berisi semua orang-orang terkenal dan paling famous di kampus ini.
Namun, perlu kalian ingat..
Si Rangga, ia tidak jomblo loh, dia sudah punya kekasih dan tebak siapa nama kekasihnya?
Tadi sudah di spill di depan, dan tak lain ialah Si Rahma teman siaran radio Ghifa tadi. Walaupun begitu, tetap aja para cewek-cewek masih tetap ngejar-ngejar si Rangga, kadang Ghifa juga sih?
Hehehe....
Mungkin gitu lah, nasib orang-orang ganteng. Dimana-mana tempatnya, pasti selalu di kejar-kejar sama cewek-cewek cantik nan seksi!
Hehehe... Peace...
Lanjut ada cewek cantik bernama Rahma. Ia bernama lengkap Rahma Andita. Cewek bertubuh mungil, tinggi ± 165 cm, berambut panjang, berwajah sedikit jutek, namun baik sekali, jika kalian akrab dan ia adalah pacar dari sahabatku yaitu Rangga.
Iapun sama seperti aku bekerja sebagai penyiar radio, sekaligus berkuliah di kampus yang sama juga, namun ia memilih mengambil jurusan ilmu pendidikan dan keguruan, mengambil ilmu pendidikan bahasa Inggris.
Ia pun masih tergolong mahasiswa senior tapi masih dibawah Ghifa, sebab ia baru menginjak semester 1, disaat Ghifa dan Rangga sudah semester 5. Alhasil, bisa ditebak sekarang semester berapa?
Benar, sekali. Ia sekarang semester 3. Namun, funfactnya, mereka sudah akrab sejak di mendaftar jadi penyiar radio sejak ia duduk di bangku SMA, lebih tepatnya sudah Kelas 3, mau melanjutkan kuliah.
Ia memang cewek yang fashionable banget. Dari atas sampai bawah diperhatikan semua. Namun, yang menjadi pembeda dia dengan cewek yang lain, selain berwajah jutek yaitu ia tergolong cewek yang ribet parah dan cerewetnya minta ampun.
Jujur, andai ada cowok lain yang pacaran sama Rahma, bisa dijamin 100%, dalam waktu ±3 bulan, pasti mereka akan putus. Tapi ini tak berlaku untuk Rangga, ia bisa bertahan hampir 2 tahun loh.
Walaupun si wajah jutek ini, dan segala keribetan dan cukup menyebalkan buat ku! Namun public speaking nya bagus banget, alhasil ia memiliki julukan yaitu Scarlett Johansson nya kampus. Selain Seksi + pintar juga.
Sama ada satu temen lagi sih, teman Cowok si Ghifa, berhubung ia bukan anak Radio, atau lebih tepatnya ia Anak Crew sehingga ia jarang sekali kumpul. Tapi, kalo sudah kumpul bahkan rame banget.
Dalam benak kalian, mereka semua apakah satu geng atau gimana? Silakan tebak sendiri..
Eh, siapa yang lewat itu ya...
Kok, baru parfum mawar lagi?
Apakah ia baru saja lewat dari sini?
Padahal jujur aja, si Ghifa ngobrol panjang kali lebar ini, posisi mereka baru sampai di Kampus loh, lebih tepatnya baru saja masuk pintu utama Kampus.
Siapa dia?