Tepat satu minggu setelah kepergian Ayah dan Ibuku ke London, aku tinggal di rumahku seorang diri . Katanya akan ada ART baru yang akan datang ke rumah, tapi sampai saat ini masih belum datang juga . Tapi menurutku tidak apa , karena aku memang sudah terbiasa mengerjakan semuanya sendiri.
Sebelumnya perkenalkan, namaku Radit. Mahasiswa fakultas seni di salah satu kampus ternama di Jakarta. Dan hari ini aku sedang merasa kesal dengan pacarku. Ya, aku benar benar kesal padanya, karena entah kenapa hari ini dia menolak ku ketika ku ajak main ke rumah. Padahal sebelumnya dia selalu senang setiap kali ku ajak ke rumah, apalagi situasi di rumah sedang sepi. Alasannya karena tugas kuliah , tapi nyatanya aku melihatnya jalan bersama pria lain dengan begitu mesranya .
Rasa rinduku padanya seketika hilang setelah melihat kenyataan itu . Saat itu pun aku memutuskan untuk segera pulang ke rumah . Kepala ku terasa begitu penat, tadinya aku sudah menyusun banyak rencana untuk bisa bersenang senang dengannya. Tapi dia lebih memilih pergi bersama dengan pria lain. Apa selama ini dia merasa kurang puas ? pikirku.
Sesampainya di rumah, ku lempar tas ku ke atas meja dan ku jatuhkan badanku di salah satu sofa di sana. Pikiranku masih tertuju pada Alena (pacarku). Sampai saat ini aku masih belum mengerti kenapa ia bisa melakukan hal itu padaku . Beberapa kali ku coba untuk menghubunginya pun sama sekali tidak ada jawaban darinya .Ternyata benar apa kata teman temanku, dia memang bukan wanita baik baik. Tapi selama ini dia sudah memberikan semuanya untukku , apa isu tentang Alena yang seorang wanita bayaran itu memang benar adanya ? tapi biarlah, saat ini aku tidak ingin memikirkannya lagi . Yang pasti, kekecewaanku sekarang ini benar benar menghilangkan semua kepercayaanku padanya.
Ku mainkan ponselku untuk menghilangkan penat dalam pikiranku . Melihat beberapa tayangan yang ku kira bisa menghiburku , tapi semuanya sama sekali tidak berguna. Aku harus mencari cara lain untuk menghilangkan penat dalam pikiranku.
Sampai akhirnya aku beranjak dari kursi sofa itu dan pergi ke kamarku . Di sana, mulai ku nyalakan televisi dan mencari siaran yang cukup menarik . Akan tetapi semuanya sangat membosankan , hingga aku memutuskan untuk memutar kasetaa DVD yang baru saja ku beli. Tadinya aku berencana untuk menonton film nya bersama dengan Alena. Tapi , sudah lah aku tidak ingin memikirkannya lagi.
Tayangan film itu mulai berputar setelah ku tunggu beberapa menit lamanya .Ya, kaset DVD yang ku beli adalah kaset yang berisi film film porno . Sengaja ku membelinya sebagai referensi supaya aku dan Alena bisa saling memuaskan.
Ku matikan lampu kamar itu supaya sensasi dari film itu bisa lebih ku rasakan . Aku juga sudah menyiapkan sebuah gel pelumas untuk membasahi batang kontol ku, karena hasrat yang gagal ku curahkan pada Alena tetap harus terpenuhi . Supaya penat dalam pikiranku bisa menghilang.
Awalnya biasa saja, karena adegan yang dalam film itu memang sering kali dilakukan dalam film film yang sebelumnya pernah ku tonton. Tapi seketika batang kontolku berdiri dengan begitu tegaknya ketika kamera menyorot sebuah belahan memek dengan sangat dekat, yang saat ini dibuka lebar oleh kedua tangan pemiliknya . Kemudian , seorang pria yang sepertinya kekasihnya itu langsung memeluknya dari belakang dengan kedua tangan yang langsung menjelajahi seluruh bagian memek itu.
Wanita dalam film itu terlihat begitu menikmatinya. Apalagi ketika pria itu mulai meremas kedua toketnya yang besar . Satu tangan meremas toketnya dan satunya lagi menjamah memeknya . Rasanya ingin sekali aku berada di posisi pria itu. Karena jujur saja , aku sangat menyukai adegan seperti itu . Dan saat ini aku mulai kehausan , haus akan sebuah memek.
"Shhh Alenaaaa, seandainya kamu ada disini. Sudah ku jelajahi semua bagian memekmu ". gumamku seraya ku usap batang kontolku .
"Segitunya lo sama Alena ? ". ucap seseorang yang sangat mengagetkanku .
Yuki , tetanggaku yang juga kuliah di kampus yang sama denganku . Lebih tepatnya , dia sebenarnya adalah pacar dari seorang pria yang membawa Alena pergi .Dia memang seperti itu , datang tanpa di undang dan pergi begitu saja . Namun saat ini aku benar benar terkejut di buatnya . Karena pada saat ini , ia melihat dengan sangat jelas apa yang sejak tadi ku lakukan .
"Ngapain lo disini ? ". ucapku seraya menutupi bagian kontolku dengan selimut.
" Santai aja kali, bukannya sejak dulu juga gue tau banget lo seneng nonton bokep . Btw, kontol lo gede juga ".
" Apaan sih lo ".
" Lo galau ya , Alena pergi sama cowo gue ? gue juga sama . Padahal selama ini gue ngga pernah ngecewain dia ".
" Jadi lo tau Alena pergi sama Brian ? ".
Yuki mengangguk, " Tapi ngga masalah , biarin aja . Lo lanjutin aja , gue ikutan nonton ngga apa apa kan ? ". ucapnya seraya duduk bersandar tepat di sebelahku .
" Lah gimana sih lo, gue kan lagi coli. Mana bisa kalau ada lo ".
" Ngga apa apa , anggap aja gue ngga ada , lagian kan udah lo tutup pake selimut . Jadi anggap aja gue ngga tau lo ngapain ".
" Ya udah ". ucapku.
Ku lanjutkan kembali film yang sempat ku jeda, masih dalam adegan yang tadi . Seorang pria yang asik memainkan memek dan toket besar pasangannya. Lalu kemudian , wanita itu mulai meraba ke arah selangkangan pasangannya. Hingga ia temukan kontolnya dan mulai meremasnya.
" Lo sama Brian pernah gituan ? ".
" Pernah , tapi punya Brian kecil . Kalo menurut gue sih lebih besar punya lo . Lagi pula, Brian mainnya bentar banget. Kadang gue ngga puas main sama dia ".
" Terus kalo lo ngga puas , gimana ? ".
" Sama kayak lo , ya gue mainin memek gue sendiri sampe bener bener crot ".
" Seriusan lo ? ".
" Seriusan ! tapi gue cerita ini cuma sama lo doang ya ".
" Iya iya gue ngerti ko . Lo juga sering nonton bokep kek gini ? ".
" Sering , tapi paling di Hp doang . Kenapa emangnya ? ".
" Yang paling lo suka adegan apa ? ".
" Gue paling suka adegan yang si cowoknya itu jilatin memeknya . Tuh, kek sekarang ". jawab Yuki seraya menunjuk ke arah layar televisi yang di dalamnya sedang menunjukkan adegan seorang pria yang sedang melakukan oral sex pada pasangannya .
" Kalau memek lo gue jilatin kek gitu , mau ngga ? ".
BERSAMBUNG, lanjut Part 2..
Yuki sama sekali tidak terkejut mendengar apa yang baru saja ku katakan padanya . Namun ia juga tidak menjawabnya sepatah katapun . Ia terlihat serius menonton film yang masih ku putar.
Melihat reaksinya yang datar , aku pun membiarkannya dan terus menikmati setiap adegan yang di lakukan di dalam film itu sambil memainkan batang penisku . Yuki yang juga menyadari hal itu , terlihat begitu santai menonton film itu tanpa berkomentar sedikitpun .
Maka aku memutuskan untuk memulai terlebih dahulu dengan membahas Brian sebagai umpan pancinganku saat ini .
"Tadinya gue beli kaset ini buat gue tonton sama Alena .Biasanya kalo gue gituan sama Alena sambil nonton bokep , kalo lo sama Brian gimana ? ".
" Brian itu orangnya datar dan terkesan cuma manfaatin gue doang, jadi dia pake gue ya semaunya dia aja .Jarang banget dia ajakin gue foreplay. Sekalinya foreplay juga paling dia minta gue sepong kontolnya dia doang, abis itu ya udah langsung ngewe aja ".
" Dan itu salah satu alasan kenapa lo sering ngga puas main sama Brian ? ".
Yuki mengangguk tanpa sedikitpun menoleh ke arahku .
" Lo sama Alena gimana ? ".
" Kalo gue sama Alena ya persis lakuin semua yang ada di adegan filmnya. Dari awal sampai akhir ".
" Seriusan lo ? "
"Iya serius, kenapa emangnya ? ".
" Seru ya kayaknya gituan sama lo ? ".
"Ya jelas dong . Makanya gue heran kenapa Alena bisa lebih memilih pergi sama Brian . Padahal selama ini gue selalu berusaha buat puasin dia ".
" Berarti kita senasib , Dit. Gue juga ke Brian gitu , gue udah mau diapain aja sama dia . Tapi ujung ujungnya Brian lebih pilih Alena ketimbang gue ".
" Sayang banget ya pengorbanan lo yang udah segitu banyaknya di sia sia in Brian ".
" Lo juga sama ".
Setelah percakapan itu , kita sama sama diam dan lebih fokus menonton film . Karena adegan yang ada di dalam film itu sedang menunjukkan adegan yang begitu panas .
Sempat ku perhatikan , Yuki menggigit bibirnya sendiri ketika ia melihat wanita yang ada di dalam film itu mengerang karena kekasihnya mulai memasukkan batang penisnya ke dalam lubang vagina nya.
Dan sejak itu, ku putuskan untuk berhenti sejenak memainkan batang penisku . Ku tarik kembali celana pendek yang sebelumnya sudah ku turunkan , karena saat ini aku lebih tertarik melihat ekspresi wajah Yuki yang terlihat semakin terbawa oleh suasana film itu .
"Dit.. ". sahut Yuki .
" Hmm ". jawabku.
" Bisa di replay ngga sih pas yang bagian tadi ".
" Yang mana ? ".
" Itu loh yang pas si cowoknya jilatin mekinya ".
" Emang kenapa ? ".
" Ngga apa apa , suka aja . Soalnya jarang banget kameranya nge zoom bagan itu . Gue pengen lihat yang lebih detail aja . Lidahnya beneran kena ngga sih ngejilatin nya ".
" Lah, emang lo masih ngga bisa lihat dengan jelas . Jelas banget loh , lidahnya emang bener bener jilatin mekinya
"Ya makanya replay ".
Untuk menuruti keinginannya , ku ambil remote Tv ku dan ku kembalikan tayangan film itu ke bagian yang Yuki ingin tonton kembali .
" Noh, lihat..emang beneran kena kan ? ya masa bohongan
"Oh iya beneran kena ".
" Kenapa lo ? pengen di jilatin kek gitu ? ".
" Ya pengen lah , tapi Brian mana mau ".
" Emang Brian ngga pernah jilatin memek lo ? " .
Yuki kembali menggelengkan kepalanya . Kali ini sambil menggigit salah satu jari tangannya .
"Ya udah , makanya tadi kan gue udah nawarin ".
" Nawarin apa ? ".
" Mau ngga kalo gue jilatin memek lo ? ".
" Seriusan ? emang tadi lo nanya gitu ? ".
" Ya elah , kemana aja sih lo ".
" Sorry sorry , tadi gue ngga denger ".
" Jadi gimana ? mau ngga nih ? ".
" Emang lo mau ? ".
" Ya tergantung lo sendiri , lo nya mau ngga ? tapi sebelumnya gue kasih tau lo ya, lo pasti ketagihan kalo udah nyoba ".
" Oh ya ? ".
" Hmmm sini gue buktiin ".
Ku beralih duduk di sampingnya , mulai memeluknya dari belakang dan menyandarkan tubuhnya padaku . Perlahan ku raba tepat di bagian selangkangannya . Lalu, ku raba daerah sensitif itu dengan posisi saat itu Yuki masih menggunakan celananya dan aku merabanya dari luar.
Yuki sama sekali tidak memberikan perlawanan ataupun menunjukkan penolakan dari apa yang ku lakukan padanya . Ia terlihat begitu penasaran . Untuk mempersingkat waktu, ku buka kancing celananya dan ku raba bagian sensitif itu secara langsung . Ku masukkan salah satu jariku pada belahan vaginanya , dan ku mulai mengelus bagian klitorisnya. Ia terlihat begitu menikmati sentuhan itu .
"Gimana ? lo suka ngga ? ".
" Terus Dit, Enaak.. ". ucapnya.
" Ini baru pake jari loh, bisa lo bayangin ngga gimana rasanya pake lidah ? ".
" Sshhhhh ,enak banget Dit ".
" Yaudah sekarang lo tiduran ya, gue bakalan kasih tau lo gimana enaknya di jilatin kek di film itu ".
Yuki mengikuti perintahku, ia mulai membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurku seraya membuka celananya . Saat itu juga , ku lihat vaginanya yang menurutku lebih indah dari Alena.
Jari tanganku membuka belahan itu hingga tampak, ku sentuh klitorisnya dan sedikit ku berikan permainan jariku di sana sebagai bentuk pemanasan .
"Lo rasain ya.. ". ucapku seraya mulai ku sentuh klitoris itu dengan menggunakan lidahku . Lalu ku sapu permukaan vagina itu dan terus ku jilati . Yuki menggenggam kain sprei itu dengan sangat kuat seraya memejamkan matanya .
" Sssshhh aahhhhh enak banget Dit . Lo bener ! rasanya lebih enak dari yang cuma lo mainin pake jari. Terus jilat Dit ,sshhh aaaaaahhh ".
Sudah ku duga . Yuki pasti mengerang keenakan setelah ku jilati daerah yang sangat ia inginkan . Melihat hal itu , tentu saja membuatku semakin tertantang untuk melakukan hal hal yang bisa membuat Yuki merasakan kenikmatan lebih dari ini .
*****Bersambung, next Part 3..
Yuki begitu menikmati setiap sentuhan yang ku berikan padanya . Kini ia meletakkan ke dua kakinya pada bahuku , lalu ia mengapit kepalaku di antara ke dua kakinya . Membuat bibirku semakin melekat di permukaan vaginanya .
"Terus jilat Ditm ssshhh uhhhh ahhhh , enak banget Dit ".
Ia mengerang dengan lebih keras lagi . Semakin ku percepat gerakanku , semakin kencang juga ia mendesah dan mengerang . Tak segan ia mengatakan kata kata liar yang membuat birahi ku semakin memuncak .
"Gimana ? hebat kan gue ? ".
"Udah lo ngga usah banyak ngomong , mendingan lo terus jilatin memek gue . Ngga tahan nih gue , sedot Dit..sedotin klitorisnya please !!'.
Mendengar permintaan Yuki untuk menghisap klitorisnya , tentu saja sejak tadi pun aku ingin melakukannya . Hanya saja , aku membiarkannya merasakan kenikmatan ini sedikit demi sedikit . Jangan sampai Yuki terlanjur klimaks sebelum serangan utama ku mulai ku lancarkan .
Untuk memberikan jeda , ku angkat tubuhku sedikit lebih ke atas .Kali ini wajahku berada tepat di depan buah dadanya yang berisi itu . Meski tidak terlalu besar , tapi aku merasa begitu tertarik . Hingga aku mulai memberanikan diri untuk membuka pakaian yang saat ini masih melekat di tubuhnya .Tidak ada sedikitpun perlawanan darinya , justru dia memberiku celah supaya aku bisa melakukannya dengan mudah .
Ku lempar pakaian itu satu persatu , lalu mulai ku jambah bagian payudaranya yang menggunung itu . Rasanya begitu kenyal dan padat .Ku raba dan ku remas hingga tubuhnya kembali menggeliat . Sesekali ku hisap puting susunya yang berwarna pucat kemerahan . Gigitan kecil yang ku berikan membuat Yuki seketika menjambak rambutku .Mengarahkan tanganku pada bagian yang ia inginkan .
"Dit , memek gue lagi dong ".
"Kenapa ? lo pengen gue apain memek lo ?".
"Please gue pengen lo jilatin memek gue lagi kek tadi ".
"Ntar dulu dong ,gue kan masih asik mainin toket lo ".
"Tapi memek gue rasanya gatel banget nih , Dit ".
"Bentar , abis ini gue jilatin lagi ".
"Tangan lo deh , pokonya lo apain aja memek gue asal jangan lo anggurin . Lo mainin toket gue sambil mainin memek gue juga bisa kan ?".
"Gatel banget ya lo ?".
"Sumpah Dit , gue sange banget ini . Pas sama Brian juga gue ngga pernah kek gini ".
"Ya udah , gue mainin pake jari dulu aja ya ? soalnya gue lagi asik nih mainin toket lo ".
"Terserah lo aja deh Dit , yang penting kek yang udah gue bilang tadi , lo jangan anggurin memek gue ".
Ada rasa kasihan ketika mendengar apa yang baru saja Yuki katakan padaku . Ternyata selama dia pacaran sama Brian, dia tidak pernah merasakan kepuasan seperti yang ku lakukan padanya saat ini . Ia hanya mementingkan kepuasan Brian , sementara selama ini ia hanya menahan diri karena Brian tidak pernah melakukan apapun yang ia inginkan .
Untuk menuruti keinginannya dan juga keinginanku , aku tetap meremas dan menghisap puting susunya dengan satu tanganku yang lain sibuk bermain di daerah intimnya itu . Yuki menggeliat lebih dari sebelumnya , beberapa kali ia kembali menjambak rambutku , memintaku untuk melakukan hal yang lebih gila dari yang ku lakukan saat ini.
Ku mainkan lidahku dengan lebih ganas lagi , seolah aku adalah seorang pria yang haus akan wanita . Ku jilat , ku hisap , ku sapu semua permukaannya itu dari ujung hingga ke pangkalnya . Rasanya begitu nikmat . Yuki membantuku membuka belahannya itu dengan kedua tangannya , menariknya ke atas hingga membuatku semakin mudah untuk menjelajahi semua bagian yang ia inginkan .
Tak segan, ku tempatkan ujung lidahku pada lubang kenikmatan itu , perlahan ku mendorongnya , hingga masuk hampir semua yang ku bisa . Ku mainkan lidahku di dalam lubang vaginanya itu . Lalu kembali ke daerah klitorisnya , ku jilati dan ku hisap dengan kuat .
"Sssshhh ahhhh Dit..aahhhhhhh sssshh ". Desahan demi desahan semakin terdengar dengan jelasnya . Gairah yang begitu panas ,membuatku semakin menjelajah dengan semua kegilaanku .
"Yuki , memek lo enak bangeet ". Hanya kata itu yang selalu terucap dari bibirku . Meski selama ini aku hanya menginginkan Alena ,tapi ternyata Yuki jauh lebih baik dari Alena . Darinya, aku bisa mendapatkan kepuasan yang lebih dari apa yang selama ini aku dapatkan dari Alena .
Kini ku mulai meraba dan meremas vaginanya dengan sangat liar , lalu kembali melumatnya , meremasnya kembali dan terus seperti itu sampai Yuki benar benar tak kuasa menahannya lagi .
Seperti yang ku lakukan sebelumnya , aku memberinya jeda supaya ia tidak mencapai klimaksnya . Ku raih bibir tipisnya itu . Tanpa aba aba , ia langsung menjulurkan lidahnya . Berharap aku akan memberinya ciuman yang begitu panas . Yuki menghisap bibirku dengan sangat kuat , begitu menggambarkan begitu besarnya nafsu birahi yang saat ini ia rasakan .Tangannya mulai meraba ke arah selangkanganku . Di balik celanaku , ia mulai memainkan tangannya di antara batang penisku , di genggamnya dan diremasnya dengan gemasnya .
"Kontol lo gede banget , Dit .Gue kocok yaa". ucap Yuki di sela sela desahannya .
Perlahan namun begitu pasti , ia menggerakkan tangannya ke atas dan ke bawah . Lalu , dengan asiknya ia memainkan kedua buah zakarku . Bukan main , rasanya begitu nikmat . Ia menggerakkan jari jarinya dengan sangat lihai . Tanpa sadar ,aku pun mengerang menahan kenikmatan yang ia berikan padaku .
Semakin ganas memainkan batang penisku , semakin ganas pula Yuki memainkan lidahnya .Kali ini ia yang mengambil alih permainan ini . Aku yang hanya bisa pasrah berada di atasnya pun tak ingin kalah , ku mainkan kembali vaginanya dengan menggunakan jari tanganku .
"Yes Dit , mainin lagi memek gue . Terus mainin Dit , terus..aaaahhh ".
Yuki membuka kedua kakinya dengan lebar ,ku anggap sebagai intruksi supaya aku bisa memainkannya lebih bebas lagi .
"Dit ,genjot memek gue Dit . Gue udah ngga tahan lagi . Ayo cepat masukin kontol lo yang gede itu , cepet Dit.. gue udah ngga tahan pengen ngewe nih. Sssshhh Ahhhhhh ".
Bersambung , lanjut Part akhir...