Bab 1

Pernahkah gak sih kamu mendengarkan kisah pendaki yang tersesat selama berhari- hari bahkan sampai 100 hari lama nya?

Ini adalah kisah horor yang di alami Yuda ketika mendaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

Cerita ini berawal dari Yuda mendaki Gunung Salak pada tahun 2009. ketika ia masih remaja bersama tiga sahabatnya yaitu bernama Irwan, Yogi dan Angga.

Awalnya karena mereka suka mendaki, tadinya mereka berencana ingin mendaki Gunung Semeru tapi diurungkan. Jadi mereka mendaki ke Gunung Salak.

Saat itu mereka naik Bis ke Sukabumi dari Jakarta dan melakukan pendakian melalui jalur Pendakian Cidahu.

Awalnya semua berjalan dengan lancar. Yuda juga selalu mendadakan jalur-jalur yang susah untuk di ingat dengan tali rafia di dahan-dahan pohon yang rendah  untuk turun besok.

Di malam pertama normal tidak ada keanehan sama sekali. Mereka membangun tenda setelah itu mereka masak dan makan lalu mereka beristirahat tidur dalam tenda.

Pada waktu subuh sekitar jam 4 mereka Summit Attack (menuju puncak) untuk mendapatkan Sunrise(matahari terbit).

Sampai mereka di puncak jam 6 pagi , mereka mendapatkan keindahan Sunrise yang sangat indah.

Mereka berfoto-foto dan membuat video-video untuk Mengabadikan momen di puncak Gunung Salak dengan kamera mereka masing-masing.

Setelah semuanya selesai jam 8 pagi, mereka memutuskan turun saat itu juga dan semuanya masih normal.

Saat mereka turun ke adaan pada saat itu hanya tim Yuda yang turun dari jalur Cidahu. Jadi mereka leluasa untuk berjalan.

Saat di perjalanan turun mulailah tanda-tanda keanehan terlihat, Seperti tanda- tanda tali rafia yang Yuda ikat di dahan-dahan pohon semuanya tidak ada.

Sampailah Yuda dan teman-temannya di sebuah percabangan jalan, seingat Yuda jalan ke kanan arah ke sungai dan arah kekiri jalur yang mereka lewati kemarin.

Tiba-tiba Yuda ragu dan lupa jalan yang kemarin mereka lewati, semua tanda yang dibuat hilang.

"Saya coba menelusuri jalur sebelah kiri ini kemana" ucap Angga.

Tidak lama Angga kembali lalu dia berkata,

" kayaknya kita ambil jalur kanan aja deh! Soalnya jalur kiri di depannya ada percabangan jalan lagi dan tidak ada tali rafianya." ujar Angga kepada teman-temannya.

Saat itu juga mereka memutuskan untuk lewat jalur kanan di situlah Awal mulanya mereka tersesat.

Mereka menelusuri jalur kanan, yaitu jalur kearah  sungai mereka terus mengikuti jalur kanan.

Semakin mereka berjalan menelusuri jalur itu mereka belum juga menemukan sungai  itu.

Mereka melelusuri jalur hingga tiba waktu senja. Yuda dan teman- temannya membangun tenda ditanah yang datar.

" perbekalan kita tinggal sedikit, air sedikit, beras juga tinggal sedikit, " ungkap Angga.

" Ya dimasak saja, tohh besok kita sudah turun kok keperkampungan. " ujar Yuda.

mencoba menyakini Angga pada saat itu.

Singkat cerita, setelah perbekalan dan logistik mereka sudah dimasak. Selesai makan mereka berbincang-bincang sebentar lalu mereka beristirahat dan tidur dalam tenda.

Pada malam kedua ini, di tengah malam Yuda mendengar suara raungan hewan buas dari arah luar tenda. Yuda mengeluarkan parang( alat potong ) yang Yuda  bawa untuk berjaga-jaga selama pendakian.

Tidak lama hilang dengan perlahan suara raungan hewan buas tadi, hadi melanjutkan tidurnya.

Hari ke 3,  paginya Yuda dan teman-temannya peking semua barang- barang mereka. Mereka masih menelusuri jalur kanan yang mereka pilih kemarin.

Setelah sekian jauh menelusuri jalur kanan tadi akhirnya mereka menemukan sungai yang mereka cari, berharap dengan menyusuri sungai arah kehilir mereka dapat menemukan perkampungan terdekat.

Di siang harinya, saat mereka beristirahat sempat ada suatu kejadian janggal yang menurut Yuda sangat aneh.

Dari kejauhan Yuda melihat hewan yang lumayan aneh seperti Monyet tapi sangat besar, rambutnya dilihat dari belakang sangat panjang. Hewan ini tidak jauh dari mereka,  hanya Yuda yang bisa melihat hewan tersebut.

Logistik mereka cuman sisa Mie dua bungkus dan Telur sebiji mereka memasak semuanya karena itu saja yang tersisa.

" ini kita besok makan apa...? Semua sudah habis. Beneran bisa menemukan perkampungan gak sih? " tanya Yogi yang mulai ragu kepada Yuda.

" semoga saja besok kita sudah menemukan perkampungan, " jawab Yuda.

Setelah mereka makan lalu beristirahat dan tidur dalam tenda mereka.

Pada saat tengah malam, Yuda mendengar ada alunan suara musik Sunda, seperti sedang hajatan. Yuda mencoba membangunkan Angga, lalu berkata,

" Angga.. Aku ada dengar suara musik tuh, berarti ada orang hajatan didekat sini. Berarti kita sudah dekat dengan perkampungan. "

" Apaan sih kamu ? Orang gak ada suara apa apa , sunyi banget begini." jawab Angga.

Ternyata hanya Yuda yang mendengarnya. Yuda hanya diam lalu mencoba untuk tidur.

Saat hampir terlelap, tiba-tiba Yuda mendengar seperti ada yang memanggil namanya tapi suaranya sangat asing.

"Daa.. YUDAAAA...!" suara wanita sangat lirih panjang.

Yuda mendengar itu langsung menarik sleeping Bag dia sampai kepala agar tidak mendengar yang aneh-aneh lagi dan mencoba untuk tidur.

Paginya, yang membuka sleeping Bag Yuda adalah Angga. Dia kira Yuda sudah meninggal.

" Astagfirulloh, Yuda kalau kamu tidur jangan sampai menutup kepala begitu, " ucap

Angga yang tadinya panik melihat Yuda seperti itu.

Ayo baca bab selanjutnya biar gak penasaran sama Endingnya.

Bab 2

Paginya, Mereka menyusuri pinggiran sungai berharap kearah hilirnya sungai menemukan perkampungan. Cuman teman mereka yang bernama Yogi sudah mulai putus asa.

"Yuda.. Saya sudah sangat cape, sebenarnya kamu tau gak sih dimana perkampungannya? " tanya Yogi.

" kamu yang sabar ya, kita pasti bisa menemukan perkampungannya, " jawab Yuda.

Mereka melanjutkan menyusuri sungai dengan Yuda jadi Leader dan Yogi jadi Sweeper.

Saat mereka berjalan tiba-tiba Angga membanting Carriernya dan sempat berdebat dengan Yuda dan Yogi.

Perdebatan mereka lumayan panas dan akhirnya Yuda memutuskan untuk mereka beristirahat dahulu.

Pada saat mereka istirahat menenangkan pikiran masing-masing. Disitu mereka Yuda mendengar suara raungan Macan dan teman-temanya juga mendengarkannya.

" Ada hewan buas itu kayaknya Macan, daripada kenapa-kenapa mending jalan aja yukk...! " ujar Irwan yang mulai merasa takut.

Akhirnya mereka berjalan lagi menjauh dari tempat itu.

Sudah mulai senja, mereka beristirahat dipinggir  sungai yang agak dangkal. Mereka merasa lapar perbekalan mereka semua sudah habis.

Yuda melihat ada ikan di dalam sungai yang agak dangkal tersebut, dia mencoba untuk menangkap ikan-ikan itu dengan mengunakan kayu yang di runcingkan ujungnya dan Berhasil dia dapat.

Ikan-ikan yang mereka dapat dibakar lalu dimakan sampai habis. Mereka sempat bertahan dipinggir sungai sampai malam, pada akhirnya mereka naik dan membangun tenda diatas.

Malam sudah larut, Yuda dan Yogi tidak bisa tidur.

" Yuda...... Saya sudah menyerah. kalau memang kalian mau jalan, kamu jalan saja dengan teman-teman lainnya. Saya tinggal disini, " ucap Yogi kepada Yuda.

" Saya tidak akan meninggalkan satu orang pun, jangankan dalam keadaan hidup. Matipun akan saya bawa, " jawabannya Yuda.

Malam itu, Irwan dan Angga sedang tidur dalam tenda. Yuda dan Yogi sedang duduk bercerita-cerita didepan tenda.

Pada saat itu mereka berdua melihat seperti ada beberapa orang yang memakai baju berwarna putih, orang- orang itu berada seberang sungai.

Mereka masih bisa melihat ke arah sungai ya Karena posisi tenda mereka tidak jauh dari sungai tempat mereka mencari ikan tadi.

" Yuda...Kamu lihat diseberang sungai kayak ada orang?" tanya Yogi.

Waktu Yogi menyalakan senter lalu menyoroti kesana, anehnya sekelompok orang yang berbaju putih tadi malah menghilang begitu saja.

Yuda dan Yogi turun kepinggir sungai, mereka ngecek kepinggir sungai, memang tidak ada orang bahkan jejaknya juga tidak ada.

Setelah itu mereka kembali naik keatas, menuju tenda mereka. Mereka masuk lalu tidur didalam tenda.

##

Hari kelima.

Paginya mereka langsung paking barang, mereka tidak sarapan kerena logistik mereka semua sudah habis.

Angga mencari yang bisa untuk dimakan, dia mendapatkan Ular yang lumayan besar lalu dibakar untuk mereka makan.

Singkat cerita, mereka melanjutkan menyusuri pinggir sungai. Saat sedang berjalan, Yuda melihat dari kejauhan ada seperti prajurit zaman kerajaan.

Hanya Yuda yang melihatnya.

Setelah kejadian itu, masih ada keanehan-anehan seram lainnya.

Setelah beberapa hari Yuda dan teman-temannya tersesat, banyak perubahan dari mereka yang sangat terlihat nyata seperti perubahan fisik.

Pada malam harinya, Yuda sedang tidur tiba-tiba terbangun karena mendengar dentuman kaki kuda sedang berlari dari luar tenda.

Yuda merasa takut tapi juga merasa penasaran, Yuda mengeluarkan kepalanya dari dalam tenda lalu berteriak sambil berkata,

" Jangan ganggu saya dan teman-teman saya, kita tidak menganggu kalian, apa salah kami....?"

Setelah berteriak, Yuda melihat kesekeliling tidak ada apa-apa hanya sunyinya malam.

Yuda masuk tenda lalu mencoba untuk tidur lagi.

Keesokan harinya, Yuda membuat nazar.

  "apabila dia dan teman-temannya dapat selamat dari sini. Dia akan masuk Agama islam jika diberi hidayah."  (waktu itu Yuda masih beragama kristen).

Pada saat itu, Yuda mengambil hikmah dari sikap Yogi yang tidak henti-hentinya untuk berdoa selama tersesat tersebut.

Saat itu Yuda membawa kompas, anehnya saat kompas itu dibuka, jarum kompas tersebut berputar-putar cepat seakan tidak berfungsi padahal sebelum mendaki sudah dicek semua dan normal semua.

Bersambung..

Apakah Yuda dan teman-temannya dapat kah selamat...?

Ayo baca bab selanjutnya.

Bab 3

Pada keesokan harinya mereka sedang mencari makan, Yuda melihat dari kejauhan ada hewan loreng- loreng seperti bulu kucing hutan

Yuda datangi kucing hutan itu lalu dia tangkap kemudian di bersihkan dan di bakar lalu di bagi-bagi untuk mereka makan.

Setelah mereka makan kucing hutan tadi tiba-tiba ada kejadian yang membuat mereka merinding.

Angga tiba-tiba berbicara pakai bahasa Sunda dengan fasih padahal dia adalah orang Betawi, tapi suaranya Angga seperti orang lain (KESURUPAN).

Yuda, Yogi, dan Irwan sama sekali tidak mengerti apa yang Angga bicarakan.

Mata Angga merah dengan tatapan kosong melihat arah pohon beringin besar yang tidak jauh dari tempat mereka beristirahat.

Yuda dan yang lainnya hanya diam dan berdoa dalam hati, Yogi maju menghampiri Angga mencoba memegang belakang lehernya lalu dengan mulut  membacakan Ayat suci Alqur'an.

Tiba-tiba Angga berdiri lalu berteriak dengan ekspresi muka yang marah dan menunjuk ke arah Irwan berbicara dengan bahasa Sunda.

Tiba-tiba Angga jatuh pingsan, mereka semua sangat panik dengan keadaan Angga seperti itu.

Semenjak kejadian Angga, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan selama dua hari sampai Angga pulih. Karena Angga seperti tidak punya tenaga untuk jalan.

Sorenya  Yuda dan Irwan berjalan berdua untuk mengambil air kesungai , mereka juga mencari makanan yang bisa di dapat.

Singkat cerita, Angga sudah kembali sadar dan sudah pulih, mereka melanjutkan perjalanan lagi menyusuri pinggir sungai berharap menemukan perkampungan.

Mereka berjalan beberapa hari, semuanya normal tidak ada kejadian aneh lagi selama perjalanan.

Di perjalanan Yuda dan teman-temanya menemukan makanan minuman dalam bentuk sesajen dan dupa yang masih hidup dibawah pohon beringin yang besar.

"itu ada sesajen bearti daerah sudah dekat dengan perkampungan,tidak mungkin sesajen itu langsung ada  kalau tidak ada yang buat, " dalam hati batin Yuda.

Mereka melewati begitu saja sesajen tersebut walaupun ada perasaan lapar melihat sesajen yang berisi makanan tapi mareka masih teringat dengan kejadian Angga kesurupan setelah makan kucing hutan.

Mereka terus berjalan menyusuri sungai, hingga sampai mereka di suatu kaki jembatan. Jembatan itu tidak ada perkampungannya tapi di atas jembatan ada sangat padat dengan aktivitasanya ada motor, bis, mobil, sepeda,dan truk yang lalu lalang.

Mereka mencari cara untuk sampai keatas jembatan tersebut.

Singkat cerita, mereka sudah sampai diatas jembatan tersebut, Yuda dan teman-temannya belum tau mereka sedang ada dijembatan mana.

Karena mereka sangat lapar sudah hanpir dua minggu  cuman makan dedaun-daunan yang kalau mereka makan tidak membuat mereka keracunan  dan hewan yang bisa di dapat di hutan.

Mereka mencari tempat makan yang normal yaitu mereka ke warung makan nasi padang, mereka makan dengan  lahap karena sudah lama tidak makan makanan yang layak.

Setelah mereka makan, Yuda membeli Rokok karena sudah beberapa hari sudah tidak merokok, dia membeli di toko sebelah warung makan tadi.

Lalu dia kembali untuk menghampiri teman-temannya.

" Yuda kamu tau gak kita ini dimana? " tanya Irwan.

" Mungkin kita di Sukabumi, Bogor atau Cianjur, " jawab Yuda.

Irwan dengan tatapan marah lalu mengatakan,

" kita diCirebon."

Seketika Yuda sangat kaget saat itu,

" Mba memangnya ini dimana ?" tanya Yuda lagi ke pada Mba-Mba warung itu .

"Ini Cirebon mas, memangnya habis dari mana...? Dari Naik gunung kah?" Tanya Mbanya.

"Iya Mba " jawab Yuda.

"Apa dari mendaki Gunung? Gunung apa mas, disini jauh dari Gunung?"

" Kami tersesat mba, kami awalnya mendaki gunung salak. Saat kami turun malah tersesat, kami mencoba menyusuri sungai berharap menemukan perkampungan tapi nyata nya kami tersesat sampai sini. " Yuda menceritakan dengan singkat dan padat.

Bersambung.

Ayo baca bab selanjutnya agar kamu gak penasaran..!

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED