Dua tahun yang lalu, demi memperbaiki krisis ekonomi keluarga Vegas, dan juga demi membalas kebaikan pemilik keluarga Vegas, Dimitri Vegas. Ia yang telah menawarkan tempat berlindung, Fugaku menikah dan tinggal bersama keluarga pengantin wanitanya, serta menjadi suaminya Vior dari keluarga Diningrat, di wilayah Northern.
Tidak menyangka bahwa ini adalah rencana Vior untuk mencuri rahasia bisnis keluarga Vegas. Pada hari pernikahan, Fugaku menderita penganiayaan yang tidak manusiawi. Dipukul secara kejam, diracun, diculik, bahkan dibuang ke laut.
Dewa sangat baik kepada Fugaku, ia masih mampu bertahan hidup dan selamat dari kejadian itu. Ia tidak hanya melarikan diri hidup-hidup, tapi juga bergabung ke dalam pasukan khusus yang paling misterius di Kota Kastiya, Celestial.
Setelah menjalani kehidupannya yang baru selama dua tahun lebih, Fugaku terlahir kembali menjadi manusia yang lebih kuat. Fugaku merupakan panglima perang didalam pasukan khususnya, dan dianggap sebagai Pemimpin di Pasukan Celestial. Ia melindungi Kota Kastiya dan membunuh semua penjahat di Kota Kastiya.
Setelah itu, Fugaku dibebaskan dari pasukan khususnya dengan kehormatan yang sangat tinggi, kebencian pada tahun itu seharusnya diselesaikan. Selain itu, Fugaku juga tidak melupakan wanita yang pernah disakiti olehnya. Pada tahun itu, Fugaku diculik ke dalam sebuah gedung yang dikosongkan di pelabuhan, di sebelahnya masih ada seorang wanita cantik tetapi dingin juga diculik.
Wanita itu yang menyelamatkannya, tapi sayangnya kesadaran saat itu tidak jelas, bahkan nama wanita itu dan penampilannya seperti apa, Fugaku sama sekali tidak tahu.
---
Siang hari yang cerah nan indah, matahari yang memancarkan teriknya yang begitu panas. Suasana yang begitu mencekam bak lautan manusia terlihat di sebuah bandara. Berdiri ratusan ribu Pasukan Militer Celestial yang gagah dan berani, menanti kedatangan Panglima Perang yang sudah mereka anggap sebagai Pemimpin Pasukan Militer Celestial.
"Semuanya! Bersiap …" Semua tentara menghadap ke arah Fugaku.
"Hormat!!" Teriak sang pimpinan tentara kepada seluruh bawahannya.
Suara gerakan tangan yang melakukan hormat bergema bersamaan dan terdengar keras nan jelas. Sehingga, bandara yang begitu besar itu yang awalnya sunyi senyap menjadi gemuruh suara teriakan dari para militer. Fugaku Meteor, turun dari pesawat tempurnya, ia berjalan melewati ratusan ribu pasukan itu. Setelah melihat situasi ini, Fugaku mengangguk dengan dingin, dan juga memberi hormat kepada para pasukan.
Kemudian, sebuah mobil Audi berhenti di antara barisan para militer, pintu mobilpun terbuka dan seorang wanita seksi yang mengenakan pakaian kulit ketat berwarna hitam dan mengenakan kacamata hitam berjalan turun dari mobil. Wanita itu melepaskan kacamata hitam dan memperlihatkan sepasang mata merah tua yang seolah-olah dituang oleh darah segar. Dengan samar-samar, ia membawa semacam aura pembantaian yang kuat.
Tapi di depan Fugaku, wanita itu malah berperilaku patuh seperti seorang pelayan, "Tuan, orangnya sudah ditemukan."
"Bagus." Fugaku mendengus dan menunggu wanita itu melapor.
Wanita itu bernama Shilpy, yang merupakan asisten pribadi Fugaku.
"Dia bernama Aprilia dan bekerja di Gedung Pusat, dikarenakan informasi tentang identitasnya disembunyikan secara sengaja, sekarang kita tidak tahu banyak tentangnya." Shilpy terlihat sedikit takut dan melirik Fugaku dengan hati-hati, setelah melihat Fugaku tidak mengeluarkan reaksi apa pun, Shilpy lanjut melapor dengan tenang.
"Sebulan yang lalu, Penjahat itu tinggal di wilayah Northern, kemudian meninggalkan Kota Kastiya, keberadaannya menjadi absurb dan tidak jelas."
"Vior Diningrat, anak keluarga Diningrat mengakuisisi Martyr Company dari keluarga Vegas beberapa hari yang lalu, kemudian menjadi Pemimpin baru di Martyr Company."
"Saya sudah selesai melapor."
"Baik, Terimakasih." Fugaku mengangguk, kemudian tiba-tiba batuk.
Fugaku menyeka batuknya dengan menggunakan tangan, betapa terkejutnya, batuk itu mengeluarkan darah.
"Tuan Muda, apakah penyakit lama kambuh lagi?" Shilpy segera mengeluarkan sapu tangan, mata yang indah penuh dengan kekhawatiran.
"Tidak apa-apa, ayo pergi ke keluarga Vegas." Fugaku malah melambaikan tangan Shilpy, kemudian berjalan ke arah mobil Audi.
Setelah naik ke mobil, Fugaku tidak berbicara lagi. Pemandangan di kedua sisi berlalu dengan cepat, pikiran Fugaku juga menjauh kesana kemari. Dengan tatapan kosongnya, ia terduduk di dalam mobil.
Setelah melihat pandangan Tuan Mudanya yang terlihat dalam dan raut wajahnya terlihat sedih, Shilpy mendesah di dalam hati, "Jika dibandingkan dengan penyelesaian kebencian saat itu, Tuan Muda lebih memedulikan wanita yang bernama Aprilia," gumamnya Shilpy.
Selang beberapa jam, mereka telah samapi ditempat tujuan, "Tuan Muda, kita sudah sampai." Shilpy menghentikan mobil di depan pintu sebuah villa yang besar dan megah juga bergaya modern berada di pinggiran jalan.
"Ya." Fugaku mengangguk, tapi ia tidak segera turun dari mobil, sebaliknya berkata pada Shilpy dengan polos, "Terus periksa informasi tentang Nona Aprilia, aku ingin melihat hasilnya sebelum malam."
"Baik, Tuan."
Setelah turun dari mobil, Fugaku berdiri di luar pintu keluarga Vegas, memandang sesuatu yang kecil di dalam halaman hingga melamun. Semuanya begitu tidak asing.
"Aku tidak tahu bagaimana kabar Shanny sekarang," seorang gadis yang lincah dan muda muncul di depan, wajah Fugaku juga mengeluarkan sedikit senyuman.
Tidak ada seorangpun yang bisa membuat Fugaku mengeluarkan senyuman yang begitu murni, hanya Shanny adalah satu-satunya. Shanny merupakan putri dari Dimitri, gadis yang bermain dengan Fugaku sejak kecil. Jika tidak ada Vior, sepertinya, sekarang mereka seharusnya sudah menikah. Fugaku menarik kembali pikirannya dan membunyikan bel pintu.
"Ding Dong …" Tidak ada seorangpun yang datang untuk membuka pintu.
"Ding Dong …" Fugaku membunyikan bel lagi.
Tapi tetap tidak ada seorangpun yang datang untuk membuka pintu. Ini terlihat aneh, tidak mungkin tidak ada orang di kediaman keluarga Vegas? Fugaku melihat ke dalam, tapi sama sekali tidak ada gerakan apa pun di dalam vila, sangat sunyi, senyap dan aneh.
"Tu-Tuan …" Pada akhirnya, setelah Fugaku terus membunyikan bel, seseorang berjalan keluar.
Seorang pria tua yang menekuk punggungnya dan terus batuk berencana untuk membuka pintu.
"Anson." Fugaku menyapa sambil tersenyum.
Anson merupakan pengurus rumah tangga di keluarga Vegas, dan sangat setia kepada Dimitri.
"Kamu?" Gerakan Anson yang membuka pintu tiba-tiba berhenti, kemudian mendongak dengan tak terduga, setelah menatap selama sepuluh detik, Anson baru berkata dengan semangat, "Kamu .. Fugaku!"
Setelah itu, ekspresi wajahnya menjadi kaku dan berubah menjadi sedih.
"Ada apa, Anson?" Fugaku bertanya dengan prihatin.
"Tuan, kamu datang terlambat …" Anson berkata dengan sedih, "Aku sangat takut, takut Tuan Besar sudah tidak bisa bertahan."
Seolah-olah petir menyambar di langit yang cerah, senyuman di wajah Fugaku seketika menjadi kaku.
Tiga detik kemudian, ekspresi wajahnya seketika menjadi ganas, seperti bintang liar yang sedang memilih mangsa untuk dimakan, Fugaku berkata dengan dingin, "Apa yang terjadi dengan Ayah?"
Dimitri selalu sangat sehat, ini hanya berlalu selama dua tahun lebih, bagaimana mungkin tubuhnya sudah tidak bisa bertahan? Saat ini, seorang wanita berambut panjang yang mengenakan gaun putih dan bertubuh sangat seksi berjalan mendekat sambil merangkul seorang pria yang tampan dan seluruh tubuh mengenakan barang yang bermerek, "Anson, siapa dia?"
Saat pandangan melihat ke arah Fugaku, ekspresi di wajah wanita itu menjadi berubah, ia mundur ke belakang seperti melihat hantu, "Kamu … Fugaku?"
"Shanny, wah ... lama tidak bertemu." Fugaku segera menyimpan aura membunuh di tubuhnya.
Wanita itu adalah kekasih Fugaku di masa kecil, Shanny.
"Kenapa kamu masih belum mati?!" Wajah Shanny seketika memerah dan memutih.
"Hmm … jika aku bercerita saat ini, sunggguh akan memakan waktu yang sangat panjang." Fugaku malah tidak berpikir begitu banyak, bagaimanapun juga dia sudah hilang selama lebih dari dua tahun.
"Fugaku ..." Mata pria muda dan tampan yang ada di sebelah Shanny berbinar, pria muda itu seperti teringat sesuatu.
Setelah itu, matanya berubah menjadi penuh dengan ejekan, "Kamu adalah pria tidak berguna yang melarikan diri dari pernikahan keluarga Diningrat dua tahun yang lalu, ya, ternyata kamu masih hidup."
Pada tahun itu, masalah tentang pernikahan antara keluarga Diningrat dan keluarga Vegas sangat heboh hingga semua orang tahu. Hingga saat ini, masih merupakan topik yang banyak dibicarakan oleh orang.
"Kamu?" Sekarang Fugaku baru memperhatikan pria muda yang ada di sebelah Shanny, Fugaku mengerutkan alis.
"Aku pacarnya Shanny, Beckham." Pria muda itu perlahan-lahan merangkul Shanny, provokasi di dalam matanya sama sekali tidak disembunyikan, "Shanny sudah memberitahuku, karena kamu, keluarga Vegas dihancurkan oleh keluarga Diningrat. Selain itu, surat edaran keluarga Diningrat terhadap kamu masih belum dicabut, kamu masih berani kembali ke wilayah Northern, keberanianmu benar-benar cukup besar."
Fugaku menjadi diam, tiba-tiba melihat ke arah Shanny dengan tatapan kacau, "Shanny, apakah benar seperti ini?"
Shanny menggigit bibirnya dengan erat, ekspresi wajahnya begitu menyedihkan. Pada akhirnya, Shanny tidak dapat berkata apapun lagi dan berkata pada Fugaku dengan ekspresi tenang, "Jika kamu belum mati, maka aku tidak perlu menyembunyikannya lagi, aku tahu untuk apa kamu pulang, demi aku, kan?"
Mata Shanny tiba-tiba berubah menjadi jijik, "Kamu pasrah saja, aku tidak ingin pacarku salah paham, kamu telah mencelakai keluargaku menjadi seperti ini. Begitu memikirkan kamu, aku langsung merasa jijik."
"Lihat penampilanmu, tidak tahu apa yang kamu lakukan selama beberapa tahun ini, tidak memiliki mobil dan rumah, kedepannya wanita mana yang bersedia untuk menikah denganmu?"
"Beckham berbeda." Shanny mengalihkan topik pembicaraan dan berinisiatif untuk merangkul lengan Beckham, "Beckham pernah mengatakan bahwa dia akan membantu bisnis keluarga kami, Beckham adalah pria yang cocok denganku"
Setelah mendengarkan ini, Fugaku hanya menghela napas. Setelah menjalani kehidupan militer selama dua tahun di Pasukan Celestial. Cinta antara pria dan wanita itu panjang, Fugaku sudah menganggapnya tidak penting, Fugaku lebih menghargai hubungan keluarga dengan Shanny.
Tapi sayangnya, pemandangannya tetap sama tetapi orang-orangnya sudah berubah. Mata Fugaku terlihat polos, ia tidak berbicara dengan mereka lagi dan berjalan lurus ke arah ruang tamu. Fugaku ingin pergi melihat kondisi Ayahnya, kebetulan Fugaku mengerti sedikit ilmu kedokteran tradisional.
"Tunggu, siapa yang menyuruh kamu masuk?" Beckham tersenyum dingin dan bersiap untuk menahan bahu Fugaku.
Meski Shanny sudah tidak menyukai Fugaku, tapi mereka tetap merupakan kekasih sejak kecil. Begitu memikirkan ini, Beckham merasa seluruh tubuhnya tidak nyaman. Jadi ia berencana untuk memberi pelajaran kepada Fugaku.
Fugaku tiba-tiba menoleh dan menatap Beckham dengan dingin. Beckham tiba-tiba seperti jatuh ke dalam lubang es, ia ketakutan hingga mendengus, kemudian terjatuh duduk di lantai.
Tatapan macam apa itu?
Aura membunuh yang mengerikan!
Sangat tenang seperti sedang melihat mayat!
"Minggir," Nada Fugaku terdengar sangat menyeramkan, "Aku tidak akan mengatakannya untuk kedua kalinya."
"Fugaku, diam kamu!"
Fugaku bersikeras ingin masuk ke dalam, ini membuat Shanny menjadi marah, "Ayahku sakit begitu parah, kamu masih ingin masuk untuk memprovokasinya?"
Setelah itu, Fugaku hanya melihat Shanny dengan tatapan polos, sama sekali tidak menghiraukannya.
Bangkit dari lantai dengan terpuruk, tatapan Beckham sangat suram, "Jika kamu tidak bersedia, maka jangan berjalan lagi, patahkan kedua kakinya untukku, biarkan dia berlutut di depan tempat tidur Paman Dimitri untuk meminta maaf atas kesalahannya!"
Begitu perkataannya jatuh, enam pengawal Beckham berjalan keluar dari kedua sisi dan mengepung Fugaku.
"Fugaku, cepat lari ..." Anson segera berteriak pada Fugaku.
Namun, Fugaku seolah-olah tidak mendengarnya, Fugaku tetap membelakangi beberapa pengawal itu dan berjalan dengan santai.
"Orang bodoh." Beckham mencibir, Shanny juga acuh tak acuh dan menonton dengan tatapan dingin.
Dua pengawal berdiri di sisi kanan dan kiri, kemudian bergegas ke arah Fugaku. Saat tangan mereka hendak menyentuh Fugaku, Fugaku tiba-tiba menoleh dan meninju mereka dengan kuat. Wajah pengawal di sebelah kirinya bonyok karena sekali pukul yang begitu keras dari Fugaku.
Tiba-tiba seluruh orangnya seperti ditabrak oleh sesuatu, mereka terpental ke belakang, bahkan menabrak pengawal yang ada di belakang dan langsung pingsan.
Halaman keluarga Vegas menjadi sangat sunyi senyap, sama sekali tidak ada suara lagi. Shanny dan Beckham membelalakkan mata, menatap Fugaku dengan tak terbayangkan, seperti melihat monster. Anson bahkan ketakutan hingga tidak berani bergerak, mulutnya berbicara terbata-bata.
Anson ingin mengatakan sesuatu, tapi sama sekali tidak bisa mengatakan sepatah kata pun. Pengawal yang lain berhenti dan menatap Fugaku dengan hati-hati. Mereka menjaga Beckham, karena mereka merasa Fugaku akan menyerang Beckham di langkah selanjutnya.
Tapi Fugaku tidak.
Penampilan yang hanya melakukan hal kecil yang terlalu sepele, ekspresi di wajah Fugaku sangat tenang seperti biasanya. Bahkan kelopak mata pun tidak diangkat, Fugaku langsung membalikan badan dan terus berjalan ke arah ruang tamu.
Beckham kemudian tersadar, matanya terlintas kepanikan, Shanny bahkan berteriak dengan suara tajam, "Fugaku, kamu berani sekali, hah!"
Saat ini, Shanny akhirnya tahu kenapa Fugaku sudah berani pulang. Meski tidak tahu apa yang dialami oleh Fugaku selama beberapa tahun ini, tapi Shanny bisa melihat Fugaku benar-benar sudah berubah menjadi kuat.
"Kenapa di luar sana begitu bising!" Gerakan di luar menarik perhatian orang lain yang ada di dalam vila.
Seorang wanita tua yang berpakaian mewah dan sedikit mirip dengan Shanny berjalan keluar dari dalam. Tapi begitu melihat Fugaku yang berjalan mendekatinya dengan wajah tanpa ekspresi, suaranya segera berhenti dan berteriak dengan panik. Teriakan ini langsung mengejutkan semua orang yang ada di dalam rumah.
"Ada apa?"
"Apa yang terjadi?"
Tapi tanpa terkecuali, saat melihat Fugaku, semua orang tanpa sadar menutup mulut dan menatap Fugaku dengan tidak tenang.
"Bukankah pembawa sial ini harusnya sudah mati pada saat itu?"
"Apakah dia yang membuat keributan itu?"
"Apa yang sedang dia lakukan? Apa yang dia inginkan?"
Setelah mendengar suara diskusi mereka, Fugaku menghentikan langkah kaki, ekspresi wajahnya menjadi sedikit lembut, berkata dengan memohon, "Para tetua, gerakan tadi, aku akan menjelaskannya nanti, kalian izinkan aku masuk untuk menjengguk Ayah dulu."
"Berhenti!" Fugaku hendak melewati beberapa tetua ini, tapi malah dihentikan oleh teriakan yang keras.
Begitu menoleh, Fugaku melihat ibu kandungnya Shanny, Putri. Ia berteriak histeris sambil menunjuknya, "Dasar kamu pembawa sial, apakah kamu masih mempunyai muka untuk pulang? Apakah kamu merasa masih tidak cukup mencelakai keluarga Vegas?"
"Ibu, masalahnya bukan seperti yang kamu pikirkan …"
"Tutup mulutmu!" Putri memotong perkataan Fugaku dengan tidak berperasaan, setelah melihat dua pengawal keluarga Diningrat yang pingsan di depan pintu, Putri tiba-tiba mengerti apa yang terjadi, Putri sangat marah, "Kamu masih berani memukul orang-orang ku?"
"Aku lihat dia sengaja ingin mencelakai kita!"
Bibi Jane juga menunjuk Fugaku, kemudian berkata dengan aneh, "Tidak pulang setelah sekian lam, tapi pulang saat Kakakku akan mati, apa maumu?"
"Menurutku, Kakak tiba-tiba bisa pingsan pasti ada hubungannya dengan Fugaku, mungkin saja Fugaku yang mencelakai Kakak …"
Bibi Audie tiba-tiba berkata, "Waktunya begitu tepat, ini berarti bahwa dia sudah pulang dari awal, kemudian memata-matai kita di dekat rumah kita!"
"Lapor polisi, cepat panggil polisi datang untuk menangkapnya!" Seketika, Fugaku menjadi sasaran kritik publik, semua orang di keluarga Vegas mengarahkan serangan terhadap Fugaku.
Terutama karena Fugaku datang di waktu yang tidak tepat, Dimitri baru saja berada dalam keadaan koma dan sekarat karena sakit parah. Fugaku pun datang saat ini, ini sangat sulit dan membuat orang curiga.
Di tengah tuduhan yang sengit, Fugaku tidak berdalih, sebaliknya tetap tenang. Setelah melihat situasi ini, Beckham yang awalnya berwajah pucat, sekarang perlahan-lahan kembali menjadi normal.
Beckham mencibir seperti balas dendam, "Tampaknya Paman telah membesarkan seorang anak yang tidak tahu berterima kasih."
Begitu membicarakan ini, ekspresi di wajah Shanny juga berubah menjadi buruk, menatap Fugaku dengan tatapan penuh kebencian, "Aku juga tidak menyangka bahwa dia merupakan orang seperti ini."
"Ibu, Shanny dan para tetua." Pada saat ini, Fugaku yang tidak berbicara dalam waktu yang lama tiba-tiba berbicara.
Fugaku menatap semua orang dengan tulus, kemudian berkata dengan nada dalam, "Aku tahu aku yang mencelakai keluarga Vegas dan membuat keluarga Vegas dihancurkan beberapa tahun yang lalu, aku telah mengecewakan keluarga Vegas. Aku akan memberi penjelasan tentang masalah ini kepada semua orang, tapi sekarang bukan waktunya untuk memastikan dimana letak tanggung jawab."
"Memberi penjelasan? Apa yang ingin kamu jelaskan? Apakah kamu ingin mengakui kejahatanmu?" Mata Bibinya Shanny penuh dengan tatapan tidak senang, "Aku memberitahumu, bahkan jika kamu mati sekali lagi, kamu juga tidak bisa menghilangkan kejahatanmu!"
"Iya." Pamannya Shanny juga setuju, "Lagi pula, pihak rumah sakit sudah mengatakan bahwa Kakak tidak bisa melewati hari ini, apa yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkannya?"
"Paman, Bibi, kalian jangan mengatakannya lagi, Ibuku ada di sini." Begitu memikirkan bahwa Ayahnya sudah tidak bisa bertahan, Shanny merasa hidungnya sedikit masam, tatapan yang melihat ke arah Fugaku semakin penuh dengan kebencian, "Fugaku yang mencelakai Ayah!"
"Jika bukan kamu melarikan diri dari pernikahan beberapa tahun tahun yang lalu, keluarga Diningrat juga tidak akan marah hingga menghancurkan keluarga Vegas. Ayah juga tidak akan marah hingga mengalami serangan jantung! Dasar kamu pembawa sial, aku akan membunuhmu!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang tajam, Putri kehilangan kesadaran, mengambil pisau buah di atas meja dan hendak menusuk ke arah Fugaku.
"Ibu! Hentikan!"
"Bibi, tidak pantas demi orang seperti ini!" Shanny dan Beckham segera menghentikan Putri.
Putri mengambil pisau dan melambaikannya ke arah Fugaku sambil berjuang dengan kuat, kemudian berteriak histeris, "Orang seperti kamu harus mati dengan sengsara, sebelumnya bagaimana Dimitri memperlakukan kamu, dia memperlakukan kamu seperti anak kandungnya. Aku bilang bahwa kamu bermarga Meteor, bukan bermarga Vegas, aku menyuruh dia jangan memperlakukan kamu terlalu baik, tapi dia tidak mendengarkanku, sekarang pembalasannya sudah datang!"
"Ibu, jangan mengatakannya lagi …" Ia mungkin telah mengingat kembali ingatan Shanny yang sebelumnya, mata Shanny menjadi merah.
Seberapa dalam ingatannya, maka seberapa dalam kebenciannya. Dalam waktu sesaat, seluruh aula di keluarga Vegas dipenuhi dengan kesedihan yang dalam.
"Ibu." Fugaku menatap Putri dengan ekspresi tenang, kemudian berkata dengan lembut, "Nyawaku diselamatkan oleh Ayah, jadi biarkan aku pergi menjengguknya, bagaimana jika masih bisa diselamatkan?"
"Kamu …" Putri masih ingin mengatakan sesuatu, tapi malah dihentikan oleh Beckham.
"Bibi, jika Fugaku sudah pulang, biarkan Fugaku yang bertanggung jawab atas masalah sebelumnya," selanjutnya, Beckham melihat ke arah Fugaku, "Kamu bisa pergi menjengguk Paman Dimitri, tapi kamu harus mengakui semua kejahatan yang telah kamu lakukan."
"Kejahatan?" Tatapan Fugaku sangat dingin ketika mendengar ucapan itu.
"Iya." Beckham tidak mengatakan kejahatan apa, hanya saja berkata dengan memprovokasi, "Apakah kamu berani?"
Fugaku terdiam.
Tentu saja Fugaku tahu tujuan Beckham, jika Ayah sembuh, tentu saja semua orang akan senang. Tapi jika Ayah meninggal, maka dirinya sendiri harus menjadi kambing hitam ini. Namun, Fugaku harus mencari tahu apa yang terjadi!
"Baik." Fugaku langsung setuju.
Setelah melihat Fugaku setuju, mata Beckham segera terlintas kekagetan, dengan cepat Beckham berkata dengan memukul telapak tangan, "Baik, seorang pria jantan memiliki keberanian untuk bertanggung jawab atas tindakannya, masuklah."
Kemudian, Fugaku berjalan masuk dengan langkah besar. Kali ini, tidak ada seorang pun yang menghentikannya.
Putri tampak khawatir, "Beckham, kamu?"
Beckham memberi tatapan menghibur kepada Putri, kemudian ia berkata, "Bibi, apakah kamu masih tidak tenang dengan hal yang dilakukan olehku? Serahkan saja kepadaku."
Setelah menghibur Putri, Beckham berjalan ke tempat yang tidak ada orang, kemudian menghubungi sebuah nomor telepom.
"Siapa?" Terdengar suara seorang pria yang terengah-engah dari dalam telepon, kemudian juga ada tangisan wanita yang menyakitkan.
"Tuan Sam, saya telah menyelesaikan hal-hal yang Anda perintahkan, selain itu, masih ada kejutan yang lain, Anda pasti tertarik untuk mendengarnya." Beckham menjilat dengan ekspresi menyanjung.
Suara teriakan wanita yang ada di dalam telepon semakin keras, suara pria juga terdengar semakin tidak sabar, "Cepat katakan, aku sangat sibuk."
"Fugaku sudah pulang, bisakah menyuruh seseorang datang?" Mata Beckham terlintas cahaya dingin, kemudian membuat sebuah gerakan memotong tenggorokan.
Fugaku datang ke kamar utama di lantai dua, seorang pria paruh baya dengan rambut beruban dan napas lemah terbaring di atas tempat tidur, pria itu adalah Dimitri. Dimitri Vegas, ia memejamkan kelopak matanya, hanya ada suara napas yang dihirup, tidak ada napas yang dihembuskan. Tiba-tiba niat membunuh di dalam mata Fugaku terlihat dengan jelas.
Pada saat itu, tubuh Ayahnya masih sangat sehat dan kuat, sekarang malah berubah menjadi seperti ini. Fugaku duduk di sebelah tempat tidur Dimitri, Fugaku berencana untuk memeriksa denyut nadi Dimitri.
Tapi malah ditahan oleh Shanny yang baru saja datang, "Apa yang kamu lakukan, apakah kamu bisa mengobati penyakit?"
"Aku belajar sedikit dalam dua tahun ini, paling tidak tahu sedikit." Fugaku berkata sambil tersenyum.
"Apakah kamu ingin membunuh Ayahku?" Tidak menyangka setelah mendengar perkataan Fugaku, Shanny malah meninggikan suaranya, "Hanya belajar sedikit sudah berani mengobati orang, apakah kamu memiliki izin praktek kedokteran?"
"Shanny, Fugaku hanya akting." Beckham yang baru saja datang langsung menarik Shanny, kemudian berkata dengan menghibur.
"Tapi …" Shanny tetap tidak tenang.
Dalam waktu luang ini, Fugaku mengukur denyut nadi Dimitri. Sekitar beberapa detik kemudian, Fugaku melepaskan Dimitri, kemudian mengelurkan sekotak jarum perak dari badannya.
"Apa? Kamu ingin mengobati Ayahku dengan menggunakan jarum perak, bagaimana mungkin?" Setelah melihat adegan ini, Shanny sangat marah, operasi yang paling maju di rumah sakit pun tidak bisa menyelamatkannya, bagaimana mungkin beberapa jarum perak ini bisa menghidupkan kembali Ayahnya yang sekarat?
"Shanny, dia adalah Ayahmu dan juga Ayahku, bagaimana mungkin aku mencelakainya?"
"Huh, tidak ada yang tahu apa niatmu!"
Fugaku tidak menghiraukannya lagi, Fugaku langsung menusuk tiga jarum perak itu ke titik akupunktur yang ada di dada Dimitri. Kecepatan menusuk, baik memilih maupun menusuk, sama sekali tidak berhenti. Seluruh proses seperti awan mengambang dan air yang mengalir, sangat berirama.
"Hmm, kamu masih berpura-pura baik, apa kamu benar-benar mengira diri sendiri merupakan dokter yang sangat terampil. Pada zaman ini, apa gunanya dokter pengobatan tradisional? Awas saja, jangan sampai mengobati orang sampai mati!"
Kemudian mulut Jane, Audie dan lainnya penuh dengan rasa tidak senang, Beckham juga berdiri di sudut dan terus mencibir. Seiring berjalannya waktu, jarum perak di tubuh Dimitri semakin banyak, ekspresi Fugaku juga semakin fokus.
"BANG!" Kemudian saat Fugaku sedang fokus dalam melakukan teknik akupunktur, tiba-tiba terdengar suara yang keras dari luar.
Sebuah mobil Van menabrak gerbang besi keluarga Vegas, kemudian berhenti di halaman. Sekelompok pria yang berpakaian hitam segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah, kemudian menghancurkan barang-barang di dalam rumah. Dalam waktu sekejap, seluruh barang-barang di rumah dihancurkan hingga menjadi berkeping-keping, lantai penuh dengan pecahan kaca.