Sampul Novel Karma Masalalu

Karma Masalalu

9.0 / 10.0
Hidupku runtuh saat Barikli ingkar janji dan pergi demi karier TNI, meninggalkanku dalam kondisi mengandung. Enam tahun berselang, demi wasiat ayah, aku terpaksa bersuami Yusuf. Siapa sangka, Yusuf adalah psikopat berkepribadian ganda yang kerap menyiksaku. Di tengah upaya bangkit bersama Adza yang tulus menanti, rahasia besar yang kusimpan rapat selama lima tahun kini terancam tersingkap. Kebenaran ini bisa menjadi akhir dari segalanya.

Karma Masalalu Bab 1

Apes. Harusnya aku sudah haha-hihi bersama teman-temanku sekarang, kalo saja aku nggak terbelenggu di tempat kerja berhadapan dengan cowok yang menghancurkan rencanaku.

"Kamu bodoh apa gila sih Sa," cercaku pada Irsa atas semua pengakuannya yang sama sekali nggak masuk akal.

"Dua-duanya Mbak. Aku bodoh dan gila karena dia. Dia satu-satunya penawar dari kebodohan dan kegilaanku Mbak,"

Menghela nafas berat, aku mencoba menahan amarahku agar nggak meledak. Sejak kedatangannya tadi, moodku sudah nggak baik karena dia berhasil menghentikanku untuk have fun dengan temanku. Ditambah lagi setelah mendengar alasannya datang menemuiku, membuat darahku mendidih.

"Kamu edan. Kamu kena guna-guna. Besok ikut Mbak pergi ke dukun," Memilih mengakhiri pembicaraan tanpa ada penyelesaian, seenggaknya bisa menyumbat kekesalanku. Meraih tasku di meja, aku bersiap untuk pergi.

"Aku gak kena guna-guna Mbak. Ini normal. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Ini anugerah, bukan musibah. Besok aku pulang dan ngomongin ini sama Ibu dan Bapak,"

Gerakanku terhenti, menatap Irsa yang menatapku serius aku kembali terduduk. "Jangan berani bilang ini ke Ibu, atau kamu bakal menyesal seumur hidup."

"Aku gak peduli Mbak,"

Brak. Satu gebrakan di meja sebagai pelampiasan amarahku, membuat Irsa terkejut. Mataku berpendar tajam, menghunus matanya yang menyiratkan kegelisahan.

"Ibu bakalan terkena serangan jantung kalo kamu berani ngomong ini,"

Usai mengucapkan itu, aku pergi. Ada rasa sesak di dada mengingat bahwa dia adalah adikku sendiri. Yang berhasil mengecewakan setelah orangtua kami berjuang mati-matian demi bisa membesarkannya sampai sekarang.

Tentang semua pengakuannya, itu nggak salah. Hanya saja menjadi kesalahan terbesar saat pengakuan itu diucapkannya diwaktu sekarang. Ini bukan saat yang tepat untuk dia melakukan keinginannya itu. Keinginan yang bahkan belum bisa kulakukan juga sampai detik ini.

"Aku ingin nikah Mbak,"

Terkejut setengah mati saat mendengar kalimat itu dari seorang anak SMA kelas sebelas. Bagaimana bisa dia mengucapkan kalimat itu dengan tanpa beban? Ya Allah, apa dia fikir menikah itu enak?

"Dia butuh kejelasan Mbak, dan kejelasan itu adalah dengan menikahinya. Aku cinta sama dia, aku gak mau kehilangan dia gara-gara aku terlambat melangkah,"

Keputusan yang baik kalo dia memutuskan itu nanti sepuluh tahun lagi setelah dia sukses membangun bisnisnya sendiri. Sangat gila seorang anak berusia tujuh belas tahun ingin menikahi gadis pujaannya.

Semakin kuat keinginanku untuk membawa dia ke dukun. Atau kalo enggak ke psikiater karena sepertinya psikisnya terganggu. Bukannya belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa membahagiakan keluarga, malah ingin membangun keluarga sendiri. Dasar anak zaman milenial. Dia disekolahkan agar pintar, bukan untuk mencari pacar.

"Mbak Ca, ada customer komplain Mbak,"

Berhasil menginjakkan kaki di lantai bawah, aku disambut dengan laporan Yuli yang nggak mengenakkan hati. Ada apa dengan hari ini? Satu masalah datang, satu masalah lagi menghampiri.

"Cust yang minggu lalu ," Penjelasan Yuli membuat alisku bertaut.

"Loh, bukannya orderannya udah kita kirim ya?" tanyaku.

"Iya Mbak. Produknya udah nyampe, cuma katanya datang dengan keadaan rusak."

Menelaah kalimat Yuli, aku berkata lagi, "Produk nyampe dengan keadaan rusak bukan kesalahan dari kita. Produk dari kita sempurna, gak bakal ngirim barang riject. Kalopun rusak itu kesalahan ekspedisi, kita juga udah packing dengan aman,"

"Gak tau Mbak. Orangnya tetap komplain, dia minta ketemu sama Mbak,"

Aku menghela nafas. "Dimana orangnya?" Tanyaku. Percuma menjelaskan panjang lebar kalo nggak di depan orangnya sendiri.

"Dia di ruang tamu Mbak," info Yuli lagi. Aku bergegas melangkah ke ruang tamu.

Berkali-kali menarik hembuskan nafas, menyiapkan mentalku untuk menghadapi customer yang sudah sempat meluangkan waktunya mampir ke outlet untuk komplain.

Setelah melongokkan kepalaku ke ruang tamu, aku hanya menemukan seorang laki-laki yang duduk membelakangi pintu. Nggak kutemukan customer wanita seperti yang kulihat waktu video call minggu lalu saat merundingkan souvernir jenis apa yang diinginkannya.

"Orang yang katanya mau komplain dimana Yan?" tanyaku pada Iyan yang kebetulan lewat di depanku.

"Itu Mbak, di ruang tamu," jawab Iyan sembari menunjuk ke sosok laki-laki tadi.

Melangkah dengan berwibawa aku memasuki ruang tamu, menyapa dengan ucapan selamat malam, sebelum akhirnya duduk di kursi berhadapan dengan laki-laki yang kini bisa kulihat keseluruhan wajahnya.

Sepersekian detik aku terdiam memaku tatapan padanya, mataku panas. Mengalihkan pandang dengan cepat, secepat juga dentuman jantungku berpacu di dalam sana.

Ini gila.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Karma Masalalu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi membahagiakan Satria, ia bahkan rela memohon sambil menangis agar sang suami bersedia menikah lagi. Satria sempat menolak rencana itu karena tidak ingin melukai perasaannya. Namun, di balik pengorbanan tulus Fatma sebagai bukti cinta terakhirnya, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Fatma harus menerima fakta menyakitkan bahwa suaminya ternyata tidak pernah mencintainya.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED