Bab 2

“Akhirnya kamu datang juga,” ucap wanita ini sambil melipat kedua datangnya ke arah depan.

“Ada apa?” tanya Erwin singkat.

“Ada apa, sepertinya saat ini kamu merasa seperti tidak ada dosa. Hey aku beri tahu kepada kamu, pria yang kamu tangkap itu adalah kekasihku. Dia adalah pria baik, dia tidak mungkin membunuh seseorang. Katakan apa alasan kamu menangkapnya?” tanya wanita ini.

“Sangat simpel, karena di saat kejadian pembunuhan terjadi dia sedang berada di tkp. Tidak hanya itu, pisau yang dia bawah juga terdapat darah dari korban. Dia adalah tersangka utama itulah alasan kenapa aku menangkapnya,” balas Erwin memberikan wanita ini penjelasan.

“Aku tidak percaya,” sebut wanita ini tertawa bengis.

“Jika tidak percaya ya sudah,” ucap Erwin lalu meninggalkan wanita ini.

Saat ini wanita ini sangat tidak terima dengan apa yang baru saja Erwin katakan kepada dirinya, wanita ini berteriak kepada Erwin. Jika Erwin tidak melepaskan kekasihnya, maka dia akan melakukan hal yang buruk kepadannya. Wanita ini juga berkata hal yang sangat lucu, dia mengira jika Erwin menangkap kekasihnya karena cemburu dia sudah mempunyai kekasih yang baru.

“Hey lepaskan kekasihku, dia tidak bersalah. Jika kamu tidak mau melepaskannya maka aku akan melakukan hal yang buruk kepada kamu, aku akan melakukan sebuah kegilaan di sini. Lagi pula aku sangat tahu, kamu menangkap kekasihku bukan karena dia bersalah atau tidak. Kamu cemburukan karena aku sudah mendapatkan kekasih yang baru,” ucap wanita ini.

Saat ini Erwin mulai menghentikan langkah kakinya, dia mulai menoleh ke arah belakang. Saat ini dia menahan tawanya, lalu dia pun kembali mendekati wanita ini. Dia menjelaskan kepada wanita ini, jika mereka sudah tidak ada hubungan lagi. Dan dia tidak akan cemburu, jika wanita yang ada di depannya ini berciuman dengan laki-laki lain.

“Waaoow, ternyata kamu ini sangat percaya diri sekali ya. Aku katakan kepada kamu, aku ini memang mantan kekasihmu. Tapi kita sudah putus tiga tahun yang lalu, jangan mengada-ngada. Sekarang ini kamu bukan lagi tipeku, kekasihmu itu tidak salah jika diadili. Dia sudah menghilangkan satu nyawa, jika kamu sudah gila pergilah ke rumah sakit jiwa. Jangan datang kemari dan membuat aku menjadi ingin muntah,” balas Erwin dengan kasar.

“Apa buktinya jika kamu sudah move on dariku, apakah saat ini kamu sudah mempunyai pacar?” tanya wanita ini merendahkan Erwin.

“Tentu saja, dia lebih cantik. Lebih baik dan lebih segalanya dari kamu, tidak mungkin aku masih memikirkan gadis gila seperti kamu. Saat ini kamu bukanlah tipeku lagi,” ucap Erwin sekali lagi memberikan sebuah tegasan kepada wanita ini.

“Jangan lupa akulah yang menemani kamu di saat kamu belum menjadi seperti ini,” ucap wanita ini memberikan tatapan tajam kepada Erwin.

“Lalu kenapa?” tanya Erwin yang membuat wanita ini menjadi sangat kesal.

Saat ini wanita ini terlihat sangat kesal, dia memelintir tangan Erwin ke arah belakang. Sehingga membuat Erwin menjadi kesakitan, tidak lama wanita ini pun membanting tubuh Erwin dan jatuh ke lantai. Wanita ini terlihat sangat senang karena sudah mempermalukan Erwin, tapi saat ini Erwin tidak membalas wanita ini. Dia tidak mungkin membalas wanita, tidak lama akhirnya wanita ini pergi meninggalkan Erwin. Orang-orang di kantornya tidak bisa melakukan apa-apa, mereka hanya bisa menjadi penonton dari apa yang sudah dilakukan oleh mantan kekasihnya kepada dirinya. Saat ini Erwin sebenarnya merasa sangat malu, dia berdiri lalu memasuki kantornya.

“Hey wanita yang tadi bersama dengan kamu itu siapa?” tanya seorang laki-laki berpakaian culun.

“Kenapa kamu menyukainya?” tanya Erwin yang saat ini masih terlihat sangat kesal.

“Tentu tidak, dia terlihat sangat kasar. Tapi tenaga yang dia punya juga cukup hebat, dia bisa membanting polisi seperti kamu,” ucap pria ini yang kembali memancing emosi Erwin.

Saat ini Erwin mulai menghentikan langkah kakinya, dia menjelit ke arah laki-laki ini. Mata sipitnya seketika saja menjadi sangat besar, terlihat bola matanya hampir mau lepas.

“Coba katakan lagi apa yang tadi kamu katakan?” bentak Erwin dengan nada marah.

Saat ini terlihat jika pria yang bertanya dengan Erwin tadi, terlihat sangat takut dan malah pergi meninggalkan dirinya. Pria itu takut jika nantinya akan membuat masalah baru.

“Hey mau ke mana kamu,” teriak Erwin yang melihat pria culun itu lari dengan terbirit-birit meninggalkan dirinya.

Saat ini semua mata mulai kembali melihat dirinya, mereka semua melihat Erwin dengan bingung. Erwin berteriak dengan cukup kencang, tidak lama ketika dia sadar jika saat ini dia sedang diperhatikan oleh satu kantor. Dia pun akhirnya bergegas untuk pergi menujuh ke ruangnya, sembari menghindari rasa malu. Di dalam ruangan kerjanya saat ini, ternyata sudah ada kepala komisaris polisi yang sedang menunggu dirinya. Terlihat sepertinya kepala komisaris sudah menunggu dirinya cukup lama, kepala komisaris sedang terduduk di atas kursi tamu yang ada di dalam ruanganya.

“Kepala komisaris, kenapa kamu berada di ruanganku pagi-pagi seperti ini. Apakah saat ini sedang ada masalah?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

“Duduklah,” perintah kepala komisaris polisi kepada Erwin.

“Saat aku banyak sekali mendegar tentang maraknya kasus narkotika di kota kita, sepertinya narkotika sudah sangat membuat masyarakat menjadi cemas. Aku pun yang mendengarnya ikut menjadi cemas,” ucap kepala komisaris kepada Erwin.

“Saat ini, aku bersama dengan timku sedang mencoba memecahkan kasus tersebut. Belakangan ini, banyak sekali bandar narkotika yang berkeliaran. Aku menyuruh anggota timku untuk menyamar menjadi pembeli, namun untuk sekarang kami belum menemukan tersangkah. Tapi walaupun begitu kepala komisaris tenang saja, kami akan melakukan yang terbaik. Berikan aku waktu beberapa minggu,” sebut Erwin kepada kepala komisaris.

“Tentu saja, aku yakin kamu bisa memecahkan kasus ini. Kamu adalah seorang polisi yang cukup kompenten, kamu adalah polisi terbaik bagiku. Selama ini kamu sudah memecahkan kasus-kasus dengan baik, aku sangat yakin jika kamu bisa memecahkan kasus kecil seperti ini. Benar begitukan?” sebut kepala komisaris kepada Erwin.

“Ah, aku menjadi malu, mendengar perkataan kamu. Saat ini kepala komisaris sudah memujiku dan aku seolah merasa seperti ingin terbang,” balas Erwin kepada kepala komisaris.

“Tidak usah begitu, apa yang aku bicarakan saat ini. Itu benar adanya, kamu tidak perlu merasa malu atau pun berbesar hati. Sebenarnya ke datanganku kemari bukanlah untuk membicarakan soal kasus yang tidak terlalu penting itu,” ucap kepala komisaris kepada Erwin yang sedang berbicara dengan nada sangat sopan kepada dirinya.

“Apa?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

“Jadi ada apa kepala komisaris datang menemui saya pagi-pagi seperti ini?” tanya Erwin yang terlihat sangat bingung.

Bab 3

“Mengenai kasus yang sedang menjadi tranding topik di media sosial saat ini, tidak perlu kamu hiraukan. Saat ini kita bicarakan saja hal yang lebih penting lagi, ada sebuah rahasia yang ingin aku beri tahu kepada kamu. Aku sangat tahu jika kamu sangat bisa diandalkan, kamu tidak akan mungkin membocorkannya jika kamu sudah mengetahui rahasia ini!” ucap kepala komisaris dengan sangat serus.

“Memangnya saat ini kepala komisaris mempunyai rahasia apa?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

“Untuk kasus narkonika ini ternyata anak mentri adalah bandar narkotika besarnya,” bisik kepala komisaris.

“Apa?” tanya Erwin yang terlihat seperti tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar barusan dari bibir kepala komisaris.

“Kamu pasti sangat terkejut, aku pun sama. Aku juga sangat terkejut saat pertama kali mengetahui kasus ini, jadi untuk kasus narkotika ini. Tidak usah terlalu dihiraukan, namun tetap saja kamu harus membuat seolah polisi sedang bekerja keras untuk memecahkan kasus ini. Media harus meliput kerja keras tim kita,” ucap kepala komisaris.

“Kepala komisaris rahasia ini kamu tahu dari siapa?” tanya Erwin kepada atasannya.

“Mentri sendiri yang berbicara kepadaku, saat ini tidak penting kasusnya terpecahkan atau tidak. Yang penting uangnya terus mengalir dan masuk ke dalam rekeningku, kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan sekarang ini?” sebut kepala komisaris kepada Erwin.

“Anda tenang saja, kepala komisaris. Saat ini anda sangat tahukan, jika aku adalah orang yang paling bisa diandalkan. Aku akan mengatur semuanya, biarkan aku saja yang membersihkan ini semua. Saat ini anda cukup diam saja dan menerima lebih banyak uang,” ucap Erwin kepada kepala komisaris sembari mencari muka.

“Kamu ini memang sangat bisa untuk aku andalkan,” ucap kepala komisaris saat ini tersenyum melihat Erwin.

Di tempat lain, masih di dalam kantor polisi. Terlihat jika beberapa detektif sedang mengibah, mereka ada yang curiga jika Erwin mendapatkan suap dari kepala komisaris. Namun mereka juga tidak bisa membuktikan hal tersebut, membuka aib atasan sama saja dengan merusak karir mereka sendiri. Jadi mereka hanya bisa berbicara omong kosong, sekaligus menghayal.

“Menurutmu apakah perwira Erwin mendapatkan suap dari kepala komisaris?” sebut deketifk yang saat ini sedang mengibah.

“Entahlah aku tidak yakin,”

“Eh, tapi apakah kalian tidak merasa aneh dengan kepala komisaris. Dia sepertinya sama sekali tidak memperdulikan kasus yang sedang sangat hagat akhir-akhir ini,”

“Hey apakah kamu tidak mendengar, jika detektif Erwin memberikan kita perintah. Untuk berhenti melakukan penyamaran,”

“Apa?”

“Bagaimana bisa?”

“Wah aku sangat tidak percaya, kenapa bisa dadakan sekali. Kapan detektif Erwin memberikan perintah itu?”

“Kamu tidak dengar?”

“Atau kamu tidak ada di tempat waktu itu?”

“Aku tidak tahu sama sekali,”

“Ah itu baru saja di umumkan, baru saja beberapa menit yang lalu. Tadinya kamu ini ke mana, kenapa bisa kamu tidak mendengar hal yang penting seperti ini. Apakah kamu sudah tidak ada niat lagi untuk menjadi polisi,”

“Bukan begitu teman, mungkin tadinya aku berada di kamar kecil. Berbagilah informasi jika aku tidak mendapatkanya,”

“Ah kamu ini membuatku kesal saja,”

Saat ini para detektif yang ada di dalam kantor polisi sedang mengibahi Erwin dan kepala komisari, mereka merasa sangat curiga hari ini. Sangat tiba-tiba sekali, kepala komisaris datang ke kantor polisi waktu pagi dan mencari perwira Erwin. Mereka juga berbicara dengan sangat privasi, mungkin nyamuk pun tidak mereka izinkan untuk mendengar. Belum lagi perintah yang Erwin sebutkan itu sangat aneh, Erwin tiba-tiba saja menyuruh polisi lainnya untuk berhenti melakukan penyamaran. Menurut Erwin, bandar narkotika ini tidak perlu untuk ditanggap. Pihak polisi tidak perlu capek-capek untuk mencari buronan ini, Erwin hanya menyuruh mereka untuk pura-pura mencarinya saja. Di sebuah jumpa pers, saat ini Erwin terlihat sangat rapi. Dia sedang diwawancari oleh para wartawan, terlihat hari ini dia seperti orang penting saja. Dari belakang tirai, tempat Erwin berdiri kepala komisaris memberikan kode kepadanya.

“Detektif Erwin apakah saat ini kami sudah boleh bertanya?” tanya salah seorang wartawan kepada Erwin.

“Ah tentu, tanyakan saja. Apa yang ingin kalian ketahui,” balas Erwin dengan sangat percaya diri.

“Detektif saat ini anda pasti sedang tidak asing lagi dengan kasus yang sedang viral di media sosial, menurutmu ini bagaimana. Apakah tanggapan anda mengenai kasus ini?” tanya salah seorang wartawan yang mulai bertanya kepada dirinya.

“Iya itu sudah tidak asing lagi bagiku, saat ini kami pihak polisi sudah mempunyai rencana lain untuk menangkap pelaku dengan cepat. Karena tidak baik juga jika buronan seperti ini di biarkan terlalu lama bebas,” balas Erwin dengan sangat percaya diri dan tanpa rasa takut sama sekali.

“Bolehkah kami mengetahui rencana apa yang kamu punya?”

“Maafkan aku, tidak mungkin untukku menjawab pertanyaan seperti ini. Jika aku memberi tahukan rencanaku maka pastinya buronan itu sudah bisa bersembunyi,” balas Erwin.

Saat ini terlihat semua wartawan yang berada di dalam ruangan ini mulai tertawa, ada benarnya juga apa yang Erwin katakan. Tidak mungkin memberi tahu, cara apa yang akan Erwin lalukan untuk menangkap buronan.

“Perwira Erwin bolehkah kami bertanya lagi?”

“Tentu saja tanyakan saja, aku akan menjawab semua pertanyaan kalian. Jangan khawatir hari ini waktuku untuk kalian semua,” balas Erwin sambil memberikan candaan agar tidak terlalu tegang.

“Saat ini apakah anda sudah mempuyai terangka, maksudku saat ini apakah pihak polisi ada mencurigai seseorang. Kemarin ada sempat viral sebuah vidio polisi yang sedang meyamar menjadi pembeli sabu untuk menangkap pelaku, jika vidio yang viral itu benar adanya tanpa sebuah setigan. Saat ini apakah pihak polisi sudah mencurigai seseorang?” tanya para wartawan kepada Erwin.

“Ah mengenai vidio yang sedang viral kemarin itu, begini vidio itu tidak ada rekayasa. Itu benar adanya, tapi sangat disayangkan. Kami pihak polisi masih belum bisa menangkap dalang dari semua ini. Saat ini masih masih belum mendapatkan lampu hijau,” balas Erwin yang saat ini sedang membuat wartawan semakin ingin melipun dirinya.

“Saya juga ingin bertanya perwira,” ucap seorang pria berkaca mata.

“Iya silakan saja,” balas Erwin.

“Bandar narkotika ini sepertinya sangat sulit sekali untuk pihak polisi menangkapnya, kenapa? Apa karena bandit ini sangat hebat? Ataukah mungkin ada permainan orang dalam?”

“Apa maksudmu?” tanya Erwin yang terlihat terkejut.

“Saat ini apakah anda belum mengetahui satu informasi, ya saya rasa saya adalah orang pertama yang tahu dengan rahasia ini. Gosibnya anak mentri keamanan adalah seorang pria nakal, dia pernah sekali berhubungan dengan obat terlarang. Namun karena saat itu umurnya masih di bawah umur, maka dia hanya mendapatkan rehabilitasi saja. Tapi saat ini apakah anda tidak merasa curiga,” sebut pria ini.

“Curiga tentang apa?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED