Sampul Novel Ketika Hujan Turun

Ketika Hujan Turun

8.8 / 10.0
Kehilangan Ryan Mahendra meremukkan hati Masayu Ira Setyani. Bertekad bangkit demi ujian nasional, Ira mendapat kekuatan dari sang sahabat, Maya. Saat ulang tahunnya yang terlambat, Edo menyerahkan cincin titipan mendiang pacar Ira. Namun, di balik itu, Edo ternyata menyembunyikan sebuah pesan rahasia dari Ryan. Akankah Ira berhasil meraih kembali kebahagiaannya sekaligus membongkar misteri pesan terakhir yang belum tersampaikan tersebut?
Ringkasan Ketika Hujan Turun
Kehilangan Ryan Mahendra meremukkan hati Masayu Ira Setyani. Bertekad bangkit demi ujian nasional, Ira mendapat kekuatan dari sang sahabat, Maya. Saat ulang tahunnya yang terlambat, Edo menyerahkan cincin titipan mendiang pacar Ira. Namun, di balik itu, Edo ternyata menyembunyikan sebuah pesan rahasia dari Ryan. Akankah Ira berhasil meraih kembali kebahagiaannya sekaligus membongkar misteri pesan terakhir yang belum tersampaikan tersebut?
Baca Selengkapnya

Ketika Hujan Turun Bab 1

KETIKA HUJAN TURUN

Oleh. R. Susanti Pelangi Senja

Bab.1. Kenangan Saat Hujan

Saat itu senja telah tiba. Sinar sang surya yang panas menyengat segera meredup. Tampak di barat, Matahari terbenam dengan sinarnya yang kemerah-merahan. Pemandangan itu sangat indah, namun tiba-tiba langit mendung dan hujan turun.

Tampak Ira terpaku disudut kamarnya. Pikirannya pun kembali mengingat sesuatu yang sulit untuk ia lupakan. Ia ingat segalanya, semua tentang Ryan. Perlahan-lahan Ira menghampiri jendela kamarnya dan memandangi hujan yang turun. Ia mencoba mengingat kembali memori itu. Memori tentang seseorang yang sangat berarti baginya. Seseorang yang sangat ia cintai dan mengajarkannya apa itu arti kehidupan. Apa arti hujan dan cinta.

Dia adalah Ryan, sosok laki- laki yang sangat sempurna di mata Ira. Laki- laki baik dan penuh cinta. Dialah yang mengajarkan tentang semangat untuk masa depan. Sungguh Ryan sudah banyak mengajarkannya tentang arti kehidupan yang sesungguhnya. Ira sangat bersyukur bisa mengenal Ryan, mencintai dan dicintai olehnya. Ira sangat beruntung bisa mendapatkan laki- laki sebaik Ryan, meskipun kenyataannya, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Namun dia bersyukur bisa berbagi kebahagiaan bersama laki- laki itu.

Dua tahun yang lalu, ia berjumpa dengan Ryan. Kala itu Ryan dan dirinya sama-sama terperangkap dalam hujan. Seusai mengikuti ekstra kulikuler basket di sekolah, Ira beristirahat dan bermaksud untuk pulang ke rumah namun tiba-tiba langit mendung dan hujan deras pun turun. Ira segera berlari dan berlindung di sudut bangunan sekolah.

Lama Ira dan teman-temannya menanti hujan reda. Hujan deras pun kini mulai mereda, tinggal titik-titik gerimis yang berjatuhan membasahi dedaunan. Tak terasa ada seseorang yang sejak tadi memperhatikannya. Dia adalah Ryan, anak baru pindahan dari Yogyakarta. Ryan tergolong anak yang baik dan pintar di sekolahnya.

“Belum pulang, Ir?” tanya Ryan menyapa.

“Eh, kamu Ryan. Belum nih soalnya masih gerimis,” sahut Ira perlahan seraya melempar senyum ke arah Ryan.

“Ah, gerimis sedikit kan enggak apa-apa.”

“Iya sih, tapi kalau aku kena hujan bisa-bisa penyakit demamku kambuh,” jawab Ira singkat.

Ryan tersenyum mendengar jawaban itu. Ira tidak tahu apa maksud dari senyuman itu tapi ia yakin Ryan cukup puas mendengar jawabannya. Ryan memandangi langit. Tak terasa gerimis pun mulai mereda dan waktu tidak memungkinkan mereka untuk berlama-lama di sana. Ryan mengajak Ira untuk pulang.

Ryan, Ira dan teman – teman lainnya berjalan ke arah gerbang sekolah. Perlahan Ryan menuju area parkir di samping gerbang sekolah itu. Ia bermaksud mengambil kuda besinya yang sejak tadi berada di sana.

Sementara itu, Ira yang akan pulang ke rumahnya berdiri di luar gerbang sekolah, bermaksud mencari taksi yang lewat di jalan itu. Namun sayang sejak tadi ia berdiri di sana, ia belum menemukan satu taksi pun yang lewat. Kebanyakan motor dan mobil pribadi yang lewat di jalan itu. Hatinya sedikit cemas, tersenyum kecut seperti jeruk purut.

“ Bagaimana aku akan pulang kalau begini,” ujarnya perlahan.

Di tengah kecemasan hatinya, tiba – tiba Ira dikejutkan dengan suara klakson motor. Ia pun menoleh. Dilihatnya Ryan yang sedang mengendarai motor, berhenti di sampingnya. Ryan tersenyum pada Ira, bermaksud memberinya tumpangan.

“ Lagi nunggu taksi ya, Ir?” tanya Ryan perlahan.

“ Eh, iya nih! Aku lagi nunggu taksi. Kamu mau pulang ya, Ryan?” ujar Ira balik menanya.

“ Iya, aku mau pulang sekarang. Yuk bareng aku aja, biar aku antar?” tawar Ryan pada Ira.

Ira tertegun. Berpikir sejenak, apakah akan menerima atau tidak tawaran dari Ryan. Ira tampak bingung karena ia belum mengenal dekat laki – laki itu.

“ Enggak usah kok, Ryan. Biar aku naik taksi saja nanti,” ujarnya menolak ajakan Ryan itu.

“ Ayolah, Ir! Kamu naik motorku saja. Enggak apa – apa kok, aku siap mengantarkanmu pulang. Apa kamu takut padaku?”

“ Tenang, Ir! Aku enggak akan bawa lari anak gadis orang kok,” kata Ryan mantap. Mencoba meyakinkan Ira yang tampak ragu – ragu.

“ Eh, bukan begitu maksudku Ryan,” ucap Ira tidak enak. Ia tidak ingin Ryan berpikir yang bukan – bukan tentangnya.

“ Aku enggak mau merepotkanmu,” sahut Ira pelan.

“ Aku enggak merasa kerepotan kok, Ir! Justru aku senang bisa membantumu. Lagian hari hujan begini, jarang loh ada taksi yang lewat.”

Ira berpikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakan Ryan barusan. Sebaiknya aku terima saja tawarannya, pikirnya kembali.

“ Iya deh, kalau kamu memaksa. Aku mau diantar sama kamu.”

“ Nah gitu dong! Ayo naik ke motorku,” ajak Ryan pada Ira.

Ira melangkah perlahan, ia mulai naik ke motor itu. Setelah ia duduk, Ryan pun melajukan motor itu perlahan. Siap mengantar Ira pulang ke rumahnya.

Mereka berdua menyusuri jalan demi jalan di kota Bandung. Berjalan di tengah gerimis yang mulai mereda. Di sanalah awal percintaan itu dimulai. Percintaan yang murni dan penuh kasih.

**

Hari- hari pun berlalu, benih- benih cinta semakin tumbuh dan bersemi. Kini mereka berdua menjadi sepasang sekasih. Keduanya sangat serasi, paras Ira yang cantik dan lembut begitu pas dipadukan dengan Ryan yang berwajah tampan dan berkarisma. Tak hanya itu tubuh atletis Ryan juga sangat mendukung. Postur tubuhnya yang tinggi dan bagus, sangat enak dipandang. Maklumlah Ryan rajin berolahraga. Tak hanya olahraga kesukaannya saja yang ia kerjakan tapi ia juga melakukan olahraga lain.

Pagi itu, Ryan menjemput Ira dengan motor RX King kesayangannya, pemberian ayahnya semasa muda dulu. Di depan pintu pagar, ia membunyikan klakson motornya sambil memanggil Ira.

“ Ira... Ira...,” terdengar suara Ryan dari depan pintu pagar.

Mendengar suara klakson motor di depan pagar, Ira yang saat itu sedang sarapan segera menyudahi sarapannya. Ia menghambur ke luar rumah namun tak lupa untuk berpamitan pada ibu serta neneknya. Sedangkan ayahnya sudah tidak ada lagi, meninggal lantaran tertembak saat bertugas di Palestina. Ayahnya adalah seorang tentara di salah satu kesatuan di Indonesia yang ditugaskan ke luar negeri dalam misi perdamaian. Kala itu, Ira masih sangat kecil. Ia belum mengerti arti sebuah kehilangan. Saat itu Ira berumur satu tahun, ia hanya merengek di pangkuan ibunya. Tanpa tahu, ayahnya sudah tiada.

Ira membuka pintu pagar, tampak di jumpainya Ryan sedang menunggunya di sana. Segera ia menghampiri Ryan.

“ Akhirnya tuan putriku keluar juga,” tukas Ryan pada Ira.

Ira hanya tersenyum mendengar perkataan Ryan itu. Ia pun berkata,” Iya pangeran! Pangeran sudah lama menunggu kah?” tanya Ira pada Ryan.

“Apakah Pangeran tidak bosan menunggu tuan putri ini?” tanya Ira kembali.

“ Untuk tuan putri, tentu saja tidak!” tegas Ryan.

“ Hamba akan selalu sabar menunggu tuan putriku yang cantik ini!” goda Ryan sembari tersenyum. Senyumnya sangat manis, memperlihatkan barisan gigi putih yang rapi bak pualam.

“ Apa benar begitu ? Pangeran akan selalu sabar menunggu ku?”

“Tentu saja . Tuan putri tidak perlu ragu akan hal itu.”

“ Kalau begitu, ayo kita segera pergi pangeran. Nanti kita terlambat,” ajak Ira pada Ryan.

“ Baiklah tuan putri, tuan putri naik ya ke kuda putihku ini,” ujar Ryan menyuruh Ira untuk naik ke motornya.

Ira pun segera naik ke motor Ryan, ia duduk di belakang.

“ Tuan putri sudah siap?” tanya Ryan sembari menghidupkan motornya, bermaksud untuk pergi dari tempat itu.

“ Sudah pangeran. Pangeran jalan saja,” pinta Ira agar segera berangkat.

“ Oke... kalau begitu kita berangkat sekarang. Pegang yang kuat ya tuan putri,” ujar Ryan sembari tertawa kecil.

“ Siap pangeran!” tegas Ira membalas perkataan Ryan.

Akhirnya mereka berangkat ke sekolah. Di sepanjang perjalanan banyak hal yang mereka bicarakan salah satunya tentang perguruan tinggi mana yang akan mereka tuju selepas tamat dari SMU nanti.

“Ir, kamu nanti mau masuk perguruan tinggi mana?” tanya Ryan perlahan sambil tetap fokus melajukan motornya di jalan beraspal itu.

“ Kalau aku inginnya bisa masuk UI di Jakarta tapi Ibu ingin aku kuliah di Bandung saja. Kamu kan tahu Ryan, aku anak tunggal di keluarga Imran Cik Nang, sedangkan ayahku, sudah meninggal saat misi perdamaian di Palestina. Ibu tidak mau aku meninggalkannya. Ibu takut kehilanganku,” ucap Ira menjelaskan semuanya.

“Hmm, ibumu sangat sayang padamu ya, Ir! Sampai- sampai tidak menyuruhmu pergi jauh meskipun itu untuk sebuah pendidikan,” gumam Ryan.

“ Ya, begitulah. Ibuku takut terjadi sesuatu padaku. Rupanya peristiwa kematian ayahku sudah membekas di hati ibuku. Mungkin ia sedikit trauma akan hal itu. Menjadi posesif dan takut kehilangan orang yang sangat dicintai untuk kedua kalinya,” ucap Ira sedih.

“ Iya, aku tahu, Ir! Itulah sebabnya ibumu melarang kamu untuk kuliah di tempat jauh,” kata Ryan

“ Iya Ryan. Aku pun maklum dengan keputusannya itu.”

Ira menghela nafas panjang. Jauh di lubuk hatinya, ia ingin sekali bisa kuliah di UI. Hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Namun impiannya itu harus ia kubur dalam – dalam karena ia yakin ibunya pasti tidak akan mengizinkannya kuliah ke luar kota.

“ Oh iya, kamu sendiri nanti mau kuliah di mana? Apa mau kuliah di sini juga?” tanya Ira.

“ Entahlah Ir, aku sendiri pun enggak tahu. Kalau aku sih mengikuti ke mana ayahku. Soalnya ayahku kerja di sini. Kalau tahun depan beliau masih kerja di sini, kemungkinan besar sih kuliah di sini,” ujar Ryan pada Ira. Ryan sendiri pun tidak tahu entah berapa tahun dia akan tinggal di kota Varis Van Java itu.

“ Kalau kamu kuliah di sini, mau kuliah di universitas mana Ryan?” tanya Ira perlahan.

“ Aku maunya sih di ITB, Ir! Aku suka teknik soalnya.”

“ Wah... bagus itu, Ryan. ITB kan kampus terbaik dan terkenal di Bandung. Ternyata pilihan universitasmu sama ya, kayak si Cecep.”

“ Cecep? Cecep siapa, Ir?” Ryan bertanya pada Ira tentang siapa Cecep itu.

“ Cecep itu teman sekelasku, Ryan. Orangnya polos dan lucu. Dia tipikal yang humoris. Kalau kamu dekat dengannya, kamu pasti akan tertawa mendengar banyolannya.”

“ Oh, ya! Wah... aku jadi penasaran dengan sosok yang bernama Cecep itu. Kapan – kapan kamu kenalkan aku dengan temanmu yang lucu itu ya, Ir!”

“ Beres... nanti aku kenalkan kok!”

“ Oh ya, ngomong – ngomong Ayahmu kerja apa di sini Ryan?”

Tampaknya Ira penasaran sekali dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Ayah kekasihnya itu.

“ Ayahku kerja di perusahaan farmasi di Yogya yang dipindah tugaskan ke sini. Ayahku seorang kepala cabang di perusahaannya.”

“ Oh... gitu! Memang Ayahmu tugas di sini berapa tahun, Ryan?”

“ Aku juga belum tahu pastinya, Ir! Bisa setahun, dua tahun, lima tahun atau selamanya. Mudah - mudahan saja, ayahku kerja di sini lama. Biar kita bisa sama- sama terus, Ir!” tegas Ryan.

“ Aamiin, semoga saja begitu ya Ryan,” ucap Ira berharap.

Tanpa terasa motor yang di kendarai Ryan kini mulai memasuki gerbang sekolah. Mereka sudah sampai di sekolah yang dituju. Segera Ryan memarkirkan motornya, lalu mereka berdua pun berjalan menuju ruang kelas.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ketika Hujan Turun

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED