Sampul Novel Love a Sweet Psycho

Love a Sweet Psycho

7.9 / 10.0
Kehidupan tenangku berubah drastis sejak Hun hadir. Di balik wajah tampannya yang mirip pangeran, ia adalah pria berdarah dingin yang terobsesi mengejarku. Demi melindungiku, ia tak segan bertindak ekstrem, mulai dari membunuh ular hingga nyaris mencekik pengganggu. Aku sangat benci menjadi pusat perhatian dalam drama gila ini. Mengapa takdir mengubah hidup mediokerku menjadi serumit ini akibat ulah cowok psikopat tersebut?

Love a Sweet Psycho Bab 1

Jarum jam menunjuk di angka enam, dan Arin sudah terbangun dari tadi, baru saja selesai menyapu halaman rumahnya. Udara terasa sangat lembab pagi ini, ulah rintik gerimis yang terjatuh kala subuh tadi, membuat teduh suasana hati gadis bertubuh mungil itu.

Senyum tipis tak lekang dari bibirnya, dan makin mengembang saat netranya menangkap sesuatu yang sangat menyita perhatian: sesuatu berwarna merah segar di rak susun yang berada di sisi tembok halamannya.

“Wah, akhirnya kamu siap panen juga,” monolognya melihat takjub pada sebuah stroberi yang memiliki ukuran cukup besar, menggantung dengan warna merah matangnya yang menggoda. Arin tak segan memetiknya, lantas melangkahkan kaki ringan menuju suara gemericik air yang bertubrukan dengan alas batu, yang makin menyejukkan hati.

Pancuran air yang terbuat dari bambu itu sengaja ia bangun untuk menambah kesan estetika di halamannya, juga kalau-kalau dia ingin memakan langsung buah-buahan yang ia tanam sendiri itu, untuk mencucinya agar aman dimakan.

Jemari lentiknya terkena guyuran kecil air yang dingin itu, yang juga membasuh bersih stroberi di tangannya. Lalu, suara truk tiba-tiba terdengar mendominasi, tak ingin kalah dengan derik pancuran air bambunya, menyita atensi Arin.

Dia melongokkan kepalanya seraya masih membasuh buah merah di tangannya, dan mendapati satu truk besar yang berhenti di seberang rumahnya tepat. Penasaran, ia menyudahi acara mencuci stroberinya, dan berjalan kecil ke depan halaman, demi memperjelas penglihatannya, mencari tahu kenapa truk sebesar itu berhenti di sana.

Beberapa pria mulai keluar dari truk itu, dengan beberapa perabotan rumah tangga yang mereka gotong bersama. Alis Arin mengernyit. Ia melahap stroberi seraya sibuk menebak-nebak dengan apa yang kini sedang terjadi.

Apakah seseorang akhirnya akan menempati rumah yang sudah bertahun-tahun kosong karena ditelantarkan itu? Tapi siapa orang nekat yang memiliki niat tinggal di rumah yang sudah langganan dengan rumor berhantu itu? Melihatnya saja sudah membuat bulu kuduk merinding, rumah cukup luas yang temboknya sudah berjamur semua, beberapa bagian tampak rusak parah digerogoti waktu, belum lagi listrik yang diputus, menjadikannya makin terlihat mengerikan saat fajar mulai tenggelam.

“Koki!” pekik gadis itu terjengat kaget, membuat kucing gembulnya yang awalnya berniat bermanja padanya dengan menubrukkan kepalanya di kaki sang majikan, ikut terkaget, tak menyangka bahwa Arin akan meneriakinya seperti itu.

“Aduh, Koki, kau mengagetkanku,” keluh Arin seraya mengelus dadanya yang masih mencoba untuk lebih tenang. Ia sangat fokus pada eksistensi truk dan pemikirannya tentang rumah kosong itu tadi, makanya sekaget itu.

“Maaf, kau juga ikut kaget, ya,” lanjut Arin meraih tubuh gembul itu seraya terkekeh dan memeluk kucing kesayangannya yang sekarang mengeong kecil, lantas kembali memfokuskan pandangan ke arah seberang sana.

Mata Arin tanpa sadar memicing saat seseorang yang memakai jaket hitam bertudung, berdiri di depan rumah itu. Keberadaan pria itu sangat kontras dengan para pegawai truk yang memakai seragam berwarna putih, dan juga bertopi. Dia menundukkan kepalanya yang bertudung, membuat wajahnya tak nampak, menyulut rasa penasaran Arin.

Para pegawai truk itu masih melakukan kegiatan mereka—menurunkan barang-barang dari truk, dan memindahkannya ke dalam rumah kosong, yang kini sepertinya akan ditinggali oleh seseorang—tanpa terganggu sama sekali dengan keberadaan pria misterius bertudung itu. Sedang bulu kuduk Arin kini tiba-tiba berdiri.

“Dia pasti tetangga baru kita, Koki,” katanya mengajak bicara si kucing yang sayangnya telah menggeram lembut, tertidur karena merasa terlalu nyaman berada di pelukan hangat sang majikan.

Pria itu masih hanya berdiri, dengan kepala yang tertunduk, seakan tahu bahwa ia sedang dilihati oleh gadis mungil ini, dan sengaja menutup wajahnya entah dengan alasan apa. Arin yang makin merasa penasaran, kini menjadi sedikit tak nyaman. Ia berdehem, dan menggumam, “Apa sih yang dia lakukan?”

Karena pria itu tak juga beranjak dari tempatnya, tak bergerak seinci pun, akhirnya Arin membalikkan badannya, merasa sangat tak nyaman, aneh sekali melihat tingkahnya.

“Kita harus segera bersiap untuk berangkat sekolah,” ujarnya lagi mengajak kucingnya bicara, meski tahu Koki sudah terlelap. Hanya saja, gadis berambut sepunggung itu tiba-tiba merasa gugup, dan akhirnya memutuskan untuk cepat-cepat melangkah ke dalam rumah.

Sedang ia tak tahu, bahwa saat dirinya mulai membalikkan badan dan masuk ke rumahnya, pria itu melepas tudungnya, dan menatap lurus ke depan tanpa sebuah ekspresi yang berarti.

***

Arin meraih tas yang selalu ia letakkan di kursi sampingnya itu, dan memeluknya kecil, merasa nyaman melakukannya karena udara dingin yang mulai merebak di ruang kelas ini. Lantas pandangannya ia arahkan ke jendela di kanannya tepat, yang menampilkan keadan luar kelas.

Hujan kembali turun beberapa waktu yang lalu, meski hanya berupa rintik gerimis. Bu guru yang sebelumnya sudah sempat melakukan kegiatan mengajarnya, tiba-tiba menerima sebuah telepon, dan keluar dari kelas entah kemana, membuat semua murid di dalamnya langsung bersikap santai, termasuk Irish sekarang.

Suasana hatinya sedang bagus sekali saat ini. Hujan selalu membawa suasana seperti itu, sangat menyejukkan hati. Lalu, pemandangan yang menyenangkan mata seperti air hujan yang jatuh membasahi rumput lapangan sepak bola itu, kini tiba-tiba teralih karena satu objek yang sangat menyita atensinya.

Bu guru yang tadi mengajar kelas mereka dan keluar sebentar, kini tampak berjalan seraya memegang satu payung, dengan seseorang di sampingnya. Tapi yang membuat Arin terkejut adalah, orang itu memakai jaket bertudung berwarna hitam, persis seperti yang dipakai pria yang ia lihat pagi tadi, si tetangga barunya.

Arin berusaha menajamkan penglihatannya, namun, masih belum bisa melihat wajah si pria. Laki-laki itu juga tampak menolak tawaran payung dari Bu guru, dan memilih berjalan di tengah gerimis yang mulai menciptakan titik-titik noda basah di jaket hitamnya. Sampai Arin baru tersadar bahwa mereka berdua tengah berjalan ke arahnya—lebih tepatnya, ke kelasnya.

Melihat sosok bu guru yang muncul di pintu, semua murid yang sempat bersantai, bermain ponsel, makan bekal, dan berghibah ria, langsung memperbaiki posisi duduk mereka, menghentikan semua aktivitas yang di luar kegiatan belajar.

Lalu mulai terdengar beberapa bisikan begitu laki-laki bertudung yang sedari tadi menunduk itu tampak berjalan memasuki kelas mengikuti langkah sang guru.

Logika Arin tanpa sadar langsung bekerja lebih keras, menyambungkan potongan-potongan puzzle di kepalanya. Pria itu memakai jaket hitam bertudung yang sama persis dengan pria yang sempat ia lihat di rumah kosong seberangnya pagi tadi. Kalau dia memang akan menjadi murid baru di sini, sangat masuk akal jika dia memang pria yang sama dengan tetangga barunya, karena sekolah ini adalah sekolah paling dekat juga dengan lingkungan mereka.

“Hari ini sekolahan kita kedatangan murid baru, dan karena murid di kelas kita berjumlah ganjil, maka diputuskan ia akan menjadi teman sekelas baru kalian,” ujar bu guru dengan raut wajah yang sumringah, tanpa sadar membuat suasana di kelas itu mencair, lebih terasa santai, hingga beberapa murid berani bertepuk tangan dengan meriah, dan beberapa lainnya berseru heboh.

“Silahkan perkenalkan dirimu,” titah bu guru seraya memberi jarak pada si laki-laki itu, membiarkan dia menjadi pusat perhatian sejenak.

Lalu ia membuka tudungnya, dan menatap acak seluruh murid yang kini tampak melebarkan matanya terkejut, lantas terakhir sendiri ia menatap lama murid yang duduk paling belakang sana, satu-satunya yang tak memiliki teman sebangku, Arin.

“Perkenalkan, namaku Tehun.”

~To be continued~

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Love a Sweet Psycho

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED