Bab 1

Hari tidak mendung apalagi hujan namun ternyata hati Ratu berkabut tebal. Semua dikarenakan Indra, tunangannya yang tak kunjung datang menjemputnya di kampus. Ia uring-uringan sendiri mengingat sikap Indra yang akhir-akhir berubah padanya.

"Huufftt bang Indra kok lama sekali sih dateng jemput. Mana kakiku sudah kesemutan lagi" Ratu menggerutu sambil melemaskan kakinya.

Dari tadi ia duduk di bangku depan kelasnya setelah bosan menunggu ia duduk lesehan di atas lapangan rumput.

"Uhmm.. kenapa sikap bang Indra berbeda ya akhir akhir ini. Malam Sabtu ia tak datang mengunjungiku karena ia bilang ada pembeli ikan dari luar kota. Rabu ia menolak undangan bunda untuk makan malam bersama keluarga, dan hari ini ia tak kunjung datang menjemput di gedung C fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dimana aku kuliah padahal hari Kamis ini merupakan jadwalnya melatih bela diri di fakultas teknik, masih di universitas yang sama. Apa bang Indra kecantol gadis lain ya??? Ah nggak ,, nggak mungkin, aku kan tunangannya.. pasti bang Indra sedang sibuk melatih bela diri sekarang. Lagipula fakultas teknik kan jauh dari sini, mending nunggu aja deh". putus Ratu.

Akan tetapi karena hari sudah menjelang senja dan langit pun kian pucat. Ditambah lagi ruangan di sekitarnya sudah sepi. Ia berinisiatif untuk mencari Indra ke ruang sekretariat unit kegiatan mahasiswa fakultas teknik.

Ia mengambil jalan pintas di gang kecil belakang ruang FKIP dan tergesa-gesa hingga beberapa kali nyaris tergelincir di jalan yang tidak rata.

Dengan terengah-engah, akhirnya Ratu sampai juga di depan fakultas teknik.

Masih ada sisa sisa mahasiswa yagn tadinya mengikuti latihan bela diri bersiap-siap pulang. Itu menandakan Indra tadi melatih mereka dan kemungkinan masih berada di area kampus.

Tanpa membuang waktu ,ia menuju halaman belakang gedung perkuliahan dimana terdapat sebuah bangunan dengan letter U yang terpisah dari gedung utama. Disana terdapat ruangan secretariat semua UKM.

Tak sabar ia segera mencari ruang UKM bela diri diantara ruangan ruangan UKM mahasiswa ilmiah, seni, pecinta alam, olah raga dan wupps inilah dia ruang sekretariat bela diri di paling ujung.

Ratu berusaha membuka pintu ruang UKM yang ternyata tidak terkunci, begitu melihat kedalam ruangan utama ia melihat tas punggung hitam indra yang sudah dikenalnya karena itu adalah hadiah ulang tahun darinya.

Suara kec*p*n dan de*ah*n nafas memburu dari ruang kecil yang biasanya dipakai untuk anggota putra berganti kostum atau tidur tak ayal menyebabkan hati Ratu berdegup tak karuan. Ingin ia melangkah mundur namun demi mencari jawab atas rasa penasarannya Ratu mendorong pintu ruang ganti itu perlahan.

Suara deritan engsel pintu ternyata tak membuat aktivitas terlarang dua sejoli di dalam sana terhenti, giliran Ratu yang shock berat menyaksikan pemandangan yang terpampang di depannya.. dimana tunangannya Indra tengah berpagut mesra dalam keadaan setengah tel*nj*Ng dengan Trisya yang anggota senior di UKM bela diri.

Ratu tersadar dari keterkejutannya dan menjerit keras.

"Abaaanggggg,,,, kenapa tega berbuat senonoh di kampus,,,, abang pengkhianat,,,, hentikan perbuatan me*um kalian!!!!"

Suara Ratu yang melengking tinggi menghentikan perbuatan tak senonoh dua sejoli itu.

Indra langsung menghentikan pagutannya dan Trisya langsung mengenakan kembali pakaiannya.

Ratu sungguh tak mempercayai penglihatannya ternyata tunangannya ada main dengan Trisya yang juga juniornya di ukm bela diri. Ia memang pernah melihat indra ngobrol lama dengan Perempuan itu di kampus, namun tak disangka hubungan mereka sudah sejauh itu, dan sekarang sudah terlambat memperbaiki semua.

"Ratu, kenapa kemari??? Bukankah Abang minta menunggu di depan kelas.. bukan malah menghampiri Abang disini. Lancang kamu!" Bukannya menenangkan Ratu yang kalap. Indra malah membentak tunangannya.

" Bang, tau nggak aku tuh nunggu sejam lebih sampe kaki kesemutan di depan kelas. Abang bilang mau nyusul aku di setelah jam 4. Sekarang sudah jam berapa bangggg? Jam setengah enaaaam" Tangis Ratu pecah seketika.

Bab 2

"Eh,gembul,, bantet, elu dateng dateng bikin kacau saja. Harusnya lu nyadar dong siapa diri lu. Pulang sendirikan bisa. Ojek online banyak . Atau lu kere?!! Udah wajah pas Pasan, bikin onar lagi di tempat umum'" dengan tidak tau dirinya Trisya merepet menyalahkan Ratu.

" Pengganggu kata lu. Heh, trus kalo gue kagak dateng,lu mau nerusin perbuatan me*s*m lu dengan tunangan gue di lembaga pendidikan lagi. Dasar cewek kagak ngotak!"

Mendengar bullyan Trisya yang bukan hanya melecehkan statusnya sebagai tunangan Indra tapi juga melakukan body shaming, Ratu meradang.

"Lah kan dia nyatanya malah lebih nyaman jalan sama gue, bukannya milih elu yang masih bocil bantet" nyinyir Trisya.

" Eh *ajis,, pere* aku tuh tunangan resmi Bang Indra. Ini buktinya cincin perak ini.. aku memang pendek tapi feminin bukan kayak lu, cewek tapi body lu kekar mirip tukang pukul!!!. harusnya lu tanya dong apa statusnya, jangan main nyosor aja"

"Aaappaaa,,, dasar bocil genit, kegatelan,,beraninya ya menghina atlet bela diri. Eh mending sekarang lu pulang belajar cebok dulu yang bener ya. Baru kenal cowok?' Trsiya merangsek hendak menyerang badan mungil Ratu. Namun cepat ditenangkan dan dibawa ke menjauh oleh Indra.

Ratu hanya terperangah untuk kesekian kalinya dengan peristiwa itu. Ternyata Indra lebih memilih Trisya daripada mengajak Ratu pulang untuk menyelesaikan semua kekacauan yang terjadi.

Ia berlari dan menangis menjauhi area kampus beruntung keadaan sepi sehingga tak mengundang kecurigaan orang lain. Saking terburu-burunya ia menabrak motor yang diparkir samping gerbang masuk kampus.

Dubrakkk,,,, bugh,,, aduuhhh.. Ratu jatuh terduduk setelah menabrak sepeda motor, sontak pemiliknya yang hendak menstarter motornya terkejut dan buru-buru menghampirinya.

"Neng,,neng,,,,kenapa bisa nabrak motor saya, nggak kenapa-napa,, nggak ada yang luka kan?' Pria yang tukang ojek pangkalan itu bertanya khawatir. Ia terkejut ketika menatap mata gadis yang sedang memegang lututnya yang perih-perih.

"Lha ini kan neng Ratu, dari kampus lari-lari sampai jatuh emang ada masalah apa?"

Ratu sedikit lega karena tahu pria di depannya adalah Mang Armin tukang ojek pangkalan yang juga tetangganya. Dengan lirih karena lelah menangis ia berkata "Mang, anterin saya pulang sekarang, nanti saya kasih ongkos dobel"

Mang Armin lantas bersemangat mendengar bahwa ia akan diberikan ongkos dobel.

"Beresss neng,,, hayuk atuh naik"

Sebelum naik ke atas motor, Ratu memandang sekeliling, ternyata taka daa tanda-tanda Indra akan menyusulnya. Benar-benar cari penyakit dia. Ratu kian geram dan berjanji akan memberi pelajaran pada laki-laki tak tahu diuntung itu secepatnya. Ayah harus segera tahu permasalahan ini. Rasakan kalau nanti ayah memintanya mengganti modal pengelolaan tambak ikannya.

"Terima kasih banyak neng Ratu, alhamdulilah rezeki nomplok hari ini. Eh neng kalo perlu tumpangan ojek ke kampus. Call Mamang aja. Mamang biasa anter anak-anak sekolah juga " tawar mang Armin.

Ratu mengangguk lemah, ia segera masuk rumah setelah mengucap salam dan menunaikan kewajiban shalat magrib. Saat berdoa , lagi-lagi luahan kecewanya tak terbendung hingga ia menangis terisak-isak hingga Ibunya menghampiri dan bertanya apakah ia memiliki masalah sampai menangis pasalnya selama ini Ratu nyaris tak pernah terlihat bersedih apalagi mewek.

"Bu, kalau ada waktu sekarang boleh Ratu bicara dengan ibu dan Ayah ada yang harus dibicarakan, ini,,, ini,, mengenai Bang Indra. Diaa selingkuh bu" tangis Ratu pecah kembali hingga ibunya harus menenangkannya dengan cara merengkuh kepala putri tunggalnya.

Duh, putri kecil yang dulu sangat dinanti kehadirannya dan sangat disayanginya kini harus kecewa karena ulah tunangannya. Ia menyayangkan sikap sembrono Indra tentunya.

Bab 3

Begitu Pak Amran, ayah Ratu mengetahui hal tersebut sudah tentu beliau marah besar. Namun ia mengingatkan Ratu bahwa dulu ia lah yang sangat mengagumi Indra yang tinggi, macho, body six pack dan juga jago silat sehingga putrinya itu mau saja ketika Indra menjadikannya kekasih . Padahal waktu itu dia sudah mengingatkan Ratu untuk berpikir ulang menerima Indra karena belum bekerja tetap dan masih suka menghabiskan waktu nongkrong di warmindo dengan teman sebayanya. Pak Amran tak ingin putrinya menyesal di kemudian hari.

Diceramahi ayahnya, Ratu memekik spontan hingga pak Amran dan istrinya serempak terlonjak kaget mereka tak menyangka ada sisi lain sifat Ratu yang selama ini manja dan tak banyak bicara"aku curhat disini bukannya untuk diceramahi ayahhhh,,,,!! aku mau biar pengkhianat itu diberikan hukuman setimpal,,, ayah suruh ganti modal tambak ikan kek,,, atau sekalian putuskan saja pertunangan, Ratu juga sudah nggak mau pake cincinya lagi"

"Iya lho Ayah ini, anaknya sedang bersedih malah makin dibuat terpukul. Cari jalan keluar terbaik gitu lho. Biar masalahnya nggak berlarut-larut". Bela Bu Murni.

'Oke sekarang juga ayah telepon anak kurang ajar itu supaya besok ke rumah meminta maaf dan membatalkan pertunangan ini"

Setelah Pak Amran mengambil handphonenya , beliau segera menghubungi mantan calon menantunya itu. Panggilan yang lama sekali tak terjawab membuat darahnya kembali naik.

"Bah ,,,apa jangan-jangan anak itu sengaja tidak mengangkat teleponku atau masih berasyik masyuk dengan perempuan itu"?

Ketika akhirnya Indra menjawab teleponnya Pak Amran berkata tanpa basa -basi untuk meminta Indra ke rumah bersama kedua orang tuanya. Indra tampak terkejut namun ia menjawab bahwa besok hari Jum'at , orang tuanya pasti sibuk di ladang dan setelahnya ke masjid untuk sholat Jum'at.

"Aku tak mau tahu, kalau begitu besok sore bawa kedua orang tuamu ke rumah ini untuk membicarakan hubunganmu dengan anakku atau sesuai perjanjian kalau kau mengecewakan Ratu, aku akan meminta kembali uang seratus juta yang dulu kuberi untuk modal membuat tambak ikan" Pak Amran.

Diseberang sana Indra nampak pucat dan pias, tak disangka amarah pak Amran begitu berkobar karena perbuatan mesumnya yang terciduk Ratu. Ia menyesali kelalaiannya yang terlambat membaca pesan whatupp dan berujung habisnya kesabaran tunangannya sehingga nekat menyusulnya ke Fakultas Teknik dimana ia menjadi pelatih silat. Sekarang apa yang harus ia lakukan? kalau ayah Ratu benar-benar meminta kembali modal seratus juta maka habislah ia karena tabungannya dari panen ikan mujaer, nila, dan gurami di tambak bahkan belum mencapai lima puluh juta karena ia sendiri juga baru memulai usaha tambak tujuh bulan lalu.

Karena tak kunjung menemui jalan keluar, ia lantas menuju lesehan langganannya dimana ia biasa menyesap segelas teh hangat dan lalapan ayam bakar. Tak dinyana disana Indra bertemu Adi kawan karibnya seangkatan di universitas dulu. Indra berbisik pada Adi untuk mencari tempat sepi karena ia hendak curhat mengenai masalahnya.

"Lu masih jalan sama Ratu, In? atau malah udah nikah. Kalau belum ,, embat saja mana anaknya kalem bokapnya tajir lagi. Tunggu apa lagi?"

Kata-kata Adi ibarat tamparan keras bagi Indra karena justru ia mengajak Adi curhat mengenai hubungannya dengan Ratu yang di berada ujung tanduk.

"Awalnya hubungan gue dan Ratu adem ayem aja, tapi sejak sore yang naas gue lupa jemput dia pulang kuliah. Lu tau gue keciduk dia lagi cipokan sama Trisya di secretariat bela diri fakultas, dia marah. Sekarang guee puyeeeng karena bokapnya ngancem mau narik modal usaha kalo gue dan Ratu bubaran. Gue kudu bagaimana?" Indra mendesah frustasi.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED