Dari kamar sebelah tempat pria itu bermain sebelumnya terdengar suara yang berbunyi seperti alarm dan tak lama kemudian dua orang pria bertubuh besar keluar menghadang mereka.
"Bereskan mereka dengan cepat dan bersihkan area..!!!"
"Sial mereka akan membayar untuk semua ini" Ucap pria itu sambil berlari menuju pintu darurat dan hanya mengenakan celana pendek.
"Kiros kejar dia serahkan mereka padaku"
"Huh ayo cepat buka jalan untukku" sahut agen Kiros.
Di lorong hotel yang cukup sempit mereka berlari menyerang kedua pria besar yang berdiri sebaris itu.
Jordi menyerang Pria di depan dengan tendangan terbang ke arah wajah disusul agen Kiros yang berlari sambil mengarahkan pukulan kanannya ke wajah pria di belakang .
Kedua pria besar itu menahan serangan mereka dan membalas dengan pukulan..
Jordi dan Kiros menghindar,
Jordi melangkah dan melompat ke arah pria di depan, dia tampak seperti akan melakukan tendangan yang sama dan pria itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya untuk menangkis tendangan agen Jordi kembali.
Namun rupanya Jordi bukan sedang menendang melainkan menggunakan paha pria yang memasang kuda-kuda itu sebagai pijakan untuk melompat dan menendang pria di belakang.
Pria besar itu juga berhasil menangkis tendangan Jordi, namun tiba2 Kiros berlari kencang sambil mendorong tubuh pria itu hingga terjatuh. Setelah itu dia melakukan roll ke depan dan berlari mengejar pria tambun itu ke arah pintu darurat.
"Sial.. sial.. sayang sekali pertunjukannya harus berakhir, aku harus segera turun". Ucap agen Levi sambil berlari menuju sebuah pintu di atap bangunan tersebut.
Kiros berlari menuju pintu darurat, dia melihat pria tambun itu berada 3 lantai di bawahnya.. kemudian pria itu masuk di lantai 2 hotel tersebut.
"Sial.. untuk ukuran pria berbadan besar dia cepat juga"
Setelah membuka pintu darurat di lantai dua tiba2 dua orang pengawal lainnya menendang Kiros kembali ke ruang tangga darurat.
"Ugghh sial mengganggu saja" ucap Kiros.
Di lantai lima, agen Jordi berhadapan dengan dua pengawal. Setelah menghindari pukulan salah satu pengawal, dia menahan pukulan dari pengawal lainnya.
Pukulan yang kuat sehingga membuat agen Jordi terseret ke belakang.
Jordi berlari menuju pengawal di sebelah kiri, pengawal itu melakukan tendangan ke arah kaki, lalu Jordi melompat ke tembok dan menambah kekuatan tendangannya ke arah wajah pria itu. Pria itu berhasil terjatuh namun sesaat ketika kaki Jordi baru saja menapak kembali ke lantai, pria di sebelah kanan menyerangnya dengan dorongan bahu tepat ke wajah Jordi, membuatnya terlempar ke belakang cukup jauh dan keras membuat darah mengalir seketika dari hidungnya.
"Ugghh, baiklah rupanya mereka berdua cukup kompak, aku harus melawannya satu persatu"
Di lantai dua Kiros terlempar ke tembok setelah menerima tendangan dari kedua pengawal yang menghadangnya.
"Sial, dua serangga ini mengganggu saja. Aku harus mengalahkan mereka dengan cepat".
"Teman2 bagaimana keadaan kalian?" Panggil Levi sambil berlari menuruni tangga darurat gedung yang berada di sebelah hotel tersebut.
Di area basement hotel, pria tambun itu berlari menuju sebuah mobil sedan yang sudah bersiap seorang driver dan seorang pengawal di dalamnya.
"Cepat pergi dari sini, jangan sampai mereka mendekat" ucap pria itu.
Dengan cepat driver menekan pedal gas mobil itu menuju keluar area parkir. Tampak plat nomer mobil itu berubah sesaat sebelum melewati portal. Setelah keluar, driver menambah kecepatan mobil.
Dari gedung sebelah, agen Levi berlari keluar lalu melihat pria tambun itu berada di dalam mobil yang berlari kencang. Kemudian dia memberikan tembakan menggunakan pistol peredam suara ke arah ban mobil tersebut.
Beberapa tembakan meleset, akhirnya dia menembak dengan pistol yang berbeda yang diambil dari saku celananya, satu tembakan berhasil mengenai bagian belakang mobil itu sebelum akhirnya mobil itu menjauh dari jangkauan tembakannya.
"Hh hh.. sial aku meleset"
"Target menjauh ke arah timur menggunakan mobil sedan berwarna hitam"
"Boss, maaf sepertinya ini giliranmu"
"Penanda lokasi sudah terpasang"
Rupanya tembakan terakhir dari agen Levi tadi merupakan peluru pelacak lokasi.
"Hhh.. kalian selalu tidak bisa diandalkan"
Ucap seseorang dengan suara wanita dari alat komunikasi agen Levi.
Di lantai Lima agen Jordi mulai meningkatkan serangannya.
"Sial.. ini bukan waktunya bermain-main"
"Hei cumi-cumi apa kau butuh bantuan?" Ucap agen Kiros melalui earphone.
"Siapa yang kau panggil cumi huh, dasar landak laut". Sahut agen Jordi.
Jordi menyerang dengan memberikan tendangan ke sisi lutut kaki bagian dalam menggunakan kaki kiri. Membuat salah satu pengawal itu tersujud.
Dia melanjutkan dengan dua tendangan ke arah perut dan kepala sehingga membuat pengawal itu mendangakkan kepalanya.
Lalu agen Jordi sedikit melompat dan berputar, dia mendaratkan tendangan yang sangat kuat ke arah wajah dengan kaki kanannya..
Membuat salah satu pengawal tersungkur..
Di lantai dua
Kiros menghindari pukulan salah satu pengawal dan memberikan pukulan ke sisi perut bagian samping, dilanjutkan tinju atas ke dagu dan di akhiri dengan pukulan keras ke perut sampai membuat pengawal itu terlempar ke dalam lorong hotel.
Di luar tampak seorang wanita mengenakan setelan jaket kulit dan helm berwarna hitam sedang mendekati mobil yang melaju dengan mengendarai motor sport berkecepatan tinggi.
Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 namun lalu lintas di jalan tersebut masih cukup ramai.
Wanita bermotor itu melaju sambil menghindari beberapa mobil di depannya.
Ketika sudah berada dalam jarak yang cukup dia mengeluarkan sebuah pistol dengan peredam suara dari punggungnya.
Driver mobil yang menyadari kehadirannya kemudian membelokkan setir dengan tiba2.
"Aduhh Hei apa yang kau lakukan... !!!" Teriak pria tambun itu setelah kepalanya terbentur kaca di dalam mobil.
"Tenanglah boss, kita sedang diikuti. Arahkan ke jalur lingkar timur, akan kuhentikan dia" Perintah pengawal itu.
Wanita itu membatalkan tembakannya, dia menyadari bahwa musuh telah mengetahui kehadirannya. Dia memasukkan kembali pistolnya dan kembali fokus mengejar mobil itu.
"Bos, sepertinya dia mengarah ke jalur lingkar timur. Aku sedang menghubungi pusat untuk mengirimkan bantuan”. Ucap agen Levi.
“Aku tahu, perintahkan untuk mensiagakan personil di titik utara dan selatan jalur tersebut, dan pastikan tidak ada lampu merah di jalurku”. Sahut agen wanita itu sambil berbelok ke sebuah gang di antara bangunan.
“Siap boss.. satu kilometer ke depan sudah tidak ada lampu merah” ucap Levi sambil mengutak atik tablet yang dia bawa.
“Kemana dia pergi.. apa kita berhasil kabur?” Ucap pria tambun itu.
“Dia mencari rute lain untuk mencegat kita” ucap pengawal pria itu.
Tidak lama kemudian agen wanita itu muncul dari sebuah jalan kecil dan dengan cepat berada tepat di samping mobil tersebut.
“Huh dia muncul lagi, berikan pistolmu” ucap pengawal tersebut.
***
Sebelum dia bisa mengambil pistol di punggungnya, driver mobil itu berusaha menabraknya dari samping. Pengawal yang berada di kursi belakang pun membuka jendelanya mencoba menembak agen wanita tersebut.
Namun agen wanita itu seketika mengurangi kecepatan dan menghindar ke belakang mobil tersebut. Mobil itu tiba-tiba saja melakukan rem mendadak untuk menghantam agen tersebut, namun dengan respon yang sangat baik dia dapat menghindarinya dan bergerak menjauh.
Sang pengawal pun mencoba menembakinya beberapa kali, namun agen wanita itu berhasil berlindung di belakang kendaraan lainnya yang melintas.
Menyadari musuh yang bisa membahayakan nyawa pengguna jalan lainnya, agen wanita itu pun memutuskan untuk menghindar menunggu waktu yang tepat untuk kembali menyerang.
Dia mengurangi kecepatannya dan berbelok ke sebuah gang “dia bergerak di kawasan padat, tetap informasikan padaku rute yang dilaluinya dan akan kuhabisi di jalanan yang lengang” ujar agen wanita tersebut.
“Baik Bos dia masih mengarah ke utara melewati jalan utama, seharusnya dia akan berbelok 50 meter di depan menuju ke timur” ujar Levi melalui alat komunikasi mereka.
“Hehe akhirnya dia mundur juga” sahut pria tambun tersebut.
“Tetap waspada, dia mungkin saja menunggu waktu yang tepat untuk menyerang kembali” ujar sang pengawal.
Setelah beberapa saat mereka berjalan hingga memasuki kawasan yang cukup sepi tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh beberapa tembakan yang mengenai kaca mobil bagian belakang.
“Ahh sial, mengagetkan saja. Haha itu tidak mempan bodoh” ujar pria tambun tersebut.
Tembakan itu tidak berpengaruh sama sekali karena rupanya kaca mobil itu adalah kaca anti peluru. Agen itu pun mencoba mendekatkan jarak kendaraannya untuk sedikit bergeser dan mencoba menembak ban depan mobil tersebut.
Setelah tiga kali tembakan dia berhasil mengenai ban depan di sebelah kanan mobil itu. Secara otomatis driver pun kehilangan kendali dan menyerempet trotoar dan beberapa mobil lain di depannya. Tak lama kemudian mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan.
Sang driver mencoba kembali ke jalur utama namun justru membuat mobil itu lepas kendali dan terbalik di pinggir jalan.
"Ugghh sial, dasar bodoh beruntung aku masih hidup tahu". Ucap pria tambun itu.
Setelah tabrakan itu, driver tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya dan si pengawal pria keluar dari mobil dan mengarahkan tembakannya pada agen wanita tersebut.
Namun agen wanita itu dapat menembak lebih dulu pistol tersebut dan menjatuhkannya. Agen wanita itu pun menepi dan melepaskan helmnya, rambutnya yang berwarna coklat bergelombang terurai dengan panjang sebahu. Dengan tangan kosong dia mendekati pengawal itu.
Pengawal itu pun mengeluarkan sebuah pedang seperti samurai namun lebih pendek dari balik punggungnya. Dia mulai berlari dan menyerang wanita itu..
Sebuah sabetan pun dilayangkan dari atas, namun wanita itu berhasil menghindar, dilanjutkan dengan ayunan menyamping ke arah kepala, namun masih juga bisa dihindari.
Pengawal itu kemudian memberikan serangan beruntun berupa tusukan ke arah dada dilanjutkan ayunan ke kepala dan kaki.
Dengan sangat lincah wanita itu berhasil menghindari semua serangannya.
Pengawal itu tampak kesal dan mengambil langkah panjang sembari mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Wanita itu masih sanggup menghindarinya lalu dia memegang tangan pria itu dan memukul sikutnya dengan tangan kiri sehingga membuat pedang pria itu terjatuh.
Kemudian dia memukul perut pria itu, membuatnya membungkuk dan memukul tengkuk pria itu sehingga membuatnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Dia menjatuhkan pria itu hanya dengan tiga serangan yang sangat cepat.
Kembali ke lantai lima hotel, agen Jordi berhadapan dengan satu pengawal. Dia menghindari tendangan dari pengawal itu dengan menundukkan kepala.
Melihat celah setelah musuhnya melakukan serangan, agen Jordi kemudian melompat dan memberikan tendangan menggunakan lutut ke arah dagu sehingga membuat lawannya terjatuh tak sadarkan diri.
Agen Jordi berhasil mengalahkan kedua pengawal itu.
"Haha.. yeah terima itu.. dasar ikan buntal".
Profil :
Nama : Jordi del osha
Panggilan : Jordi / Joe
usia : 26 tahun
Keahlian : ahli perangkat digital elektronik
Di lantai dua
Kiros menerima pukulan tepat di wajah dan tersungkur di lantai.
Kemudian dia bangkit, berlari ke arah lawannya dan melompat. Dia memberikan pukulan yang kemudian ditahan oleh musuhnya dan membuatnya bergeser ke belakang.
Belum selesai, dia mendaratkan dua pukulan ke perut dan ke dagu, membuat kepala pengawal itu menengadah ke atas.
Terakhir dia memberi pukulan yang sangat keras ke wajah sehingga membuat pengawal itu seketika terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.
"Cih... Aku tidak percaya mereka merepotkanku".
Profil :
Nama : Kiros Venture
Panggilan : Kiros
usia : 27 tahun
Keahlian : ahli senjata dan peralatan
"Boss, pasukan bantuan sedang bergerak ke arahmu, apa kau baik-baik saja bos?". Panggil agen Levi
Profil :
Nama : Levi elrokki
Panggilan : Levy / El
usia : 24 tahun
Keahlian : ahli pemrograman dan perangkat digital.
"Aku sudah selesai, jangan lupa untuk mengambil barang bukti di area dan rekaman cctv. Aku ingin keluar sebentar, tolong bereskan sisanya untukku”.
Perintah Agen wanita itu sambil mengaitkan borgol pria tambun itu ke mobil yang terbalik.
"Hei hei jangan tinggalkan aku disini, bagaimana jika mobil ini meledak?" Ucap pria tambun itu merengek.
Profil :
Nama : Eva Avalon
Panggilan : Eva / Vivi
usia . : 26 tahun
Keahlian. : ahli senjata, perangkat digital elektronik dans trategi.
"Siap boss" Agen Levi
"Apa kau ingin ditemani?" Agen Jordi
"Pergilah" Agen Kiros
Mereka pun berhasil menangkap target yang telah dipantau selama dua bulan lamanya.
***
Di sebuah ruangan kamar mandi yang luas, seseorang sedang berendam sambil melihat televisi. Dia mengangkat telepon genggamnya yang berbunyi.
"Hallo."
"Ya siapa ini?"
"Oh kau, tidak biasanya kau menelpon"
"Hmm ya aku mendengarnya"
"Sebenarnya tidak perlu, tapi aku ingin kau mencari tau seberapa jauh yang mereka ketahui"
"Dan tolong alihkan transaksi selama 48 jam ke depan, jangan sampai ada jejak yang tertinggal"
Di sisi lain tampak siluet sesorang berambut silvee sedang menjawab telepon.
"Baiklah, karena itu aku menghubungimu" Ucap pria berambut silver tersebut.
Tengah malam di tepi sungai di bawah sebuah jembatan tempat favoritnya untuk menyendiri, Eva sedang bersandar di pagar pembatas sambil menikmati sebatang rokok. Dia melihat foto seorang wanita di ponselnya dengan wajah yang datar.
Sambil memejamkan mata dia menikmati setiap hisapan rokoknya. Setelah itu dia menunjukkan ekspresi yang kesal dan marah juga kecewa. Entah siapa wanita itu dan apa yang ada di pikirannya.
Setelah menghabiskan beberapa puntung rokok Eva pun pergi meninggalkan tempat itu.
***